chapter 77 : Stealth
#Day 3 Festival
#Pagi Pagi.
#FoREVer Street
...
Tidur di sofa memang tidak menjadi masalah bagi Sasuke sekarang. Nyatanya, dia tetap saja bisa bermimpi indah meskipun tidak berbaring di kasurnya sendiri. Salahkan saja Nagato yang menginap dan tidur di kamar Shikamaru.. Tapi tunggu dulu? Lantas apa hubungannya dengan Sasuke? Tentu saja Naruto yang dengan seenak jidat masuk ke kamar Sasuke dan tidur disana. Hingga akhirnya, larut tadi Sasuke terjaga di depan televisi bersama Itachi. Sebelum akhirnya dia lepas tertidur.
Memang.. Mimpi indah sih.. tadi..
sampai akhirnya ia terganggu oleh suara Izumi..
"Sasuke kun.." Ujar Izumi
"Nghh.."
'Ah.. Izumi menganggu saja..' Batin Sasuke dalam mimpi.
"Sasuke-kun bangun! sudah pagi!" Meskipun berputar posisi beberapa kali, Sasuke masih saja terganggu dengan Izumi. Akh! Lima menit.. ih
"Sasuke senpai!"
"..."
Masih dengan posisi memejamkan mata.. Sasuke mencoba mengenali suara yang baru saja didengarnya.
Tunggu dulu-
"Sasuke senpai!"
"Nee.. Sasuke senpai!"
Sekarang suaranya jadi dua.. bentar.. apakah dia masih bermimpi?
Merasa hening setelahnya, Sasuke malah semakin optimis kalau dia bermimpi.
Itu sebelum.
Tes..
Dia merasakan tetes air membasahi wajahnya.
Sasuke mengerjapkan mata.
"SASUKE SENPAAIIII!"
Sasuke menatap malas Matsuri (yang memegangi gayung), Yukata dan Izumi yang berbarengan manatapnya.
"Hmm.. Lima menit.."
"..."
"..."
"..."
.
Tunggu dulu..
.
Menyadari ada yang janggal, Sasuke terjaga sepenuhnya-
.
APA YANG MEREKA LAKUKAN DISINI PAGI PAGI?!
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
Warning : Gaje, Abal, Update tidak menentu, Typo's, Bahasa tidak baku, Etc
Pairing : FIX SasuSaku, Tanda-Tanda GaaMatsu, Tanda-Tanda NaruYuka, Tanda-Tanda NaruShion, Tanda-Tanda ShikaTema, Tanda-Tanda MenmaShion, Unknown Pairing, Another Coming Soon.
WARN! : HINATA RTN, YOUNG KAGUYA, BREAK THE CROSSOVER WALL
.
Diam..
Yah, Sasuke hanya diam.
Disaksikan oleh seluruh penghuni rumah. Dimana Matsuri kini tengah menyodorinya kostum kebangsaan Prince Rabbit.
Yah, kenapa Matsuri ada disini, itu adalah sebuah misteri yang akan terus Sasuke kenang sebagai awal dari kenangan buruknya.
"Bwahahahaha.."
Sasuke bahkan tidak bisa menghentikan itachi yang tertawa ngakak sedari tadi, mengetahui adiknya akan pentas hari ini.. Mengingatkannya dengan Sasuke saat masih SD dulu.. Dimanya Sasuke juga pernah ikut drama dan menjadi pohon. Dengan amarah anak kelas 3 SD.. pohon itu tanpa ampun jatuh menubruk tuan putri dikala itu.
"Sudah.. buruan pakai senpai.. Aku yakin pakaian ini cocok untukmu..." ucap Matsuri.
Sasuke melirik Matsuri dari sebelah matanya.
Shit.. Dia salah hari untuk bangun tidur.
.
Yah.. Sudah Sasuke duga. Ini pasti realisasi perkataan Matsuri tempo hari..
.
~iwdwiw~
#Festival Day 3
Yah, dasar tukang tidur. Tidur di tempat orang nyatanya tidak membuat Shikamaru merasa bersalah sama sekali. Dilihat dari dirinya yang kini masih saja ikut numpang Taxi yang akan mengantarkan Menma dan Shion ke Konoha Gakuen.
"Jadi Umm.. Nara Shikamaru?"
Shikamaru sedikit melirik ke belakang saat dia mendegar suara Shion memanggilnya dari kursi belakang.
"..." Shikamaru malah menguap lebar.
"Kenapa kau bisa sampai ke pusat kota semalam?" tanya Shion.
Shikamaru diam. Yah, Tidak ada alasan untuk menceritakan 'malam Shikamaru' Kepada kedua orang ini.
Shikamaru malah mengalihkan perhatian.
"Kalian sendiri? Kenapa kalian tinggal di satu apartemen..?" tanya Shikamaru.
Shion sedikit tersinggung. Yah, bukankah tadi malam Shion dan Menma sudah menjelaskan panjang lebar kepada Shikamaru? .. Entah Shikamaru memang tidak mengerti.. Atau pemuda berkucir ini hanya berniat menggoda.
Sedangkan Menma, dia hanya menyembunyikan raut wajahnya di balik jaket hoodie miliknya.
.
Detik berikutnya, mereka hanya diam.
Hening.
.
Bahkan saat sampai ke Konoha Gakuen.
.
~iwdwiw~
.
Depan Gerbang Konoha Gakuen
"Ayo turun.."
Shion mengkomando Shikamaru dan Menma untuk turun, yah itu sebelum teriakan Shikamaru menghentikan aktivitas mereka.
"TUNGGU!"
Menma dan Shion menoleh.
"Kenapa lagi?" tanya Shion heran.
yang diajak bicara malah diam.
Shikamaru menatap Horror Keluarga Sabaku dan Pak Penghulu yang dia lihat tadi malam kini tengah berada di depan gerbang. Tengah berbincang dengan Darui.
Gaswat!
Shikamaru menoleh ke Menma dan Shion. Sebelum dengan Seenak jidat Shikamaru meminta dengan paksa jaket Hoodie Menma.
"Pinjam Jaketmu!" ucap Shikamaru.
"Ha?" Menma menyahut tidak mengerti.
"Buruan!"
"Haa?! Kenapa aku harus meminjamkan jaket-"
"Please.."
Menma menatap Shikamaru malas, namun akhirnya mengalah juga dan meminjamkan jaketnya.
Kemudian Shikamaru menggerai rambutnya, menatanya sedemikian rupa agar tidak terlihat seperti andika kangen band. Lalu Shikamaru Memakai jaket Menma dan menutupi wajahnya dengan tudung hoodie dari jaket itu.
Sebelum akhirnya dia siap untuk keluar dari Taxi.
.
.
.
Dengan menundukkan wajah, jantung Shikamaru berdebar keras saat langkahnya semakin dekat dengan gerombolan merepotkan itu (Darui, Keluarga Sabaku, dan pak penghulu.. untung Orang tua Shikamaru tidak terlihat sejauh mata memandang).
Mengkomandokan Menma dan Shion untuk di depan, Shikamaru mencoba sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya dibalik pagar hidup.
Bahkan Menma dan Shion hanya menurut saat Shikamaru menyuruh mereka melakukan hal yang tidak jelas seperti ini.
Well,, sebenarnya.. sedikit tips untuk lolos orang yang ada di depanmu.. memang ada beberapa cara :
1. Mengendap endap, bayangkan seakan dirimu adalah agen rahasia yang sedang menyamar. atau
2. Lari dengan gagah berani, bayangkan dirimu adalah copet yang siap mati.
Namun Shikamaru sepertinya lebih suka dengan cara yang hati hati.
.
Saat Shikamaru mendekat..
3 Meter.. Aman.
.
2 Meter.. Aman.
.
1 Meter.. Aman.
.
0 Meter.. Aman..
.
Shikamaru melirik Darui yang tengah berbincang dengan Sabaku Rasa. Sesekali dia melirik beberapa pengunjung yang sudah berdatangan. Yah, nyatanya, Darui tidak mengenali Shikamaru, bahkan saat Shikamaru sudah berjarak sedikit jauh dari pintu gerbang.
"HEI KAU.. TUNGGU!"
DEG! Jantung Shikamaru hampir copot.. Ah, tamatlah sudah.
"..."
"..."
"..."
Shikamaru menoleh. Berniat menghadapi kenyataan..
Itu sebelum dia melihat Darui dan menyadari kalau Darui ternyata mencegat orang lain. Err.. Seorang pemuda berpakaian bangsawan, berwarna putih, lengkap dengan pedang rapier, bahkan.. Um Bando telinga kelinci...
Yah,, Shikamaru mengenali betul sosok itu sebagai...
"... Prince Rabbit."
.
".. Hoi.. Kau Uchiha.. Kenapa kau berpakaian seperti itu."
"Jangan tanya..." Balas Prince Rabbit sekenanya.
"Hahh? bagaimana bisa ka..."
.
Shikamaru menghela nafas lega. Untung..
Dia berniat berbalik badan dan melangkahkan kaki..
Brukh.
Sebelum dia malah menbruk seseorang.
"Aww.. Kalian berdua.. jangan berdiri di-" Shikamaru mengomeli Menma dan Shion yang tidak kunjung jalan. Setidaknya itu yang Shikamaru pikirkan, sebelum dia menyadari yang menghalanginya bukanlah mereka berdua.
.
"..."
"Ara-Ara.. Shikamaru-kun.. Ternyata kau disini."
Shikamaru melotot.
Di depannya nampak wajah cantik dari ehem.. calon ibu mertua yang menatapnya dengan senyuman.
Sabaku Karura.
"..."
..
Detik berikutnya.. Shikamaru pun beralih ke metode kedua..
Lari!
.
~iwdwiw~
Hari ketiga
Kondisi Festival memang tetap saja ramai. Nampak panitia cukup konsisten dalam mempertahankan konsep acara, dilihat dari kini giliran anak Iwa-Art yang mulai membuka acara mereka di panggung Outdoor, gantian dengan Anak Anak Uzushio yang kemarin, kalau kita ingat melaksanakan acara "Kontes Katakan Cinta"
Kali ini Iwa-Art nampak tengah membuka acara lain.
Namun sayang, Shikamaru tidak ada waktu untuk mengurusi Yugito yang kini tengah bercuap-cuap ria di atas panggung.
Karena dia sekarang tengah sibuk bersembunyi. Bahkan dia kini tengah bersembunyi di Err.. Cafe 2-1 dan tengah mengusik Chouji yang sedang memanaskan kompor.
"Apa yang kau lakukan sih?" tanya Karin saat dia melihat Shikamaru berjongkok menyembunyikan diri di belakang meja.
Shikamaru menoleh.
"sst.." Shikamaru mengisyaratkan bibir di depan mulutnya.
.
.
.
Yah, nampaknya Shikamaru terlalu PeDe.. Padahal baik Sabaku Karura, Pak penghulu, maupun Sabaku Rasa tidak ada niatan mengejar Shikamaru sama sekali.
Shikamaru mengintip dari belakang meja, melihat kondisi festival yang aman-aman saja.
What the...?!
Saat mata Shikamaru melirik ke seorang pemuda berkepala Saus cabai yang dilihatnya semalam, entah kenapa Shikamaru sangat ingin mengikuti orang itu.
Gaara.
Dengan Langkah rendah, Shikamaru meninggalkan 2-1 cafe dan mengikuti Gaara dari belakang. Bahkan tanpa berpamit ke Karin, Chouji maupun beberapa orang lain yang ada di 2-1 Cafe
.
.
"...Oi"
"HA?-HMPP!"
SREET! SET SET SAP!
Mempraktekan adegan melumpuhkan musuh bak Spinter Cell, Shikamaru melibas, membekap dan menyeret Gaara masuk ke tenda perlengkapan milik Klub Pengembang game Uzushio.
.
"Buah! Apaan si.. Shikamaru?" tanya Gaara kaget saat dia mengetahui siapa yang menyeretnya. Sepertinya di dalam tenda itu tidak ada orang.
Shikamaru menatap Gaara bosan, Sebelum dia mengisyaratkan Gaara untuk bicara pelan pelan.
"Kau... Kenapa tidak menolongku tadi malam? Aku hampir saja jadi suami kau tau!" Tuding Shikamaru kepada Gaara.
Gaara malah tertawa renyah sembari menggaruk garuk kepalanya.
"Hahaha.." Gaara tertawa tidak jelas.
Membuat Shikamaru menatap Gaara bosan.
"Kawanku, Kau tau, menikah itu tidak seberat yang kau kira.. Lagipula, kalau kau menikahi Temari-Nee, kita akan jadi ipar.. Aku lebih mendukung Temari-nee menjadi istrimu daripada dia harus menikah dengan anak pejabat Suna." ujar Gaara sembari menepuk pundak Shikamaru.
Membuat Shikamaru ngeri sendiri.
"..."
Gaara pasti sudah gila. Maksudku, lihatlah Shikamaru.. Dia belum ada 20 tahun, dan tiba tiba tadi malam dia secara tidak terduga dihadapkan kepada sosok penghulu yang dengan ngawurnya mengajak Shikamaru Ijab-Qabul. Dan yang mengejutkan adalah, kejadian tidak masuk akal ini ternyata adalah ulah Orang tuanya dan calon mertuany- ah maksudku.. Keluarga Sabaku!
"Kau gila!" bentak Shikamaru.
Gaara menghela nafas.
"Jomblo pada normalnya itu, malah senang kalau tiba tiba dia dapat jodoh. Tapi kenapa kau malah tidak mau menerima kesempatan ini?" tanya Gaara.
Shikamaru malah tersinggung, sudah nggak mau membantu, menghina pula.
"Tauk ah!" Shikamaru malah ngambek.
Gaara malah tersenyum.
"Jangan begitu.." ucap Gaara. "Kau tau...?" Gaara malah mendekatkan bibirnya ke telinga Shikamaru, dan berbisik pelan..
.
.
.
.
"... Oppai Temari-Nee besar Lho~"
"...wanjrit."
.
~iwdwiw~
Melirik sisi lain festival. Dimana kini ada seorang lelaki yang tengah duduk di sebuah bangku. Dari wajahnya, dia nampak murung.
Prince Rabbit.
Entah apa yang ada dipikirannya, err.. yah sebenarnya kita tau sih. anggap saja dia tadi pagi dikomandokan oleh Matsuri untuk memakai kostum ini dari pagi hingga tiba saatnya ia pentas nanti. Matsuri bilang agar menghilangkan ketegangan saat tampil, bahkan Sasuke disuruh untuk menghayati peran sebagai Prince Rabbit.. itu sih harapan awal Matsuri..
Tapi nyatanya,, Tegang nggak hilang.. malah tambah..
Yah, tidak bisa memungkiri kalau dirinya kini merasa aneh.. bahkan malu, kau tau.. warna yang cerah bukan warna Sasuke, Sasuke lebih senang dengan warna biru,, Dan bando kelinci di kepalanya sangat menganggu..
Well, Sasuke bisa membayangkan kalau Naruto juga pasti akan mendapat hal yang sama saat dia sampai ke sini nanti. Mereka tidak datang sama sama karena tadi Sasuke pamit ingin berangkat duluan saat Yukata berniat memoles Sasuke dengan bedak dan gincu. (Dengan kata lain, kabur) Yah, daripada harus dibedak dan pada akhirnya Sasuke juga akan kesini, mending kesini duluan.
CKREK!
Sasuke menoleh saat dia mendengar suara jepretan kamera.
Di matanya, nampak Ino yang kini tengah tersenyum kepada Sasuke sembari mengangkat HP nya.
"Oi.." Protes Sasuke tidak terima.
Ino hanya menjulurkan lidah.
"Haha.. Maaf, aku hanya tidak tahan karena melihatmu pakai pakaian seperti itu.." ucap Ino.
"..." Sasuke hanya membalas Ino dengan tatapan malas. Dia sempat melirik sekantung plastik sayuran yang Ino pegang.
Sasuke berniat protes kepada Ino atas perbuatannya barusan. Tapi sebelum sempat Sasuke buka mulut, Ino sudah pamit duluan.
"Oh.. Maaf Sasuke, aku harus cepat, Sayuran ini keburu ditunggu Pak Koki." ujar Ino sembari melirik jam tangannya.
Dia berlalu pergi. Meninggalkan Sasuke.
.
.
"Hahhh~"
Sasuke menghela nafas berat.
Yah, Kau hanya lupa dengan hal penting dalam hidupmu Sasuke : Enjoy
.
Skip
Beberapa menit Sasuke melamun, sebelum..
CESSSS!
"Aw!" Sasuke memegangi pipinya yang dingin karena ditempeli minuman kaleng.
Sasuke menoleh.
.
"Sakura?" di mata Sasuke nampak gadis berambut merah muda tersenyum kepadanya.
"Kenapa melamun disini.. Pangeran?" tanya Sakura. Dia memposisikan duduk, lalu menyerahkan minuman kaleng itu kepada Sasuke.
Sasuke menerima pemberian Sakura.
"..." Pemuda itu tidak menjawab, dia hanya membolak-balik kaleng itu dengan kedua tangannya.
"Kau terlihat tegang." lanjut Sakura.
Sasuke hanya menatap kedepan. Sesekali dia melirik Sakura dari sudut matanya. Yah, meskipun sudah resmi pacaran, tapi duduk berdekatan seperti ini malah membuat Jantung Sasuke semakin berdebar kencang. Bahkan saat dulu satu kursi di bus saja tidak seperti ini.
Dari sudut mata Sasuke, Sakura nampak mengeluarkan minuman lain dari kantong plastik dan membuang plastik kosong itu di tempat sampah tak jauh dari situ.
"... Sakura.."
"Hm?" Sakura nampak tenang sembari membuka minumannya.
"..." Sasuke diam sebentar.. Sebelum berucap "... Gak jadi."
Membuat Sakura menatap Sasuke lucu.
"Kau ini aneh ya..." balas Sakura tiba tiba.
"Ha?" membuat Sasuke tidak mengerti.
Sakura tertawa geli. Dia menatap Sasuke dan tidak berniat menjelaskan lebih lanjut.
"Aku harus kembali ke stand.. Aku tidak tega membiarkan Chouji menyiapkan makanan sendirian." pamit Sakura.
Sasuke menatap gerak gerik Sakura dengan matanya..
.
Sakura lalu berdiri dan menyentuh dahi Sasuke dengan jarinya.
.
Forehead Poke
.
.
"Berjuang untuk dramanya ya.. Pangeranku."
DEG!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Tamtam! Hanzama is back! Okeh... chapter 77 is up! Kembali lagi dengan hanzama..
Pojok curhat hanzama :
Untuk para sahabat 'lelaki' sekalian.. Sedikit membuka rahasia.. Ternyata suku kita sudah ada di depan pintu gerbang peperangan kawan.. Peperangan suku Lelaki dengan Suku perempuan...
hanzama menyadarinya baru kemarin..
..
sempat kemarin hanzama mencoba mencari bukti.. hanzama mencoba mencari bukti dengan bertanya kurang lebih seperti ini :
Hanzama : Kamu sendirian..? tak anterin gimana..?
Cwe : Gak ah.. aku nunggu dijemput ibu kok..
..
Dari statement diatas.. sudah bisa dibuktikan bahwa perempuan itu ternyata beraliansi dengan Gerakan ibu ibu untuk menjatuhkan kita.. Ini adalah tanda tanda deklarasi perang untuk kita, para suku lelaki..
bukti adanya aliansi antara cwe dan ibu ibu dibuktikan juga melalui statement orang tua hanzama sendiri yang mencoba melakukan serangan secara langsung :
..
Ibu Hanzama : Han... Kamu kan udah dewasa.. kapan nikah..?
..
Hanzama diam kala itu..yah... Hanzama sedikit kecewa karena ternyata orang tua hanzama adalah musuh...
.
Mencegah adanya pertumpahan darah.. hanzama pernah mencoba untuk melakukan serangan langsung..
Hanzama dengan gagah berani mencoba menyerang salah satu dari mereka..
...
Hanzama : Eh.. Udah makan blom..?
cwe : ihh.. siapa luh tanya2..
Hanzama : anjrit.. nanya gak boleh..
..
namun susah .. mereka cukup tangguh untuk termakan kata kata kita..
Hinga kemarin hanzama tiba2
..
cwe : Han.. mau pulang...?
hanzama : iyo.. buru2.. mau ngurus sesuatu di rumah..
cwe itu tersenyum
cwe : salam ya.. untuk ibu di rumah... ... bilang dari calon menantu..
..
JDUEERRR!
Hanzama langsung kalah dalam sekali serang..
yah.. mereka itu plin plan
...
bila tmn2 membaca ini.. mungkin hanzama sekarang sudah gugur dalam pertempuran..
dengan ini pula hanzama mendeklarasikan kepada teman teman sekalian..
ANGKAT PEDANG KALIAN! TERIAKAN SEMANGAT KALIAN! Tunjukkan bahwa gelar jomblo itu bukan hisapan jempol!
BERDIRI KAWAN! Ini bukan provokasi! Ini panggilan Kemanusiaan!
Majulah kawanku.. Tunjukkan kalau suku lelaki juga bisa jual mahal.. Kita juga pengen dibonceng ninja daripada supra..
Kita juga pengen dikasih perhatian daripada merhatiin..
Kita juga bisa bilang "Kamu nggak ngerti aku.." daripada "Kamu kenapa..?"
Perjuangkan harga diri KITA.. Smoga.. cahaya surga selalu menerangi disetiap jalan yang kita tapaki..
.
.. HANZAMA
18 JUNI 199X - 21 Januari 2017 (Sehat walafiat)
..
Sebelum Hanzama Tutup
v
v
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Prince Rabbit Dan Kapten Kura-Kura."
Prolog
Jauh.. Jauh..
.
Di Negeri nan jauh..
.
Dikisahkan oleh... sepupunya dari sepupunya.. sepupunya dari sepupunya.. sepupunya dari sepupunya.. sepupunya lagi dari sepupunya.. dan sepupunya dari sepupunya lagi..
Hidup seorang gadis cantik bernama Marlyn.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Manisku Manisku.. Tidur nyenyak dipangkuanku.."
.
.
.
.
".. Kelinci dan kura-kura ku"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
KRITIK DAN SARAN
V
V
V
