selamat sore
Ketemu lagi nih sama aku,
Jangan lupa kalo suka ff ini, bantu fav, follow, sa review
Terimakasih~
"Baiklah."
Setelah keputusan dibuat, Yoora segera menghubungi asistennya. Ia menyuruh Tao—salah satu perancang busana di butiknya—untuk membawa beberapa model gaun pengantin berserta makeup stylis.
Tak butuh waktu lama untuk Tao membawakan semua permintaan Yoora. Sekitar 20 menit mereka telah sampai di gedung hotel, tempat pemberkatan Chanyeol.
15 menit kemudian mereka telah mendudukkan Baekhyun di kursi rias.
Tao sibuk mencari gaun pengantin yang pas di tubuh mungil Baekhyun bersama Yoora.
Luhan juga sibuk merias wajah Baekhyun.
"Pejamkan matamu... Chagi—ah" pinta Luhan.
Baekhyun hanya menurut. Ia memejamkan matanya. Luhan memasangkan bulu mata palsu. Kemudian menambahkan maskara agar terlihat lebih natural.
Lalu seseorang bertugas merapikan rambut Baekhyun pun ikut bergabung. Minseok sempat beradu argumen dengan Luhan. Mereka berdua tidak ada yg mau mengalah, keduanya berebut siapa yang lebih dulu mengerjakan tugas hingga akhirnya Chanyeol datang dan menyelesaikan argumen mereka.
"Cukup—" sela Chanyeol.
"Lebih baik kalian kerjakan tugas kalian dengan benar. Jangan ribut—" Chanyeol sempat melirik ke arah Baekhyun yang tengah men-poutkan bibir tipisnya.
"—kasian Baekhyun. Dia sudah pusing, dan sekarang kalian berdua malah bertengkar."
Luhan dan Minseok menunduk. Keduanya tak ada yang berani menatap putra bungsu keluarga Park.
"—menyeramkan." Batin Luhan, Minseok, serta Baekhyun.
"Maafkan kami—Tuan Muda Park." Ucap Luhan dan Minseok bersamaan.
"Lakukan dengan benar karena kami hanya mempunyai waktu satu jam." Ucap Chanyeol penuh penekanan.
"Baik Tuan Muda."
Lantas keduanya kembali fokus pada pekerjaan mereka masing-masing. Chanyeol mendudukkan dirinya di samping Baekhyun. Dengan tenang, ia menunggu Baekhyun selesai dengan riasan wajah serta rambut yang sudah tertata rapi.
Yoora datang bersama Tao di belakangnya membawa dua gaun pengantin berwarna putih gading dan soft peach.
Kemudian Tao dan juga Yoora menggiring Baekhyun ke dalam ruang fitting.
"Mari kita mencoba—" ucap Tao menyunggingkan senyuman manisnya. Mencoba mencairkan suasana karena Baekhyun tampak begitu tegang.
Yoora memberikan dress berwarna putih gading kepada Tao, kemudian Tao membantu Baekhyun memakai dress tersebut.
"Kau memilih yang mana putih atau soft peach—" Baekhyun menoleh menatap Yoora.
"Karena waktu juga tak banyak, bagaimana dengan yang ini saja eonni?" Ia memandang Yoora dan juga Tao.
Kedua wanita itu mengangguk serempak. "Baiklah"
.
.
.
.
Baekhyun menghembuskan nafas panjang menatap sebuah pintu besar di hadapannya, disampingnya berdiri seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Tuan Byun atau pria yang memiliki nama lengkap Byun Donghae itu masih sempat tersenyum sembari mengelus punggung tangan putrinya, ia mencoba memberi ketenangan batin kepada anak satu-satunya itu.
"Kau siap putriku—" gelengan kepala diberikan Baekhyun kepada ayahnya.
"Tidak ayah—aku sungguh tidak siap." Aku Baekhyun.
Lalu, Baekhyun menatap manik teduh milik sang ayah.
"Sayang..." Donghae menatap mata Baekhyun yang sudah berkaca-kaca.
Cairan bening nampak membasahi pelupuk mata putri semata wayangnya itu.
Hingga ketika Baekhyun berkedip, maka jatuhlah semua cairan itu, membasahi kedua pipi gembil putrinya.
"Tidak apa-apa sayang. Ayah tau betul Tuan Muda Park seorang pria yang baik. Dia pasti akan menjagamu dengan—baik."
Hingga kerutan di dahi Baekhyun menghiasi wajah cantik itu.
"Maksud ayah?"
"Kau tidak perlu ragu dalam tolong menolong." Donghae tersenyum.
Pria itu mengelus pucuk kepala putrinya. "Ayah bangga padamu karena kau mau menolong Tuan Muda Chanyeol.
Dan ayah yakin semua ini takdir yang telah dituliskan oleh Tuhan Yang Maha Esa untukmu...
Jalani saja semuanya sesuai dengan sebagaimana mestinya."
Baekhyun terdiam. Gadis itu sedang sibuk mencerna ucapan ayahnya tadi. Sampai ketika kedua sudut bibirnya terangkat ke atas bersamaan tenggelamnya mata sipit itu.
"Eumb—ayah. Walaupun aku tak mengerti apa yang dimaksudkan oleh ayah tapi aku akan mencoba untuk menjalankan semuanya sesuai sebagaimana mestinya." Tutur Baekhyun jujur.
Tawa Donghae pecah setelah mendengar penuturan putrinya. Ternyata putrinya tak pernah berubah masih tetap sama seperti seorang anak kecil yang begitu polos, jujur, dan juga menggemaskan.
"Baiklah kalau begitu mari kita masuk. Kasihan Tuan Muda Park sudah lama berdiri menunggu kedatangan mu sejak tadi." Kekeh Donghae.
tbc
