Oke, sebelumnya hanzama rekomendasikan untuk melihat chapter sebelumnya dan memastikan kawan-kawan tidak melompati chapter 91 dan langsung ke sini.

Enjoy.

"Oi."

Seorang Nohara Rin yang tengah berkutat dengan berkas mutasi harus dikejutkan dengan tiga orang pemuda yang dengan tiba tiba masuk ke ruangannya. Mereka bahkan menutup pintu ruangan itu dan menguncinya.

Mereka terlihat tersengal-sengal seakan barusaja lari dari sesuatu.

Saat Rin mengetahui yang masuk bukan (lagi) murid sekolah ini. Dia tambah heran. Bahkan mengetahui fakta bahwa dia mengenal ketiga pemuda ini.

"K-Kalian.. A-Ap-Oi!"

Guru BK itu bahkan harus menegur saat dilihatnya pemuda jabrik, salah satu dari mereka dengan seenak jidat mengambil botol air minum yang ada di atas meja dan meminumnya.

Dia menatap naas air lemon yang ia kemas sendiri dari rumah itu kini kandas masuk ke lambung orang lain.

"Mereka-hah! sudah tidak mengejar kita." Jelas sang pemuda berambut nanas. Dia melirik dari jendela. Dimana gerombolan OSIS Uzushio nampak celingak-celinguk mencari sesuatu

"OI!"

Itu adalah 'Oi' ketiga dari seorang Nohara Rin sebelum akhirnya tamu tidak sopan itu menyadari keberadannnya.

DISCLAIMER : Naruto bukan punya Hanzama!

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

.

Chapter 92 : Money talks? Obito?

.

Rin menatap ketiga pemuda yang kini sudah duduk manis di sofa. Dia tidak menyangka bahwa pada akirnya dia akan menerima 'ketiga pemuda yang masuk blacklist di catatan pribadinya' ini untuk duduk lagi di ruangan ini.

"Jadi tujuan kalian kesini hanyalah untuk mencari Obito agar dia bisa dijadikan CEO perusahaan?" tanya Rin saat Sasuke sudah menjelaskan semuanya. Yap dia menjelaskan pula soal tujuan asli mereka mencari obito.

mereka terlihat mengangguk.

Rin hanya membalas dengan dengusan setelahnya.

Sasuke menatap wanita ini dengan pandangan tidak yakin.

Dilihat dari ekspresinya, jelas sekali status "Kekasih" yang di sebut-sebut oleh Kakashi itu sepertinya sudah kandas.

"Kami hanya ingin tau dimana dia sekarang, sensei." Balas Naruto.

Rin nampak tidak tertarik.

"Kenapa aku harus memberi tahu kalian?" tanya Rin sinis.

Shikamaru menatap wanita merepotkan yang ada di depannya. Sudah dia duga akan seperti ini. Dari dulu, Shikamaru tidak pernah suka dengan orang ini. Maksudku, terlepas dari mereka bertiga yang merupakan 'langganan' konseling orang ini, Shikamaru sama sekali tidak bisa melihat sisi panutan dari (mantan) guru BK mereka ini.

Maksud Shikamaru, lihatlah. Mana ada seorang guru BK yang mengharuskan muridnya rapi tapi dia sendiri memiliki tato di kedua pipinya.

"..Karena kata Kakashi, kau dan Obito adalah sepasang kekasih." Itulah jawaban Sasuke atas pertanyaan Rin.

BRAK!

Rin menggedor meja yang ada di depannya keras. Rin sempat memberikan tatapan tajam kepada Sasuke.

"Dengar ya Uchiha. Anggota Klan mu yang itu itu adalah orang yang tidak bisa diandalkan. Pengecut itu sekarang sudah tidak mau tinggal di Konoha lagi. Aku tidak tau apa motivasi kalian yang begitu yakin kalau Obito akan mau diberi tawaran seperti ini. Yang jelas, suatu kesalahan jika kalian pikir pemuda bodoh itu bisa memimpin perusaahaan Uchiha." Jelas Rin panjang lebar.

Sasuke mencoba memproses setiap kata yang diterimanya dari wanita ini. Apa yang dikatakan oleh Rin adalah sepenuhnya kebalikan dari apa yang dikatakan Shisui.

Sasuke membisu. Dia memasang ekspresi keras. Terlepas dari ucapan Rin yang bilang bahwa Obito adalah orang yang tidak bisa diandalkan. Tidak ada solusi lain selain ini. Oleh karena itu Sasuke sendiri lah yang akan menentukan pemuda itu layak atau tidak saat Sasuke menemuinya nanti.

Rin menatap pemuda raven dan teman temannya bergantian. Dia menelaah setiap jengkal ekspresi keras milik Uchiha Sasuke, seakan pemuda ini masih menaruh harapan kepada Obito.

Tanpa sadar, Rin sedikit melunak.

wanita itu menghela nafas berat.

"2 setengah bulan yang lalu kami berpisah. Karena beberapa alasan dia memutuskan untuk meninggalkan Konoha.."

Sasuke nampak menyelidik.

"Alasan apa?" tanya Sasuke.

Rin nampak memutar bola matanya.

".. Kalau kau mau tau, kau tanya saja kepada orangnya saat kau menemukannya."

Sasuke nampak diam. Naruto dan Shikamaru juga tidak kalah tenang, karena mereka sama-sama tidak bersuara.

.

.

"Iwa..." Lanjut Rin.

"Dia sekarang ada di Iwa."

.

~iwdwiw~

.

"Jadi. Bagaimana?" Shisui akhirnya bertanya saat dia melihat ketiga pemuda itu sudah keluar dari ruangan Rin. Dia sepenuhnya mengabaikan tatapan Naruto yang seakan berkata 'kenapa kau tidak ikut masuk'

Sasuke lah yang menjawab pertanyaan Shisui.

"Dia bilang, Obito ada di Iwa." Jelas Sasuke.

Shisui nampak diam sebentar.

"Hmm Begitu ya. Kalau begitu, sepertinya kita harus pegi ke Iwa." Shisui berucap sembari menampakkan wajah berpikir.

Naruto mengernyitkan dahi.

"Tungu. Maksudmu sekarang juga?" tanya Naruto.

Shisui nampak menoleh ke Naruto, dia lalu mengangkat bahu dan mengangguk. Tanda mengiyakan.

Shisui memutuskan tanpa beban. Membuat Naruto yang mendengarnya ingin sekali menendang salah satu pot bunga yang ditanami kaktus milik Rin tepat ke wajah Shisui.

"Oke sekarang tunggu sebentar!" Potong Naruto.

Shisui dan Sasuke nampak menoleh.

"Mari kita luruskan sesuatu terlebih dahulu.." Naruto terlihat menuding Sasuke.

"..Pertama, Shisui bilang kau harus mencari si Obito ini. Lalu kemudan, kau menerima ide Shikamaru untuk mencari datanya di kantor catatan sipil konoha. Terus, Petugas catatan sipil bilang, kau harus mencari Kakashi. Dan setelah itu, Kakashi bilang kau harus mencari Nohara Rin. Dan sekarang, Guru BK tidak jelas itu mengatakan bahwa kita harus mencari Obito di Iwa! Selanjutnya apa? Seorang tukang koran akan bilang bahwa Obito ada di Alaska?" Jelas Naruto mengutarakan sesuatu yang ada di otaknya.

Sasuke yang mendengar pernyataan Naruto terlihat memiringkan kepalanya.

"Kau sendiri yang bilang kalau kau ingin membantuku kan?" tanya Sasuke. Dia mengingat ingat bahwa ide untuk pergi ke Uzushio hari ini juga adalah ide Naruto.

"Itu empat jam yang lalu! saat aku belum tau kalau kita harus repot repot mencari Buronan mu itu sampai ke Iwa. Sasuke!" lanjut Naruto lagi.

Sasuke diam mencerna ucapan Naruto.

Shisui yang mendengarkan menghela nafas berat.

"Kenapa kau sangat khawatir sih?" tanya Shisui sedikit risih.

Naruto menepuk wajahnya sendiri. Tentu saja itu karena ide setres pemuda ini yang bilang mereka harus ke Iwa sekarang juga.

"Karena, Iwa jaraknya sangat jauh tuan!" Naruto akhirnya menekankan inti dari penjelasannya.

Belum sempat orang lain merespon, dia melanjutkan.

"Butuh waktu 6 jam naik mobil, itu jika kita punya mobil. Dan apa yang dijelaskan oleh Rin sangat tidak bisa membantu! Maksudku, dia hanya bilang Iwa. tapi tidak menjelaskan dimana. IWA ITU SANGAT LUAS KAU TAU! Dan kuingatkan lagi bahwa kita disini dengan alasan 'mengantar Shikamaru menyerahkan berkas', alasan apa lagi yang kita berikan besok jika seandainya kita ketahuan membolos karena tersesat di Iwa. Apalagi kita seharusnya tidak meninggalkan rumah dengan kondisi-"

PUK!

Shisui nampak menepuk pundak Naruto untuk menenangkan pemuda itu.

"Naruto.." Shisui menatap Naruto dari mata ke mata. Dia lalu menepuk-nepuk pundak Naruto beberapa kali bak sahabantnya sendiri, sebelum dia melanjutkan ucapannya.

"..mending kita ngopi dulu."

"..."

.

~iwdwiw~

.

Bullet Cafe. Itu adalah nama tempat yang disinggahi oleh Naruto, Sasuke, Shikamaru dan Shisui. Itu merupakan cafe yang berada tepat di sebrang gerbang masuk Uzushio. Sasuke tidak terlalu ingat dengan cafe ini, mungkin cafe baru.

Meskipun hanya secangkir Latte, namun itu sepertinya sudah cukup untuk membuat Naruto lebih tenang. Shisui lah yang mengeluarkan uang untuk empat cangkir yang ada di depan mereka. Meskipun dia tadi mengakui bahwa ini adalah uang sisa ongkos taxi yang diberi Itachi.

"Jadi. Bagaimana?" tanya Sasuke kepada Shisui.

Shisui nampak berpikir. Jujur, sebenarnya repot juga kalau seperti ini. Mencari Obito sampai ke Iwa memang diluar ekspektasi Shisui. Terlepas dari jaraknya yang jauh, mereka juga tidak tau informasi lokasi Obito secara tepat. Meskipun dia sendiri yang mengiyakan, namun jika dipikir dua kali, alasan Naruto memang sangat masuk akal.

Namun bagaimana lagi, berhenti setelah meniatkan sesuatu, tanpa diusahakan dulu solusinya, bukan ciri khas seorang pejuang.

"Untuk sekarang, nikmati saja dulu kopi nya." balas Shisui tenang, dia menyeruput lagi minuman yang ada di depannya.

.

Tenang, itulah yang terjadi setelahnya. Sasuke lah yang nampak gelisah, disela hening meja mereka. Dia menatap Shisui yang terlihat tengah berpikir. Yap, ini adalah jalan buntu- bahkan Sasuke menyadari bahwa situasi seperti ini pun, sepertinya mustahil dipecahkan oleh seorang Uchiha Shisui. Sasuke sendiri memang yang menyetujui usulan mencari Obito dan semacamnya- Namun jika harus mencari sampai ke iwa tanpa informasi lebih lanjut, sepertinya mustahil juga.

Sasuke menoleh ke Naruto yang nampak nanar menatap halaman Bullet Cafe dari jendela disampingnya. Dia lalu menoleh ke Shikamaru, si jenius lain, yang sedari tadi diam tak bersuara, bahkan semenjak mereka keluar dari ruang BK Uzushio.

'zzzz'

'bangsat, dia tidur.' Batin Sasuke melirik Shikamaru yang duduk tenang sembari menopang pipinya dengan tangan kanan. Dia nampak memejamkan mata.

Sasuke menghela nafas pasrah. Ya sudah, kalau mereka memang tidak bisa menemukan Obito, Sasuke dengan (sangat) terpaksa akan menandatangani berkas Madara sendiri. Meskipun harus berbuntut tanggung jawab merepotkan setelahnya.

SREKK!

"Yosh."

Sasuke terkaget saat tiba-tiba dilihatnya Shisui berdiri. Dia menatap Sasuke dalam. Lalu menoleh ke Naruto. Dan kemudian menatap Shikamaru.

"Nara Shikamaru, ayo ikut aku." Ujar Shisui tiba-tiba.

"Ngh- Hah? Oi!"

Shikamaru yang tengah asik tertidur pun mengerjapkan mata kaget karena tangan yang ia gunakan sebagai tumpuan tiba tiba ditarik.

Sasuke menatap Shisui heran.

"Mau kemana?" tanya Sasuke.

Shisui membalas dengan senyum atas pertanyaan Sasuke. Tanpa penjelasan lebih lanjut, Shisui berjalan keluar dari cafe itu bersama Shikamaru setelah berucap 'Kalian tunggu disini' kepada Sasuke dan Naruto.

Sasuke yang mendengar perintah Shisui pun akhirnya tidak beranjak dari duduknya. Dia hanya menatap dari balik jendela cafe. Dilihatnya Shikamaru dan Shisui kini melangkah masuk kembali ke Uzushio International High yang ada di seberang jalan.

Naruto menghela nafas dalam. Membiarkan Shisui melakukan entah apa yang ia rencanakan.

.

.

15 Menit, itulah waktu yang Sasuke dan Naruto habiskan semenjak Shisui hilang dengan Shikamaru. Bahkan Latte Naruto pun sudah habis. Untuk menghilangkan rasa bosannya, Naruto bahkan dengan sengaja meminum Espresso milik Shikamaru yang sama sekali tidak disentuh oleh pemiliknya karena ditinggal tidur.

"Mereka lama sekali." tanya Naruto gusar.

Sasuke hanya mengangguk. Jujur, dia juga sama gelisahnya dengan Naruto. Mengingat fakta bahwa mereka ditinggal disini dengan kondisi tidak tau apa yang terjadi.

Shisui dan Shikamaru belum kembali bakan sampai gerbang Uzushio kini banyak murid yang keluar. Tanda jam sekolah sudah berakhir. Sasuke dan Naruto menyadari detik berikutnya, di cafe tersebut nampak beberapa murid Uzushio berdatangan.

Keadaan disini semakin ramai.

"Oi. itu." Naruto menyenggol bahu Sasuke. Nampak menunjuk Sesuatu.

Sasuke yang sadar pun mengikuti arah yang ditunjuk Naruto.

Di matanya, nampak pemuda yang Sasuke kenali kini terlihat masuk dan duduk di salah satu meja.

"Yagura?" tanya Sasuke mengernyitkan dahi.

Naruto mengangguk. Pemuda yang dulu satu kelas dengan mereka di Uzushio itu nampak tengah duduk berdua dengan seorang gadis.

"Memang Yagura punya pacar?" tanya Sasuke.

Naruto nampak mengangkat bahu. Mana Naruto tau, hampir dua bulan mereka pindah, dan selama jangka waktu tersebut banyak hal yang bisa terjadi.

Pemuda yang di maksud itu kini tengah duduk mesra di meja yang lain. Entah dia bisa menyadari keberadaan Naruto dan Sasuke atau tidak. Karena sudut pandang mereka, terhalang beberapa ornamen berbentuk akar yang merupakan hiasan dari cafe ini.

Bahkan Naruto dan Sasuke pun nampak tidak berniat menyapa.

.

.

Perlu waktu sekitar sepuluh menit (mungkin 15 menit) kemudan hingga akhirnya Shisui dan Shikamaru kembali. Protes. itulah yang dilakukan Naruto, bukan hanya karena tidak diberitahu apa yang direncanakannya, tapi juga karena mereka hilang kurang lebih 30 menit sehingga Naruto dan Sasuke sedikit tidak enak dengan suasana cafe yang sekarang ramai.

"Kalian darimana sih?" tanya Naruto.

Shisui dan Shikamaru pun akhirnya duduk.

"Hn. Kami harus menunggu Rin keluar dari kantornya dulu." Shikamaru lah yang menjawab.

Jawaban Shikamaru terdengar tidak menjelaskan apa yang terjadi.

Shisui pun yang menjelaskan lebih lanjut, dengan cara mengeluarkan Smartphone yang sepertinya bukan miliknya.

Naruto dan Sasuke saling pandang. Sasuke lah yang paham apa yang terjadi.

"Itu punya Rin-sensei?" tanya Sasuke.

Shisui mengangguk. Naruto melotot tidak percaya.

"Tunggu. Kau mencuri Smartphone nya?" tanya Naruto mengutarakan kecurigaannya.

Shisui mentap Naruto lalu menoleh ke Shikamaru. Itu adalah pertanyaan yang persis diutarakan oleh Shikamaru tepat saat mereka berdua ada di depan ruang BK tadi. Shisui yang dituduh sebagai pencuri pun sepertinya berniat meluruskan.

"Ini bukan mencuri.. Aku meninggalkan catatan dan HP ku sendiri disana." balas Shisui.

Naruto dan Sasuke menatap pemuda yang ada di depannya tidak percaya. Penjelasan-macam apa itu.

Oke, kita luruskan disini. Ide Shisui adalah untuk mencari kontak Obito di HP Rin. Dan menyalinnya ke hp nya sendiri, namun kala mereka tengah ada di ruang BK (yang ditinggal pemiliknya) Shisui tiba-tiba diilhami dengan rencana yang lebih baik.

Terus yang kedua, oke dia memang mengambil HP Rin saat guru itu keluar dari ruangannya. Tapi Shisui meninggalkan catatan yang kurang lebih berisi 'izin meminjam hp'. Dan Shisui tidak berbohong saat dia bilang HP nya sendiri dia tinggal di ruangan Rin. Alasannya ada dua, satu karena anggap saja pertukaran setara. Kalau Shisui yang meminjam HP (tanpa permisi) dengan tiba-tiba merusak HP Rin, Shisui akan merelakan HP nya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab. Dan yang kedua, HP pemuda ini low bat, jadi dia meninggalkan HP nya sendiri dengan tercolok ke charger di ruangan Rin.

Oke itu memang hp satu satunya milik Shisui. Tapi percayalah, ide yang mengilhami Shisui beberapa menit lalu cukup untuk membuat pemuda ini yakin merelakan hp nya.

Sasuke menatap ragu pemuda yang ada di depannya. Namun dia mencoba mengkesampingkan pikiran negatifnya dan bertanya. Menganggap pemuda ini mempunyai rencana.

"Apa yang akan kau lakukan dengan smartphone itu?" tanya Sasuke. Yap, sepertinya pertanyaan itu mewakili isi dari otak Naruto pula Shikamaru.

Shisui melirik Sasuke.

"Hn. Menelfon Obito."

Sasuke, Naruto dan Shikamaru nampak memperhatikan gelagat Shisui yang kini tengah sibuk berkutat di kontak WhatsApp Smartphone berwarna pink cerah itu. Dia tidak menemukan nama Obito. Namun yang ia temukan adalah nama Obi-chan. Setelah memastikan photo yang terpampang adalah foto orang yang ia cari, dia pun memencet tombol dial.

Shisui mengisyaratkan Sasuke, Naruto dan Shikamaru untuk diam dengan cara menempelkan jari telunjuknya di bibir. Meskipun ketiga pemuda itu sedari tadi memang tidak bersuara.

TUUUT TUUUT TUUUT-ckilk

'Halo?'

"..."

'Halo, Rin kenapa menelfo-TUUT TUUT.'

Shisui terlihat mengakhiri panggilan. Naruto yang menyadari panggilan itu sangat singkat dan tanpa mendengar Shisui menjawab orang yang ada di seberang pun bertanya, dia nampak memutar bola matanya bosan.

"Sebaiknya kau segera menjelaskan apa yang kau rencanakan. Sebelum aku menghajarmu dengan cangkir kopi." Ujar Naruto.

Shisui menatap Naruto. Lalu Sasuke dan Shikamaru bergantian.

"Aku hanya memastikan nomor Obito bisa dihubungi." Jelas Shisui. Dia menjawab sembari mengetikan sesuatu di HP Rin. Butuh waktu beberapa saat.

Ketiga pemuda itu nampak mendengarkan.

".. Dan karena kita tidak punya cukup uang dan lokasi Obito secara tepat. Maka dari itu.." Shisui memperlihatkan apa yang dia ketik di HP Rin, saat dia sudah menyelesaikannya.

"..."

"..Kita akan menyuruh Obito saja yang datang kesini."

Naruto, Sasuke, dan Shikamaru mendekatkan kepalanya ke Smartphone, Melihat apa yang tertera di layar. Itu adalah chat WA.

.

Hari ini

Obi-chan: Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba menelfonku?

Rin : Tidak, aku hanya ingin berbicara empat mata denganmu.

Obi-chan : Berbicara tentang apa?

Rin : Sesuatu yang penting. Kau bisa ke Uzushio dan menemuiku?

Obi-chan : Oke, besok aku akan kesana.

.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru saling toleh.

"Dia beneran kesini?" tanya Naruto tidak percaya.

Shisui mengangguk.

"Sepertinya kita harus menunggu besok untuk mencari tau."

Oke Naruto akui, solusi Shisui yang ini adalah solusi yang lebih baik daripada harus ke Iwa. Bahkan sangat jauh lebih baik.

"Bagaimana kau tau dia akan setuju datang kemari?" tanya Sasuke.

Shisui tertawa kikuk.

Tentu saja pemuda ini tidak tau. Yang ia lakukan barusan adalah improvisasi. Dan jika seandainya Obito menjawab 'tidak mau datang' tentu saja dia akan dihajar Rin saat pemuda ini mengembalikan hp nya.

Oke, memang terlepas dari semua itu, dia akan tetap dihajar oleh Rin karena dia mengambil Hp nya tanpa permisi. Tapi setidaknya, dia akan dihajar setelah mendapatkan apa yang ia mau.

Naruto tersenyum senang. Oke sepertinya pencarian orang hilang ini sudah menemukan titik terang. Dia akan sepenuhnya merasa damai sekarang.

"Oke, kalau begitu. Sebaiknya kita segera pulang dan kita akan kembali ke sini besok pagi! Kita bisa pinjam mobil Itachi." Jawab Naruto senang. Dia menepuk Sasuke, mengusulkan ide yang sedari telah menganggunya semenjak mereka berempat naik taxi.

Sasuke melirik Naruto bosan. Seakan sedikit tidak terima dengan ide tersebut. Namun Sasuke sepertinya harus setuju. Yap, dia sepertinya akan meminjam mobil Itachi untuk besok.

"Oi. Shikamaru! Jangan tidur. Ayo pulang!" Naruto terlihat menepuk Shikamaru yang terlihat kembali memejamkan mata.

Tepat setelah Naruto berdiri dari tempat duduknya. Sayangnya dia harus diinterupsi oleh Shisui yang bersuara.

"Tunggu..."

.

.

.

.

"..Sebenarnya uang Taxi kita sudah habis." Jelas Shisui jujur.

Membuat ketiga pemuda ini menatap Shisui dengan sedikit terkejut.

"Kau bercanda!" Naruto lah yang merespon.

Shisui menatap Naruto.

"Kau mau aku bagaimana? Kopi disini sangat mahal." Jelas Shisui.

Naruto nampak terduduk lagi di kursinya. sial

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Hanzama is back!

Chapter 92 is up. Oke, sebelumnya karena hanzama kemarin upload chapter 91, 22 jam setelah chapter 90. Mungkin sebagian pembaca (terutama silent reader) kemungkinan ada yang tidak notice karena update chapter 91 tidak muncul di main page fanfiction. Jadi seperti yang hanzama katakan diawal, coba cek dulu chapter lalu~

Apa lagi ya, oh iya.. sepertinya Hanzama harus mengucapkan selamat menjelang tahun baru. 2019, dan tidak sangka sebentar lagi pilpres-oke abaikan.

*Q&A

Pertanyaan dari ontaarab. Ya, ampun Hanzama gak sangka fanfic ini terkenal sampai ke kalangan Onta.

ASK : jadi? Naruhina gak bakal ada lagi nih?

Answer : Oke, klarifikasi untuk pairing. Hanzama sebenarnya gak bisa janji menyajikan romance yang terlalu kaku dan serius.Karena yangre dasar dari fanfic ini yang memang tidak disangga oleh Romance. Melainkan Friendship/Humor. Jadi penjelasan Pairing mungkin bakal Hanzama cantumkan di chapter-chapter akhir, dan mungkin selebihnya akan hanzama biarkan para pembaca berimajinasi.

Oke sip mungkin itu, sepertinya chapter depan mereka bertiga akan berhasil menemukan Obito. Hm, tapi tergantung mood Hanzama *jengjeng*

Sekian,

Sampai jumpa di chapter 93! See you~

Salam Hangat dari Hanzama, semoga sukses slalu.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

- After -

Setelah menyerahkan lembar mutasi kepada kepala sekolah, Rin mendapati sebuah kejadian yang sangat tidak dia perkirakan bisa terjadi.

Rin menatap kertas yang ia pegang dengan pandangan marah. Dia meremas keras sebuah memo yang bertuliskan.

Sensei. Aku pinjam hp mu sebentar.

ttd. S

Nb : Aku titip Hp ku disini, Bateraiku lowbat.

Rin lalu melirik smartphone asng yang kini tengah tersambung dengan charger miliknya. Dia mendekati smartphone itu. Dia membatin 'orang macam apa yang mencuri hp orang tapi meninggalkan miliknya.'

Yap, setidaknya Rin ada beberapa perkiraan. Tentu saja pesan bertuliskan ttd.s sudah sangat jelas di mata Rin. Karena ada beberapa orang yang tidak jelas tadi siang datang kesini. Dan dua diantaranya memiliki nama yang cocok dengan ttd.s

Sasuke atau Shikamaru.

Rin mendekati Smartphone asing itu lalu menyentuk layarnya. Sayangnya layarnya terkunci.

Ah, sial.

.

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

- Another After -

Yagura melirik manja seorang gadis yang kini ia pegang tangannya. Coba tebak? yap gadis ini adalah gadis yang sudah menjadi pacarnya kurang lebih satu bulan.

Oke, Yagura memang bukan orang yang romantis. Namun dia sudah mempersiapkan segalanya. Dia bahkan sudah menata sedemikian rupa apartemennya untuk kegiatan malam ini.

Yap, dinner disertai lilin yang wangi. Lalu nonton film Horror bersama, kemudian akan diakhiri dengan kegiatan yang tidak bisa dijelaskan oleh author fanfic ini karena akan seketika merubah fanfic ini menjadi rated M.

"Jadi bagaimana? kau jadi meningap di tempatku malam ini kan?" tanya Yagura kepada gadisnya.

Gadis itu nampak merona. Dia mengangguk. Dia nampak sudah siap memberikan segalanya kepada pemuda yang ia cinta ini.

.

Sayangnya segala macam imajinasi liar Yagura untuk malam ini harus hancur oleh seorang pemuda yang dengan semena-mena menggebrak meja mereka.

Brak!

"Oi Yagura! Kami tidak bisa pulang. Izinkan kami menginap di tempatmu malam ini!"

Ujar pemuda itu seenak jidat.

Naruto.

IWDWIW

v

v

v

v

v

v