Gyuudon and the children.

"Kenapa aku harus melakukan hal ini???"ujar Lambo saat pipinya ditarik-tarik dan rambutnya diacak-acak oleh anak-anak. "Aku bahkan tidak ikut membuat masalah seperti kalian..."dia merasa terganggu oleh anak-anak itu.

"Maafkan kami...,kalian yang tidak ikut juga bahkan ikut terkena masalah"Balas Nagisa.

Ya benar,kemarin,sebagian besar anak kelas E melakukan parkour di atap-atap rumah dan tidak sengaja mencelakakan seorang kakek tua pemilik sebuah TK kumuh. Imbasnya,mereka semua dilarang belajar untuk ujian dan mereka harus menggantikan tugas kakek itu sampai dia sembuh.

Lambo sendiri bahkan tidak mau repot-repot melakukan itu. Reborn akan membunuhnya jika dia berani menunjukkan keahlian 'Hitman'nya di tempat umum. Tapi nasib,dia juga ikut kena getahnya.

"Aku dengar kalian semua juga ikut ditampar oleh KoroSensei"ucap Nagisa.

"Yeah...Tako Sensei bilang tidak akan adil jika semua orang tidak diperlakukan sama,walau begitu...itu bahkan tidak terasa sakit!"balas Lambo saat ada anak kecil naik ke bahunya.Akhirnya,dia terpaksa menuruti anak-anak itu untuk bermain kejar-kejaran.


Gyuudon"Ne,Lambo nii,cincin apa itu?boleh ku pinjam?"tanya seorang anak kecil seraya menunjuk tangan kiri Lambo.

"Tidak,tidak boleh!!ini cincin mahal!!!tidak ternilai harganya!!!"jawab Lambo. Ya jelas,untuk mendapatkannya,dia harus tersambar petir saat melawan seorang pria jelek. Lalu untuk mempertahankannya,dia harus melawan sekumpulan dinosaurus. Baginya sekarang,cincin ini sudah seperti bagian dirinya sendiri. "Daripada memainkan benda ini,bermain saja dengan sapi ini, Gyuudon!!"didepan halaman,muncul seekor banteng yang memakai zirah.

"Ini Gyuudon,dia tidak akan menyakiti kalian,ayo,siapa yang mau menaikinya?"tawar Lambo kepada semua anak-anak disana. Tiga orang anak kecil menerima tawaran itu dan kini mereka asyik duduk diatas banteng yang berlari itu.

Sementara Lambo mengawasi mereka,dia mendengar suara dari Terasaka,Maehara,dan Karma.

"Yeah!kami menang!kau harus mentraktir kami berdua,Terasaka!"ucap Maehara dengan gembira,sementara Karma hanya mengeluarkan senyum khas nya saja.

"Sialan!"balas Terasaka.

Lambo yang penasaran akhirnya mendatangi mereka. "Apa yang kalian bicarakan?"tanyanya kebingungan.

"Yaah,kau tahu,sapi adalah ciri khas mu kan,Ushi?"ucap Karma.

"Kami membuat taruhan apakah peliharanmu itu sapi atau bukan,dan aku dan Karma menang"ucap Maehara.

"Yare-yare kalian ini,membuat taruhan yang sangat tidak berguna,dan Gyuudon itu banteng,bukan sapi,idiot!"Ucap Lambo,lalu meninggalkan mereka.

Mendengar itu,Terasaka langsung mengklaim kemenangan. "Dengar itu,Maehara!?itu Banteng,bukan sapi!!"ucap nya.

"Yah,pada dasarnya,mereka tetap jenis yang sama,kan?"tanya Karma.

"Semenit yang lalu kalian yakin itu sapi,bukan banteng!!!!".


After two Week.

Nagisa,Sugino,dan Okajima sedang berjalan dengan lesunya. Mereka bertiga melewati gedung utama,dan dicegat oleh lima orang siswa dari gedung utama.

"Kalah telak ya?"sapa Asano.

"Kami bahkan tidak perlu repot-repot menendang pantat kalian di Boutaoshi kemarin!".

Memang benar,mereka tidak sempat belajar sehingga sebagian besar siswa kelas E ditendang dari peringkat atas.

"Bahkan tidak bisa berkata apapun ya?,ya itu sudah jelas sih".

"Di sekolah ini,peringkat adalah segalanya,mereka yang berada di bawah tidak berhak mengomentari yang berada di atas".

Mereka bertiga sudah siap dicemooh hingga seorang pria berambut merah masuk kedalam pembicaraan mereka,diikuti dengan seorang pemalas yang tidak ingin berada disana dan hanya ingin pergi tidur.

"Kalau begitu,kalian juga tidak berhak mengomentariku kan?"ucap Karma,yah,peringkatnya memang telah bertambah drastis dari 13 ke 2.

"Itu juga berlaku untukku"ujar Lambo,bahkan tanpa berusaha keras,dia bisa lulus ujian dengan mudah. Bersama Asano,dia menduduki peringkat 1,seluruh nilainya memiliki angka yang sempurna.

'Karma kun,Lambo kun'batin Nagisa.

Sementara itu,Koro sensei yang mengamati mereka dari atap hanya tersenyum. "Hanya ada dua orang siswa yang tidak terpengaruh oleh pembelajaraan di luar kelas selama dua minggu"gumam Koro Sensei sambil mengambil teropong opera nya. "Kegiatan belajarmu secara diam-diam di musim panas,Karma kun,dan kebiasaanmu membaca buku pelajaran karena bosan,Lambo kun,kalian pikir itu tidak bisa lolos dari indra sensei?".

"Yah walau guru-guru bilang kalau tidak peringkat satu itu percuma sih..."ujar Karma sambil melihat kertas hasil ujiannya.

"Hei,jangan menyalahkanku,bukan salahku kalau aku terlalu pintar,aku bahkan tidak belajar untuk ujian kali ini"ucap Lambo,sengaja membuat mereka marah.

Asano memandangi Lambo,' Bovino Lambo...dia sempurna dalam segala aspek,jenius dan tidak berkelakuan buruk,terlepas dari sifat pemalasnya,mengapa kepala sekolah memasukkannya ke kelas E?"pikirnya.

"Sekarang,pergi kalian semua,ini perintah dari si peringkat atas!"ucap Lambo,secara tidak langsung dia sebenarnya mengejek mereka semua.

"Sombong juga kau,Ushi,lihat saja,akan kuambil tempat itu darimu"ucap Karma pada Lambo yang besar kepala

"Heh,coba saja!"balas Lambo seraya pergi meninggalkan mereka semua.

TBC~~~