"Jadi bagaimana sayuran dan buah yang kalian cari?" tanya Shikamaru kepada Sasuke dan Naruto.
Naruto dan Sasuke saling pandang. Wajah mereka terlihat acak-acakan karena tepat setelah dikejar lebah tadi, mereka jatuh terjungkal ke semak-semak.
Mereka berdua tak menjawab.
Melihat ekspresi mereka berdua, Shikamaru bersyukur karena Nenek Koharu sempat memetik bahan tambahan untuk berjaga-jaga.
.
DISCLAIMER : Naruto bukan punya Hanzama!
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
Chapter 88: Gata-Lympic Bagian 3
.
Mendekati sore hari tempat yang digunakan untuk gata-lympic bertambah ramai. Mungkin karena lapangan yang tadi kini sudah ditempatkan beberapa meja dan alat masak secara berjejer, untuk 34 tim yang akan lomba memasak sebentar lagi.
bahkan ada panggung kecil disana untuk tempat tiga orang juri. Juri yang dimaksud adalah : Tetua adat dan rukun komplek bernama Tazuna, seorang chef muda yang punya pengalaman di luar negeri bernama Hozuki Mangetsu, dan seorang jurnalis dari koran lokal bernama Hanzama. Mereka bertiga lah yang akan menilai dan memberi komentar terhadap masakan para peserta.
Ini memang bukan perlombaan besar untuk menentukan juara nasional. Ini hanya perlombaan sederhana guna perayaan sedekah bumi karena panen yang melimpah. Maka dari itu setiap peserta diperbolehkan masak sebanyak-banyaknya karena pada akhirnya acara akan ditutup dengan makan bersama. Tentu saja makanan utama tetap akan dinilai para juri.
Tapi jangan salah sangka, karena di perlombaan ini pun akan ada hadiah yang diperebutkan. Pemenang nya akan mendapatkan beberapa bahan pangan dan sebuah medali terong emas.
Bagi generasi muda, mungkin kata medali 'terong emas' adalah hal yang norak dan kuno. Tapi bagi orang orang ini, terutama para orang-orang yang sudah tua. Itu merupakan penghormatan tertinggi yang bisa didapatkan dalam lingkungan mereka.
Itulah kenapa beberapa orang yang sudah sepuh pun sangat bersemangat ikut lomba ini dan mengajak segenap keluarga.
Sasuke, Naruto dan Shikamaru kini sudah siap di meja masak mereka. Meja nomor empat, itulah tepatnya. Disamping meja nomor tiga yang ditempati oleh keluarga Haruno dan meja nomor Lima yang ditempati keluarga Yamanaka + Daniel Radcli- err, maksudku Shino. Keluarga Yamanaka + Shino.
Naruto sesekali melirik keluarga Haruno yang kini tengah mempersiapkan bahan makanan. Pandangannya menatap bergantian Sakura dan 'Sakura versi lelaki' yang kini tengah mencuci sayuran di dalam sebuah baskom. Dia tau orang ini, sepupu Sakura.
"Caramu mencuci kol nya salah Sakuragami."
"Diam bodoh. Aku lebih sering membantu di restoran lebih banyak dibanding dirimu."
Naruto bahkan bisa mendengar mereka berdebat satu sama lain.
Pandangan Naruto lalu beralih ke seluruh penjuru tempat ini untuk melihat sekitar. Sebelum pandangannya teralihkan oleh sosok pemuda yang mendekat. Kiba.
"Ho.. Kalian Ikut acara memasak seperti ini he?" tanya Kiba kepada mereka bertiga.
Sasuke yang menyadari keberadaan Kiba menoleh. Hanya saja Nenek Koharu dan Shikamaru tidak memperhatikan karena mereka berdua kini tengah sibuk mencoba menyalakan kompor.
Naruto mencoba mengingat ingat. Dia tidak melihat kiba di kolam lumpur tadi pagi. Dia juga tidak melihat Kiba di kebun sayur dan buah.
"Kau juga Kiba?" tanya Sasuke.
Kiba tersenyum.
"Tentu saja! Meskipun aku hanya ikut di acara memasaknya saja, karena tadi pagi aku ada urusan." ujar Kiba.
Sasuke mengangguk.
"Kau iku dengan siapa?" tanya Naruto.
Kiba lalu menunjuk ke meja paling pojok dimana nampak dua orang perempuan bertato di pipi dan sekor anjing putih besar tengah berada.
"Inuzuka Hana, kakaku. Dia yang menangkap semua ikan kami tadi pagi. Ada juga ibuku, dan Akamaru." Ujar Kiba.
Naruto menatap tidak yakin.
"Akamaru? Maksudmu anjing putih itu?" tanya Naruto.
"Yup."
"Orang keempatmu adalah anjing? bukankah itu melanggar peraturan?" jelas Sasuke.
Kiba hanya mengibaskan tangannya.
"Halah.. Kami tidak terlalu menginginkan hadiahnya. Aku dan kakak ku hanya mengikuti keinginan Okaa-san saat dia bilang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga jadi..." Kiba menjelaskan.
"..Lagipula, panitia tidak ada yang protes saat aku mendaftarkan Akamaru sebagai orang ke empat."
Sasuke dan Naruto saling pandang. Yah terserah deh.
Kiba teralihkan saat sudut matanya melihat Shino yang kini berdiri di samping Ino.
"WHOA! OYY SHINO!"
Detik berikutnya, Kiba sudah berlalu dan menghampiri Shino.
.
.
Skip
"...Oke, semua sudah siap di posisi? Dengan ini, perlombaan memasak dimulai!"
GONGG!
Gong besar itu dibunyikan lagi, menandakan perlombaan dimulai. Setiap tim tampak sudah bersiap di posisi masing masing. Mereka semua beradu kebolehan masing-masing dalam memasak.
.
-Shokugeki No Konoha-
.
Setelah perlombaan dimulai, ketiga pemuda kita malah berdiri seperti robot. Tidak tau harus apa. Dan baru bergerak saat Nenek Koharu memberi komando.
Sasuke mulai mengupas kentang.
Naruto menumbuk cabai.
dan Shikamaru, dia bersiap di depan kompor. Menunggu Nenek Koharu selesai mempersiapkan bahan yang akan Shikamaru tumis.
.
Disisi lain di panggung juri telah bersiap seorang komentator. Itu merupakan anak panitia yang membawa mic dan tengah meningkatkan tensi perlombaan dengan komentar kawakan. Dia bersama salah satu juri 'seorang chef muda yang punya pengalaman di luar negeri bernama Hozuki Mangetsu' nampak mencoba mengomentari perlombaan yang tengah berlangsung.
"Yak pertandingan sudah dimulai dan setiap tim nampak memperlihatkan kebolehan masing masing. Dilihat dari banyaknya penonton yang datang aku aku yakin ini akan menjadi perlombaan terbesar tahun ini! Hozuki Mangetsu-san, sebagai seorang yang sudah berpengalaman di bidang memasak, kira kira bagaimana menurut anda?"
"Hm, kau benar. Memasak adalah seni dari hati. Dan di setiap tetes micin yang jatuh, harus ada cinta yang dicurahkan." (Hozuki Mangetsu_Quotes_2018)
"Terima kasih Hozuki Mangetsu-san. Tentu saja paling diunggulkan dalam turnamen ini jelas Keluarga Haruno mengingat kepala keluarganya Kizashi-sama sangat mencintai masakan bahkan tidak ada dari kita yang tidak tau Cherry Restourant yang selalu memberikan potongan harga di hari jum'at!"
Kizashi yang mendengar ucapan komentator terlihat tertawa.
.
"HYAAAT!"
Kali ini setiap juri menoleh ke peserta nomor 14
"Woahh! Nampaknya tim nomor 14 tengah menampilkan tekhnik yang unik! mereka memotong belut menggunakan karambit! Tekhnik yang sangat luar biasa! Bagaimana menurut anda Hozuki-Mangetsu san?"
"Hm, pada umumnya. memotong belut adalah dengan cara ditusuk kepalanya dan dipotong dari badan ke ekor. Namun nampaknya menggunakan pisau karambit juga bisa menjadi opsi pilihan karena bentuk pisaunya yang melengkung. Dengan begitu, bukan pisaunya yang digerakkan, tapi kepala belut nya yang ditarik. Menakjubkan."
.
"CIATT!"
kali ini pandangan juri beralih ke peserta nomor 7
"WOAHH! INI SESUATU YANG LEBIH HEBAT! tim nomor 7 menggunakan gerakan karate untuk mengepras bawang!"
"Hm.. Bawang yang biasanya ditumbuk, dikepras menggunakan tangan kosong. Lagi lagi tekhnik yang luar biasa. Saya yakin butuh kekuatan tangan yang besar untuk dapat melakukannya.
kali ini semua orang menoleh, termasuk Naruto, Shikamaru dan Sasuke. Mereka melongo tidak percaya dengan meja peserta nomor 7 yang bergetar hebat karena tim itu tengah menggebrak-gebrak meja demi menghaluskan beberapa buah bawang. Sepertinya mereka tidak paham tekhnologi bernama cobek.
.
"WHOAAA!"
Mendengar teriakan yang lain, para juri kini menoleh ke tim nomor 4
"WOAH! I-Ini?! Apakah ini yang dinamakan pembakaran diatas wajan! Api yang ada di kompor naik ke atas!"
"Hm, Kau benar. Tekhnik ini bernama flambe. Dengan menuangkan alkohol ke dalam tumisan, tumisan itu akan terbakar dan meratakan kematangan secara sempurna! Ini adalah tekhnik dari prancis, dan termasuk tekhnik tingkat tinggi dalam memasak!"
.
kali ini semua menoleh ke meja nomor empat. Mencoba melihat siapakah gerangan chef tingkat tinggi yang berpartisipasi dan menggunakan tekhnik flambe.
Sedangkan tim nomor 4, Shikamaru yang bertanggung jawab dengan tumisan itu langsung panik karena tumisannya berapi-api.
"NARUTO! KEBAKARAN!" Shikamaru berteriak, dia memegangi alis kirinya yang terbakar.
Nenek Koharu yang melihat tumisan yang di handle Shikamaru kebakaran ikut panik dan tanpa sadar menuangkan air cucian ke masakan mereka.
.
.
Itu bukan tekhnik dari prancis, tapi gosong terbakar.
.
~iwdwiw~
.
Pertandingan masih berlanjut, setelah mengulangi masak dari awal, tim 4 alias Tim Koharu akhirnya hampir selesai. Masakan mereka adalah Ikan lele tumis sambal jeruk. Meskipun mengalami kebakaran diawal tadi. Tapi sepertinya mereka bisa menyelesaikannya.
"Oke! nampaknya perlombaan sudah mendekati titik akhir! Seluruh peserta harap segera menyelesaikan finishing!"
Di kelompok 4 nampak Sasuke tengah menghiasi masakan mereka dengan kulit jeruk yang dibentuk sedemikian rupa oleh nenek Koharu.
"3."
"2."
"1."
GONGG!
"Yak pertandingan selesai! setiap peserta harap hentikan aktivitas!"
.
-Shokugeki No Konoha End-
.
Senja mengakhiri kegiatan orang-orang ini. Satu hari yang melelahkan akhirnya selesai.
"..Daan.. pemenangnya adalah, Keluarga Haruno!"
"YOSHAA!"
pengumuman pemenang lomba memasak telah diumumkan. Dan seperti perkiraan komentator tadi, pemenangnya adalah keluarga Haruno. Yah, wajar saja mereka punya bisnis restoran. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan masakan dibanding siapapun. Meskipun begitu, tidak ada yang sampai menyimpan dendam dalam acara ini. Karena setelah semua yang terjadi, sedekah bumi adalah acara untuk mengakrabkan diri, dan menambah rasa syukur.
Singkat cerita. serangkaian acara yang dilakukan selama seharian penuh, ditutup dengan makan bersama.
Sasuke, Naruto, Shikamaru dan Nenek Koharu kini tengah duduk di sebuah tikar yang dipinjam Nenek Koharu dari stand panitia.
Mereka bertiga mengamati beberapa panitia yang tengah mempersiapkan lentera di sekeliling lapangan.
"Nenek.. Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Hm?" Nenek koharu memperhatikan saat Naruto angkat suara. Mencoba memecah kehenigingan.
Sasuke dan Shikamaru ikut memperhatikan.
"Err.. Kata Azuma-sensei, nenek sudah 2 tahun tidak ikut kegiatan ini. Kenapa?" tanya Naruto pada akhirnya.
Nenek Koharu menatap Naruto sebentar, sebelum dia akhirnya menjawab.
"2 tahun lalu. Adalah saat dimana anak dan cucuku meninggal nak-Naru." Jawab Nenek koharu.
mereka bertiga diam memperhatikan.
"Orang bilang, bertambah tua artinya bertambah dekat dengan Tuhan. Tapi pada kenyataannya, Tuhan tidak selalu merindukan orang orang tua. Terkadang, anak-anak muda lah yang lebih dulu dipanggil."
"..."
"Anak lelakiku, menantuku dan cucuku meninggal karena kecelakaan pesawat."
"..."
"Seharusnya aku juga ikut meninggal di kecelakaan itu, jika aku tidak ngeyel kepada anakku untuk memilih tinggal dirumah."
"..."
"Dua tahun lalu, adalah saat terakhir kami berempat ikut gata-lympic. Cucuku sangat senang bermain di kolam lumpur sehingga anakku/ayahnya harus menariknya paksa kalau tidak mau keluar dari sana. Dan, ikan lele tumis sambal jeruk, itu adalah menu yang aku dan menantuku masak di gata-lympic 2 tahun lalu."
Naruto diam. Dia tidak tau harus berucap apa. Yang jelas, entah kenapa ia sedikit sedih sekarang. Ia akhirnya tau bahwa menerima ajakan Nenek Koharu untuk ikut acara ini adalah langkah yang tepat.
Shikamaru dan Sasuke juga mendengarkan, meskipun tidak menunjukkan sikap spontan. Namun mereka juga ikut berduka cita mendengarnya.
"Maaf nenek." ucap Naruto.
Koharu hanya tersenyum.
"Jangan meminta maaf nak-Naru. kau tidak salah apa apa."
Kemudian nenek itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan secarik foto. Berniat menunjukannya ke mereka bertiga.
"Ini foto kami di Gata-lympic 2 tahun lalu. Azuma yang memotretnya."
Naruto menerima foto itu. Naruto tersenyum melihat ekspresi keempat orang yang ada di foto. Mereka tampak bahagia. Bahkan suasananya sama persis seperti saat ini. Sore hari, dengan lentera.
Naruto menoleh ke Shikamaru. Dia lalu menyerahkan foto itu untuk dilihat mereka berdua.
Shikamaru juga ikut tersenyum melihat foto ini. Nenek koharu bahkan mengenakan pakaian yang sama seperti yang ia kenakan hari ini. Shikamaru lalu menyerahkan foto itu ke Sasuke.
Sasuke menerimanya. Butuh sekitar 5 detik sebelum dia menyadari bulu kuduknya merinding.
.
.
Sasuke menatap foto itu dengan seksama. Ada satu hal yang ganjil di foto ini. Bukan Nenek Koharu, bukan anaknya, maupun menantunya. Namun seorang gadis berkuncir satu yang Sasuke kenali.
Yap, Sasuke yakin pernah menemui gadis kecil ini di taman Konoha dan Leaf Street.
Gadis kecil berkuncir satu. Gadis 'pengemis' yang memberi Sasuke uang.
Sasuke menelan ludah.
'Hantu? ah tidak mungkin!'
.
"Gadis kecil itu.. Siapa namanya nek?" Naruto bertanya setelahnya.
"Hm?.. Dia chitose, chi-chan."
.
Deg!
Sasuke merasakan jantungnya berhenti berdetak beberapa saat.
'Hantu? Ah tidak mungkin!'
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
tbc
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author Note(s) : Gata-lympic end. Oke well, satu lagi chapter terselesaikan. i know-i know.. chapter nya pendek. Harap dimaklumi. fanfic humor kalau tidak dipotong-potong seperti ini, kadar humornya tidak maksimal (teori ngawur) - yang jelas. Kita tetep akan ketemu lagi kok di chapter depan. Bersama, Naruto, Sasuke, Shikamaru dan seorang jurnalis dari koran lokal bernama Hanzam-Err, maksudnya. Hanzama Author.
Oh iya, maaf juga untuk densan-ku yang ngajakin colab fanfic tapi belum kesampaian. Karena Hanzama gak peka wk. Hanzama sedang dalam perjalanan mencari tujuan hidup wkwkw.
Mungkin untuk review, hanzama akan balas setengah-setengah. Maaf kalau ada yang terlewat dan tidak dibalas. Soalnya internet disini benar-benar tidak bisa diharapkan.
Oke sip, sekian deh dari Hanzama.
Seperti biasa.
Salam hangat, semoga reader sukses selalu~~
c.u in chapter 89.
Di chapter 89-90, kita akan kenalan dengan karakter baru .. yey *ngedab*
Okesip. Bye
Hanzama out!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
-Shino Mini Story-
"Ganteng Dari Lahir Part 2"
-000-
Ino tersenyum senyum sendiri menatap smartphone nya. Setelah sekitar 10 menit yang lalu dia selfie bersama Shino dan fotonya dia upload ke instagram, postingannya banjir komentar. Dari mulai teman-temannya di Konoha Gakuen sampai teman-teman lamanya sewaktu SMP. Komentar-komentar itu kurang lebih seperti ini :
"Ya ampun Ganteng sekali!"
"Kau sudah punya pacar Ino? OH MY GAT! DIA KEREN!"
"HUWAA INO!"
"Yamanaka?! Kau sudah punya pacar?!"
"Ya tuhan! Aku tergoda!"
Ino terkekeh melihat banyak komentar yang terpampang di postingannya. Bahkan ada Sakura juga sempat mengomentari "Nice Troll." yang Ino balas dengan emoticon :p
"Ino."
Jantung Ino hampir saja naik ke paru paru saat dia melihat pemandangan yang ada di depannya. Shino tanpa kacamata, rambutnya sedikit lembab dan tertata sedemikian rupa. Jaket tebal yang biasa ia pakai kini berubah menjadi jaket hoodie tipis yang sengaja tidak diresletingkan. Kaos yang ia kenakan adalah kaos hitam bertuliskan 'Death Angel' di dadanya. Pemuda itu kini tengah berdiri dengan wajah stoic. Tatapannya tajam tapi sangat memukau. Bahkan background lentera yang ada di belakangnya membuat Ino yang terduduk kini tidak sanggup berdiri karen tiba-tiba lututnya lemas.
'Y-Ya tuhan!' Batin gadis itu.
Shino mengulurkan tangan kirinya. Seakan ingin membantu Ino berdiri. Sedangkan tangan kanannya tersembunyi dibalik punggung.
"Ada yang ingin ku tunjukan padamu." Ujar Shino
'Ahh~' Suara normal Shino seakan berubah seberat awan mendung tapi secerah mentari di telinga Ino kali ini. bergetar, tapi enak didengar.
Ino pun berdiri. Tangannya yang digengam Shino kini gemetaran. Entah Shino bisa merasakannya atau tidak.
Gadis ini melirik pemuda yang ada di depannya.
Dia bisa melihat tangan kanan pemuda ini, tangan yang bebas dari tangan ino terlihat bersembunyi dibalik punggung pemiliknya.
S-Sumpah! Jika di balik punggung Shino kini ada rangkaian bunga atau semacamnya, Ino akan mati ditempat! Otaknya tidak bisa menerima gelombang pesona, gugup dan kebaikan secara bertubi-tubi.
"Kau mau melihat sesuatu yang cantik?"
Glek! Ino menelan ludah, kerongkongannya tiba tiba kering. Lututnya semakin lemas. Namun ia paksakan tetap berdiri.
'Sabar ino! Jangan pingsan! dia hanya Aburame Shino!'
Ino mengangguk.
"Pejamkan matamu."
JLEGG!
Itulah saat Ino merasakan otaknya konslet. Ini persis seperti apa yang ia lihat di drama-drama korea. Ini adalah saat-saat seorang gadis akan dicium!
Ino tanpa sadar memejamkan mata. Ah dia sudah tidak peduli lagi! Perlakukan aku sesukamu! Ino sudah tidak mampu berfikir jernih sekarang.
1 detik
2 detik
3 detik
Sayangnya, ciuman yang dia tunggu tidak kunjung datang. Yang ada malah perasaan geli di telapak tangannya. Pergelangannya masih saja digengam oleh Shino.
Karena sedikit heran dengan apa yang terjadi, Ino membuka mata pelan. Ingin mengintip.
Shino tersenyum di depannya.
Dia lalu melirik tangannya yang geli.
Yang ia dapati adalah seekor kumbang tanduk raksasa yang kini tengah duduk manis di telapak tangannya.
"Kumbang tanduk betina. Cantik kan?" tanya Shino.
Ino yang menyadari sesuatu di tangannya langsung menjerit keras.
"KYAAAAAAAAAAAAAAA!"
Dia geli setengah mati.
.
.
.
Yah nampaknya, pesona pangeran yang ada di depannya membuat Ino lupa kalau pemuda ini adalah pecinta serangga.
Yap, Pangeran serangga - Shino Aburame
REVIEW
v
v
v
v
