xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.xX- 5th SANNIN FESTIVAL -Xx.

~ Konoha Gakuen - Konoha city ~

9 - 13 August

Kami, KONOHA GAKUEN dengan tangan terbuka menyambut anda dalam "5TH SANNIN FESTIVAL 201X"

Anda menjomblo? tidak pernah makan enak? hidup anda merasa datar datar saja? Jangan! khawatir! Come And Join Bazar murah, Pertunjukan menyenangkan semua jadi satu! Ajak teman anda sekarang juga!

Hanya lewat? NICE! Masuk Festival tidak dipungut biaya! Tempat yang pas untuk mengisi waktu yang terlampau luang

SANNIN FESTIVAL! GRAND OPEN RIGHT AWAY!

xxxxxxxxxxxxxxx

Sponsored By

Akatsuki Corp

Support by

Iwa-Art Academy, Uzushio Gakuen

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

Ruangan Klub Drama.

"Jadi?" Naruto menggantungkan kalimatnya melihat Matsuri yang kini tengah senyum senyum tidak jelas.

".. Yah.. kubilang.. semua sudah siap." Balas Matsuri.

"Hanya begitu?" tanya Naruto.

Matsuri mengangguk.

"..." Naruto malah emosi. Yah, jauh jauh dia dan Shikamaru dijemput hanya untuk mendengar satu kalimat. "Semua sudah siap."

Matsuri mengangkat bahu.

"Yah, senpai tau kan. Tentang rencana yang akan kita laksanakan saat festival?" tanya Matsuri memastikan.

"Rencana apaan?"

Yah, melihat ekspresinya terlihat sekali kalau Naruto sama sekali tidak mengerti. Matsuri lalu menoleh ke Shikamaru.

"Senpai! Apa kau tidak memberitahu Naruto-senpai dan Sasuke-senpai?" tanya Matsuri kepada Shikamaru.

"..." Shikamaru diam. Yah, kalau gadis ini mengungkit tentang rencana, Pasti itu menjurus ke informasi yang Shikamaru terima tatkala dia menginap di rumah Gaara tempo hari. Err.. Tampil di luar panggung.

".. kau bilang. Itu akan dilakuan kalau kita tidak lolos kan?" tanya Shikamaru memastikan.

"Ha? Aku bilang kalau kita tidak tampil.. bukan kalau kita tidak lolos!"

"..."

"Kalau kita tampilnya sore! Ya pagi kita lakukan!"

Shikamaru melongo. Yah, satu lagi. Matsuri dan Rencana gilanya.

"Ini ngomongin apaan sih?!" Naruto mulai tidak sabar.

"Hahhh.. Merepotkan.."

Matsuri mengangkat bahu.

"Yah.. Yang itu pikir nanti lah.. Untuk sekarang-" Matsuri menunjuk dua tumpuk kain yang tertengger manis di mejanya.

"Err.."

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.

Relax and Enjoy Story.

.

Naruto dan Shikamaru menyusuri santai lorong Konoha Gakuen yang cukup ramai. Yah, beberapa kelas yang mereka lewati sepertinya dipakai untuk pengungsian pantia/peserta. Terdengar dari suara berisik yang berasal dari beberapa kelas. Namun Naruto tidak bisa memastikan, karena memang semua pintu yang bersuara itu tertutup rapat. Oh, ada juga beberapa kelas yang difungsikan sebagai stand.

Tunggu dulu? Bukankah Naruto tadi ada di ruang drama?

Err.. Yah, sebenarnya tepat saat Matsuri menyuruh Naruto dan Shikamaru mencoba kostum untuk pentas, mereka berdua pamit ke kamar kecil. Well, Sebenarnya mereka berdua sedang tidak dalam mood untuk mencoba pakaian formal rempong yang akan mereka kenakan esok.

Intinya, mereka lari dari tanggung jawab, tentu saja mereka tidak akan berniat kembali ke tempat Matsuri. Mengingat Matsuri pasti tidak akan menyerah sampai kain kain itu berhasil menempel di kedua senpainya ini.

Dan disinilah mereka, berjalan was-was takut takut kalau diterkam seseorang dari belakang. Menyusuri lorong dimalam hari. Yang mana perasaan aneh menyeruak di kepala karena ini baru pertama kalinya mereka berada di sekolah malam malam.

"Pssst.."

Huh? Perhatian Naruto dan Shikamaru teralihkan saat mereka mendengar suara.

"Oi.. Sini."

Di mata mereka, Nampak Gaara yang tengah bersembunyi di salah satu ruang kelas yang kosong.

"Hu? Apa yang kau lakukan?" tanya Shikamaru melihat Gaara yang menampakkan raut waspada 99 persen.

"Apa kalian sudah bertemu Matsuri?" tanya Gaara kepada dua sahabat itu.

Shikamaru dan Naruto saling pandang. Yah, itu ironi. Mereka barusaja kabur dari gadis itu beberapa menit yang lalu.

"Kau kenapa?" tanya Naruto memastikan. Melihat Gaara yang bersembunyi di kelas yang gelap dan hanya menjembulkan kepalanya.

Gaara menghela nafas pasrah sebelum dia menunjukkan dirinya.

!

Detik berikutnya Shikamaru dan Naruto tertawa.

"Bwahahaha.. Kenapa dengan pakaianmu?" tanya Naruto geli.

"Hahhh.." Gaara hanya membatin tobat.

Yah ini adalah Salah Matsuri.

Sebenarnya tadi saat dia masuk ke klub drama ..

..

Flashback

CKLEK

"Matsuri?"

DEG! Niatnya Mencari Matsuri, namun yang dilihatnya malah seorang prempuan bergaun putih.

.

"HUWAAAA!" Gaara terkaget dari lamunan saat orang yang ada di depannya berteriak. Gaara hanya melongo, melirik kembali seorang gadis yang sudah berdandan bak ratu inggris dan tengah narsis di depan kaca.

"KYAA! GAARA SENPAI!" Matsuri menutup wajahnya malu saat dia kepergok oleh senpainya. Yah, Tidak diharapkan. Karena Matsuri hanya coba coba dengan kostum ini, dan Narsismenya ketahuan.

"Huwaa!" Gaara malah ikut berteriak. "MAAF!" Gaara langsung berbalik dan menutar knop pintu.

Namun..

GRAP!

"T-Tunggu!" Matsuri memegangi tangan Gaara. Gaara tentu kaget.

"Err.. Aku,, akan menunggu diluar. Kau.. um,, Nikmati saja waktumu.." Gaara berniat pamit.

"NGGAK!" Balas Matsuri tiba tiba.

Err.. Oke, Gaara terjebak dalam situasi aneh lagi sekarang.

"..." Gaara terdiam. Dia bisa melihat rona merah di pipi Matsuri.

Matsuri lalu menarik sebuah tuxedo putih dari tumpukan kostum. Gaara hanya menatap heran tuxedi itu tatkala Matsuri menyodorkan padanya.

"P-Pokoknya! Karena Gaara senpai sudah melihatku.. Gaara-senpai juga harus melakukan hal yang sama!" titah Matsuri.

"Err.."

GLEK! Gaara menatap Horror pakaian yang disodorkan Matsuri.

Namun Akhirnya dia mengangguk pasrah.

.

Skip

Dann.. Gaara pun akhirnya memakainya. Sebuah pakaian berkelas yang senada dengan gaun yang Matsuri pakai. Setelah Gaara pamit akan memakainya di kamar mandi tadi, akhirnya pakaian itu menempel sempurna di badannya.

Namun bukannya segera masuk ke ruang klub drama untuk menemui Matsuri, dia malah terdiam didepan pintu. Gaara mencangklong tas punggung yang ia bawa sedari tadi. Celana, kaos dan jumpernya sudah tertata rapi di tas.

Well, Saat dia membuka pintu ini, gadis bergaun cantik itu akan terlihat lagi di mata Gaara. Mengingat Gaara juga menggenakan pakaian serasi, ini bagaikan pernikahan.. Tunggu-

'Ah.. apa yang aku pikirkan!' Gaara menggeleng mencoba menghapus pikiran aneh dikepalanya.

CKLEK

Gaara masuk ke ruang klub dengan gelisah.

"Wiuu.. Kau terlihat Keren-senpai!" Sapa orang yang ada di dalam. Gaara menoleh ke orang itu.

Namun sayang, Gadis bergaun cantik itu tidak ada disana. Yang ada hanya Matsuri yang sudah memakai pakaian normal bak gadis remaja biasa, duduk di kursi kebangaannya.

Gaara menbatin

'Cih.. Dasar curang.'

Yah, Gaara tidak berharap Matsuri akan mengganti pakaiannya saat Gaara kembali. Ah! Sekarang? Hanya dia dong satu satunya memakai pakaian formal?!

Yah, Dia dikerjai Matsuri.

"Curang." Ucap Gaara dengan wajah datar. Dia melempar pelan tasnya yang berisi pakaian ke Matsuri.

Matsuri hanya menjulurkan lidah. Sembari menangkap enteng tas Gaara.

.

.

"Ano..Senpai.. Bisa kau tutup pintunya?" tanya Matsuri.

"Huh?"'

Gaara hanya menurut. Menutup pintu, karena biasanya memang seperti itu.

Matsuri tersenyum iblis.

"Yossshh.."

"..."

Gaara melotot saat dia melihat Matsuri mengeluarkan HP dari kantongnya. Err.. Oke, Gaara sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Ini adalah momen yang harus diabadi-"

"TUNGGU!" Gaara menyela melihat Matsuri sudah mulai mengarahkan lensa kamera ke arahnya.

Yah, Gaara tidak suka ini. Terakhir kali Matsuri memotret Gaara, fotonya menyebar kemana mana. Dan itu adalah saat dimana Gaara sedang terpleset.

"Hanya satu foto senpai!" Matsuri mulai egois.

"A-AKU HARUS KE KAMAR KECIL!"

"Tahan kan bisa senp-"

CKLEK

BLAM!

Momen selanjutnya adalah dimana Gaara sudah kabur keluar dari ruangan klub.

Flashback END

.

Naruto menepuk pundak Gaara saat dia sudah mendengar semuanya.

"Yang tabah ya." hibur Naruto.

Sialan.

~iwdwiw~

.

Ah, Satsuga klub instalasi Uzushio. Lantai tiga yang dari kemarin di blokade kini sudah dibuka sepenuhnya. Jadi, itu adalah tanda kalau 'Lorong Hantu' yang mereka siapkan kini sudah bisa dimasuki.

Memang seperti apa sih Mahakarya klub Instalasi yang katanya nomor satu di tingkat nasional? Hm Hm.. well, mungkin mereka tidak akan mengijinkan kita masuk sebelum permbukaan jadi- ah!

.

"Yoi Utakata!" Panggil Naruto kepada salah satu temannya yang kebetulan ada di tangga lantai tiga.

Pemuda itu menoleh, melihat kedua temannya dan seorang pemuda yang, Umm.. Ingin menikah?

"Apa renovasi diatas sudah slesai?" tanya Shikamaru.

Pemuda itu menjawab santai.

"Kalau semua persiapan sih, sudah.. Tapi kalau kalian ingin menjelajahi 'lorong hantu' nya.. sepertinya belum bisa, karena di atas masih banyak kardus dan kain yang berserakan." jelas Utakata. Dia melirik jam tangannya.

"Mungkin bersih bersih butuh waktu 2 jam dari sekarang." lanjut Utakata.

"Oh." Naruto hanya manggut manggut. "Bwahahah.. Kau memang yang terbaik!" puji Naruto sembari menepuk pundak Utakata sedikit keras.

Membuat pemuda itu sedikit meringis.

"Ano? Apa kami bisa naik ke Atap?" ketiga orang itu menoleh ke Gaara yang bersuara.

"Yah. Tentu. Atap Konoha tidak kami apa apakan jadi. Silahkan." balas Utakata. Diikuti oleh Aggukan Gaara. Pemuda berambut merah itu lalu naik ke lantai tiga.

"Oi? Mau kemana?" tanya Naruto heran.

Gaara hanya mengisyaratkan menunjuk langit langit.

Shikamaru yang melihat Gaara naik malah ikut naik.

"O-Oi?" Naruto bertanya tanya.

"Kita bisa melihat persiapan festival dari atas Naruto." Sahut Shikamaru.

Oh, Naruto mengerti. Dia tersenyum. Yah sepertinya itu juga menyenangkan.

Saat melewati lantai tiga, benar saja. Suasana disini sudah berubah 180 derajat. Ditambah objek objek menakutkan dan Aksesoris berbau mistis.

"Wah.. Kalian benar benar bekerja keras ya?" tanya Naruto. Dia melirik beberapa orang yang tengah menyiapkan salah satu ruang kelas dengan menebar sepatu yang berlumuran cairan merah. (N : Di Jepang, orang yang akan gantung diri biasanya melepas sepatu terlebih dahulu)

Utakata yang mendengarnya tersenyum bangga.

"Kepuasan adalah yang kau dapatkan saat kau bekerja secara maksimal." balas Utakata.

Naruto, Gaara dan Shikamaru harus memasuki beberapa ruang kelas untuk kembali ke lorong, karena beberapa poin di lorong nya sudah di sekat menggunakan tembok buatan. Benar benar seperti Labirin. Untung lampu-lampu disini menyala sempurna. Kalau mati, mungkin orang yang tidak tau akan menabrak tembok buatan itu.

Wah, Bahkan hantu buatannya terlihat sangat nyata. Shikamaru sedikit takjub dengan ornamen ornamen yang dibuat begitu detail.

"Kalau kalian mau? Kalian bisa menjelajahi lorong ini sebagai yang pertama. Tapi nanti mungkin jam 11 malam. Saat semuanya sudah slesai." ucap Utakata.

Naruto malah tertawa mendengar ucapan Utakata.

"Bwahaha.. haha.. haha... ha...haaaaa" Naruto ingin tertawa ikhlas, namun tidak bisa. Yah, melihatnya dalam keadaaan belum siap saja sudah ngeri, apalagi yang sudah siap.

.

.

beberapa menit mereka berjalan sebelum mereka sampai ke tangga yang familiar, yah, tangga yang menghubungkan antara lantai tiga dan atap.

Eh, kalau dipikir sih. Banyak sekali kejadian yang terjadi di atap ini, tanpa sadar tempat ini sudah menjadi favorit untuk nongkrong. Err? Atau itu hanya imajinasi author? uh, i dont facking know.

.

~iwdwiw~

21.15 / FoREVer Street.

"Yah.. Sampai disini saja Sasuke-kun."

"Hn." Sasuke mengangguk mengerti saat dirinya sudah mengantar Sakura sampai tepat ke depan rumahnya.

"Oh, Benar.. Soal jadwal menjaga stand. Nanti tolong beritahu ke Shikamaru dan Naruto ya~" pesan Sakura sebelum dia berjalan memasuki rumahnya.

"Hn ya."

Sasuke mengamati bayangan gadis itu, sampai akhirnya dia menghilang sempurna ke dalam rumah.

Saat dirasa tidak ada yang harus dilakukan, Sasuke segera berjalan menjauh dan berniat pulang.

.

Di Rumah.

KLEK.

"Tadaima."

"Okaeri~"

Para gadis itu tengah menonton TV bersama Izumi dan Hikari saat Sasuke pulang. Well, karena Sasuke mempersilahan beberapa teman Sara untuk menggunakan kamarnya, Sasuke tidak akan masuk ke kamarnya malam ini.

Namun tunggu dulu-

"Darimana?" Pertanyaan Izumi langsung menyambut Sasuke.

"Um. Ada urusan." Balas Sasuke enteng, namun nampaknya itu sudah cukup untuk membuat Izumi tidak bertanya lebih lanjut.

Sasuke melirik Hikari yang masih terjaga. Bahkan pria kecil itu kini tengah bermain dengan Onee-chan para teman Sara. Hikari hanya menunjukkan ekspresi biasa saat dirinya tengah ditunjukkan sesuatu dari salah satu HP teman Sara, Ah awas saja kalau Hikari dipertontonkan foto-foto cowok ganteng-uhuk uhuk.. ehem lanjut

Sasuke langsung mengarahkan langkahnya ke dapur. Namun yang dicari tidak ada.

Yah Dimana Naruto dan Shikamaru?

Di dapur dia melihat Fuu yang tengah membuat minum.

"Dimana Naruto dan Shikamaru?" tanya Sasuke kepada gadis itu.

Fuu sedikit terkaget saat Sasuke mengutarakan suaranya. Dia menoleh dan menatap Sasuke. Dia mencoba mengingat.

"Umm.. Tadi sihh, Naruru dan Shika masih ada disini.."

"..."

"Tapi.. Ah! Fuu melihat seorang gadis yang mengajak mereka pergi." Balas Fuu enteng.

"Gadis?" Sasuke berpikir. Gadis? Siapa?

Sasuke menatap Fuu heran.

"J-Jangan menatap Fuu! Fuu juga tidak tau!"

"..."

.

~iwdwiw~

.

chapter 62.5

"Jika"

Suasana persiapan festival jauh lebih menakjubkan bila dilihat dari sini. Nah, bila kau suka melihat suatu objek dari ketinggian, maka tempat ini adalah tempat yang tepat. Karena kau bisa melihat setiap sudut halaman depan Konoha Gakuen dari sini.

Naruto yang ada disini, dia kini tengah melayangkan pandangan ke deretan orang yang ada di bawah. Mereka terlihat tidak mau mengakhiri malam sesegera mungkin, karena suasana masih seramai saat Naruto datang tadi. Dan, Naruto cukup yakin kalau besok akan lebih ramai karena para pengunjung yang berdatangan.

Tiga orang yang ada di atap. Mereka adalah Shikamaru, Gaara dan Naruto. Tadi sebenarnya lebih ramai, karena Utakata dan beberapa teman-teman dari Klub Instalasi ikut nongkrong disini. Namun mereka hanya duduk sebentar sebelum mereka kembali ke pekerjaan mereka. Bagaimanapun, perkerjaan mereka harus siap digunakan besok.

Shikamaru dan Gaara hanya duduk santai sembari bermain kartu, sementara Naruto menatap lurus kumpulang orang yang ada di bawah. Yah, orang orang dibawah sepertinya juga tidak ada niat untuk tidur, dilihat dari beberapa orang yang masih persiapan, Bahkan panggung outdor yang akan digunakan untuk pembukaan, kini telah berubah menjadi panggung konser amatir dimana anak anak Uzushio dan Konoha melakukan konser dadakan dan semacamnya.

Setelah puas melihat keadaaan dibawah, Naruto kembali menghampiri Gaara dan Shikamaru, mereka berdua hanya terdiam di atas sebuah tikar yang dipinjamnya dari anak anak Klub Installasi.

Shikamaru bahkan sudah 'menyamankan diri' dengan berbaring.

Naruto menatap Gaara aneh. Yah, pemuda ini terlihat sangat fancy memakai pakaian ala prince William.

"Kau tidak mau ganti baju?" tanya Naruto.

Gaara hanya menyahut dengan menggerakan bahunya. Dia tengah memainkan kartu di tangannnya.

"Pakaianku ada di ruang klub." Yah, Mengingat kejadian tadi. Dimana, Gaara dengan bodohnya melempar tasnya kepada Matsuri. Gaara mungkin bisa mengambilnya sekarang, karena kemungkinan Matsuri sudah pulang.

Namun dia malas melakukannya. Lagipula, tidak ada yang akan memergokinya disini.

Gaara menatap Shikamaru dan Naruto.

"Kalian tidak pulang ke rumah?" tanya Gaara.

"zzz.. Malass." Shikamaru menyahut dari posisinya.

Sedangkan Naruto.

"W-Well soal itu-" Naruto bahkan tidak mau membahas kediamannya yang dikudeta oleh beberapa orang gadis.

Melihat dari Ekspresi Naruto dan Shikamaru, Gaara menyimpulkan kalau mereka lebih suka disini.

Sebenarnya Gaara sama saja sih, Karena kedua kakaknya, Temari dan Kankurou kemungkinan memang masih ada di sekitar lingkungan sekolah sekarang. OSIS maklum. Gaara tidak tahan ditinggal sendirian dirumah.

Dan.. tepat saat Gaara ada di sekolah, Matsuri pas mencarinya. Dimana kejadian selanjutnya adalah saat dia berakhir dengan pakaian ini.

..

Naruto duduk di samping Gaara setelahnya.

"Menurutmu? Apa drama ini akan berjalan baik?" tanya Naruto. Dia menatap langit langit yang cukup jernih tanpa awan.

Gaara mengangkat bahu.

"Mau baik, Mau jelek, itu tanggungjawab kita sebagai anggota." Balas Gaara santai.

Gaara terlihat lebih santai menghadapi pentas yang tinggal menghitung jam/hari. (sekedar informasi, pentas dilakukan sehari sekali untuk pertunjukan berbasis drama jadi. yah kau tau maksudku-)

Naruto lalu melirik Gaara.

Mencoba mencari topik pembicaraan.

"Um Jadi? Kau.. Kenapa kau bisa masuk klub drama?" tanya Naruto. Mencoba mencari informasi dari Gaara. Memang, Gaara tidak terlihat seperti orang yang tertarik dengan sandiwara.

Gaara menghembuskan nafas dalam. Yahhhhh... Dia tidak akan bebohong..

.

.

"Karena Gadis." Jawab Gaara.

.

"Ha?" Naruto langsung merespon bingung.

Gaara mengangkat bahu.

"Kubilang karena Gadis." ulang Gaara.

Naruto diam. Mencoba memproses jawaban Gaara.

"Gadis yang kau maksud-?"

Saat otaknya sudah memproses keluar segala pemikiran, Naruto merespon terkejut.

"Tak mungkin!"

"..." Gaara diam. Tatapannya terlihat serius. Sepertinya Naruto sudah mengerti apa yang disampaikan Gaara.

"KAU SUKA DENGAN-HMP!"

Gaara langsung menutup mulut Naruto dengan tangannya.

"Jangan keras keras bodoh."

"BUAH! Itu mengejutkan kau tau!" Naruto tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Yah, Naruto tidak menyangka seorang pemuda kalem seperti Gaara punya perasaan dengan err.. yah.

"SST!" Gaara mengisyaratkan jari telunjuk di depan bibirnya.

Naruto akhirnya tenang kembali.

.

"Kau? Menyukai Matsuri?" tanya Naruto menebak. Sedikit berbisik.

"..." Gaara diam, pandangannya masih menatap ke langit lepas. Dia tidak mau atau tidak berniat menjawab pertanyaan Naruto. Namun itu sepertinya adalah jawaban iya.

Oke, itu mengejutkan. Yah, mengingat gadis yang dibicarakan sedikit .. kau tau.. err.. kolaborasi antara Yandere dan Chunibyou. (Untuk memudahkan.. bila tidak tau,, jangan di search.. intinya, itu buruk.. okesip). Dan Selera Gaara ternyata sangat tinggi.

.

Mereka bertiga malah diam sekarang. Tidak ada yang bersuara, bahkan Shikamaru yang paling kusyuk diantara mereka

"Kau sendiri? Pernah punya pengalaman cinta?" hingga akhirnya Gaara bersuara.

Oke, sekarang mereka malah membicarakan cinta.

Rumpi.

"ahahahaha.." Naruto malah tertawa kikuk. "Kau tau.. aku pernah mengacaukan sesuatu jadi.. hahaha-" Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Kalau kau Shika-"

"zzzzzzzzz.."

Gaara menghentikan pertanyaannya saat dia mendengar Shikamaru mendengkur pelan.

ah sudahlah.

Gaara lalu mengambil dua buah benda dari kantong baju fancy nya. Dia menyodorkan salah satunya kepada Naruto.

"Mau?"

Naruto menatap sepuntung rokok yang disodorkan Gaara padanya. Tunggu-Pemuda ini merokok?

"Aku tidak merokok." balas Naruto menolak pemberian Gaara.

Gaara hanya menyahut enteng. Lalu dia mengantongi lagi benda itu ke kantongnya. Naruto mengamati gerak gerik Gaara sebelum pemuda itu..

Err.. Mematahkan rokok yang dia pegang lalu mengupas kertasnya.

Dia lalu dengan santainya mengigit sebagian rokok itu.

Naruto melongo.

.

Sialan itu permen.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Howdy! Hanzama is BACK! Masih setia dengan fanfic abal sedikit KW(?) .. iwdwiw~ yuhuuu~ hu hu hu huuu.. ehem-

oke, satu chapter terakhir sebelum festival. Dann.. ini adalah perjalanan yang panjang untuk sampai ke hari pembukaan festival.. hiks..

and.. umm, sedikit bumbu GaaMatsu perhaps? hope you like it!

The.. talking talking Ripiyuwers:

Rizka Gaamatsu lovers : psti yg mergokin matsuri, si gaara..ya kan~? kok nggak? #gaamatsu3

Answer : Nah! tebakan anda tepat! seperti biasa. hadiah hiburan akan kami kirimkan via mimpi. Karena ada tuntutan beberapa sahabat pembaca yang ingin dimunculkan GaaMatsu jadi ini dia.. maaf kalau ada kekurangan.. Tapi ini baru awal.

..

Oh ya.. Hanzama sebenarnya mau bilang maaf dari chapter chapter awal, karena kebiasaan hanzama yang tidak membalas review yang tidak login.. (_ _") .. itu karena ada beberapa pertimbangan dan saran dari 'senior' tentang batasan author note.. jadi hanzama hanya membalas kadang kadang.

Jadi harap maafkan.. namun, kalau review tersebut berupa pertanyaan yang mengganjal dan perlu dikonfirmasi.. akan selalu hanzama cantumkan di author notes kok..

Mohon sahabat pembaca bisa memaklumi..

..

Okeh mungkin itu.. Bagi yang penasaran dengan festival besok.. Kenapa kita tidak mengintip sedikit 'masa depan'

.

Cekidot

Teaser :

"... Dan dengan Ini.. Festival Konoha Gakuen resmi dibuka."

Prok Prok Prok

Naruto mengerjapkan matanya perlahan saat dirasa matahari menyilaukan wajahnya. Dia bisa mendengar sayup sayup suara tepuk tangan yang meriah tak jauh dari tempatnya berbaring.

"AHHHH!" Dia berteriak terbangun saat dia sadar dirinya tengah berada dimana. Sial Dia ketiduran! Dia menoleh ke kedua temannya yang sepertinya tidak bergeming.

"OI BANGUN!"

Naruto mencoba menggoyangkan kedua badan temannya. Sialan, Gara-gara ngobrol sembari bermain kartu sampai pagi, dia terlelap. Dia bahkan tidak sadar kalau matahari sudah meninggi.

Naruto bangkit berdiri bahkan saat kesadaran dua temannya belum terkumpul sepenuhnya. Dia berjalan ke pagar pembatas.

Benar saja. Di bawah sudah ramai!

Shit!

Naruto berlari menuju pintu atap setelah mengisyaratkan kedua temannya untuk segera turun.

Saat dia membuka pintu.

CKLEK!

.

.

Suasana seram langsung menjalar ke penglihatan Naruto. Tangga turun menuju lorong terlihat gelap.

BLAM! Naruto menutup pintu itu lagi.

njir! Dia lupa soal 'lorong hantu' di lantai tiga!

.

.

.

.

TBC

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V

V