Shikamaru terduduk di undakan di depan gedung abu-abu yang ia masuki beberapa menit lalu. Dia terlihat santai dengan sesekali menguap dan mengamati sekitar. Hal yang ia lakukan sekarang adalah menunggu. Menunggu Sara yang mengantar Sasuke ke kamar kecil.
Beberapa kali dia memperhatikan beberapa pemudi yang sepertinya mencari kucing masih berlalu lalang. Tidak lama dia duduk sebelum akhirnya sosok Fuu menghampiri dan duduk di sampingnya. Gadis berambut hijau itu memegang sebungkus sandwich selai kacang di tangannya.
"Kucing nya belum ketemu?" tanya Shikamaru basa-basi.
Fuu nampak menggeleng. Dia dengan berbaik hati membagi satu satunya roti yang ia punya menjadi dua. Sebagian lalu dia berikan ke Shikamaru.
Shikamaru melirik roti itu malas sebelum akhirnya menerimanya.
Benar juga, dia belum makan apapun semenjak tadi pagi.
.
DISCLAIMER : Naruto bukan punya Hanzama!
Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
Chapter 98: Money talks? Keep Going!
.
Okeh, Ini semua salah paham. Orang yang dipergokinya di ruangan misterius ini bukanlah orang sekarat. Melainkan seorang pria dewasa yang kebetulan menjelaskan diri sebagai Kepala Sekolah Iwa-art Academy.
Setelah dijelaskan apa yang terjadi, Naruto sekarang malah dijamu di ruangan yang sama dengan berbagai makanan. Lengkap dengan secangkir minuman yang Naruto bahkan tidak berani menyentuhnya. Alasannya satu, yaitu karena ular yang Naruto lihat tadi nyatanya masih setia bergelantungan di tubuh sang kepala sekolah. Itu adalah peliharaan sang kepala sekolah.
"Jangan takut Naruto-kun. Manda tidak mengigit." Ujar pria itu. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Orochimaru.
Yah! Mana Naruto bisa percaya? Maksudku, lihat keadaannya sekarang. Duduk di ruangan yang pintunya bertuliskan keep out bersama seorang lelaki yang berdandan sangat menor, dan seekor ular berukuran besar yang sering Naruto lihat dalam acara penjelalajah alam. Ular yang dikoar koarkan lilitannya bisa mencekik manusia sampai mati. Maksudku, Siapa juga orang normal yang memelihara ular di sekolahan?!
Beberapa menit yang lalu, sebenarnya Naruto masih bisa lari dari tempat itu, kerena posisinya masih ada di dekat pintu. Namun untuk sekarang, dia bisa merasakan kakinya lemas. Naruto merutuki kebodohannya sendiri yang dengan polos mendekat dan memeriksa, dan berakhir dengan dirinya tiba-tiba dipersilahkan duduk. Membuat jarak antara Naruto dan si Ular semakin sempit. Di jarak dekat seperti ini, Naruto bahkan bisa memperkirakan jangkauan sang ular akan mencapainya dalam hitungan detik.
Orochimaru nampak tersenyum kepada Naruto.
"Jadi? Apa yang Murid Tsunade lakukan di sekolahku?" Tanya Orochimaru. Naruto menelan ludah. Dia menjelaskan bahwa dia adalah murid Konoha Gakuen tadi.
"Err.. Hanya... Mencari seseorang." Balas Naruto.
Orochimaru mengangguk paham. Sesekali dia mengelus kepala Manda, dan kemudian menurunkan Manda di lantai. Membuat Naruto mengangkat kedua kakinya dan berjongkok di atas kursi. Persetan dengan sepatunya yang kemungkinan mengotori properti milik Iwa-Art Academy.
Yap, resmi. Dia sepenuhnya tidak bisa kabur.
Tolong woy!
.
~iwdwiw~
.
"Inilah tempat yang akan kita tuju selanjutnya." Jelas Sara. Dia menunjukkan layar smartphone nya yang kini menunjukkan aplikasi Google Map. Setelah memaksa Kaguya untuk memberitahu dimana Hotaru berada. Sara mendapatkan satu alamat yang pasti.
Panti anak-anak berkebutuhan khusus : Crimson House. Letaknya ada di sudut yang paling jauh di Iwa. Buset.
Oke, jadi situasinya seperti ini. Hotaru, Sasame dan sepupu Sasuke tadi sempat kesini, mereka mampir hanya sekedar mengambil lukisan milik Hotaru dan kemudian pergi lagi. Dari kesimpulan dan informasi yang dia tarik dari penjelasan Kaguya, Hotaru berniat melihat 'Crimson Eye yang sebenarnya' yang kemungkinan besar ada di ujung Iwa tersebut, dan bila ditarik kesimpulan dari segala fakta yang ada, mungkin Hotaru ingin menyelesaikan lukisannya.
Ya, Sara menemukan bahwa ini memang aneh. Dia sepenuhnya buta atas apa yang terjadi. Entah Hotaru benar-benar tidak paham kondisinya sendiri, atau Sepupu Sasuke yang-entah apa yang ia lakukan kepada Hotaru.
Shikamaru memandangi gadis berambut merah itu dengan tatapan aneh. Dia nampak menunjukkan rute yang jaraknya belasan kilometer dari Iwa-Art Academy.
"Kau serius?" tanya Shikamaru. Sara menoleh ke Shikamaru.
"Tentu saja aku serius. kita harus tetap mencarinya." jawab Sara. Shikamaru dan Sara kini ada di undakan di depan gedung abu-abu. Fuu juga tadi ada disana, namun dia kembali ke kegiatannya, menghampiri Tayuya dan orang-orang yang sibuk mencari Kucing Ketua OSIS untuk terus mencari. Fuu tadi sempat dijelaskan tentang keadaan yang sebenarnya, gadis bersurai hijau itu nampak mengangguk paham saat dia disuruh untuk tidak bilang siapa-siapa atas apa yang terjadi.
Shikamaru berniat membantah Sara.
"Kau dengar apa kata ketuamu tadi kan. Kita jangan terlalu khawatir dengan Hotaru."
"HAAA?! Trus kita harus bagaimana? Membiarkan mereka begitu saja saat pihak rumah sakit meyakini kalau saudara Sasuke itu adalah seorang penculik?! Kita harus tetap mencari mereka tau!""
Shikamaru nampak memutar bola matanya. Hahh.. Dasar semua perempuan memang merepotkan. Saat dia melihat Sara dengan Smartphone nya, itulah saat dimana Shikamaru menyadari Sesuatu.
"Tunggu.. kalau kau dari tadi bawa Handphone, kenapa kau tidak telfon saja temanmu itu.. si Sasame." ujar Shikamaru.
Mendengar hal yang dikatakan Shikamaru, Sara malah membalas Shikamaru dengan pandangan marah. Seakan ingin menampar Shikamaru yang bertanya. Namun mengingat Shikamaru tidak salah apa apa, Sara akhirnya lebih memilih cara normal dengan menjelaskan.
"Sasame membanting smartphone nya sendiri dua hari yang lalu. gara-gara salah satu teman mu di Konoha Gakuen." jelas Sara.
"..."
Shikamaru memiringkan kepala.
"Salah satu temanku?" tanya Shikamaru tidak paham.
Sara mengangguk.
"Siapa?"
"..."
"Naruto?" tebak Shikamaru.
Sara menggeleng.
Tak lama kemudian, nampak Sasuke yang datang. Dia sepertinya barusaja selesai dengan urusannya dari kamar kecil. Shikamaru menoleh ke Sasuke, dia berucap lagi.
"Sasuke?" tanya Shikamaru, namun pertanyaan itu ditujukan ke Sara.
"Hah?" Sasuke malah menyahut.
Sara menggeleng lagi. Shikamaru tambah bingung. Yah, dia cukup yakin Naruto dan Sasuke tidak akan menjadi penyebab seseorang dengan tiba-tiba membanting hp nya.
"Siapa?"
Sara memutar bola matanya.
"Shino Aburame." jawab Sara akhirnya.
Shikamaru menatap Sara dengan tatapan aneh.
"Lah? Kok Shino?" Tanya Shikamaru.
Sara menatap sedikit Gemas kepada Shikamaru yang berwajah sok polos. Dia lalu menoleh ke Sasuke yang nampak belum paham apa yang mereka bicarakan.
Sara menghela nafas.
"Kau tau, Shino Aburame dan Sasame dulu mengurus Galeri festival bersama kan?" tanya Sara.
Shikamaru menggeleng. entahlah. Membuat Sara semakin gemas.
"Intinya.. setelah festival, mereka sering kontak-kontakan.. Sasame banyak cerita soal Shino hingga terkadang membuatku bosan." jelas Sara.
Sasuke dan Shikamaru diam.
"Hingga kemarin. Sasame melihat foto mesra teman playboy mu itu dengan cewek lain.. Itulah kenapa Sasame membanting smartphone nya sendiri."
"..."
Shikamaru mencoba mencerna perkataan Sara. Sasuke juga nampak mulai paham apa yang dijelaskan. Oke, ini sedikit tidak masuk akal. Shikamaru tau Shino, dan pemuda itu tidak mungkin seorang playboy. Dia adalah pemuda yang baik hati dan tidak sombong-sedikit aneh, tapi hatinya ada di sisi yang benar.
Disisi lain, Sasuke nampak mendengus mendengar ucapan Sara.
"Mana ada." Ujar Sasuke. Orang kalem seperti itu mana ada dia Playboy.
"Kalian tidak percaya?"
"Gak."
Sara menatap Sasuke tajam. Merasa tidak dipercaya, Sara pun mulai menunjukkan bukti otentik yang ia tau, dia membuka halaman instagram lalu menyerahkan smartphone nya ke Shikamaru.
Shikamaru menerima smartphone itu dan melihat layarnya, Sasuke ikut mendekat.
Di layar handphone berchasing merah itu nampak akun instagram seorang Ino Yamanaka. Foto Spesifik yang ditunjukan oleh Sara adalah foto Shino yang nampak selfie berdua dengan Ino.
Dari keadaan sekitar foto tersebut. Sasuke dan Shikamaru langsung tau kalau itu adalah momen saat Gatalympic kemarin.
"Sudah percaya?"
Shikamaru dan Sasuke menatap Sara bosan. Shikamaru tanpa bersuara lalu menyerahkan smartphone itu kembali ke pemiliknya. Lalu tanpa berucap apapun, dia langsung berjalan menjauh mendahului Sara. Sasuke nampak mengikuti.
Sara yang merasa dikacanging malah bersungut-sungut sebal.
"Hei!"
.
~iwdwiw~
.
"... Kau yakin?"
"Yaaa.. Aku harus segera pergi. Ada orang yang menungguku."
Naruto berucap sopan, mencoba berkelah saat Orochimaru menawarinya makan siang (Secara tekhnis makan siang menjelang sore). Yah, yang ia tau, dia harus segera pergi dari ruangan ini sebelum ular sialan itu bergerak lagi.
Ula boa peliharaan kepala sekolah Orochimaru ada di pojok ruangan sekarang. Naruto sudah memastikan dia tidak bergerak karena dia barusaja selesai menatap 5 menit penuh kepada reptile besar itu. Dan inilah kesempatan Naruto untuk pergi dari sini.
Dia pun berdiri dari posisinya, dan segera mendekati pintu.
"Naruto-kun."
Naruto menoleh yang terakhir kalinya ke Orochimaru yang memanggilnya. Itulah saat dia menyadari Orochimaru memotretnya dengan kamera smartphone.
ckrek.
"Maaf, hanya untuk kenang kenangan." Ujar Orochimaru.
Naruto hanya mengangguk dan tidak terlalu mempermasalahkan. Kemudian, setelah berucap selamat tinggal, dia pun membuka pintu ruangan Orochimaru dan menutupnya rapat. Memastikan dia tidak akan bertemu lagi dengan orang atau makhluk yang ada di dalam. Dia pun berlari sekuat tenaga dari situ.
.
~iwdwiw~
.
Skip
Kembali ke tempat parkir, Shikamaru, Sara dan Sasuke nampak diam menunggu. Alih alih mencari Naruto karena pemuda itu hilang. Mereka lebih memilih kembali ke tempat parkir. Alasan utama adalah mengecek, barangkali Naruto ada di sana. Untunglah keputusan mereka tepat, karena tepat beberapa menit mereka menyadari Naruto tidak ada di dalam mobil, nampak seorang pemuda pirang yang datang dengan berlari. Pemuda itu nampak tegang dengan keringat yang menetes dari pelipisnya.
"Naru-"
"YA AMPUN!" Itulah kata yang diucapkan Naruto langsung kepada ketiga orang yang ada di depan nya.
"kau tidak ap-"
"AKU MENCARI KALIAN KEMANA MANA TAU!" semprot Naruto lagi. Nafasnya masih memburu untuk menyesuaikan paru-parunya yang barusaja dia ajak berlari. Yap, setelah keluar dari ruangan Orochimaru, Naruto tidak langsung mengarah ke sini, tapi dia harus berputar-putar di setiap sudut Iwa-Art Academy. Alasannya satu, nyasar ditambah lingkungan sekolah yang belibet.
Itu sebelum dia akhirnya berhasil mengenali jalan yang ia lewati dan kembali ke tempat parkir dimana mobil Mei terparkir.
Sara melipat tangan di dada dan berniat membalas Naruto.
"Kan sudah ku bilang jangan sampai terpisah!" balas Sara.
Naruto tidak membalas, dia masih mencoba bernafas.
"Ayolah.. Kita harus segera pergi. Aku sudah tau dimana Hotaru berada." lanjut Sara. Sembari merasakan nafasnya yang berangsur membaik, Naruto hanya pasrah mengikuti saat Sara kemudian mendekati mobil.
Di mobil, Naruto bisa melihat Sasuke yang sudah duduk di samping nya seperti tadi.
"Kau darimana?" tanya Sasuke.
Naruto melirik Sasuke dengan sudut matanya. Yap, dia tidak akan cerita kalau dirinya barusaja menemui kepala-sekolah-berbedak-tebal-pecinta-ular dan berputar putar menelusuri labirin menyebalkan yang bernama Iwa-Art Academy.
"Kau membiarkan jendela mobil terbuka." Lanjut Sasuke.
Naruto malas menanggapi. Dia malah menoleh ke Sara yang kini sudah ada di dalam mobil.
"Oi."
"Apa?" tanya Sara polos.
"Aku tarik kembali ekspektasiku atas tempat ini. Sekolahanmu menyebalkan." Jelas Naruto.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
KAT
xxxxxxxx
Author Note(s) : Hanzama Is Back!
Yak! Kayaknya kejadian di Iwa-Art Academy nya sampai segitu saja wk.. Dua alasan, pertama : Hanzama 100 persen buntu ide.. dan yang kedua : kejar tayang.
Maaf bila kurang memuaskan.. Niatnya sih mau manjangin masalah mereka dengan Kaguya, Yugito maupun Orochimaru.. Namun apadaya.. Segenap gambaran alternatif Hanzama kurang pas aja gitu. Dan versi ini lah yang Hanzama rasa paling imbang untuk chapter ini.. sekali lagi maaf..
Oh iya.. trus maaf juga kalau chapter ini pendek.. (-_-) padahal kemarin bilang kalau mau dipanjangin.. eh, malah tambah pendek.. hadehh...
Yap.. Sedikit mengulas.. Mungkin keadaan Naruto, Sasuke dan Shikamaru sekarang semakin rumit. Apakah mereka bakal ditambah hukumannya karena setiap peraturan Tsunade diabaikan 100 persen? Jujur, Hanzama sudah menyiapkan sesuatu.. namun jawabannya akan ada di chapter akhir. Jadi Hanzama gak bisa ngasih bocoran di chapter chapter arc ini.. hehe..
Trus juga untuk arc ini- hanzama akan bilang bahwa ARC ini (mungkin) tidak akan lebih panjang dari ARC Okinawa apalagi Festival (oke ARC festival adalah ARC gila yang panjangnya keblabasan)
Okesip mungkin itu, Terima kasih masih mau mengikuti.. Dan jangan lupa tinggalkan jejak!
Sekian dari Hanzama, semoga sukses selalu~~
Kita ketemu di chapter depan.. Mungkin (hanya mungkin) Shisui akan kembali di chapter depan..
Buhu~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
- After -
Uchiha Mansion
"Tch.. Mereka benar-benar cari masalah heh!"
Tsunade keluar dari kediaman Uchiha bersama dengan Kakashi. Setelah mereka mengecek dari rumah walikota, kediaman Nara, bahkan kediaman Uchiha. Coba tebak? ketiga pemuda yang dia 'rindukan' tidak ketemu. Tentu saja ini sangat frustatif mengingat orang orang tidak jelas itu belum selesai masa karantinanya.
Dia bahkan berbicara dengan para penghuni rumah yang telah dia kunjungi sedari tadi dengan sangat hati-hati untuk memastikan orang-orang itu tidak panik. Dan tetap saja, Tsunade tidak bisa menemukan ketiga pemuda itu.
"Sekarang Bagaimana Tsunade-sama?" tanya Kakashi. Jujur, pria berambut putih itu hanya mengekor saja sedari tadi karena Tsunade dengan tegas bilang bahwa dia butuh 'supir' untuk mengantar Tsunade mengecek keadaan Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Kakashi bahkan tidak sempat memberi tugas ke anak anak kelas 2-2 yang dia tinggal untuk menemani Tsunade.
Tsunade sendiri, dia sudah ada di puncak kesal nya dimana kini dia berniat ke Uzushio untuk memastikan ketiga pemuda itu ada di sana. Tentu saja sebelum benar-benar ke Uzushio, Tsunade harus menelfon Juraya terlebih dahulu agar dia tidak salah kaprah saat sampai di sana. Mengingat Uzushio jaraknya cukup jauh.
Hampir saja dia memencet tombol dial nomor Jiraya jika dia tidak melihat terlebih dahulu ada chat masuk dari temannya yang lain. Orochimaru.
Orochimaru : Orang yang baik.
Tsunade menatap chat itu heran. Dia lalu memastikan apa maksud Orochimaru dengan membuka chat itu sepenuhnya.
Tsunade. Anak didikmu mampir ke ruanganku tadi.
dia orang yang baij
*Orang yang baik.
Di chat itu, nampak foto Naruto.
"..."
"Tsunade sama?"
"..."
"Anda tidak apa apa?" tanya Kakashi melihat ekspresi kelam yang tiba-tiba bersarang di wajah Tsunade.
"T-Tsunade-sama?"
"ARGH!"
WUSHH! BRAK!
Dengan sekuat tenaga, kepala sekolah Konoha Gakuen itu melempar handphone nya sendiri jauh ke taman milik Uchiha Mansion.
"WHAT THE F-"
Oke, lupakan apa yang Shikamaru pikirkan tadi.
Naruto (dalam kasus ini hanya Naruto) untuk pertama kali dalam sejarah menjadi penyebab seseorang dengan tiba-tiba membanting hp nya.
.
-Another After -
Jam 4 sore. itulah waktu yang ditujukan oleh jam digital yang ada di mobil Mei. Setelah dijelaskan apa yang terjadi, Naruto memilih duduk di belakang bersama Shikamaru, karena dia tidak mau mengemudi sampai ke ujung Iwa hanya untuk menyusul sepupu tidak jelas Sasuke. Itulah kenapa Sasuke lah yang menyetir kali ini. Mereka sepenuhnya meninggalkan Iwa Art Academy dan sudah dalam perjalanan menuju tempat bernama Crimson House.
Bermodal informasi dan paksaan Sara yang bilang bahwa kita harus kesana sekarang juga, ketiga pemuda itu sepenuhnya mengabaikan setiap perasaan yang ada di benak mereka dan hanya mengiyakan. Termasuk perasaan lapar.
"Selanjutnya kemana?" tanya Sasuke ke Sara. Jelas sekali gadis itu yang menjadi navigator Sasuke dalam perjalanan ini. Sara duduk di samping Sasuke sembari menatap layar smartphone nya yang baterai nya dalam kondisi kritis.
"Akh!" Gadis itu memekik saat pada akhirnya layarnya gelap total.
"..." Sasuke melirik Gadis itu.
"Baterai ku habis."
"Hn." Dengus Naruto dari belakang.
Yap ini yang jadi masalah, terlepas dari interior yang luar biasa disertai dengan modifikasi ala mobil Need For Speed, pemilik mobil ini nampaknya lupa memasang elemen paling penting dalam setiap kendaran ber-roda empat. Sistem Navigasi.
Atau mungkin mobil ini versi standarnya ada layar GPS mandiri namun harus dicopot karena digantikan oleh ultra speaker yang bertengger manis di samping kemudi. Ah, tidak ada yang tau kebenarannya. Yang jelas, mobil ini tidak punya layar GPS sama sekali, yang mana sangat menganggu dalam keadaan seperti ini. Apalagi dikala Sara sudah tidak bisa mengakses Google Map dari layar smartphone nya.
"Sekarang bagaimana?" tanya Sasuke.
Sara yang merasa ditanya pun nampak melihat jalanan dari jendela sampingnya.
"Mm.. Mungkin berhenti dulu di pom bensin terdekat." Jelas Sara.
Sasuke hanya mengangguk. Begitu dia melihat palang bertuliskan Perta Minna-san. Dia tanpa pikir panjang langsung berbelok.
Saat mobil sepenuhnya berhenti. Sara lah yang nampak berniat untuk langsung keluar. Membuat Sasuke menatap Sara heran.
"Kau mau kemana?" tanya Sasuke.
Sara nampak menoleh. Dia enggan menjawab. Namun pipinya sedikit memerah.
"Err.."
"kebelet pipis?" tanya Naruto polos.
membuat Sara langsung melayangkan deathglare nya kepada Naruto yang ada di kursi belakang.
"Bukan bodoh!"
Sasuke tambah menatap Sara yang terlihat marah, semakin tidak paham karena mendengar pertanyaan Naruto yang disanggah.
Sara sedikit tidak enak karena dia ditatap penasaran oleh Naruto dan Sasuke.
"Aku... Er..mau melakukan sesuatu yang harus dilakukan oleh wanita." ujar Sara menjelaskan.
Shikamaru yang mendengarkan nampak menguap lebar sembari bersandar di kedua tangannya yang disilangkan di belakang kepalanya sendiri.
"Memang kau bawa tampon?" tanya Shikamaru asal.
BLETAK!
Yang sayangnya harus dibalas Sara dengan jotosan telak di ubun ubun Shikamaru. Pake diomongin segala lagi.
"Adaw."
Shikamaru, memegang kepalanya yang nyut nyutan. Dia menatap Sara yang balas menatapnya tajam.
"P-Pokoknya. Istirahat dulu! Jam 5 kita berangkat lagi!" Ujar Sara mengakhiri.
.
"Hn." Gumam Sasuke
"Ye dah." Balas Naruto.
"Merepotkan." Sahut Shikamaru.
"Meow." Sahut kucing.
.
"..."
Tunggu dulu.. Sara yang berniat membuka pintu segera menghentikan kegiatannya dan menoleh ke Sasuke. Sasuke yang juga mendengarnya pun menoleh ke Naruto dan Shikamaru.
"Meow."
Tunggu..
Jangan jangan..
Naruto yang ada di belakang mencoba mengecek belakang kursi belakang(?) ketiga orang yang ada di sana memperhatikan.
Saat Naruto mengangkat sesuatu yang ada di sana.. Itulah saat Sara menyadari sesuatu juga.
"M-Matatabi?!"
"Meow.."
.
REVIEW
v
v
v
v
v
