Title :

Dragon Revenge

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto™

Highschool DxD © Ichie Ishibumi™

Creator :

Wsa Krisna™

Rate :

M (Mature)

Genre :

Misteri, Supernatural, Adventure, Friendship, Romance, etc.

Warning :

AU, OOC, Super-strong, Adult scene, S-M, Sadist Art, Gore, Death-chara, etc.

.

.

.

.

Chapter 3!

Arc 1 :

Dua Naga Langit : Bentrokan pertama dua Naga dalam takdir

.

.

.

.

Sayap putih kebiruannya masuk kembali kedalam punggungnya yang ditutupi sebua jaket hitam Anbu.

Angin malam yang berhembus kencang memainkan anak rambut berwarna kuning keemasan tersebut.

Dia berdiri pada sebuah gedung tinggi tak mengherankan jika angin berhembus kencang. Tapi pemuda itu tak peduli, matanya fokus ke depan pada satu tempat yang tertutupi perisai kasat mata menutupi apa yang terjadi didalamnya. Tapi tidak dengan pancaran energinya.

Sudut bibirnya sedikit terangkat, menampilkan senyuman atau mungkin... sebuah seringaian.

'Kutemukan kau...'

.

.

.

.

'...Rival sialan!'

.

.

.

.

Pada sebuah kota kecil yang telah terbengkalai yang terletak sekitaran kota Kuoh, berkumpul sebuah kelompok besar yang terbagi-bagi lagi menjadi kelompok kecil.

Mereka adalah calon-calon kepala Klan Iblis di Underwolrd. Great-King Bael, Agares, Glasya Labolas, Astaroth, Sitri dan Gremory. Berdiri berbaris dibelakang raja mereka masing-masing.

Di depan mereka empat raja Iblis saat ini, Sirzech Lucifer, Ajuka Beelzebub, Falbium Asmodeus dan Serafal Leviathan. Lalu, perwakilan tetua klan Iblis Zekram Bael bersama pemimpin klan Bael, Agares, Glasya Labolas, Astaroth dan Sitri.

Sedangkan Gremory diwakili oleh Sirzech selalu anak tertua karena kejadian 1 bulan lalu mengenai kematian Lucius Gremory saat memenuhi panggilan dari penyhir yang mengkontraknya.

Berkumpulnya mereka disini bukan tanpa alasan jelas, untuk menguji kemampuan para Iblis muda. Begitulah penjelasan tersingkat untuk hal ini.

Terlihat para Iblis muda itu tengah mendengarkan dengan baik penjelasan singkat mengenai tugas mereka dari Maou Beelzebub, Ajuka.

"...Yang perlu kalian lakukan hanyalah menangkap Hellhound yang kami lepaskan hidup-hidup. Siapa yang paling cepat mendapatkannya dialah pemenangnya. Batas waktu sampai jam 3 pagi, apa kalian mengerti?"

Mata Ajuka bergerak pada tangan kecil putih susu milik pewaris klan Sitri. Dia mengangguk sebagai tanda memperbolehkan Gadis berkaca mata tersebut bertanya.

Sona memperbaiki letak kacamatanya sebelum menyampaikan sesuatu yang ditangkapnya dari penjelasan Ajuka.

"Pertarungan diijinkan?"

"Ahaha..."

Respon Ajuka dari pertanyaan Sona adalah sebuah tawa halus, Maou Beelzebub itu menghiraukan tatapan tajam dari Maou Leviathan selaku kakak kandung Dari Sona.

"Fufu~... Tentu saja, So-tan... Fufu... Itulah guna gelang yang kuberikan pada kalian semua."

Masih disaat dirinya mencoba meredam tawa yang begitu saja keluar dari pertanyaan polos adik sahabatnya, Ajuka menjelaskan fungsi gelang yang melingkar dipergelangan seluruh Iblis muda dimana gelang tersebut akan menteleport setiap anggota peerage dari masing-masing keluarga yang sudah mengalami cidera.

Biru tua untuk Tim Sairaorg Bael, Biru muda untuk Tim Sona Sitri, Hijau untuk Tim Diodora Astaroth, Perak untuk Tim Zephyrdor Glasya-Labolas, Kuning untuk Tim Seekvaria Agares dan Merah crimson Tim Rias Gremory.

"Ini pertandingan sudah pasti pertarungan ada, dada rata."

Celetuk Zephyrdor dengan senyuman mengejeknya, diikuti kekehan oleh Peerage-completenya.

"Ayo beradu strategi, Sona!"

Menghiraukan ejekan pewaris Glasya-labolas, pewaris dari Keluarga Agares Seekvaria. Gadis berambut pirang berkacamata itu memilih mengajak beradu strategi yang dibalas senyuman meremehkan dari Sona sekaligus kata, "Kita lihat saja nanti." darinya.

"Hoho, Aku tidak akan ragu. Kalian semua akan merasakan tinjuan-ku."

Deklarasi Sairaorg penuh percaya diri.

"..."

"Huft, Dua orang pengguna kekuatan penghancur, dan dua orang ahli strategi. Aku harus hati-hati dalam membuat keputusan ini."

"..."

Desah Diodora sambil memijit pelipisnya sekaligus menyindir Iblis-iblis yang dimaksudnya.

"Diodora-teme, kau anggap apa aku hah?"

Merasa jika dirinya diremehkan Zephyrdor berteriak marah sambil menunjuk Diodora yang tersenyum palsu kearahnya.

"..."

Pewaris dari keluarga Gremory, Rias Gremory hanya diam dan memandang kosong ke depan. Memikirkan sesuatu mungkin, siapa yang tahu. Perbincangan di sekelilingnya hanya dihiraukan menganggapnya sebagai angin lalu.

Kematian sang ayah satu bulan yang lalu membawa dampak buruk bagi ibunya Venelana. Dari kecil dia selalu melihat jika sang ibu selalu melamun sambil menatap foto seorang bayi laki-laki. Selalu menggumamkan kata 'Naruto... Naruto...' atau 'Maafkan aku... Onee-sama.' Dan kata-kata yang menyayat hati lainnya.

Siapa bayi di foto itu? siapa yang dimaksud 'Onee-sama' oleh Okaa-samanya? dan yang paling penting dari semuanya, siapa yang telah membunuh ayahnya tercinta?

"...Rias?"

Sebuah tepukan di pundak menyadarkan Rias dari lamunannya. Segera dia menoleh kebelakang melihat siapa yang telah mengganggu lamunannya.

Mata hijau kebiruan miliknya menatap seorang gadis seusianya dengan rambut berwarna biru tua yang diikat ponytail menatapnya khawatir. Begitu juga dengan seorang pemuda berambut pirang berwajah cantik dan seorang loli berambut putih berwajah datar menatapnya khawatir.

Rias tersenyum lembut kearah peerage-nya. Dia lupa, masih ada mereka yang mengkhawatirkannya bidak-bidak yang sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri. Dia lupa, jika telah membuat mereka khawatir akan kelakuannya.

"Aku baik-baik saja, maafkan aku karena membuat kalian khawatir."

Raut wajahnya berubah menjadi serius. Gadis berambut crimson itu mengibaskan rambutnya dengan aura keanggunan yang kental.

"Budak-budakku yang manis, ayo kita menangkan kompetisi ini."

Akeno, Kiba dan Koneko tersenyum senang melihat, ketiganya langsung berdiri dibelakang Rias siap mengikuti kemanapun Rajanya pergi.

"Ha'i, Buchou."

.

.

.

.

.

Terbang di langit malam dengan empat pasang sayap hitam kelam miliknya, mata cokelatnya mengobservasi setiap tempat dibawah dirinya.

'Dimana kau sembunyi... Kokabiel?'

Pemuda berambut cokelat tersebut menambah kecepatan terbangnya saat merasakan luapan energi Iblis berjumlah besar dari satu titik.

"Pertarungan Iblis'kah? tapi kenapa sebesar ini?" Tanyanya disela terbangnya yang membelah awan.

Issei berhenti saat sampai dititik luapan energi besar yang menarik perhatiannya. Dapat dilihatnya sebuah kota yang telah ditinggalkan terbengkalai dengan sebuah Kekkai yang menutupinya dari mata orang awam.

'Satu energi anjing yang kita hadapi sebulan yang lalu ada disana. Diikuti dengan belasan tekanan energi Iblis yang mengejarnya, tak jarang para pemilik energi Iblis ini saling menyerang.'

"Kau benar, Draig!"

Jawab Issei pada roh naga yang mendiami sacred gear miliknya yang masuk kategori longinus.

"Para Iblis itu seenaknya menjadikan seekor binatang sebagai ajang kompetisi? memalukan."

'Haha, mungkin hal itu benar sobat!'

Mata cokelatnya berubah warna menjadi hijau terang, aura naganya meningkat. Melalui matanya yang telah menjadi mata naga, Issei dapat menembus kekkai yang dipasang, melihat aura-aura dari setiap Iblis disana dan menyaksikan apa yang tengah terjadi di dalam sana.

Sebuah kemampuan yang menguntungkan, dan Issei beruntung memiliki kemampuan tersebut.

'Hmph, tidak ada asyiknya, lebih baik kita pergi. Partner!'

Merasa jika menonton kompetisi yang sangat membosankan itu tidak ada gunanya karena tak ada yang bisa ditandai sebagai lawan, Draig mengajak partnernya itu segera pergi dari sana dan melanjutkan pencarian Kokabiel.

'Hei tunggu. Aura naga gelap milik siapa ini?'

Mata Issei menyipit melihat sebuah energi naga dari seorang pemuda Iblis.

'Vritra'kah?'

'Satu-satunya Evil Dragon yang mendapat title Dragon King itu?'

'Y-Issei menghindar!'

Mata naga Issei melirik kearah kanannya untuk mendapati sebuah bola putih-kebiruan sebesar bola basket 5 cm dari wajahnya.

'Sejak kapan?'

BOOOMMM

.

.

.

.

Seorang gadis berambut merah melesat kencang sambil membawa sebuah katana di tangannya, saat sampai pada tujuannya yaitu seorang pemuda pirang yang juga melesat kearahnya.

Trank!

Benturan dua besi menggema di lorong pembuangan air di kota mati. Tak hanya sekali, kedua Iblis ber-bidak Knight itu terus mengadu kehebatan berpedangnya satu sama lain.

Hingga serangan pembuka itu dirasa cukup, keduanya meloncat mundur.

"Kemampuan berpedangmu sangat hebat, Meguri-san!"

"A-ariga-tou... Ki-kiba-kun-"

Bruuk!

Knight dari Sona Sitri pingsan seketika dengan rona merah yang sangat kental di wajahnya.

"Aku salah apa?"

.

Bzzzttt...

Duarr!

Halilintar milik Akeno menghantam perisai sihir dari dua Bishop Sona Sitri.

"Ara ara, sungguh perisai yang kuat ne!"

Akeno menjilat telunjuk tengahnya secara sensual.

Di sisi lain, Rias dan Sona tengah mengadu kehebatan sihir keluarnya masing-masing. Rias dengan [Power of Destrustion]-nya dan Sona dengan sihir airnya.

Lingkaran sihir merah dengan ukuran besar tercipta di kedua telapak tangan Rias, Heiress Gremory itu menembakkan bola hitam dengan outline berwarna merah sebesar bola basket.

Sona pun sama dia menciptakan lingkaran sihir berwarna biru muda, dari sana lingkaran sihirnya keluar naga air setinggi 12 m beradu dengan bola penghancur Rias dan menciptakan sebuah kabut tebal.

Sring

"Menyerahlah, Rias-sama!"

Ucap Tsubaki mengacungkan naginata-nya tepat pada leher jenjang Rias. Fuku-kaichou SMA Kuoh itu berdiri tepat dibelakang Rias.

"Ap-"

"Menyerahlah Rias!"

Suara lain memotong ucapan Rias, Sona mengacungkan sebuah tombak es pada Rias dari depan. Perbeedan tinggi badan membuat Sona yang niat awalnya ingin mengacungkan tombaknya pada wajah Rias tapi malah mengacungkannya pada dua tonjolan besar di dadanya.

"A-aku mengerti Sona. Aku tahu kita ini Rival, aku tahu kau iri padaku... tapi... jangan segitunya'kan?"

Sona yang tak mengerti maksud Rias segera melihat arah acungan tombaknya yang tepat pada tonjolan Rias. Dengan wajah memerah Heiress klan Sitri tersebut menghilangkan tombak es-nya.

"Ja-jangan salah paham dulu... A-Aku-"

"Aku mengerti Sona, nanti aku, Tsubaki dan Akeno akan membantumu menumbuhkan mereka."

Ucap Rias dengan wajah serius tak lupa kedua tangannya memegang bahu sahabat kecilnya memaksa wajahnya untuk dilihat Sona yang memalingkannya kearah lain.

"Fufu~"

Sedangkan Tsubaki yang berada dibelakang Rias menyaksikan hal tersebut hanya memalingkan wajahnya sambil menutup mulutnya menahan tawa.

...

..

.

Seorang pemuda berbadan kekar menatap datar kearah depannya, tepatnya pada sekumpulan Iblis muda dari keluarga Glasya-labolas.

"Sairaorg, aku akan mengalahkanmu disini. Semua menyebar!"

Semua Peerage Zephyrdor segera menyebar mengelilingi Sairaorg dari berbagai sisi. Sedangkan tak jauh dari sana, peerage Sairaorg hanya duduk santai seolah tak khawatir jika sesuatu terjadi pada Raja mereka.

Mata violetnya berkilat, sebuah energi berwarna putih segera menutupi tubuhnya. Kedua tangannya terkepal erat, energi putih itu semakin menebal pada bagian tinjunya. Bersiap melancarkan serangannya.

"Serang!"

Satu perintah mutlak keluar dari mulut pewaris Glasya-labolas, diikuti berbagai serangan sihir kearah pemuda kekar yang masih diam ditempatnya berdiri.

Sairaorg memasang kuda-kuda tinju kanannya dia angkat setinggi dada, kemudian dengan satu hentakan kuat Sairaorg menghantamkannya pada tanah yang dipijaknya. Menimbulkan suara bedebum diikuti gelombang udara akibat hasil dari pukulan Sairaorg.

Gelombang udara itu membuat semua serangan kearahnya menghilang seketika berikut peerage Zephyrdor yang diterbangkan olehnya kesegala arah. Gelar sebagai Iblis muda terkuat memang bukan omong belaka, terbukti dengan kekuatan tinjuanya yang luar biasa dia dapat mengenyahkan serangan sihir kearahnya.

"Sairaorg-temeee!"

Kekesalan tak dapat ditahannya, Zephyrdor segera menembakkan ratusan bola merah demonic secara beruntun pada Sairaorg yang hanya diam ditempat tak berniat menghindar.

Energi putih keluar dari tubuh pemuda kekar sepupu dari Maou Lucifer tersebut, membentuk sebuah tameng yang melindunginya dari bola-bola demonic tersebut. Wajah Sairaorg masih kalem seperti biasa, iris violetnya memandang tak tertarik pada Zephyrdor yang kini wajahnya semakin memerah kesal.

"K-K-K-Kau... SIALAN!"

Wuushh

Pewaris klan Glasya-Labolas itu melesat kearah Sairaorg dengan tangan kanan terkepal bersiap memukul.

Energi yang menyelubunginya menghilang, Sairaorg menghela nafas panjang kemudian saat jaraknya dengan Zephyrdor hanya terlampau satu meter. Pemuda jangkung tersebut sudah berada dihadapannya kemudian melesatkan tinjuan kearah dagu melontarkannya tinggi keatas dan membentur kekkai.

BLAAAAARRRRR!

.

BLAAAAARRRRR!

Suara ledakan besar terdengar dari arah langit diikuti sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata. Seluruh pasang mata yang berada di kota mati tersebut, menutup matanya refleks.

Krakk

Krakkk

Praaaankkkk!

Kekkai pelindung yang sengaja dibuat hancur seketika terkena dampak ledakan tersebut.

Angin berhembus kencang menerbangkan benda-benda tak berdosa kesegala arah.

Malam yang yang cerah itu entah kenapa begitu mencekam, membuat bulu kuduk mereka berdiri dan kuharap kalian sudah memakai popok(?) oke?!

Di tempat para Maou dan Pemimpin klan dan Tetua Iblis

Mereka duduk di sebuah kursi dengan lambang klan masing-masing. Mereka berada disebuah tenda yang dibangun pada tanah lapang menonton melalui layar besar yang ada di dalamnya.

"Energi naga...!" Desis seorang pria paruh baya, diikuti anggukan di sampingnya.

"Dua naga langit, Sekiryuutei dan Hakuryuukou. Mereka bertarung. Disini." Kata pria tua dengan sebelah matanya yang diperban.

"Sirzech!" Panggil si pria paruh baya.

Sirzech yang sedang berbincang dengan sahabatnya Ajuka mengenai suara ledakan tadi, menengok kearah Zekram Bael salah satu Tetua Underworld.

"Ya, Zekram-Dono?"

"Kurasa kau sudah tahu maksudku'kan?" Tanya Zekram

Sirzech tersenyum kalem, "Ya, dan kami Yondai Maou sepakat untuk menghentikan acara ini demi kenyamanan bersama."

Zekram tersenyum sinis kemudian berdiri diikuti kakek tua berperban dan satu nenek tua berjalan kearah pintu keluar tenda.

"Kalau begitu kami-"

GROOOOOAAAAAAAA!

Seekor singa Nemea melesat masuk, menerjang kearah Zekram yang berdiri paling depan.

BUKHH

Bael pertama itu tanpa kesulitan menepis Singa terganas tersebut dengan tangan kanan yang terselimuti Demonic power. Melempar Singa tersebut ke sudut ruangan tenda.

Para pengawal yang ada disana segera mengacungkan pedang mereka, menahan agar sang Singa tidak kembali mengamuk dan membuat kekacauan.

"Serangan'kah?" Tanya Lord Sitri

"Mana mungkin, keamanan disini cukup ketat. Kecuali jika pengawal dari tiap klan cuma tidur saja diluar." Ucap Lord Agares, menjawab sekalian menyampaikan pemikirannya.

"Jangan bercanda Lord Agares!" Teriak Lord Glasya-Labolas, "Ini jelas-jelas serangan."

Semua yang ada diruangan tersebut merasakan lonjakan-lonjakan energi dari berbagai arah. Energi dari makhluk terkuat yang pernah ada... Dragon Power.

"Serangan naga'kah?"

Para pemimpin klan hanya bisa meneguk ludahnya, ras naga yang telah punah dan hanya beberapa ekor yang diketahui, menyerang? balas dendam'kah mereka? membalas rasa sakit yang diciptakan oleh leluhur para Iblis.

Zekram mendengus, menyaksikan wajah takut setiap pemimpin klan-klan Iblis Underworld yang sama sekali tak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Naga memang makhluk kuat di dunia ini, dia mengakuinya terbukti dengan eksisnya Naga sang ketibatasan Ouroboros Dragon, DragonxDragon Great Red. Dan naga-naga lainnya, seperti Hakuryuukou dan Sekiryuutei yang belum diketahui siapa pewarisnya yang sekarang.

Mata violetnya beralih pada Singa yang masih ditahan oleh para pengawal pilihan para Maou, Singa yang diketahui sebagai Sacred Gear kelas Longinus itu hanya diam dan menggeram saja.

"Hoo, apa ini? Regulus Nemea satu dari tiga belas Longinus. Hmm..."

Pandangan para pemimpin klan Iblis dan para Maou -yang ribut sendiri- teralih kearah Zekram saat mendengar perkataannya yang menyinggung salah satu Longinus. Dan baru mereka sadari, jika keberadaan penghuni ruangan tersebut bertambah satu yakni [Sacred Gear] Regulus Nemea.

Beberapa pasang mata menjadi shok melihatnya tapi ada juga yang kalem bahkan membenarkan letak kacamatanya.

"Apa-apaan ini? apakah dia juga ikut dalam penyerangan ini?" tanya salah satu Iblis disana.

Regulus menghentikan geramannya dia memandang satu persatu penghuni ruangan tersebut.

"Kalian akan membayarnya, membayar penderitaan tuanku selama ini. Dia akan bangkit... sebentar lagi... ya sebentar lagi..."

"KAISAR NAGA PUTIH SEJATI AKAN SEGERA BANGKIT!"

Aura emas menyelubunginya kemudian sang Singa Nemea itu hilang dalam ledakan cahaya.

Udara serasa menipis di ruangan tersebut, setelah Regulus meneriakkan kalimat terakhirnya entah kenapa suasana berubah sunyi. Tak ada yang menanggapi perkataan Regulus, sunyi terlalu sunyi malah.

"APA-APAAN INI? KAISAR NAGA PUTIH SEJATI? MANA MUNGKIN... SEKITAS SEABAD INI, HAKURYUUKOU SELALU KLAH BERTARUNG."

Semua hanya diam mendengar teriakan tersebut. Beragam hipotesa bermunculan di pikiran mereka, yang berakhir dengan melirik Tetua klan-klan Iblis Zekram Bael.

Sirzech menggeleng pelan, dalam batinnya dia berharap 'Semoga bukan dia... Semoga bukan dia.'

Ajuka sendiri hanya bisa memejamkan matanya, masalah datang bertubi-tubi dari kematian misterius pewaris Glasya-Labolas, kematian Lunio Bael yang sama misteriusnya dan terakhir Lucius Gremory yang juga ditemukan tewas bersama ratusan penyihir dan sekarang... Seorang misterius yang ingin balas dendam? 'Jika masalah terus datang, bagaimana nasib lab tercintaku?'

Sedangkan dua Maou lainnya jangan tanya, Falbium sudah memeluk guling yang didapatnya dari mana dan Serafall yang terus berteriak 'So-tan kyaa.. So-tan.'

.

DOOOOOOOOOOONNNNNNNN!

Setelah hancurnya kekkai yang menutupi sesuatu yang dirahasiakan dari kaum awam. Suara seperti ledakan lainnya menyusul dengan cepat, menerangi langit malam menyaingi cahaya sang rembulan itu sendiri.

Seorang pemuda dengan empat pasang sayap hitamnya meluncur dengan cepat ke bawah, menabrak sebuah bangunan, menjebolnya dan terus meluncur sampai suara 'BUMM' terdengar nyaring. Setidaknya, dipastikan beberapa tulang patah.

Di langit malam yang gelap, dengan bulan sebagai latarnya. Seorang pemuda berambut kuning keemasan dengan sepasang sayap biru-putih bertengger manis di punggungnya. Melayang beberapa belas meter diudara menatap datar pada lokasi jatuhnya sang rival.

Wushh

Dari kepulan asap gedung yang dijebolnya, pemuda dengan sayap hitam itu melesat ke atas. Seolah tubuhnya baik-baik saja tanpa adanya cidera setelah menghantam dinding tadi.

Issei dengan kecepatan dewanya dengan membawa sebilah katana putih hasil ciptaan [Blade Blacksmith]nya melakukan gerakan menebas saat dirinya sudah dekat dengan Naruto. Walau pemuda kuning itu dapat mengelak dengan mengepakkan sayapnya melakukan gerakan memutar dan telah berada dibelakang Issei.

Energi berwarna emas terkumpul ditelapak tangan kanannya, energi itu membesar sampai akhirnya membentuk sebuah kapak perang ukuran jumbo. Naruto menyeringai, sayap dipunggungnya berpendar lemah. Dia segera melesat dan mengadu kapak -Balance breaker Regulus Nemea- dengan katana Issei.

Praankk!

Katana Issei hancur seketika saat beradu dengan bilah penghancur dari kapak Naruto. Laju kapak itu terus melesat bersiap membelah tubuh sang Sekiryuutei itu jika tak bertindak cepat.

Holy power segera menyelubungi delapan sayap hitam Issei, membuatnya menjadi keras sekeras baja yang kemudian menutupi tubuh bagian depannya. Menahan serangan kapak Naruto sekaligus membuat lajunya berhenti.

Naruto menarik kapaknya kembali, mengembangkan sayap membuatnya lebih tinggi dari Issei diudara kemudian mengisi kakinya dengan Dragon power dan 'Boom' tubuh Issei yang sudah tidak terlindungi oleh sayapnya sedikit terdorong ke belakang namun berhasil menyeimbangkannya. Naruto yang terbang lebih tinggi dari Issei akibat tendangannya tadi berputar beberapa kali kemudian melesat turun dengan kapaknya yang telah terselubungi Dragon power yang kental.

Issei tak mau kalah, dia menciptakan sebuah tombak cahaya dengan intensitas yang tinggi di tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri membuat sebuah pedang ber-tipe longsword dari sacred gear-nya.

Kedua rival itu melsat satu sama lain. Dua senjata dengan kekuatan penghancur tinggi bertemu. Menghasilkan ledakan energi yang besar, melempar segala sesuatu di sekelilingnya dalam radius 10 meter.

Tangan kirinya teraliri Dragon power berwarna putih biru kemudian tanpa ragu, dia menghantamkannya pada wajah lawannya yang tak siap menahan pukulan tersebut. Membuatnya meluncur kembali ke bawah dan menjebol dinding gedung dan terus meluncur sampai suara pertemuan sebuah benda dengan lantai di dalamnya tak terelakan.

Kapak besar itu disilangkan pada pundaknya, masih dalam posisi terbang-melayangnya Naruto membusungkan dadanya merasa paling superior.

.

Bola-bola merah keluar dari gedung yang dijebol Issei tadi. Menyerang kesegala arah tak peduli akan kerusakan yang akan ditimbulkan. Cahaya merah melesat cepat keangkasa menimbulkan tanda tanya bagi yang melihatnya.

Cahaya merah itu berhenti melaju, depan bulan sebagai latar belakangnya. Cahaya merah itu lenyap digantikan dengan sosok yang terbalut armor merah dengan berlian berwarna hijau menghiasi dibeberapa bagian.

[Wels Dragon Balance Breaker]

'Sebaiknya kau juga, memakai Balance breaker-mu. Naruto.' Ucap Albion melalui pikirannya.

'Tidak, aku akan pakai semi-Balance breaker saja. akan kuperlihatkan pada mereka, Hakuryuukou tak selemah yang dikira.'

Energi putih mulai menyelubungi tubuh Naruto. Membentuk pola seperti bentuk armor naga balance breaker-nya, hanya saja belum sepenuhnya jadi karena masih terselubungi cahaya energi bukan lempengan besi seperti milik Issei.

[Vanishing Dragon Semi-Balance Breaker]

.

'Semi?' Tanya Issei dalam pikirannya.

'Ya. Itu bentuk armor balance breaker setengah jadi, hanya bisa digunakan jika kau sudah mencapai balance breaker sempurna.' Jawab Draig lewat pikirannya

'Jadi maksudmu, Hakuryuukou main-main denganku?' Geram Issei

'...Entahlah' balas Draig acuh.

'Sialan.'

'Awas!'

Buagh

Helm Naga Issei retak terkena tinju dari Naruto,tak sampai disitu Naruto melakukan serangan berupa sikutan lengan kiri ke wajahnya namun Issei yang sudah sadar dari acara melamunnya berhasil menahannya dengan punggung lengan kanannya. Sekiryuutei membalas serangan Naruto dengan tangan kiri yang berubah menjadi cakar Naga.

Blaaast

Grab

Tangan kanan Naruto cukup cepat menahan cakaran tersebut, sayap dipunggungnya bersinar merubah bentuknya menjadi lebih tajam seperti bilah pedang. Panjang sayap Naruto juga menjadi dua kali lipat, dia melepas pegangannya pada tangan kiri Issei mundur kebelakang kemudian menghentakkan sayap memotong Issei yang hanya satu setengah meter didepannya.

BOOMM

Issei memperbesar kedua lengan Naga-nya menggandakan energinya dengan kemampuan Sekiryuutei sehingga lengannya terselubungi energi merah dan menahan sayap Naruto yang ingin memotongnya. Ledakan energi terjadi, membuat udara disekitarnya berubah menjadi ribut.

Posisi Issei sekarang penuh celah tanpa menyia-nyiakan kesempatan Naruto melancarkan pukulan dari tangan kirinya mengenai dada sang Sekiryuutei membuat armornya retak dan membawanya terangkat keudara.

Buagh

Pukulan kedua dilancarkan Naruto disusul pukulan ketiga dan keempat. Armor merah yang menutupi dadanya retakannya semakin melebar.

Slaatttsss

Bruakkhh

Tendangan kearah dagu segera diterima Issei membuat terlempar keatas. Naruto dengan kecepatan kilatnya segera berada diatas Issei, kedua tangan dikepalkan dan disatukan segera dihantamkannya pada Issei membuat meluncur cepat ke bawah dan untuk yang ketiga kalinya, dia harus mencium tanah lagi.

Vooossshhh

Vooossshhh

Vooossshhh

Tiga bola energi berwarna putih ditembakkan Naruto menyusul Issei dibawah sana kemudian ledakan besar tercipta karenanya.

Naruto menon-aktifkan semi-balance breakernya. Regulus yang telah berubah wujud menjadi sebuah gelang emas melingkar di lengan kiri Naruto memberikan support berupa pembukaan titik energi ditubuhnya mempercepat peredaran darah sehingga energi ditubuhnya menjadi semakin cepat meningkat.

Dia bersidekap dada menatap datar pada hasil serangannya yang tertutupi debu. Dia yakin Issei belumlah terkalahkan, melihat dari jumlah pasang sayapnya yang sudah empat pasang membuktikan jika kekuatannya tidaklah berada pada tingkatan bawah.

Asap debu menghilang memperlihatkan Issei yang pakaian atasnya telah tercabik-cabik. Selain keadaan pakaian atasnya yang hancur dia baik-baiknya, kecuali debu yang menempel dikulit.

"Haaahh... Haaaahhhh... Haaaahhh..."

Pemuda setengah Da-Tenshi tersebut menarik nafas dan mengeluarkannya dengan terus seperti selama beberapa detik, Iris cokelatnya tak lepas dari sosok Narurto yang masih melayang diudara masih bersidekap dada.

'Ini gila, dia sangat kuat.'

'Apa kau menyerah, Partner?'

'Tidak. Kau tahu'kan kondisiku sedang lemah setelah berlatih menggunakan Ascalon?'

'Ya, walaupun kau tak sedang lemahpun kau tetap akan kalah Partner. Untuk sekarang, Mundur saja. Demi kebaikanmu.'

'Apa? kau bercanda'kan Ddraig! Oii'

Vuusshh

Syuutt

Dhuarrr

Issei dengan cepat berguling kesisi kirinya menghindari sebuah bola merah demonic. Melihat keatas Issei dapat melihat Naruto dengan lihainya terbang kesana-sini menghindari setiap tembakan bola hitam dengan outline merah dan panah serta tombak es dari dua gadis berseragam sekolahan yang sama, namun dengan postur tubuh yang berbeda.

Slaaattss

Grab Grab

Wuussshhhh

Issei melotot melihat kecepatan Naruto, ditengah manuvernya dia dengan secepat kilat segera berada dihadapan gadis bersurai crimson dan gadis bersurai hitam yang pastinya kaget melihat keberadaannya. Sosok Naruto segera memegang pergelangan tangan kedua gadis tersebut, kemudian melesat cepat turun kebawah dan mengahantamkan keduanya pada tanah yang dengan cukup keras terbukti dengan keluarnya darah dari sudut bibir dan hidungnya.

Naruto kemudian memutar tubuhnya kesamping menghindari sebuah tusukan dari seorang pemuda pirang dengan mudahnya, pemuda Namikaze tersebut mengambil dua langkah mundur menghindari ayunan pedang vertikal dari seorang gadis bersurai merah. Tangan Naruto segera memukul tengkuk si gadis merebut paksa katana ditangan kanannya kemudian tanpa berbalik menahan serangan pedang dari samping kanannya.

Sayap Naruto mengembang membawa dirinya terbang menjauh saat sebuah Naginata meluncur dan menusuk tanah yang dipijaknya tadi.

Naruto lagi-lagi berputar-putar diudara menghindari tembakan petir kuning yang mengingatkan Issei pada salah satu Jendral Malaikat Jatuh yang memiliki kemampuan persis seperti gadis berpakaian miko. Ironi sekali batin pemuda cokelat tersebut, seorang miko yang melayani Dewa-Dewi Shinto harus menjadi budak Iblis dan setelah menjadi Iblispun dia masih berani mengenakan pakaian mikonya. Semoga Dewa-Dewi Shinto tidak murka. Murkapun tak apa sih, supaya perang yang luar biasa terjadi dan dia bisa bersenang-senang. Hehe

Waktu santai Issei cepat sekali habisnya, karena dia harus kembali berguling menghindari tendangan dari bocah mungil 'Loli' bertenaga monster terbukti dengan pohon yang ada disampingnya saat jatuh langsung terbang begitu saja tercabut dari tanah dan terlempar keatas menghantam gadis Miko tadi.

Issei segera menghindar dari sebuah pukulan dari samping kirinya, seorang pemuda bersurai blonde pucat dengan sarung tangan berbentuk kepala ular ditangan kirinya adalah pelaku pukulan tadi. Dengan sekali sapuannya pemuda blonde pucat tersebut terjatuh dan harus merasakan tendangan dipipi kanannya dan melemparkan tubuhnya kearah dinding dari bangunan yang ada disekitar tempat pertarungan kecil itu.

Sekarang Issei harus bergerak lincah menghindari serangan kombinasi dari gadis loli tadi dan gadis bersurai biru yang bertenaga sama kuatnya dengan si gadis loli yang berkemungkinan keduanya memegang peranan bidak Rook.

Issei berjongkok saat kedua gadis rook tadi melakukan tendangan dari dua arah berbeda yang berakhir dengan beradunya dua tendangan tersebut disertai suara mengaduh keduanya. Dan Issei dapat bernafas lega sekarang dengan terbang menjauh dari area yang berkemungkinan besar menjadi arena pertarungan dua naga langit vs Iblis muda. Dan demi buku porno Azazel dia ogah sekali jika harus bekerja sama dengan Hakuryuukou yang jelas-jelas adalah rival abadinya.

.

Naruto mengambil dua langkah mundur membiarkan ujung tajam Naginata tersebut hanya mengenai udara kosong. Dengan tangan kanan yang menciptakan pedang es dia membalas serangan si gadis Naginata tadi dan adu senjata itu berlangsung alot sampai akhirnya Naruto menembakkan bola enrgi dari tangan kirinya melemparkan Tsubaki kearah Rias dan Sona yang menjalani perawatan dari dua bidak Bishop Sona.

Akeno meluruskan jari telunjuknya yang terselimuti petir, petir kuning melesat kearahnya cepat. Naruto kembali masuk wujud Semi-Balance Breakernya dan melakukan teknik andalan Hakuryuukou yang lain.

[Half Dimension]

Ditengah-tengah serangan petir akeno terjadi distorsi dimensi dimana distorsi itu menghisap habis petir tersebut, Akeno menggeram marah tapi dia tak bisa berbuat apa-apa saat sekelebat cahaya putih muncul pada arah pandangannya dan kegelapan yang menyambutnya.

.

Sairaorg duduk santai pada sebuah gedung berlantai, dimana dia menyaksikan aksi nekat Rias dan Sona dengan menyerang Dua Naga Langit yang baru selesai bertarung Ronde 1.

Dia mendesah, saat mengetahui hasil akhirnya dimana peerage Sona dan Rias berikut Sona dan Rias sendiri terkapar pingsan hanya beberapa saja yang masih berdiri itupun tidak dalam keadaan baik.

'Dua Naga Langit, mereka akan sangat mengerikan jika bekerja sama dalam pertarungan.'

'Kuharap aku bisa bertarung dengan keduanya nanti.

.

.

.

Done!

Jumpa lagi sama saya, Wsa Krisna. hehe

dua bulan yan kagak update, maafkan aku. aku sibuk dengan urusan sekolah. Inti ini A/N semoga besok atau jum'at dapet update fict yang lain do'akan saja.

Ada mau meriksain chapter ini? aku yakin ada banyak typo hehe

sebenarnya ada lagi yang ingin kusampaikan tapi, dia A/N fict lain sajalah ahaha

Update cepat, sebagai ungkapan terima kasih buat yang ngucapin selamat ultah untuk saya di fb. :v

Wsa Krisna, Out!