Naruto © Masashi Kishimoto
| I Will Do What I Want © Hanzama |
Rating : T(+)
| Yangre : Friendship, Family (+) Romance maybe |
.
Chapter 106 : Konsekwensi Part 2
Naruto, Sasuke dan Shikamaru hanya menatap dari jauh saat seorang pemuda bernama Juugo kini tengah diceramahi oleh Ibiki tak jauh dari pintu depan gedung utama Konoha Gakuen. Kemungkinan adalah karena aksi pembakaran jendela yang dilakukan kepada ruang BK.
Okeh, mari kita luruskan terlebih dahulu. Memang sih, yang memencet tombol flamethrower adalah Sasuke. Namun sesaat setelah Sasuke menyerahkan remote control drone X-wife kembali kepada Juugo, Juugo lah yang mengambil alih.
Niatnya sih, Juugo hanya ingin membawa kembali drone nya untuk pulang ke tempat mereka berempat berdiri, itu sebelum drone yang bersangkutan secara tidak sengaja baling-balingnya menabrak tembok dan jatuh ke semak-semak. Jatuh terbalik dan Posisi baling baling yang ada di bawah membuat drone nya tidak bergerak. Itulah yang mendasari detik berikutnya Juugo menghampiri Drone itu.
Sialnya, Saat Juugo berlari mendekat ke arah Drone mendarat, Sasuke, Naruto dan Shikamaru tidak mengekor. Sehingga Juugo hanya melakukan 'upaya penyelamatan' kepada X-Wife seorang diri.
Dan disitulah hari Juugo semakin sial. Karena saat dia melihat drone nya yang jatuh di semak semak. Ibiki Sensei dengan mendongak dari jendelannya, secara keji menuangkan satu gelas air putih kepada Drone klub Robotik. Lalu dengan wajah polos berteriak kepada Juugo yang berlari mendekat.
"Oi Klub Robot, Pesawatmu kebakaran!"
Dan disitulah awal mula kenapa Juugo kini mendapat ceramah perihal 'keamanan berkendara drone' oleh Ibiki.
Sedangkan Sasuke, Naruto dan Shikamaru hanya berjalan mengendap-endap masuk ke gedung utama agar sosok mereka tidak terciduk oleh Ibiki. Yap, mereka sepenuhnya melupakan tugas yang diberikan Tsunade untuk membersihkan salah satu ruangan di gedung B.
Oke, bodo amat bersih-bersih, bentar lagi bel pulang.
.
~iwdwiw~
.
Naruto, Sasuke dan Shikamaru berjalan kembali ke kelas mereka hanya untuk mendapati fakta bahwa pelajaran terakhir ternyata kosong. Suasana riuh langsung menyambut mereka tatkala mereka membuka pintu tersebut.
hampir semua orang menoleh akan siapa yang datang, namun Ino lah yang mengajukan pertanyaan karena saat mereka masuk, dia tengah menghapus papan tulis.
"Kena masalah lagi?" tanya Ino dengan nada mencibir seakan sudah paham kelakuan ketiga pemuda yang bersangkutan.
Namun ketiga pemuda itu tidak merespon.
Oke, aku jelaskan kondisi kelas 2-1
kelas terlihat tidak berubah, tidak berubah dalam artian tidak terlihat segala-sesuatu yang merepotkan yang bisa membuat Naruto, Sasuke ataupun Shikamaru tiba tiba akan ketiban sial (contoh kejadian adalah saat kemarin, dimana mereka mendapati papan tulis dengan struktur pengurus kelas beserta nama Naruto di kolom wakil) . Kali ini kelas 2-1 hanya seperti kelas kosong biasa, jadi mereka bertiga bisa mengasumsikan bahwa mereka tidak ketinggalan apapun. Normal
Karin nampak asyik di tempat duduknya browsing di sebuah laptop yang entah milik siapa, membuka website online shop yang nampaknya memperlihatkan buku-buku bacaan.
Shion kini sedang menulis di bukunya entah menulis apa. Ada juga nampak bahwa dia tengah menggunakan kalkulator. dia menghentikan kegiatannya dan menatap ketiga pemuda yang masuk dan tidak berucap sepatah kata pun, membuat Naruto yang menyadari tatapannya mulai awkward dan canggung. Apaan nih!
Adapun Hinata hanya diam di tempat duduknya sendiri sembari membaca buku dan mendengarkan musik dari earphone miliknya. Yap, Hinata memang memiliki kebiasaan menyendiri. Entah apa yang ia dengarkan, seisi kelas tidak ada yang tau. Dia melirik sebentar orang yang datang dan kembali ke kegiatannya, memutuskan untuk tidak peduli.
Anak-anak yang lain nampak sibuk mengobrol satu sama lain. Namun tentu saja, yang paling menarik perhatian mereka bertiga adalah satu gerombolan orang yang kini tengah duduk menggunakan kursi Naruto, Sasuke dan Shikamaru di belakang. Orang-orang tersebut adalah Shino, Kiba dan Sakura. Mereka duduk dengan saling berhadap-hadapan, salah satu meja mereka gunakan untuk meja mereka. Nampaknya hanya mereka yang tidak menyadari kedatangan Naruto, Sasuke dan Shikamaru.
mereka bertiga lantas berjalan menghampiri tempat dudukmya.
"Kalian memang orang-orang yang penuh kejutan, aku bahkan masih shock mengingat kejadian kemarin." Ujar Ino kepada mereka.
"Beri kami Istirahat Yamanaka." Naruto lah yang membalas, mulai sedikit kesal karena Ino lagi-lagi menyindir mereka dengan kejadian terjun dari langit.
Ino hanya terkekeh dan membiarkan mereka bertiga menuju ke tempat duduk mereka.
Saat mereka bertiga mendekat, Itulah saat Shino, Kiba dan Sakura menyadari kedatangan mereka.
"Ah maaf, kau mau duduk sasuke-kun?" Ujar Sakura berdiri dari kursi Sasuke. Namun Sasuke hanya mengisyaratkan tangan agar Sakura tidak berdiri. Sasuke pun duduk di kursi milik ino dan menghela nafas, mencoba melepaskan rasa lelahnya. Mebuat Karin yang kebetulan duduk didekatnya hanya melirik, mau senyum takut dosa.
mengetahui kursinya diduduki Shino, Shikamaru ngadem dengan memposisikan diri duduk di lantai. Kakinya dia luruskan dan dia bersandar di tembok.
Sedangkan Kiba berdiri untuk membiarkan Naruto duduk di tempat duduknya. Kiba kemudian duduk di meja.
"Hari yang berat?" tanya Shino kepada mereka bertiga. Namun mereka bertiga tidak menjawab dan lebih memilih diam.
" GAAAAAHHH!" Tanpa ada komando siapa siapa, Naruto tiba-tiba mengacak rambutnya lalu berteriak. Dia merasakan berbagai macam pikiran menghantam otaknya. Termasuk fakta bahwa Tsunade nampaknya tidak peduli dengan selesainya masa karantina mereka bertiga.
Tentu saja teriakan Naruto itu membuat seisi kelas lagsung memperhatikannya. Tidak terkecuali Hinata yang menoleh marah dan menampakkan wajah terganggu.
"Oi Oi.. Shit Happened, Its Okay." Balas Kiba, dia lalu menepuk pundak Naruto bak sahabatnya sendiri. Namun Naruto malah membalas kiba dengan deathglare.
Sedangkan disela duduk santainya, Shikamaru mulai bertanya kepada ketiga orang yang sedari tadi duduk menggunakan kursi orang lain ini.
"Omong-omong, kalian tadi membahas apa?" tanya Shikamaru, dia menatap Sakura.
Sakura menoleh.
"Eh Err.." Sakura nampak tidak tau harus menjawab apa.
"Teori konspirasi." Shino lah yang menjawab.
Sasuke, Naruto dan Shikamaru menoleh ke Shino.
Kiba dan Sakura pun tidak menyangkal atas jawaban yang diutarakan Shino.
"Maksudmu?" Naruto ikut dalam perbincangan, dia menatap Shino serius.
Shino lalu melirik bergantian kepada Naruto, Sasuke dan Shikamaru di balik kacamata hitamnya.
"Hm, Kami sedang membiarakan Rumor-rumor yang beredar di Konoha Gakuen." Jawab Shino Jujur.
Shikamaru yang mendengarnya sedikit tertarik.
"Contohnya?" tanya Shikamaru.
Shino diam.
"Ibiki sensei dulunya adalah seorang tentara." jawab Shino.
Sasuke mendengus mendengarnya. Oke, dia kira rumor yang dimaksud akan berkisar seperti hal-hal yang baru-baru terjadi. Yang 'sebagian banyak' pasti akan menyangkut mereka bertiga.
Kiba yang mendengar dengusan Sasuke pun langsung menyahut.
"Hei, namanya kan rumor. Bisa saja salah. Tapi bisa saja benar." jawab Kiba
Sembari menenggelamkan kepalanya di meja, Naruto menimpali.
"Aku lebih percaya kalau si condet itu dulunya adalah bos mafia." balas Naruto. Oke itu sedikit kejam.
"Dia bukan bos mafia Naruto." Balas Sakura. Mencoba membantah argumen tidak berdasar Naruto.
"kami bertiga kan hanya menyampaikan rumor-rumor yang beredar di kalangan murid saja. Kami memang tidak ada pembuktian, tapi kan diskusi boleh." Lanjut kiba.
disisi lain, Shikamaru yang mendengarnya pun malah menguap lebar sembari bersandar semakin rileks. Tanda dia mulai mengantuk.
"Dia memang tentara kok." jawab Shikamaru enteng.
"Hah?" Kumpulan orang itu menoleh ke Shikamaru yang terduduk di lantai.
"Tau darimana?" tanya Sakura.
Shikamaru lalu menoleh malas ke setiap teman-temannya itu. Masak mereka tidak tau sih.
"Dari caranya berdiri." Lanjut Shikamaru menjelaskan.
"Saat berdiri, Ibiki memiliki kebiasaan membusungkan dada dan berpose istirahat militer."
"..."
Lalu Shikamaru menunjuk tangannya sendiri.
"Dia juga memiliki bekas luka di keempat jari dalamnya, kemungkinan karena dulu terbiasa menggunakan knuckle atau karambit. Lalu dari sepatu Ibiki sendiri. Itu adalah sepatu khusus yang hanya dibuat oleh angkatan darat, guna beroperasi di medan terjal dan tanah basah." Lanjut Shikamaru.
"..."
"Tentu saja dia sudah tidak di tentara lagi, karena dia memiliki piagam purna tugas yang dia bingkai dan dipajang di lemari ruang BK." Balas Shikamaru mengakhiri kalimatnya.
Meninggalkan orang-orang yang memperhatikannya melongo karena alasan Shikamaru yang menyimpulkan bak sherlock holmes.
Naruto yang tidak bisa menanggapi pun hanya menghela nafas.
"Ada rumor apa lagi?" tanya Naruto. Dia menoleh ke Sakura. Sakura yang diharapkan untuk menajwab sedikit kaget.
"Eh? Err.." Gadis bersurai pink itu menoleh ke kiba atau Shino agar pemuda itu yang menjelaskan."
"Katanya, ada kelas satu yang merupakan pewaris yakuza di sekolahan kita." Shino mengutarakan rumor yang lain.
"Terkesan Hiperbolis." Sahut Sasuke. Posisinya sedikit jauh dari Shino karena dia kini duduk di kursi Ino. Dia sendiri, kini tengah didorong dorong oleh Ino untuk minggir dari kursinya karena gadis itu ingin duduk. Namun Sasuke nampaknya tidak berniat minggir.
Shino yang melihatnya berniat memberikan kursi yang dia duduki kepada Ino. Namun Ino yang mengerti akan isyarat Shino nampak tidak mau menatap pemuda itu. Dia malah memalingkan wajah sembari menahan pipinya yang merah. Takut lepas kontrol kalau kelamaan berinteraksi ke orang yang 'kayak gitu'
"Sasuke benar. Terdengar seperti sesuatu yang dilebih-lebihkan." balas Naruto.
"Well itu hanya rumor kan." Balas Kiba.
"Apa lagi?" tanya Naruto. Dia malah kini bertanya bak wartawan kepada teman-temannya.
"Heh, harusnya gantian kalian yang memberi tau kami."
Naruto yang mendengarnya malah menatap kiba aneh.
"Hei, kalian lupa kalau kami adalah murid pindahan yang baru bertahan beberapa bulan. Aneh dong kalau kalian bertanya rumor kepada kami. Mengingat kalian yang lebih lama ada disini." balas Naruto.
Yah, kiba tentu saja tidak melupakan fakta itu. Namun tetap saja, orang-orang ini dimata kiba adalah orang-orang yang bersahabat baik dengan masalah. Kemungkinan 'area gerak' mereka lebih luas dibanding orang-orang lain di ruangan ini.
"Kalian.. Kalau mau tau segala jenis rahasia paling dalam konoha gakuen, catatannya ada kok." Sambar Ino. Dia menyerah meminta Sasuke untuk pindah, pada akhirnya dia duduk di meja.
"Catatan apa Ino?" tanya Sakura.
"Umm.. Aku kan kemarin barusaja nongkrong di kafe bersama anak-anak 2-4..." Jawab Ino.
Orang lain yang ada di ruangan itu mendengarkan.
".. aku mendengarkan topik obrolan tentang sebuah buku rahasia-yang-paling-rahasia di Konoha Gakuen. Buku catatan yang berisi setiap aib sekolahan, rahasia yang paling busuk, bahkan catatan yang terdalam dari murid murid tertentu sampai kepada guru-gurunya." lanjut Ino.
Semua memperhatikan, suasana menjadi sedikit berat.
"Kasus-kasus skandal di konoha gakuen yang berisaha ditutup-tutupi pun katanya ada disitu. Katanya juga, jika kau mencoba memeras pihak sekolah dengan setiap isi dari buku itu, maka sekolah ini akan hancur lebur." lanjut itu lagi.
"S-Serius?" tanya Sakura.
Ino menoleh. Dia mengangguk.
"Tunggu, buku apa yang kau maksudkan?" tanya Kiba mencoba memastikan. Dia tentu saja tidak mau percaya begitu saja dengan Ino. Mengingat gelar gadis ini sebagai Ratu Gosip
Ino nampak menyangkat bahu.
"Well. Itu juga hanya rumor, toh banyak sekali yang terjadi di sekolahan ini." balas Ino enteng.
Yah jelas saja.
"Katanya sih, buku itu bukan buku sembarangan. Setiap angkatan, hanya akan dibawa dan disimpan rahasianya oleh satu orang saja. Dan saat buku itu diwariskan kepada orang terpilih dari adik kelas, maka dia akan dipaksa bersumpah untuk tidak membocorkan segala macam isinya." Lanjut ino.
Naruto mulai tidak sabar.
"Buku apa sih?!"
Ino menatap Naruto Intens.
"Namanya adalah Buku Putih-Hitam. Buku yang hanya bisa dilihat, ditambahi, dan dibaca oleh ketua OSIS Konoha Gakuen saja. Buku yang berasal dari ketua OSIS pertama dan terus diwariskan kepada ketua OSIS selanjutnya. Dengan kata lain, buku itu sekarang dipegang oleh Neji Hyuuga."
Semua orang terdiam. Entah kenapa mereka yang mendengarkan dengan spontan melirik ke Hinata. Namun nampaknya HInata tidak memperhatikan karena masih sibuk dengan musik yang ada di telinganya.
Sakura nampak menyadari sesuatu, dia menoleh ke Ino.
"Tunggu.. Berarti kan-"
"Yap!" Ino Memotong ucapan Sakura. "Sebentar lagi Neji akan lengser. Dan ketua OSIS selanjutnya adalah dari angkatan kita."
"..."
.
.
.
Err.. Well, itu hanya rumor kan?
.
.
kan?
.
~iwdwiw~
.
Pasca Bel pulang.
What a rough day.
Sasuke, Naruto dan Shikamaru memutuskan untuk pulang ke rumah pasca bel pulang. Tentu saja karena mereka sudah tidak mood lagi kembali ke gedung B untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Tsunade kepada mereka. Namun sial memang, di gerbang depan, mereka dicegat oleh Tsunade bak polisi yang sedang merazia.
"Hei.. Siapa yang menyuruh kalian pulang." ujar Tsunade. Mereka bertiga kini sudah berada di gerbang depan.
"Err.."
Menggerakan gestur seperti mengusir anak kambing, Tsunade mengkomandokan Naruto, Sasuke dan Shikamaru untuk kembali ke gedung B.
"Selesaikan dulu tugas kalian, baru kalian boleh pulang." Titah Tsunade galak.
"Hei ayolah Tsunade. Kami capek." bela Shikamaru, mengkawatirkan kondisi 'teman-temannya.
Tsunade menatap ketiga anak didinya itu intens.
"Kalian bisa istirahat di gedung B! Pokoknya, kerjaan kalian harus beres hari ini." lanjut Tsunade.
Naruto yang mendengarnya langsung menggerutu tidak terima. Matanya tidak sengaja melirik ke Matsuri dan Yukata yang berniat pulang melewati mereka bertiga. Tanpa ba-bi-bu, Naruto langsung mengenggam tangan Matsuri dan menariknya ke hadapan Tsunade. Yukata yang tengah mengobrol dengan Matsuri pun langsung kaget.
"Heh?!"
"Wad-Hei.. Apa nih?!" Matsuri celingukan menyadari senpainya yang tiba tiba menarik dirinya. Matsuri menelan ludahnya gugup saat dilihatnya dia diseret di harapan kepala sekolah.
"Seharusnya kau negosiasinya dengan dia. Toh ruangan itu untuk klub drama!" Balas Naruto tidak terima.
"Apa-ha?" Matsuri masih tidak mengerti, dia menatap ketiga senpainya dan Tsunade bergantian. Yukata pun ikut mendekat untuk memperhatikan Matsuri yang digenggap tangannya erat oleh Naruto.
Sasuke nampak hanya membiarkan Naruto yang menggunakan Matsuri sebagai tameng.
Tsunade tidak bergeming, dia menatap tajam keempat orang yang ada di depannya. Lalu tanpa komando langsung menggulung kedua lengan bajunya. Sasuke dan Shikamaru nampak mundur.
Namun Naruto tidak terintimidasi dan tetap ada di tempatnya.
"Kalau begitu, kalian akan ku biarkan pulang..." Ujar Tsunade.
Harapan ketiga pemuda itu sempat meninggi. Itu sebelum Tsunade melanjutkan kalimatnya.
.
.
"... Jika kalian bisa melewatiku."
Waduh. Shikamaru dan Sasuke nampak saling toleh. Apakah ini yang dinamakan KDHS? Kekerasan dalam Halaman Sekolah? Oke, Shikamaru secara pribadi akan menghindari dari situasi yang akan berbuntut merepotkan ini.
Sasuke? Err.. ini adalah kesekian kalinya Naruto berniat cari gara-gara dengan Tsunade. Dia tidak bisa memungkiri bahwa semua orang yang berniat pulang ke rumah masing-masing kini malah mengalihkan perhatian mereka ke Tsunade dan Naruto. Dan Yap, Matsuri dan Yukata yang tidak paham apa apa kini harus terseret ke dalam masalah.
.
~iwdwiw~
.
"Ih kan! ini gara gara kalian." Gerutu Matsuri. Gadis itu kini tngah memarahi para senpainya yang malah sibuk melamun. Yap, ada akhirnya dia malah disuruh Tsunade untuk ikut bersih-bersih ruangan di Gedung B. Naruto, Sasuke, Shikamaru bersama Yukata dan Matsuri sedang duduk di undakan menuju gerbang gedung B.
Matsuri melotot ke Sasuke seakan meminta penjelasan.
"Jangan menatapku." Balas Sasuke memalingkan wajah. Dia mengingat perkataan terakhir yang diutarakan Tsuande tadi. Sasuke bertaruh bahwa Tsunade kini masih berjaga-jaga di dekat gerbang untuk memastikan kalau mereka tidak pulang kerumah.
"Hah merepotkan." Shikamaru beruap lepas. Tanpa menghiraukan kondisi, dia memposisikan badannya untuk berbaring di ubin sembari menggunakan kedua tangannya sebagai bantal.
Naruto sendiri tampak melamun. Merasa tidak ada yang mau mengawali untuk masuk, Yukata pun berinisiatif bertanya.
"Err.. jadi, ruangan kita benar-benar dipindah?" tanya Yukata.
"Hn," Jawab Sasuke cuek.
"Repot ih!" Matsuri masih menggerutu. Jujur, dia sedikit tidak suka saat tau kalau ruangan klub drama akan dipindah ke gedung b. Pasalnya, ruangan mereka yang sekarang sudah klop dengan Matsuri. Selain dekat dengan kelas, Matsuri juga bisa mampir ke ruangan itu kapan saja, bahkan saat istirahat untuk hanya sekedar melepas penat bahkan tiduran. Namun beda ceritanya kalau ruangan klub drama pindah ke gedung B, beda gedung artinya semakin jauh jaraknya.
Memang sih, Matsuri tau beberapa waktu lalu, Klub Musik juga dipindahkan untuk menempati gedung B. Namun itu karena kegiatan klub musik yang berisik dan berpotensi menganggu seluruh penghuni gedung utama. Namun kan beda cerita, kalau klub drama tidak mungkin menganggu orang lain kan? klub drama baik kok. Toh, kegiatan kita tidak mungkin mendapat komplain terlalu berisik.
Tidak lama mereka duduk disitu hingga seorang meganggu kegiatan mereka.
ah dia lagi.
"Ngapain kalian?" tanya Juugo kepada Naruto, Sasuke dan Shikamaru.
"Hn. Nongkorong." Balas Shikamaru asal.
Juugo lalu dengan enteng-seenteng-entengnya hanya mnegangkat bahu dan berjalan masuk me gedung B. Pemuda itu nampaknya sepenuhnya melupakan bahwa dia tadi ditinggal dan dikhianati oleh Naruto, Sasuke dan Shikamaru.
Beberapa menit kemudian..
"Hoi! ngapain kalian! Buruan bersih bersih!" Datang bak jelangkung, Tsunade menampakkan diri dan berjalan mendekati mereka berlima. Mereka yang di push pun terpaksa harus retreat dan dengan malas masuk ke gedung B.
.
.
.
Well...
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
TBC
xxx
Author Note(s) : Halu~ Hanzama Is Back. wk, niatnya mau manjangin tapi ide udah mentok. Apaan juga chapter ini, padahal beberapa chapter lalu sudah komitmen mau tamat, eh malah nambahin misteri lagi.. ah, sedih akutu.. pengen lanjut, tapi gimana.. pengen tamat, tapi gimanaa... HAH!
okedeh pokoknya, ini chapter sampai disini dulu~ Untuk chapter depan, kita bahas masalah rumah di foREVer street ya hehew
Seperti biasa, salam hangat dari Hanzama semoga Reader sukses selalu~
Buhuu~~
Oh iya.. selamat menunaikan Ibadah puasa bagi yang menjalankannya. umur iwdwiw hampir 4x lebaran lho~
REVIEW
v
v
v
v
