Title : Love is Never Flat Chapter 1
Author : adindaPCy
Length : Chapter
Genre : Romance, sedikit Komedi (?), sedikit Sad (?)
Cast : Seme to Namja, Uke to Yeoja
ChanTao – KrisTao - KrisSoo
Chanyeol | Kris | Tao | Sehun | Kai | Suho | Luhan | Kyungsoo | Lay | Baekhyun
.
Para member EXO milik Tuhan YME, orang tua mereka, entertainment mereka, dan juga fans mereka tentunya. PERHATIAN : FF ini, 100 % milik author dan hasil buah pikiran author sendiri. BUKAN PLAGIAT !
Mianhae kalo typo bertebaran, alur kecepetan dan feelnya kurang dapet …. Bahasanya juga absurb. Cerita pasaran dan alur mudah di tebak
Cerita gak sesuai judul –mungkin.
WARNING : Ini FF GS ! Gak suka langsung EXIT aja ! No BASH ! No Flame ! OK !
DON'T COPAS tanpa permisi sama Author lebih dulu !
Budayakan REVIEW sehabis membaca ne chingu ….
So ….
Happy Reading !
And NO PLAGIAT !
.
.
.
"Mbak(?), Cappucino Latte-nya 1, Bubble Tea rasa Taro-nya 1, susu jahe-nya 2 (?), trus makanannya kentang goreng sama nugget-nya 1, ramen-nya 1, sama nasi gorengnya 2. Oya, Mbak (?) kentang goreng sama nuggetnya dijadiin satu piring aja ya. Oke, makasih, Mbak (?)." pesan Luhan pada seorang pelayan yeoja yang menghampiri meja ia dan teman-temannya. Biasanya untuk melepaskan kejenuhan mereka itu, Lay, Tao, Luhan dan Kyungsoo sering nongkrong di EXO Café yang letaknya tak jauh dari sekolah mereka.
"Gimana event dadakan yang bakal diadain sewaktu liburan nanti, Kyung ? Apa keputusan akhirnya ?" tanya Lay yang memulai pembahasan setelah pelayan café itu pergi.
"Ya gitu deh. Event-nya bakalan diadain mulai hari pertama libur sampai beberapa hari kedepannya. Event ini juga diadain atas kerja sama dengan Growl High School."
"Waaa…. Sama sekolahnya Suho donk !" teriak Lay begitu riangnya membuat Tao dan Luhan yang duduknya paling dekat dengan yeoja itu harus menutup telinga mereka rapat-rapat.
"Gak perlu lebay gitu, kali Lay." Sahut Tao dan Luhan barengan. Keduanya memasang wajah -_-
"Haahh…. Ok, aku lanjut. Semua acara diadain malam hari mulai jam 7. Hari pertama akan dibuka dengan penampilan teater dan musikal band persembahan masing-masing sekolah. Hari kedua dilanjut dengan berbagai macam perlombaan olahraga dan sastra. Dan malam terakhir adalah malam yang paling kita tunggu-tunggu !" lanjut Kyungsoo lagi setelah menghembuskan nafasnya malas. Dan diakhir kalimat tiba-tiba ia mengecilkan suaranya membuat ketiga temannya terpaksa mencondongkan badan mereka agar dapat mendengar suara Kyungsoo dengan jelas.
"Apaan ?" tanya ketiga yeoja itu penasaran.
"PROMNITE !" jawab Kyungsoo setengah berbisik dengan nada meyakinkan.
"WHAT ? PROMNITE ?" teriak Tao tak percaya yang langsung menegakkan duduknya. Pengunjung café lainnya sempat terkejut dengan teriakan Tao yang tiba-tiba dan terdengar histeris itu. Membuat wajah Kyungsoo memerah menahan malu, dan tak lupa ia menganggukkan kepalanya sambil menggumamkan kata maaf pada pengunjung yang merasa terusik itu.
"Auch ! Sakit Kyung." Rintih Tao setelah mendapat hadiah jitakan di keningnya pemberian Kyungsoo.
"Pelankan suara cemprengmu itu bodoh."
"It's CRAZY, Kyungsoo !" ucap Lay menengahi dengan suaranya yang ia buat tertekan.
"Siapa juga yang nunggu-nunggu Promnite datang, Kyung ? It's HORROR, you know !" tambah Luhan yang membuat matanya membulat menandakan kesan horror seperti ucapannya.
Sejenak Kyungsoo terlihat bingung dengan reaksi ketiga sahabatnya itu. Ada apa dengan mereka ? Tapi akhirnya ia mengerti juga mengapa ketiga sahabatnya itu begitu histeris begitu mendengar kata 'Promnite'. Alasan utama yang menjadikan mereka seperti hanya satu. Yaitu, JOMBLO !
"Oohh, karena JOMBLO ya ? Hahahaaaa…."
"Yaah .. dia malah ketawa lagi." Protes Lay yang melihat Kyungsoo kini malah tertawa lebar.
"Kau gila, eoh ? Hanya tersisa 7 hari sebelum Promnite itu berlangsung. Mana bisa kita dapat pasangan secepat itu." Omel Luhan juga yang menatap sebal kearah yeoja dengan kontak lens pada mata bulatnya itu.
"Memangnya kau sendiri sudah mendapat pasangan, eoh ? Tega sekali kau mengatakan kalau Promnit adalah acara yang paling kita tunggu-tunggu." Ucap Tao yang tak mau kalah sewot dengan yang lain.
"Aigoo…. Kenapa kalian seperti yeoja yang sedang datang bulan ?"
"Kami memang yeoja, Kyung. Walau Tao terkadang terlihat seperti namja saat sedang menendang bokong Yongguk anak badung itu." Jawab Luhan asal yang langsung diberi tatapan death glare oleh Tao.
"Lu, Tao, kalian kan punya banyak fans di sekolah. Pilih aja salah satu dari mereka. Dan untukmu Lay, pasangan bisa didapat dari Growl High School kok. Gak harus dari sekolah kita. Tapi inget cuman GHS aja yang boleh, sekolah lain enggak." Kyungsoo mencoba memberi saran pada teman-temannya.
"Lalu kau sendiri bagaimana ?" tanya Tao.
"Ada deh. Liat aja nanti." Jawab Kyungsoo sambil tersenyum misterius.
"Mulai besok kita semua harus sudah full work. Ok ! Lay, kau harus menyebarkan iklan tentang acara ini agar banyak siswa yang berminat ikut. Dan kalian, Tao, Luhan, kalian harus perbanyak latihan untuk perlombaan nanti. Bagi tim Cheers yang paling kreatif dan spirit bakal jadi pemenangnya. Ingat bagik-baik ya, Tao."
"SIAP BOS !" ujar ketiganya kemudian mereka larut menikmati pesanan mereka.
.
.
.
.
Sementara itu di seberang EXO Café, tepatnya di SuJu Café (?), dua sejoli siswa Growl High School sedang sibuk membicarakan soal hubungan kerja sama antara Mama High School dengan sekolah mereka mengenai event saat liburan nanti.
"Hu'uh…." Keluh Suho pada Sehun.
"Ada apa denganmu ? Apa kau tidak lelah sedari tadi menekuk wajahmu seperti itu, eoh ?" tanggap Sehun untuk pertama kalinya setelah Suho berkali-kali menghembuskan nafasnya kesal.
"Aku sedang kesal. Kenapa di hari terakhir event harus ada Promnite ? Kenapa gak ditutup dengan pidato aja, trus ya selesai acaranya."
"Aigoo, Suho~ya. Hahaa… kau ini."
"Kenapa ?" tanya Suho mengerutkan kedua alisnya sambil menatap Sehun yang masih tertawa heran.
"Kau itu bagaimana sih ? Dimana-mana yang namanya Promnite itu selalu menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu setiap siswa. Itu adalah salah satu acara paling bergengsi di kalangan anak sekolahan. Masa iya, seorang Kim Joon Myun sang Ketua OSIS Growl High School yang memiliki banyak fans ini membenci Promnite ? Kau hanya tinggal menebarkan senyum anglelic-mu itu sedikit pada para yeoja cantik di sekolah, dan mereka akan langsung menawarkan diri untuk menjadi pasanganmu. Percayalah padaku." Suho memutar bola matanya malas setelah mendengar celotehan Sehun yang panjang kali lebar itu.
"Aku tidak akan melakukan itu."
"Lalu ?"
"Haiishh…. Molla." Jawab Suho sedikit frustasi dengan menjambak-jambak (?) rambutnya sendiri.
"Aku punya saran untukmu. Kau ingin dengar ?" tawar Sehun saat mendapat bohlam hidup (?) dalam pikirannya.
"Tidak."
"Tapi kau harus dengar." Paksa Sehun. "Bagaimana kalau kau mengajak Lay sebagai pasanganmu ?"
"Lay ?" ulang Suho lagi sedikit menuntut bertanya dalam nada bicaranya.
"Iya, temanmu saat junior high school dulu. Dia juga tetanggamu, kan ?"
"Hmm…. Trus kau sendiri bagaimana ?"
"Aku pikir aku akan mengajak adiknya Lay, Byun Baekhyun yang imut itu. Hehee…"
"Paboya ! Kita tidak diperbolehkan membawa pasangan dari sekolah lain selain sekolah kita dan Mama High School. Aku akan meminta Lay untuk mencarikan temannya sebagai pasanganmu. By the way, Chanyeol kemana ? Kenapa sampai sekarang ia belum muncul juga ?"
"Ini masih jam latihan wushu-nya mungkin. Ciat-ciat-ciat." Seru Sehun sambil menirukan gerakan wushu absurb-nya pada Suho. Membuat namja itu terkekeh geli melihat tingkah terlampau kekanakan Sehun.
"Haha.. berhentilah bertingkah konyol seperti itu, Hun. Kau semakin terlihat bodoh. Seharusnya ia sudah selesai jam segini. Coba ku telpon saja."
Suho bergerak meraih ponselnya di atas meja di hadapannya dan mengetikkan nama sahabatnya pada kontak di ponselnya. Menghiraukan Sehun yang masih mendelikkan matanya dengan bibir kerucut pada Suho. Tak lama orang di seberang sana mengangkat telponnya.
"Chanyeol~ah, kau dimana ? Kami menunggumu di café biasa."
"Aku sedang dalam perjalanan. Tunggu saja."
Pip.
Kemudian telepon diputuskan secara sepihak oleh Chanyeol yang sedang mengendarai motor sport-nya. Namja itu mempercepat laju motornya menuju SuJu Café. Ketika hampir sampai, ia memperlambat laju motornya. Di seberang café yang ia tuju, Chanyeol melihat seorang gadis yang begitu ia kenal baik paras maupun bentuk tubuhnya yang semampai.
"Zi Tao." Gumam Chanyeol. Namja itu kemudian mengarahkan laju motornya mendekati Tao yang terlihat tengah menunggu bus yang lewat di halte.
"Hai, Zi." Sapa Chanyeol setibanya ia bersama motor kesayangannya di depan yeoja yang ia kagumi itu. Senyumnya melebar tatkala Tao menatapnya.
"Chanyeol. E-hm. Hai." Balas Tao sedikit gugup. Chanyeol melepas helm yang masih melindungi kepala dan sebagian wajahnya itu.
"Kau mau kemana ?"
"Pulang."
"Emm.. mau ku antar ?"
"Tidak usah. Terima kasih. Aku akan pulang naik bus saja. Ah itu busnya sudah datang. Aku duluan ne." sepintas Chanyeol melihat senyum Tao yang mengembang. Namja itu membalas senyumannya. Ini merupakan kesempatan langka mendapat senyum dari seorang Huang Zi Tao. Chanyeol masih tak mengerti dengan sikap Tao yang selalu bersikap dingin padanya. Tapi ia juga tidak terlalu memikirkan hal itu. Toh bukan hanya padanya saja Tao akan bersikap dingin. Tapi hampir pada semua namja yang mencoba mendekatinya.
Tanpa menunggu apapun lagi, Chanyeol membalikkan motornya dan memarkirkannya pada halaman depan café dimana kedua temannya yang lain menunggu. Ia yang baru masuk langsung mendapat lambaian tangan dari Sehun untuk menunjukkan keberadaan mereka.
"Mian aku datang agak lama."
"Bukan 'agak' lagi Chan. Tapi sudah 'sangat' lama." Timpal Sehun yang membuat gelengan kecil dari Suho.
"Sudahlah Hun. Cepat habiskan ice cream-mu itu. Lihat itu sudah meleleh karena kau marah-marah barusan."
"Benarkah ?" Sehun buru-buru menjilat lelehan ice cream dalam genggaman tangannya.
"Kau tahu, aku baru saja bertemu dengan Tao di depan tadi." Ucap Chanyeol dengan senyum bahagianya.
"Tao ? Tao yang mana ?" tanya Suho.
"Yeoja yang sering aku bicarakan pada kalian itu. Memang-nya Tao yang mana lagi ?"
"Ooohh. Ya ya." Suho dan Sehun serentak mengangguk sambil membulatkan mulut mereka.
"Lalu apa yang membuatmu bahagia seperti ini ? Biasanya kalau bertemu Tao juga gak disenyumin kan ?"
Jleb.
Perkataan Sehun barusan pas banget ngena ke hatinya Chanyeol. Memang sih biasanya gitu. Tapi kali ini enggak ! Justru Tao tadi malah senyumin dia.
"Kali ini beda. Tao malah ngasih senyumnya ke aku sebelum dia pergi."
"JINJA ? Kok bisa ? Kesambet setan apaan si Tao sampe mau ngasih senyum gitu ?" Ngenes banget buat Chanyeol denger perkataan yang dilontarkan Suho itu.
"Harusnya kalian ikutan seneng. Kenapa malah ngejatuhin aku sih ?" -_-
Suho dan Sehun cukup paham mengetahui hati sang sahabat. Walau keduanya sama-sama belum pernah tahu bagaimana rupa yeoja yang mampu menghipnotis Chanyeol itu, tapi mereka yakin kalau yeoja yang sering disebut Tao itu memiliki tempat spesial dalam hati Chanyeol.
"Soal Promnite itu, siapa yang akan kalian ajak sebagai pasangan ?" tanya Chanyeol alih-alih mengganti topik pembicaraan. Ia menyeruput Bubble Tea rasa Permen Karet (?) milik Suho yang membuatnya harus mendapat jitakan di kepalanya sebelum mendapat jawaban dari namja itu.
"Aku ingin mengajak Lay, teman saat junior high school dulu. Siswi MHS. Kau kenal ?" jawab Suho setelah mengambil alih kembali Bubble Tea-nya.
"Lay ? Ketua redaksi itu ya ? Temennya Kyungsoo kalau aku tidak salah. Lalu bagaimana denganmu Oh Sehun ?" Chanyeol bertanya sambil memicingkan matanya menatap jijik Sehun yang masih menjilati sisa-sisa lelehan es krim di tangannya.
"Aku ? Aku sih inginnya mengajak yeodongsaengnya Lay, si Baekkie. Hehehe.. tapi sayangnya ia masih siswi junior high school. Jadi kuserahkan saja pada Suho untuk mencarikanku pasangan."
"Hmmm…" gumam Chanyeol pelan disertai desahan panjang nafasnya. Wajahnya langsung berubah murung. Terlihat jelas ia sedang memikirkan sesuatu. Begitu pula dengan Suho yang tiba-tiba memasang wajah serius. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kecuali Sehun yang menatap kesal ke arah Chanyeol dan Suho bergantian.
Brakk !
Meja dipukul oleh Sehun dengan kuat hingga kedua sahabatnya yang masih tenggelam dalam pikirannya terlonjak kaget setengah mati. Bahkan para pengunjung café lainnya menatap Sehun kesal. Namja itu menghiraukan tatapan pengunjung lain dan malah beralih mengomeli Suho dan Chanyeol.
"Y AK ! Apa yang sedang kalian lakukan eoh ? Berpikir, eoh ?"
"Sehun~ah, apa yang kau lakukan ? Kau membuat kami kaget, pabbo !"
"Salahkan kalian yang bertingkah seperti orang bodoh karena bingung mencari pasangan untuk Promnite. Kalian sama-sama menjabat sebagai Ketua OSIS di sekolah kalian. Kenapa hanya mencari pasangan saja bagi kalian sulit sekali ?" Sehun kembali mengomel panjang lebar. Dan hanya ditanggapi hendikan bahu kedua temannya.
.
.
.
.
Tok-tok.
"Permisi…" ucap seseorang dari balik pintu depan rumah Lay. Biarpun suara itu terdengar lembut, namun suara khas namja masih terasa jelas. Dengan sedikit tergesa-gesa sang pemilik rumah membukakaan pintu diikuti dengan sahabatnya, Luhan di belakangnya.
"Permiss-" belum sempat namja itu mengulang kata yang sempat ia ucapkan sebelumnya, pintu rumah sudah terbuka dan menampakkan seorang yeoja dengan pakaian santai rumahnya.
"Ne.." jawab yeoja itu sembari membukakan pintu. Lay memperhatikan tamunya itu mulai dari kakinya terlebih dahulu hingga wajahnya. Dan satu hal yang ia lakukan saat bertatapan dengan mata namja itu adalah hanya terdiam. Untuk beberapa detik ia terlihat melongo dengan tatapan tak percayanya. Entahlah mengapa hal itu selalu terjadi, padahal bukan sekali dua kali saja mereka bertemu.
"Annyeong Lay~ah." Ucap namja itu sembari membungkukkan badannya pada Lay. Begitu pula namja berkulit pucat disampingnya.
Tak ada respon apapun kecuali tatapan Lay yang masih memaku pada namja itu.
"Siapa yang datang Lay ?" tanya Luhan yang langsung mendorong tubuh Lay sedikit kesamping agar ia dapat melihat tamu temannya itu. Dan lamunan yeoja itu baru saja terhenti jika saja Luhan tak mendorongnya. Ia menundukkan wajahnya yang mulai terasa panas karena malu. Bisa-bisanya ia bengong di depan sang pujaan hati.
"Eoh, Suho~ssi ?" namja yang disapa Suho itu menunjukkan senyum angelicnya saat Luhan menyebut namanya. Tak usah heran mengapa Luhan cukup kenal dengan namja itu, karena ia sering berkunjung ke rumah Lay dan sudah beberapa kali bertatap muka.
"Pabboya ! Kenapa tidak kau suruh mereka masuk ? Ck, dasar !"
"Ah, m-mian. Kajja Suho~ya, masuk dulu." Ucap Lay mempersilahkan Suho untuk masuk bersama teman berkulit putih pucatnya itu. Sementara kedua namja itu duduk di ruang tamu, Luhan menemani Lay ke dapur untuk membawakan minuman dan cemilan.
"Temannya Suho itu, nugu ?" tanya Luhan.
"Itu Sehun. Temen sekolahnya Suho. Wae ?"
"Ani." Jawab Luhan pendek yang entah kenapa wajahnya kini tiba-tiba memerah.
"Dia tampan, kan ?"
"Nugu ?"
"Sehun." Jawab Lay disertai seringaian kecilnya.
"Ya ! Kau ini apa-apaan sih ?" luhan memukul bahu Lay pelan. Tanpa disadarinya pun senyumnya mulai terukir bersamaan wajahnya yang kembali memerah.
"Sudah katakan saja. Sehun tampan kan, Lu ?"
"Emh.. begitulah."
"Hahahaa … sepertinya ada love at the first sight nih ?" sontak Luhan langsung menatap tajam Lay. Apa-apaan ucapan Lay barusan itu ? pikirnya. "Ja kita ke depan. Akan ku kenalkan kau padanya. Kudengar ia masih single loh." Goda Lay lagi sebelum ia meninggalkan Luhan yang masih menatap kesal ke arahnya. Ingin sekali Luhan melempar semua panci yang ada di dapur itu ke arah Lay.
Sejak saat itu, dimulailah perkenalan dan pertemanan mereka yang hangat. Lay mengenalkan Luhan pada Sehun. Namja berambut coklat tua berarsir hitam itu
Menyambut hangat uluran tangan Luhan. Senyuman tersembul di wajah keduanya. Luhan merasa jantungnya berdetak abnormal. Ia merasa harus tampil sefeminim mungkin di hadapan Sehun. Entah mengapa tubuhnya berkata berlaku seperti itu.
.
.
.
.
"MWO ?! Kalian berdua sudah mendapat pasangan buat promnite ?" ucap Tao histeris sambil guling-gulingan (?) di kasurnya. Ia bersama ketiga sahabatnya kini sedang bersantai di kamarnya. Sikapnya yang serba heboh dan histeris itu sangat berbanding terbalik jika ia sedang berada di luar. Tao akan berubah menjadi yeoja yang cuek dan dingin.
"Nugu ? Nugu ? Palli ceritakan !" desak Kyungsoo.
"Sssttt ! Jangan keras-keras. Ntar orang rumah Tao bisa denger." Tegur Lay sok bijak.
"Tenang saja. Tidak ada orang lain disini selain kita."
"Baiklah. Begini, kemarin sore sepulang dari cafe Luhan mampir ke rumahku dulu. Waktu kita lagi dengerin lagu EXO yang Call Me Baby, Suho tiba-tiba udah nongol aja di depan pintu rumah sama temennya. Dan ternyata kedatangan dia itu adalah untuk mengajakku ke promnite nanti. Kebeneran temennya Suho itu juga lagi cari pasangan. Dan kebetulan lagi ada Luhan yang posisinya sama. Jadi yaaa…. Gitu deh." Cerita Lay bangga.
"Jinja ? Apakah temannya Suho itu tampan ?" tanya Tao.
"Tentu saja !" kali ini Luhan yang menjawab dengan semangat.
"Kalau begitu kenapa tidak dikenalkan padaku saja ?" ucap Tao pura-pura bersedih. Diantara ketiga temannya yang lain, ia memang terkenal dengan respon cepatnya saat mendengar kata 'namja tampan'.
"Kau terlalu jelek untuk bersanding dengannya di promnite. Hahaha" tawa nista Luhan yang dihadiahi pukulan bantal guling oleh Tao.
"Yakk ! Kau ini !" teriak Luhan yang membalas pukulan Tao dengan bantal yang dijadikan tumpuan sikunya saat ia tiduran dengan menelungkup tadi. Dan dimulailah peperangan bantal antara Tao dan Luhan. Lay dan Kyungsoo hanya menangapi cuek dan sibuk mengalihkan perhatian mereka pada buku yang mereka baca sebelumnya. Tidak mempedulikan kelakuan keduanya yang masih bersikeras pukul-pukulan.
.
.
.
.
Suara alunan musik nan romantis telah disenandungkan melalui tape sekolah di area MHS. Beberapa siswa yang menjadi panitia acara lalu lalang di halaman sekolah. Belum tampak seorang pun dari peserta promnite itu yang datang. Bahkan kali ini anggota OSIS dibebas tugaskan oleh Kepala Sekolah agar bisa menjadi peserta promnite. Semua tugas akan di handle oleh para panitia yang sebelumnya sudah dipilih. Kecuali Chanyeol. Sang ketua OSIS MHS itu terlihat mondar-mandir membawa beberapa kardus membantu panitia lainnya. ia juga memakai seragam khusus panitia. Menjadi panitia sukarelawan adalah pilihannya dibanding menjadi peserta promnite. Begitulah pikirnya.
Jam telah menunjukkan pukul 19.30 KST. Cuaca malam itu terlihat bersahabat. Walau terkadang karena keadaan yang ekstrim, cuaca yang sangat bersahabat sekalipun dapat berubah menjadi musuh besar. Langit kelabu dengan ditaburi bintang-bintang yang bersinar disana-sini penjuru langit. Kali ini promnite akan dilaksanakan di halaman sekolah, tidak di dalam aula seperti tahun-tahun sebelumnya.
Red Carpet telah digelar sedari halaman depan sekolah hingga halaman utama yang berada di tengah-tengah bangunan sekolah. Beberapa panitia dan siswa lainnya yang menjadi wartawan sekolah baik dari MHS dan GHS telah berdiri di pinggir sepanjang red carpet bersama kamera mereka masing-masing. Tak lama keramaian mulai terlihat saat beberapa pasangan sudah mulai berdatangan. Flash dari para wartawan sekolah itu menunjukkan mereka saling berlomba mendapatkan photo para peserta promnite.
.
.
.
.
#Flashback
3 hari menuju promnite.
Perpustakaan tampak tenang seperti biasanya. Kyungsoo serius dengan dokumen OSIS di depannya. Ia mengerjakannya dengan teliti sekali agar tak ada noda coretan atau tipe-x yang mengotori lembar kerjanya. Keseriusannya membuatnya tak lagi memperhatikan suasana sekitarnya.
Seorang namja berkulit tan yang terlihat menawan pada tubuh atletisnya baru saja memasuki ruang perpustakaan. Ia membawa sebuah buku pengetahuan luar angkasa yang ia kepit diantara lengannya dan dua kaleng minuman soda di tangan kanan dan kirinya. Namja bername tag Jongin Kim atau sering disapa Kai itu tersenyum sendiri melihat Kyungsoo dengan setumpuk berkas dihadapannya. Ia melangkahkan kakinya mendekat.
"Hai." Sapanya sambil menaruh sekaleng soda di tangannya tepat di hadapan Kyungsoo. Kemudian duduk di samping kursi yeoja itu. Kyungsoo menghentikan kegiatannya sebentar untuk melihat namja yang menyapanya.
"Eo-Eoh. Kai Oppa. H-hai juga." Balas Kyungsoo dengan sedikit terbata. Tiba-tiba saja ia merasa gugup melihat senyum yang namja disampingnya berikan. "Gomawo untuk minumannya." Yeoja bermata bulat itu membalas senyuman Kai.
"Emm…. Minumlah dulu." Suruh Kai sambil meneguk kaleng sodanya sendiri.
"Ah.. N-ne Oppa." Kyungsoo mencoba membuka penutup kaleng itu. Kai yang sedari tadi memperhatikannya melihat yeoja itu mengalami kesulitan.
"Kemarikan. Biar aku buka." Kyungsoo memberikan kaleng sodanya pada Kai.
"Kau sedang apa ? Kelihatannya sibuk sekali sejak tadi."
"Ah, ani Oppa. Aku hanya sedang memeriksa berkas-berkas untuk event nanti. Sebentar lagi juga akan selesai. Gomawo." Jawab yeoja itu setelah Kai memberikan kaleng soda yang sudah ia buka. Mereka berbicara dengan suara yang pelan agar tidak mengganggu ketenangan dalam perpustakaan.
"Apa yang kau lakukan disini Oppa ?" tanya Kyungsoo lagi saat Kai menghadapkan pandangannya ke depan. Namja itu menolehkan kepalanya lagi menatap Kyungsoo.
"Mencarimu." Jawab Kai singkat disertai senyumya. Membuat Kyungsoo harus mengalihkan wajahnya yang mulai memerah. Hatinya terasa berseri-seri saat mendengar jawaban itu. 'Benarkah ?' tanya Kyungsoo dalam hatinya.
"Untuk apa, Oppa ?"
"Hanya ingin mengobrol denganmu saja. Tapi itu jika kau tidak keberatan." Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kyungsoo menatap Kai dalam. Ada sesuatu yang ia harapkan disana. Kemudian ia tersenyum dan kembali berkutat dengan berkas-berkas yang sedari tadi menyibukkannya. Ia membolak-balik kertas-kertas itu dan menulis sesuatu pada kolom-kolom kosong yang tersedia. Kai memperhatikannya tanpa kata. Tak lama Kyungsoo menutup dan mengemas berkas-berkasnya agar terlihat rapi.
"SELESAI !" ucapnya riang namun tetap pelan. Kai sedikit mengusak rambut yeoja itu gemas. Perlakuan Kai itu sukses membuat hati Kyungsoo senang bukan main. Ia semakin melebarkan senyumnya pada namja itu. Senyum yang selama ini hanya ia tunjukkan pada orang-orang terdekatnya saja.
"Kajja kita ke kantin saja." Ajak Kai yang hanya diangguki oleh Kyungsoo.
Keduanya melangkah ke kantin bersama. Tak ada siswa yang terlalu memperhatikan mereka. Karena keduanya memang terlihat selalu bersama dan dekat. Namun tak ada rumor mereka memiliki hubungan khusus.
"Apa yang ingin kau obrolkan, Oppa ?" tanya Kyungsoo saat keduanya sudah duduk di bangku kantin. Yeoja itu memilih bangku dihadapan Kai.
"Hari terakhir event ada Promnite kan ?"
Kyungsoo mengangguk semangat. Hatinya berdesir-desir dan pikirannya sudah membayangkan hal-hal yang indah yang akan ia lakukan saat promnite nanti bersama Kai.
"Apa Lay sudah mendapatkan pasangan untuk promnite nanti ?"
"L-Lay ?" Kyungsoo mengulang nama sahabatnya itu. Guratan kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Hanya saja Kai tidak mengetahuinya karena kini ia tengah sibuk memperhatikan ponselnya.
"Iya, Byun Yixing temanmu itu. Apa ia sudah mendapatkan pasangan ?" ulang Kai lagi bertanya setelah menyimpan ponselnya di saku.
Hilang sudah harapan yang sedari tadi Kyungsoo khayalkan. Wajahnya berubah sedikit masam. Sejujurnya ia sedang berharap Kai akan mengajaknya ke acara Promnite nanti. Tapi kini, kenapa pembahasan mereka mengenai sahabat berdimple-nya itu ?
"Wae ?" lirih Kyungsoo.
"Ani. Aku hanya bertanya saja." Jawab Kai yang masih belum menyadari perubahan Kyungsoo itu. Sungguh Kai itu sangat tidak peka.
"Ne. Lay sudah mendapatkan pasangan. Namanya Suho, ia Ketua OSIS GHS."
"Oohh." Jawab Kai datar dengan sedikit anggukan kepalanya.
"Kalau Oppa … mmm … apa…"
"Apa Kyungsoo ?"
"Mmm…. Oppa akan pergi bersama siapa saat Promnite nanti ?" tanya Kyungsoo sedikit ragu. Ia menggigit bibir bawahnya untuk mengalahkan rasa takut itu. Entah mengapa suaranya menjadi berubah dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya dalam.
"Aigoo…. Hahaha…. Ada apa dengan suaramu Kyung, hm ?" Kai tertawa sebentar, membuat Kyungsoo menatap Kai bertanya. Namja itu mnarik nafasnya panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
"Mungkin hanya dengan Kris. Atau bahkan sendiri."
"Be-benarkah ? Kalau begitu .. mmm … kau … mm.. MaukahkaupergidengakuOppa ?" tanya Kyungsoo dalam satu tarikan nafas dan terdengar sangat cepat.
"Apa yang kau katakan, Kyung ?" Kai menuntut Kyungsoo untuk mengulang ucapannya.
"A-ani Oppa."
"Sudah katakan saja."
Kyungsoo kembali menggigit bibir bawahnya menahan gugup yang melanda.
"Maukah kau pergi ke Promnite bersamaku Oppa ?"
"Maksudmu kita pergi bersama ?" balas Kai dengan bertanya pula.
"Kalau Oppa tidak mau juga tidak masalah." Wajah Kyungsoo semakin memerah membayangkan penolakan Kai. Ia terus merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya merasa terlalu percaya diri Kai akan menerima tawarannya pergi bersama ke Promnite.
"Mmm… Baiklah."
"Kau tidak bercanda Oppa ?" tanya Kyungsoo memastikan. Dan hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman dari namja berkulit tan itu. Cukup membuat Kyungsoo kembali merasakan semangat dalam hatinya.
.
.
.
.
Sore itu gedung olahraga sekolah tampak lengang. Tak banyak siswa yang lalu lalang kecuali para siswa yang memang memiliki kepentingan hingga sore hari pun masih bertahan disana.
Hari itu adalah jadwalnya bagi tim basket putra dan tim cheers yang berlatih. Kris yang selalu ditemani teman setianya, Kai dan anggota basket lainnya baru saja memulai pemanasan untuk latihan kali itu. Berulang kali namja itu mengejek Kai yang tak dapat bermain basket. Karena Kai memang bukanlah anggota basket seperti Kris.
Tao yang duduk di pinggir lapangan sesekali terlihat terkekeh melihat tingkah yang Kris dan Kai lakukan. Ia sedang menunggu anggota cheers-nya yang lain datang. Dan seperti biasa sebelum memulai latihannya, Tao akan menyempatkan dirinya untuk melihat idolanya berlatih. Ia tak hanya sendiri disitu, ada beberapa yeoja penggemar Kris yang ikutan menonton namja itu berlatih.
"Zitao…" suara berat seorang namja menginterupsi Tao yang masih asik memfokuskan matanya pada sosok Kris di tengah lapangan. Yeoja itu menoleh kearah kiri dimana datangnya suara.
"Eoh .. Chanyeol ?"
"Hai." Sapa namja itu hangat. Ia melebarkan senyumnya saat Tao melirik kearahnya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini ?"
"Menunggu anggota cheers yang lain datang." Jawab Tao dingin. Ingat kalau Tao hanya akan bersikap bersahabat dengan orang-orang terdekatnya saja ! Biarpun Tao dan Chanyeol adalah teman satu perguruan wushu, tapi Tao selalu bersikap dingin pada namja itu.
"Akhir-akhir ini kau tak pernah hadir berlatih wushu lagi. Wae gurae Tao~ya ?" tanya Chanyeol yang berusaha mencairkan es diantara ia dan Tao. Namja itu duduk disamping Tao yang kembali menatap lurus kearah Kris dan teman-temannya.
"Aku sibuk."
"Sibuk berlatih untuk lomba event nanti ?"
"Ne." lagi-lagi hanya jawaban singkat yang diucapkan oleh bibir peach Tao.
"Kau kemari ingin menunggu anggota-mu atau hanya ingin melihat Kris latihan ?" tanya Chanyeol dengan nada tidak suka. Sontak saja Tao langsung mengalihkan perhatiannya kembali pada Chanyeol dan menatap namja itu tajam. Namja itu bergidik mendapat tatapan mematikan Tao. Ia rasa perkataannya telah menyinggung perasaan Tao.
Chanyeol pabbo ! Tidak seharusnya kau mengatakan hal itu pada pujaan hatimu.
"Ah.. M-mian, aku-"
"Zitao ?" belum lagi Chanyeol menyelesaikan ungkapan maafnya, seorang namja berperawakan tinggi bak tiang listrik yang sedari tadi menjadi objek perhatian Tao memanggil nama yeoja itu. Dengan bola basket di tangan kirinya, dan dengan keringat yang masih bercucuran di tubuhnya, namja itu berjalan mendekat. Tao sempat terpaku mendengar suara namja itu hingga ia menolehkan kepalanya ke depan.
"Eoh.. Kris Oppa." Tao terperanjat melihat sosok namja tampan itu berdiri tepat di hadapannya. Ia ikut berdiri, begitu pula Chanyeol yang duduk disampingnya. Ini pertama kalinya ia berbicara langsung dengan Kris sedekat ini. Sedang bermimpikah dirimu Huang Zi Tao ? Ada gerangan apa namja idolamu itu memanggilmu ? Bagaimana bisa Kris tau nama Tao ? Sedangkan selama ini Tao merasa ia tidak pernah berkenalan dengan namja yang mempunya ribuan idola itu.
"Sore nanti kita pulang bersama ne. Aku akan mengantarmu."
"Pu-pulang bersama ? Dengan Oppa ?"
.
.
.
.
~ TBC ~
Adakah yang penasaran dengan kelanjutan Tao yang tiba-tiba diajak pulang bersama oleh Kris ? Lalu bagaimana dengan Chanyeol ?
Annyeong chinguuuu…. Eotte ? Menarik kah cerita kali ini ? Mau dilanjut ? Atau di'end'ingin sampe disini aja ?
REVIEW jebalyooo …. Ntar Author usahain fast update lagi dah kalau ada yang nge-REVIEW ! :D
Chapter ini belum keliatan apa konfliknya karena masih terhitung pengenalan cerita gitu deh. Jeongmal gomawo buat yang udah review ne.
Untuk HunHan moment ntar Author usahain ada deh ;)
Mian kalo jelek. SEE YOU ! ;)
MY BIG THANK'S to :
celindazifan | Aiko Michishige | deveach | hunexohan | wuziper | Keewanii | anis. l. mufidah | Kirei Thelittlethieves |
