Pagi hari, Konoha Gakuen. Jam sekian, hari sekian.

"Kuras yang benar!"

Sasuke mencibir Tsunade yang kini tengah berdiri di pinggir kolam sembari melipat tangan di dada. Pandangannya tegas kepada beberapa pemuda yang dengan 'cekatan' melakukan apapun yang diperintahkan wanita itu.

"Naruto! kuras yang benar!"

"ARGGHH!" Naruto berteriak marah saat akhirnya dia ditegur.

Sekedar informasi. Bahwa ini adalah pagi yang sial untuk Naruto, Sasuke dan Shikamaru. Karena saat beberapa Hari Tsunade menghilang kemarin, mereka mulai berpikir bahwa mereka akan lolos dari hukuman (yang entah apa) atas perbuatan mereka menghilang ke Iwa. Nyatanya tidak semudah itu. Karena tadi pagi saat mereka berangkat sekolah, mereka dicegat oleh sang Raja Iblis dan langsung diomeli habis habisan. Untung beribu untung mereka benar-benar tidak dikeluarkan. Hanya saja, Sebagai gantinya mereka diarahkan ke tempat ini. Kolam Ikan tidak terurus di depan gedung B konoha, dan dengan semena-mena disuruh menguras kolam amis itu menggunakan ember. Well, tidak semua orang menggunakan ember..

"Kenapa Shikamaru dan Sasuke menggunakan ember sedangkan kau memberi aku gelas plastik?!" Protes Naruto marah. sembari memegang gelas plastik yang sepertinya gelas bekas AQOA, dia duduk bersimbah di samping kolam. Dia mempertanyakan ketidakwarasan Tsunade yang menyuruhnya menguras kolam ikan ini menggunakan gelas plastik.

Tsunade melotot ke Naruto. Mengingatkan kembali pemuda itu tentang sebuah video yang Tsunade perlihatkan kepada ketiga pemuda ini beberapa menit yang lalu.

Entah bagaimana, muncul video amatir yang memperlihatkan Naruto berangkat sekolah dengan cara terjun payung dari langit. Video yang disebarluaskan via media sosial itu nampaknya sudah sampai ke HP baru Tsunade. Nampaknya juga, ada anak konoha Gakuen yang merekam prosesi saat Naruto mendarat menggunakan parasut di lapangan konoha Gakuen. Rekaman itu bahkan viral di internet, tidak hanya di kalangan murid-murid konoha saja. Muncul konspirasi konspirasi yang mengatakan bahwa orang berambut kuning yang ada di video adalah anak sultan yang dikait-kaitkan sebagai saudara dari seorang Youtuber bernama Atta Gledek.

"Dengar ya. Kalian melakukan kesalahan, dan kalian harus menebusnya. Akan ku ingatkan lagi bahwa ini lebih baik daripada kalian ku usir dari sekolahanku."

"tch."

.

Naruto © Masashi Kishimoto

| I Will Do What I Want © Hanzama |

Rating : T(+)

| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |

.

Chapter 105 : Konsekwensi

.

jam 11 siang. Itulah saat Naruto, Sasuke dan Shikamaru selesai melakukan apa yang dikatakan Tsunade. Yap, menguras kolam ikan yang amis. sial.

Namun karena waktu bubar sekolah konoha gakuen masih lama, mereka jelas saja tidak bisa pulang kerumah dengan begitu saja. Terlepas dari rasa penat yang mereka rasakan karena barusaja mengambil tanggung jawab tukang kebun, mereka tetap harus berada di sekolahan sampai bel pulang berbunyi.

Sialnya, alih-alih diperbolehkan kembali ke kelas 2-1 untuk ikut pelajaran, mereka bertiga malah diberi tugas tambahan oleh Tsunade. Tugas yang dimaksudkan adalah membersihkan sebuah ruangan kotor di dalam gedung B. Ayolah, Apaan lagi ini!

perlu disoroti bahwasanya beberapa hari semenjak kejadian di Iwa, Naruto, Sasuke dan Shikamaru ketinggalan beberapa kejadian seputar kelas. Dari dibentuknya kelompok tugas mata pelajaran ekonomi sampai ketua kelas yang sekarang berpindahke Shion. BENAR. Aku tidak bercanda dengan apa yang ku katakan. Beberapa hari yang lalu diadakan meeting kelas dan Sakura 'naik banding' kepada teman-temannya karena dia berpendapat bahwasanya tanggung jawab ketua kelas tidak adil jika semenjak 2 semester terakhir (setidaknya, Sakura telah menjabat selama 2 semester) selalu dia yang memegang. Itulah kenapa, menjunjung asas keadilan dan kesetaraan hak dan kewajiban, Sakura menyatakan mundur.

Awalnya, seluruh kelas tidak terima. Dan mencegah Sakura untuk melakukan aksinya. Namun karena Sakura berhasil memberikan alasan yang masuk akal, akhirnya mereka pun bersedia dan sesegera mungkin melakukan pemilihan umum.

Yang Naruto, Sasuke dan Shikamaru tidak mengerti, kenapa bisa-bisanya Shion yang jadi ketua kelas yang baru. Oke, aku akui itu sebenarnya bukan masalah yang sebenarnya. Masalah sebenarnya adalah tanpa sepengetahuan orangnya. Naruto ditunjuk sebagai wakil Shion dalam mengurus kelas. Semua orang tau bahwa Shion merupakan remaja yang sibuk karena kerjaannya dan lain-lain, alasannya untuk mengangkat wakil juga bisa diterima. Dan keputusan final seluruh kelas adalah mengangkat Naruto (entah bagaimana bisa terjadi) .

Namun aku tidak bilang Naruto yang diseret-seret pun tidak protes setelahnya. Bahkan Naruto sempat mengajukan naik banding agar diajukan pembentukan struktur ulang, namun nyatanya itu sia sia saja. Pasalnya di diskusi ke dua itu, setiap orang yang ada di kelas 'mengaku' bahwa mereka sibuk dengan klub masing masing. Bahkan Sosok seperti Karin pun yang nampak tidak terikat dengan ekskul apapun nyatanya mengaku bahwa dia bergabung dengan klub sastra klasik. Well, aku bahkan tidak tau kalau Konoha Gakuen punya klub sastra klasik.

Sebenarnya, Naruto bisa saja 'membunuh' Shikamaru dan Sasuke untuk menggantikannya, namun sayangnya ada hal lain yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Ini soal Klub drama.

Ada dua hal yang terjadi. Yang pertama adalah kejadian menyangkut dekrit OSIS yang menyatakan bahwa klub drama dan klub theater harus dilebur menjadi satu karena berada dalam satu visi. Dalam database OSIS, disebutkan orang orang yang terdaftar sebagai anggota resmi adalah :

Klub drama

- Matsuri

- Yukata

- Gaara

-Naruto

- Sasuke

- Shikamaru

Klub Theater

- Shion

- Hinata

- Menma

Dan dalam forum diskusi yang dihadiri oleh Matsuri, Yukata, Shion bersama Neji Hyuuga dan para pejabat OSISnya tersebut. Terjadi beberapa hal di dalam forum, yaitu antara lain.

Matsuri protes - Ditolak

Shion protes - Ditolak

Neji mengancam klub drama dengan ultimatum yang mengatakan apabila klub drama menolak dekrit ini, maka uang tunjangan klub yang diterima tiap semester milik klub drama akan dibekukan. Membuat Matsuri langsung lemas di tempat duduknya.

Sedangkan klub theater, mereka tidak mengalami persoalan yang sama, Pasalnya dalam undang-undang kesiswaan Konoha Gakuen disebutkan bahwa, uang tunjangan klub akan mulai diberikan 3 bulan setelah klub itu berdiri. Dan klub theater yang notabenenya berdiri 'secara spontan' kala mendekati acara festival kemarin belum mendapat tunjangan apapun. Meskipun begitu, Neji yang gahar mengancam akan membubarkan klub itu jika menolak dekrit OSIS.

Shion tidak selemas Matsuri, dia hanya mendecik tidak suka.

Atas lobbying dan segala macam. Didapat kesimpulan bahwa kedua klub ini bersedia melebur menjadi satu. Dan estimasi waktu selambat lambatnya adalah semester depan. Meskipun tidak terlalu suka dengan ide OSIS, namun Matsuri dan Shion tetap bersikap fair dan membuat perjanjian. Yangmana semester depan bertepatan dengan masuknya siswa baru, mereka akan melebur Klub Drama dan Klub Thetater menjadi satu.

Oke jadi apa masalahya? itu buka masalah yag terlalu besar.

Well.. tidak semudah itu santoso.

Pasalnya pasca kejadian itu Matsuri juga melakukan panggilan rapat Internal klub drama. Dalam rapat itu, dengan polosnya Matsuri bilang dia diterima seleksi dan akan mengikuti program pertukaran pelajar di Roman Highdi Korea selama 3 bulan. Yangmana atas alasan itu, Matsuri meminta seorang dari anggotanya untuk menggantikan dirinya sebagai ketua.

Tentu saja semua orang yang ada disitu langsung menoleh ke Yukata. Mengingat gadis itu merupakan satu satunya orang yang 'setidaknya' cukup paham pola pikir Matsuri. Namun gadis itu menyatakan tidak sanggup untuk jadi ketua dan melempar tanggung jawab kepada para lelaki.

Itulah saat keempat pemuda tidak jelas yang ada di sana berkelah dengan seluruh kemampuan mereka.

Shikamaru? Hmm, dia terlalu cerdas karena tengah mempersiapkan olimpiade SAINS.

Gaara? Dia beralasan sibuk mengurus Shukaku (apa-apaan). Tentu saja dengan alasan lain bahwa dia tengah menggarap projek lain dengan Shira dan beberapa anak kelas 2-2.

Naruto, dia berdalih bahwa dia tidak cukup kompeten untuk memimpin, dan dengan sosok manusia yang mengenal betul istilah 'every man for himself', dia pun mengajukan Sasuke sebagai kandidat tunggal. Mengingat penampilan cemerlang klub drama yang terakhir kali tidak akan berhasil tanpa sosok rupawan sang Prince Rabbit.

Sasuke kala itu langsung mati di tempat. Tentu saja dia sempat membela diri.

Sayangnya perdebatan itu cukup alot, hingga sasuke pada akhirnya terpojok dan tidak bisa berkelah. Hingga mendapat hasil akhir bahwa Sasuke benar benar kalah telak dan harus menjadi ketua sementara klub drama.

Yah, meskipun hal itu berlaku saat Matsuri kelak berangkat, namun tetap saja..

poor sasuke.

Yah.. itulah beberapa hal yang terjadi

~iwdwiw~

.

"Menurut kalian, Tsunade ingat tidak?" Shikamaru bertanya kepada Naruto dan Sasuke.

"Tak tau." Jawab Sasuke. Mereka melangkah pelan memasuki gedung B. Yap, meskipun mereka setengah hati, namun mereka tetap saja melangkah menuju gedung B. Sebenarnya sih, mereka sudah muak dengan segala hal perihal bersih-bersih. Namun yang ini, Tsunade beralasan bahwa ruangan yang harus mereka bersihkan adalah ruangan baru yang akan ditempati oleh klub drama. Well, Tsunade akhirnya memberikan keputusan untuk memindahkan markas klub drama dari gedung utama ke gedung B (gedung pusat kegiatan ekskull). Dan Naruto, Sasuke, Shikamaru diberi komando untuk mengecek dan bersih-bersih dahulu kepada ruangan yang akan mereka tempati. Entah, perkara ini Matsuri sudah tau atau belum.

Itulah kenapa mereka tidak protes, karena gedung B adalah gedung dibelakang kolam yang mereka bersihkan tadi.

Mereka memasuki gedung sembari membahas perihal selesainya masa tinggal mereka di foREVer street. Sudah genap 2 bulan. Namun sepertinya Tsunade tidak ada niatan untuk mengungkit ungkit ataupun sekedar bilang "Karantina kalian sudah selesai"

Sasuke diam berpikir. Memang sih, di 'perjanjian' atau apalah yang diterima mereka beberapa menit setelah mereka menempati rumah tersebut, disebutkan bahwa setiap efek dari kekacauan yang mereka bertiga buat akan berdampak kepada ditambahnya masa tinggal. Dan Sasuke akan mengakui bahwa perjalanan spontan mereka ke iwa memang sedikit parah. Terlebih lagi video 'skandal terjun paying' Naruto kini menjadi viral di internet (kata Tsunade sih).

Mungkin, dasar Tsunade tidak mengungkit ungkit kepulangan mereka saat bertemu tadi karena Tsunade memang berharap kalau mereka bertiga sudah sepantasnya sadar diri bahwa mereka barusaja melakukan hal yang fatal.

"Bagaimana menurutmu Naruto?" Shikamaru hendak bertanya ke Naruto, namun sayangnya pemuda jabrik tidak terlalu tertarik.

"Auk deh." Naruto membalas cuek.

~iwdwiw~

Gedung B Konoha.

Gedung ini tergolong sepi saat mereka berkegiatan membersihkan kolam di depan tadi. Bahkan setelah ada di dalam, mereka pun tidak menemukan manusia-manusia yang berkeliaran kesana kemari. Sasuke berasumsi bahwa para klub penghuni tempat ini akan datang setelah bel pulang berbunyi, toh memang pada akhirnya ini adalah gedung ekstra kulikuler.

Mereka berjalan bersama sama dengan Naruto yang ada di depan. Sasuke dan Shikamaru awalnya hanya mengikuti namun mereka dibuat heran saat dengan tiba tiba Naruto malah berhenti.

"Duh. kenapa sih?" tanya Shikamaru. Namun nampaknya Naruto malah terpaku kepada sebuah ruangan yang pintu depannya terbuka lebar.

Klub Robotik.

Sasuke yang ikut memperhatikan malah kini gelagatnya sama dengan Naruto. Mereka berdiri di depan ruang klub orang lain sembari memperhatian kegiatan yang ada di dalam. Di depan mereka, nampak seorang pemuda berambut oranye yang tengah berkutat dengan sebuah drone berukuran besar yang bentuknya sangat menakutkan. Dilihat darimanapun, pemuda berseragam konoha gakuen itu kini sedang menginput program yang entah apa ke dalam pesawat tanpa awak tersebut.

Shikamaru, dia lebih tertarik untuk memperhatikan plang klub yang tertempel di dinding. Dia pun mengajukan pertanyaan.

"Memang sekolah kita punya klub robotik?" tanya Shikamaru.

Oke, itu pertanyaan bodoh jika kau tanyakan kepada Sasuke maupun Naruto. Pasalnya kedua orang ini sama tidak pahammnya dengan Shikamaru. Tentu saja karena mereka bertiga tidak pernah tau klub robotik ini dikarenakan mereka tidak ingat kalau klub ini pernah disebut-sebut dalam acara festival kemarin.

Sayangnya, kegiatan ketiga orang yang berdiri di ambang pintu klub orang lain itu nyatanya disadari oleh pemuda penghuni ruangan.

"Siapa kalian?" tanya pemuda berambut oranye itu.

Naruto, Sasuke dan Shikamaru saling pandang.

"Err... Klub drama."

~Iwidwiw~

.

Juugo. Itulah nampaknya nama pemuda itu. Dia adalah anak kelas 3-3 yang kini mengaku tengah membolos pelajaran karena ingin menyelesaikan project klubnya. Project klubnya tentu adalah perihal drone yang tergeletak manis di meja bundar yang ada di depan Sasuke, Naruto dan Shikamaru kini. Yap, mereka bertiga memutuskan untuk bertamu dan melihat lihat ruangan ini.

"Oh gitu ya." Juugo mengangguk mengerti saat Sasuke menjelaskan kalau ketiga pemuda ini adalah 'tetangga baru' klubnya.

"Drone ini kau sendiri yang buat?" tanya Shikamaru. Namun Juugo nampak menggeleng.

"Tidak, sebenarnya, rancangannya dibuat oleh senpai-senpai ku yang sekarang sudah lulus. Aku hanya melanjutkannya saja. Aku berjanji kepada mereka untuk menyelesaikan benda ini sebelum aku lulus agar tahun ini anggota klub robotik bisa ikut kompetisi robotik tingkat nasional." jelas Juugo.

Shikamaru dan Sasuke yang mendengarnya hanya mengangguk paham. Sedangkan Naruto, dia kini malah menatap takjub benda berbaling-baling empat itu. Berbeda dengan drone made in china yang dia biasa lihat di toko-toko mainan, Benda ini memang sangat meyakinkan jika yang merancangnya bilang kalau ini buatan sendiri. Terlihat dari beberapa kabel yang terlihat tidak tertutupi, Go-Pro (Kamera), lempengan metal yang menjadi kerangkanya, dan beberapa tabung mini yang memiliki saluran ke sebuah moncong yang tidak diketahui apa fungsinya. Bahkan yang membuat Naruto merasa keren saat melihatnya adalah. tulusan Ex-Wife yang bertuliskan dengan cat merah di penyangga keempat baling-baling.

"Bagaimana kemampuannya?" tanya Naruto.

Juugo yang mendengarkan pertanyaan Naruto langsung tersenyum.

"Hah! Kalian sangat beruntung karena aku barusaja menyelesaikan penginpuatan program terakhir sebelum test dilakukan." Jelas juugo. Dia menutup laptop yang tergeletak di meja dan mencolokkan beberapa kabel yang menempel di drone, dia lalu mengangkat drone seukuran (hampir) satu meja kelas itu dengan kedua tangannya.

"Ayok bantu aku.. Kuncir. kau bisa tolong bawakan controllernya. Pirang, tolong bawakan layar portable nya." perintah pemuda itu seenak jidat.

Sasuke menatap punggung Juugo yang kini sudah berjalan menuju pintu.

"Mau kemana?"

Juugo menoleh.

"Test Drive"

..

Oke, sebenarnya mereka bertiga malah ngapain sih. err.. yah aku tau mereka kini tengah tertakjub-takjub dengan 'mainan' milik Juugo yang ingin dilakukan test drive. Maksudku adalah, mereka sepertinya lupa dengan tugas yang diberikan Tsunade.

"WIH!"

Sering dengan terbangnya drone EX-Wife milik klub robotik, Naruto pun berteriak girang. Sasuke pun nampak kesulitan saat dia diberi kesempatan untuk mengoperasikan controller yang diberi Juugo beberapa detik lalu. Juugo sendiri, dia memegang layar portable yang kini tengah menampilkan menu visual. Dia mencoba mengaktifkan Go-Pro yang tertempel di X-Wife.

Shikamaru sendiri, dia duduk malas di sebuah batu yang tertanam di samping gedung B. memperhatikan Sasuke dan Naruto yang sepertinya lupa tujuan mereka memasuki gedung B.

"Naruto, Sasuke.. Kalian tau ini bukan waktunya main-main kan?" Ujar Shikamaru mencoba menarik perhatian mereka berdua.

Naruto menoleh.

"Hah! Apa maksudmu Shika! kita kan tengah membantu klub robotik melakukan uji coba karya ilmiah mereka." Jelas Naruto mencoba merasionalkan keadaan.

Sasuke ikut mendengarkan, sembari mencoba menstabilkan pegangannya ke pada controller yang ada di tangan. Untungnya, Sasuke pernah sekali dua kali mengoperasikan Drone. Karena dulu Itachi pernah punya drone yang sering digunakan untuk kegiatan Klub sewaktu dia SMA.

Shikamaru menghela nafas, terserah deh.

"Hah.. Merepotkan."

.

Seiring dengan stabilnya pegangan Sasuke kepada tombol, drone itu terbang menjauh dari hadapan mereka dan naik ke langit.

"Berapa jauh bisa terbang?" tanya Sasuke.

Juugo menoleh, dia mengangkat bahu.

"2-3 Km, entahlah." jawab Juugo.

Sasuke tidak mengomentari lagi, dia lalu mengendalikan drone itu untuk mengitari Konoha Gakuen. Meskipun jarak mereka dan drone sudah cukup jauh, tapi karena sambungan dari Go-Pro dan layar portabel yang ada di tangan Juugo, mereka masih bisa melihat posisi EX-Wife dengan sempurna dari layar.

Juugo tersenyum saat uji coba nampak sempurna.

"Bagaimana menurut kalian?" tanya Juugo, matanya sedikit berbinar.

Naruto juga ikut takjub saat dia nimbrung untuk melihat tampilan di layar portabel milik Juugo, di tampilan itu nampak memperlihatkan guru Gai yang tengah meniup niup pluitnya sembari mengiringi murid kelas 1 yang tengah pelajaran olahraga di lapangan.

"Bagaimana dengan suaranya?" tanya Sasuke. Juugo diam berpikir.

"Hm, secara tekhnis sih. Tidak akan terlalu bising jika terhalang obyek seperti tembok atau jendela." jawab Juugo

"Kau harus memendekkan baling-balingnya dan menambahkan motor penggeraknya." Shikamaru menyahut.

Juugo yang mendengarnya pun menampakkan wajah berpikir.

"Hm. Mungkin kau benar."

Sasuke lalu mengendalikan drone tersebut ke jendela kelas 2-1. Hingga di layar kini menampakkan kondisi kelas yang tengah belajar dari luar jendela. Nampak Mitarashi Anko lah yang kini tengah mengajar. Sasuke memberi jarak sedikit jauh agar tidak terlalu menarik perhatian. Chouji yang kebetulan duduk di dekat jendela sepertinya dasar.

"Kau hebat juga Sasuke." Puji Naruto.

Sasuke mendengus. Dia merasa besar kepala, meskipun sekejap.

Sasuke lalu mengarahkan drone itu ke arah lain. Dia mendekati sebuah jendela yang bukan merupakan jendela kelas. Well, itu adalah jendela ruang BK.

"Err.." Sasuke sedikit kaget saat dia melihat jendela yang ia intip adalah jendela Ibiki.

"Wah Ibiki Sensei rajin sekali." Komentar Juugo saat dilihatnya Ibiki kini tengah memarahi dua anak perempuan yang sepertinya anak-anak kelas 1. Sayangnya, tampilan dari Go-Pro milik EX-Wife belum tersedia audio jadi mereka hanya bisa mengasumsikan bahwa Ibiki memarahi dua anak perempuan itu karena rok mereka yang terlalu pendek.

Sasuke yang takut ketahuan Oleh Ibiki, pun langsung mencoba menari kembali drone nya.

"Dimana tombol Return to home nya?" tanya Sasuke. Yap, di setiap drone, pasti disediakan tombol return to home yang berfungsi untuk melacak controller dan membuat drone kembali dengan otomatis. Well, meskipun ini drone rakitan buatan sendiri, setidaknya Sasuke harus berasumsi bahwa tombol seperti itu sudah dipasang.

"Hm? Oh. Tombol merah di samping kanan." Jawab Juugo.

Sasuke menatap controllernya bingung. Oke, ada dua tombol merah yang berjajar di samping kanan. Yang atas dan yang bawah. Berasumsi bahwa kedua tombol itu memiliki fungsi yang sama, Sasuke pun memencet yang atas.

klik.

BWOOOOOSHHHH!

"WHOOOAA!" Naruto terkaget saat di layar dilihatnya semburan api besar tiba tiba keluar dari arah drone.

"Hei! Bukan yang itu! Iu Flame Thrower!" Ujar Juugo.

"H-HAH?"

Sayangnya. Ibiki sudah terkadung jantungan saat dengan tiba tiba jendela ruangannya disembur oleh kobaran api.

Sasuke menoleh ke layar dan Juugo bergantian. Dia dengan wajah 'tidak mau ikut campur' langsung menyerahkan controller yang ia pegang kepada Juugo

.

.

'ORANG MACAM APA YANG MENAMBAHKAN FLAMETHROWER DI DRONE UNTUK PERLOMBAAN?!'

.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TBC

xxxxxxxxxxxx

Author Note(s) : Hello! Hanzama is back! Oke, i know.. Update telat. Tapi.. Biarkanlah Hanzama memberikan alasan terlebih dahulu..

Sebenarnya, hari2 kemarin Hanzama disibukkan oleh kerjaan. Dan juga, kondisi lain dimana Hanzama sedang melakukan pengembangan web. Yap.. Hanzama kembali mulai blogging (dulu pernah, tapi cuma coba2), sekarang mulai lagi dari awal dan benar-benar hanzama konsepkan dengan matang. Webnya adalah :

www unsolvedindonesia com

Lalu apa sih yang hanzama tulis disitu? jawabannya adalah konten misteri. Alasannya, karena fanfiction net tidak cukup bebas untuk hanzama, dan rawan sekali copy paste sehingga hanzama memutuskan untuk buat sendiri platform hanzama dimana disitu hanzama bisa nulis apa saja yang hanzama kehendai dan mengkontrol penuh segala file yang ditampilkan.

Tentu saja kalau kawan2 pembaca iwdwiw mau mampir, boleh ko.. Sebenarnya disana ada beberapa riddle yang hanzama buat, tapi karena pengujungnya masih sepi, jadi riddlenya nganggur dan gak ada yang jawab wkw.. Kalau kalian merasa suka riddle dan cukup smart untuk memecahkannya, boleh ko dipecahkan hewhew..

..

Trus untuk iwdwiw, oke.. Hanzama nggak tau bisa apdet cepat atau tidak. Pasalnya Hanzama juga sedikit bingung mau membawa fanfic ini kemana. wkw

Selebihnya, Hanzama juga harus membagi waktu dengan kerjaan, blogging, nulis iwdwiw dan dunia nyata.. Ah! Hanzama orang sok sibuk.

Well, i dunno, kita lihat saja kedepannya.

Mungkin cukup sekian.

Salam Hangat, semoga reader sukses selalu!

REVIEW

V

V

V

V

V