chapter 76 : Great Escape

Banyak yang bilang, Tak kenal maka tak sayang.

Yah, itu sih di kamus beberapa orang yang kemungkinan modus untuk kenalan sama.. ehem.. gebetan.. Atau mungkin beberapa orang yang memang saking jonesnya, trus siapa aja yang mereka temui diajak kenalan..

Tapi...

Berbeda dengan keadaan Shikamaru sekarang. Err.. Yah kau tau maksudku..

.

Tak kenal... Maka... Tak tinggal.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc

Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.

WARN! : HINATA RTN, YOUNG KAGUYA, BREAK THE CROSSOVER WALL

.

Konoha Skytree

"Hahh.. Hahh.. Hahh.."

Lari.

Itulah yang dilakukan Shikamaru sekarang. Yah setelah dia dikejutkan dengan Ijab-Qabul dadakan yang hampir saja menyeretnya ke sebuah janji suci yang merepotkan, Shikamaru akhirnya berhasil lolos dari gerombolan orang kurang piknik yang kini masih ada di ruangan yang Shikamaru singgahi tadi.

Setelah berkelit beribu alasan dan berkelah dengan ribuan kebohongan pula, Shikamaru akhirnya berhasil meyakinkan orangtua dan calon mertua nya untuk melepaskan ikatannya tadi.. Dan saat ikatannya sudah sepenuhnya terlepas, dia berlari bak Sonic keluar dari ruangan terkutuk itu.

Tidak bisa dipungkiri kalau dirinya kini tengah dikejar oleh beberapa ajudan keluarga Sabaku yang termotivasi oleh murka sang bos, yang meninginkan Shikamaru untuk sesegera mungkin menghalalkan hubungannya dengan sang anak.

..

Yah siapa menyangka ratusan rencana Shikamaru untuk lepas dari perjodohan ternyata sudah dibaca oleh Nara Shikaku, dan dengan mengejutkan pria itu membawa penghulu ke sini.

Shikamaru tak habis pikir.

.

.

Pemuda itu terus berlari tak tentu arah di dalam konoha skytree.. Entah sudah berapa kali dia menuruni tangga dan keluar masuk lift. yang ia tau, dia harus menjauh dari pak penghulu yang menakutkan tadi.

Yah, Shikamaru tidak menyangka, bertemu penghulu ternyata lebih memacu adrenaline daripada bertemu hantu.

"TCH MEREPOTKAN! INI PINTU KELUARNYA DIMANA SIH?!" Teriak Shikamaru frustasi. Yah.. Jelas saja, Shikamaru datang kesini dengan kondisi mata terutup (dan tertidur), Jadi Shikamaru tidak memperhitungkan kemana arah pintu keluar. Yang ia tau, Dia harus terus menuruni tangga kalau ingin ke lantai dasar.

TAP TAP TAP.

GEDBRUK..

JDUAKH!

ADAW..

Yah, tidak ada yang bilang menjadi Shikamaru itu gampang.

Shikamaru tau, setelah ini, dia pasti akan diomeli habis habisan oleh sang nyonya besar Nara Yoshino. Tapi itu lebih baik daripada dia harus berdiam di kursi tadi tanpa memperjuangkan kebebasannya.

intinya.

LARI!

..

tak disangka.. berlari 20 menit dan Shikamaru sudah ada di lantai 2.. Hah.. entah berapa belas lantai yang sudah dia lewati untuk sampai kesini. Yang jelas.. untuk sementara dia aman-

"TUNGGU SHIKAMARU SAMA!"

"WTF?!"

Shikamaru langsung berlari lagi saat dia melihat ajudan Sabaku Rasa turun berbondong-bondong dengan kecepatan penuh.

"WAKH!"

"TUNGGU SHIKAMARU-SAMA!"

"AAAAAAAA!"

Bak Captain Jack Sparrow yang dikejar suku pelegostos, Shikamaru berusaha menahan nafasnya yang sudah sampai batas. Mencoba sekuat tenaga keluar dari gedung pencakar langit terkutuk itu.

Depan Gedung

CKLEK!

Shikamaru membuka pintu kaca Konoha Skytree dengan kasar. Dengan tenaganya yang tersisa dia berlari ke jalan raya di depan gedung.

Setelah menyebrang (dengan sedikit mengagetkan beberapa mobil) Shikamaru dengan secepat kilat melompat masuk ke semak belukar yang ada di sebrang jalan.

.

"Cepat cari kesana!"

"Dia pasti belum jauh dari sini!"

"Jangan sampai lolos! atau tuan Rasa akan memarahi kita!"

"SHIKAMARU SAMAA!"

"OYY! SHIKAMARU SAMA!"

..

Hahh.. Hahh.. Hahh..

Shikamaru membaringkan badannya di atas rerumputan di belakang semak belukar..

Hahh.. Sial,

Dia tidak pernah berlari sekencang ini dalam hidupnya.

Hahh.. Hahh..

Sembari mengatur nafas. Shikamaru menatap lurus keatas. Entah kenapa dia malah tersenyum sembari bergumam..

.

"Hahh..Merepotkan.."

,

~i will do what i want~

Gedung Konoha Skytree

BRAK!

"LAPOR TUAN! Kita kehilangan jejak Tuan muda Shikamaru!" Lapor salah satu ajudan kepada Orang-orang yang ada di ruangan tadi.

Nara Shikaku yang mendengarnya hanya menepuk jidat.

Yah, dia memang tau kalau Shikamaru pasti memberontak. Tapi dia tidak memperkirakan kalau Shikamaru akan benar-benar lari. Maksudnya, Shikamaru itu tipikal pemuda yang 'terlalu malas' untuk berlari ... biasanya.

"Dasar bocah merepotkan!" Omel Yoshino kepada kelakuan anaknya. Bukan apa apa.. Ini kan juga untuk kebaikan pemuda itu sendiri.

Sedangkan Sabaku Rasa dan Karura hanya menghela nafas pasrah. Mereka berdua bahkan tidak menghiraukan racauan Temari yang kini tengah melimpahkan amarahnya ke adik bungsunya. Membuat Gaara hanya bisa bersembunyi di balik punggung Kankuro.

"Ayolah Otou-sama! Okaa-Sama! Kita akhiri permainan ini dan Lepaskan aku!" Oke Temari nampak sudah tidak tahan.. Bahkan dia sudah hampir menangis sekarang.

Yah.. Gadis mana yang tidak menangis mengetahui kelakuan orang tuanya yang semena mena. Lagipula apaan sih ini.. sudah dirantai.. dipaksa menikah.. Temari bahkan tidak bisa berpikir jernih kalau seandainya teman-teman di sekolah tau dengan keadaannya sekarang..

"..."

Tanpa sadar. Karura tiba tiba mendekati anak gadisnya dan..

Gyuut..

Memeluknya erat.

Membuat Temari tenang sejenak.

"Yang sabar ya.." hibur Karura.

"..." Temari diam.

Yah.. Seorang ibu memang selalu bisa menenangkan.

.

Karura menatap anak gadisnya. Lalu menghapus air mata anaknya dengan kedua tangan lembut miliknya.

Temari menatap sang Ibu.

Sang ibu berucap..

.

.

"Aku yakin Calon Suamimu akan segera kembali." ucap Karura polos.

"..."

Membuat Temari ingin menangis lagi.

.

.

Dasar, Ibu yang tidak peka.

.

~I Will Do What I Want~

.

Tap... Tapp..

Nasib Shikamaru.. Meskipun dia kini ada di pusat kota. Dia tidak tau harus kemana. Yah,, dia hanya mengira-ngira, dan perkiraannya dari sini sampai foREVer street pasti cukup jauh.. Lagipula, tidak ada yang bisa menjamin kalau nanti ajudan Sabaku Rasa tidak akan menghampiri Shikamaru seandainya dia pulang kerumah.

Jadi.. Yahh... Mungkin Shikamaru hanya akan berada disini sampai... err.. yah sampai kapan lah..

.

Pusat Kota Konoha memang jarang disinggahi oleh Shikamaru sendiri semenjak dia pindah ke Konoha. Bukan karena tempatnya membosankan, tapi karena memang mereka bertiga tidak sempat memikirkan detail-detail tidak penting..

Keseharian mereka memang hanya berkutat di.. Konoha Gakuen-Leaf Street-FoREVer street.

.

Tapi bukan berarti pusat kota adalah tempat yang tidak layak untuk dibahas. Nyatanya, disini tetap saja ramai akan pejalan kaki bahkan saat waktu sudah menunjukan pukul 9.

Dari Time Square, Museum sampai Departemen Store yang belum pernah kita pijaki barang sekalipun. Adapun gedung gedung menjulang tinggi seperti Konoha Skytree, atau sebuah apartement megah bertuliskan Hyuuga dan beberapa bangunan artistik yang kita tidak mengerti.

..

Dan yup..

Disinilah Shikamaru. Berjalan tak tentu arah di pinggir jalan. Sesekali memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginan. Salahkan saja dia yang belum sempat ganti baju dan masih saja memakai pakaian yang sama saat dia di sekolah tadi.. Tanpa baju hangat tentunya.

Berjalan... Tidak fokus kedepan...Masih saja berputar dalam imajinasinya.

Yah, tidak habis pikir dengan apa yang barusaja terjadi.

Maksudku, Lihatlah Shikamaru.. Masih SMA. Mapan belum.. eh tiba tiba-

Ah.. Tidak ada hal yang lebih merepotkan selain ini..

Bahkan jika seandainya Shikamaru tidak kabur tadi. Trus apa yang akan terjadi? Kita menikah? PFFT.. yang benar saja. Jangankan untuk menentukan masa depan, untuk menentukan apa yang harus Shikamaru lakukan saat liburan saja belum.

.

Masih dengan perasaan was was Shika-brukh.

Tanpa Sadar dia menubruk seseorang. Membuat orang itu tersungkur. Belanjaan yang dibawa orang itu tumpah semua ke trotoar.

"Adaw.."

Shikamaru reflek meminta maaf.

"Maaf.."

"Hoi.. Kalau jalan itu hati-hati." Gumam orang itu.

Mendengar Suara orang di depannya, Shikamaru menoleh. Saat dia melihat orang itu.. Entah Kenapa Shikamaru terdiam..

Perawakan yang persis.

Dengan garis melintang yang sama..

.

.

Naruto KW... Ah, Maksudku..

Menma.

.

Skip.

.

Yah.. entah kenapa Shikamaru malah mengangguk saja saat Menma mengajak Shikamaru mampir ke tempatnya. Yang ia tau, Menma mengajak Shikamaru mampir karena Menma tau kalau Shikamaru adalah anak klub drama, yang mana sedikit banyak akan membantu dalam pementasan klub Theater lusa.

Dan yap. Menma mengajak Shikamaru ke apartemen yang bertuliskan Hyuuga tadi. Tapi ah, jangan diambil pusing.. Anggap saja semua aman untuk sementara, sehingga Shikamaru tidak harus berurusan dengan kaki tangan keluarga Sabaku untuk sementara.

"So..? Apa yang kau lakukan malam malam begini di pusat kota?" tanya Menma. Dia mengunyah coklat yang dia beli beberapa menit lalu. Dia tadi sempat menawari Shikamaru, namun sepertinya dia tidak mau.

"Hn.. Jalan jalan." balas Shikamaru enteng. Oke, memang Shikamaru merasakan sedikit aneh dengan situasi ini. Bahkan lebih ane dari yang tadi. Kau tau, ini seperti berbicara dengan Naruto.. Tapi dengan versi yang stay Cool. Kalem dan tidak ada kemungkinan dia akan tiba tiba berteriak atau semacamnya.

Ting.

Lift berhenti tepat di lantai 9. Dengan langkah gontai, Shikamaru hanya mengekor saat Menma melangkahkan kaki keluar lift.

Di lantai itu hanya ada lorong pendek yang mengarah ke satu pintu. Dan itu adalah pintu yang dituju Shikamaru saat ini.

Cklek.

Menma membukakan pintu itu kepada Shikamaru.

"Anggap saja rumah sendiri." ucap Menma.

Shikamaru hanya mengangguk.

.

Yah, Keadaan berjalan normal saja pada awalnya.. Itu sebelum Shikamaru mendengar suara diikuti oleh sosok yang tidak Shikamaru harapkan sama sekali.

"Okaeri.." Suara gadis yang datang dari dalam.

"..." Shikamaru diam.

Matanya hampir saja copot dari wajahnya saat di depannya nampak seorang gadis yang tiba tiba datang dan menyambut.

Basah.

Tanpa baju.

.

Hanya tertutup handuk mandi.

Menma juga nampaknya sedikit lupa keadaan.

.

"Shik-?"

"Shion?!" ucap Shikamaru kaget.

.

-KAAAAT!

Tunggu, Ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan..

Mari kita analisa baik baik apa yang terjadi.

Um yah kau tau..

Diatas menunjukkan kalau Shion tengah ehem.. telanjang kan? mungkin dia tidak telanjang.. yah.. maksudku, siapa tau di dalam nya dia masih pakai daleman kan? begitu! Kita tidak pernah tau selama handuk masih tertempel

Anggap saja aman.

Trus Shion kini tengah berada di apartemen Menma kan? Oke.. mari kita analisa secara logika.. Secara tekhnis itu bukan apartemen Menma.. Itu apartemen Hiashi-sama.. jadi secara tekhnis.. yang menyembunyikan Shion adalah Hiashi sam- Eh! Maksudku.. Mungkin Shion hanya kebetulan lewat dan numpang mandi karena di rumahnya kehabisan sabun..

Anggap saja AMAN

Trus tadi kita sempat tau kalau Shion mengucapkan "Okaeri kan?" HANZAMA GAK DENGER! HANZAMA GAK DENGER DIA NGOMONG APA APA! JADI..

ANGGAP SAJA AMAN!

..

INTINYA SODARA-SODARA!

IWDWIW masih aman! Masih sesuai Syariat! Gak ada yang namanya HUBUNGAN GELAP! Gak ada yang namanya NTR! Gak ada yang namanya IKEH-IKEH DILUAR NIKAH!

RATING KITA MASIH "T" SODARA-SODARA!

,

ANGGAP SAJA AMAN!

.

~iwdwiw~

Mengalihkan perhatian pembaca, nampak foREVer street kini tengah di gledah oleh segrombolan orang. Sebut saja Ajudan Sabaku yang kini tidak henti hentinya memeriksa setiap sudut ruangan guna mencari sang Tuan Muda Shikamaru.

Meskipun tadi sempat izin (lagi) dengan sopan dan santun.

Nyatanya masih ada saja beberapa penghuni yang terganggu.

Bahkan Hikari nampak membela diri saat teritorinya sempat diusik tadi. Yah kau tau. Martial Arts : The power of Ompol yang membuat dua dari 4 ajudan yang dikirim tidak ada yang berani lagi menantang Hikari.

"Sepertinya dia memang tidak ada disini." Ucap salah satu ajudan.

Fuu yang juga sedikit kesal karena pintu kamarnya tadi sempat di dobrak saat dia sedang buka baju, ingin rasanya mengerjai orang orang ini..

Nyatanya.. Hasrat nya tersalurkan saat tiba tiba muncul ide jahil dari otaknya.

.

"Hei tuan tuan.. Fuu rasa kalian belum mengecek seluruh sudut rumah." Ucap Fuu.

Keempat orang itu menoleh.

"Benarkah?" tanya salah satunya.

Fuu mengangguk senang.

Diamati oleh penghuni lain, Fuu nampak beranjak dari tempatnya dan menunjuk ke suatu tempat.

Krieeeeettt.. Cklek. Dooangg!

.

B..a..s..e..m..e..n..t

Basement!

.

Keempat pria berbadan kekar itu menatap ragu. Fuu tersenyum senang setelah membukakan pintu basement kepada orang-orang ini.

Ruangan yang gelap. Dan tangga yang menakutkan. Membuat mereka ragu kalau Shikamaru ada di dalam. Yah, asal kalian tau. Lampu yang satu-satunya menjadi alat penerangan di basement mati tadi pagi.. Jadi..

"K-Kau jangan bercanda nona.. Tidak mungkin Shikamaru-sama ada di dalam!" ucap salah seorang ajudan.

"I-Iya benar!"

Fuu menghela nafas.

"Bodoh... Kalau Fuu jadi Shikamaru. Fuu pasti akan mencari tempat yang benar benar tidak terpikirkan oleh siapapun untuk sembunyi!" ucap Fuu.

"..." Keempat orang itu diam.

".. Apalagi melihat kalian semua takut.. Fuu akan sangat percaya diri untuk bersembunyi di... bawah... sana." Fuu menunjuk ke dasar basement.

GLEK! Keempat orang itu nampak saling tatap.

Oke, mereka benci mengakuinya.. Tapi gadis kecil ini ada benarnya.

Sasuke yang melihat kelakuan Fuu dari depan TV juga hanya membiarkan.

.

"B-Begitu ya?"

Setelah menetapkan tekad. Nampak ketuju orang itu malah saling dorong.

Membuat Fuu tidak sabar.

"BURUAN!" Fuu dengan sekuat tenaga mendorong keempat orang itu dari belakang.

"WOII!"

dan setelah semuanya di dalam, dengan teganya... Menutup pintu.

Krieeeeet!

BLAM!

.

"AAAAAAAAAAAAA!"

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : asofaoebfoan! Hanzama is back! Wokreee,, Apdet Kilat hanzama is back! ... Kembali lagi dengan fanfic abal bin gaje bwahahaha..

Dan.. entah kenapa hanzama lagi semangat-semangatnya ngelanjutin adegan Shikamaru.. wkwk.. Meskipun berbagai pertimbangan yang membuat setiap chapternya cukup (sangat) pendek..tapi itu untuk menjaga rasio humor dan rasa penasaran sahabat reader sekalian.. jadi... yahh.. hahahahaha.. ehem..

Dan yap.. Bukan hanzama namanya kalau tidak membawa segala macam curhat ke Author note.. *dor*

Sedikit curhat (lagi)

Nah.. sebenarnya mungkin untaian-untaian benang kejadian iwdwiw sudah mulai menjadi satuu.. hanzama nggak tau kalau misalnya ada benang yang putus/ adegan yang kelupaan.. jadi yah kita lupakan sekalian *dor* err.. maksud hanzama.. silahkan diingatkan kalau kiranya hanzama ada salah alur..

..

Okeh.. kembali membahas alur iwdwiw.. bagi yang sudah lupa.. Kita sekarang masih ada di stage 3 yang mana (mungkin) masih ada stage lain yang menunggu setelah fesival arc..

hanzama akan mengelompokkan iwdwiw ke beberapa arc.

(1). Welcome to the demon Kingdom Arc. (Done)

(2). Okinawa Arc. (Done)

(2,5). Uzu vs Kono vs Iwa Arc. (Done)

(3). Festival Arc. (Progress)

(4). Fourth Arc. (Not yet)

(5). Fifth Arc. (Not Yet)

(6). Sayonara Arc. (Not Yet)

...

Dan yah.. itulah kiranya rancangan Hanzama untuk iwdwiw. Sahabat bisa perkirakan sendiri kalau kiranya Hanzama kini baru sampai arc yang ke tiga. Jadi masih kurang 2 arc utama lagi dan baru kita akan sampai ke sayonara. Hahh~ membayangkannya saja membuat Hanzama sedih.. Kita akan segera berpisah.. hiks..

Hanzama akan berusaha sebaik mungkin merealisasikan jalan cerita yang sudah hanzama konsepkan.. Jadi, selama sahabat sekalian masih setia menunggu iwdwiw.. setidaknya menemani hanzama sampai tamat..

hanzama akan tetap menulis..

Review dari sahabat sekalian juga merupakan suntikan semangat untuk hanzama.

..

oh ya.. karena kemarin ada yang tanya tempat tinggal hanzama.. oke, hanzama akan memberitahu.. hanzama sekarang bertempat tinggal di Kota palagan Ambarawa, Kab. semarang.

dan yang tanya soal umur.. emm.. berapa ya? #plak .. wkwk.. oke, tak ada rahasia diantara kita.. umur hanzama masih dibawa 20.. jadi.. yah gitu deh.

Okesip mungkin itu..

Tanpa basa basi.. Hanzama akan tutup..

Tapi sebelum itu..

..

~The Truth~

.

Apartemen Hyuga. Jam 22.00

zzzzzzzzz...

Shion dan Menma.

Mereka hanya duduk berdampingan sembari sesekali melirik Shikamaru yang kini tengah tertidur di sofa.

Setelah menjelaskan apa yang terjadi.. Err.. Kenapa Shion bisa berada disini, kepada Shikamaru. Mereka akhirnya malah malu sendiri.

Yah, bisa gawat kalau Shikamaru yang memergoki Shion disini menangkap semua yang terjadi dengan salah paham. Apalagi kalau sampai tersebar ke seluruh penjuru sekolah.

.

Sebenarnya, yang terjadi. Shion memang bukan tanpa alasan. Niatnya dia memang berniat menginap disini malam ini.. SEHARUSNYA sih tidak sendiri.. Karena harusnya Hinata juga ikut.. Mengingat Hinata yang merekomendasikan tempat saat Shion bilang ingin mendata dan mempersiapkan properti pentas.

Namun Naasnya.. si Hinata sendiri malah tidak kunjung datang bahkan sampai jam sudah menunjukkan pukul 10.. (Mungkin.. Hanya mungkin.. Hinata kelupaan karena dirumah kini dia tengah mengurus sesuatu yang bukan miliknya)

..

Jadi yahh.. seperti inilah.. Shion hanya berduaan dengan sang penghuni apartemen sedari pulang sekolah tadi.. Menma bahkan sangat baik mempersilahkan Shion mandi, Meminjamkan kaosnya, bahkan memasakkannya sesuatu..

Jadi! ini TIDAK seperti yang kalian pikirkan!

.

Menma melirik Shikamaru yang tertidur di sofa.

"Mungkin sebaiknya kita biarkan dia tidur disini malam ini." ujar Menma.

Shion hanya menghela nafas pasrah.. Dia tidak bisa melakukan apa apa.. Lagipula, ini juga sudah terlalu malam untuk Shion pulang ke rumahnya sendiri.

Shion lalu melirik Menma.

"Karena dia tidur di sofa.. Lalu? kau akan tidur dimana?" tanya Shion.

Menma menoleh ke Shion.

Yah.. tidak ada yang bisa diharapkan.. Di tempat ini hanya ada satu kamar tidur, Dan satu sofa panjang. Bahkan tempat lowong nya lebih banyak daripada barang prabotan yang ada. Apa yang kau harapkan? Barang barang Menma memang tidak banyak, dan Menma tidak mungkin kan tiba tiba bilang ke Hiashi .. Hey! Apartemen mu terkesan sepi.. Belikan aku prabotan yang lebih banyak!

Sudah dipinjami tempat tinggal saja.. dia sudah bersyukur.

Menma menoleh ke Shion.

Shion menatap Menma aneh. Yah, dia tau kamar Menma. Dan ukuran tempat tidurnya cukup besar. Jangan bilang kalau dia harus-

.

"Tentu Saja..." Ucap Menma. Dia menggantungkan kalimatnya.

GLEK! Shion menelan ludahnya sendiri..

.

"..."

"...Aku akan tidur di Futon." Lanjut Menma.

.

.

.

Hahh.. Begitukah?

Syukurlah.. Shion pasti mati berdiri kalau Menma tiba tiba bilang. Aku tidur disampingmu.

khayalan berakhir.

.

KRITIK DAN SARAN

V

V

V

V