Acara pernikahan sudah selesai. Para tamu undangan juga sudah banyak yang pulang. Hanya menyisakan beberapa kerabat dekat Chanyeol dan juga para keluarga.
"Terimakasih banyak" Nyonya Park membungkuk kan badan di hadapan Ibu Baekhyun.
"N—nyonya Park,"
Nyonya Byun atau yang bernama lengkap Lee Sunny meraih kedua tangan Yoona. Jujur saja, ia sendiri merasa tidak enak jika membiarkan seorang Park Yoona terus membungkukkan badan di hadapannya sambil mengucapkan terimakasih.
"Nyonya jangan terus membungkuk kan badanmu, nanti pinggang mu akan sakit." Ucap Sunny lembut.
"Aigoo—besan ku sungguh sangat perhatian." Kekeh Yoona.
Wanita berbalut hanbok soft pink itu tersenyum senang. Ia memang tak salah pilih menantu. Baekhyun terlihat begitu serasi berdiri di samping Chanyeol tadi. Selain cantik, Baekhyun juga seorang pribadi yang sopan dan menyenangkan, yang mana Yoona tahu sifat tersebut menurun dari sang ibunda.
Raut wajah Sunny tampak begitu kikuk. Nyonya Park sangat ramah pada dirinya, suami serta putrinya. Ia tidak tahu jika masih ada orang kaya yang se-ramah Tuan dan Nyonya Park.
Pantas saja, jika putrinya rela berkorban untuk keluarga tersebut.
"Mari ikut kami sebelum pulang tak ada salahnya kita melaksanakan makan malam bersama bukan, besan?"
Yoona sangat antusias mengatakannya, membuat Sunny tak enak hati menolak ajakan makan malamnya.
.
.
.
.
Disinilah mereka semua berkumpul. Duduk di salah satu restoran dengan meja bundar yang sudah penuh oleh kedua keluarga besar Byun dan Park.
Tuan Park—Park Yunho sedang berbincang dengan Donghae, besan barunya.
Sedangkan Yoona asik membahas fashion dengan Yoora, Tao, dan juga Luhan. Sunny, sendiri sibuk mengelusi kepala putrinya.
"Aigoo... " Yoona tersenyum ketika melihat Baekhyun sedang bermanja dengan ibunya.
Ia terkekeh pelan, saat kedua pipi Baekhyun merona setelah mendengar bisikkan ibunya.
"A—appa eomma menggodaku terus," adu Baekhyun kepada Ayahnya.
"Kau salah mengadu Baekhyun, seharusnya kau mengadukan itu pada pria yang duduk di sampingmu bukan kepada Donghae, besanku." Tuan Park tertawa pelan menanggapi aduan Baekhyun.
Blush!
"Aaaaaaa... Baekhyunie kenapa wajahmu semakin memerah saja," pekik Yoona heboh semakin membuat Baekhyun memerah hingga menjalar sampai ke telinga.
"Eomma jangan ikutan menggodanya." Pinta Chanyeol.
"Baik—baik ibu tidak akan ikut menggoda Baekhyunie lagi." Yoona menutup mulutnya sendiri sambil terkekeh pelan.
"Jadi setelah ini apakah Baekhyunie akan kembali pulang bersama bibi dan paman?" Seluruh atensi terpusat pada Yoora setelah menanyakan pertanyaan bodoh.
itu kata Yoona, Yunho, serta Chanyeol.
"Kami akan menerima jika memang Baekhyun ingin tetap pulang bersama ayah dan ibunya." Tegas Yunho.
Chanyeol menghela nafas berat, kemudian ikut membuka suara.
"Maafkan aku—tapi sesuai yang aku katakan tadi. Aku akan meminta Baekhyun untuk tinggal bersama di penthouse. Karena kami masih baru menikah...
Di luar juga masih banyak wartawan yang meliput, jadi Baekhyun mohon bersabar lebih dulu. Hanya sampai tiga bulan kami tinggal serumah."
Ucap Chanyeol.
"Eomma—" Baekhyun mencicit sambil menatap Ibunya.
"Tidak apa-apa Baekhyun. Hanya sampai 3 bulan. Itu tidak akan lama." Sunny mengelus pelan punggung tangan Baekhyun yang ada dalam genggamannya.
"Kami titip Baekhyun ya... Tuan Muda Chanyeol." Ucap Donghae.
Dahi Chanyeol berkerut, dia tidak salah dengarkan ayah mertuanya masih memanggilnya Tuan Muda? Lantas, Chanyeol mengangguk kemudian tersenyum menatap kedua mertuanya.
"Hm, " dehem Chanyeol. Sungguh baru kali ini Chanyeol dihadapkan dengan situasi secangung ini. Ia tak tahu harus memberitahu ayah dan ibu Baekhyun dari mana.
"Maafkan aku aboji—panggil aku Chanyeol saja. Jangan terlalu formal, karena sekarang anda ayah mertuaku." Ucap Chanyeol, kaku.
"Aaaa, benar. Sunny-ah~ jangan panggil aku nyonya Park lagi ne~" kata Yoona tak kalah antusiasnya.
"Ah—Ye?"
"Kau juga Donghae-ah!" Seru Yunho.
"Baiklah—sekarang waktunya kita pulang. Hari juga semakin larut." Ujar Yunho lagi.
Semua yang duduk di meja itu serempak mengangguk, membenarkan ucapan sang pemimpin perusahaan Park Inc itu. Sesekali, Chanyeol melirik ke samping kirinya, ia mendapati sang istri dengan mata terpejam dan kepala terantuk ke depan.
"Nak—" Sunny menatap Chanyeol yang sedang melirik putrinya.
"N—ne,"
"Putriku tidak suka mentimun, dan dia juga benci dingin." Tutur Sunny.
"Tolong jaga Baekhyun-ku selama ia masih menjadi istrimu." Pinta nya lagi.
"Ne, eomonim."
