chapter 64 : Chaos Theory

"Oke? Semua sudah siap?"

"Siap ketua!"

"Baiklah! Tata yang rapi dan kita akan mulai!"

Utakata sedang melakukan briefing tatkala dia dikejutkan oleh Shikamaru dan Gaara yang turun dari lantai tiga dengan menggotong Naruto. Tunggu, kenapa mereka bertiga dari atas? Utakata cukup yakin tidak ada yang naik ke atas semenjak dia disini tadi pagi.

Ah!

Namun melihat Gaara yang masih menggunakan pakaian fancy persis seperti tadi malam, Utakata langsung menyimpulkan.

"Ano- Bisa minta bantuan?" ucap Gaara kepada beberapa anak Instalasi Uzushio yang ada di barisan. Tanpa disuruh, dua orang dari mereka langsung membantu membopong Naruto.

"Dia kenapa?" tanya Utakata kepada Shikamaru.

"Hn. Pingsan." jawab Shikamaru enteng.

Utakata menatap Shikamaru bosan.

"Kenapa dia pingsan?" lanjut Utakata, berharap Shikamaru menjelaskan lebih detail dari hanya sekedar sahutan enteng.

Gaara kini yang menimpali.

"... Kau tau, sepertinya dekorasi kalian memberikan tekanan batin yang berat kepada Naruto." balas Gaara. Dia membaringkan Naruto di lantai beralaskan kardus.

"..." Utakata terdiam. Menatap Naruto yang terpejam dengan wajah pucat.

"Yah kau tidak akan pernah tau waktu dia tiba tiba berteriak saat berpapasan dengan kumpulan boneka manekin di kelas 2-2." lanjut Shikamaru. Mengingat kejadian tadi dimana celananya hampir sobek karena ditarik oleh Naruto yang berjongkok layaknya anak SD yang tidak mau berangkat sekolah.

"... Atau saat dia berlari kocar kacir karena melihat sosok bayangan di tengah lorong." balas Gaara. Dimana dia dengan seenaknya didorong jatuh oleh Naruto waktu itu. Untung saja tuxedonya tidak apa-apa. Kalau lecet, bisa kena marah Matsuri nanti.

Utakata menghembuskan nafas berat. Yah, dia kenal Naruto, Pemuda paling berandal yang ia tau, sekaligus pemuda paling paranoid dengan hal berbau mistis.

"Hahh.. Dan puncaknya adalah, saat dia pingsan melihat hantu gadis kecil di depan pintu toilet." lanjut Shikamaru.

"..."

.

"Hantu gadis?" tanya Utakata.

"Um.. Yah kau tau.. Gadis bergaun merah.. Wajahnya penuh darah.." lanjut Shikamaru. Mengingat sosok yang membuat Naruto pingsan tadi.

"..." Utakata malah diam.

.

.

"Shika..." Utakata menyahut kemudian.

"..."

".. Kami tidak pernah menyiapkan hantu gadis kecil."

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.

Relax and Enjoy Story.

.

Fox Is Back

Ah, dasar manusia. Apa susahnya sih untuk meluangkan waktu beberapa menit untuk memberi makan seekor kucing? apa mereka tidak tau kalau kucing tidak bisa membuka lemari dapur sendiri?

Malang memang bagi Fox. Lagi lagi dia ditinggal dan dikunci di dalam rumah sendirian. Dan sialnya, dia belum diberi makan. Ayolah? ada tujuh orang yang tinggal disini dan mereka bahkan tidak mempedulikan Fox sama sekali. Nyaw, si bocah kecil mungkin belum mengerti tanggungjawab jadi, Fox tidak akan menghitungnya.

Yang Fox maksudkan adalah, hei! dia ini kucing, dan setiap hari hanya diberi makan sekali. Bahkan Fox tidak meminta hal aneh aneh kepada Nyawruto seperti dosis camilan atau semacamnya.

.

Normal

Lagi lagi! Sang kucing keluar sendiri dari rumah. Bermodal keahlian membobol jendela yang telah disempurnakannya semenjak dia tinggal disini, dia dengan mudahnya bisa menyelinap keluar.

Saat kaki kecilnya sudah menapak ke tanah, dia berlari takut menjauhi jendela. Yah, sebenarnya Fox melakukan sesuatu yang fatal beberapa detik yang lalu. Saat dia berjalan ke lantai dua dan mencari siapapun yang masih ada di rumah, Dia tanpa sengaja memecahkan sesuatu dan membiarkan dia keluar dari sarangnya.

Karena Fox sangat takut, mengingat saat dia terbang bebas, dia hinggap di kepala Fox bahkan tidak mau lepas. Fox berlari kalang kabut memutari rumah, hingga sebuah trik akhirnya melepas dia dari Fox dan Fox segera kabur.

.

Fox mengamati rumah dari halaman depan, Fox cukup yakin kalau dia tidak cukup kuat untuk melakukan trik membobol jendela seperti Fox.

Namun naas, keyakinan Fox harus dipatahkan saat Fox melihat dia terbang dengan santainya melewati ventilasi udara.

Dengan manuver terbang rendah. Dia melayang mendekati Fox dan-

Puk.

Dia kembali hinggap di kepala Fox.

"NYAWWWWWW!"

Fox yang kaget pun mengerang keras, dia mencoba menggapai gapai kepalanya dengan kukunya, dan berguling guling di rumput mencoba melepaskan diri dari makhluk menggelikan yang menganggu kepalanya.

Merasa usahanya tidak membuahkan hasil, Fox malah berlari ke trotoar, berharap hembusan angin bisa membuat dia menyerah berpegang kepada bulu bulu Fox.

.

~IWDWIW~

Pintu Gerbang Konoha Gakuen.

"Jadi?"

"Yah kau tau jadinya. Aku sekarang terjebak di kostum menyebalkan ini."

"Kenapa kau tidak kabur?"

"Hah.. kau pikir mereka tidak mengawasiku eh?" Kiba melirik gadis bercepol yang kini tengah berbincang bincang dengan seorang polisi yang memegang katana.

Shino ikut melihat arah mata Kiba tertuju.

Yah. Jelas sekali kalau gadis itu sedang mengamati Kiba memastikan dirinya melakukan pekerjaannya dengan baik. Kiba melirik ke Shino lagi.

"Itu salahmu, Karena dari awal memang mencuri makanan panitia adalah idemu." balas Shino.

Kiba sedikit tersinggung. Yah, seingatnya, Shino juga ikut nimbrung dan ikut makan.

Hm, aneh memang kedua orang ini malah berargumen di depan gerbang sedikit menarik perhatian orang yang lewat. Sebenarnya sih, Shino datang terlambat, mengingat saat dia sudah sampai disini, pidato pembukaan sudah slesai. Dan terkejutnya dia saat dia sampai namun dia melihat Kiba telah berubah menjadi seorang maskot yang tugasnya adalah memegangi papan.

Saat pemuda di depannya ini menjelaskan, Shino hanya bisa menyembunyikan raut gelinya dibalik jaket dan kacamata hitamnya.

"Heh.. kalau mau tertawa, tertawa saja! di festival semegah ini aku yakin bukan hanya aku yang bisa terlibat masalah." Balas Kiba, melihat semburat senyum Shino.

"Hm. Masalah hanya akan menghampiri orang-orang bodoh." balas Shino. Dengan Sedikit (banyak) nada mengejek kepada Kiba.

"Apa katamu?!"

"..."

Shino lalu menepuk pundak Kiba. Dia berjalan masuk menuju riuhnya festival.

.

~IWDWIW~

.

Langkah kaki kucing oranye ini membawanya ke tempat yang familiar, namun berbeda.

Ah! Dia tidak peduli lagi. Pada akhirnya, kumbang aneh ini malah setia bertengger di kepalanya. Fox tidak berusaha menyingkirkannya seperti tadi. Dia lebih tertarik dengan pemandangan di depannya.

Yah, Fox pernah kesini. Dan terakhir kali dia kesini, dia hampir dibawa pulang seorang gadis yang berniat memisahkannya dengan Nyawruto.

Namun kali ini berbeda, suasanya lebih ramai semenjak terakhir kali. Bahkan lebih banyak kaki dari biasanya.

Fox hanya berdiri mengamati dari jauh. Banyak obyek obyek unik yang Fox tidak mengerti menghiasi halaman depan sekolah ini. Fox bahkan merasa terintimidasi oleh hewan besar berwarna kuning yang ada di depan gerbang. Dia terlihat jinak untuk seukuran monster (dalam kasus ini, Fox melihat Kiba).

Pandangan Fox lalu beralih kepada sosok rakun coklat gendut yang tengah terduduk tepat di depan Kiba. Entah kenapa, Fox merasa familiar dengan rakun tersebut, padahal dia yakin ini baru pertama kali dia melihatnya.

.

#Sudut pandang Normal.

Kiba masih setia memegangi papan tanda pintu masuk saat kegiatannya diganggu oleh hewan aneh yang menatapnya sedari tadi. Yah, Kiba tau persis apa itu beruang, dan Kiba yakin kalau hewan yang ada di depannya ini bukan beruang.

Namun sekeras apapun Kiba mengacuhkannya, Hewan ini malah semakin gencar menatap Kiba, bak seekor Koala yang melihat Induknya. Membuat Kiba ngeri sendiri.

Kiba mencoba mundur satu langkah dari tempatnya berdiri. Namun makhluk itu malah maju satu langkah membuat jarak mereka berdua tidak berubah. Saat kiba melakukannya untuk yang kedua kali, Makhluk itu baru tidak bergerak.

Kiba pun dengan perlahan berjalan mundur. Masuk ke gerbang Konoha Gakuen. Saat Kiba yakin dia tidak diikuti, Kiba bersembunyi di balik pagar.

"Oi.. Kau kenapa Inuzuka?" Tegur Tenten yang melihat Kiba malah berada di balik pagar.

"Sssst!" Namun kiba malah mendesit enteng.

.

Kiba lalu mengamati makhluk itu yang hanya berdiri diam.

Kiba masih setia mengamati makhluk gendut itu. Bahkan di detik berikutnya saat datang seekor kucing yang-Err.. menggunakan mahkota berbentuk kumbang bersayap tujuh. Dan dengan santainya duduk di samping sang beruang Kw.

Kiba mengucek matanya heran.

Oke, hal aneh menjadi semakin aneh sekarang.

.

Mungkin dia cukup lelah sehingga dia melihat Fatamorgana.

.

#Sudut Pandang Kucing.

Fox menatap rakun yang ada di sampingnya. Pandangan Fox pun dibalas tatapan oleh sang rakun.

Seakan tau apa yang dipikirkan oleh sang rakun, Fox segera menyimpulkan. Rakun ini terlihat seperti sedang mencari majikannya karena lupa diberi makan. Ah satsuga, kasus yang sama persis seperti Fox.

.

"Nyaw nyaw nyaww? nyaw nyaww?" Tanya Fox kepada rakun tersebut.

" #$ !#T%# 45E^&#^&%^*%^&$%^&*$*." Jawab sang rakun jujur.

Ah, memang manusia. Tidak ada perhatiannya sama sekali dengan kaum fauna. Fox sedikit terharu mendengar pernyataan sang rakun.

"Nyaw nyaw nyawww.. nyaw nyaww nyaw.." Lanjut Fox.

" %#^$%&^^%&&^#%^ $% $&&*$3*$ %. 13$%#% %&^^&*&*)&*)_(*&^#!%#." Sang rakun menceritakan kenapa dia bisa sampai disini.

Yah, majikannya tidak pulang semenjak kemarin. Persisseperti Fox. Namun berbeda dengan Fox. Sang rakun sepertinya dirumah sendirian semenjak tadi malam.

"Nyaw nyaw nyaw naywwww? nyaw nyaw!" Lanjut Fox lagi.

"#$$%&#&%*^&(&*^ %#$% #%%^! #$#%#$ ^$&%^$^&*?" Tanya Sang rakun.

"Nyaw nyaw naywaw." Balas Fox.

"*&#%^$&#*%$(&%##%."

"Nyaw.."

Fox mengiyakan, yah, Rakun ini benar.

"ngg ngg ngg ngg nhgggg nggggg~"

Fox melirik ke kumbang yang ada di atasnya saat kumbang itu angkat bicara.

"Nyaw nyaw?" tanya Fox Kepada kumbang yang sedari tadi dirasa sangat menganggu ubun ubun Fox.

" #$ #$%#$^34^&#^$ % $^#$%^#% $^$%&$^&*#%^$%&^ $%^#%*#$^#%^#%^#$&%^& $%^#%*#%^# ..." Sahut sang rakun.

"Nhggg ngg nhgg nhgg nghh ngghh nggggggggghghngngnngg." Sang kumbang sepertinya juga mengiyakan.

.

Ah sepertinya tidak ada pilihan lain bagi Fox selain mengikuti mereka berdua.

.

Dialog macam apa ini.

~I WILL DO WHAT I WANT~

.

Break The Xover Wall

Skip For Shino. Dia kini sudah menginjakkan kakinya di Aula konoha Gakuen. Aula yang telah disulap oleh panitia menjadi sebuah galeri pameran bergaya modern dengan hasil karya dimana mana.

Shino memang ada tugas disini. Dimana dia diminta mengisi sebagian sudut tembok dengan hasil jepretan kamera. Tentu saja Shino tidak sendiri mengerjakan projeknya. Ditemani dengan seorang gadis dari Iwa-Art dan seorang pemuda lain dari Uzushio. Shino berhasil menyulap sebagian tembok berukuran 2x2 menjadi sebuah teatrikal fotografi.

Dengan tema 'Highschool memory' Shino dkk menampilkan kumpulan Foto murid Konoha, Iwa, Uzushio dengan berbagai pose. Yah, Shino yakin akan ada yang marah saat orang yang bersangkutan melihat Foto disini. Mengingat disitu ada juga Foto Sakura yang bersandar di bahu Sasuke saat dia tertidur di dalam bus.

Namun, Shino yakin Sasuke bukan orang yang mempermasalahkan hal yang kecil seperti ini.

.

Selain karya masterpiece tim Shino, di galeri ini juga ada karya seni lain. Salah satunya adalah sebuah lukisan besar yang tergantung tegak disamping sesi milik Shino. Yah, normalnya karya dari salah satu sekolah akan ada tulisan pembuat beserta sekolah yang menyokong. Seperti milik Shino yang terdapat Nama : Aburame Shino : Konoha Gakuen, Sasame Fuuma : Iwa-Art Academy, Zaku Abumi : Uzushio Gakuen.

Namun tidak untuk lukisan ini. Yang ada hanya nama pembuat.

Mungkin ini adalah karya dari donatur. Well, Tidak semua karya disini murni milik Uzushio, Konoha dan Iwa Art. Mengingat setelah bermacam pertimbangan dan rapat besar, panitia memutuskan membuka pendaftaran pameran ini untuk umum. Dengan harapan memberikan kesempatan siapa saja untuk mencurahkan tuangan hatinya di pameran ini.

.

Shino mendekati Lukisan itu.

Yah, ini lukisan yang bagus kau tau. Lukisan yang menggambarkan sebuah rumah yang cozy dan menampakkan ke sepuluh penghuninya. Bersama dengan para kucing.

Shino kurang yakin kalau lukisan ini berlatar di jepang. Mengingat subyek utama di lukisan ini adalah seorang gadis berambut pirang.

"... Kurasou."

"Hah?" Shino menoleh ke samping saat dia mendengar seseorang menyahut. Di samping Shino, kini nampak seorang gadis berambut pirang..

...persis seperti gadis yang ada di dalam lukisan.

Shino Sedikit kaget. Dilihat dari manapun, gadis inilah yang ada di dalam lukisan.

"..." Shino terdiam. Menunggu gadis yang bersangkutan bicara. Namun sayang, selama apapun Shino menunggu, Gadis ini malah dengan pandangan lurus menatap Lukisan tersebut.

Shino tidak ingin membuka pembicaraan mengingat dia tidak fasih berbahasa inggris, apabila gadis ini adalah orang bule jadi.. Dia hanya ikut menikmati lukisan yang ada di depannya.

Namun Sebagai orang yang menghargai seni, Shino mencoba memberi komentar.

"Um,, Beautifull Painting." Ucap Shino, berharap sang gadis tidak menanyai Shino dengan kalimat inggris yang beribet kemudian.

Shino melirik ke judul lukisan dan pengarang.

.

.

.

"Hmm.. Sakurasou.." Jawab Gadis itu.

[Potrait Of Sakurasou - By : Shiina Mashiro.]

.

End Of Break The Xover Wall

.

~iwdwiw~

.

Festival Live

Klub Drama

Matsuri menatap heran tumpukan kostum yang ada di meja kerjanya. Tumpukannya tidak berubah semenjak tadi malam dia tinggalkan. Dengan kata lain, Gaara-senpai belum mengembalikan Tuxedonya ke tempat semula.

"Ah!"

Dimintai satu foto saja tidak mau, kini Gaara malah tidak mau mengembalikan pakaian itu ke Matsuri. Entah kenapa Matsuri yakin kalau senpainya kini tengah berkeliaran menggunakan pakaian itu sekarang.

Dengan raut tidak suka, Matsuri mengelaurkan HP dari kantongnya dan menghubungi ponsel Gaara.

"~Take The Time.. just to listen. when the voices screaming are much to loud~"

Matsuri sedikit kaget saat dia bisa mendengar sayup sayup suara lagu tak jauh dari tempatnya berdiri.

Matsuri pun dengan langkah bingung mencari sumber suara tersebut. Dan benar saja. Suara itu datang dari sebuah tas yang teronggok manis dibawah meja.

"Lah?"

Tas Familiar milik sang senpai masih disini. Matsuri meletakkan tas itu ke atas meja dan mengeluarkan isinya. Mencoba mencari cari sumber suara nada dering yang berdengung karena berada di ruang sesak.

"-the fields through the fire, Taking steps until I found solid ground. Followed dreams reaching hi-TUT!"

Matsuri semakin kesal saat dia tau sang senpai tidak kembali kesini bahkan untuk mengambil HPnya. Kalau begini, Matsuri harus mencari Gaara secara manual.

Dengan wajah kesal. Matsuri memasukkan kembali barang barang milik sang senpai kembali ke dalam tasnya.

Sebelum tangannya memegang seonggok Hoodie jumper bermotif tengkorak.

"Wihh.." gumam Matsuri saat dia menyentuh jaket berunsur death metal itu dengan tangannya. Di bagian belakang jaket itu tertulis 'Love It Or Die'

Matsuri tidak tau kalau Gaara adalah pecinta musik metal.

Sedikit terkagum dengan jaket keren milik sang senpai. Muncul keinginan untuk mencoba jaket itu ke badannya sendiri.

"Ah!"

Namun Matsuri segera menggeleng dan mengurungkan niatnya. Karena ini bukan waktu yang tepat untuk bermain main. Dia pun segera memasukkan kembali jaket milik sang senpai ke dalam tas. Dan berniat melangkahkan kaki keluar.

.

.

Itu sebelum-

"Um, Mungkin sebentar saja." Batin Matsuri. Sebelum dia kembali menghampiri tas senpainya yang ada di meja.

.

Skip

Matsuri tersenyum sombong di depan kaca saat dirinya kini sudah seperti anak metal. Bermodal jaket tengkorak milik sang senpai dan kacamata hitam yang ada disekitar ruangan itu, Matsuri nampak narsis di depan kaca. Bahkan rambutnya kini sudah dikuncir satu untuk menambah kesan slengekan.

"cyahahahahaha.." tawanya senang. Melihat Sosok dirinya yang ada di dalam kaca.

Ah, Matsuri berharap dia punya gitar sekarang. Matsuri berani bertaruh kalau nanti dia pasti akan terlihat seperti Jennifer Batt-

BRAK!

"Matsuri-cha-!"

"KYAAAAAA!" Matsuri berteriak histeris saat dirinya dipergoki oleh Yukata yang tiba tiba masuk.

Yah, heran. Anggota Klub drama sepertinya tidak tau konsep mengetuk pintu. Terutama di ruang klub mereka sendiri.

.

~iwdwiw~

.

Uchiha Family.

"..."

"Jangan berwajah tegang begitu. Aku yakin Hikari akan baik baik saja bersama Kaa-san." hibur Itachi. Melirik Izumi yang sedari tadi diajak jalan jalan tapi malah tidak fokus, bahkan saat setelah Itachi membelikannya permen kapas.

"Tapi-"

Yah, Izumi tidak bisa memungkiri, mengingat Hikari memang jarang jauh dari pengawasan Izumi. Bagaimana kalau dia menangis? Bagaimana kalau dia ngompol? Ah! Bagaimana kalau dia lapar?! Bagaimana kalau d-

Tuk.

"Ouch.." Izumi memegangi jidatnya yang tiba tiba disentil oleh Itachi.

"Hikari akan baik baik saja." Ulang itachi menekankan kata baik saja.

Izumi sedikit cemberut.

.

Mengalihkan perhatian Izumi dari rasa tertekan karena terlalu meikirkan Hikari, Itachi mengajak Izumi untuk melihat lihat stand permainan. Namun mereka hanya melihat lihat...

.. Sebelum pandangannya teralihkan oleh.

"Tuh kan mereka baik baik saja." Tunjuk Itachi kepada sang nyonya besar Mikoto dan si pria kecil.

Izumi mengikuti arah yang ditunjukkan Itachi, sebelum matanya menangkap Hikari masih setia di dekapan sang nenek, yang tengah duduk diantara kerumunan orang di sebuah cafe outdoor.

Oke, itu membuat Izumi sedikit bernafas lega.

.

In Other Side

Sasuke melrik dari ujung nampan saat dia melihat Kushina kini tengah duduk bersama Ibunya dan Hikari sekarang. Sial, tidak pernah terpikir di benak Sasuke kalau dia akan dipergoki oleh ibunya sendiri saat sedang menjadi seorang pelayan.

Tunggu! Sasuke tidak pernah tau kalau Ibunya akan datang kesini hari ini! Err.. Oke itu wajar sih, karena festival memang dibuka untuk umum. Namun yang aneh adalah, Kenapa dia bersama dengan Hikari?! Kemana dua kakaknya yang seharusnya ada disana sekarang?

.

"Whoa.. Sasuke?"

Sasuke hampir saja menjatuhkan satu gelas jus apel yang dia pegang apabila seandainya tangannya tidak sigap.

Dia melirik kepada sumber suara yang mengagetkannya. Lah! Ini dua orang yang Sasuke harapkan muncul!

Izumi dan Itachi kini sudah ada di hadapan meja counter tepat di sebrang Sasuke, Itachi menatap Penuh arti Sasuke yang kini tengah bermain role play layaknya seorang waitress.

"Heee.. Jadi kau sudah mau bekerja keras sekarang eh?" Sindir Itachi.

Sasuke menatap Itachi bosan. Dia tidak tau harus menjawab apa.

"Sasuke Kun.. Cepat antarkan pesanan meja nomor lima!"

Ah, sebuah suara yang harus menyeret Sasuke kembali ke tanggung jawab.

"..." Namun Sasuke malah diam, Tidak segera mengangkat nampan yang diatasnya sudah tersedia jus apel pesanan istri walikota.

Itachi lalu melirik meja nomor lima dari sudut matanya. Dimana Ibunya, Hikari dan Bibi Kushina kini tengah duduk.

Itachi melirik ke Sasuke.

"Kau tidak mau mengantarkannya?" tanya Itachi.

"..." Sasuke diam.

Itachi yang melihat mimik sang adik, segera saja melepas genggaman tangannya dari Izumi dan mengangkat nampan berserta jus apel itu, dan berjalan mendekati meja nomor 5.

"Oi.." Sasuke dan Izumi tentu saja kaget.

Sasuke sedikit tersinggung dengan perbuatan Itachi, namun berakhir lega, karena dengan ini, Sasuke terbebas dari rasa malu karena dilihat sang Ibu dengan penampilan seperti ini.

.

Setidaknya itu pemikiran Sasuke,

sebelum kemudian Itachi berbicara kepada sang ibu dan menunjuk nunjuk counter, dimana Sasuke berdiri.

Mikoto tertawa kecil sebelum dia melambaikan tangan kepada Sasuke.

'Ah sialan.'

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxx

.

Author Note(s) : Oke, Hanzama is back..

Spoiler : Sakurasou no pet na Kanojo Hajime Kamoshida

sebenarnya hanzama membawa berita penting tentang iwdwiw.

Yah,, ini menyangkut embel embel [Delay Project] yang ada di summary.. Hanzama butuh bantuan sebenarnya, karena hanzama berniat merombak ulang chapter2 yang cacat akan kesalahan.. tapi hanzama sadar kalau bantuan tak akan datang *hiks* mengingat hanzama hanya sendiri di lorong yang sepi, bak seorang jomblo yang menunggu datangnya esok hari.. #uh

Dan yahh..

Sekedar mengingatkan kalau proyek ini masih sangaaaat panjang. Dan hanzama tidak mau menunda2 perbaikan kesalahan yang terus menghantui mimpi hanzama. dan membuat para sahabat yang mungkin secara kebetulan 'belum pernah membaca iwdwiw' akan menuntut balas pada waktunya kelak.. #ah.. my day

..

Ehm.. Soal break the xover wall.. maaf kalau 'simpangan' animu yang hanzama munculkan belum pernah ditonton reader sebelumnya.. hanzama hanya memasukkan adegan 'break' sebagai pemanis dan tidak akan menganggu jalannya cerita.. jadi, hanzama pikir tidak masalah..

Nah, di chapter ini.. Rakun itu adalah shukaku.. mungkin terungkapnya kehidupan keluarga Gaara juga akan menyeret Shikamaru menuju masalahnya.. jadi, stay in the next chapter..

Oke mungkin itu.

sebelum Hanzama tutup.. Izinkanlah Hanzama meminta sedikit-

- KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V