chapter 69 : The 2nd Day!

FoREVer Street, pagi hari..

"Err... Kau yakin mereka tidak apa apa?"

"Huhh.. dasar merepotkan." Shikamaru menjawab pertanyaan Izumi dengan kata andalannya, dia menatap dari ruang keluarga dua orang yang kini tengah duduk berjejer di ambang pintu. Mereka duduk kompak layaknya orang orang yang merenungi hidup.

Well, setidaknya mereka tenang pagi ini. Tidak seperti tadi malam dimana mereka hampir memporak-porandakan rumah karena mencari sesuatu. Yah, yang satu mencari kucing, dan yang satunya lagi mencari kumbang. Membuat Sasuke dan Sara yang mencoba menenangkan mereka kewalahan, karena mereka memaksa keluar rumah jam 11 malam untuk mencari Fox dan Choumei, yang mana Hikari yang masih terjaga merengek ingin ikut keluar. Untung saja usaha Sara dan Sasuke tadi malam berhasil mencegah kedua orang ini keluyuran.

Sebenarnya sih, tadi pagi Fuu dan Naruto sudah mengecek ulang seluruh sudut rumah, mereka bahkan sudah mengecek sekitar blok di pagi hari. Namun mereka tetap tidak bisa menemukan Fox maupun si kumbang. Err.. kalau Fox sih, mungkin masih masuk akal kalau dicari di sekitar rumah, tapi kalau si-kumbang, mungkin akan lebih sulit mengingat dia punya sayap.

"Hahhhh..."

"HAAAHH!"

Dari dalam rumah, sesekali kau bisa mendengar Naruto maupun Fuu mengeluarkan suara 'Haaaa' selama berkali-kali. Mereka bahkan tidak mau masuk ke dalam saat penghuni yang lain kini tengah sarapan.

.

"Err.. Kau yakin mereka tidak apa apa?" Izumi nampaknya yang sangat penasaran. Yah kau tau? meninggalkan dua orang di depan pintu sementara yang lain sarapan bukanlah sifat Izumi.

"Hn. Mereka akan baik-baik saja." balas Sasuke yang kini tengah sarapan di samping Hikari. Sasuke sedikit terganggu saat Hikari yang kini tengah duduk di 'kursi makan kebangsaan para bayi' malah memasukkan tangannya ke mengkuknya sendiri. Dengan santainya dia mengobok-obok semangkuk sup yang dihidangkan di mangkuk plastik. Sudah bisa ditebak dimana detik selanjutnya adalah..

Klontang!

makanannya ditumpahkan.

Ah, begitulah anak kecil. Melihat yang lain makan sendiri, membuat Hikari gengsi disuapi ibunya. Namun saat kau membiarkannya makan sendiri, sarapannya malah terbang kemana-mana.

Sasuke menoleh ke Hikari.

"Oi.." ucap Sasuke.

Hikari dengan polosnya menoleh ke Sasuke.

"..Bahan makanan mahal." lanjut Sasuke. Hikari malah..

"nyam-nyam".. Puk! Tangannya yang kotor menyentuh baju putih Sasuke yang bersih. Membuat Sasuke gemas sendiri.

Untung Izumi segera menjauhkan Hikari dari Sasuke sebelum Hikari makin gencar mengotori baju pamannya.

.

Dan.. begitulah salah satu pagi hari di FoREVer street. Sasuke, Shikamaru, Izumi dan Hikari tengah sarapan. Fuu dan Naruto kini tengah merenungi nasib. Sedangkan Sara.. err.. Dimana dia?

.

Ah, Dia kini tengah berada di basement.

Karena hari ini adalah hari pentas bagi Drama Iwa-Art Academy, Sara berniat meminjam gaun yang ada di lemari yang terletak di basement. Sebenarnya tadi malam saat dia izin ke Sasuke, Sasuke tidak memperbolehkan. Mengingat rumah ini dan seisinya memang bukan milik NSS. Namun Sara bersikeras dan berjanji akan mengembalikannya ke tempat semula setelah semuanya slesai. Hingga, Sasuke pun hanya menjawab terserah setelahnya.

.

Sembari menggotong gaun putih bersih itu ke atas, Sara hanya bersenandung ria. Sesekali dia menatap gaun yang ada di genggamannya. Dia menghabiskan waktu semalaman untuk mencuci dan mengeringkan gaun ini. Dan sekarang, sudah bersih dah harum,

Asal kalian tau, ini adalah model gaun yang di bagian bawahnya berbentuk seperti rok tutu. Um yah kau tau, mirip dalam dongeng cinderella, dimana bagian atas terlihat ramping, namun bagian bawah seperti balon. Membuat Sara sedikit kesulitan membawanya menaiki tangga menuju atas, karena pandangannya yang sedikit terhalang.

Bahkan saat sampai di atas..

prang.

"Ups.."

sreet.

"Aduh.."

duak.

"ih.."

Sasuke, Shikamaru, Izumi dan Hikari menaruh perhatian penuh kepada Sara yang kini tengah kesulitan membawa barang bawannya tanpa harus menyenggol prabotan dan memecahkan sesuatu.

"Umm.. Sara-chan? Kau butuh bantuan?" tanya Izumi menatap Sedikit khawatir, kalau-kalau gadis itu tersandung dengan kakinya sendiri.

"Uh.. Tak usah.. aku bisa sendiri."

.

yah.. itu sebelum..

.

Gdebruk!

"Adaww!"

.. Kepalanya terpentok dengan dinding.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.

Relax and Enjoy Story.

.

Hari ke dua Festival / 08.00 / 2-1 Cafe.

Bagi Hinata, menjadi pelayan memang bukan keahliannya. Namun tidak untuk hari ini, dia tengah berbantu di stand kelasnya sendiri karena dimintai tolong oleh Ketua Kelas. Mengingat saat kemarin Hinata menolak permintaan Sakura, dia tidak mungkin menolak untuk kedua kalinya saat Sakura memintanya lagi.

Dan disinilah dia. Ikut berpakaian ala maid dan dengan suka-rela membantu bisnis kelas 2-1. Sebenarnya sih, Hinata baru saja datang. Namun sepertinya festival sudah cukup ramai layaknya kemarin. Bahkan di pagi hari.

Festival hari kedua sedikit berbeda dari hari pertama, karena panggung outdoor yang hanya digunakan sebagai pembukaan kemarin, kini sudah diisi dan digunakan untuk acara anak-anak Uzushio. Dari sini, kau bisa mendengar keras suara pembawa acara kawakan dari Uzushio (sebut saja dia Temujin) kini tengah membuka acara yang bernama "Kontes Katakan Cinta".

Mereka bahkan tadi membagikan slebaran yan berisi :


ANDA JOMBLO? NICE! (wanjrit)

TAK PERLU KHAWATIR!

KAMI YANG MENYEDIAKAN! ANDA PILIH SENDIRI!

Join US "Kontes Katakan Cinta" in Konoha Gakuen Festival! 08.00 - 13.00. Hanya hari ini, Jangan sampai lewatkan kesempatannya! Daftarkan diri anda untuk menemukan cinta sejati dalam hidup!

Persyaratan :

Laki-Laki/Perempuan, kelas 1 SMP - 3 SMA!

Bukan pecinta sesama jenis

Waras jiwa dan mental

Tau arti dari menyayangi dan mencintai

.

Pendaftaran Acara Hub : 08X2KS1L30D3

KUOTA TERBATAS!

.

Powered by : Uzushio


Hinata sebenarnya juga dimintai Shion untuk membantu persiapan pentas Drama Iwa-Art yang akan tampil jam 2 siang nanti. Tapi ah.. Hinata bahkan tidak bisa memikirkan hari yang lebih sibuk dari ini.

"Hinata.. Tolong layani meja nomor 1."

Kan. Hinata memang tidak bisa memalingkan pandangannya barang sebentar.

.

Sementara Itu.

Sasuke, Shikamaru, Naruto, Sara, dan Fuu pagi ini datang bersamaan ke Konoha Gakuen. Masih seperti tadi dimana Fuu dan Naruto terlihat murung karena Fox maupun Coumei belum ditemukan.

Sebenarnya sih, Sasuke mendapat SMS tepat beberapa menit yang lalu dari Matsuri, untuk bisa segera datang ke gedung Theater saat mereka sudah sampai ke sekolah. Sasuke tentu heran, karena sepengetahuannya, drama mereka akan tampil besok.

Namun Sara yang tau apa yang terjadi menjelaskan kepada Sasuke tentang 'perjanjian' ketiga ketua klub yang akan saling membantu dalam pentas. Dengan kata lain, Klub Sasuke akan membantu pentas klub Sara.

Sasuke tidak ambil pusing setelahnya.

.

Saat mereka memasuki pekarangan Festival, suara yang datang dari panggung outdor langsung menyita perhatian mereka. Beberapa orang yang sepertinya anak-anak Uzushio, kini tengah membawakan sebuah acara yang tidak dimengerti siapapun diantara mereka berlima.

Mereka berniat mengabaikan dan segera melangkahkan kakinya ke gedung Theater sebenarnya.. Namun.

"Oii.. Minna~"

Seseorang berpakaian Maid datang menghampiri mereka.

"Sakura?" tanya Sasuke heran.

Orang yang bersangkutan pun berhenti tepat di depan mereka dan mengambil nafas. Sasuke dan Naruto menatap Sakura, menunggu apa yang akan dikatakan ketua kelasnya ini.

"Kamii.. Hahh.. butuh bantuan.. hah.. di stand!" balas Sakura.

Sasuke dan Naruto saling pandang.

"Stand?" Tanya Naruto.

Tanpa mempedulikan raut aneh di kedua wajah pemuda ini, Sakura menggenggam tangan Sasuke maupun Naruto. Berniat menyeret kedua pemuda ini ke cafe dengan segera.

.

"T-Tunggu Sakura.." Sebelum Sasuke mengentikan perbuatan Sakura.

Sakura berhenti dan menatap Sasuke. Membuat Sasuke sedikit memerah.

"Kami ada tugas di gedung Theater.." Lanjut Sasuke.

Sakura yang mendengarnya pun lantas melepaskan genggamannya di lengan kedua pemuda ini. Dia malah menenteng tangannya di pinggul.

"Jangan bohong ya! Setahuku klub Drama Konoha akan tampil besok!" Tuding Sakura kepada Sasuke.

Sasuke semakin gugup setelahnya. Entah kenapa, menatap gadis ini, semakin lama semakin membuat Sasuke mabuk.

"Kami... um, harus membantu klub Iwa tampil."

"..."

Sakura malah menatap Sasuke semakin serius.

"Sasuke-kun. Mana yang lebih penting. KE-LAS-MU atau Klub orang lain?" tanya Sakura serius.

"..." Shit. Sasuke tidak bisa menjawab pertanyaan ini di situasi seperti ini.

Sasuke melirik Naruto sebelum menjawab. Naruto membalas dengan melirik Sasuke, lalu kemudian ke Sakura.

"W-Well, mungkin bantuan di gedung theater, lebih dari cukup..." ujar Sasuke.

"..."

Sakura diam, menunggu Sasuke melanjutkan perkataannya.

"..." Naruto juga diam mendengarkan.

"Tapi.. Sebaiknya salah satu dari kita harus kesana untuk memastikan.." balas Sasuke.

Sakura mengangguk mendengar alasan Sasuke.

"Begitu ya?" tanya Sakura.. "kalau begitu.."

SREET.

"HA?" Naruto terkejut saat Sakura tiba tiba memegangi tangannya.

"Kau ikut denganku Naruto." ujar Sakura.

"WOI- TUNG- KENAPA HARUS AKU?" Naruto tentu protes.

Sakura menoleh lagi ke Naruto.

"Sasuke-kun sudah bantu-bantu kemarin Naruto!" balas Sakura keras.

Naruto menoleh ke Sasuke. Sasuke malah dengan entengnya mengangkat bahu.

"TA-TAPI! Kenapa bukan Shikamaru saja!" Naruto menunjuk ke Shikamaru yan-PFFFFFFF

Naruto melongo saat dilihatnya Shikamaru, Sara dan Fuu yang tadi ada di belakangnya sekarang sudah hilang.

"..."

"Ayolah Naruto! Kita tidak punya waktu seharian!" Ujar Sakura kemudian.

.

"Oi TUNGG- Aku Harus mencari Fo-OUCH! WOII!"

Sepertinya alasan apapun yang diberikan Naruto. Tidak cukup untuk meyakinkan Sakura supaya tidak menyeretnya dengan paksa.

.

Sasuke menatap Iba Naruto yang dibawa pergi. Disisi lain dia lega setengah mati karena dia tidak ikut diseret.

"Yang sabar Naruto.."

.

~iwdwiw~

.

Gedung Theater

Saat Sasuke menginjakkan kaki ke gedung ini, Nampak klub Drama Iwa-Art kini tengah melakukan gladi bersih. Tidak banyak yang terlihat karena memang pintu depan tengah dijaga oleh panitia dan tidak ada yang diperbolehkan masuk kecuali para Aktris dan Staff panggung.

Sasuke bisa melihat di kursi depan dimana Matsuri dan Shion kini tengah duduk dan mengamati Kaguya yang tengah melafalkan dialog. Sasuke juga bisa melihat sosok Koyuki Kazahana yang sepertinya juga ikut membantu dalam pementasan. Hal yang menakjubkan adalah, kau tidak melihat Deidara sejauh mata memandang.

"Oii.. Sasuke-senpai!"

Sasuke mendekat saat dia melihat Matsuri melambaikan tangan kepadanya dari kursi paling depan.

Saat jarak mereka sudah tak lebih dari 1 meter. Sasuke ikut memperhatikan Kaguya yang tengah berakting.

"Oh.. Sasuke kah? Kau tidak bersama Naruto?" tanya Shion kepada Sasuke.

"Hn.. Dia ada tugas di 2-1 Cafe." balas Sasuke enteng.

Shion sepertinya tidak berniat menanyai lebih lanjut.

Sasuke lalu menoleh ke.. err..

"Yoh.. Apa kabar, Kapten America." Sapa Koyuki kepada Sasuke.

Sasuke menatap Koyuki bosan.

Ah, juri tidak jelas yang dengan entengnya meloloskan Sasuke dan Naruto saat seleksi. Dengan kata lain, Sekutunya Deidara.

Sasuke lalu beralih ke Matsuri.

"Apa Shikamaru sudah disini?" tanya Sasuke.

Matsuri hanya mengiyakan. Dia lalu menunjuk kursi di ujung dimana Shikamaru kini...

"zzzzzzzzzzzzz..."

"Sebaiknya kau bangunkan dia senpai.. Kita akan mulai menata panggung sebentar lagi."

"..."

.

.

-Disisi Lain-

2-1 Cafe

awalnya sih, Hinata tidak keberatan untuk membantu disini berjam-jam. Namun tidak untuk sekarang. Ingin rasanya dia pergi dari sini segera. Mengingat orang ini tiba tiba datang bersama Sakura beberapa menit yang lalu dan bilang kalau dia yang akan menemani Hinata disini.

Sialan kau, Ketua kelas.

hal terakhir yang diinginkan Hinata sekarang adalah. Berdiri disamping orang ini. Ingin rasanya dia, dengan sengaja mengayunkan nampan kepada raut bodoh orang ini.

.

Hinata kini tengah mengelap gelas tatkala Naruto tengah membantu Chouji menghidangkan Espresso. Naruto kini juga sudah mengenakan seragam pelayan layaknya Chouji.

Bahkan hanya dengan berdiri di sampingnya, Hinata merasa mengelap gelas adalah hal yang menyebalkan di dunia.

.

"Um.. H-Hinata.. Tolong ambilkan cangkir.." Hinata bisa mendengar suara baritone itu tiba-tiba.

"..."

"Umm? Hina.."

"..."

"..."

"..."

"..."

Melihat sang gadis yang ada di sampingnya tidak beranjak untuk mengambilkan apa yang dia minta, Naruto pun akhirnya mengalah dan menghampiri rak gelas sendiri.

Itu sebelum..

PRANG!

Hinata dengan kasar membanting gelas yang tengah ia bersihkan ke meja counter. Membuat Naruto sedikit Shock. Bukan hanya Naruto, namun beberapa pengunjung dan anak-anak kelas 2-1 yang mendengar suara barang pecah menoleh heran ke gadis ini.

Dengan kasar, Hinata mengambil dua buah cangkir dan meletakkanya tepat di depan Naruto.

"..."

.

Skip.

20 menit Naruto disini. Di sudut pandang Naruto, entah kenapa dia merasa Hinata baru ini terasa sangat menyebalkan...

Secara,

saat kau memintanya mengambilkan barang. Dia akan dengan sengaja membanting sesuatu.

Saat kau memintanya mencatat pesanan. Dia hanya menyodorkan note dan pulpen sembari berucap "lakukan sendiri."

dan saat kau membuka pertanyaan. Dia hanya membalas dengan tatapan tajam, kemudian berlalu pergi.

.

Sialnya, hal itu hanya berlaku kepada Naruto. Karena Hinata berbicara sangat lembut bahkan kepada Chouji. Jujur saja, Itu membuat Naruto sedikit terintimidasi. Bak dia tengah terjebak di dalam sebuah perang dingin yang berat sebelah.

Merasa hatinya sangat berat, Naruto entah kenapa malah ingin melakukan percakapan dengan gadis ini. Dan.. saat Naruto membuka suara lagi.

"Hinat-"

"Berisik!"

"Hina-"

"Berisik!"

"Hin-"

"BERISIK!"

"..."

Naruto mengurungkan niatnya.

.

Yaah mari tinggalkan mereka sejenak

.

~iwdwiw~

Break The Xover Wall

Di belakang panggung outdoor, kau bisa melihat Toneri yang kini secara pribadi sedang mengawasi acara anak-anak Uzushio.

Bila yang ingin tau, ini adalah acara khusus anak Uzushio yang dislenggarakan hanya hari ini. Dimana mereka akan mengajak pengunjung.. um, dalam kasus ini, kontestan. Untuk menemukan cinta sejati melalu sebuah game penjodohan.

Secara sistematis, diawal kau akan dibagi menjadi kubu lelaki dan prempuan. Lalu panggung akan dibagi dua melalui sebuah tirai dimana kau tidak bisa melihat lawan bicaramu. Kemudian, kau akan disuruh memamerkan bakat atau semacamnya untuk memikat lawan bicaramu. Selanjutnya adalah, kau akan diperlihatkan siapa lawan jenis yang ada di balik tirai, dan kalian akan terjebak dalam sebuah mini games yang disiapkan panitia di atas panggung. Untuk saling memilih..

Dan di sesi terakhir, kau akan diberi kesempatan untuk memilih antara "cocok" atau "tidak cocok".. dan saat setiap pasangan memilih pilihan yang sama-sama "cocok". Panitia akan memberi kesempatan untuk sang lelaki menyatakan cinta secara terang-terangan di atas panggung.

Sebagai hadiah, Panitia telah menyiapkan Golden Ticket bagi pasangan paling romantis. Dimana mereka akan memiliki kesempatan berkeliling Festival secara gratis. Termasuk membeli barang maupun berkunjung ke stand makanan... Gratis? WAAAWW!

Tentu saja ini menjadi tontonan yang menarik untuk setiap orang yang ada di Festival. Bahkan beberapa orang yang menjaga stand kini malah meninggalkan pos-nya untuk mendengarkan beberapa kontestan yang tengah memperkenalkan diri.

.

Namun Toneri sedikit bimbang sekarang. Karena di atas panggung kini sudah ada 10 orang cewek, namun Hanya ada 9 orang cowok. Dan dari semua kontestan yang sudah memperkenalkan diri, akan menjadi tidak berimbang apabila mereka tidak segera mencari satu orang lagi kontestan cowok.

"Oi.. Kau-"

Toneri menoleh saat dia melihat seorang pemuda berambut putih yang sudah siap sedia di depannya.

"Aku ingin bertanya diman-"

"Ah.. Waktu yang tepat!" Tanpa mempedulikan ucapan pemuda itu, Toneri malah mendorongnya naik ke atas panggung.

"APA YA-"

"Buruan naik.. Acara sudah dimulai." Lanjut Toneri. Mengisyaratkan anak buahnya untuk menenteng kontestan terakhir karena perkenalan hampir slesai.

"Tung-Oii!"

.

Fyuh.. Akhirnya. Toneri menghembuskan nafas lega saat jomblo terakhir sudah naik ke atas panggung.

Dengan ini, Kendala teratasi.

.

Di atas panggung.

"..Ah terimakasih, Okehh.. Untuk Kontestan Terakhir.. Silahkan maju.." Temujin mempersilahkan kontestan cowok terakhir untuk memperkenalkan diri.

Sedangkan pemuda itu, dia hanya melangkah maju. Dia sadar dia kini tengah berada di atas panggung. Dimana sisi panggung yang lain kini ditutupi oleh tirai yang cukup panjang dan tinggi dari belakang. Melebihi tinggi badannya sendiri.

Prok-Prok Prok Prok.

Disertai suara tepuk tangan dari penonton yang ada di depan panggung. Temujin menyodorkan mic kepada pemuda berambut putih itu.

"Katakan.. Siapa namamu.. Dan kenapa kau termotivasi untuk ikut acara ini.." Tanya Temujin.

Pemuda itu menatap Temujin dari sudut matanya. Dia hanya menerima saja saat dirinya disodorkan mic.

.

.

"Hahhhhhhh" Pemuda itu menghela nafas sebelum memperkenalkan diri.

.

.. Namaku Toshiro Hitsugaya.. Aku adalah ketua OSIS SMU Karakura.."

"..."

Di belakang panggung. Toneri hanya terdiam. Mendengarkan perkataan pemuda berambut putih tadi dari pengeras suara.

Temujin sepertinya sedikit terkejut.

".. W-well.. Lalu? Kenapa kau termotivasi ikut acara ini?" tanya Temujin lagi.

Pemuda itu menghela nafas.

"Jujur ya bocah.. aku kesini untuk menemui ketua OSIS Konoha Gakuen. Neji Hyuuga..."

"..."

"... Tapi kalian melah menyeretku naik ke atas panggung."

"..."

Toneri tidak bisa berkata kata. Begitu pula Temujin. Disisi lain, para penonton malah tertawa mendengar kekonyolan para panitia.

"Namun.."

Parahnya, pemuda ini malah tidak mau berhenti berceloteh.

"... Berhubung ini adalah acara tentang cinta. Aku akan mengajari kalian apa itu cinta.." Lanjut pemuda itu lagi.

.

Dan detik berikutnya, posisi Temujin dikudeta oleh pemuda itu.

Bahkan, mengetahui kalau jumlah cewek dan cowok tidak berimbang. Dengan terang terangan, Toshiro memaksa Temujin untuk menjadi cowok yang ke 10.

.

Hal yang kau tau selanjutnya..

... Toshiro sudah menjadi pembawa acara.

.

End Of The Break The Xover wall

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Hows it doing! Hanzama is back.. welcome di chapter 69 haha-uhuk uhuk.. Sebenarnya sih.. hanzama gak punya apa apa untuk diulas di chapter ini..

jadi.. yah, bentar lagi mau sampe ke chapter 70.. hahh.. gak kerasa iwdwiw ternyata udah terlalu panjang... hanzama bahkan masih berpikir ngetik adegan awal pindah serasa kemarin.. hiks..

Spoiler : Toshiro Hitsugaya (bleach) Tite Kubo

.. Oke mungkin itu gak usah banyak basa basi..

Salam hangat dari Hanzama, semoga reader sukses selalu!

See you in the chapter 70!

.

© Hyuuga Diary (page 2) © i will do what i want ©

Aku tidur bersama Hinata-nee malam ini. Ini adalah pertama kalinya aku tidur bersama Hinata-nee semenjak aku masih SD. Awalnya sih, kami hanya bercerita pengalaman masing masing.

Hinata-nee bercerita tentang pengalamannya berada di moscow. Dimana dia terus berceloteh tentang tempat yang ditinggalinya di sana adalah tempat berhantu.

Kami juga berbicara tentang lelaki yang kami sukai. Sebenarnya sih, haanya aku yang cerita kepada Hinata-nee. Dimana ada seorang cowok yang lumayan cakep di kelasku.

Sedangkan Hinata-nee. Dia hanya mendengarkan sesekali memberi saran. Hinata-nee bilang..

"Kalau dia tampan. Berarti dia maho."

"Kalau dia tampak bodoh. Berarti dia memang bodoh."

"Kalau dia terlihat pintar tapi pemalas, sebaiknya kau jauhi. Karena dia adalah cowok yang tidak peka."

Hinata-nee sepertinya tau banyak tentang lelaki. Lebih dari yang aku tau.

Kami mengobrol sampai larut, dan kami mulai tidur saat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Itu adalah malam yang menyenangkan. Hinata-nee masih seperti yang dulu, yang selalu memberiku saran saat aku dalam kesusahan, namun dengan alasan yang lebih tegas sekarang.

Walaupun berbanding terbalik dengan selera Hinata-nee yang sekarang. Yang lebih suka dengan objek-objek yang terlihat gahar.

Tapi... Setidaknya aku dapat mengerti... Berada di kamar Hinata-nee selama semalam, aku tau sesuatu.

.

Alasan Hinata-nee tidak pernah memakai BH sewaktu di rumah adalah...

.

.

.. Karena mereka semua putus.

.

.

KRITIK DAN SARAN

V

V

V