Note : terima kasih atas Review positif dari senpai-senpai terhormat sekalian, aku sangat berterima kasih sekali atas masukannya sehingga akhirnya aku membuat lanjutan dari fic ini, sekali lagi aku sangat berterima kasih atas perhatian senpai-senpai sekalian dan para pembaca yang mau mampir ke fic pertamaku ini.. sekali lagi terima kasih :).


NARUTO THE GREAT NINJA FROM HIDDEN LEAF

GENRE : Adventure, Friendship

DISCLAIMER : NARUTO AND ALL BELONG TO MASASHI KISHIMOTO

WARNING! : typo, alur melenceng, SEMI-OP Naruto, Strong Naruto, Paragraf berantakan, Gaje, word tidak menentu, canon, OOC, banyak istilah yang kurang dimengerti, bahasa baku dan aneh..

Summary : Naruto Uzumaki, dia adalah bocah nakal yang berasal dari desa konoha namun siapa sangka jika dirinya bertemu dengan sosok misterius yang memberikan sedikit kekuatan tambahan hingga mengakibatkan hidupnya sedikit berubah, bagaimana perjalanan Naruto dalam meraih cita-citanya menjadi Hokage...

.

.

.

.

HAPPY READING!


CHAPTER 2

Ambition and Konohamaru


.

Desa Konohagakure, saat ini di desa tersebut ada seorang anak laki-laki yang memulai hidupnya sebagai seorang ninja..

"apa kau yakin mau difoto dengan wajah seperti itu?." tanya tukang foto sembari bersandar di kamera jadul yang terpasang tri-pod.

"tentu saja!, cepat ambil fotoku paman!."

"terserah kau saja.." sembari mengambil posisi yang tepat sang tukang foto bersiap untuk mengambil gambar pemuda tersebut."jangan menyesal.. oke senyum.." tambah sang paman tukang foto sembari menekan tombol.

Klik!

CRET!

.

.

.

.

Sang Hokage 3 saat ini tengah memandang suram formulir pendaftaran milik seorang bocah bernama Naruto, di foto profil Naruto berpose ala kabuki dengan face paint yang persis dengan topeng kabuki, selain itu penjelasan lainnya adalah hobi berbuat keusilan dan kesukaannya adalah ramen...

"Hehehe~ soalnya aku bingung mau berpose seperti apa!.. makanya itu aku menghabiskan waktu selama 3 jam untuk memutuskannya!." Dengan percaya diri Naruto menjelaskan alasannya kenapa ia berpose seperti itu."Memang memakan waktu lama.. tapi! Jadi terlihat berseni'kan!.." tambah Naruto masih dengan percaya diri yang tinggi.

"Foto ulang." Ucap sang Hokage dengan singkat, padat, dan jelas hingga membuat Naruto terkejut ala komikal.

"APA!."

"dimana pelindung kepala-mu?." Tanya Hokage 3.

"aku tidak mau menggunakannya, nanti rusak!." Jawab Naruto sekenanya.

"Sigh~ selain pelindung kepala, formulir pendaftaran ini memuat info ninja yang berkemampuan hebat.. dokumen yang benar-benar penting untukmu tapi wajah ini?.." sambung Hokage 3 masih tidak habis pikir dengan form pendaftaran Naruto yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku di konoha.

"Habisnya aku tidak mengerti hal rumit seperti itu!." tutur Naruto dengan polosnya.

Disaat sesi tanya jawab sedang berlangsung terdengar suara pintu ruangan sedikit bergeser menandakan seseorang akan masuk, Naruto yang menyadari hal tersebut sekilas melirik kearah pintu...

BRAK!

"PAK TUA! AKU MENANTANGMU BERTARUNG!.." muncul dengan bangga sosok anak kecil tiba-tiba merangsek masuk sembari membawa shuriken ditangan kanannya, Naruto yang melihat hal tersebut hanya bisa membeku melihat tingkah bocah tersebut.

'Sigh~ masalah Naruto belum selesai sekarang apa lagi yang muncul...' batin sang Hokage 3.

Dari arah lorong seseorang ninja kelas tinggi berlari tunggang-langgang seperti mencari sesuatu, saat kedatangan orang tersebut seketika sosok anak kecil yang datang tanpa permisi langsung terjungkal dengan konyol..

AAAAWWW!

"Siaaal! Siapa yang menaruh jebakan disitu?!." Ucap sosok anak kecil bernama Konohamaru.

"Ap-apa tuan muda baik-baik saja?.. sejak awal tidak ada jebakan!." Ucap sosok Ninja berkacamata hitam bernama Ebisu, pekerjaannya adalah mengawasi dan membimbing Konohamaru..

Tanpa sengaja Ebisu melihat sosok yang menjadi momok bagi penduduk desa.'Hmph! ternyata ada bocah siluman rubah ya.. bocah pembuat onar yang sangat kubenci..' batin Ebisu..

"Eh!?.. dia ini siapa?." Beo Naruto ketika pertama kali melihat Konohamaru.

"JADI BEGITU!.. INI PASTI SEMUA PERBUATANMU!." Bentak Konohamaru menyalahkan Naruto, mendengar hal itu seketika Naruto bangkit dari kursi-nya lalu menarik baju Konohamaru sembari menumpahkan kekesalannya.

"ENAK SAJA! KAU SENDIRI YANG JATUH TANPA SEBAB!." Bentak Naruto ala komikal sambil menarik kerah baju Konohamaru.

"Hey!, Naruto! lepaskan cucu Hokage 3.." seru Ebisu.

Seketika terjadi keheningan diantara Naruto dan Konohamaru, Naruto memandang sejenak Ebisu sembelum pandangannya kembali kearah Konohamaru yang memasang wajah menantang..

"Kalau kau berani, ayo pukul aku!." Tantang Konohamaru pada Naruto yang masih menggenggam erat bajunya, dengan semangat berkobar Naruto menjitak kepala Konohamaru dengan sangat keras..

DUGH!

"AKU TIDAK PEDULI DENGAN APA YANG KAU KATAKAN ITU!.." bentak Naruto ala komikal..

"ADUUUUUHH!." Erang Konohamaru ketika menerima jitakan Naruto, beruntung Konohamaru mengenakan helm dengan aksesoris emotikon marah.

"APA!." Kaget Ebisu ketika melihat kelakuan Naruto pada cucu Hokage 3.

"ya, ampun.." Hokage 3 tidak bisa berkata-kata sembari menyaksikan sendiri kekonyolan dua bocah didepannya..

.

.

.

.

Disaat Naruto sedang berjalan menuju tempat tinggalnya, ekspresi Naruto sedikit tidak nyaman ketika seseorang tengah membuntutinya dari belakang, dengan sangat cepat sang penguntit bersembunyi dengan sangat lihai hingga...

"JANGAN IKUTI AKU! MAU APA KAU.. LIHAT PENYAMARANMU TERLIHAT, DASAR PAYAH!." Bentak Naruto pada sang penguntit yang tidak lain adalah Konohamaru.

"fu, fu, fu.. kau memang hebat bisa mengetahui penyamaranku dengan sangat mudah!, memang benar dengan apa yang dikatakan banyak orang.." mendengar penuturan Konohamaru, seketika ekspresi bingung Naruto muncul."aku tidak keberatan menjadi anak buahmu.." tambah Konohamaru sembari menunjuk Naruto.

"Apa!?." Jawab Naruto.

"sebagai gantinya ajarkan aku jutsu yang bisa mengalahkan kakek Hokage.. kumohon." Pinta Konohamaru dengan semangat 45 sementara Naruto sendiri masih memasang wajah keheranan.

Sementara itu ditempat sebelumnya dimana Naruto sedang di interview oleh sang Hokage...

"Sial!.. lagi-lagi dia kabur?." Panik Ebisu.

"sepertinya dia mengikuti Naruto.." ucap sang Hokage ketiga.

"Ini gawat!.." segera Ebisu pergi begitu saja dari tempat interview meninggalkan Hoakge ketiga.

'sigh~.. kenapa dia tumbuh jadi seperti ini.. kalau dihitung-hitung ini sudah ke-20 kali serangan untuk hari ini.. tapi jika dia terus bersama Naruto keadaannya akan cukup mengkhawatirkan, kalau tidak melakukan hal konyol tidak masalah tapi yang menjadi masalah utamanya adalah..' batin sang Hokage tidak habis pikir dengan tingkah cucu-nya yang hampir mirip dengan Naruto.

.

Di tengah hutan terlihat dua figur bocah sedang melakukan latihan jutsu, kegiatan yang cukup bermanfaat untuk sekedar mengisi waktu luang namun...

Poft!

"salah! harusnya lebih langsing lagi dan lebih seksi lagi!." bentak Naruto pada Konohamaru yang sedang memperagakan jutsu Sexy no Jutsu."dengar ya! dasarnya adalah 'bon', 'kyu', dan 'bon'.. lalu mulai!." Tambah Naruto pada Konohamaru memberikan tehnik yang benar dalam melakukan Jutsu Sexy no Jutsu.

"Baik! bos.." dengan semangat Konohamaru melakukannya lagi namun kali ini dia berubah mejadi sosok wanita gendut dengan wajah cukup buruk..

"Dasar payah! Sudah kubilang lebih seksi lagi!.."

"Ya!."

Dan kegiatan itu berlanjut cukup lama hingga pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menyudahi kegiatan mereka sambil beristirahat di sebuah batang pohon yang telah tumbang ditemani minuman segar...

"Ngomong-ngomong.. kenapa kau begitu bersemangat menantang Kakek Hokage?." Tanya Naruto penasaran dengan motif dibalik Konohamaru selalu menantang kakeknya bertarung, terlihat Konohamaru enggan membahasnya namun karena hanya Naruto bersama-nya pada akhirnya Konohamaru mengatakannya..

"selama ini namaku diambil dari nama desa ini... tapi walaupun diambil dari nama desa ini, tidak ada seorangpun yang memanggilku dengan nama asli.. semua penduduk desa melihatku atau memanggilku semuanya berpandangan aku tidak lebih hanyalah cucu Hokage ketiga..." Naruto yang mendengar itu memandang serius ekspresi Konohamaru."tidak ada seorang pun yang mengakuiku sebagai diriku sendiri... aku muak dengan semua itu, jadi karena alasan itu aku ingin segera meraih nama Hokage!." Tambah Konohamaru dengan ekspresi kesal,

"dasar bodoh!.. siapa juga yang mau mengakui bocah sepertimu!." Mendengar hal itu dari Naruto seketika dengan cepat Konohamaru memandang heran Naruto..

"Apa!.." ucap Konohamaru dengan suara meninggi.

"tidak semudah itu mendapatkan nama Hokage seperti kau membalikkan telapak tangan, kau terus membicarakan tentang nama Hokage, kalau kau ingin benar-benar mendapatkan nama Hokage.." Naruto memandang Konohamaru dengan seringai lebar dan tatapan mirip Zaraki Kenpachi."lewati mayatku terlebih dahulu!."

Seketika Konohamaru terdiam sembari berkeringat dingin ketika baru pertama kali dirinya melihat wajah serius Naruto, wajah yang menunjukkan tekad kuat dan berkeinginan keras untuk mendapatkan nama Hokage...

.

.

.

.

Di sebuah bangunan Hokage tepatnya diatap bangunan tersebut terlihat Hokage ketiga tengah memandang patung wajah hokage keempat dengan serius hingga seseorang datang...

"Tuan Hokage, aku mencarimu." Tutur orang tersebut sembari berjalan kearah sang Hokage..

"Iruka, ya.." balas sang Hokage tanpa menoleh kearah Iruka.

"apa Naruto sudah menyerahkan formulir pendaftarannya?." Tanya Iruka.

"ya!." jawab Hokage ketiga dengan singkat.

"aku sudah menasehati-nya di kedai ramen kemarin!, karena dia begitu bersemangat ingin menjadi ninja hebat agar diakui semua penduduk desa." Ujar Iruka namun tidak mendapat respon dari Hokage..

Perlahan Hokage ketiga mendongak keatas dan memandang langit biru cerah sembari diterpa angin yang membawa daun-daun."cita-cita Naruto mungkin agak sulit terwujud.." gumam sang Hokage yang terdengar Iruka.

"Eh!?."

"sigh~, seperti yang kau ketahui bahwa hanya orang-orang yang ikut berperang 12 tahun yang lalu mengetahui kebenaran Naruto adalah Kyuubi.. untuk mecegah kebenaran tersebut terbongkar aku membuat peraturan dan memberi hukuman yang sangat berat bagi siapa saja yang berani melanggarnya.. Hokage keempat mengorbankan nyawa-nya demi menyegel Kyuubi didalam Naruto dengan harapan Naruto bisa dianggap pahlawan.." tutur sang Hokage dengan nada sedikit parau.

"Pahlawan.." beo Iruka mendengar cerita Hokage.

"tapi ternyata dugaanku selama ini salah.. orang-orang dewasa yang ditinggalkan akibat insiden tersebut malah menyalahkan Naruto atas kehilangannya sanak saudara mereka, bahkan mereka juga mempengaruhi anak-anak mereka yang tidak tahu tentang insiden tersebut agar menjauhi Naruto dan memandangnya sebagai ancaman.." Iruka yang mendengar itu sekarang paham dengan penderitaan Naruto selama ini, dirinya merasa bersalah sewaktu menyalahkan dan pilih kasih ketika mengajar."Iruka, apa kau tahu?.." tanya sang Hokage pada Iruka..

"tentang apa Tuan?." Iruka penasaran dengan jawaban sang Hokage.

"ketika seseorang yang dibenci dan dilupakan merasa terancam, sorot mata mereka berubah mejadi dingin dan menyeramkan.." ucap sang Hokage, Iruka teringat sesuatu setelah mendengar ucapan sang Hoakge.

'tatapan dingin waktu itu..' batin Iruka terbayang wajah datar dan sorot mata dingin Naruto yang terselimuti mantel pelindung chakra saat melawan Mizuki.

.

.

.

.

"Akhirnya kutemukan Kalian.." seru Ebisu dari dahan pohon ketika pandangan mendapati Naruto dan Konohamaru sedang beristirahat di batang pohon yang telah tumbang, pandanga Ebisu kembali menajam ketika melihat ekspresi Naruto yang waspada.'Huh! bocah itu..' batin Ebisu.

"Baiklah tuan muda!, mari kita pulang.." ucap Ebisu seketika sudah berada dibawah via shunsin.

"TIDAK AKAN.. AKU AKAN MENGALAHKAN KAKEK DAN MENDAPATKAN NAMA ITU SEKARANG JUGA!." bentak Konohamaru, sementara Naruto yang berada disampingnya hanya memasang wajah heran.

"untuk menjadi Hokage kau harus mengetahui segala aspek penting dan juga kau harus menguasai setidaknya 1000 jutsu ninja." Ucap Ebisu mencoba meyakinkan Konohamaru.

"Rasakan ini!.. Sexy no Jutsu!." Dengan cepat Konohamaru melakukan segel jutsu.

Poft!

Dari kepulan asap muncul sosok wanita muda seksi tanpa busana dengan pose menggoda, melihat hal itu Ebisu hanya bisa memasang ekspresi Jawdrop ala komikal..

"apa!?.. jutsu-ku tidak mempan!." Konohamaru terdiam ketika jutsu-nya tidak berhasil melumpuhkan Ebisu.

"Jutsu rendahan seperti itu tidak akan mempan Ninja elit sepertiku.." sanggah Ebisu sembari gemetar menahan sesuatu yang keluar dari hidungnya, tanpa basa-basi Ebisu langsung menarik paksa Konohamaru untuk pulang bersama-nya..

Sementara Naruto terdiam sejenak sembari melihat tingkah dua orang konyol menurutnya...

"Tuan muda!.. jika kau terus bersama orang bodoh itu maka kau akan tertular kebodohannya." Bentak Ebisu sembari berusaha menarik paksa Konohamaru..

"AKU TIDAK MAU!." Seru Konohamaru bersikeras untuk tetap ditempatnya sambil mencakar-cakar tanah.

"ini demi kebaikanmu dan masa depanmu nanti.. kalau kau mengikuti semua perkataanku maka itu akan menjadi jalan pintasmu menjadi Hokage.. Sekarang ayo pulang!."

Kage Bunshin no Jutsu!

Tercipta beberapa bunshin Naruto yang langsung mengundang perhatian Konohamaru dan Ebisu, dengan sombong Ebisu melepaskan syal Konohamaru lalu berhadapan dengan bunshin-bunshin Naruto..

"Jutsu murahan yang kau gunakan melawan mizuki sama sekali tidak akan berguna padaku, jangan remehkan Ninja tingkat tinggi.." ucap Ebisu memasang kuda-kuda bertarung.

"UWAAAAHH!.. HEBAT SEKALI, BOS!." Kagum Konohamaru ketika melihat Naruto mengeluarkan banyak bunshin.

"Henge!." Serempak bunshin Naruto mengucapkan itu yang langsung mengundang rasa curiga Ebisu..

"Ng!?."

Poft!

Seketika para bunshin berubah menjadi kumpulan wanita telanjang yang langsung mengerumuni dan menggoda Ebisu, sementara Ebisu sendiri membeku ditempat dengan wajah sangat bahagia, Konohamaru yang melihat hal itu terdiam ditempat dan dari jauh sosok Hokage ketiga memijit-mijit keningnya ketika melihat Jutsu tersebut lewat bola kaca..

Sontak Ebisu yang terbius jutsu tersebut langsung mengeluarkan darah cukup banyak dari hidungnya sembari terpental kebelakang ala komikal, ketika berhasil melumpuhkan Ebisu seketika jutsu tersebut menghilang dan menampilkan wajah Naruto yang tersenyum lebar..

"Hehe!.. kunamakan jutsu itu, Harem no Jutsu!."

"Sial!, bahkan aku sendiri tidak bisa mengalahkan sensei mata empat itu!.." seru Konohamaru dengan perasaan kagum."padahal aku ingin meraih nama yang akan diakui semuanya tapi kenapa jadi begini!." Bentak Konohamaru entah pada siapa.

Tong!

"Mana bisa semudah itu payah!." Bentak Naruto sembari menjitak puncak kepala Konohamaru."Hokage itu nama ninja terhebat yang diakui semua orang.. bahkan untuk mendapakan sebuah pengakuan aku harus menempuhnya dengan sangat sulit dan penuh darah, tapi setelah aku melewati semua itu aku mendapatkan pengakuan dari seseorang yang selama ini selalu memarahiku setiap saat.. kau harus mempersiapkan diri sebaik mungkin!." Ucap Naruto memberi nasehat pada Konohamaru.

"mempersiapkan diri sebaik mungkin!?." Beo Konohamaru, seketika angin berhembus pelan sembari membawa daun-daun hijau yang berguguran.

"karena tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan gelar Hokage.." ucap Naruto cengiran lebar andalannya, mendengar hal itu ekspresi Konohamaru seakan berkata 'keren'.

"Humph!.. mulai sekarang aku bukan lagi anak buahmu." Sejenak Konohamaru berbalik membelakangi Naruto sembari bersedekap namun tak lama setelah itu Konohamaru berbalik menghadap Naruto dengan senyum lebar sambil menunjukkan gigi-nya yang bolong."Mulai hari ini kita adalah Rival!." Ucap Konohamaru yang direspon senyum tipis Naruto.

"Maaf saja ya.. mulai besok aku sudah selangkah maju untuk menjadi ninja, tapi suatu saat aku akan bersedia menerima tantanganmu untuk memperebutkan gelar Hokage!.. akan kutunggu saat itu tiba, Konohamaru." Ucap Naruto.

Mendengar hal itu ekspresi Konohamaru berubah kagum mendengar kata-kata Naruto yang menurutnya keren ditelinganya, ditempat lain Hokage ketiga menyaksikan semua apa yang terjadi diantara mereka berdua..

Setelah itu Naruto pergi meninggalkan Konohamaru sembari melambaikan tangannya, seketika Konohamaru memberikan penghormatan salute kepada Naruto..

'jalan sebenarnya menjadi ninja baru saja dimulai, Naruto..' Batin Hokage ketiga sembari tersenyum lembut kearah bola kaca.

.

.

.

.

Di pagi hari tepatnya disebuah apertemen pemberian sang Hokage, terlihat Naruto tertidur dengan lelap sebelum sinar matahari mulai membangunkannya dari mimpi...

HUAAAHH!

Perlahan tubuh kecilnya bangun sembari menguap dan meregangkan semua otot-ototnya lalu ia berjalan dengan setengah sadar kearah kamar mandi namun pandangannya terbuka ketika melihat tanggal dan menunjukkan angka yang digaris berwarna merah sebagai hari spesial, melihat hari itu tiba seketika cengiran lebar terbingkai di wajahnya...

"hari ini adalah hari istimewa, jadi..." gumam Naruto kini sudah berada di meja makan sambil menunggu sarapan berupa ramen instan dan segelas susu sapi.

Setelah selesai sarapan dan mandi segera Naruto berkaca sembari mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan setiap hari lalu mengenakan penutup kacamata kebanggaannya sebelum pandangan Naruto menangkap pelindung kepala yang tergeletak di meja rias, perlahan Naruto mengambilnya sebelum senyum tipis membingkai di wajahnya...

.

Sesampainya di Academy Naruto terlihat bahagia sembari sesekali tersenyum lebar mandapati dirinya sekarang adalah Shinobi, saat ini Naruto tengah berada di kelasnya menunggu pengumuman pembagian kelompok..

"Hehehe~" tawa kecil dan senyum bahagia membingkai di wajah Naruto.

"Hah!?.. Naruto, sedang apa kau disini?, hanya orang-orang yang lulus saja yang boleh kemari." Ucap salah satu murid di kelas tersebut.

"Hey!, Hey! apa kau tidak lihat pelindung kepala ini?." jawab Naruto sambil menunjukkan pelindung kepalanya.

"Hey, kalian berdua.. bisakah kalian membiarkanku duduk di situ?." Sahut seorang perempuan dari arah belakang, seketika membuat Naruto dan murid tersebut melirik ke sumber suara.

'Ah!, Sakura-chan!.' Batin Naruto berbunga-bunga mendapati sosok yang ia idam-idamkan muncul.'mungkinkah dia ingin duduk disampingku?!.' Tambah Naruto dengan ekspresi orang mesum.

"Naruto! pergi dari situ! Aku ingin duduk dengan orang disampingmu itu." seru Sakura dengan nada meninggi.

Mendengar hal itu seketika Naruto menoleh kearah samping dan mendapati sosok pemuda yang menjadi pusat perhatian para wanita, dia adalah Uchiha Sasuke..

'Cih! dia bertingkah sok keren lagi, aku benci melihatnya seperti itu' Batin Naruto yang langsung melompat keatas meja sembari memandang benci Sasuke, melihat kejadian tersebut seisi kelas menjadi gaduh termasuk para perempuan yang mengidolakan sosok sasuke termasuk sakura..

"Mau apa kau pecundang?!.." ucap Sasuke datar didepan wajah Naruto.

"Teme!.. kau pikir kau siapa!." Balas Naruto dengan ekspresi tidak suka.

Keributan semakin riuh di kalangan para gadis sembari memberi peringatan pada Naruto untuk meninggalkan Sasuke sendirian...

"Bunuh dia Sasuke!."

"hajar saja bocah itu!."

"Naruto! jangan bertingkah bodoh, tinggalkan Sasuke sendiri!." Bentak Sakura melihat tingkah Naruto, saat itu juga kejadian paling bersejarah dimulai..

Dugh!

Salah satu murid yang berada didepan tanpa sengaja menyikut Naruto."ups!, maaf aku tidak sengaja." Ucap sang murid namun seketika seisi kelas menjadi hening saat mendapati Naruto dan Sasuke tanpa sengaja berciuman...

"Apa..." gumam Sakura melihat kejadian tersebut.

HEEEEEEEEEE!

Seketika Naruto dan Sasuke menjauh dengan raut wajah seperti tersedak ala komikal...

"Naruto Bodoh! akan kubunuh kau!.." seru Sasuke

"HOEK!... mulutnya bau." Balas Naruto sembari menjulurkan lidahnya ala komikal.

Deg!

'tunggu apa ini... aku merasakan Aura kebencian.' Batin Naruto dengan keringat dingin, sejenak ia menolehkan kepalanya dan benar saja Naruto mendapati dibelakang para gadis dengan aura kelam plus pandangan dingin nan menusuk...

"Maaf, Maaf.. aku tidak sengaja, Hehehe~."

Kretek! Kretek!

"Naruto Kau... Menyebalkan!." Gumam Sakura dengan ekspresi dingin sambil menyiapkan pukulan terbaiknya diikuti para gadis dibelakangnya..

"Eh!.."

Dan begitu-lah akhirnya hari-hari di Academy dimulai...

.

Terlihat kelas mulai kembali kondusif berkat kehadiran Iruka datang disaat yang tepat, sementara Naruto terduduk dengan kondisi babak belur akibat dipukuli oleh para gadis berkat kejadian bersejarah yang tak terlupakan...

"Mulai hari ini kalian bisa menyebut diri kalian seorang Ninja dan tingkatan kalian adalah seorang Genin.. jalan panjang yang sangat sulit akan segera kalian hadapi... kalian akan mendapat misi melindungi desa, jadi hari ini aku akan membuat team yang terdiri dari 3 orang dan masing-masing akan di bimbing seorang Jounin.. kalian harus mematuhi petunjuk furu kalian agar dapat menyelesaikan misi dengan baik." Jelas Iruka didepan kelas.

Mendengar penjelasan Iruka kini terdengar gumaman-gumaman di sekitar mereka termasuk Naruto, Sakura dan Sasuke...

'Cih!, tiga orang.. semoga mereka tidak merepotkanku.' Batin Sasuke sembari bertopang dagu dengan ekspresi datar.

'aku harus satu team dengan Sasuke-kun.' Batin Sakura dengan aura berkobar.

'hmmm~ aku ingin satu team dengan Sakura-chan tapi tidak dengan Sasuke..' semnetara Naruto hanya memasang ekspresi santai.

"kekuatan masing-masing team akan kami buat seimbang.." tambah Iruka sebagai pengingat.

APAAAAA!

"Jadi kami tidak bisa memilih sendiri team yang akan kami buat!?.." sahut salah satu Murid dibelakang..

"Ini sudah menjadi keputusan kami semua, ingat itu baik-baik.." balas Iruka.

Akhirnya pemilihan team dimulai sesuai dengan daftar yang Iruka bawa, semua murid sudah ditentukan team-nya dan kini giliran satu team yang tersisa...

"berikutnya Team 7... Haruno Sakura, Uzumaki Naruto.." ucap Iruka dengan nada agak tinggi.

"YEAH!.." seketika Naruto bangkit kegirangan mendapati dirinya satu team dengan Sakura sementara Sakura terlihat murung karena berakhir dengan Naruto..

"dan Uchiha Sasuke.."

"HORE!.." dan kedaaanya tinggal dibalik saja masing-masing ekspresi Sakura dan Naruto sementara Sasuke sedikit terkejut mendengarnya..

Melihat dirinya berakhir satu team dengan orang yang ia benci Naruto bangkit dari tempat duduknya."Iruka-sensei, kenapa aku harus satu team dengan orang menyebalkan seperti dia!?." Seru Naruto sambil menunjuk kearah Sasuke.

"Dengar ya, Sasuke adalah yang terbaik diantara 27 genin sementara kau adalah yang terburuk diantara 27 genin.. sekarang kau paham!?, kami melakukan ini agar kekuatan team seimbang." Jelas Iruka pada Naruto.

"Huh!, dasar bodoh... jangan memperlambatku." Gumam Sasuke yang terdengar ke telinga Naruto.

"Grrrr!, kau bilang apa!?..."

"HEY!, BERHENTI NARUTO!..."

Melihat pertengkaran kecil team 7 Iruka hanya bisa menghela nafas sembari memijit keningnya sembari memandang lesu...

'kurasa ini tidak akan berjalan dengan baik jika ada Naruto... Hah~' batin Iruka.

"baiklah, nanti siang kalian akan bertemu dengan Jounin kalian untuk diberi pengarahan.. sekarang kalian istirahat dulu." ucapan Iruka menjadi akhir dari sesi pembagian team di kelas tersebut..

Di salah satu atap bangunan Konoha terlihat Naruto sedang menikmati makanannya dengan raut wajah kesal, ia tidak terima jika harus satu team dengan Sasuke...

"sign~ Sial!, Sial!.. kenapa aku harus satu team dengan Sasuke sialan itu!.." gerutu Naruto dengan semangat membara mengigit roti isi atau biasa disebut Sandwich.

'Rengekkan-mu membuatku sakit kepala, bisakah kau diam sejenak dan berhenti menggumamkan nama Uchiha!... sungguh kepalaku sakit setiap kali kau mengucapkan nama si Uchiha sialan itu..'tiba sebuah suara berat seperti monster berdengung di kepala Naruto.

"Heh! siapa itu!... cepat tunjukkan tunjukkan wajahmu." Seru Naruto entah pada siapa sambil menoleh ke kiri dan ke kanan ala komikal.

'Cih! kau berisik sekali bocah!... jika kau ingin melihatku pejamkan matamu.'Perintah suara tersebut pada Naruto, mendengar hal itu segera Naruto memejamkan matanya.

Tiba-tiba Naruto merasakan sensasi dirinya terseret ke sebuah lorong seperti gorong-gorong, setelah dirasa cukup lama memejamkan mata Naruto langsung membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah lorong yang lembab dan minim pencahayaan.

"Dimana ini?!." gumam Naruto.

"Hey! Bocah!.. kemarilah!."Dari ujung lorong terdengar suara monster yang menyuruh Naruto mengikuti asal suaranya, tanpa rasa takut Naruto segera mengikuti lorong tersebut hingga akhirnya Naruto mendapati sebuah jeruji besi dengan kertas segel di tengah...

"Eh!?.. apa itu?." Naruto memandang heran jeruji besi raksasa didepannya.

Seketika muncul seperti gumpalan chakra merah keluar dari jeruji tersebut dan membentuk sebuah kepala rubah merah dengan sorot kedua mata tajam dan seringai lebar yang menampakkan deretan gigi tajam...

"Akhirnya kita bertemu, Bocah..." ungkap sang Monster ekor 9 bernama Kyuubi, bukannya terkejut Naruto malah menatap tajam monster yang bersemayam di tubuhnya.

"jadi kau yang bernama Kyuubi, monster ekor 9 perusak desa Konoha.." ucap Naruto dengan tatapan dingin, seketika mantel pelindung Chakra milik naruto mulai menyelimuti seluruh tubuh Naruto...

"HEH! jadi kau ingin bertarung rupanya!?.. aku siap meladeni bocah tengik seperti-mu!..."

Seketika gumpalan chakra berbentuk kepala Kyuubi menghilang dan tergantikan sosok Raksasa dengan aura merah menyeruak dibalik jeruji besi berserta 9 ekor berkibar dengan liar...

GROAAAAARRRRRRR!

Auman Kyuubi menimbulkan terjangan angin yang sangat dahsyat namun Naruto yang terselimuti mantel Chakra tidak bergeming sedikit dengan auman Kyuubi, melihat Naruto menatap dingin seketika senyum lebar Kyuubi tercipta...

"Heh! kau jadi sombong berkat mantel yang melindungi-mu itu, Naruto Uzumaki!.." ujar Kyuubi menatap remeh Naruto, tanpa sadar mantel yang menyelimuti Naruto seketika menghilang.

"Engh!? Apa yang terjadi?.." ujar Naruto celingak-celinguk ala komikal dan tanpa sengaja pandangannya mengarah pada sosok besar dibalik jeruji besi."UWAAAAHHHH!... Si-si-siapa kau!?." Panik Naruto hingga terjerembat kebelakang sambil menunjuk monster ekor 9 yang terkurung dibalik jeruji.

'begitu rupanya, bocah ini berubah menjadi sosok yang berbeda ketika mantel misterius itu muncul...' batin Kyuubi menganalisa kekuatan misterius Naruto."berhenti terkejut seperti itu! dasar payah!.." bentak Kyuubi pada Naruto, mendengar hal tersebut Naruto tersadar dari rasa paniknya lalu bangkit dari posisinya..

"Wah~ jadi semua itu ulahmu yang menyebabkan aku dijauhi oleh semua orang." Tanya Naruto dengan tampang polos menatap Kyuubi tanpa rasa takut.

"BWAHAHAHAHA!, benar sekali bocah tengik!.. aku yang menyebabkan hidupmu sengsara dan membunuh semua orang didesa termasuk kedua orang tuamu, kau mau apa?!.. membunuhku?!." dengan seringai membunuh Kyuubi mulai mengintimidasi Naruto, mendengar hal itu sejenak Naruto menundukkan wajah disertai air mata yang jatuh ketika mendengar pernyataan Kyuubi telah membunuh kedua orang tua Naruto.

"Ja-jadi kau yang membunuh kedua orang tuaku..." gumam Naruto, Kyuubi yang mendengarnya menyeringai lebar karena berhasil menghasut Naruto agar membencinya dan memanfaatkan kebencian Naruto...

'Bagus! Dengan begini rencana-ku akan,-'

"WAHAHAHAHA! Meski aku kehilangan kedua orang tua-ku tapi setidaknya kau menjadi tawananku dan terjebak di dalam tubuhku, Blee~ dasar monster payah! Monster bodoh!." Seru Naruto sambil mengejek Kyuubi dengan mengarahkan pantatnya sambil menepuk-nepuk kearah Kyuubi sembari menjulurkan lidahnya plus wajah aneh yang dibuat-buat..

"Eh!?.." sementara ekspresi Kyuubi melongo ala komikal mendapati kebencian yang tadinya menyelimuti Naruto seketika menghilang..

"DASAR BOCAH TENGIK!, BERANI SEKALI KAU MENGHINAKU SEPERTI ITU!... KEMARI KESINI SUPAYA AKU DAPAT MENGHANCURKAN SEMUA TULANG KECIL-MU YANG TAK BERGUNA ITU!." seru Kyuubi disertai angin kencang menggelegar namun Naruto yang memandang hal tersebut seperti tidak terpengaruh malah Naruto tertawa terpingkal-pingkal yang langsung membuat Kyuubi geram...

"BWAHAHAHAHAHA! Apa-apaan itu!?... BERANI SEKALI KAU MENGHINAKU SEPERTI ITU~, Bwahahahaha!." Ejek Naruto semakin menjadi.

Melihat kejadian itu tercipta perempatan di kepala Kyuubi, karena kemarahan plus kekesalan yang memuncak langsung saja salah ekor Kyuubi dihentakkan ke lantai hingga membuat tempat tersebut terguncang...

GRUNNNNNGGGG!

Berkat satu hentakan ekor ketanah tertawaan Naruto akhirnya berhenti...

"Dasar bocah tidak tahu diri!, kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan!... apa kau tidak benci dengan keberadaanku yang menyebabkan seluruh desa membencimu!?, apa kau tidak punya hati!?." Bentak Kyuubi langsung menyebabkan keheningan diantara keduanya.

"Hehehe~ maaf, jujur saja saat kau mengatakan telah membunuh kedua orang tuaku perasaanku seperti tercabik-cabik dan lagi karena kau aku dibenci oleh seluruh penduduk desa... tapi entah kenapa semua rasa marah dan benci yang ada didalam diriku seketika menghilang dan tergantikan sesuatu perasaan yang hangat hingga membuatku merasa nyaman... mungkin itu sebabnya aku tidak takut dengan wujud aslimu dan terima kasih karena sudah mau repot-repot menarikku kesini untuk sekedar bercanda... HIHIHI~." ucap Naruto diakhiri dengan senyum lebar yang menampilkan deretan gigi putih yang mengkilap.

Seketika Kyuubi terdiam skakmat melihat senyum lebar Naruto, entah kenapa Kyuubi seolah terpengaruh dengan ucapan Naruto hingga seringai iblis andalannya menghilang, sontak Kyuubi langsung membalikkan tubuhnya dan membelakangi Naruto...

"Pergilah bocah tengik!, kau membuatku kesal saja!." Bentak Kyuubi yang langsung membuat Naruto terheran.

"eh!? Kau mengusirku?!.. padahal kita baru saja bertemu." gumam Naruto dengan lesu.

"dasar payah! kau bisa kemari kapan saja kalau kau mau... lagipula aku terjebak disini dan tidak bisa kemana-mana, dasar bocah edan!." Bentak Kyuubi kali ini mendengus kesal.

"Eh! sungguh!?.." seru Naruto dengan ekspresi berbinar-binar.

'Hah! ternyata dia lebih bodoh dari yang kukira..' batin Kyuubi sembari memijit keningnya tanpa mengindahkan pandangan bersinar Naruto.

"Kalau begitu mulai sekarang kau adalah temanku!.. HEHEHE~." Deklarasi Naruto sambil mendekat kearah jeruji besi dan mengarahkan kepalan tangan.

Sejenak Kyuubi sedikit melirik kearah Naruto yang tersenyum sambil mengerahkan kepalan tangan di seberang jeruji besi, entah kenapa perasaan aneh muncul tiba-tiba dan mengurungkan niat buruknya pada Naruto...

"Ya~ Ya~ terserah apa katamu, sudah sana pergi dan jangan ganggu aku..." bentak Kyuubi masih dengan posisi membelakangi Naruto, sementara Naruto yang diseberang jeruji besi tersenyum lebar dan menurunkan kepalan tangannya.

"YOSH! Dengan ini kita resmi berteman... ngomong-ngomong bagaimana caranya aku keluar dari sini?." Ucap Naruto sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah mencari pintu keluar, melihat tingkah Naruto seperti maling yang sedang mencari jalan keluar Kyuubi mendengus kesal melihat kebodohan Jinchuriki-nya..

"coba kau benamkan wajahmu kelantai.." saran kyuubi sambil tertawa kecil..

"Maksudmu seperti ini.." dengan polosnya Naruto mengikuti saran Kyuubi yaitu menenggelamkan wajahnya ke lantai yang berair...

Byuurrr!

"UWAAAHHH!, Eh!?.." seketika Naruto tersadar dengan keringat membasahi wajahnya, sejenak Naruto memandang tangan kanannya lalu pandangannya ia edarkan kesekitar."syukurlah aku sudah kembali." Ucap Naruto dengan perasaan lega melihat dirinya kembali dari alam bawah sadarnya, jika tidak maka ia akan terjebak bersama Kyuubi seharian...

"sebaiknya aku kembali ke akademi, mungkin saja Sakura dan Sasuke sedang menunggu.." gumam Naruto sambil membereskan sisa makan siannya lalu pergi ke Akademi.

.

.

.

Sementara itu di tempat tinggal Naruto terlihat dua orang yang sedang memeriksa ruangan Naruto yang berantakan dan seperti tak terurus dengan baik...

"jadi disini Naruto tinggal?." Tanya seorang Jounin dengan masker dan pelindung wajah menutupi sebagian mata kirinya.

"iya." Jawab sang Hokage merespon perkataan sang Jounin.

"susu ini sudah kadaluarsa, jika terminum bisa-bisa dia.." gumam sang Jounin masih memandang tanggal kadaluarsa kotak susu sapi.

"Naruto memang anak yang ceroboh, karena itu aku memilihmu sebagai pembimbingnya... disamping itu juga team yang akan kau bimbing juga terdapat Uchiha Sasuke yang terkenal itu, semoga beruntung." Ucap sang Hokage pada sang Jounin.

"baik." balas sang Jounin dengan tampang malas.'sepertinya ini akan sangat merepotkan..' batin sang Jounin sambil membayangkan seperti apa gambaran team yang akan ia bimbing.

.

.

.

Chapter 02 End...


Note : kurasa untuk Chapter bagian 2 cukup sampai disini, sekali lagi terima kasih sudah mengikuti fic-ku ini bagi para pembaca yang terhormat mau meluangkan waktu kalian untuk membaca fic-ku ini. jangan lupa untuk meninggalkan Review kalian untuk saran dan kritikan karena masukan kalian sangat membantu untuk perkembangan Author. sekian dari-ku dan sampai jumpa di update selanjutnya..

Arigatou!