Pasca kejadian di Uchiha Corp, Shisui bertengkar dengan ayahnya. Karena keputusannya yang lebih memilih membela Obito dibanding keluarganya sendiri.

Alhasil, kejadian itu membuat dirinya semakin tidak mau pulang ke rumah.

Atas tawaran dari Itachi, dia pun diajak untuk menginap di Uchiha Mansion. Terlepas dari dirinya yang memang jarang sekali bertemu dengan Izumi, dia pun menyetujuinya.

Sayangnya Fugaku dan Mikoto ada agenda menghadiri pernikahan kawan lama Mikoto, alhasil hanya ada Itachi, Izumi, Shisui dan Hikari.

.

Err.. Sebenarnya...

"Kalau begitu, kami Titip Hikari ya." Ujar Itachi kepada Shisui.

Itachi dan Izumi juga ingin bertemu dengan 'agen perumahan' untuk berdiskusi soal rumah yang nampaknya akan mereka beli.

"Ya.." Balas Shisui. Hikari yang sudah digendong Shisui terlihat menarik-narik rambut pemuda itu.

Karena Itachi dan Izumi bilang bahwa pertemuan mereka hanya sebentar, Shisui mengajukan diri untuk menjaga Hikari.

"Maaf, merepotkanmu Shisui-kun." Izumi nampak sedikit tidak tega meninggalkan Shisui menjaga Hikari.

"Tak apa," Lanjut Shisui lagi. Hikari yang digendong terlihat tenang. Dia menghisap susu dari botol bayinya.

Itachi mengangguk.

"Kalau begitu, aku serahkan padamu."

"Ya." Jawab Shisui.

"Ta." Hikari nampak menyahut.

Dan yap, disinilah mereka, Shisui dan Hikari menghabiskan waktu berdua di Uchiha Mansion.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

.

.

.

Chapter 104 : Susu

.

.

.

Malam Hari.

Shisui sedang bermain XBOX milik Sasuke tatkala Hikari duduk di sebelahnya, masih setia dengan sebotol susu yang ada di tangannya. Dia mengamati layar bersama Shisui yang tengah bermain game dengan khidmat. Entah dia paham apa yang dia lihat atau tidak.

Sebenarnya, untuk rumah sebesar ini. Fugaku memperkejakan beberapa pelayan dan tukang kebun. Namun karena urusan privasi dan sebagainya. Pelayan itu hanya bekerja diantara jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Selebihnya, mereka tidak tinggal disini. Itulah kenapa Shisui dan Hikari kini berada di rumah hanya berdua malam ini.

Awalnya sih, semua tenang dan damai. Bahkan Shisui hampir menang 3-2 atas Italia dalam game PES yang dia mainkan di XBOX Sasuke. Namun keadaan yang adem-ayem itu harus berubah karena Hikari tiba-tiba memukul-memukul botol susunya ke lengan Shisui.

"Hei." protes Shisui, seakan pria kecil itu akan mengerti apa yang Shisui proteskan.

Tentu saja Hikari tidak akan mengatakan apa yang dia inginkan dengan satu kalimat jelas. Alih-alih, yang Shisui lihat adalah tatapan melas Hikari yang sepertinya meminta sesuatu.

Shisui mempause game nya dan mencoba berpikir. Dia mengamati Hikari dan botol susunya sebelum menyimpulkan.

"Hmm.. Kau mau susu lagi ya?" tanya Shisui menebak.

"Da."

.

Setelah yakin bahwa tebakannya benar. Shisui pun beranjak ke dapur untuk mencari dimana letak susu milik Hikari. Dia tak lupa menggendong pria kecil itu bersamanya.

Sayangnya, saat dia menemukan sekotak susu bubuk yang dimaksud, sudah tidak ada isinya. Alias kosong. Habis.

"Wah.. Sepertinya Susumu Habis." Ujar Shisui.

Hikari masih menepuk nepukkan botol susunya, kali ini ke dada Shisui karena posisinya yang digendong.

"Minum susu nya besok lagi ya, bagaimana kalau kita segera tidur?" ujar Shisui. Dia mengambil botol susu milik Hikari langsung dari tangan pria kecil itu dan meletakannya ke westafel.

Sayangnya, Hikari nampaknya paham kalau tidak ada susu lagi untuknya. Hingga pada akhirnya dia malah menangis.

"Hei hei! Jangan menangis!" Ujar Shisui.

Dia sepenuhnya bingung apa yang harus dilakukan.

.

~iwdwiw~

Pada akhirnya, Shisui memutuskan untuk menelfon Itachi.

.

Itachi : ... ada di lemari atas di dapur

Shisui : Habis.

Itachi : Kalau begitu tidurkan saja Hikari di kasur.

Namun Shisui malah menyodorkan smartphone nya mendekati Hikari, hingga Itachi mendengar jelas kalau Hikari tengah menangis.

Itachi : Duh.

Samar-samar terdengar suara Izumi.

Shisui diam sebentar. Mereka nampak berdebat.

Menyadari Itachi yang malah tidak segera menjawab dan berbicara dengan Izumi, Shisui pun menyerah. Dengan sekali gerakan dia menutup panggilan itu.

Dia menghela nafas. Dia melirik ke seluruh penjuru ruangan.

Saat dia menyadari terdapat sebuah toples berisi uang di pojok ruangan, dia pun mengambil keputusan. Shisui mengambil toples itu dan beralih ke Hikari yang tadi dia dudukan di karpet. Pria kecil itu masih menangis.

"Hei hei.. stop. Ayok kita cari susu."

"..."

.

~iwdwiw~

.

Skip

Meskipun bermodal semangat 45 ingin mencari susu untuk Hikari. Nyatanya, ini tidak semudah yang Shisui pikir.

Alasannya satu, yaitu karena minimarket yang berdiri beberapa blok dari Uchiha Mansion nyatanya malah tutup. Bagaimana Shisui tau? tentu saja karena Shisui ada di depan minimarket itu sekarang.

Shisui menggendong Hikari menggunakan Baby Carrier. Kepala kecilnya mendungul dari balik baby carrier yang dipasang Shisui di depan perutnya, tangannya masih setia memegang botol susu yang masih dia tunggu untuk diisi. Pria kecil itu sudah sedikit tenang, mungkin karena dia dibawa kesini menggunakan sepeda.

Yak benar, mereka benar-benar bersepeda sampai sini. Itu karena di rumah tidak ada kendaraan yang lain. Oke, sebenarnya ada mobil prosche berdebu yang nampaknya milik Sasuke, namun Shisui kesulitan mecari kuncinya, sehingga dia pada akhirnya menggunakan sesuatu yang lebih mudah untuk disiapkan. Sepeda yang entah milik siapa.

Well, kau tidak akan tau bagaimana rasanya mengayuh sepeda sembari menggendong Hikari. Rasanya sangat tidak nyaman.

.

.

Shisui diam berpikir, dia menunduk melihat Hikari yang nampaknya sibuk mengamati tempat sampah. Entah apa yang dilihatnya. Shisui juga nampaknya tidak bisa kembali ke mansion disaat seperti ini, mengingat Hikari bisa saja menangis seperti tadi karena dia tidak mendapatkan susunya.

Hmm, Apa yang harus dia lakukan?

"Oi. Susunya ganti jus jeruk aja ya?" tanya Shisui.

"Nonono."

"..."

..

~iwdwiw~

Shisui berdiri cukup lama di depan minimarket, entah kenapa dia malah malas bergerak, mengingat betapa tidak enaknya mengayuh sepeda sembari menggendong Hikari.

Hingga pada akhirnya, dia mendengar suara motor datang.

Disamping Shisui berhenti seseorang.

"Lho? tutup." orang itu nampak bergumam sendiri.

Shisui memperhatikan sebentar sebelum akhirnya dia sadar siapa itu.

"Whoa! Kau!" Teriak orang itu menyadari keberadaan Shisui.

Yap, orang ini. Shisui mengenalinya dari jaket kulit dan motor Kawasaki 800-R nya.

Dia adalah anggota geng motor yang beberapa waktu lalu mengantar Shisui dkk pulang dari pusat kota ke foREVer street. Anggota geng motor yang Shisui beri masukan perihal motornya.

Anak Geng motor itu pun memperhatikan Shisui dan beralih ke Hikari. Tanpa sadar dia pun menanyakan sesuatu yang terlintas di otaknya.

"Kau sudah punya anak?" tanya-nya.

"Bukan.. dia anak dari sepupuku." Balas Shisui.

Anak geng motor itu mengangguk. Dia mematikan motornya. Lalu menghela nafas dalam.

"Hah sial. Mau beli rokok malah minimarket nya tutup." Keluhnya entah pada Siapa.

Shisui nampak mengiyakan.

"Yah kau benar.. Aku juga mau beli susu." Jawab Shisui. Kalimat umum yang diucapkan emak-emak saat ditemui di pinggir jalan.

Anak geng motor itu menoleh. Dia melirik Sepeda yang Shisui pegang. Dia lalu tersenyum.

.
"Hei! Bagaimana kalau kita ke tempat yang lain. Aku dengar ada departemen store baru di dekat sini. Jaraknya tidak terlalu jauh." usul anak geng motor itu mengajak Shisui.

Shisui memperhatikan.

Yah, mengingat dia tidak tau apa yang harus dilakukan, dan Hikari butuh susunya.. Jadi..

"Kau tau tempatnya?" tanya Shisui.

"Tentu saja."

.

~iwdwiw~

.

Sebelum berkendara dengan anak geng motor itu, Shisui meninggalkan sepedanya di bagian samping minimarket. Dan singkat cerita, mereka pada akhirnya benar-benar sampai di departemen store baru yang ada di daerah situ.

Shisui pikir, dengan membonceng motor diiringi angin sepoi sepoi, maka Hikari akan terlelap sesampainya disini. Namun nyatanya tidak, matanya malah berbinar seterang lampu 100 WAT karena melihat keadaan yang ramai disekitarnya.

"tata!" teriak Hikari girang saat dia melihat balon karakter raksasa yang terpampang di pintu gerbang departemen store itu.

Namun Shisui mengabaikan dan lebih memilih melangkah mengikuti anak geng motor yang mengantarnya kesini. Mereka berjalan beriringan memasuki area perbelanjaan yang cukup luas itu.

"Ramai sekali." ujar Shisui.

"Hah.. Kau benar, baru tiga hari semenjak dibuka jadi masih banyak orang yang ingin datang melihat." jawab sang anak geng motor.

Oke, Hanya Author atau Shisui juga merasakannya? Ini semua hanya untuk sekotak susu bayi dan Shisui diajak ke tempat yang sebesar ini. Maksud Shisui, Shisui juga mendengar tadi anak geng motor ini hanya mencari rokok.

Namun belum sempat Shisui bertanya, anak geng motor itu langsung melangkah maju. Shisui tidak ada pilihan lain selain mengikuti.

Mereka berputar putar sebelum akhirnya mereka sampai ke tempat retail. Tempat dimana mereka bertiga bisa mencari barang yang mereka butuhkan.

.

"Nah.. Kau bisa mencari susu bayi mu kearah sana.. Aku akan mencari rokok ke arah sini." Ujar anak geng motor kepada Shisui.

"Baiklah." Jawab Shisui cuek. Detik berikutnya anak geng motor itu pun sudah berjalan mendahului Shisui. Shisui bisa melihat beberapa keluarga dan anak kecil yang melirik takut-takut kepada anak geng motor itu saat dia melintas di dekat mereka.

Shisui sendiri, saat dia mau melangkah ke arah sebaliknya, dia sempat melihat seorang anak yang diletakkan di atas panda troli yang di dorong oleh ibunya. Tanpa pikir panjang dia pun langsung ikut ikutan. Hikari pun nampaknya tidak menangis saat dirinya didudukkan di panda troli dan didorong.

.

.

Skip.

Mengemban misi mencari susu, kedua orang ini malah bersenang senang dengan cara mendorong dan didorong.

Mereka berputar putar dengan sesekali berhenti karena melihat barang yang menarik perhatian mereka. Sebenarnya, Shisui tidak membawa uang begitu banyak mengingat ini adalah uang yang dia ambil dari sebuah toples di dapur. Shisui bahkan tidak paham ini uang apa. Yang jelas, Shisui mengambilnya karena ini urgent. Tentu saja dia akan bilang kepada penghuni rumah nantinya.

Mereka berhenti di deretan rak berisi manisan dan kue.

"Taa!" Hikari nampak mencoba berdiri dan berusaha menggapai-gapai salah satu barang yang ada di rak.

Shisui mengamati Hikari dimana dia nampaknya ingin mengambil coklat.

Berpikir sebentar, Shisui pun akhirnya mengambilkan coklat itu untuk Hikari. Bahkan dengan seenaknya sendiri, Shisui langsung membuka bungkus coklat itu. coklatnya lalu dia berikan kepada Hikari. Shisui menyimpan bungkusnya.

Bapak-bapak yang melihat kejadian itu sedikit menyipitkan mata karena baru pertama kali ini dia melihat orang belanja di retail departemen store tapi makan ditempat.

..

.

.

Perlu waktu 15 menit, sebelum akhirnya Shisui menemukan apa yang ia cari. Deretan rak penuh dengan produk susu. Dia pun tanpa disuruh langsung 'memarkikrkan' Hikari dan mulai memilih susu.

Di rak itu terdapat berbagai macam susu dengan berbagai merk pula. Oke, ini adalah saat dimana Shisui harus teliti. Dia tidak mau salah memilih Susu dan berakhir dengan memberi Hikari susu ibu hamil atau semacamnya.

Shisui mulai melihat lihat rak itu, merk demi merk langsung menyambut indera penglihatan Shisui.

Susu ABC rasa rendang.

'Ah bukan'

Susu Tiang Bendera.

'Hmm. Bukan juga'

'Millow'

'Ah tidak.'

Shisui diam di tempat. Sial, dia tidak ingat bentuk bungkus susu yang ada di dapur tadi.

"Mencari susu untuk anaknya ya dek?"

Shisui menoleh kepada suara yang datang dari sampingnya. Nampak seorang ibu-ibu yang juga sama-sama sedang berbelanja. Dia membawa anak perempuannya dengan cara persis seperti yang Shisui lakukan, mendorongnya menggunakan panda troli. Bahkan gadis kecil itu sepertinya sepantaran dengan Hikari.

"Err.."

Ibu ibu itu tersenyum, dia lalu mengambil sekotak susu dan menyerahkannya kepada Shisui.

"Mungkin yang ini. Anakku juga minum ini." Ujar sang ibu itu.

Shisui menerima susu itu. Dia lalu melihat merk nya. Susu Dancom. Shisui sempat bingung saat membaca informasi produk.

Untuk anak 1-3 tahun.

Shisui menoleh ke Hikari. Njir.. Umur Hikari berapa. Namun nampaknya percuma saja menanyakan hal itu dengan Hikari, karena pria kecil itu kini tengah meremas remas sebagian coklatnya dan remasan itu coba diberikan kepada anaknya si ibu. Dari atas panda troli, anak gadis ibu-ibu itu juga terlihat menerimanya.

Cie Hikari.

"Anak usia seperti mereka memang perlu diberi susu pertumbuhan." ujar sang ibu-ibu lagi.

Shisui nampak memperhatikan dan setelah menimang akhirnya dia menerima rekomendasi sang ibu-ibu dan membawa susu itu.

"Yah,, saya setuju." balas Shisui ngasal.

"Kau sepertinya papa muda yang tangguh dek.. Belanja hanya berdua dengan anaknya." lanjut sang Ibu. Dia mengambil dua kotak susu Dancom dan meletakannya ke panda trolinya sendiri.

"Err.."

"Kalau begitu, kami permisi dulu." Lanjut sang ibu lagi sebelum beranjak dari situ.

Shisui mengucap terima kasih dan menundukkan kepalanya.

.

Karena tidak berniat membeli apapun lagi, Shisui pun pada akhirnya langsung menuju kasir. Di kasir dia menyerahkan susu dancom dan bungkus coklat yang sudah hilang isinya kepada penjaga kasir.

Membuat pemuda yang berdiri di belakang meja menatap heran bungkus cokelat yang ada di mejanya.

"Sudah, hitung saja." Namun Shisui meyakinkan dengan mantap. Pemuda kasir itu tidak bertanya lebih lanjut saat dirinya menyadari bocah kecil yang wajahnya blepotan coklat. Dia pun pada akhirnya menscan bungkus coklat itu.

Setelah membayar sejumlah uang yang tertera di mesin kasir, Shisui pun pergi dari situ.

.

~iwdwiw~

.

Di luar Anak geng motor yang membawa Shisui kesini sudah menunggu sembari merokok.

"Sudah dapat?" tanya anak geng motor itu.

"Ya." Shisui memperlihatkan kantong plastik yang ada di tangannya.

Mereka pun langsung pergi dari tempat itu saat merasa sudah tidak ada keperluan lagi.

.

.

.

Malam hari terasa lenggang, tidak seperti siang hari dimana banyak orang lalu lalang dengan kendaraan roda empat mereka. Perjalanan Shisui terasa lambat, mungkin karena sang anak geng motor yang menyetir masih sibuk dengan putung rokoknya yang sudah habis setengah.

Shisui kira, perjalanan mereka akan damai-damai saja hingga sampai ke area yang Shisui kenali. Namun nampaknya tidak, karena Shisui merasakan sedikit getaran yang menganggu posisi duduknya.

karena merasakannya juga, anak geng motor itu pun berhenti.

.

"Wah.. bannya bocor." ujar anak geng motor saat dia memeriksa roda belakangnya.

Shisui yang sudah turun dari motor hanya mengamati. Dia bisa merasakan saat Hikari menepuk nepuk kepala Shisui menggunakan botol susu yang Hikari pegang.

"Tata..!"

Sabar bocah, tumpangan pulang kita ada masalah.

Anak geng motor itu mendongak ke sekitar. Berharap ada bengkel atau semacamnya di sekitar sini yang masih buka.

Pandangannya menyipit saat dia samar samar melihat sebuah bengkel kecil yang err.. berdiri gagah di samping gedung bertuliskan Night Club.

"..."

Karena nampaknya tidak ada pilihan lain, jadi yaa... Mau gimana lagi.

.

.

Skip.

Menunggu. Itulah yang dilakukan mereka bertiga. Menunggui montir yang kini tengah membedah ban kawasaki 800-R milik sang anak geng motor. Mereka duduk di sebuah bangku panjang yang ada di bengkel kecil itu.

"Jadi?"

Shisui menoleh.

"Kau tinggal di dekat Minimarket yang tadi?" tanya anak geng motor.

"Hm.. Tidak, aku hanya menginap di kediaman Uchiha hari ini." Balas Shisui.

"Benarkah?" tanya anak geng motor itu.

Shisui mengangguk.

Anak geng motor itu nampak paham. Dia mengamati sang montir yang kini tengah mencari lubang di ban dalam motornya.

"Kau tau.. Ini aneh.."

Shisui diam.

"Dua kali kita bertemu dan berbicara, tapi aku belum tau namamu. Meskipun begitu, kau pemuda yang gampangan diajak bicara." ujar sang anak geng motor.

"Shisui." Ujar Shisui memperkenalkan diri.

Anak geng motor itu mendengus. Setelahnya dia juga memperkenalkan diri.

"Momochi Zabuza. Anggota geng Seven-Sword." lanjut anak geng motor itu mengakhiri kalimatnya.

Yap, dua orang tidak jelas yang telat memperkenalkan diri.

"Tata!"

Hikari menginterupsi obrolan mereka untuk mengingatkan Shisui. Dia lagi lagi mengetuk ngetukkan botol susunya ke kepala Shisui.

Shisui yang menyadarinya pun sepenuhnya memperhatikan. Mengasumsikan bahwa Hikari tidak akan menganggunya saat susunya dibuatkan, Shisui pun akhirnya memutuskan untuk membuat susu sekarang juga.

Yap, itulah ide Shisui.

Yang dia butuhkan hanya air panas.

"..."

"..."

Inisiatif, Shisui pun bertanya ke montir apakah dia punya air panas. Namun sang montir terlihat menggeleng tanda tidak punya.

Waduh gimana ini.

Pandangan Shisui melirik sebentar ke Night Club yang ada di sampingnya. Dia menoleh ke Zabuza sebelum dia pamit pergi.

"Shisui? Kau mau kemana?" tanya Zabuza heran.

Namun Shisui hanya mengisyaratkan untuk menunggu saat Zabuza melihat Shisui membawa Hikari masuk ke... Err.. klub malam.

.

~iwdwiw~

.

Oke, Ini gila. Shisui benar benar membawa Hikari masuk ke klub malam. Untuk menghindari segala macam hal yang tidak lulus sensor KPI, Shisui dengan tangan kirinya menutup mata Hikari bersamaan dengan dirinya yang melangkah masuk.

Dan benar saja, karena sesaat setelah masuk Shisui langsung mendapati banyak paha dan dada terpampang dimana-mana.

Mencoba menghindari, Shisui pun melangkah mantap mencari Bar.

Di bar.

"Oi.." Panggil Shisui kepada bartender.

"Ya?" sang bartender datang mendekati Shisui sembari memegang sebotol whiskey.

Namun Shisui nampak menatap bartender Serius. Dia tidak butuh whiskey.. Yang dia butuhkan adalah..

"Buatkan susu Dancom.." Ujar Shisui. Dia menyerahkan sekotak susu yang dibelinya tadi dan menyerahkan pula botol Susu Hikari. Masih dengan sebelah tangan menutup mata Hikari, tangan yang lain mengambil botol susu itu dari tangan Hikari.

Sang bartender terlihat melongo bak orang bodoh.

"Err.. Maaf.. Kami tidak melayani hal semacam itu." Ujar sang bartender mantap.

Namun Shisui nampaknya lebih mantap.

"Oey.. Mentang mentang dia bayi trus kau tidak mau melayaninya?" tanya Shisui galak. Menunjuk Hikari yang tidak tau apa yang terjadi karena matanya ditutup.

"..." Sang bartender diam tak bisa menjawab.

"Dengar ya.. Cepat buatkan susunya atau aku akan bilang ke semua orang kalau kau adalah bartender rasis yang pilih-pilih melayani pelanggan." Ancam Shisui.

Bartender itu nampak menelan ludah. Dia mulai tertekan.

.

.

.

Pada akhirnya, dia membuatkan Susu Dancom Hikari.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxx

Author Note(s) : Cihuyy! Hanzama is back!

OKE, ini memang semacam episode filler (hanya iwdwiw fanfiction ada filler nya)

Hanzama berniat memberi jeda dari kisah NSS sebelum lanjut ke mereka lagi. Dan entah kenapa chapter tidak jelas ini akhirnya lahir.

Hmm. masukan untuk chapter ini maybe?

Mungkin kita lanjut di chapter depan aja ya?

Okesip, mungkin itu.. Terima kasih sudah membaca..

Salam Hangat dari Hanzama, semoga reader sukse selalu~

c u in the next chapter!

cya cya~~

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

- After-

Pada akhirnya, Shisui berhasil mendapatkan Susu untuk Hikari. Di detik ini Hikari tertidur di gendongannya setelah menghabiskan susunya.

Dia barusaja diantarkan pulang oleh Zabuza. Pemuda geng motor itu bahkan dengan berbaik hati menurunkan Shisui di depan Uchiha Mansion dan berputar arah untuk mengambil dan mengangkut sepeda yang Shisui tinggalkan di minimarket setempat.

Well, Shisui menganggap ini sebagai pelajaran. Dimana kau tidak bisa menilai orang dari tampilan luarnya saja.

Toh, sebanyak serigala berbulu domba, pasti banyak juga domba berkostum geng motor(?)

Alah.. apapun itu, yang jelas Shisui kini bisa berjalan masuk rumah dengan santai.

.

.

Sesampainya di dalam rumah. Dia sudah disambut oleh Itachi yang sudah pulang.

"Lah.. darimana? Kami sempat khawatir!" ujar Itachi.

"Hn yah.. Kami hanya jalan jalan." balas Shisui.

Tak lama nampak Izumi berjalan keluar dari dapur.

Sorot mata cemasnya berubah sumringah melihat Hikari nampak baik baik saja terlelap di gendongan Shisui.

"Dia tertidur?" tanya Izumi.

"Ya." Jawab Shisui.

"Sayang sekali.. Padahal kami membelikan susu." lanjut Izumi.

Shisui menghela nafas.

.

.

"Telat."

REVIEW

V

V

V

V