Sunny mengulum senyum, ia mengelus pelan surai hitam panjang milik Baekhyun, guna menyadarkan putrinya sebelum semakin lelap dalam tidurnya.
"Sayang—bangun nak," ucap Sunny.
"Eomma— 5 menit lagi neh" tawar Baekhyun dengan mata terpejam.
Sang mertua serta ayah Baekhyun tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Chanyeol baru tau kalau sekretarisnya yang biasa tampil cantik dan juga sedikit galak ternyata bisa semanja itu kepada sang ibu.
"Hei—Bee. Kau akan pulang bersama Chanyeol." Sunny tertawa kikuk, matanya memperhatikan sekeliling yang mana ia mendapati semua orang memasang wajah geli karena tingkah menggemaskan Baekhyun.
"Ish—eomma. 5 menit lagi, appa—" rancau Baekhyun dengan bibir mengerucut, imut.
"Sudah eommonin—" Chanyeol tersenyum, tangannya terulur mengambil kepala Baekhyun pelan-pelan kemudian menyandarkan pada lengan kokoh nya.
"Eum—biar saya yang menggendongnya. Saya rasa Baekhyun benar benar kelelahan."
"Nak Chanyeol betul, Baekhyun-ku kelelahan." Sahut Donghae membenarkan.
"Sejak pagi putriku sudah sibuk mengurus keperluan kami, dari sarapan, busana untuk datang ke pesta pernikahan nak Chanyeol, lalu kemarin ia juga pulang terlambat karena pekerjaannya mengharuskan dirinya bekerja lembur." Lanjut Donghae menatap putrinya prihatin.
Mendengar kata Lembur, Yunho langsung memberikan tatapan tajam kepada anak bungsunya itu.
"Maafkan aku appa," ucap Chanyeol dengan cengiran khasnya.
"Sudah... Sudah... Sudah malam." Yoona menengahi. "Sekarang gendong Baekhyunie, bawa ia pulang. Kasihan sekali, Baekhyun pasti kelelahan.
•••
Waktu menunjukan pukul 12 malam ketika pasangan pengantin baru itu sampai di penthouse besar milik Park Chanyeol.
Chanyeol—pria yang masih berbalut setelan tuxedo itu dengan santai melangkahkan kakinya masuk ke dalam penthouse. Dua maid menyambut kedatangan tuan mereka, bahkan kedua membulatkan mata saat melihat pemandangan manis dimana Tuan mereka menggendong seorang wanita mungil. Mendekap tubuh mungil itu dengan penuh kehati-hatian, seolah tubuh itu adalah barang pecah belah.
"Selamat datang Tuan Park—"
Nana selaku kepala Maid membungkuk sopan, menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya barunya.
"Malam—," sahut Chanyeol tegas.
Pria itu lantas membawa tubuh mungil itu ke lantai dua penthouse mereka. Ya—mereka, bukan miliknya lagi karena mulai dari sekarang hingga tiga bulan kedepan ia tidak hidup sendirian di Penthouse ini. Mulai dari sekarang juga, Chanyeol harus membiasakan diri dengan kehadiran Baekhyun sebagai istrinya, bukan lagi sekretarisnya.
Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun yang masih berbalut gaun pengantin dengan hati-hati serta penuh kelembutan pada ranjang tidurnya.
Ya, Chanyeol menempatkan Baekhyun di kamarnya hanya untuk malam ini saja karena kamar yang akan Baekhyun tempati masih kotor—ia belum sempat meminta kepada Nana karena ia tidak tahu kalau akan berakhir seperti ini pernikahannya dengan Kyungsoo.
"Putriku tidak suka mentimun, dan dia juga benci dingin."
Ucapan Sunny terus berputar-putar seolah mengingatkan Chanyeol apa yang tidak disukai oleh istri mungilnya.
Maka mau tak mau Chanyeol menarik selimut hingga tubuh mungil istrinya tenggelam. Menyisakan hidung mancung Baekhyun, serta kedua mata sipit yang kini masih terpejam karena pemiliknya sedang asik menjelajahi mimpi.
"Aku tidak tau akan berakhir seperti ini Baekhyun. Terima Kasih sekali lagi aku ucapkan. Selamat malam...
CHUP:)
Chanyeol mengecup kening sekretaris nya sambil tersenyum.
Mimpi indah," tambahnya.
Setelahnya Pria bertubuh berotot itu membaringkan tubuh lelahnya pada sofa yang berada di kamar tidurnya.
Memejamkan mata, dan merapalkan doa semoga semuanya berjalan dengan lancar.
A/N: Ciye, update lagi;)
