Title : Love is Never Flat Chapter 2
Author : adindaPCy
Length : Chapter
Genre : Romance, little Sad (?)
Cast : Seme to Namja, Uke to Yeoja
ChanTao – KrisTao - KrisSoo
Chanyeol | Kris | Tao | Sehun | Kai | Suho | Luhan | Kyungsoo | Lay | Baekhyun
.
Para member EXO milik Tuhan YME, orang tua mereka, entertainment mereka, dan juga fans mereka tentunya. PERHATIAN : FF ini, 100 % milik author dan hasil buah pikiran author sendiri. BUKAN PLAGIAT !
Mianhae kalo typo bertebaran, alur kecepetan dan feelnya kurang dapet …. Bahasanya juga absurb. Cerita pasaran dan alur mudah di tebak
Cerita gak sesuai judul –mungkin.
WARNING : Ini FF GS ! Gak suka langsung EXIT aja ! No BASH ! No Flame ! OK !
DON'T COPAS tanpa permisi sama Author lebih dulu !
Budayakan REVIEW sehabis membaca ne chingu ….
So ….
Happy Reading !
And NO PLAGIAT !
.
.
.
Chapter sebelumnya …
"Kau kemari ingin menunggu anggota-mu atau hanya ingin melihat Kris latihan ?" tanya Chanyeol dengan nada tidak suka. Sontak saja Tao langsung mengalihkan perhatiannya kembali pada Chanyeol dan menatap namja itu tajam. Namja itu bergidik mendapat tatapan mematikan Tao. Ia rasa perkataannya telah menyinggung perasaan Tao.
Chanyeol pabbo ! Tidak seharusnya kau mengatakan hal itu pada pujaan hatimu.
"Ah.. M-mian, aku-"
"Zitao ?" belum lagi Chanyeol menyelesaikan ungkapan maafnya, seorang namja berperawakan tinggi bak tiang listrik yang sedari tadi menjadi objek perhatian Tao memanggil nama yeoja itu. Dengan bola basket di tangan kirinya, dan dengan keringat yang masih bercucuran di tubuhnya, namja itu berjalan mendekat. Tao sempat terpaku mendengar suara namja itu hingga ia menolehkan kepalanya ke depan.
"Eoh.. Kris Oppa." Tao terperanjat melihat sosok namja tampan itu berdiri tepat di hadapannya. Ia ikut berdiri, begitu pula Chanyeol yang duduk disampingnya. Ini pertama kalinya ia berbicara langsung dengan Kris sedekat ini. Sedang bermimpikah dirimu Huang Zi Tao ? Ada gerangan apa namja idolamu itu memanggilmu ? Bagaimana bisa Kris tau nama Tao ? Sedangkan selama ini Tao merasa ia tidak pernah berkenalan dengan namja yang mempunya ribuan idola itu.
"Sore nanti kita pulang bersama ne. Aku akan mengantarmu."
"Pu-pulang bersama ? Dengan Oppa ?"
Chapter 2
"Ne. Kau maukan ? Tunggu Oppa sehabis latihan ne." ucap Kris lembut disertai senyuman menawannya. Bahkan banyak yeoja lainnya yang iri melihat Tao yang didekati oleh Kris itu. Tanpa menunggu jawaban Tao, Kris berlalu meninggalkan keduanya. Sebelumnya ia sempat memberikan tatapan tajam pada Chanyeol yang dibalas tak kalah tajam oleh namja itu.
Tao masih terpaku dengan kejadian yang berlalu beberapa saat yang lalu. Ia masih berusaha menormalkan detak jantungnya yang memompa darahnya terlalu cepat. Setelah dapat menguasai dirinya, yeoja itu juga ikut berlalu meninggalkan Chanyeol. Senyumnya terus mengembang sepanjang ia berjalan.
"Ya ! Tao~ya, kau mau kemana ?" Chanyeol mengikuti langkah Tao yang masih dingin itu.
"Aku akan pergi bersiap-siap. Kau pulanglah, Chanyeol. Ini sudah sore."
Chanyeol benar-benar kesal kini. Ia merasa kalah bersaing dengan sunbae-nya itu. Walau yah memang ia kalah tampan dengan namja bule itu. Tapi toh ia juga masih terhitung dalam deretan namja pujaan yeoja-yeoja di sekolahnya. Itu berarti ia tidak jelek juga.
Chanyeol tak mengikuti perkataan Tao yang menyuruhnya untuk pulang. Ia malah menunggu Tao hingga yeoja itu selesai latihan. Ia tak perduli akan pulang kemalaman asal ia bisa tahu mengapa tiba-tiba Kris mengajak Tao pulang bersama. Sepanjang pengetahuannya juga, Kris dan Tao tidak berteman dekat.
Jarum jam terus berjalan meninggalkan waktu sebelumnya. Chanyeol seakan tak bosan-bosannya memperhatikan Tao yang tengah berlatih walau ia sudah duduk diam di pinggir lapangan selama berjam-jam. Sesekali namja itu memperhatikan ponselnya. Beberapa telepon dari Suho dan Sehun ia abaikan. Ia tahu mereka hanya ingin mengajaknya bersantai seperti biasanya.
Setelah hampir 3 jam menunggu, Chanyeol melihat kegiatan di lapangan yang berada bersampingan dengan lapangan basket indoor sekolahnya selesai. Ia memicingkan matanya untuk mencari Tao diantara kumpulan yeoja-yeoja lainnya. chanyeol pun segera menyusul Tao yang berjalan menuju loker penyimpanannya. Tak lupa ia membawa sebotol air mineral yang dipersiapkannya sejak tadi untuk yeoja manis itu..
"Omo ! YA ! Apa yang kau lakukan disitu, eoh ?" tanya Tao yang begitu terkejut mendapati tubuh namja itu yang berdiri tepat di belakang pintu lokernya. Chanyeol hanya mengembangkan senyumnya. Menurutnya melihat wajah Tao yang terkejut itu sangat manis !
"Ini." Chanyeol menghiraukan keterkejutan yeoja dihadapannya. Ia memberikan air mineral yang dibawanya tadi pada Tao. Melihat itu, Tao kembali memasang wajah datarnya. ia hanya melihat botol air mineral itu tanpa niat mengambilnya dari Chanyeol.
"Zitao ?" panggil seseorang tak jauh dari tempat Tao dan Chanyeol berdiri. Keduanya sama-sama menoleh saat mendengar suaranya. Kris Oppa, batin yeoja itu.
"Kajja kita pulang." Ucap namja itu ketika sampai tepat di depan Tao. Ia menggenggam tangan Tao dan membawa yeoja itu pergi tanpa menganggap keberadaan Chanyeol disana. Keduanya berlalu begitu saja dengan wajah datar Kris dan wajah bingung Tao.
#Flashback End
Malam Promnite penuh dengan keceriaan. Sepanjang Red Carper dihiasi oleh lampu-lampu LED yang berasal dari kamera para wartawan sekolah. Mereka berlaku layaknya seorang wartawan sungguhan yang sedang meliput acara penghargaan para selebriti.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.55 KST. Tampak Suho sang Ketua OSIS GHS menggandeng Lay melewati Red Carpet. Mereka mengisi buku daftar tamu yang disiapkan panitia diujung karpet. Tema pakaian yang digunakan keduanya bergaya tahun 1980-an tapi tetap memberikan kesan modern. Di belakang mereka terlihat pasangan Sehun dan Luhan yang bergaya ala selebriti Korea papan atas.
Pasangan dengan gaya ala kebaratan itu baru saja turun dari mobil. Tak lain adalah Kris dan Tao. Balutan tuxedo hitam di tubuh Kris sangat pas ia kenakan dengan tubuhnya yang atletis. Serta gaun putih selutut ala Miss Word yang dikenakan Tao menambah keserasian diantara kedua insan itu. Namja keturunan China-Canada itu menggandeng mesra Tao berjalan di Red Carpet. Kedatangan mereka benar-benar menyita seluruh perhatian orang-orang disana. Banyak dari mereka yang menatap iri, seperti Chanyeol salah satunya.
Tak lama berselang, muncul pasangan Kai dan Kyungsoo. Keduanya memakai pakaian ala India modern.
"Tao~ya !" teriak Lay dan Luhan girang melihat kedatangan salah satu sahabatnya itu. Kris dan yeoja yang dipanggil itu menoleh. Namja itu tersenyum pada mereka lalu pamit pada Tao menemui temannya. Yeoja itu mengangguk kemudian keduanya berjalan berlawanan arah.
"Aigoo…. Kalian semua tampak yeppo malam ini." Ucap mereka saling memuji.
"Tao~ya, kau benar-benar cantik. Kau feminim sekali dengan gaun ini. Kukira kau tidak memiliki pakaian lain selain celana jins dan jaket kulitmu itu." Puji Kyungsoo sekaligus mengejek sahabatnya itu.
"Jinja ? Hahahaa …. Ngomong-ngomong dengan siapa kau pergi malam ini, Kyung ?" tanya Tao yang melihat sahabat bermata bulatnya itu menghampiri mereka seorang diri.
"Annyeong…." Sapa namja bergaya ala India yang tiba-tiba muncul di samping Kyungsoo.
"Eoh ? Kai Oppa ?" ucap Luhan sambil memandang tak percaya.
"Oppa pergi kemari bersama Kyungsoo ?" tanya Tao lagi menyelidik. Kai mengangguk sembari memberikan senyum menawannya.
"Jinja ?" tanya Luhan yang masih tak percaya. Ia bahkan membulatkan matanya kini. Bukan terlalu menjadi pertanyaan lagi jika keduanya pergi bersama.
"Ne. Wae ? Kalian masih tak percaya, eoh ?"
"Ah ne ne. Kami percaya karena Kai Oppa sudah mengangguk tadi. Lalu bagaimana denganmu Lay ? Mana namja pujaan hatimu itu ?" Tao mengalihkan pembicaraan sembari sedikit melirik pada namja yang berdiri disamping Lay. Sedikit merona wajah Lay saat Tao mengatakan kata 'namja pujaan hati' itu.
"Ah ne. Ini Suho dan yang itu Sehun. Suho~ya, Sehun~ah, ini teman-temanku." Lay memperkenalkan kedua namja yang berdiri diantara ia dan Luhan itu pada Tao, Kyungsoo dan Kai. Mereka bersalaman saat saling berkenalan.
Namun ada yang terasa berbeda saat Tao dan Suho saling menautkan tangan mereka memperkenalkan diri. Ada sesuatu yang membuat keduanya tersentak saat saling melemparkan senyum. Namun hanya keduanya saja yang merasakan hal itu.
"Dari tadi kami tidak melihat 'pangeranmu' itu ? Kemana dia ?" Luhan melirik kearah kanan kirinya mencari sosok yang ia maksud.
"Tao pergi dengan Kris kan ?" bisik Kai tepat di telinga Kyungsoo. Yeoja itu menunjukkan aksi terkejutnya dalam nada bicaranya. Sesungguhnya ia tidak tahu menahu mengenai pasangan Promnite sahabatnya yang satu ini. Walau sebelumnya Chanyeol sudah mengatakan padanya akan mengajak Tao, tapi hal itu belum bisa dipastikan Chanyeol berhasil atau tidak mengajak Tao.
"Jeongmal ? Kris Oppa ? Ku kira ia pergi dengan Chanyeol."
"Aku disini." Ucap namja berambut pirang blonde yang tiba-tiba sudah berdiri di samping kiri yeoja yang menjadi pasangan Promnite-nya. Reflek saja Tao langsung menolehkan kepalanya ke kiri untuk melihat namja yang berbicara itu.
Cupp !
Dan Tao semakin terkejut begitu menyadari bibirnya yang bertemu dengan bibir namja itu. Bisa dikatakan itu adalah kissing yang tidak sengaja dilakukan keduanya. Karena Kris pun hanya berniat membungkukkan badannya sedikit untuk berbisik pada Tao. Namun belum sampai bibirnya mengucapkan sesuatu, ia juga merasakan bibir Tao yang menempel pada bibirnya.
"OMO !" ucap ketiga pasangan yang berada di depan Tao dan Kris. Untung saja siswa yang lainnya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, jadi tidak ada yang menyadari kissing TaoRis itu.
Tao mengerjap-erjapkan kelopak matanya. Memandang tak percaya dengan wajah yang berada tepat di depannya, bahkan kini bibir mereka bersatu.
Oh God, mimpiku indah sekali malam ini, batin Tao.
Keduanya terdiam selama beberapa detik tetap dalam posisi mereka. Hingga akhirnya Kris yang terlebih dahulu menyadari keadaan sekitarnya segera membenarkan posisi berdirinya. Ia menatap kikuk ke-enam manusia di depannya yang menatapnya dengan tatapan yang err… sulit diartikan baginya. Sungguh wajah keduanya terlihat sangat merah kini, beruntung lampu temaram dapat menutupi rona keduanya.
"A-ayo kita berkumpul di depan pentas. Kontes berdansa dan pasangan King and Queen akan segera dimulai sebentar lagi." Ujar Kai untuk memecah kecanggungan Kris dan Tao. Entah mengapa ia juga ikut tersenyum kikuk.
"Ekhm. Maaf soal kejadian yang tidak sengaja kalian lihat barusan. Aku tidak bermaksud seperti itu tadi." Kris yang menyadari ucapan Kai hanya untuk memecah rasa canggung membungkukkan badannya sedikit untuk meminta maaf.
"Ahahaa…. Gwaenchana Oppa. Kami tidak melihat apa-apa kok." Ucap Lay berbohong walau sebenarnya ia lah yang paling jelas menyaksikan adegan kissing live TaoRis barusan dari awal hingga akhir (?).
"Kalau begitu kami duluan." Ucap Kris lagi yang langsung menggandeng lengan Tao yang masih terdiam sejak tadi. Ia terlalu malu untuk berbicara atau bahkan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah sahabat-sahabatnya.
Setelah keduanya berlalu, terlihat Luhan dan Lay yang cekikikan berdua. Suho yang tiba-tiba memikirkan wajah Tao saja. Sehun yang hanya diam bengong karena tidak tahu menahu soal pasangan yang menjadi objek pembicaraan mereka. Dan Kai dan Kyungsoo yang hanya menggelengkan kecil kepala mereka.
.
.
.
.
"Huh…. jam berapa sih ini ?" gerutu Luhan sambil sesekali menengok ke kanan dan ke kiri guna menghilangkan suntuknya. Berulang kali ia menghembuskan nafasnya kesal. Sehun yang mendengar ucapan yeoja di sampingnya itu melirik jam di tangan kanannya.
"Ini masih pukul 22.36 KST. Wae ? Kau sudah mengantuk ?" tanya Sehun.
"Ani Sehun~ah. Hanya saja, kenapa pengumuman King and Queen itu lama sekali ? Aku sudah tidak sabar. Benar-benar menyebalkan." Rajuk Luhan sambil mengerucutkan bibirnya imut. Sehun yang melihat itu hanya tersenyum geli. Ingin rasanya ia mencubit pipi Luhan yang ikut menggembung.
"Baiklah teman-teman. Ini adalah acara puncak yang paling kalian tunggu-tunggu pada Promnite malam ini. Pengumuman King and Queen !" teriak sang MC di atas panggung dengan hebohnya membuat para peserta Promnite ikut berteriak girang.
"Daaann …. King and Queen kita pada malam hari ini adalaaaaaahh …." MC menggantungkan kalimatnya sejenak, menambah ketegangan para peserta yang berharap dapat menjadi King and Queen dengan pasangan mereka masing-masing.
Luhan menundukkan kepalanya seraya berkomat-kamit mendendangkan doanya. Sehun tak pernah lepas memperhatikan setiap tingkah Luhan itu tersenyum simpul. Ia merangkul pundak sempit yeoja itu.
Tao juga mengharapkan hal yang sama seperti Luhan. Ia ingin menjadi pemenang King and Queen bersama Kris. Karena ini adalah pengalaman Promnite-nya yang pertama, ia menjadi semakin gugup. Tanpa sadar, ia sejak tadi menggenggam jemari Kris dengan kuat.
"Kau takut tak memenangkan kontes King and Queen itu, Tao ? Tenanglah. Kita pasti akan menang. Karena kau malam ini terlihat lebih cantik dari siapapun." Bisik Kris untuk menenangkan Tao.
Yeoja itu mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sempurna seorang Kris Wu. Keduanya tersenyum saat mata mereka bertemu.
"Kris Wu dan Zi Tao ! Selamat untuk kalian berdua !" sambung sang MC kemudian dengan teriakan yang lebih kencang saat menyebutkan nama kedua pemenang itu.
Suasana kembali ramai ketika Kris dan Tao jalan beriringan menuju panggung. Tak ada yang kecewa dengan pemenang King and Queen malam ini. Karena menurut mereka, keduanya tampil dengan sempurna. Cantik dan tampan !
Setelah acara penobatan King and Queen, acara dilanjutkan dengan berdansa kembali. Bahkan kali ini ada kontes dansa teromantis, yang dimenangkan oleh pasangan Sehun dan Luhan.
Luhan tampak sangat senang, biarpun ia tidak menjadi Queen malam ini, setidaknya ia menjadi pasangan dansa teromantis dengan Sehun, pikirnya.
Ditengah kegiatan berdansa, Kris menarik Tao menjauh dari keramaian. Sebenarnya Tao agak khawatir karena tempat yang dipilih Kris terlihat remang-remang. Ditambah lagi cuaca malam ini yang tiba-tiba berubah menjadi tidak bersahabat. Berkali-kali suara gemuruh menandakan sebentar lagi hujan akan turun.
"Wae guerae Oppa ?" tanya Tao sesaat mereka telah menjauhi keramaian.
"Kenapa kau tidak memakai gaun berwarna pink seperti yang kukatakan siang tadi ?" tanya Kris to the point.
Nada yang dilontarkan namja itu terlampau dingin. Membuat Tao sedikit takut mendengarnya. Terlebih Kris juga sedang memasang wajah poker face andalannya seperti yang sering Tao lihat di majalah.
"Wae Oppa ? Tanpa aku harus mengenakan gaun pink itu kita juga tetap menjadi pemenang King and Queen kan ?" jawab Tao pelan. Ia menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mengintimidasi Kris.
"Aku tak butuh kemenangan itu !" ucap Kris dengan nada tinggi. Tao begitu terkejut melihat perubahan yang ditunjukkan oleh namja dihadapannya. Beberapa menit yang lalu, ia masih melihat Kris bak seorang pangeran. Tapi kini, siapa yang ada dihadapannya ? Masihkah ia Kris beberapa menit yang lalu itu ?
"Kiriman apa yang kau terima hari ini ?" tanya Kris lagi.
"Ah, Oppa, hujan mulai turun. Kajja kita cari tempat berteduh dulu." Ajak Tao sambil menarik tangan Kris. Namun namja itu menepiskan tangan Tao pada lengannya dengan sedikit kasar.
"Jawab aku Huang Zi Tao !" kali ini Kris membentak Tao. Beruntung di tempat itu hanya ada mereka berdua. Kalau tidak, bisa turun pamor Kris sebagai Perfect Prince yang selalu berbicara dengan ramah.
Ingin rasanya Tao menangis saat Kris membentaknya itu. Ada apa dengan Kris ? Apa salahnya ? Kenapa namja itu menjadi seperti ini ?
"Aku tak menerima kiriman apa-apa. Dan aku membenci warna pink ! Aku juga tidak memiliki gaun berwarna pink !"
"Bohong ! Kau bohong, Tao !"
"Oppa …."
"Kau tahu, kau adalah yeoja yang tidak bisa menghargai perasaan seorang namja yang perduli padamu ! Kau hanya memanfaatkan kepopuleranku saja kan ! Kau sama saja dengan yeoja-yeoja lain diluar sana !" teriak Kris terakhir kalinya sebelum meninggalkan Tao sendiri.
Tao jatuh terduduk sesaat setelah Kris pergi. Ia tak memperdulikan hujan yang membasahi tubuhnya dan angin malam yang menusuk tulang-tulang persendiannya. Yeoja itu masih tak percaya, Kris yang selalu ia bangga-banggakan itu mengatakan hal-hal yang sangat menyakiti hatinya.
Apa salahku ? Aku tulus mengagumimu bukan karena kepoppuleranmu. Kukira malam ini akan menjadi malam terindahku denganmu, Oppa. Batin yeoja itu sambil terus menangis.
"Tak seharusnya ia berkata sekasar itu padamu, Zi." Ucap seorang namja dengan payung dalam genggamannya. Namja itu lalu memayungi tubuh Tao dan membiarkan tubuhnya yang basah kini.
Zitao yang terkejut mendapati namja itu berdiri di hadapannya segera menghapus air yang membasahi wajahnya. Entah itu air matanya atau air hujan yang telah menyatu dengan air matanya.
"Percuma kau menghapusnya, Zi. Aku sudah melihatmu menangis tadi." Ucap namja itu lagi dengan suara bass yang sangat kentara. Dan entah mengapa, Tao bisa tahu siapa namja itu walau tanpa melihat wajahnya terlebih dahulu. Chanyeol.
"Hmm." Jawab Tao singkat. Chanyeol mengalihkan pegangan payung pada jemari Tao. Ia kemudian membuka jaket yang dikenakannya dan menyampirkannya pada tubuh mungil bak barbie milik Tao. Namja itu tahu Tao merasa kedinginan karena hujan yang mengguyur tubuhnya, terlebih ia sedang memakai pakaian dengan bahu terbuka seperti ini.
"Tak usah, Chan." Tolak Tao pelan.
"Gwanchana. Pakailah." Chanyeol tetap mempertahankan letak jaket yang hampir dibuka oleh Tao itu.
"Tunggu sebentar ne." ucap namja itu menyuruh Tao untuk menunggunya sementara ia pergi sebentar. Tao hanya menurut tanpa banyak menolak. Ia terlalu lelah baik fisik maupun batinnya.
Tak lama Chanyeol kembali untuk mengajak Tao pulang. Ia menyampirkan helm-nya pada kepala Tao yang hanya dituruti dengan baik oleh yeoja itu.
"Aku akan mengantarmu pulang. Mian, kita akan hujan-hujanan lagi. Aku tidak membawa mobil." Ucap Chanyeol disertai cengiran khasnya. Sedikit hangat perasaan Tao melihat kebaikan namja yang selama ini ia abaikan.
"Chanyeol…"
"Ne ?"
"Gomawo." Kata Tao diantara derasnya hujan. Biarpun suaranya terdengar sangat pelan, Chanyeol masih bisa mendengar yeoja itu mengucapak terima kasih padanya.
Tao langsung menaiki motor sport Chanyeol dan memeluk pinggang namja itu dari belakang. Alasan utamanya adalah ia takut terjatuh. Dan apa yang dilakukan Tao padanya itu, membuat Chanyeol semakin melebarkan senyumnya.
Untuk beberapa detik berikutnya, keduanya sudah melaju dibawah rintik-rintik air hujan yang masih mengguyur malam penuh kesaksian itu. Dari kejauhan, seseorang memperhatikan setiap gerak-gerik Chanyeol dan Tao itu hingga keduanya menghilang dibalik gelapnya malam. Ia merasakan penyesalan yang amat dalam.
.
.
.
.
"Kau sudah pulang ? Mana Kris ? Tidak diajak masuk dulu ?" tanya Mama Zitao begitu melihat anak semata wayangnya membuka pintu depan rumah. Tao tampak sedikit heran melihat Mamanya yang masih berada di rumah sampai semalam ini. Tidak biasanya, pikirnya.
Ya, orang tua Zitao memang sudah bercerai beberapa waktu yang lalu. Lantaran Mama-nya ini yang terlalu materialistis dan meninggalkan ia dan Baba-nya untuk namja yang lebih kaya yang bisa memenuhi kebutuhan materialnya yang berlebihan itu. Dan terkadang Mama-nya akan datang hanya untuk melihatnya sebentar ketika Baba-nya sedang tidak di rumah. Setelah itu ia akan pergi lagi.
"Mmm.. Kris Oppa langsung pulang setelah mengantarku tadi." Jawab Tao penuh kebohongan. Ayolah, bahkan Mama-nya ini tidak menanyakan perihal keadaannya yang basah kuyup.
"Zitao ke kamar dulu." Yeoja itu lalu melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamarnya yang berada di lantai 2 rumah yang tak terlalu mewah itu.
"Ah chankkaman. Ada bingkisan kado untukmu yang Mama temukan di depan pintu tadi. Mama tak tahu dari siapa, tidak tercantum nama pengirimnya."
Tao hanya mengambil bingkisan berbentuk persegi panjang berukuran sedang itu tanpa mengucapkan sepatah kata lagi pada Mama-nya. Ia lalu menaruh kotak itu di kolong tempat tidurnya tanpa membukanya terlebih dahulu. Ia ingin segera beristirahat. Ia terlalu lelah.
.
.
Ddrrrrttt.
Sebuah pesan Line masuk tertulis pada layar gadget pintar Tao. Ia menyentuh layar touchscreen-nya untuk membuka pesan itu.
"Jeongmal mianhae, Zitao. ~Kris Wu."
Tao mendecih setelah membaca pesan itu. Kemudian ia menon-aktifkan ponselnya dan beranjak tidur.
.
.
~ TBC ~
.
.
Annyeong chingu … maafkan PC yang telat update. Padahal janjinya mau fast update :3
Bagaimana dengan chapter ini ? Ngeselin ? Iyah, ngeselin kayak PC-nya yah. Maklumin ya chingu, faktor banyak pikiran nih. *duh
Minggu ini PC bener-bener sibuk kerja rodi nyelesein tugas-tugas sekolah yang udah numpuk ampe segunung itu. Jadi maaf-maaf aja nih kalo untuk kedepannya PC bakal telat update lagi. Ditambah lagi ntar tanggal 26 PC mau ujian semester. Makin sedikit deh waktu buat nulisnya. Ini aja udah nyuri-nyuri waktu buat nulis. Heheee *duh PC malah curhat*
Gomawo buat chingu yang kasih masukan untuk menjadikan kata-katanya di FF ini lebih baku lagi. Mian kalo yang kemaren bener-bener absurb. Gimana dengan chapter ini chingu ?
Oya, jeongmal gomawo buat chingudeul yang udah ngeluangin waktunya untuk membaca FF abal-abal PC. Dan yang udah kasi REVIEW, FAVORITE, dan FOLLOW ini cerita, PC makasiiiiihhh bangettt *bow :D
Yaudah, cukup sekian cuap-cuap gajenya. PC mohon undur diri dulu.
SEE YOU NEXT in CHAPTER, CHINGUUUUU !
MY BIG THANK'S to :
celindazifan | Aiko Michishige | deveach | hunexohan | wuziper | Keewanii | anis. l. mufidah | Kirei Thelittlethieves | Dandeliona96 | TaoziFanfan | Shim Yeonhae |
