chapter 75 : Romantic Dinner
Otw Konoha Skytree
Setelah berpamitan dengan penghuni FoREVer street yang lain, dan berjanji akan mengembalikan Shikamaru sebelum jam 11, akhirnya kedua utusan dari Sabaku Rasa itu meninggalkan FoREVer street.
Sembari membopong Shikamaru dan mendudukannya di kursi belakang, mereka pun segera bersiap siap tancap gas menuju destinasi utama mereka.
Awalnya sih, Shikamaru berontak karena tidak mau digotong layaknya barang belanjaan, namun itu hanya beberapa saat diawal saja. Nyatanya, Shikamaru sekarang malah terdiam anteng di kursi belakang.
Membuat kedua utusan Sabaku Rasa itu menoleh heran ke Shikamaru.
"Kok dia diam ya?" tanya orang yang sedang mengemudi. Sebut saja ajudan A.
Ajudan B yang sedikit banyak memperhatikan Shikamaru pun mendongak ke belakang.
"Apa kah kita terlalu berlebihan kepadanya?" tanya ajudan A lagi kepada ajudan B.
Ajudan B pun mencoba menggoyang goyangkan bahu Shikamaru dari kursi depan.
"Hoi.. Shikamaru-sama."
"..." Tidak ada respon."
"Shikamaru-sama?"
"..."
Shikamaru masih terdiam.
Mereka berdua tentu sedikit khawatir mengingat tuan Sabaku menyuruh mereka menjemput Shikamaru untuk makan malam, bisa repot kalau yang dijemput pingsan kan?
"Shikama.."
Brukh.
Shikamaru jatuh berbaring di kursi belakang. Masih dengan kondisi terikat dan wajahnya ditutupi karung, Shikamaru meringkuk dan menyamankan posisi.
.
"...zzzzzzzz... nyam.."
.
Anjrit dia tidur.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc
Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.
WARN! : HINATA RTN, YOUNG KAGUYA, BREAK THE CROSSOVER WALL
.
"Shikamaru-sama."
"...zzzz"
"Shikamaru-sama.."
"Nggh.."
"Bangun.."
Shikamaru mengerjapkan matanya. Butuh waktu beberapa detik untuk membiasakan matanya menerima intensitas cahaya. Saat matanya berfungsi sempurna, di sekitarnya kini sudah nampak lingkungan yang sangat asing.
"Hn.. Selamat datang Shikamaru-kun."
Shikamaru menoleh ke sumber suara. Sosok pria dewasa berpakaian rapi yang Shikamaru kenali sebagai.. Ayah Gaara.
Shikamaru kini tengah duduk di sebuah meja berukuran sedang dengan tiga orang yang tidak asing di mata Shikamaru. Ruangan yang ia tempati adalah ruangan remang yang hanya di terangi oleh cahaya lilin.
Yah, Shikamaru-Sreet.
"Tunggu..?"
Sreet.. Sreet.
"Hoi!"
Shikamaru menoleh ke dua orang ajudan yang ada di belakangnya. Mereka berdua kini tengah berusaha untuk mengikat Shikamaru di kursi yang ia duduki.
Shikamaru menoleh ke Rasa dan Karura, yang malah hanya tersenyum dan tidak berniat melakukan apapun, atau bahkan hanya sekedar mengingatkan, saat Shikamaru menoleh ke err.. Temari-senpai yang ada di depannya, raut gadis itu hanya menatap tidak suka kepada Shikamaru.
Ah, sudah Shikamaru duga kalau ini akan menjadi hal merepotkan.
.
Setelah slesai menguatkan ikatan kepada Shikamaru, kedua ajudan itu pun berpamitan pergi setelah berpamitan kepada sang bos besar.
"Hn terima kasih." ucap Rasa kepada dua orang itu.
Hahhhhhh~
Shikamaru menghela nafas pasrah.
.
Cklek. Saat kedua ajudan itu sepenuhnya keluar ruangan, kini giliran dua orang lain masuk membawa hidangan appetizer. Shikamaru mengenali orang yang masuk sebagai Gaara dan kakaknya, Kankuro.
Layaknya pelayan profesional, Gaara pun menghidangkan hidangan pembuka itu dengan luwes.
"Psst.. Gaara.." Sapa Shikamaru, berharap Gaara bisa menolongnya.
Namun si Gaara malah masih asyik menaruh piring ke meja, bahkan menoleh atau sekedar melirik Shikamaru pun tidak.
"Gaara...?" tanya Shikamaru heran.
Gaara pun berpamitan dengan membungkukkan badang lalu keluar ruangan saat dirasa tugasnya sudah slesai.
Membuat Shikamaru ingin menyundul jidat pemuda saus cabai itu dengan jidatnya sendiri.
..
Blam.
"..."
Hening.
Oke, Shikamaru tidak suka keadaan seperti ini. Benar-benar tidak suka. Shikamaru ingin rasanya segera kabur dari tempat ini, yah itu seandainya dia bisa. Namun nyatanya tidak.
.
Shikamaru menatap ketiga orang yang ada di depannya.
"Ah.. Ayolah Otou-sama. Kita akhiri omong kosong ini segera. Aku masih harus kembali ke Konoha Gakuen untuk menyuapkan festival." ucap Temari tiba tiba.
Sabaku Rasa malah tersenyum.
"Ini tidak akan terlalu sulit kalau seandainya kalian bisa diajak kerja sama." ucap Rasa lagi.
Temari menghela nafas.
Yah, Temari memang tidak kesini atas niatnya sendiri, dia diajak (baca : dipaksa) oleh adik kecilnya Gaara untuk (katanya) membelikan hadiah kepada pacarnya. Sebagai kakak yang baik, Temari tentu kegirangan saat Gaara menyebutkan kata Pacar.
Namun nyatanya dia ditipu. alih-alih mengajak Temari ke toko hadiah, Gaara malah mengajak Temari ke Konoha Skytree yang dengan tidak masuk akalnya sudah disewa semalam penuh oleh keluarga sabaku. Dan hal terakhir yang kau tau, Temari ada disini.
.
Rasa menatap Temari dan Shikamaru bergantian.
"Nah.. mengingat kalian memang sepertinya masih jaim-jaiman satu sama lain.. Kami akan memberi kalian waktu ngobrol berdua." ucap Rasa.
Shikamaru dan Temari diam.
Sabaku Rasa dan Sabaku Karura pun beranjak dari tempat duduknya.
.
Detik berikutnya mereka berdua sudah ditinggal
.
~IWDWIW~
Krik...
Krik Krik...
Krik Krik Krik Krik...
Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik ...
Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik Krik-DIEM WOOI!
Ditinggal dua menit, Shikamaru dan Temari hanya saling lirik.
"Hei.. Kalau kau tidak ada kerjaan, mending kau membantu aku melepaskan ikatan ini." ucap Shikamaru ke Temari.
Temari menatap Shikamaru sebelum dia menghela nafas pajang. Dia lalu menunjukkan pergelangan tangannya kepada Shikamaru.
Tangannya diborgol dan dirantai ke tiang yang ada di sampingnya.
Posisi mereka berdua tidak jauh beda. Oke, Temari tidak bisa menyangkal, sepertinya ayahnya (mungkin ibunya) sangat ingin sekali menjadi besan Nara Yoshino. Entah karena sepertinya dulu mereka adalah sahabat karib.
Temari membayangkan kalau Yoshino dan Karura pasti sudah berangan-angan jauh sebelum mereka lulus SMA.
Hahh~ Naasnya, Karena anak semata wayang keluarga Nara adalah laki-laki, pada akhirnya, Temari yang menjadi korban.
"..."
Temari menghela nafas lagi. Dia menatap Shikamaru intens.
"Hei.." ujar Temari.
Shikamaru menoleh.
"Dengar ya bocah Nara.. aku memang tidak kesini secara sengaja. Jadi jangan harap aku mau menyetujui perjodohan ini." ucap Temari.
Shikamaru menatap Temari bosan.
"Jangan berucap seakan hanya kau yang tidak mau berada disini OSIS. Malamku baik baik saja sampai ajudan ayahmu mengikatku lalu menyeretku kesini."
"..."
"..."
"..."
Hening lagi.
iwdwiw
Sampai 15 menit mereka terdiam di ruangan itu berdua. Dari kubu Shikamaru maupun Temari tidak ada yang mau membuka percakapan. Bahkan, saking bosannya, Shikamaru sekarang melirik Temari dengan tatapan penasaran.
Gadis itu menggenakan long dress berwarna abu-abu. Rambut yang pernah dilihat Shikamaru dikuncir empat, kini dibiarkan terurai dan dikepang di ujung depan kiri.
Tatapannya yang angkuh memperlihatkan sosok dewasa di mata Shikamaru.
..
"Apa lihat lihat?" ucap Temari tiba tiba.
Shikamaru menatap senpainya bosan.
"Jangan sok galak.. Aku tidak tertarik dengan tante-tante sepertimu." ucap Shikamaru sarkatis.
wajah Temari merah padam mendengar perkataan Shikamaru.
"Aku juga tidak tertarik denganmu bocah ingusan."
Shikamaru menghela nafas. Ahh.. mimpi apa dia semalam bisa berakhir seperti ini. Yah, Shikamaru memang tidak pernah melakukan interaksi dengan senpainya ini di sekolah. Hanya di hari saat dia secara tidak sengaja masuk ke ruang OSIS.
Shikamaru bahkan tidak menaruh perhatian sama sekali, bahkan saat tiba tiba ibunya bilang kalau dirinya akan dijodohkan dengan kakak Gaara. Shikamaru sih.. Sekali-duakali pernah melihat orang ini.. Namun tipikal orang galak adalah tpikal orang yang Shikamaru jauhi.
Hanya saja Shikamaru tidak pernah mau terjebak ke hal yang nantinya merepotkan, itu saja.
..
Percaya atau tidak percaya, sebenarnya Shikamaru sudah punya beribu rencana untuk mengagalkan perjodohan yang direncanakan oleh orang tuanya. Dan Shikamaru siap untuk menjalankan rencananya kapan saja.
Mengikuti alur dari perjodohan ini adalah rencana awalnya.. sebelum akhirnya dia akan menggunakan rencana yang lebih dalam untuk mengalihkan tanggung jawab.
Dan pada akhirnya... Shikamaru akan kembali hidup damai dan tidur 18 jam dalam sehari.. hahaha-
BRAK!
.
Shikamaru menoleh ke pintu yang dibuka keras.
"Itu dia mereka."
Perhatian Shikamaru dan temari beralih ke 7 orang yang datang dari pintu.
Nara Shikaku, Nara Yoshino, Sabaku Rasa, Sabaku Karura, Gaara dan Kankuro.
Dan satu lagi seorang pria besar berjas yang membawa sekotak koper di tangan kirinya.
"Otou san?"
"Oyaji?"
Mereka bertujuh menghampiri meja Shikamaru dan Temari. Shikamaru terus melirik gerombolan orang itu sebelum ayah Shikamaru mempersilahkan sang pria besar berjas itu duduk menempati kursi yang sebelumnya diduduki Karura.
.
"Siapa ini?" tanya Shikamaru.
Oke, Shikamaru tidak mengerti yang terjadi.. Serius.
Nara Shikaku menatap Shikamaru sebelum tersenyum.
"Aku tau jalan pikiranmu Shika.. Kau pasti sudah memikirkan ratusan rencana untuk berkelit kan?"
"..."
"Namun sayangnya.. Kemampuan membaca situasimu sudah aku baca duluan.." Lanjut Shikaku.
Shikamaru terdiam, sebelum dia melirik sang ayah lalu ke pria besar itu yang kini tengah mengeluarkan berkas berkas dari kopernya.
Dia lalu melirik Temari yang kini tengah coba dikalungi karangan bunga melati oleh Kankuro.
Lalu detik selanjutnya, Gaara juga mengalungkan karangan bunga melati yang lain ke leher Shikamaru.
"INI NGAPAIN SIH?!" Protes Shikamaru kepada Gaara.
"Ini untuk kebaikanmu.. Kebaikan putriku.. Dan kebaikan kita semua.. Shikamaru-kun." Balas Rasa sembari menepuk Pundak Shikamaru.
Masih dengan tubuh terikat, tangan Shikamaru tiba tiba ditarik dan diajak salaman oleh orang berbadan besar tadi. Shikamaru pun sedikit berontak, namun dia tidak bisa beranjak kemana-mana..
Detik berikutnya...
Semua pertanyaan Shikamaru terjawab saat Nara Shikaku berucap tegas :
.
.
.
.
.
.
"Monggo.. Pak Penghulu.. Silahkan dimulai."
.
"WOIII!"
.
~iwdwiw~
.
FoREVer street
Sasuke kini tengah berdua bersama Hikari di pekarangan rumah, Mereka hanya duduk duduk santai sembari menghitung kendaraan yang lewatnya jarang-jarang.
Tadi sih, Saat Sasuke asik duduk duduk, dia kebetulan melihat Haruno Kizashi berjalan pulang, dan mengetahui HP Sakura ada padanya, Sasuke berniat menitipkannya kepada Kizashi. Namun naasnya, Kizashi malah menolak amanah Sasuke..
Beliau malah bilang akan memberitahu Sakura supaya anak gadisnya bisa kesini mengambilnya sendiri.
Dengan alasan bukan tanggung jawab ku, Kizashi akhirnya berlalu pergi.
Dan.. Sasuke pun akhirnya disini menunggu. Untung disini tidak terlalu sepi karena Hikari menemaninya, meskipun pria kecil itu hanya bergumam tidak jelas sembari sesekali mengunyah bajunya sendiri.. Tapi tak apalah.. Daripada Sasuke harus menganggu NaruItaNaga yang masih asyik ngobrol satu sama lain.
7 menit.
.
"...Sasuke-kun."
Tak lama, nampak Sakura yang datang dan mendekat menghampiri Sasuke.
"Hn." Sasuke pun berdiri. Menyerahkan HP merah muda yang ia pegang kepada pemiliknya.
"Ahh.. Syukurlah.. Aku pikir HP ku hilang selamanya." ucap Sakura girang saat HP nya sudah kembali.
.
"Ada 70 panggilan tak terjawab. Aku tidak berani mengangkatnya.. karena kupikir itu buka tanggung jawab ku." ucap Sasuke.
Sakura melongo.
"70...?!"
Sakura sesegera mungkin mengecek HP nya. Dan...
Panggilan Tak Terjawab
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
MrHANZAMA-yang-tampan-dan-berani
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-BAKA
NATSU-B...
..
Sakura melongo. Oke, ini bukan hal baru sebenarnya.. tapi, 70?! Yang benar saja. well, mungkin saja ada hal yang sangat penting jadi...
Tanpa memperdulikan Sasuke yang ada di sana, Sakura berniat menghubungi Sepupunya menggunakan Video Call.
Klik.
.
.
Saat tersambung...
.
.
.
'SAKURAAAA!' Nampak Wajah yang familiar terpampang di HP merah muda Sakura. Teriakan sepupu Sakura sedikit banyak mengagetkan Hikari.
"Kenapa kau menelponku 70 kali?" tanya Sakura tidak terima.
'Haaaa?! Kenapa? Justru aku yang harus bertanya! Kenapa kau tidak menjawab telponku?! Kenapa kau menghilang begitu saja?! terlebih lagi? SIAPA SUARA PEMUDA YANG MENGANGKAT TELPONMU TADI?!' Deretan pertanyaan yang dilontarkan pemuda.
"Ano ya.. Sudah kubilang.. Kalau kau mau tau keadaan di sekitarku.. Datang ke jepang! Dasar tukang mabuk kendaraan!" balas Sakura kasar.
'S-Sialan.. Aku tidak mabuk kendaraan! Aku hanya.. Err lebih menghargai kakiku sendiri.'
Sedangkan Sasuke hanya berdiri tak jauh dari situ mengamati. Hikari dan Sasuke sepertinya punya pemikiran yang sama : 'orang gaje yang sedang ngomel-ngomel di telfon.'
Sreet.. Sasuke meringis kesakitan saat tiba tiba jambangnya dijambak oleh Hikari.
"Adaww.."
Membuat Sakura menoleh.
'Tunggu.. Kau dengan orang lain sekarang?' tanya sang sepupu kepada Sakura.
Sakura kembali menatap layar HP nya.
"Ssst.." Sakura lalu mengisyaratkan jari telunjuk di bibir untuk membuat sepupunya diam.
'Huh? Apaan sih?!'
"Mereka hanya Sasuke.. dan.. err.." Sakura menggantungkan kalimatnya karena dia lupa nama sang pria kecil."
"Hn.. Hikari.." balas Sasuke.
".. Ah iya.. Sasuke dan Hikari.." lanjut Sakura.
Yah, Sakura memang jarang kesini. jadi dia tidak terlalu kenal para penghuni disini. Yang jelas dia tau. Dia sering melihat rumah ini ramai saat dia kebetulan lewat. Terlebihnya, dia terkadang bertanya kepada Tsunade-sama tentang apa yang terjadi.
'Sasuke dan Hikari?' Tanya Natsu penasaran.
Sakura yang malas menjelaskan, lalu mengarahkan kamera depannya ke Sasuke yang kini tengah menggendong Hikari.
"..."
'HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!' orang yang ada di sebrang hanya melongoh tidak percaya melihat Sosok Sasuke dan Hikari.
.
.
Satu hal yang ada di pikirannya.
.
'K-K-K-Kau..? SUDAH MENIKAH DAN SUDAH PUNYA ANAK?!'
.
"..."
Sakura menepuk jidatnya sendiri.
Sial, Natsu salah paham.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Apdeeeett kilat bin bledek versi HANZAMA IS BACKK! Wokeh,, setelah sekian lama kita menunggu (baca 1 hari) akhirnya chapter 75 kelar juga..! cyahahahahahahaa-uhuk uhuk..
Seperti biasa.. Hanzama menunda kejadian penting dan membelokkan sedikit alur ceritanya.. bwahahahaha-uhuk uhuk (2)
Jadi.. Yang nunggu Drama Prince Rabbit dan Kapten Kura-Kura. Mungkin depannya chapter depan (mungkin) .. Dan yap.. Kita akan Stick together dengan Shikamaru dulu..
Moto Hanzama : Semakin nggantung semakin asik.. *dor* jadi.. Lanjutannya chapter besok dududududu~
..
Oke.. mungkin sedikit cuap cuap lagi Hanzama..
(POINT)
HANZAMA Q&A :
monkey D nico : Kalau boleh tanya, udah kebayang akhir cerita ini?
HANZAMA : Nah.. Hanzama bakal jawab.. Bisa udah.. bisa belum.. wkwk.. Sebenarnya sih sudah... Hanzama sudah pikiran garis besar sampai ending ceritanya nanti, dari jauh jauh hari.. Bahkan mungkin kalau hanzama sepenuhnya fokus ke fanfic.. mungkin iwdwiw sekarang udah sampai chapter 135 an.. tapi hanzama gak bisa janji apa apa.. ini hanya hobi pada akhirnya... yah.. hobi menghibur orang lain..
Tmn2 tau? Menulis fanfic itu ibaratkan menggambar.. Satu goresan ke goresan lain akan menjadi sebuah sketsa bentuk.. semakin banyak kita mempelajari dan mengembangkan bentuk itu.. maka akan semakin baik hasilnya..
tapi kalau kita sudah merasa puas dengan sebuah sketsa dan terburu-buru membuat gambar baru.. sketsa itu hanya akan menjadi sketsa.. sama seperti yang lain.. dan tidak akan pernah sampai ke level masterpiece..
..
Semoga saja.. Hanzama masih punya umur panjang untuk terus melanjutkan iwdwiw.. setidaknya sampai tamat.. Kita saling mendoakan.. sehingga kehidupan kita satu sama lain jadi berkah..
...
Spoiler : Natsu Dragneel © Hiro Mashima
...
Okeh.. Mungkin itu dari Hanzama.. Hanzama tak bisa memberi banyak selain chapter pendek ini.. tapi hanzama harap bisa memberikan setitik senyuman untuk kehidupan penuh perjuangan teman-teman pembaca sekalian..
Bila ada kurang.. itu sepenuhnya dari Hanzama..
bila ada lebih.. itu sepenuhnya milik yang maha esa..
..
Bila benang merah masih mempertemukan kita.. Kita akan bertemu di chapter 76.. dengan kegajean lainnya tentu saja..
Sebelum hanzama akhiri..
SALAM HANGAT DARI HANZAMA! SEMOGA READER SUKSES SELALU!
Sekian..
Adios..
KRITIK DAN SARAN
V
V
V
V
