notes: mungkin kalo kayak sule si Baekhyun ikutan kabur kali wkwkwkwk~

Selamat sore.


A—apa?"

Mata Baekhyun melotot setelah mendengar ucapan Nyonya Park.

Ia juga menarik paksa tangan kanannya yang berada dalam genggaman kedua tangan Nyonya Park.

"Baekhyunee, aku mohon padamu hiks—"

Air mata bercampur eyeliner kembali membasahi kedua pipi mulus Yoona. Jalan satu-satunya yang ada di dalam pikiran Yoona adalah Baekhyun harus menggantikan posisi Kyungsoo.

Baekhyun harus menikah dengan Chanyeol.

Hanya itu yang terlintas di dalam otak Yoona dan acara pernikahan ini bisa diselamatkan.

"Baek—hyun aku mohon. Bila perlu aku bersimpuh di hadapanmu"

Yoona benar-benar bersimpuh di hadapan Baekhyun.

Baekhyun sendiri tak tinggal diam, ia tampak begitu panik. Ia juga sudah meminta kepada Nyonya Park untuk segera kembali berdiri namun sang Nyonya menolak sebelum Baekhyun mengiyakan permintaannya.

"I—iya N—nyonya." Baekhyun tergagap.

"Iya apa Baekhyun?" Yoona mendongak menatap manik hitam milik Baekhyun.

"I—itu ssa—ya mau men—ikah dengan Chan—yeol ssi."

Glup!

Baekhyun kesusahan menelan ludahnya sendiri.

"Benarkah?" Yoona kembali berdiri dan segera menarik tubuh mungil Baekhyun kedalam dekapannya.

"Terimakasih banyak Baekhyun. Aku tau kau wanita baik-baik. Terimakasih..." Ucapnya.

"A—ah ne."

"Sekarang cepat panggil kedua orang tuamu, atau..."

fiuh...

Yoona berhenti berbicara ketika melihat suami dan putri pertamanya datang.

"Bagaimana sayang apakah Kyungsoo serta keluarganya telah datang?" Tanya Nyonya Park.

"Tidak sayang. Mereka tidak akan datang. Kyungsoo kabur bersama pria pilihannya." Jelas Tuan Park.

Pria berusia empat puluh tujuh tahun itu memijat pangkal hidungnya. Merasa pusing memikirkan nasib pernikahan putra mereka.

"Yoorana, bisa panggilkan kedua orang tua Baekhyun sayang?" Pinta Nyonya Park.

Yoora pun menganguk lagi sebagai respon permintaan ibunya. Ia segera pergi mencari keberadaan paman dan bibi Byun.

Bersyukur, Yoora telah mengenal dengan baik wajah kedua orang tua Baekhyun.

Maka mencari kedua orang tua Baekhyun bukanlah hal sulit bagi Yoora.

.

.

.

"Aku mau Chanyeol menikah dengan Baekhyun—" putus Yoona.

"A—apa/A—APA/E—EOMMA"

Nyonya Byun, Tuan Byun serta Chanyeol ketiganya memekik bersamaan.

"Sayang..." Tuan Park menghampiri istrinya.

"Yeobo, pernikahan ini akan tetap berlangsung. Dan aku mau pengantin wanitanya adalah Baekhyun. Lagipula Baekhyun juga setuju kok.

Iyakan Baekhyun—" Tatapan mata Yoona tertuju pada Baekhyun.

Tidak bukan hanya Yoona saja, tetapi Tuan Park, Yoora, Chanyeol serta kedua orang tuanya juga ikut menatap Baekhyun.

glup

Kepala Baekhyun anggukan sebanyak dua kali. Lalu kedua matanya memandang kedua orang tuanya seolah meminta izin.

"Tapi saya mempunyai beberapa persyaratan Nyonya Park." Pandangan Baekhyun beralih kepada Nyonya Park yang berada dalam pelukan sang suami.

"Katakan—" putus Chanyeol.

"Pertama setelah acara ini saya tetap ingin tinggal bersama kedua orang tua saya. Kedua jika memang saya diharuskan tinggal bersama saya ingin mempunyai kamar sendiri. Ketiga tidak ada skinship yang berlebihan.

Ketiga itu adalah murni permintaan saya."

Chanyeol merengut setelah mendengarnya.

Yoora menyeringai sambil menatap Chanyeol.

Kedua orang tua Baekhyun menghela nafas lega. Begitupun dengan Tuan dan Nyonya Park.

"Bagaimana nak?" Tuan Park menjatuhkan pandangan kepada putra satu-satunya itu.

"Baiklah—tapi setelah acara pernikahan ini selesai saya ingin membawa Baekhyun ke penthouse." Chanyeol berhenti berbicara ketika melihat kerutan di kedua dahi orang tua Baekhyun.

Lalu, Chanyeol tersenyum simpul. "Tenang saja paman dan bibi Byun di sana ada tiga kamar. Baekhyun bisa menempati salah satunya."

Sambung Chanyeol sambil terkekeh pelan.

"Lalu bagaimana dengan Baekhyunee ?" Tanya Tuan Park.

"Baiklah"

tbc