Anti Sensei Horn
Percobaan ke-1
"Bovino"panggil Karasuma sensei saat pelajaran olahraga. "Ini senjata yang kau minta"ucapnya sambil memberikan sebuah box yang berisikan sepasang tanduk.
"Sudah jadi rupanya,kau yakin mainan ini akan berhasil?"tanya Lambo.
"Sangat,lagipula pisau Anti Sensei milikmu sudah membuktikannya kan?".
"Bukan itu maksudku..."ucap Lambo sambil membawa box itu kedepan murid kelas yang penasaran apa yang diberikan Karasuma Sensei.
Lambo mengambil tanduk itu dan memasangnya ke kepalanya,dia melakukan itu agak jauh dari tempat kelas E berdiri. "Thunder Set"Ucap Lambo.
Seketika petir hijau mengenai Lambo dan membuat itu hangus. Tidak seperti tanduk lamanya,tanduk Anti Sensei itu tidak bisa menyimpan listrik,dan akhirnya hancur. Karena itu,petir juga mnyambar Lambo dan membuatnya gosong,tapi dia sudah terbiasa dengan itu sehingga dia tidak apa-apa.
Tidak mempedulikan kepanikan teman sekelasnya,Lambo hanya berjalan kearah Karasuma Sensei dan memberikan serpihan plastik gosong itu padanya. "Sensei,untung saja itu aku,bukan orang lain,bisakah kau pastikan tanduk ini sanggup menahan petir?"tanya Lambo.
'Tentu saja itu tidak mungkin!'pikir semua murid kelas E
Percobaan ke-2
Lambo sedang tiduran di rumput di bawah sejuknya angin musim gugur yang hampir membuatnya tertidur. Sampai akhirnya Nagisa membangunkannya.
"Lambo kun,Karasuma sensei memanggilmu"ucapnya.
Lambo memang mengizinkan orang-orang untuk memanggil namanya,dan bukan nama keluarganya,sehingga akhirnya,pada minggu kedua dia di Class E,semua orang akhirnya memanggilnya Lambo,kecuali seorang Karasuma Sensei.
"Ada apa?apa itu tentang Tanduk itu lagi?"tanyanya sambil berdiri dan membersihkan rumput yang menempel pada pakaiannya.
"Yah...dia bilang begitu"jawab Nagisa.
Lambo akhirnya pergi ke ruang guru tempat Karasuma Sensei berada. Nagisa yang penasaran mengikutinya,toh dia tidak dilarang.
Didalam ruang guru,terlihat Karasuma sensei sedang menunggunya.
"Aku sudah menggabungkan material anti sensei dengan sesuatu yang mirip bahan anti 'api' mu,cobalah"ucap Karasuma sambil memberikan sepasang tanduk yang baru.
"Tentu"balas Lambo. Dia langsung melompat keluar lewat jendela dan melakukan hal yang sama seperti kemarin.
"Thunder Set".
Petir menyambar tanduk itu,well,itu hangus terbakar,setidaknya hanya setengahnya.
"Sensei,kau bilang ini dari bahan yang mirip bahan anti api kan?"tanya Lambo sambil melempar produk gagal itu jauh-jauh.
"Yeah,aku tak bisa mendapat yang asli"jawab Karasuma sambil mengetik laporan tentang percobaan kedua yang gagal.
Lambo melompat kembali kedalam ruangan. "Bagaimana kalau kau hubungi email ini?dia akan memberimu material anti 'api'gratis,katakan saja itu permintaan Kaminari sama"ucapnya sambil memberikan sebuah kertas bertuliskan sebuah alamat email.
"Baiklah,akan kucoba"balas Karasuma sambil menerima kertas itu.
Percobaan ke-3
Lambo memegang tanduk barunya,kali ini,dia akan mengujinya didepan seluruh anggota kelas E,Karasuma sensei,Koro Sensei,dan Bitch Sensei.
"Aku sudah melakukan apa yang kauminta,kuharap ini terakhir kalinya kita menguji ini"ucap Karasuma.
"Nurufufu,mari kita lihat apakah benda itu bisa membunuhku"ujar Koro Sensei.
"Aku sudah menghitungnya,kemungkinan berhasilnya adalah 78 %!" ucap Ritsu.
Lambo hanya tersenyum mendengarnya,dia memegang tanduk itu erat-erat,bersiap memasangnya.
"Tahukah kalian semua,tugas bagi penjaga petir?"tanya Lambo. "Menjadi penangkal petir bagi keluarga".
Semua orang kecuali Bitch sensei dan Koro sensei tidak mengerti ucapan anak bermata hijau itu. Apa maksudnya dengan penangkal petir?.
Lambo menyeringai,dan dia memasang tanduk itu. "Thunder Set". Tanpa ada awan atau hujan,sebuah petir besar menyambarnya. Lambo masih tetap berdiri,tidak tumbang atau gosong. Kedua tanduknya dipenuhi oleh listrik.
"Elettrico Cornata"Dengan secepat kilat,Lambo menyerang Koro Sensei,yang bahkan tidak sanggup dihindarinya,membuat dua lubang besar pada tubuh Koro Sensei.
"Kelihatannya itu berhasil,jangan khawatir,Koro Sensei,aku tidak akan membunuhmu,untuk sekarang"ucap Lambo.
"Hei,itu jahat sekali,Lambo kun!menjadikan gurumu sebagai obyek percobaanmu!"teriak Koro Sensei.
"Anggap saja itu pembalasan karena memakan manisanku,bweeee!"Lambo menjulurkan lidahnya pada Koro Sensei. Lalu dia berbalik menghadapi teman-temannya yang memiliki banyak pertanyaan untuknya.
"Hei,itu keren sekali,Lambo!".
"Kau boleh juga,Ushi".
"Kau tahu,kau mungkin bisa membunuhnya dengan itu!".
Lambo tertawa,Mungkin Kelas ini tidak terlalu buruk.
TBC
Happy New Year!
