Jika aku bertanya, hal paling ajaib apa yang pernah kalian tau, kira-kira menurut kalian apa Hm.. mungkin melihat jatuhnya komet 100 tahun sekali melintasi atmosfir? atau melihat seorang pengidap penyakit kronis tiba tiba sembuh dalam semalam? atau mungkin mendengar cerita seorang yang tiba-tiba terbangung di negeri dongeng?
Bagiku, hal yang paling ajaib sejauh ini adalah melihat Naruto sangat rajin membersihkan halaman. Aku tidak berbohong di chapter lalu saat aku katakan dia tengah menyapu dedaunan. Akhir-akhir ini dia sangat rajin. Bahkan hari ini. dia tengah memangkas rumput.
"Sasuke."
"Hn?"
"Apa menurutmu dia baik-baik saja?" tanya Shikamaru kepada Sasuke yang kini tengah sama-sama memandang kegiatan Naruto dari dalam rumah. Mereka mengintip dari sisi lain jendela, memperhatikan Naruto yang kini tengah sibuk dengan gunting rumput usang yang sudah ia cangking dari tadi pagi.
"Aku tidak tau." Itulah jawaban Sasuke.
Meskipun tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Mengabaikan alasan kenapa Naruto tiba-tiba sangat rajin membersihkan halaman, Sasuke tidak akan bohong kalau kalau halaman depan kini terlihat lebih 'hidup' dan rapi. Dedaunan kering sudah tidak ada yang berserakan. Dan rereumputan yang terlampau tinggi sudah hampir tidak terlihat.
"Hn. Selama dia tidak melakukan hal yang aneh. Biarkan saja." Lanjut Sasuke. Dia bisa melihat muka 'kau pasti bercanda' milih Shikamaru tepat di sampingnya.
Bagi Shikamaru. Ada perbedaan besar antara frase 'tidak-melakukan-hal-yang-aneh' versi Naruto dengan versi orang lain. Maksudnya adalah, kalimat tersebut berfungsi tergantung siapa pihak yang dibicarakan. Dan yang dimaksud adalah Naruto. Orang yang belum seminggu tinggal disini dan sudah berniat kabur. Iya-Naruto yang itu.
.
"Woi! Ngapain ngintip dari jendela! Bantuin Kek!"
Entah kenapa Sasuke dan Shikamaru reflek berjongkok saat mereka berdua mendengar teriakan Naruto dari luar. Seakan mereka berdua berniat menyembunyikan diri.
Naruto tentu saja paham dengan jelas kedua bedebah yang sedari tadi menatapnya dari dalam kini mencoba menyembunyikan badan mereka di balik tembok.
Sayangnya Naruto terlalu sibuk untuk menindak lanjuti, jadi setelah teriakannya yang pertama tadi. Dia tidak ada niatan untuk berteriak lagi. Dia hanya fokus untuk memotong dan membersihkan rumput.
.
37 menit. Itulah waktu yang Naruto lewatkan untuk memotong rumput di sayap kanan halaman depannya. Hampir saja dia berniat langsung berpindah ke sayap kiri kalau seandainya tidak diinterupsi oleh seseorang.
Seorang nenek tua yang Naruto kenali sebagai tetangga samping rumahnya.
.
DISCLAIMER : Naruto bukan punya Hanzama!
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
.
.
Chapter 86 : Gata-Lympic Bagian 1
.
"Oi.. Sasuke. Bangun."
"Ngh.."
Sasuke memang jarang tidur di sofa. Apalagi di siang bolong. Namun karena terlalu sibuk mencatat kisi-kisi UTS Kimia untuk besok lusa, tidak disangka dia ketiduran. Mungkin karena dia mencatat sambil rebahan di sofa, atau karena angin sepoi-sepoi yang berhembus dari pintu depan diiringi suara gunting rumput yang didengarnya, membuatnya tak kuasa untuk memejamkan mata.
"Oi.. Bangun!"
Sasuke mengerjapkan matanya. Dilihatnya sosok Naruto yang kini menatapnya tajam sembari memainkan gunting rumputnya. Di situasi seperti ini, jika Sasuke tidak ingat Naruto tadi tengah memotong rumput, dia pasti akan menendang muka bodoh pemuda jabirk ini karena berpotensi membuat Sasuke jantungan.
"Hm.. Apa?"
"Besok pagi, Jam 7. kita ke lapangan dekat persawahan. Kita dimintai Tolong." Jelas Naruto kepada Sasuke.
Namun Sasuke sepertinya belum sepenuhnya memperhatikan.
Sasuke mengernyitkan dahi.
"Sawah yang mana?"
.
~iwdwiw~
.
Esoknya - Jam 8 Pagi
Sasuke memandang takjub kerumunan orang yang kini tengah berkumpul di tanah lapang. Di samping tanah lapang yang luas itu adalah deretan persawahan. Tempat ini adalah daerah pinggiran dan udaranya masih sejuk, sedikit jauh dari rumah mereka bertiga tapi, tempat ini maish dilewati oleh jalan kecil. Disebrang jalan kecil adalah perkebunan sayur dan buah.
Jujur, saat Sasuke mendengar tentang sawah yang dimaksud Naruto kemarin, dia kira mereka akan dimintai tolong untuk membantu menanam padi. Tapi nyatanya setelah melihat tempat ini, Sasuke mulai menyingkirkan pikiran-pikiran itu.
.
Flashback
.
"Gatalympic?"
"Yup." Naruto mengangguk.
"AKu kurang mengerti detailnya. Tapi kata Nenek Koharu, itu adalah upacara sedekah bumi. Hanya saja, penduduk sekitar lebih suka menyebutnya Gata-lympic." Ujar Naruto menjelaskan.
Sasuke masih mendengarkan. Disampingnya, Shikamaru juga ikut duduk di sofa. Dia sedang menikmati teh dingin-nya (dia terlalu malas memanaskan air).
Nenek koharu adalah tetangga samping rumah Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Dia adalah nenek tua nyentrik yang tinggal bersama beberapa kucing perliharaannya. Dari cerita Naruto, Sepertinya Nenek Koharu tidak punya keluarga dekat yang tinggal bersamanya.
End Of Flashback
.
Singkat cerita, disinilah Sasuke. Akhirnya mengikuti Naruto untuk melihat acara adat, penduduk foREVer street dan sekitarnya.
Sejauh pemahaman Sasuke. Gata-lympic adalah sebuah upacara sedekah bumi yang dibungkus menjadi serentetan acara kekeluargaan demi mengakrabkan kerukunan lingkungan.
Alasan mereka bertiga diajak ikut oleh Nenek Koharu adalah karena, di acara terakhir akan ada lomba memasak antar keluarga, yang terdiri dari empat orang. Karena Nenek Koharu tinggal sendirian, dia meminta tolong Sasuke, Naruto dan Shikamaru untuk menemani dalam lomba memasak nanti sore.
Sasuke sih tidak keberatan. Toh, hari ini tidak ada Jadwal UTS karena tanggal merah. Naruto disisi lain, entah kenapa sangat ingin membantu. Mungkin karena dulu Nenek Koharu dengan sukarela memberi makan Fox saat mereka bertiga pergi ke Okinawa. Oh ya ngomong-ngomong dimana kucing itu?
Sedangkan Shikamaru, awalnya dia sangat malas untuk bangun dan berjalan kaki ke sini. Namun motivasinya tumbuh tatkala dia melihat beberapa stand makanan gratis yang sengaja disediakan tak jauh dari tempat Sasuke berdiri. Bahkan di detik ini, Shikamaru sudah tenggelam dalam kerumunan orang yang bergerumul di depan stand.
"Sasuke-kun."
Sasuke menoleh. dilihatnya Sosok seorang gadis berambut pink yang ia kenali betul.
"Hm. Sakura."
"Aku kira kalian tidak mau ikut acara seperti ini." Celoteh Sakura.
Sasuke hanya tersenyum.
Detik berikutnya, mereka duduk berdua di tanah lapang. Sembari mengobrol.
Oke mari kita tinggalkan kedua sejoli ini.
.
~iwdwiw~
.
Disisi lain Naruto kini tengah berada di dalam tenda. Awalnya dia hanya mengikuti saja saat Nenek Koharu membawanya ke tenda perlengkapan. Disana dia dipertemukan dengan Azuma-sensei. Yap salah satu gurunya di sekolah. Naruto bahkan baru tau kalau gurunya ini tinggal di daerah sini.
Naruto yang ada di dalam tenda itu menatap kaget tumpukan kaos yang menggunung. Kaos putih polos yang ada di tumpukan itu sama persis seperti yang Azuma-sensei kenakan.
Sayangnya, lamunannya harus terganggu karena teguran Azuma.
"Oi.. Ngapain malah bengong. Ayo sini bantu membawa kaos ini ke stand panitia. Kita harus membagikan kaos-kaos ini ke seluruh peserta sebelum acara dimulai." ujar Azuma.
Naruto yang tersadar dari kegiatannya pun langsung mengikuti beberapa orang untuk mengambil tumpukan dan membawanya ke stand panitia yang dimaksud.
Naruto hanya membawa kurang lebih yang bisa kedua tangannya tampung. Sedangkan Azuma-sensei sangat mengerikan. Dia mengikat puluhan tumpuk dan memanggulnya seakan dia tidak peduli tumpukan itu lebih besar dari jangkauan tangannya. Yang paling menakjubkan, Suami dari Kurenai-sensei ini masih mempertahankan rokoknya di mulut meskipun dia tau kedua tangannya tidak bisa memegang puntungnya.
"Jadi? Kau siapanya Nenek Koharu, bocah?" tanya Azuma kepada Naruto. Mereka berjalan berdampingan menuju tenda panitia yang kini sudah banyak orang yang mengantri kaos.
"He? Um.. Aku hanya tetangga kok Sensei." jawab Naruto.
Azuma hanya mengangguk.
"Oh."
Naruto menyadari Azuma sedari tadi berjalan dengan menatapnya dari balik tumpukan kaos yang ada di bahunya.
Naruto yang mulai risih pun bertanya.
"Kenapa?"
Azuma terkekeh.
"Ah tidak. Hanya saja. Dua tahun berturut turut Nenek Koharu tidak mau ikut acara ini. Namun sekarang dia datang dengan orang lain. Hanya.. senang saja memikirkannya." jelas Azuma.
Azuma menatap Jauh wanita klasik yang dimaksud kini tengah berbicara dengan seorang kakek tua bernama Tazuna di stand panitia.
Naruto hanya diam. Dia tidak menjawab.
"Jadi? Kalian ikut Perlombaannya kan?" tanya Azuma lagi.
Naruto mengernyitkan dahi.
"Perlombaan?"
"Perlombaan memasak." jelas Azuma.
"Oh.. iya." Naruto mengiyakan. Justru, itulah alasan utama Naruto, Sasuke dan Shikamaru datang.
"Perlombaan memasak harus 4 orang. Kau sebaiknya mencari dua orang lagi kalau ingin berpartisipasi." Lanjut Azuma.
"Ah.. Jangan khawatir sensei. Kami sudah komplit empat orang." Jawab Naruto. Dia meletakkan kaos yang ia bawa bersama tumpukan yang ada di stand panitia.
"Hm.. Baguslah."
Azuma lalu mengambil satu kaos dari tumpukan dan melemparkannya ke Naruto.
"Kalau begitu pakailah, sebentar lagi perlombaan akan dimulai." ujar Azuma.
Naruto yang menerima kaos itu mengernyitkan dahi. Tunggu, bukanlah Perlombaan memasaknya nanti sore?
"Bukannya perlombaan masaknya nanti sore?" tanya Naruto.
Azuma yang mendengarnya hanya menatap Naruto. Dia menghembuskan asap rokoknya santai.
"Memasak juga perlu bahan makanan bocah. Itulah kenapa kita dikumpulkan disini pagi-pagi."
Naruto menatap Azuma tidak mengerti.
"Hah?"
.
~iwdwiw~
.
Crazy Town. Entah kenapa kalimat itulah yang terlintas di benak Naruto. Mendekati jam 9 pagi. Kerumunan yang ada di sini semakin banyak. Naruto bahkan bisa melihat dua mobil pemdadam kebakaran yang terparkir di sekitar situ.
Awalnya, Naruto tidak mengerti apa hubungan antara pemadam kebakaran dan kaos putih dalam acara ini. Namun lonceng pemahaman di otak Naruto akhirnya berbunyi saat panitia menjelaskan tentang kegiatan pertama yang harus mereka lakukan.
"..maka dari itu. Setelah gong dibunyikan kalian semua bisa segera masuk ke kolam lumpur dan menangkap ikan sebanyak yang kalian mau. Jangan khawatir.. semua yang kalian dapat gratis.."
Semua peserta yang ada di sana tertawa.
Naruto, Sasuke dan Shikamaru saling toleh. Yap, mereka tidak salah dengar. Kolam lumpur.
Nampaknya yang terjadi disini adalah pemburuan bahan makanan sebelum masuk ke acara puncak. Dan dilihat dari raut antusias deretan orang-orang yang ada di sini, mereka nampaknya sangat bersemangat untuk menangkap ikan yang dimaksud.
Sedangkan kolam lumpur yang dibicarakan adalah satu petak sawah yang sangat luas yang sudah diberi pembatas dengan tambang berwarna kuning di sisinya. Air sengaja dialirkan lebih banyak supaya lumpurnya lebih lunak.
"...Dalam hitungan ketiga.."
3
2
1
GONGG!
Seiring dibunyikan gong. Puluhan orang berbaju putih pun menyerbu kolam kotor itu tanpa ba-bi-bu. Ada yang diantara mereka membawa jaring, jala, bahkan tombak buatan untuk berburu.
Meskipun tidak semua yang terlihat ikut terjun, sebagian menyemangati dari atas sembari berteriak-teriak.
Disisi lain, Naruto, Sasuke dan Shikamaru tidak segera ikut mencari ikan, tapi malah menoleh ke Nenek Koharu.
Nenek Koharu yang menyadari tatapan mereka bertiga pun tersenyum.
"Ho.. Aku terlalu tua untuk ikut terjun ke sana. Maka dari itu untuk mencari ikannya, aku serahkan kepada kalian." Ujar nenek Koharu, dia mendorong pundak Naruto.
Naruto menoleh ke Shikamaru dan Sasuke yang kini malah menampakan wajah 'kau duluan' kepada Naruto.
Naruto menelan ludah.
Glek.
.
Skip.
Kegiatan di dalam kolam lumpur sangat ramai. Orang-orang yang ada di dalam mencari ikan dengan tekhnik yang berbeda-beda. Ada yang membawa tas anyam untuk menampung ikan berukuran sedang. Ada juga yang menangkap dengan tangan lalu melemparkannya ke luar garis kuning untuk ditangkap oleh keluarga atau tim yang bersangkutan. Ada juga yang menggunakan kaosnya sebagai jaring.
Terlepas dari keseruan yang ada. Ketiga pemuda kita malah kini mencoba berjalan di pinggiran dan menghindari percikan lumpur.
"Oi.. jangan dorong-dorong Shika!"
"Jalannya cepat sedikit Naruto."
Sasuke yang ada di tengah pun yang paling tidak bisa menjaga keseimbangan. Karena kedua pemuda ini saling tolak satu sama lain.
Dari dalam kolam nampak satu-dua orang keluar dari genangan karena merasa cukup dalam menangkap buruan mereka. Setelah mereka keluar, mereka akan dibersihkan dari lumpur oleh unit pemadam yang ada di sana dengan cara menyemprot mereka menggunakan selang.
Karena ini memang kegiatan resmi yang diizinkan oleh pihak berwajib, tidak heran kalau kita bisa melihat dua atau tiga petugas polisi yang berjaga di TKP, untuk menjaga keamanan.
Dan bisa kita tebak bahwa bapak teladan kita pasti ikut bertugas mengamankan. Yap, Opsir Darui. Opsir polisi yang dipindahkan dari Okinawa beberapa waktu lalu itu kini tengah mengobrol dengan pemadam kebakaran yang sedang menyemproti anak-anak kecil yang kotor karena lumpur. Mereka nampak bahagia. Petugas pemadam yang bersangkutan juga ikut tertawa kecil saat ia melihat beberapa anak kecil itu sangat girang dengan seekor belut berukuran sedang di gengaman salah satu dari mereka.
Darui tersenyum. sedikit menatap hebat kepada anak-anak kecil ini yang berhasil menangkap satu ikan. Tidak seberapa, tapi bagi seorang anak yang tampak masih SD, itu adalah sebuah pencapaian.
Sayangnya kebahagiaan Darui harus teralihkan saat ia melihat dari jauh tiga orang pemuda yang kini malah mencoba menjaga keseimbangan di pinggir kolam lumpur seakan takut jika baju putih mereka kotor.
Darui melirik ketiga pemuda itu dan gerombolan anak-anak kecil tadi secara bergantian.
"Oi.. Mundur sedikit Shika!"
"Kau saja yang maju Naruto!"
'Dasar pecundang' Batin Darui kepada ketiga pemuda.
Pandangan Darui lalu beralih ke mobil pemadam kebakaran yang ada di sampingnya. Dia lalu menoleh ke pemadam dan bertanya penasaran.
"Oi.. Kira-kira, seberapa jauh selangmu bisa menyemprot?"
"hah?"
.
.
"Kau duluan Shikamaru!"
"Hah! Kau saja duluan Naruto!"
"Sasuke!"
"Kau saja!"
BWOOOOOOSSSSHH!
ketiga pemuda itu terjatuh berbarengan saat belasan kubik air yang datang entah dari mana tiba-tiba menghantam punggung mereka. Jatuh dengan muka duluan membuat wajah mereka kini rata dengan rumpur.
.
~Iwdwiw~
.
"Aree.."
"Hm.. Kenapa Sakura?" Ino bertanya kepada Sakura yang kini terlihat mencari sesuatu.
"Ah tidak. Aku hanya merasakan ikan menyentuh kakiku, tapi saat aku raba tidak ketemu." Jelas Sakura.
Ino tertawa.
"Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin anggota tim mu sangat bisa diandalkan dalam urusan seperti ini." balas Ino.
Dia menunjuk ke sepupu Sakura yang kini tengah melempar Ikan yang barusaja ia tangkap kepada orang tua Sakura yang ada di pinggir kolam. Pemuda itu mengenakan syal putih kesayangannya sebagai ikat kepala. Kaos putihnya sudah hilang entah kemana. Dia sangat bersemangat dalam menangkap ikan.
Bahkan..
"Paman! Tangkap!"
Sakura dan Ino terkejut saat sepupu Sakura itu melempar seekor lele berukuran besar dengan kedua tangannya.
Membuat Kizashi reflek lari karena sedikit ngeri dengan ukuran ikan yang dilemparkan kepadanya.
"Kau tau? setiap tahun kalian selalu menang dalam lomba masaknya, tapi payah dalam mencari ikan. Tapi berkat sepupumu itu, aku yakin keluarga Haruno akan menang sempurna tahun ini." Celoteh Ino kepada Sakura dia menyeka pipinya yang sedikit kotor karena lumpur.
"Ah kau berlebihan. Kami tidak sepandai itu." balas Sakura.
".. Kata gadis yang orang tuanya berbisnis restoran." balas Ino sarkatis.
Sakura tertawa.
"Oi.. Ino, Sakuragami. Apa yang kalian lakukan! Ikan disini masih banyak!"
Ino dan Sakura bisa mendengar teriakan pemuda berambut pink itu dari tempat mereka mengobrol. Oke mungkin Ino benar, pemuda ini mungkin tidak akan berhenti sampai berhasil menangkap semua ikan yang ada di tempat ini.
.
~iwdwiw~
.
Sasuke sepertinya sudah terbiasa dengan lumpurnya. Untuk detik ini, dia tidak lagi memperdulikan dan lebih memilih untuk mencoba menangkap ikan yang entah ada di mana.
Sial memang, dilihat dari orang-orang disekitarnya, terlihat sangat mudah menangkap ikan disini. Tapi nyatanya sedari tadi Sasuke tidak mendapat apapun.
Sandal. Itulah yang didapat Sasuke. Dan Sandal itu sudah ia lemparkan ke luar kolam.
Anehnya setelah beberapa menit mencari lagi, dia menemukan pasangan sandal tersebut.
Oke satu sandal memang tidak berarti, tapi sepasang sandal adalah pencapaian Sasuke.
Disisi lain, Shikamaru dan Naruto nampak bekerja sama. Naruto terlihat masih sedikit geli dengan lumpurnya tapi dia berusaha untuk menjaga kegeliannya dan segera menangkap sesuatu.
"Dapat Sesuatu Naruto?" tanya Shikamaru.
Naruto tidak menjawab. Dia sedang memejamkan mata, namun tangannya meraba-raba. Saat dia mendapati tangannya menyentuh sesuatu, dia mencoba menariknya.
"DAPAT SHIKA!" Teriak Naruto.
"H-Ha? WOI LEPAS!"
Shikamaru reflek berteriak saat kakinya tiba tiba ditarik oleh Naruto.
Ternyata itu kaki Shikamaru.
.
Yah, sepertinya akan butuh waktu lama sampai mereka menemukan ikan pertama mereka.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxxxxxx
Author Note(s) : Well, hello there. Hanzama is back. Lama tidak bertemu. Mungkin sebagian dari sahabat pembaca menganggap hanzama sudah mati. tapi, sayangnya belum. ha
Hanzama kembali dengan chapter baru setelah sekian lama. Mau menyelesaikan iwdwiw tapi nyatanya rayuan writer block lebih menggoda dibanding perawan manapun -desu.
Good News, untuk chapter Gata-lympic. terdiri dari 3 chapter. Dan Hanzama sudah selesaikan. Huft. Dan setelah itu 12 chapter lagi dan kita sampai di chapter 100. Hah~
Mungkin (hanya kemungkinan) iwdwiw akan hanzama selesaikan di chapter yang ke 100. Sedih ya.. Fanfic gajebu bin ajaib ini akhirnya mendekati akhir juga.
Hanzama tidak akan berhenti meminta maaf dan maaf kepada sahabat pembaca yang merasa kurang puas dengan beberapa humor dan penulisan yang ada di fanfic ini. Karena memang Fanfic ini dibuat dari ide seorang pemuda SMA yang lugu dan kini harus diselesaikan oleh seorang pemuda dewasa yang terlampau cuek kepada apapun. Hampir 4 tahun Hanzama terjebak dengan fanfic ini dan merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bisa menghibur sahabat reader sekalian.
Oh iya, jangan lupa tinggalkan review, karena review kalian adalah energi bagi kami para Author (biar sedikit semangat untuk menggarap chapter-chapter selanjutnya)
Okeh. Mungkin Hanya itu. Jika takdir masih mempertemukan kita, kita akan bertemu di chapter selanjutnya.
Hanzama Out!
Salam hangat, semoga sukses selalu.
REVIEW
V
V
V
