-Adult Experiment-
Cast :
*Lee Sungmin
*Cho Kyuhyun
*Choi Siwon
*Kim Kibum
Rate : T+ s/d M
Length/type : short story
WARNING(!) : Yaoi!, Typo(s), humor garing, etc
Desclaimer :merekasemuamilikTuhan, keluarga, dandirimerekasendiri
….
Seoul high sChool
Siwon berdiri di depan sebuah pintu dengan tatapan bosan. Sudah hampir 1 jam dia menunggu sahabatnya yang ada di dalam kelas yang pasti sudah kosong itu. Dari luar sini, dia bisa mendengar suara desahan sahabatnya yang menggoda iman. Untung sekolah sudah usai jadi tidak terlalu banyak siswa yang akan lewat ruang kelas di lantai 3.
TOK TOK TOK
"hei! Mau sampai kapan kau membuatku menunggu? Ada yang harus kukerjakan di rumah, jadi cepat selesaikan" seru siwon dan tidak lama kemudian wajah manis sahabatnya itu muncul di balik pintu yang terbuka.
"maaf membuatmu menunggu" seru kibum tersenyum tanpa dosa
"jikakau meminta seseorang menunggu, maka kau harus memikirkan orang itu dan lebih cepat menyelesaikan urusanmu bukannya malah diperlama" omel siwon
"hehehe, maaf kami terlalu terbawa suasana sampai-sampai kami memutuskan untuk melakukan ronde kedua" jelas kibum melirik seorang perempuan yang berdiri menyender di kursi tempat ia dan perempuan itu melakukan hal yang 'iya-iya'
"kau masih mencari alasan?" sindir siwon dan memandang bingung kibum yang malah menutup pintu. "dia tidak keluar?" tanya siwon
"dia akan keluar nanti, bisa gawat jika ada siswa lain yang melihatnya. Bisa-bisa dia dipercat" seru kibum santai dan berjalan menjauh diikuti siwon
'jadi dia seorang guru?' pikir siwon. Dia memang tidak terlalu peduli kibum melakukan seks dengan siapa. Toh dia sudah cukup dewasa untuk tahu yang mana yang salah.
"tapi, biasanya kau langsung pulang walaupun aku memintamu menungguku. Tumben" seru kibum dan siwon tidak membalas perkataannya membuat dia menyimpulkan sendiri. "aku tau! Kau kesepian kan? Soalnya sungmin sudah punya pacar"
"mulai besok aku rasa aku akan pulang sendiri" ujar siwon
"ya! aku Cuma bercanda! Bercanda!" seru kibum mengejar siwon yang sudah jauh berjalan. "harusnya kau mencari pacar juga. Sebelum itu terjadi bagaimana kalau kau mencobanya denganku?" lanjut kibum begitu ia sejajar dengan siwon
"tidak. Bukankah aku sudah bilang aku tidak pacaran dengan pelacur atau laki-laki?" ucap siwon dingin
"eeehh! Ke-kenapa?"
"terutama kau!"
.
.
Siwon's Apartement
Siwon POV
Aku menggosok rambut basahku dengan handuk. Mandi di hari yang panas memang sangat menyegarkan. Tak sengaja aku melihat figura foto di meja. Fotoku, sungmin dan kibum. Aku jadi teringat percakapanku tadi dengan kibum.
Aku benci orang yang berbohong.
Tapi kenyataannya aku malah berbohong pada kibum.
Hanya kau, mungkin hanya dengan kibum aku bisa melanggar semua prinsip yang aku buat.
Kibum benar-benar pelacur. aku pertama mengetahuinya sekitar junior high school, saat kami bermain bersama dan tak sengaja aku melihat kissmark di tubuhnya. Kissmark itu terlalu banyak, bahkan jika kau berusaha menutupnya dengan tubuhmu ituakan tetap terlihat.
Teman-temanku yang lain masih terlalu kecil untuk tahu apa itu. Tapi aku daripada terkejut mungkin bisa dibilang takut. Takut dia akan berjalan ke arah yang salah dan berubah menjadi kibum yang tidak kukenal.
Kibum yang manis. Orang yang diam-diam kusukai meskipun aku selalu menyangkalnya.
Sejak itu, kapanpun aku melakukan seks aku selalu memikirkan kibum. Dan jujur saja aku tidak pernah ingat saat aku melakukan 'itu' karena pikiranku ada di tempat lain. Membayangkan bagaimana cara kibum melakukan'nya'.
"apa mungkin aku ini mesum?" gumamku pada diriku sendiri
Siwon POV end
.
.
"SiBum Side : jealousy"
.
.
Seoul's High School
"mereka tidak ikut makan siang lagi" gumam kibum menatap bangku sungmin yang kosong. Tadi setelah bel istirahat berbunyi, sungmin langsung keluar kelas, dugaan kibum, temannya itu pasti pergi menemui kyuhyun.
"sungmin sudah lama menunggu, aku rasa sekarang dia sedang menyerang kyuhyun" seru siwon mulai memakan makan siangnya
"bukannya dia sedang melakukan tes kesabaran" tanya kibum. Dia sempat menyarankan sungmin untuk tidak terlalu tergesa-gesa dalam menjalin suatu hubungan
"sepertinya dia sudah mulai putus asa"
"impotennya belum hilang ya?"
"sudahlah ayo kita pergi sekarang" siwon sudah beranjak pergi ke kelas tapi urung dia lakukan karena perkataan kibum.
"hey, aku dengar kau cukup hebat melakukan seks" seru kibum tersenyum misterius
"apa? Siapa yang menyebarkan gosip itu?" tanya siwon membuka botol minumnya
"hmm.. liu wen"
BRUUUSSHHHH
"SUDAH KUBILANG! JANGAN BERHUBUNGAN DENGAN PACARKU APALAGI MANTAN PACARKU!" teriak siwon, dia sampai tidak bisa minum dengan benar karena ucapan kibum
Kibum hanya tersenyum tanpa dosa pada siwon yang sedang marah padanya. Siwon mulai mengehla nafas dan duduk dengan tenang
'tapi, tidak peduli aku melakukan seks dengan siapapun, aku selalu terangsang hanya dengan membayangkan kibum telanjang, aku sangat payah' pikir siwon
"aku jadi ingin tau rasanya melakukan seks denganmu" seru kibum membuyarkan lamunan siwon. "sedikit saja. oke?"
"sudah kubilang tidak" ucap siwon keras kepala, menghindari tatapan kibum
"'mm… siwon-ah.. apa kau.."
Siwon melirik kibum yang tidak menyelesaikan perkataannya. Dia jadi penasaran.
"apa?" tanya siwon
"apa kau mencintai sungmin?" tanya kibum
"pertanyaan macam apa itu. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri" jelas siwon
"apa seorang saudara melakukan latihan semacam itu?" tanya kibum tertahan
"apa maksudmu?"
"bermain dengan penis sungmin tidak termasuk seks bagimu?!"
Siwon cukup terkejut dengan kata-kata keras kibum. dia merasa tidak suka melihat air muka kibum yang sedih dan tertekan
"jangan bicara seperti anak kecil" seru siwon datar. "sudahlah. Kau tidak akan mengerti karena kau bodoh. Kibum-ah, aku tidak bisa melakukannya denganmu. Orang sepertimu yang bisa melakukannya dengan siapapun membuatku merasa kotor, aku tidak bisa memahaminya" lanjutnya
Sejenak mereka berdua terdiam sampai kibum memecahkan keheningan.
"siwon-ah, kau sangat jahat. Tidak perlu sampai bicara seperti itu" seru kibum tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi air matanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Air matanya terus mengalir tanpa bisa ia tahan.
Mungkin jika orang lain yang mengatakannya ia tidak akan seperti ini. Tapi ini berbeda, karena yang mengatakan ini adalah siwon, orang yang ia suka. Itu terdengar sangat menyakitkan.
Siwon membeku melihat kibum yang menangis dalam diam. Dia tidak pernah melihat kibum menangis sesegukan seperti itu.
"maaf, aku sudah kelewatan" sesal siwon berpindah tempat duduk dan merangkul kibum. "aku tidak merasa kau kotor. Ini hanya karena kau selalu bertanya dan membuatku jengkel" lanjutnya.
"kenapa.. hiks hiks kenapa aku tidak bisa? Sungmin sekarang sudah punya kyuhyun, hiks jadi aku pikir aku punya kesempatan untuk membuatmu jadi milikku" seru sungmin disela tangisannya yang menyedihkan. "jangan selalu menolak pernyataan cintaku" lanjutnya sedih
Siwon mengerutkan keningnya, kapan kibum menyatakan cinta? Seingatnya kibum selalu mengajaknya melakukan seks apa itu sama dengan aku mencintaimu?
Siwon memegang pundak kibum dan membuatnya menatapnya.
"kibum-ah, kau.. kapan kau melakukan anal seks? Saat kau menjadi uke" tanya siwon dan sukses menghentikan tangis kibum
"mungkin sekitar 2 atau 3 hari yang lalu?" jawab kibum ragu
"baiklah, kalau begitu kau harus bertahan selama 10 hari. Tidak berciuman atau melakukan hal intim dengan siapapun" seru siwon
"kita melakukan tes bertahan juga?" tanya kibum setelah berhasil mencerna perkataan siwon
"iya. Jika kau bisa menahannya, aku akan melakukannya denganmu "
"aku akan menahannya! Aku tidak akan melakukannya dengan siapapun!"
"tidak menggoda perempuan apalagi laki-laki"
"baik! Eh, apa tidak boleh masturbasi?"
"tidak!"
"apa kau juga begitu?"
"memangnya aku akan melakukannya dengan siapa?"
"kau jahat, setidaknya biarkan aku masturbasi"
Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah kibum dan mulai menjilat mesra air mata yang mengalir di pipinya.
'jika aku tidak melakukan ini, aku sama seperti monyet-monyet yang mendekatimu' pikir siwon
.
.
Kelas tidak begitu ramai karena guru mereka sedang tidak masuk jadi yang lain memutuskan untuk pergi ke kantin. Sungmin menatap bingung kibum yang memegang pipi kanannya yang memerah, apa yang sudah terjadi selama ia bersama kyuhyun?
"apa yang terjadi? Sepertinya itu sakit?" tanya sungmin ingin menyentuh pipi merah kibum.
"tentu saja sakit. Aku membatalkan semua kencan seksku dan aku dipukul" jawab kibum mengelus pipinya yang hampir membiru. Dia heran kenapa harus di pipi kanan yang terus diserang
"kau membatalkannya? Tidak biasanya" ujar sungmin tersenyum tipis, dia cukup senang kibum tidak melakukan seks bebas lagi
"rahasia. Kau tidak boleh tau. Ini adalah rahasia antara aku dan siwon"
"eeh? Sepertinya ada sesuatu yang aku lewatkan"
"jangan mengucapkan sesuatu yang membuat orang salah paham" seru siwon tiba-tiba kemudian menempelkan kompres ke pipi kibum. Dia tersenyum mendengar tindakan kibum dan kibum membalas senyumannya dengan senang hati
"dinggiiin" gumam kibum tapi masih tetap memegang kompres dari siwon
"HEY! SIWON! SUNGMIN! INI GAWAT!" teriak salah seorang teman sekelasnya, masuk kelas dengan tergesa-gesa
"kibum ketahuan berciuman dengan seorang perempuan" lanjut temannya yang bernama Baekhyun.
Berita itu sangat mengagetkan siwon. Dia tidak bisa mengucapkan satu patah katapun selama beberapa saat.
"syukurlah hanya ciuman" ujar sungmin tidak menyadari aura di sekitarnya sudah berubah
"tidak! Dia yang memaksaku!" jawab kibum pada sungmin tapi matanya mengarah pada siwon
"kau beruntung, kau hanya dapat peringatan. Lain kali berhati-hatilah" seru siwon datar tanpa senyuman dan bersiap pergi
GRAB!
"tunggu! Itu bukan keinginanku! Perempuan itu yang menarikku" jelas kibum putus asa
"apa? Kau mau menyalahkan orang lain. Tidak apa-apa. Dari awal aku sudah tau kau tidak bisa melakukannyra" ucap siwon yang membangkitkan amarah kibum
"TIDAK BISA!? APA MAKSUDMU TIDAK BISA!?" teriak kibum menarik kerah baju siwon yang hanya membuat siwon merunduk karena perbedaan tinggi mereka.
Semua teman mereka langsung pergi melihat kekacauan itu, tidak mau ikut campur apalagi sampai kena pukul. Sehingga yang tersisa di kelas hanya siwon, kibum, sungmin dan kyuhyun yang baru datang karena khawatir ada keributan di kelas kekasihnya
"SIAL! LEPASKAN AKU!"
"TIDAK MAU!"
"Kalian berdua jangan bertengkar"
"DIAM SUNGMIN! INI BUKAN URUSANMU!" teriak kibum yang membuat sungmin diam karena dibentak kibum
"apa maksudmu kibum-ah" lirih sungmin
"sudahlah, ayo kita pergi" ajak kyuhyun menarik tangan sungmin keluar
"apa? Bagaimana dengan mereka?" tanya sungmin khawatir
"kau tidak mengerti ya? kau pasti sering dibilang bodoh sama teman-temanmu" seru kyuhyun yang menuai protes sungmin karena dibilang bodoh.
Akhirnya hanya tinggal siwon dan kibum
Siwon menghela nafas beras dan menatap kibum yang memeluk erat dirinya dengan air mata yang berlinang membasahi kemejanya.
"kibum-ah" siwon berusaha melepaskan pelukannya
"tidak!" alih-alih melonggar, pelukannya malah semakin erat. "itu bukan ciuman! Itu hanya bibir yang saling menempel!" lirih kibum sesegukan.
"jika bukan denganmu, itu tidak ada artinya" gumam kibum semakin sedih karena siwon berhasil melepaskan pelukannya
CUPPP
Tangisan kibum terhenti, dia sangat terkejut sekarang.
"siwon-ah, kenapa? Ini bahkan belum 10 hari" tanya kibum heran karena siwon sudah menciumnya walau itu singkat tapi sangat menyenangkan
'kau mengatakan hal yang manis, padahal kau pelacur' pikir siwon
"aku hanya ingin mengakhiri ini dan mendapatkan pacar yang manis"
"eh, siwon-ah tunggu dulu,,"
Siwon mulai membalikkan badan kibum dan mulai berusaha membuka celana kibum dengan cepat
"oh ayolah, aku ingin melakukannya sampai akhir" seru siwon menggoda
"ti-tidak. Bukan itu" seru kibum gugup. Ini pertama kalinya dia begini padahal dia sering melakukan seks
Dan dalam sekejap celana kibum sukses meluncur ke bawah , tidak hanya itu dia juga mulai menarik turun celana dalamnya.
"kenapa?" tanya siwon disela kegiatannya melepas celana dalam kibum
'sepertinya aku akan sama dengan monyet-monyet itu' gerutu siwon dalam hati. Tapi apa boleh buat, dia tidak tahan.
"whooaa" teriak kibum kaget karena siwon membuka lebar kedua kakinya. Menampilkan penis kecilnya yang imut di mata siwon.
Siwon mulai menyentuh penis kibum. Menggenggamnya dan mulai menaik turunkan tangannya dengan perlahan.
"haa.. mmpph.. uughh" rintih kibum tertahan karena sentuhan nikmat siwon.
Siwon mengangkat kemeja kibum sampai dadanya yang cukup berisi terlihat jelas. Satu tangannya yang menganggur mulai naik ke dada kibum. Mencubit pelan puncaknya.
Sementara tangan kanan bekerja di dada sebelah kiri, maka mulutnya memuaskan dada sebelah kanan. Mulai menghisapnya seperti seorang bayi
"ughh.. wonnie.. lubangku, gunakan jarimu dan sentuh aku" mohon kibum mengelus lubang analnya.
"tidak"
"APA? Kau tidak mau memasukkannya!?"
"aku akan memasukkannya setelah aku memakai ini" siwon menunjukkan kondom yang ia bawa dan mulai memasangkannya ke penis besarnya.
Kibum memandang takjub penis siwon. Penis yang sangat ia idam-idamkan ada di depannya.
"kau mau ini?" tanya siwon menggoda, dia sudah bersiap memasukkannya. Menggodanya dengan menggesekkannya di sekitar lubang kibum
"ya! aku mau" jawab kibum pasti.
"aku akan mengatakannya padamu sekarang. Aku tidak mau membantumu dengan jariku. Kenapa kau tidak mendesah dan menjerit seperti perawan"
Belum sempat kibum menjawab. Siwon sudah menusuknya dengan cepat tanpa persiapan. Lubangnya terasa sakit
"ugh! Uugh.. wonnie ahh kau jahat! Ini sakit" rintih kibum. Tapi dia tidak pungkiri terselip rasa nikmat dibalik rasa sakit itu
"apa kau menyesalinya?" tanya siwon dengan keringat di sekujur wajahnya. Wajahnya menunjukkan dia sangat puas.
"tidak. Aku tidak menyesalinya, karena ini seks dengan cinta. Iya kan?" tanya kibum terengah.
"benar. Ini baru setengah, kau mau aku memasukkan semuanya?"
"apa? Aaaakkkhhh~"
.
.
Siwon sudah membereskan bajunya. Dia tidak melakukannya lama-lama dengan kibum mengingat ini belum pulang sekolah. Dia melirik kibum yang hanya duduk diam
"hey apa kau sudah beres?" tanya siwon
"siwon-ah" panggil kibum
"hm?"
"apa liu wen masokis?"
"hah?"
"dia bilang siwon sangat hebat di ranjang. Tapi tadi aku merasa sakit. Aku akan menahannya karena aku mencintaimu"
"hmph! HAHAHAHA"
Kibum memandang siwon bingung. Apa perkataannya lucu.
"aku ini hebat. Kau tau?" seru siwon setelah berhasil menahan tawanya
"sungguh?" tanya kibum agak curiga
"apa kau mau tau seberapa hebatnya aku di ranjang?" tanya siwon tersenyum menggoda
"iya!" jawab kibum tanpa pikir panjang
"baiklah kalau begitu kau harus kembali bertahan selama 10 hari"
"APA!"
.
.
.
.
a/n:
akhirnya setelah sekian lama update juga fic ini.
Maaf ya lama, lagi banyak pikiran. Maklum mahasiswi tingkat akhir, hehehe.
Semoga kalian suka :D
Thanks to readers, new readers, and silent readers
Author mengharapkan review kalian. *bow
