chapter 73 : Its All About..

Festival? Ah sudahlah.. Tak ada yang peduli dengan persembahan..

Tapi tunggu.. Ini jam berapa? 14.00? 16.00? Ah.. aku sudah tidak menghitung lagi..

Terlalu banyak hal yang terjadi disini..

yah...

Kau tau? masalah itu bagaikan domino.. Saat kau tuntas dengan satu, orang lain akan memberimu dua.. saat kau tuntas dengan dua, orang yang lain lagi akan memberimu dengan tiga.. begitu seterusnya sampai Jokowi ikut Avengers..

..

Tapi..

Bukan hidup namanya kalau kau tidak pernah dapat masalah kan?

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.

WARN! : HINATA RTN, YOUNG KAGUYA, BREAK THE CROSSOVER WALL

.

Relax and Enjoy Story.

.

Tunggu.. Sampai dimana kita chapter kemarin?

Ah.. benar.. kembali mengulas drama Iwa-Art yang errr.. Ohm.. Maksudku perihal Sasuke.. Ya Sasuke!

Yah.. Kau tau.. Kemarin Sasuke dengan polosnya mengajak Sakura untuk.. Um.. Kencan.

.

"Date"

.

Ahh.. Melihat Kedua pasangan ini. Ingin rasanya narator menyanyikan syair China.. eh err,, maksudku.. Syair Cinta

Sasuke dan Sakura berjalan pelan menyusuri festival. Bisa dilihat kalau mereka tengah menikmati suasana festival.. atau mungkin.. mereka hanya tidak tau mau kemana..

Tapi tenang.. Sasuke disini untuk menyelesaikan masalah. Kau tau saat ada orang bijak berkata.. "Pengalaman pertama adalah saat untuk menerapkan segala macam teori yang kau pelajari.. atau kau hanya harus berimprovisasi."

Well, Karena Sasuke belum pernah membaca buku thesis ilmiah tentang Kencan Pertama jadi.. Pilihan Sasuke hanya improvisasi.

Strategi Kencan ala Sasuke :

Plan A : Ajak Doi Makan

"Sakura?" ucap Sasuke tiba tiba

"A-APA?!" Sakura nampak terkejut karena Sasuke tiba-tiba berucap. Mungkin bukan Hanya Sasuke yang grogi disini.

Secara.. tidak ada angin tidak ada hujan, Tiba tiba Sasuke bilang ke Sakura "Ayo kencan." .. Jangankan Sakura.. Gadis lain juga bakal klepek klepek kalau digituin. Oke,. Jangan ada gadis lain.. TIDAK boleh ada gadis lain..

.

"Sudah makan?" tanya Sasuke lagi.

Sasuke menggeleng cepat.

"Belum!"

Oke, Ini kesempatan Sasuke untuk.. err.

.

Sasuke diam. Sebelum

.

.

"Hn. Aku juga."

Dia menjawab singkat.

"..."

"..."

"..."

"..."

Dan.. percakapan itu berakhir.

"..."

Plan B : Segera putus percakapan sesaat setelah kau ingat kau tidak punya uang untuk mentraktir

Yah.. Tak selamanya cinta itu tentang materi kau tau? Aku yakin Sakura juga tidak akan dengan sengaja menikam Sasuke hanya karena Sasuke tidak punya Uang..

Untung Sakura pengertian.

.

.

Sakura tersenyum ke Sasuke sebelum dia tertawa kecil.

"Stand kita kan Cafe.. Kita bisa makan gratis."

Sasuke menoleh. Dia terdiam.

.

Oke, Sekarang kedua pasangan ini mencoba membangkrutkan bisnis mereka sendiri.

.

~i will do what i want~

.

Untung, beribu untung. Shukaku kini sudah kembali ke pelukan Gaara. Oke, memang aneh, Gaara malah tidak sadar kalau Shukaku tidak ada dirumah. Dan itu membuat Gaara sangat terkejut saat dia melihat Shukaku tadi. Tapi ah, sebenarnya sih, bukan kali ini saja Shukaku kabur dari rumah. Yah sebut saja ini sudah kesekian kalinya Rakun gendut itu berkeliaran di luar kotak teritorinya tanpa sepengetahuan Gaara.

Namun ini baru pertama kalinya Shukaku kabur menyusul Gaara ke sekolah. Biasanya, Shukaku hanya akan berada di depan toko kelontong tak jauh dari tempat tinggal Gaara, menunggui seorang nenek renta yang kebetulan tinggal disana.

Tumben-tumbenan saja sih.

.

Memastikan Shukaku tidak akan kabur kemana-mana. Gaara kini sudah menggendong sang rakun keluar dari gedung Theater. Mengabaikan riuh penonton yang kini tengah berlari kocar-kacir karena seekor kumbang tengah hinggap dari sudut ke-sudut. Spesies kumbang super langka yang membuat siapa saja yang melihatnya akan mengira kalau itu adalah hewan beracun. Sang pemilik juga sepertinya tengah mengusahakan menangkap hewan terbang itu. Meskipun sampai saat ini belum ada kemajuan. Bisa dilihat kalau sepertinya hanya sang gadis pemilik itulah yang berani berurusan dengan sang kumbang.

.

Gaara menggendong sang rakun bak anaknya sendiri. Bahkan Shukaku nampak tenang tenang saja saat Gaara sudah membopongnya.

Shukaku sih, memang tidak terlalu akrab dengan orang selain Gaara. Yah, kau akan sadar saat kau ada di posisi Kankuro, yang terlalu sering diseruduk oleh Shukaku tanpa alasan.

.

"Kau lapar kawan?" tanya Gaara kepada Shukaku seakan Shukaku bisa menjawab pertanyaan Gaara.

Mengingat Gaara yang tidak ingat telah memberi makan. Yah, Shukaku memang lapar.

Sekedar hal yang harus digaris bawahi.Shukaku tidak makan Pasir. Um yah.. Mungkin kadang- kadang sih tapi.. Asal kau tau, Shukaku itu tetap saja rakun normal yang berstatus vegetarian. Umm.. Meskipun saat kau beri dia nasi padang, Shukaku tetap doyan sih tapi... Err.. Oke, anggap saja dia semi-omnivora.

.

Asik menggendong Shukakau, Tak ayal tak membuat Gaara terlalu fokus kepada sang rakun. Nyatanya dia masih saja bisa menghentikan langkahnya saat dia melihat sebuah HP merah muda tergletak di tanah.

Tanpa berpikir panjang. Gaara pun mendekati HP itu, dan segera mengambilnya. Menebak nebak siapa kiranya orang yang kehilangan HP nya.

Dia melirik sekitar.

.

Ahm HP merah muda tidak mungkin milik seorang lelaki. Dilihat dari tampilannya ini jelas milik seorang gadis. Bahkan ornamen bunga Sakura yang tergantung meyakinkan Gaara lebih.

Tiba-Tiba

DRRT DRRRT

Gaara terkaget saat tanpa terduga HP itu bergetar. Bergetar lama tertanda ada telpon masuk.

Karena penasaran. Gaara mencoba melihat di layar, siapakah gerangan yang menelpon.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Incoming Call From...

From : NATSU-BAKA

Accept _ Reject

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

"..." Gaara terdiam. Dia menatap HP yang bergetar di tangannya. Oke.. Menerima panggilan yang bukan ditunjukkan untukmu adalah hal yang tidak sopan.. Gaara tau itu. Jadi yang akan Gaara lakukan adalah me reje-KLIK

"...Haloo?"

Tanpa disangka tangan kecil Shukaku menekan keras papan tombol HP itu sehingga panggilannya secara tidak sengaja terjawab.

"...Sakura...?" ujar orang di sebrang

"..." Gaara terdiam di tempat.

"Oyy.. Sakuragami?" dia berucap lagi. Gaara masih diam.

"..."

"Halo haloo.. sepupu.. kok diem?!"

Gaara menelan ludah. Oke, Dia tidak tau respon apa yang akan dia tunjukkan untuk situasi seperti ini. Jadi...

"H-Hai.." Gaara dengan pelan menjawab..

.

"Ha-Hei tunggu.. Suara siapa ini?! Siapa kau?"

"Errr.. Ini Gaara."

"Haa? Gaara.. Gaara siapa?"

"..."

"Tunggu.. Jangan jangan kau pacarnya Sakura?!"

"Err Bukan..." Oke, Sepertinya Gaara tau HP milik siapa ini. Yah, hanya satu Sakura di sekolah ini. Dan dia adalah gadis berambut merah muda kelas 2-1.

"BOHONG!"

"..." Gaara sedikit menjauhkan HP itu dari telingannya saat tiba tiba orang di sebrang menaikkan gelombang suaranya.

"Tch.. Tapi ahh.. Itu tidak penting.. Sekarang.. Sambungkan aku dengan Sakura.. Aku mau bicara dengannya.." lanjut orang yang ada di sebrang.

Entah kenapa Gaara merasa orang yang ada di sebrang sepertinya tipikal orang bawel.

Mengingat dia memang tidak bersama Sakura, dan HP ini adalah hp yang jatuh. Gaara dengan jujur menjawab.

.

"... Dia tidak Ada.." ucap Gaara jujur.

"Tidak.. Ap? HA!? DIA MATI?! HUWAAAAAAAA-"

Gaara menepuk jidatnya. Sepertinya dia salah bicara.

"Bukan begitu.. um.. Maksudku.. Dia hilang.."

"HA-HILANG?! DIA DICULIK?! ONORE-Tuut Tuuut Tuut"

.

Karena tidak kuat mental. Gaara pun langsung memutus telpon itu secara sepihak.

.

~iwdwiw~

.

FoREVer Street

Nagato tidak menyangka. Ternyata gadis yang dia ajak ngobrol tadi adalah Istri Uchiha Itachi. Temannya sewaktu SMA. Dan sebuah kebetulan yang menyenangkan bisa bertemu dengan Itachi disaat Nagato tengah berkunjung ke Jepang.

Aneh memang. Teman Nagato di jepang memang tidak terlalu banyak. Selain Itachi, Nagato juga punya teman bernama Konan dan Yahiko.. atau, sebut saja Pain..

Cerita yang lucu adalah dimana dulu.. Sosok Polos Pain yang bertekad membentuk sebuah geng sewaktu SMA. Geng antar sekolah yang mempertemukan Nagato dengan murid dari berbagai macam sekolah. Yah.. sebut saja salah satunya.. Berandal dari SMA Suzuran.. Kisame Hosigaki..

..

Sayang Nagato tidak di jepang setelah lulus SMA.. Tidak bisa menemani para sahabatnya yang kini mengembangkan bisnis. Nagato cukup terkejut saat tau orang orang tidak jelas di geng tidak jelasnya dulu.. siapa sangka malah dijadikan kesempatan untuk merintis bisnis.. Dan sekarang menjadi pemilik salah satu perusahaan besar di Jepang.

Yah.. menggunakan nama 'Akatsuki' untuk nama geng adalah ide Nagato dulu.

.

Mereka berdua duduk di depan rumah sembari bercerita.. Menceritakan kesuksesan masing masing.

"Jadii? Bagaimana Kairo?" tanya Itachi. Terakhir kali Itachi mendengar Nagato. Adalah dimana pemuda berambut merah ini tengah belajar ilmu arkeologi di mesir. Yah itu beberapa tahun yang lalu.

"Hahahahaha.." Nagato malah tertawa sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Membuat Itachi menatap Nagato bingung.

"Aku sudah tidak di mesir lagi. Aku sekarang mengelilingi dunia.." jelas Nagato senang, dengan wajah berbinar binar.

Itachi sedikit tidak percaya.

"Heh? Benarkah?" tanya Itachi lagi. " Bukankah dulu kau bilang ingin menjadi arkeolog? mendedikasikan hidup untuk mencari fosil atau semacamnya?" lanjut Itachi dengan sedikit nada mengejek. Yah, Itachi masih sangat ingat cita-cita Nagato yang dia tuliskan di formulir cita-cita sewaktu SMA.

Cita-cita yang ditertawakan hampir seluruh teman-temannya termasuk itachi karena cita-cita Nagato terhitung cukup membosankan. Maksudku.. hidup untuk mencari peninggalan purbakala, dimana kau harus memakai topi aneh dan bermodal kaca pembesar dan kuas.. Pada akhirnya.. penemuanmu hanya akan dipajang di museum.

.

Nagato malah tersenyum senang.

"Aku tetap Arkeolog kok.." balas Nagato.

Dia lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah foto lalu menyodorkannya untuk Itachi.

Itachi menerima Foto itu dan mengamatinya. Itachi melogo melihat Foto itu, Foto yang memperlihatkan Nagato dan dua orang pemuda yang tengah ber selfie di depan sebuah singgasana emas beserta tumpukan harta karun di sampingnya.

"I-Ini..?"

"Hahahaha.." Nagato tertawa. "Kota Emas... El-Dorado."

Itachi mengernyitkan dari..

"El-Dorado? Pfft... El-Dorado kan cuma-"

"-Mitos? tidak juga.." Sambar Nagato..

Itachi terdiam. Menatap Nagato tidak percaya. Lalu kembali menatap Foto itu.

Melihat Wajah yang tidak percaya dari Itachi. Nagato lalu mengambil Tas-nya dan mengeluarkan Foto yang lain.

"... Kerajaan Shambala, Kota yang Hilang Atlantis, taman gantung Babylonia, Republik Bajak laut Libertalia.." Ujar Nagato sembari memamerkan Foto-fotonya.

Itachi semakin tidak percaya.

".. Kau tau Itachi.. Semua tempat legenda yang kau pikir itu mitos.. Sudah pernah ku kunjungi.. Semua itu ada.. Pecaya atau tidak.." Lanjut Nagato.

Itachi hanya mendengarkan. Di setiap Foto itu pasti ada orang selain Nagato. Seakan tau apa yang dilihat Itachi.. Nagato menjelaskan.

"Hn.. Mereka temanku.. Nathan Drake dan Samuel Drake"

Itachi, Antara percaya atau tidak dengan cerita Nagato. Itachi malah melayangkan candaan.

"Jadi? Apa yang membawamu ke jepang? Hm? ... Kau ingin mencari Patung Gedo Mazo?" canda Itachi. Yah, Patung gedo mazo adalah legenda kuno Konoha. Yang secara kebetulan diangkat menjadi salah satu produk mainan di Akatsuki Corp. Jangan tanya.. Itu adalah ide pain.

Nagato menghela nafas.. Dia lalu mengeluarkan satu foto lagi. Foto dimana Nagato tengah berselfie si samping sebuah patung kepala raksasa bermata sembilan.

.

.

Itachi melongo.

"Sebenarnya sih.. Aku dulu sempat berjanji dengan Naruto sesuatu. Kau tau, Saat aku kembali ke jepang.. Di perjalananku selanjutnya, aku berjanji mengajak Naruto ikut bersamaku.. yah itu saat dia berumur 5 tahun." jelas Nagato.

Itachi mengangguk.Yah.. mungkin itu juga alasan Nagato tidak ada kabar selama bertahun-tahun.

"Dan karena Naruto juga sudah besar sekarang. Jadi mungkin bukan hal buruk bila aku mengajaknya ikut berkeliling dunia.." lanjut Nagato.

Itachi tersenyum.

".. Yah mungkin kau benar.." balas Itachi.

Nagato lalu menatap Itachi dalam.

.

"Atau mungkin kau juga ingin ikut hm? Itachi?" tawar Nagato.

Itachi tertawa. Yah, tawaran yang menggiurkan bagi Itachi. Namun sayang, dia terlalu tua untuk mencari 'harta karun' .. maksudnya bukan masalah umur, kau tau? Hm.. Antara Itachi, Izumi dan Hikari .. Dia punya tanggung jawab orang tua sekarang.

"Yah.. Mungkin kau dan Naruto saja sudah cukup." ujar Itachi.

Nagato tersenyum.

"Lalu..." Itachi menggantungkan kalimatnya.

Nagato menoleh.

"Di perjalananmu selanjutnya.. Apa yang akan kau cari?" tanya Itachi.

Nagato tersenyum.

Dia lalu mengeluarkan sebuah peta tua dari tasnya. memperlihatkan isinya kepada Itachi.

"Di perjalananku yang terakhir ke Libertalia. Kami menemukan sebuah transkrip kuno Berupa gambar..."

Itachi memperhatikan benda itu. Tedapat tiga buah lingkaran yang sengaja di lingkari dengan spidol merah. Lingkaran yang memperlihatkan tiga buah nama yang sudah diartikan dari bahasa aslinya..

.

# Captain Saalazar #

# Gol. D Roger #

# Smity Werben Jeger Mad Jensen #

.

.

"Tujuan selanjutnya adalah..."

"..."

"... Harta karun legenda bajak laut..."

"..."

.

.

"...One Piece."

"..."

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxx

Author Note(73) :Hubla Hanzama Is Back.. HUFTT.. Setelah Lama tidak apdet.. Akhirnya IWDWIW Lanjut juga ==

Sebenarnya.. Hanzama mau aplot kmarin sabtu.. Tapi Tor Browser Hanzama error terus.. Berbagai macam cara untuk mnemukan solusi gagal.. sampai akhirnya hanzama bisa aplotnya hari ini..

Untung Hanzama sabar dan tabah... Hiks..

Dan okehh.. mungkin ini akan menjadi penghujung Day 2 Festival.. Dan coba tebak? Day 3 adalah drama milik NSS.. Yeeeyyyy... Ehemm oke..

Kalau boleh jujur.. Hanzama sebenarnya sedikit merasa bosan akhir akhir ini..entah kenapa..Kehidupan Hanzama terasa kosong #ngenes .. Err.. kembali ke topik..

Mungkin sebagian dari sahabat reader lupa.. tapi hanzama dulu... di chapter tiga pernah mempertemukan Sasuke dengan OC.. seorang gadis peminta-minta.. ada yang masih ingat..? ah mungkin tidak.. ==

sebenarnya si 'chi-chan' udah hanzama siapkan jauh jauh hari untuk klimaks iwdwiw kelak.. #membocorkan plot #didepak

Dan hanzama ingin segera ngetik adegan ending.. T.T .. karena entah kenapa semua ide untuk ending terus keluar bak air terjun.. Padahal ide adegan di festival malah mampet..

Dan yap.. Chapter ini sangat TIDAK JELAS.. nyasar kemana mana .. =.=

Mungkin untuk mempercepat.. kita skip saja semua dan chapter besok iwdwiw tamat yeeee-#DUAKH KLONTANG

.. Ehemm.. Maksud Hanzama.. Kita garap pelan-pelan.. Biar IWDWIW terus apdet sampai chapter akhir... aminn..

Okesip.. mungkin itu..

Disclaimer Part 2 :

Natsu © Hiro Mashima

One Piece © Eiichiro Oda

Nathan Drake © Naughty Dog

Smity © Nickelodeon

Suzuran © Hiroshi Takahashi

sebelum Hanzam tutup..

~IWDWIW~

Sore Hari.. Disebuah tempat yang gelap..

..

Ah crap.. Sialan, Beberapa waktu lalu Fox lengah.. Setelah berlari kocar kacir menghindari kerumunan di gedung berisik tadi, Fox tidak menyangka dia akan berakhir disini.

Well, Fox tidak tau pastinya sih.. Yang ia tau, dia kini tengah meringkuk di bawah tempat tidur seorang.. um..

.

"Oranye..?"

DEG!

Ah.. suara gadis itu lagi.

Kronologisnya memang terlalu rumit untuk diterima oleh otak seorang kucing. Namun yang ia tau, Fox adalah korban penculikan.

.

Tebak dimana? Yah.. Fox kini berakhir di kediaman Hyuuga. Um.. sebut saja tadi siang saat orang orang di klub theater sibuk menghindari err.. Choumei yang sedang dikejar Fuu ke seluruh penjuru gedung. Hinata dengan polosnya menggendong Fox pergi dan mengajaknya pulang.

Dan.. begitulah dia bisa sampai disini..

..

Oke.. Fox tidak suka berada disini.. Ruangan ini terlalu ber-aroma wanita.. Dan yang paling membuat Fox ngeri adalah foto Nyawruto yang berlubang di tengah papan dart. Apapun itu, dia yakin kalau gadis ini mencoba melakukan sesuatu terhadap Nyawruto.

SREET..

"NYAWWW!"

Fox terkaget saat tiba tiba Hinata mendongak ke bawah ranjang dan menatap Fox.

"Kenapa kau di bawah ranjang?"

"NYAWW.."

Fox meronta saat dirinya dengan paksa dibopong oleh sang gadis.. Siapa saja.. tolong... Yah,, bukan masalah apa apa.. Ini tentang harga diri. Fox tidak akan pernah suka dengan gadis ini meskipun Fox disiksa 100 kali sekalipun.. Fox harus segera kembali ke Naruto..

.

"Nya-"

Fox terdiam saat dirinya tiba tiba didudukkan oleh sang gadis didepan sebuah piring besar berisi ikan sarden..

Glek

..

Err.. Oke.. Mungkin makan dulu sebelum kabur.

.

.

Dasar kucing.

.

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V

V

V