Chapter 79 : Breakdown
~11.00 Siang hari~
Ngantuk.
Itulah yang dirasakan Shikamaru sekarang. Berjalan tak tentu arah dengan mata yang sayu-sayu sipit, berharap orang-orang dari keluarga sabaku tidak menemukannya dibalik jaket 'pinjaman' miliknya.
Yah, Shikamaru memang tidak suka dipaksa. Dan lebih tidak suka lagi kalau hal yang dipaksakan berhubungan dengan wanita. Namun ada satu titik yang menganggu Shikamaru entah kenapa.
Tapi ah! Shikamaru tidak mau memikirkan hal merepotkan sekarang. Yang ingin ia lakukan sekarang adalah bersembuny-
"Ah.. Sudah kuduga itu kau Shikamaru."
"Hah?" Shikamaru menoleh saat dia mendengar seseorang memanggil namanya.
Di matanya, nampak Izumi itachi yang entah kenapa menatapnya penuh harap. Hikari juga ada disana, namun yah. kau tidak pernah tau apa yang ada di pikirkan anak kecil kan. Sebut saya pria kecil itu kini tengah menarik-narik kerah kaos Izumi dan melongok ke dalam baju ibunya sendiri, seakan meminta sesuatu (nenen).
Shikamaru menatap kedua orang tua ini. Seakan bertanya 'kenapa kalian ada disini'
Itachi malah tertawa setelahnya.
"Percumah menyembunyikan dirimu dengan jaket bagusmu itu. Kami tetap mengenali dirimu." ucap Itachi.
Shikamaru hanya membalas dengan pandangan bosan. Tentu dia tidak lupa kalau dirinya kini masih mengenakan jaket yang ia pinjam dari Menma.
"Oh iya.. Ngomong-ngomong.. Drama kalian mulai jam berapa?" tanya Izumi ingin tau.
"..." Shikamaru bahkan tidak mau menjawabnya. Yap, drama adalah salah satu hal yang ingin Shikamaru lupakan hari ini. Dan sialnya, Izumi baru saja mengingatkannya. Kalau boleh jujur, Shikamaru bahkan tidak sepenuhnya hafal dengan dialog merepotkan yang dibebankan kepadanya.
Melihat Shikamaru diam, Itachi malah langsung to the point.
"Melihat ekspresimu, sepertinya penampilanmu masih lama kan?" tanya Itachi.
"..."
"Sebenarnya kami mau minta tolong." lanjutnya.
Shikamaru memiringkan kepala.
"Tolong apa?"
Itachi malah tertawa.
"Bukan hal serius Kok.. Benar kan mama." Ujarnya menpuk pundah Shikamaru berkali-kali, Sembari meoleh ke Izumi.
Izumi menggaruk-garuk pipinya ragu.
"I-Iya.. Hehe.."
"Hanya 30 sampai 45 menit dan semuanya beres kok!" tambah Itachi tidak jelas.
"..."
Shikamaru menatap Itachi dan Izumi bosan. Dengan malas dia mengulang pertanyaannya.
"...Tolong apa?!"
Itachi tersenyum sebelum... mengisyaratkan Izumi untuk melakukannya.
.
sret.
Dengan sekali gerakan, Izumi sudah memposisikan Hikari di pelukan Shikamaru.
Shikamaru melongo.
.
"Tolong Jaga Hikari sebentar."
"Ha-"
"Hanya 30 Menit!"
"APA y-"
"Jangan khawatir, nanti kami kasih upah!"
"Tung-"
"bye!"
"OI!-"
.
.
Naruto ©Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
.
WARNING : Drama Hancur Dimulai
.
.
Gedung Theater.
Sai POV
(*Narator : Tunggu.. Apa-SAI?! Kenapa kita menampilkan Sai disaat seperti in-)
Aku sangat menyukai sandiwara. Bagiku, sandiwara adalah hal yang pantas untuk diperhatikan. Yah, menurut literatur sastra yang aku baca, akting adalah hal yang mendasari seluruh gejolak dalam tubuh manusia bercampur aduk. Dan bercampur aduk disini adalah arti dari menutupi satu perasaan dengan perasaan lain.
Layaknya orang sedih bisa melupakan sedihnya saat dia pura-pura bahagia. Tidak efektif memang, tapi itu adalah faktor psikologis yang mendasari pribadi yang kuat.
Banyak yang bilang kalau diriku adalah seorang yang memiliki akting buruk. Well, tidak semua tapi.. Sebagian teman-temanku di OSIS bilang begitu. Bahkan sang ketua Neji Hyuuga.
Mereka bilang, Sai! Kapan kau akan berhenti menampakkan senyum palsu mu itu.
Meskipun mereka sering menggunakan nada marah, namun aku hanya menganggap itu sebagai kepedulian seorang teman. Itu saja.
.
Dan yap. Disinilah aku. Menikmati pertunjukan hari ini sembari membawa buku catatan. Seperti yang dikomandokan Neji kemarin, Aku ditugaskan untuk menyurvey perkembangan pengunjung yang melihat pertunjukan hari ini. Tidak banyak yang harus ku lakukan, hanya menghitung pengunjung yang datang dengan grafik dan presentase.. itu saja. Jadi aku tidak benar benar 'menghitung' satu persatu orang yang datang.
Kemarin, sebenarnya kita dapat apresiasi sangat tinggi dari penampilan Sulap dan drama Iwa-Art. Namun entah kenapa ketua klub drama Iwa terlihat sangat murung, bahkan sampai tadi pagi sepertinya mood pemimpin tertinggi klub drama Iwa itu belum berubah.
.
Aku duduk di kursi paling ujung di barisan belakang. Kursi di depanku di dominasi oleh anak anak Iwa-Art. Tidak heran, hari ini akan ada dua pertunjukan yang tampil. Ada Klub drama Konoha, namun sebelum itu ada anak Iwa yang akan tampil bermain biola.
Di lain penjuru, aku bisa melihat beberapa orang konoha yang bergerombol dan membawa atribut sterofoam bertuliskan 'Love Sasuke'
Melirik ada Inuzuka Kiba disana, entah kenapa aku ragu kalau mereka adalah fans Sasuke. Yah, Jelas sekali mereka datang untuk mengejek atau mungkin mempermalukan teman mereka sendiri. Dasar.
.
10 Menit kemudian. Gedung ini sudah penuh sesak. Bahkan kursi yang ada di tengah sudah hampir penuh. Memang sih, kursi disini didominasi oleh anak Kono-Uzu-Iwa. Namun tidak sedikit juga para pengunjung luar yang ikut menikmati bersama sahabat mereka. Yah, pasrah atas apapun yang disajikan panitia. Hitung-hitung Hiburan. Lagian, ini festival kan? Gratis pula!
.
Tap Tap. Nampak kali ini beberapa pengunjung lain yang masuk. Pengunjung berseragam putih hitam itu dipimpin oleh seorang pemuda berambut putih, mereka duduk di kursi deret kedua di depan.
yah, kalau kau tidak tau mereka. Mereka adalah tamu kehormatan Neji Hyuuga hari ini.
Sedikit cerita lucu tentang 12 orang berseragam hitam putih itu. Sebenarnya, mereka adalah : OSIS SMU Karakura.
Kemarin ketua mereka Toshiro Hitsugaya. Datang kesini untuk menemui Neji guna membahas perihal studi banding dengan OSIS konoha (yang harusnya dilaksanakan hari ini di SMU Karakura). Namun saat Toshiro datang kemarin dan menemui Neji, Neji malah dengan sengaja membanting berkas yang ada di tangannya dan berteriak 'UAPAA?! BESOK?! BENARKAH?!' membuat telinga ketua SMA Karakura itu berasap karena 100 persen yakin Neji Hyuuga lupa dengan agendanya sendiri.
Untung keputusan bijak dari ketua OSIS SMU Karakura disetujui Neji. Yang mana studi banding itu diganti menjadi kunjungan ke Konoha dikala Festival. Dengan harapan Karakura bisa belajar banyak dari Festival yang diadakan di Konoha. Apalagi, Ketua SMU Karakura terlihat sangat tertarik dengan festival ini setelah dia menyambangi salah satu acara yang digelar anak Uzushio di panggung outdoor kemarin.
.
dan yap, itulah kenapa aku sangat yakin kalau Neji pasti sangat kebingungan mengurus apapun sekarang. Percaya atau tidak, tadi pagi dia bahkan berangkat ke sekolah mengenakan sendal jepit.
tapi ah! Itu tidak penting sekarang!
Yang penting adalah..
.
.
End of Sai Pov
~iwdwiw~
.
"... Dan yap terimakasih telah datang. Di Hari ketiga festival ini. Akan ada dua penampilan istimewa. Yaitu, penampilan dari Klub Music Iwa-Art dan klub drama konoha-"
.
.
Di belakang panggung,
"Yo.. Naruru..!"
Naruto menoleh. Di hadapannya, nampak Fuu yang kini telah berpenampilan rapi dengan dress.
Naruto memiringkan kepala saat dia melihat gadis satu atap nya ini ada di belakang panggung. Naruto tanpa banyak aksi malah mengajukan pertanyaan singkat.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Naruto.
Fuu malah tersenyum.
.
"... Untuk penampilan pertama, marilah kita sambut Fuu dari Klub Music Iwa-Art!"
PROK PROK PROK
Suara tepuk tangan penonton memenuhi gedung itu. Yang dipanggil sesegera mungkin membalas Naruto dengan senyuman ringan, lalu ia berlalu menuju panggung dan menempatkan diri. Membawa juga segala macam perlengkapan yang ia butuhkan untuk pertunjukkan.
Meninggalkan Naruto yang bengong.
Tambah bengong lagi saat beberapa menit berikutnya, gadis itu mulai bermain biola.
Whatt. thee. f-
.
.
Skip.
Masih di belakang panggung, 5 menit kemudian, meninggalkan Naruto dan Sasuke yang terperangah mendengar melodi biola dari Fuu. Shikamaru datang dengan santainya. Err.. Membawa Hikari.
"Shikamaru senpai?! ya ampun dari mana aja!" Dan yap. Langsung saja disambar marah-marah oleh Matsuri.
Shikamaru hanya melayangkan pandangan malas. Menunjuk botjah kecil yang sekarang tengah mengunyah donat. Botjah kecil yang harusnya segera kembali ke orang tuanya, namun pasangan suami istri gaje itu tidak kelihatan batang hidungnya sampai sekarang.
Yah, kau tidak akan percaya. Dimana beberapa detik yang lalu, Shikamaru harus berdebat dengan penjual donat karena Hikari dengan ngawur mengobrak abrik dagangannya dengan mengigit setiap rasa yang ada lalu mengembalikannya lagi. Yah, itu adalah saat dimana Shikamaru lengah, menggendong Hikari terlalu dekat dengan stand makanan saat dia tengah berbincang dengan Menma dan Shion (baca : Menma meeminta jaketnya kembali dengan paksa)
Untung Shion yang tidak tega melihat Hikari menangis tadi, dengan sukarela membayar tuntas hasil perbuatan Hikari, tanpa mempertanyakan lebih lanjut apa dan kenapa Shikamaru bisa menggendong seorang pria kecil. Bahkan dengan baik hati Shion membelikan sekantung penuh donat untuk Hikari. Yah, Untuk Hikari, tidak untuk Shikamaru.
Shikamaru menjawab pernyataan Matsuri dengan tatapan bosan. Mengisyaratkan kalau pria kecil yang ada di gendonganya tidak bisa diajak kerjasama.
Matsuri yang tidak terkejut sama sekali, malah dengan baik hati mengambil alih peran Shikamaru dengan menggendong Hikari. Lalu tanpa pikir dua kali, langsung mengkomandokan Shikamaru untuk ganti kostum.
Hikari yang berpindak tangan kini masih sibuk mengunyah donatnya. Sembari sayup sayup menatap sekitar, mencoba mengidentifikasi asal suara yang menganggunya. Yah, Suara biola nyaring yang menghasilkan melodi asing di telinganya.. Itu sebelum pandangannya mendapati sosok yang ia kenali tengah berdiri di samping sosok lain yang ia kenali pula.
"..Cacuke!"
.
.
Sriiing.
Yap, Entah kenapa Sasuke merinding mendengar suara cempreng yang ia dengar dari balik punggungnya. Tanpa menoleh, dia menelaah apa yang barusaja di terima oleh gendang telinganya.
Membayangkan kalau dia berbalik badan, dia akan melihat Pasutri gaje + anaknya yang kini sudah berada di belakang panggung.
.
SREET!
Sasuke menoleh.
Namun apa yang ia lihat lebih parah!
.
KENAPA HIKARI ADA DI GENDONGAN MATSURI?!
.
~IWDWIW~
Meanwhile
"Ayo cepat! Atau kita akan ketinggalan melihat penampilan Sasuke!" Ujar Mikoto yang kini tengah mengoprak-oprak suaminya untuk buru-buru.
"Hn." Sedangkan fugaku hanya menjawab santai sembari mengikat tali sepatunya.
Hahh.. Memang tidak biasa, Ini hanya drama kan? Dan seingat Fugaku, dirinya dan Mikoto juga pernah melihat sasuke bermain peran dikala SD dulu.. memang apa yang beda kali ini? Fugaku tidak mengerti..
"TCH! Kau lama sekali fugaku! Baiklah! Aku yang menyetir!" ucap Mikoto kepada Fugaku.
Fugaku melotot.
"JANGAN!" Dengan reflek dia berteriak mencegah Mikoto.
Yah, kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi saat Mikoto sudah memegang setir. Aku membicarakan perihal Dominic Torreto versi perempuan. Sosok yang tidak bisa sabar berkendara dibawah 60 Km/jam. Sosok yang dengan tidak masuk akalnya melakukan adegan ala tokyo drift di jalan raya.. Sosok yang tidak mengerti konsep lampu merah.
Dulu saat Fugaku menikahi Mikoto. Hal yang menjadi sumpahnya sebagai seorang kepala keluarga hanya satu : Menjauhkan Mikoto dari roda kemudi. Jenis roda kemudi apapun.. Termasuk bom bom car.
Dan pria dewasa ini tidak akan membiarkan sumpahnya hancur begitu saja hanya karena ingin menuruti sang istri menonton drama anak bungsunya..
"A-AKU YANG AKAN MENYETIR!" Lanjut Fugaku tegas.
Mikoto hanya menghela nafas.
"Makannya cepat dong!"
.
.
Meanwhile 2
Di sebuah ruangan rapat
Nampak Minato kini tengah duduk dan mendengarkan Perdana menteri sedang menjelaskan tentang rencana pembangunan Kota.
Hoamm..
Minato tidak menyangka kalau rapat besar ini membuat mata Minato terasa berat. Asal kalian tau, ini adalah hari ketiga dimana Minato harus duduk dan mendengarkan perdana mentri mengoceh.
Dan yap, dihari yang penting seperti ini, Minato malah tidak dalam keadaan fit. Minato seharusnya mendengarkan setiap kata dari pemaparan perdana Mentri Sarutobi karena bisa saja hal yang tidak di tangkap pendengarannya akan berdampak buruk kepada pemrintahannya kelak. Yah, Minato tidak akan memungkiri, menjadi tauladan bagi walikota-lain adalah tanggung jawabnya seba-
BRAKK!
"MINATO-TTEBANE!"
Minato yang awalnya diam terkantuk-kantuk kini dipaksa melek sepenuhnya. Sialan, dia lengah.
Seluruh peserta rapat yang ada di sana kini pandagannya tertuju kepada orang yang masuk. Lalu beralih ke Minato, tak terkecuali sang perdana mentri.
Kushina yang tidak peduli akan situasi dan kondisi. tanpa aba-aba mendekati Minato dan mencoba menarik pria itu berdiri.
"Kita Harus cepat! Sebelum pertunjukannya berakhir!" ucap Kushina yang kini sudah memegang tanya kuat Minato dengan kedua tangannya.
"Err.. Ehem.. Kushina." Sela Minato. Mencoba mendapatkan perhatian dari sang istri karena kumat di tempat yang salah. Minato melirik ke seluruh penjuru ruangan. Mendapati Yamato yang berdiri di ambang pintu sembari menampakkan raut 'kami sudah mencegahnya sebisa mungkin.'
Minato bisa melihat tampang tobat perdana mentri Sarutobi. Yah, bukan hal baru kalau Kushina memang tidak bisa memandang terhormat sang perdana menteri.
"Hahh.. Pergilah." ucap Sarutobi akhirnya.
"H-Ha?" Minato menatap sang perdana menteri heran. Mengartikan apa yang keluar dari mulut orang tua itu adalah sebuah kalimat pengusiran.
"Kalian berdua.. Mengganggu rapat saja! Pergilah!.." ucap sang perdana menteri kepada kedua pasangan tidak jelas yang kini saling tarik menarik.
Bukannya merasa bersalah atau apa. Kushina malah menatap berbinar sang perdana menteri dan berucap.
"Benarkah?! Terimakasi sensei!" ucapnya.
Sang perdana menteri hanya menghela nafas.
".. Aku bukan sensei mu! Sekarang pergilah! Urus urusan kalian! jangan kembali sebelum itu benar benar slesai!"
Kushina hanya nyengir.
.
Yah, asal kalian tau, Sebelum menjadi menteri, Perdana menteri Hiruzen Sarutobi adalah seorang guru. Dan dengan sangat kebetulan, Kushina yang ada disini adalah murid dari Sarutobi.
Anggap saja Hiruzen terlampau paham dengan tabiat Kushina, dan sudah tidak shock lagi dengan sifat 'terlampau lebay' anak didiknya itu. Jadi Hiruzen hanya akan memaklumi dan menatap iba Minato yang kini harus meladeni sifat tidak masuk akal istrinya.
Dulu, mengetahui kalau Kushina akan menikah dan calon suaminya adalah Minato, Sarutobi tidak bisa berhenti tertawa selama 2 hari berturut-turut. Membayangkan seperti apa hasil dari perpaduan 'Gadis alay enerjik' dan 'pemuda kalem adem'
Sekarang? yah kau tau apa yang terjadi.
Untung! Untung saja, Perdana menteri dan istri walikota konoha punya hubungan sosial dimasa lalu. Kalau tidak, pasti ajudan Hiruzen sudah menembak mati Minato di tempat.
Yah. untung saja.
.
Tanpa aba-aba Kushina segera menarik Minato keluar dari situ.
"TUNGGU KUSHINA! AKU BELU- OI!"
BLAM!
.
Meanwhile 3
Di tengah festival. Nampak pak penhulu berjalan mantap mendekati gedung theater Konoha. Yah, dia sudah menetapkan jalan hidupnya semenjak dia disumpah akan pekerjaannya. Pekerjaan mulia menyatukan dua insan menjadi satu.
Pekerjaan yang tegas dan memiliki moto..
.
'Pantang pulang sebelum ijab.'
.
.
.
.
.
.
.
(Sadar pak.. inget anak istri dirumah)
~iwdwiw~
.
.
Prok Prok prok prok..
Tepuk tangan para penonton di gedung Theater Konoha mengakhiri penampilan Fuu kala itu. Dengan ini pula, berakhir sudah penampilan biola gadis berambut hijau itu mewakili klub music Iwa-Art sebagai penampilan perdana di hari ini.
dan yap.. err.. sekian.
.
.
-Singkat banget-"
~I WILL DO WHAT I WANT~
"Prince Rabbit dan Kapten Kura-kura."
Langsung ahh~
Skip Ke Drama
.
Suasana yang gelap di gedung theater, nampak sang narator kini sudah mulai membacakan Narasi untuk dramanya.. (Narator yang bersangkutan tak lain dan tak bukan adalah Koyuki Kazahana)
.
"Alkisah..Di sebuah hutan yang lebat, ada sesosok kelinci yang terkenal akan ketampanannya. Seekor pangeran kelinci yang sangat ditakuti pula karena kemampuan berpedangnya. Tak ayal setiap orang yang berjumpa dengannya, mengaku selalu mendengar suara angin ribut dan hantaman petir seakan kedatangannya adalah awal dari kehancuran."
Tirai akan dibuka. Diiringi dengan backsound Hellmarch dari neraka, nampak Sasuke yang tengah berdiri gagah di tengah panggung.
SREEET!
Sosok itu terlihat!
Diiringi lagu kematian..
JENG JENG!
.
.
.
~Seluruh kota.. Merupakan tempat bermain gembira..
Oh Senangnya.. Aku senang sekali-
.
Koyuki menoleh ke operator backsound yang salah menyetel lagu. Mengisyaratkan pandangan gahar .. LAGU KEMATIAN OYY! BUKAN LAGU SINCHAN!
Dengan meminta maaf, sang operator backsound menebus kesalahannya dengan mengubah lagu menjadi : 4/4 String Ostinato in D minor
Koyuki menepuk jidatnya saat yang didengarnya adalah lagu soundtrack spongebob di episode 'dolar yang ke sejuta'
Mengepalkan tangan marah ke operator backsound. Koyuki akhirnya menyuruh orang-orang yang tidak becus itu untuk mematikan lagu nya.
Kembali ke Sasuke.
"... Dan.. sang pangeran itu kini tengah-"
.
Semua memperhatikan Sasuke. Entah apa yang dipikirannya, semua penonton tidak bisa menebak raut dingin yang mengisyaratkan intimidasi itu. Sebuah raut natural seorang pangeran bertangan dingin. Benar-benar, menjiwai peran.
Yah. Well..
Sasuke diam.
"..."
"..."
"..."
"..."
Diam.
.
Berkeringat dingin.
.
Membatin.
'NJERRR! GW HARUS NGOMONG APAAN?!'
Dia 100 Persen blank!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxx
Author Note(s) : YOSSSSHHH! Hanzama Is back! *bangkit dari kubur*
NGABUBURIT KUYYY! *Teriak-teriak gaje* Satu langi chapter terlampaui.. Hoft!
Nggak terasa udah mau lebaran lagi.. cihuyy!
Oke, hanzama mau buka bukaan disini. Jujur, entah kenapa akhir akhir ini hanzama merasa jiwa sastra hanzama mulai redup.. *alah* otak jernih hanzama kini sudah dikuasai politik 0.0
.. Mungkin hanzama mau dong, minta ke sahabat reader sekalian.. kasih satu pantun aja bwat menyemangati hanzama.. untuk menyalakan jiwa sastra hanzama lagi *alah*
..
tapi ini serius, hanzama memang sedang benar-benar butuh motivasi untuk melanjutkan IWDWIW.. takut kalau nanti iwdwiw Discontinue.. sedih.. hiks..
..
Err.. Mungkin hanzama harus mempertimbangkan calon istri segera. ( '.')a kali aja ada (kali aja.. kalau ada) istri yang mau romantis-romantisan pake panpic.. alah.. tambah ngelantur..
..
okesip.. mengingat udah mao buka puasa.. dan hanzama inget kalau gak punya apa-apa untuk dimakan.. mungkin hanzama akan mengakhiri.. oh iya.. untuk segala macam kesalahan di chapter ini.. mungkin bisa dikoreksi kalau berkenan..
kalau sempat, hanzama akan perbaiki setelah buka nanti.. tadi belum sempet cek ulng soalnya..
okesip mungkin itu..
salam hangat dari hanzama. semoga sukses selalu..
ketemu di chapter depan.. semoga saja..
BYEE!
KRITIK DAN SARAN
V
V
V
V
