"Temeee.. Apa maksudmu kau tidak menangkap Fox?!" Protes Naruto saat dia tau Fox tidak ditangkapkan oleh Sasuke.
"Tch mana aku tau bodoh! Aku sibuk membantu pertunjukan sebelumnya!" balas Sasuke yang tidak terima karena disalahkan.
Dengan muka dibuat Seram. Dia mencengkram kerah baju Sasuke.
"Dengar ya jongos nya pesulap.."
Membuat Sasuke making tersinggung.
"... Kau itu harusnya lebih peka terhadap kucing!" Lanjut Naruto ngawur. Menyalahkan Sasuke sebisa mungkin.
Yah, Apa salahnya sih menangkap Fox saat dia lewat tadi. Bukankah Menangkap kucing adalah hal sepele?... Sekarang? Kucing itu hilang entah kemana (lagi)
Saat Sasuke dicengkram bajunya. Sasuke malah balas mencengkram baju Naruto.
"Itu salahmu karena tidak memberinya makan dobe.. Sehingga dia kabur!"
"AP?! ITU SALAHMU KARENA KAU TIDAK MENANGKAPNYA!"
Sialan. Sasuke malah disalahkan. Jelas jelas-
"Itu salahmu.. BODOH!"
"SALAHMU! POKOKNYA SALAHMU!"
.
.
Yahh.. mereka malah bertengkar.
...
Shikamaru tidak tau duduk-perkaranya. Yang dia tau, Naruto dan Sasuke kini tengah bertengkar. Shikamaru tengah berkutat dengan tirai beberapa detik lalu, sebelum dia melihat Naruto dan Sasuke hampir saja adu jotos. Yah, Shikamaru tau, bahkan bila tidak diberitahu siapapun, mereka berdua pasti bertengkar karena masalah sepele (seperti biasa).
Bahkan saat drama Iwa-art hampir dimulai, Shikamaru masih mencoba menenangkan dua orang ini.
".. Kau harus mengontrol emosimu Naruto!" Shikamaru mencoba menenangkan Naruto.
"T-TAPI.. Muka tembok ini yang mulai duluan!" Balas Naruto. Dia menunjuk nunjuk muka Sasuke.
Sasuke menatap Naruto bosan.
"Ayolah senpai... Aku yakin kucingmu ada di sekitar sini.." Matsuri juga nampak menghibur Naruto yang sudah mulai tenang.
"Yahh.. Kita bisa mencarinya Nanti.." Ujar Gaara melanjutkan.
Yah kau tidak akan menyangka saat kau baru saja membantu Sara memakai kostum dan tiba kau melihat senpaimu hampir saja menjotos temannya sendiri.
"Ahh.. Aku akan mencarinya sekarang!" ujar Naruto tegas. Dengan seenak jidat dia menyeret Sasuke untuk ikut membantu mencari.
.
.
Mengabaikan dua orang yang tidak jelas yang kini tengah mencari kucing, Koyuki Kazahana yang bertugas sebagai narator nampak sudah mulai membacakan dialognya melalui pengeras suara.
Dan dengan itu pula, penampilan Drama Iwa-Art akan dimulai.
TBC#plak
..
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc
Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.
WARN! : HINATA RTN, YOUNG KAGUYA, BREAK THE CROSSOVER WALL
.
Relax and Enjoy Story.
.
chapter 72 : A Little..
.
Uhmm.. Hm Hm.. Izumi mengerti. Jadi, dia adalah naga toh.. eh, Nagato. Dan dia adalah Kakak sepupu Naruto.
Yah, Izumi sebenarnya sedikit banyak terkejut saat dia melihat pemuda berambut merah seumuran itachi tiba-tiba bertamu. Izumi bahkan sempat berpikir kalau dia adalah kakaknya Sara, mengingat kesamaan di warna rambut. Namun tidak.
Well, tidak ada yang mengharapkan Nagato.. uhuk
Sedangkan di sisi Nagato. Dia menatap was-was seorang mamah muda di depannya. Dan seorang bocah kecil di gendongannya bak menjadi saksi perasaan aneh yang dialami Nagato. Well, sebut saja Nagato sudah duduk disini selama 20 menit disuguhi secangkir teh. Namun dia bahkan tidak tau siapa nama perempuan yang ada di depannya, Karena sedari tadi, kebanyakan hanya Izumi yang bicara, sedangkan Nagato malah sibuk memperhatikan sang bocah kecil yang tengah menatapnya dengan tatapan arogan. Well,, Setidaknya Nagato tau kalau kedua orang ini adalah Ibu dan anak. Terlihat dari, um yah, kau akan sadar saat kau di posisi Nagato.
Yah, Nagato juga Paham. Anak kecil seumuran bocah ini adalah masa dimana dia sedang mengamati dunia. Mungkin saja Hikari tertarik dengan rambut emo merah menyala milik Nagato.
.
"Heee... Jadi kau selama ini tinggal di luar negri ya?"
Nagato sedikit tersentak dengan pertanyaan Izumi.
"Hm.. Iya.." Jawab Nagato enteng.
Oke, Nagato mulai tidak sabar. Sang bocah kini malah menjulurkan lidahnya kepada Nagato. Percaya atau tidak, entah kenapa bocah ini mengingatkan Nagato kepada salah satu temannya yang tinggal di jepang.
"Apa kau bekerja?" tanya Izumi lagi.
"Eh? Err.. Iya.." Jawab Nagato lagi.
"Oya? Kau kerja apa?" Ahh.. entah kenapa Izumi lah yang sangat tertarik membuka percakapan disini. Well, anggap saja Izumi hanyalah gadis polos yang belum pernah tau rasanya ke luar negri. Dan dia menjadi sangat sumringah untuk mendengarkan cerita orang yang sudah pernah kesana.
"..."
Nagato diam. Masih mengamati bocah kecil itu sebelum menjawab.
"Aku.. um.."
.
.
"cacu.. ke."
Ha...?
.
DEG.. TUNGGU-
"Heh?!" Izumi melotot mendengar kata yang keluar dari mulut mungil Hikari.
"..."
"H-Hikari?!"
"cacu.."
.
.
ASIFI1QBFKCNQC?!
I-I-INI..
I-I-INI!
INI...?!
.
KATA PERTAMA HIKARI!
Tunggu.. Benarkah?
.
Hikari menunjuk nunjuk Nagato.. Sebelum dia berucap lagi.
"cacuke."
Err.. Sepertinya Nagato salah dikenali.
"HUWAAAAAAAA!" Tanpa Sadar Izumi malah berteriak.
Membuat Nagato jantungan.
"cacuke."
"Sasuke!" Izumi malah ikut menunjuk Nagato. Well, walaupun masih cadel sih.. tapi..
"cacuke."
"Sasuke.."
.
"Err.." Nagato tidak mengerti apa yang terjadi sekarang.
.
"cacuke."
"Sasuke.."
"cacu.."
"KYAA! KAU MANIS SEKALI.." Izumi malah kegirangan sendiri. Dia memeluk Hikari erat sembari menjatuhkan badannya di sofa.
.
Okeh.. Sekarang Nagato benar benar takut.. Sosok mamah muda yang manis beberapa detik lalu, kini berubah menjadi bak remaja puber yang memeluk anaknya sendiri layaknya boneka beruang.
.
~i will do what i want~
.
Back To Sasuke
Hahh.. Naruto dan Fox, selalu saja menyeret Sasuke ke sebuah masalah. Seperti di tempo hari saat Fox dengan sangarnya ada di sekolah dan mencabik cabik wajah Sasuke.
Dan ini adalah kesekian kalinya Sasuke mencari kucing kecil itu. Ah sial. Apa seekor kucing tidak bisa sekiranya diam di depan TV barang sehari sih? Nonton Uttaran kek, Naruko Shippuden kek, Boku no Pico kek..
Hahh~ Dasar
"Foxx!"
"..."
"Foxyy.."
Sasuke menatap Naruto dari sudut matanya. Ah, apa tidak apa apa meninggalkan Shikamaru mengurus tirai sendiri? karena di kenyataannya Naruto dan Sasuke kini tengah ada diantara kursi penonton. Well, Sasuke sih hanya mengamati Naruto yang dengan seenaknya berteriak teriak bahkan saat penonton yang duduk tengah kusyuk mendengarkan Sara diatas panggung yang tengah berdialog. Bahkan Naruto tidak menghiraukan tatapan beberapa orang yang dengan terang terangan menegur Naruto.
drrt drrt.
Sasuke tertegun saat dirasa HP yang ada di tangannya bergetar.
Dengan satu tarikan, Sasuke mengambil HP itu dan memperhatikan layarnya.
Panggilan Masuk - Izumi
.
Kakak ipar?
Tumben telpon. Ada apa?
Melirik Naruto sebentar yang kini dengan seenaknya berjongkok dan mencari di sela sela kursi Penonton, Sasuke langsung melangkah keluar menuju pintu.
.
.
Di Luar
"Halo?"
.
".. cacu.. ke."
"..."
DEG!
"Haaa..?" Sasuke malah mendengar suara cempreng bin cadel dari sebrang. Siapa ini? tunggu- Hikari?
"Hikari?!" tanya Sasuke terkejut.
"Hahaha.. Kau mendengarnya Sasuke-Kun? Hikari mengucapkan kata pertamanya!"
Oh oke, Sekarang baru Izumi yang bicara.
"..." Sasuke diam
.
itu sedikit mengejutkan. Tunggu benarkah?
"cacu.. ke.. cacu ke.. cacuke!"
"hahahahahaha.. tunggu hikari-"
TUUT TUUUT TUUUT.
Telpon diputus.
"..."
.
er..
udah? GITU DOANG?!
Sasuke menatap HP nya malas.
Dasar, ibu ibu kurang kerjaan.
Sedetik Sebelum Sasuke berniat masuk kembali ke gedung theater. HP nya bergetar lagi.
drrt drrt.
Kali ini SMS masuk
.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
From : Izumi
Oh ya.. Sasuke-kun.. Sekarang di rumah ada pemuda bernama Nagato yang mencari Naruto.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"..." Sasuke terdiam.
Sasuke hampir merasa jengkel dengan SMS Izumi. Ah, buang-buang waktu saja.. SMS aja kek.. Telpon aja kek.. Dasar ipar plin-plan.
Sasuke sempat ingin kembali masuk ke gedung theater sebenarnya. Namun pandangannya teralih ke sosok berambut merah muda yang kini berdiri tak jauh darinya. Sepertinya dia tengah mengangkat telpon juga.
Pacar.. Ehem.
.
"..Ah, sudah kubilang kalau festivalnya baru hari ke 2! dengar ya sepupu.. aku tidak punya waktu melaporkan keadaan jepang setiap hari padamu.. kalau kau memang ingin tau.. datang aja sendiri!"
"..."
".. Haa? Kebiasaanmu yang takut naik kendaraan tentu saja adalah masalah!"
"..."
".. Aku tidak sepertimu yang akan mabuk hanya karena naik pesawat.."
.
Sasuke masih mengamati surai merah muda Sakura dari tempatnya berdiri. Dia mengamati setiap inchi tubuh Sakura dengan mata hitamnya.
Are? Kalau dipikir-pikir sih.. Sasuke kan EHEM.. pacaran..
Tapi? Sasuke benar-benar tidak tau apa yang harusnya orang pacaran lakukan.
"..."
Yah, Ini tidak seperti Sasuke adalah playboy Expert yang bergerak berdasar insting saat bertemu wanita. Sasuke lebih.. Err.. Polos dan Blank kalau menyangkut percintaan. Maksudku serius, Kenapa juga Sasuke tidak pernah belajar tentang cinta saat dia masih jomblo dulu? Sekarang, Sasuke malah merasa bak perjaka bodoh yang tiba-tiba dapet jodoh..
Ahh.. Sasuke menggeleng.
Umm.. Eh, Tapi kalau dipikir-pikir. Sasuke juga belum pernah melihat Itachi punya pacar dulu.
Oke Itachi pengecualian. Kakak bodoh yang keseringan mengejek Sasuke 'jomblo jomblo.. dasar jomblo ngenes' dulu. Kalau seandainya Itachi jomblo sekarang, Sasuke pasti akan membalas hinaan Itachi. Namun nyatanya tidak. Kakak bodoh itu malah sudah punya istri. Ah, sial. Sasuke tidak pernah bisa menang lawan itachi.
..
Bagi Sasuke sih, Ini adalah sebuah kesempatan. Yah kau tau.. Mempelajari lebih lanjut tentang apa itu perempuan.
Entah apa yang merasuki Sasuke. Sehingga dia tanpa pikir panjang menghampiri Sakura yang tengah menelpon.
.
"... Makannya Nats-"
"Sakura?"
Sakura menoleh saat dia mendengar suara baritone dari belakang punggungnya. Nampak seorang yang sangat familiar di mata Sakura.
"Huh? Sasuke-kun? Kenapa?" tanya Sakura.
Sasuke malah dengan PeDe nya. Memegang pundak Sakura dan berucap.
.
"..Ayo Kencan.."
"H-Ha?!"
.
.
"Halo.. Saku? Haloo?! Saku kau masih disana? Hal-" TUUUT TUUT TUUT
.
~i will do what i want~
.
Kembali ke Shika yang tengah mengurusi tirai.
"Hoammmm!"
Ah, Sudah kuduga Shikamaru.
KLANG KLANG KLANG.
"Huh?" Shikamaru celingak celinguk saat dia mendengar suara. Namun nihil. Dia tidak melihat apapun.
KLANG KLANG KLANG.
"..."
KLANG KLANG KLANG.
"..."
KLANG KLANG KLANG.
Oke.. Shikamaru mulai merasa terganggu. Sebenarnya suara apa sih itu?
Nyyaww..
DEG!
Shikamaru menoleh ke atas.
Ha?! Dimata Shikamaru. Nampak beberapa satwa yang kini tengah bediri berjejer di atas palang besi tepat diatas Shikamaru. Tunggu? Bukankah itu peliharaan Gaara? dan Ah.. Fox!
Shikamaru mengenali sebuah rakun gendut yang tengah bergelantungan menggunakan ekornya.
.
"Huh? Kau kenapa Senpai?" tanya Yukata kepada Shikamaru yang malah bengong mengamati langit-langit. Tiba Tiba..
.
GDEBRUG GDEBRUG GDEBRUG GDEBRUG
Bak serangan angkatan udara. Beberapa satwa itu turun layaknya pasukan paralayang menubruk kepala Shikamaru.
Shukaku, Matatabi, Fox.
Shikamaru tersungkur.
"wadaw!"
Bahkan.. Choumei dengan seenaknya hinggap di wajah Yukata.. Membuat-
"KYAAAAAAAAAA!"
Err.. Sialnya lagi.. Shukaku, Matatabi, Fox malah mengubah arah ke.. err.. atas panggung..
aww shiit!
.
Drama Iwa Art : The Three Musketier Remix
Adegan : J'Artagnan VS Lady Amorette
Casting : J'Artagnan - Kaguya
Lady Amorette - Sara
Arthos - Tayuya
Porthos - Mati
Aramis - Mati
...
J'Artagnan Dan ketiga masketir yang mencoba meruntuhkan pemrintahan raja acnologia yang jahat. Kini sudah sampai di pertarungan krusial.
Pertarungan antara J'Artagnan melawan kaki tangan raja Acnologia : Lady Amorette. Kematian dua dari tiga masketir menyisahkan luka yang dalam kepada prajurit yang tersisa. Dengan amanah terakhir dari raja Arslan. Arthosmemimpin seluruh pasukan untuk memasuki istana.
...
Nampak J'Artagnan yang tersungkur di tanah karena serangan terakhir Lady Amorette. Siapa sangka sebuah kekuatan besar tersembunyi di balik wajah manis dan gaun indah milih sang Lady Amorette.
"Tch sial."
.
"KYAAAAAAAAAA!" Suasanan tegang sempat berhenti karena terdengar suara teriakan dari belakang panggung.
"..."
.
Namun untung Anak Anak iwa art adalah aktor profesional. Jadi, mereka melanjutkan drama mereka.
"Ehem.. Mwahahahaha.. Berapapun pasukan yang kau bawa. Sebesar apapun tekat yang kau kumpulkan.. pada akhirnya kau hanya seorang anak kecil yang akan mati muda." balas Lady Amorette sarkatis. Ah, tidak ada yang menyangka pertarungan akan berat sebelah seperti ini.
Namun ini bukan saatnya untuk menyerah. Yah, J'Artagnan tau.. Pasukan Templar sedang menuju kesini, Dengan tekad baja untuk memenggal kepala Lady Amorette dengan senjata mereka.
J'Artagnan hanya harus yakin.
Dia tersenyum.
"Pasuk-"
NYAWW BRUKH!
"..."
.
.
Semua melongo.
Lady Amorette barusaja diseruduk oleh seekor rakun dari belakang. Dia kini tersungkur di tanah.
Penonton tertawa.
Kaguya juga melongo. Apaan tadi?
.
.
.
Hening.
"S-SHUKAKU?!" Sekarang semua menoleh ke barisan penonton. Sebut saja Gaara Sabaku yang kini tengah berteriak karena kaget Shukaku ada di atas panggung.
Nampak ekspresi membunuh dari Kaguya saat dia tau yang berteriak adalah anak klub drama Konoha.
Tidak berhenti sampai disitu. Bahkan..
"MATATABI?!"
"FOXXX!
Dua orang lain dengan seenaknya berteriak sahut menyahut. Beriringan dengan keluarnya ketiga hewan penganggu drama ke atas panggung.
Gaara, Yugito dan Naruto segera saja berjalan mendekati panggung. Tanpa menghiraukan keadaan disekitar.
Membuat kaguya makin pusing.
..
Sial, dramanya hancur sudah.
.
.
"fufufufuf.. mwahahahahahahaha..."
"Ha?" Kaguya kaget saat tau..err.. Sara tertawa iblis bak sedang kerasukan.. Dengan satu sentakan, dia mengangkat badannya.
Kaguya melongo.
.
"Kau pikir dengan mengirim, dua kucing dan seekor rakun bisa membuatku gentar HAH?!" tanya Sara kasar kepada Kaguya.
Gaara, Yugito dan Naruto menghentikan langkahnya.
"Err.. Sara-chan?" tanya Kaguya pelan, dia terduduk mencoba memproses apa yang terjadi.
"PERLU LEBIH DARI INI UNTUK MERUNTUHKAN KERAJAAN ACNOLOGI-"
Tap.
.
Sara-
"HUWAAAAAAAAAAAAA!"
Sayang kalimat Sara terputus karena Choumei hinggap di kepalanya.
.
"Choumei!" Fuu malah kegirangan saat melihat choumei.
.
.
.
Dan.. Drama itu berakhir.. (Secara harfiah)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxx
Author Note(s) : Yo yo yo.. Hanzama Is back.. wah wah.. sudah berapa lama nih gak apdet =.= gomen-gomen.. Hanzama beberapa hari sibuk banget ngurusin organisasi.. dan, acara dimana2 aja belum slesei.. hiks.. tapi well, hanzama mnyempetin lanjut iwdwiw karena inget sama trio NSS DKK.. jadi yah.. maaf kalau pendek..
mungkin sedikit2 akan hanzama cicil.. jadi, maaf (lagi) kalau mengecewakan.
dan Yappp! Hanzama datang membawa chapter 72 untuk sahabat reader,, huft.. perjalanan yang masih panjang untuk sampai ending.. wkwk
Err. di chapter kmarin hanzama udah balas review belum sih? hanzama lupa 100 persen.. entah kenapa akhir2 ini jadi pikun.. -.- atau mungkin karena kebanyakan pacar.. ehem.. uhuk uhuk.. (bohong)
dan.. soal apdet chapter depan.. hanzama gak tau.. minggu ini mungkin masih sibuk.. sebenarnya.. hanzama sedikit sebel sama tanggal 12 besok.. karena jadwal organisasi tabrakan sama acara luar kota.. #curhat .. ingin rasanya hanzama salto dari lantai 4 gedung kampus karena gak bisa bagi waktu.. tapi ah,, itu hanya sepersekian persen dari kehidupan hanzama yang aneh bin gaje..
oke sebelum berpisah.. hanzama akan melanjutkan ke :
.
foREVer Street!
Ngggggg.. Ckitttt..
Ngebut bak batman di film the dark knight, Itachi akhirnya sampai di foREVer street. Yah, Itachi yang barusaja ingin menemui Pain karena ada suatu urusan, akhirnya membatalkannya secara sepihak.
Tau kenapa?
Tentu saja Itachi hampir saja dibuat jantungan karena dia mendapat telpon dari Hikari secara langsung beberapa menit lalu. Suara cempreng bin cadel yang sukses membuat Itachi lupa akan sarapannya sendiri.
Oke, Itachi memang bereaksi berlebihan.. Aku akui itu. Tapi ah! apa daya, seorang ayah memang harus begitu kan?
.
Dengan langkah tergesa-gesa, Itachi berjalan cepat memasukki rumah.
"HIKARII!"
Tap.
Itachi melihat wajah familiar yang duduk di sofa. Yah, dia tau orang ini. Rambut merahnya menjelaskan segalanya.
"N-Nagato?!" tanya Itachi.
"Itachi?" Balas Nagato.
Tak lama Izumi datang dari belakang.
"Itachi?" tanya Izumi.
"Hikarii!" Ucap Itachi.
"Itachi!" Nagato berucap lagi. Seakan tak percaya kalau teman lamanya lah yang ada di depannya.
Hikari diam. Mendengar ketiga orang ini saling bersahutan. Sebelum dia ikut menyahut.
.
"Cacu.. Ke!"
.
KRITIK DAN SARAN
v
v
v
v
