Author Note(s) : *Berbisik* Hello~ .. Ahh.. Long time no see~
Oke, Pertama-tama, hanzama mau minta maaf karena telat hampir 1 tahun-"
trus kedua-dua.. Ini yang jadi point penting : Sebenarnya, master plan Hanzama tentang IWDWIW lenyap bersamaan dengan laptop lama Hanzama yang sudah meninggal dunia.
Jadi, Hanzama akan skip banyak adegan di festival arc. Dan akan lanjut ke fase berikutnya (Arc yang baru, yap) Karena IWDWIW sudah sangat late dari perkiraan. karena terlalu fokus ke humor. Dan Hanzama belum benar-benar menyajikan nilai-nilai kehidupan yang berarti di project yang sudah 80 chapter ini.
Yaps, mungkin sebentar lagi sudah saatnya berpisah dengan Hanzama yang humoris, dan mulai berkenalan dengan Hanzama yang bijak dari masa depan. Ehem..
Sebelum Hanzama mulai, sedikit Kutipan dari Hanzama yang Bijak-ehem.
.
"Semua orang pasti akan berpikir kau gila karena mempercayai sesuatu yang mustahil. Tapi saat kau mencapai kemustahilan dengan usahamu sendiri. Kau akan sadar, Ternyata gila itu sangat memuaskan." - Hanzama
.
Cekidot
v
Chapter 80 : Perfect Act
Riuh tawa.
Itulah yang terjadi di gedung theater konoha seiring berlangsungnya drama yang tampil detik ini. Bahkan sosok penuh kepalsuan seperti Sai, sedari tadi sudah tertawa terpingkal-pingkal melihat apa yang dilakukan para pemeran.
Bahkan Shikamaru yang terlampau jenius, tidak bisa memastikan lagi keterkaitan jalan cerita dengan aksi yang terjadi.
.
Naruto ©Masashi Kishimoto | I Will Do What I Want © Hanzama | Rating : T(+) | Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
Kakuzu. Yap. Kita sekarang beralih ke Kakuzu (dan Hidan)
Membicarakan soal Akatsuki corp. Tidak akan lepas dari figur-figur hebat yang menjadi tiangnya. Sebut saja perusahaan yang berpoerasi di bidang mainan ini sudah sangat dikenali bahkan sampai mancanegara. Maksudku, siapa yang tidak kenal dengan brand topi bundar-kerucut-lebar yang kini sangat populer di kalangan para petani? Atau mainan ikonik gedo masho yang kini menjadi perbincangan hangat di forum dukun internasional?
Semua kesuksesan dan euforia itu, tidak lepas dari seorang pemuda bernama Kakuzu. Yap, seorang punggawa sekaligus manajer keuangan dari Akatsuki corp.
Bila bukan karena Kakuzu, Akatsuki-corp sekarang mungkin hanyalah sebuah toko kelontong di pojokan kota Ame.
Semua itu tentang ambisi. Yap, ambisi. Kakuzu memang orang yang paling perhitungan soal uang. Namun. Justru karena itu, para pegawai Akatsuki-corp sangat takut meminta kenaikan gaji. Keuntungan berlipat untuk perusahaan.
"Hei Kakuzu?" ucap Hidan kepada Kakuzu, mereka kini tengah menjaga stand Akatsuki.
"Hm?" Kakuzu menyahut tanpa menoleh, masih sibuk dengan kalkulator.
"Menurutmu, dari kita semua. Siapa yang akan paling akhir menikah?" tanya Hidan.
Kakuzu sepenuhnya berhenti dari kegiatannya.
"Kenapa kau bertanya begitu?"
Hidan semakin dalam melamun.
"Yahh.. Kau tau kan? Kita 'semua' kan membangun bisnis bersama sebagai sahabat. Dan sesemangat apapun kita di masa muda, bukankah memang seharusnya kita memikirkan menikah?" tanya Hidan.
Kakuzu tidak mengerti. Setelah sekian lama, baru kali ini Hidan membicarakan hal berbau 'dewasa'. Tapi bagaimanapun sebagai teman yang baik, tentu saja Kakuzu harus menjawab dengan serius.
"Terntu saja dirimu." balas Kakuzu. Berakhir dengan jitakan.
"Bodoh! kau pikir berapa pacarku dulu HAH?! 28 tau!"
Kakuzu tidak menanggapi.
"Hahh.. Menyebalkan. Aku mengenal kalian sangat lama, dan aku sangat paham kehidupan kalian.. yap, semua kehidupan kalian, selain percintaan. Sepertinya kalian sangat mahir menyembunyikan hal berbau pasangan." celoteh Hidan.
Kakuzu mendengus. Yang sayangnya didengar Hidan sebagai sindiran
"Kau ini, memang tidak bisa diajak diskusi." balas Hidan.
Kakuzu tanpa disangka mengeluarkan sebuah kaca pembesar dari tasnya.
"Ku-beri kau sesuatu." ucap Kakuzu, sembari memamerkan sebuah kaca pembesar.
.
.
"Huh?" Hidan melirik kaca pembesar itu.
"Ini kaca pembesar ajaib." lanjut Kakuzu.
"Ha-"
"Arahkan ke ubun-ubun seseorang, dan kau bisa membaca pikiran orang tersebut."
"Benarkah?"
Kakuzu mengangguk.
"Mungkin kau bisa mencari tau rahasia kawan-kawan Akatsuki dengan benda ini." Lanjut Kakuzu, membayangkan Hidan akan menganggu ubun-ubun Pein dengan kaca pembesar.
"..." Hidan diam. Dia menerima kaca pembesar itu dengan takjub..
.
.
... Sebelum membanting keras dan menginjak-injaknya.
"KAU PIKIR AKU BODOH HAH?!"
.
~IWDWIW~
.
~Chapter 80~
Pak penghulu berdiri di dinding paling belakang dengan sedikit ketertarikan, awalnya sih.. Niat orang paling bijak se antero Konoha ini adalah untuk mencari pemuda yang harusnya dijadwalkan menikah hari ini. Namun karena ruangan gedung theater terlalu ramai dan drama sudah dimulai, mau tidak mau pak penghulu ikut memperhatikan. Pada akhirnya dia ikut memperhatikan drama.
Drama hari ini, menceritakan seorang gadis bernama Marlyn yang dibuang di hutan oleh keluarganya. Karena kekecewaan yang mendalam, sang peri hutan menaruh kasihan kepada sang gadis, dan merubah seekor kelinci dan seekor kura-kura menjadi manusia untuk menemani si gadis kecil di hutan. Meskipun sang kelinci dan Kura-kura saling berseteru, saling bersaing untuk diakui 'siapa yang paling dicintai Marlyn' (Dengan melakukan lomba lari, dan adu pedang), mereka tetap sahabat dan keluarga yang bahagia.
Hingga di suatu ketika, saat seorang ajudan kerajaan ketahuan melakukan pemburuan kepada sekelompok kelinci di hutan, Prince Rabbit (Setidaknya begitu tulisan yang ada di naskah) murka dan mengajak duel berpedang kepada ajudan tersebut (yang dalam kasus ini diperankan oleh Shikamaru). Karena kepiawaiannya dalam berpedang dan kelincahannya, sang Prince Rabbit pun menang.
Sang ajudan, yang tidak terima dikalahkan oleh pendekar antah berantah (berbando kelinci), akhirnya melapor ke sang pangeran, mengatakan bahwa ada penjahat yang mengamuk di hutan, dan bilang bahwa penjahat tersebut sangat berbahaya.
Tanpa pikir panjang, sang pangeran (Gaara) pun menuju hutan dan mencari penjahat tersebut (yang dideskripsikan sang ajudan sebagai pemuda bertelinga kelinci). Alih alih menemukan Sasuke. Yang ditemui malah Naruto. Yap kapten kura-kura yang tengah melatih kura-kura kecil menjadi prajurit. Karena Gaara mengatakan bahwa dia mencari seorang penjahat bertelinga kelinci untuk dibunuh, Naruto pun tanpa segan langsung mengajak Gaara bertarung (Sang Kapten Kura-kura mengeluarkan pedang Star Wars andalannya)
Sang Kapten kura-kura tumbang kala itu. Tidak sadarkan diri, lalu dijebloskan ke penjara.
Dalam penjelajahannya ke hutan setelah mengalahkan Kapten Kura-Kura, Sang pangeran tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik. Sang pangeran pun jatuh cinta kepada kecantikannya.
Sang pangeran pun mengajak sang gadis ke istana. Sang gadis menyetujuinya.
.
~PERFECT ACT~
.
"Shikamaru. Hikari mana?"
"Hn? Oh, dia sedang bermain dengan topeng di pojok ruangan" Shikamaru menjelaskan ke Sasuke menunjuk ke ujung ruangan dimana Hikari kini sedang-
"Mana?!"
Shikamaru melotot. Waduh.
..
Tirai kembali dibuka. Kini memperlihatkan sang kapten kura-kura terjebak di sebuah kerangkeng besi. Seluruh penonton kembali memperhatikan.
"Hah.. Malang sekali Nasibku. Aku dipermalukan oleh seorang bocah dan kini aku terkurung sendiri-"
"Nyamm.."
"Hah?!"
Naruto menoleh. Tepat di atas panggung, Dekat di samping-belakang tempatnya berdiri sekarang. Hikari tengah duduk sembari mencoba mengunyah pedang Star Wars Naruto. Sepertinya Hikari menyeret pedang itu dari belakang panggung. Warna merah menyala mungkin diibaratkan Hikari sebagai permen.
.
"Err.." Naruto tidak bisa berkata apa-apa.
Sementara Shikamaru, Matsuri, Sasuke, Yukata dan Gaara yang melihat dari belakang panggung hanya melongo. Waduh!
Terlepas dari perasaan shock, dan ketidak mampuan Shikamaru menjaga seorang pria kecil. Kini mereka berlima harus berpikir untuk mengeluarkan Hikari dari panggung. Tanpa merusak suasana tentu saja.
Koyuki juga tak kalah terkejut, dia membolak balik Naskah Narator yang ia pegang, memastikan bahwa pria kecil itu memang tidak ada dalam adegan.
"Psst.. Hikari.. hush.. husuh.." Naruto di atas panggung mencoba mengusir Hikari. Dengan gerakan tangan seperti mengusir ayam, dan suara sepelan mungkin.
Hikari yang tadinya tidak menyadari keberadaan Naruto, malah kini menoleh kepada Naruto yang kini tengah berada di dalam jeruji (yang terbuat dari pipa dan di cat seperti besi). Hikari menatap Naruto hampir 5 detik, sebelum dia berucap.
.
"Nalu..to."
Naruto menepuk jidat.
Gerombolan yang ada di belakang panggung semakin speechless. beberapa penonton tertawa, terutama gerombolan Kiba. Pemuda bertato di pipi itu sedari tadi sudah terpingkal-pingkal tidak kuasa.
Meskipun Naruto senang namanya disebut oleh pria kecil yang belum terlalu paham kosa-kata, tapi Naruto sadar ini bukan waktunya untuk merayakan kebahagiaan.
Naruto men death glare Shikamaru yang ditugaskan untuk menjaga Hikari beberapa menit lalu. Namun sepertinya tidak ditanggapi karena lima orang tidak jelas itu kini malah sibuk berdiskusi untuk mengeluarkan Hikari dari Panggung. Naruto bisa melihat Matsuri membolak-balik Naskah drama ini dan mencoret lalu memberi penjelasan kepada 4 orang yang lain.
'KELAMAAN WOOY!' Batin Naruto.
.
"Naluto!"
Naruto sepenuhnya terkejut, karena Hikari barusaja berteriak 4 oktaf dengan menyebut namanya.
"Ha? Bukan!" Balas Naruto kepada Hikari.
Para penonton tertawa.
"Naluto.. Naluto.."
DEG! Hal selanjutnya yang Naruto tau, Hikari merangkak mendekati jeruju Naruto. WADUH! Naruto menoleh lagi ke orang-orang yang ada di belakang panggung. Mereka tambah banyak, kini Naruto bisa melihat Sara, ketua klub drama Iwa : Kaguya, Shion, dan pemuda bernama Menma. Mereka ikut berdiskusi bersama para pemeran.
Sementara Hikari, semakin manatap saja merangkak karena yakin bahwa pemuda yang ada di dalam jeruji adalah orang yang familiar di otaknya. Bahkan Hikari tidak memperdulikan tawa penonton maupun ke-sembilan orang yang kini tengah ribut di belakang panggung.
.
.
"Ah disini kau rupanya."
Konsentrasi Hikari teralihkan oleh sebuah suara yang datang dari belakang nya. Hikari menoleh. Naruto juga ikut memperhatikan saat seorang masuk ke atas panggung.
Seorang gadis lengkap dengan kostum lusuh dan berdandan ala pelayan. Semua anak Iwa-Art yang ada di bangku penonton langsung bertepuk tangan saat tau siapa yang masuk. Kaguya.
"Kaguya senpai!"
"Piwit.. piwit.."
"Hehh? Apaan nih?!" Dilain sisi Naruto tambah bingung, karena alih-alih teman se klubnya yang masuk. Malah Kaguya, yang notabene nya adalah ketua klub orang lain. Naruto mencoba menatap Matsuri meminta penjelasan, namun Matsuri malah lebih memilih menggigit kuku jarinya sendiri daripada menanggapi Naruto.
Kaguya dengan satu gerakan mantap segera meghampiri Hikari dan menggendongnya. Meskipun Hikari berontak dan tetap bersikukuh untuk mendekati Naruto.
"Aaaaaaa.."
Naruto yang bingung malah menatap penonton, Kaguya dan Matsuri secara bergantian.
"Hm? Ah! Jadi kau adalah manusia kura-kura yang dikalahkan pangeran kemarin?" tanya Kaguya kepada Naruto.
"H-Ha?"
"Aku tau, pangeran memang sangat suka bertarung. Dan ini adalah kesekian kalinya dia membawa orang asing sebagai tawanan." lanjut Kaguya.
"..." Naruto menelan ludah. Takut-takut kalau kaguya berhenti bicara dan Naruto tidak bisa menanggapi. Dan berakhir dengan Naruto yang akan ditatap aneh oleh penonton (Err.. Kau sudah ditatap aneh sejak tadi Naruto)
Namun sepertinya panggung sepenuhnya milik Kaguya, karena dia terus berdialog, entah mengutip dari mana. Yang jelas, tidak ada dalam naskah.
"Aku adalah Emy. Dan anak kecil ini.. adalah Jefrey, dia anakku... Dan anak sang pangeran." ucap Kaguya.
Naruto melongo.
Belum slesai keterkejutan Naruto. Panggung kembali ramai dengan masuknya gadis lain yang asal nimbrung ke cerita. Shion Sara.
"Putri! Ternyata anda disini! saya mencari anda kemana-mana! Kenapa anda dan tuan muda Jefrey keluyuran sampai ke tempat seperti ini! Anda akan kena masalah bila sang pangeran tau anda dan Jefrey turun dari menara istana." Lanjut Ujar Shion kepada Kaguya
Kaguya tertawa.
"Maaf, aku tadi hanya menengok beberapa penjaga yang berjaga disini." Hikari sepertinya merasa nyaman saat digendong Kaguya.
"Sebaiknya kita segera kembali ke menara sebelum pangeran kembali, atau dia akan murka!" Lanjut Shion.
Kaguya mengangguk, sebelum melirik ke Naruto dan menggendong Hikari keluar panggung.
beberapa penonton riuh setelah sedetik Kaguya hilang dari panggung. Membuat Naruto bengong lagi.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
Naruto baru tersadar saat dia ditimpuk potongan kecil donat (milik Hikari) oleh Sasuke dari kejauhan.
Naruto menoleh dan melihat Matsuri mengisyaratkan Naruto untuk kembali ke naskah.
"Err.. Oh!
.
~iwdwiw~
BREAK THE XOVER WALL SPECIAL
Panggung penonton
Sakura ikut tersenyum saat penonton yang ada di gedung itu tertawa. Sesekali dia mencoba menegur Kiba yang tertawa terlalu keras. Yap, tidak ada yang bilang bahwa duduk di dekat seorang Kiba Inuzuka adalah hal yang menyenangkan. Untung Sakura adalah ketua kelas yang sabar, jika tidak. Dia pasti sudah menjejali Kiba dengan HP nya sendiri.
Asik memperhatikan pertunjukan yang ada di panggung, HP Sakura bergetar. Sakura dengan sigap melirik layar HPnya. Namun mengetahui yang menelpon adalah orang yang menganggunya semenjak kemarin, Sakura sedikit ogah-ogahan untuk menanggapi.
Tapi, menjawab lebih baik daripada mereject. Yap, Sakura akan paham endingnya bila telfon ini tidak diangkat. Pemuda yang ada di sebrang pasti akan ribut.
Dengan satu gerakan jempol. Sakura menjawab telfon, bahkan mengabaikan dimana posisinya sekarang.
"Halo.."
'Hei bodoh. Aku sudah sampai di jepa-hoekkkk.'
"Hah?"
'Onore.. Ku beritahu kau, orang yang menemukan pesawat memang berniat menyiksa penumpangnya. Maksudku, berkendara dengan besi terbang adalah ide bodoh-hoekkkk.'
"Kau dimana tadi?" tanya Sakura memastikan.
.
'Aku di jepang. Di bandara tepatnya.'
"Serius?!" Tanya Sakura antusias. Yap bila pemuda di sebrang telfon itu tidak berbohong saat ini, Sakura akan sangat girang mendengar si rambut merah muda-kembarannya ini pulang ke jepang. Maksudku, entah sudah berapa tahun Sakura tidak melihat secara langsung sepupunya ini.
'Kapan aku pernah membohongimu sakuragami.'
"Baiklah! Akan ku jemput ke bandara!" ucap Sakura senang, dia berdiri dari tempatnya duduk dan berniat pergi, meskipun drama yang ada di depannya belum sepenuhnya slesai.
'Kalau begitu, jemputnya naik sepeda saja. Aku tidak tahan naik kendaraan bermesin-Hoekk' balas pemuda yang ada di sebrang, sepertinya dia masih sibuk muntah.
Sakura tertawa.
"Kau ingin menyiksaku? bersepeda dari foREVer Street ke bandara Konoha itu jauh kau tau." ujar Sakura, dia segera berjalan keluar dari gedung theater. Dia bahkan tidak mendengarkan saat Kiba bertanya kepadanya.
..
Setelah menelfon orang tuanya, Sakura segera saja melesat ke bandara. Kalian tau apa respon dari orang tua Sakura?
Kizashi : Haloo.. Anda sedang menghubungi Kizashi yang kebetulan sedang bekerja.
Sakura : Otou-san!
Kizashi : Oh Sakura. Ada apa?
Sakura : Natsu ada di bandara! Dia pulang ke jepang!
Kizashi : Benarkah?
Mebuki : UAPAA?! *Berteriak dari kejauhan*
Sakura : Oka-
Mebuki : ANATA! KITA HARUS MENUTUP RESTORAN SEKARANG! TERUS KITA BERES-BERES RUMA-TUUT TUUT
Yah, biarkan saja mereka.
...
Sakura mengayuh sepeda yang ia pinjam dari rumah Yamanaka dengan mantap. Sakura sebenarnya punya sepeda sendiri, tapi sepeda itu ada di loteng, dan toko bunga Yamanaka lebih dekat dari sekolah dibanding foREVer street.
Satu satunya alasan Sakura benar-benar berniat menjemput sepupunya dengan sepeda adalah, karena dia sudah lama tidak bertemu dengannya. Dan Sakura paham betul pemuda itu benar-benar tidak tahan dengan kendaraan bermotor.
Setelah bicara dengan paman Inoichi tentang apa yang terjadi, ayah kandung Ino itu dengan senang hati meminjamkan sepeda yang biasa digunakan untuk mengantar bunga kepada Sakura. Tentu saja Inoichi tidak menimpan keraguan sedikitpun kepada Sakura, karena gadis itu memang sering membantu banyak di toko bunga Yamanaka. Bahkan sebelum pergi, Sakura sempat ditawari onigiri, namun Sakura menolak dengan halus.
20 menit perjalanan Sakura, hingga akhirnya dia sampai ke Bandara Konoha.
Dia disambut dengan seorang pemuda yang berdiri tepat di pinggir jalan. Berjaket hoodie berwarna hijau lengkap dengan syal putih bermotif kotak-kotak. Dia membawa tas ransel berwarna biru tua. Di tangan kanannya, dia memegang air mineral yang sepertinya barusaja dia beli dari minimarket terdekat.
Wajahnya masih pucat. Tipikal orang yang mabuk kendaraan dan jet-lag secara bersamaan.
"Hoii! Sakuraga-hoemhppt-" Teriakan pemuda itu terhenti karena mual yang masih ia rasakan.
Sakura mendekat. Hal pertama yang ia lakukan adalah, turun dari sepeda dan.. Menjitak keras pemuda yang ada di depannya.
"wadaww!"
Sakura lalu memeluk pemuda itu.
"Hei-hei.. Simpan pelukanmu di rumah. Aku masih merasa mual." omel sang pemuda saat tiba-tiba diserang dengan tamparan dan pelukan, tidak bisa membedakan kangen dan kesal dari sang gadis.
.
Sakura masih memeluk sang sepupu, sebelum berucap.
"Welcome back."
.
"Err.. Thanks."
.
END OF THE BREK THE XOVER WALL SPECIAL
.
Kembali ke drama.
20 menit berlalu.
Awalnya sih. Sasuke merasa tenang karena Hikari diselamatkan dari atas panggung di adegan pertengahan drama. Tapi tetap saja, mempercayakan seorang bocah kepada gadis-gadis pandai akting ternyata hanya membuat suasana memburuk.
Bahkan ending yang seharusnya 'Matsuri kembali ke hutan dan hidup bahagia dengan Prince Rabbit dan Kapten Kura-Kura' nyatanya berubah 180 derajat.
Diatas panggung, Kini sang pangeran tengah bersitegang dengan Kaguya, Matsuri dan Sara.
Sepertinya sang pangeran tertangkap basah sebagai seorang playboy.
.
.
.
TBC
Natsu © Hiro Mashima
Pendek, dont worry. Chapter 81 besok. Stay still.
REVIEW
V
V
V
V
V
