Lambo sedang berjalan kaki melewati gedung utama,dia melihat kesekeliling. Sekolah sudah sepi,tentu saja,ini sudah lewat 30 menit dari waktu pulang sekolah. Dia tadi pulang telat karena membantu Karasuma Sensei mengetik dokumen.
Itu bukan masalah baginya,sudah menjadi keharusan bagi para Vongola Guardian untuk bisa membuat dokumen atau laporan tentang misi yang mereka jalani. Karasuma Sensei tidak bisa melakukannya sendiri karena dia disibukkan oleh tugas yang lain. Sungguh keajaiban Lambo yang pemalas bersedia membantunya tanpa mengharap imbalan.
Saat dia terus berjalan,dia lalu melihat seseorang sedang berdiri tidak jauh darinya. Asano,kelihatannya dia sedang menunggu Lambo. Lambo tidak mempedulikan nya dan terus berjalan,hingga akhirnya Asano memanggilnya.
"Bovino",panggilnya. "Sungguh tidak sopan,bukankah setidaknya kelas E harus memberi hormat pada siswa dari gedung utama?".
Lambo mengangkat alis, "aku baru tahu kalau anak kepala sekolah itu gila hormat,dan ngomong-ngomong,bukankah aku belum pernah memberitahumu namaku?"ucap Lambo ketus.
"Hahaha,aku cuma bercanda"Asano tertawa,tunggu,sejak kapan dia menjadi begitu ramah pada kelas E?.
"Ada apa?bukankah kau seharusnya menjelek-jelekkan anak kelas E sepertiku?"tanya Lambo,ya ampun,dia sudah sangat ingin pulang.
"Kau berbeda,aku masih belum mengerti mengapa Kepala Sekolah memindahkanmu ke kelas E,jadi,Bovino,pindahlah ke kelas A!"pinta Asano,wajahnya masih arogan seperti biasanya.
"Ogah"tolak Lambo sambil membalikkan badannya.
"Baiklah,bagaimana kalau begini,selama 2 minggu,kau akan tinggal sementara dikelas A,lalu setelah itu,aku akan tinggal sementara selama 2 minggu di kelas E"tawar Asano. Sungguh penawaran yang pasti akan ditolak oleh Lambo. Apa yang dipelajari oleh kelas E itu seharusnya rahasia negara,penduduk sipil seperti Asano seharusnya tidak menjalani nya.
"Aku tahu arti penawaranmu ini,kau ingin aku pindah ke kelasmu,dan mengetahui rahasia kelas E kan?,melempar dua burung dengan satu batu,dan akulah batunya"balas Lambo. "Dengar,BakaSano,apa yang terjadi di kelas E bukanlah urusanmu,sebaiknya kau tidak terlibat dengan itu!"Lambo meninju Asano,yang tentu saja ditangkis olehnya.
"Baiklah kalau begitu,sebagai balasannya,aku akan meminta kepala sekolah untuk memperbaiki gedung kelas E!"ucap Asano,sambil melepaskan tangan Lambo.
"Heh,ahahaha!bodoh sekali!dengar Asano,keluargaku adalah pemilik perusahaan no.1 di dunia,pekerjaanku juga membuat saldo rekeningku menggila,aku bisa memperbaiki gedung bobrok itu kapanpun aku mau,apa untungnya tawaranmu bagi kelas E?"balas Lambo sambil mengejek.
"Baiklah,lalu apa yang akan membuatmu melakukan itu?"tanya Asano.
Lambo berpikir sejenak, "Hm,akan kubicarakan dengan yang lain,jangan kaget kalau proposal mu ditolak"Setelah itu diapun pergi meninggalkan Asano sendirian.
Esoknya,di Kelas E
"Jadi Asano ingin membuatmu masuk ke ke kelas A,dan mengetahui rahasia kita?"tanya Isogai.
"Yeah"Lambo mengangguk. "Sudah jelas bukan?aku ini pintar,dan bukan tipe berandalan seperti Karma,jadi tentu saja mereka menginginkanku!"Lambo menyombongkan dirinya,sepertinya dia kembali menjadi dirinya yang dulu.
"Kau mengejekku ya?AhoUshi?"Ujar Karma sambil mencengkeram kepala Lambo kuat-kuar,di tangan kirinya ada sebuah saus wasabi dan cabai bubuk.
"Cotto,Karma kun!"ujar Nagisa,mencoba menghentikan Karma.
"Yah...kami tidak masalah membiarkan mu menetap sementara disana,tapi masalahnya..."ucap Maehara,tangan kanannya memegang dagunya,pose khas orang berpikir.
"Asano,dia tidak boleh mengetahui rahasia kelas ini"lanjut Kataoka.
"Ne,ne,bagaimana kalau kita blackmail dia setelah itu agar tidak memberitahu siapapun!"usul Karma,yang pastinya...nakal. "Atau kita minta kementerian pertahanan untuk menghapus ingatannya!".
"Ide yang gila!,kau pikir di bisa takut oleh Blackmail?dan tentu saja kementerian pertahanan tidak bisa seenaknya menghapus ingatan orang!lagipula,aku tidak mau ada si brengsek itu disini"tolak Terasaka mentah-mentah.
"Bagaimana menurutmu,Karasuma Sensei?"tanya Isogai pada Karasuma yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
"Yah,kurasa mengizinkannya belajar disini adalah keputusan yang buruk,tapi mengetahui kemampuannya dalam segala hal,mungkin dia bisa membantu kalian dalam misi pembunuhan"jawab Karasuma.
"Dia benar,rekan apapun selalu dibutuhkan untuk membantu menyukseskan pembunuhan"tambah Irina yang berada di samping Karasuma.
"Lalu,tentang imbalannya,katamu Asano akan memberikan apapun kan?"tanya Nakamura.
"Minta saja dia untuk tidak menjawab soal apapun di ujian!"ujar Karma, jiwa nakalnya selalu tumbuh disaat saat seperti ini. Dan tentu saja,tidak ada seorang pun yang meng 'iya' kannya.
"Bagaimana kalau begini,kita minta agar diskriminasi terhadap kelas E dihentikan!dan kalian diizinkan untuk memakai fasilitas sekolah lagi!"ucap Korosensei.
Semua orang setuju,dan Lambo berpikir,apa yang akan dia lakukan untuk membuat guru di gedung utama kesal. Untuk saat ini,dia menjadi lebih nakal daripada Karma. Tanpa sadar,seringainya tiba-tiba muncul,membuat kaget semua orang.
"Apa?"tanya Lambo,kembali ke wajahnya yang semula.
"Seringaimu itu...Lambo,jangan bilang kau merencanakan sesuatu yang lebih buruk dari keisengan Karma"ucap Sugino.
"Jangan khawatir,ini hanya akan sedikit berlebihan"balas Lambo.
Dan mendadak semua orang khawatir terhadap murid di gedung utama,kau tahu,Lambo yang iseng itu setara eengan seratus Akabane Karma.
Di Kantor Kepala Sekolah."Sungguh suatu kekonyolan,kau pikir aku akan mengizinkan itu hanya untuk membiarkanmu mengetahui semuanya?"kata Kepala Sekolah kepada anaknya,Asano.
""Kata-katamu itu jelas-jelas memberitahu kalau kamu menyembunyikan sesuatu,kepala sekolah. Lagipula,sejak awal aku merasa aneh,bukankah seharusnya kau menempatkan Bovino di gedung utama?"tanya Asano pada ayahnya. "Itu membuat semua orang bertanya-tanya apa yang salah dengan dirimu,kepala sekolah".
"Sudah kubilang bukan?itu bukan urusanmu"jawab Kepala Sekolah.
Asano melipat tangannya,"Itu jelas-jelas termasuk urusan ku,sebagai seorang penguasa,sudah seharusnya aku memperhatikan rakyat dibawahku".
"Aku sudah memberitahumu,jangan pernah terlibat dengan kelas E,itu akan membuat hidupmu repot".
"Dan atas dasar apa kau mengatakan itu,Kepala Sekolah?".
Kepala Sekolah menghela nafas," baiklah kalau begitu,lakukan sesukamu".
"Terimakasih atas waktunya"balas Asano sambil membungkuk,lalu dia pergi dari sana.
Pada hari senin,Nagisa dan Kayano mengantar Lambo ke gerbang gedung utama.
"Kami hanya bisa sampai sini,sampai ketemu,Lambo kun"ucap Nagisa.
"Pastikan ejek mereka di muka!"pinta Kayano.
"Yeah,sampai jumpa nanti sore"Pamit Lambo,dia melambaikan tangannya sementara mereka berpisah. Lambo ke gedung utama dan Nagisa serta Kayano ke kelas E.
Lambo berjalan memasuki gedung itu,sementara siswa lain memperhatikannya. Tentu saja,dia sengaja tidak memakai seragam yang benar hari ini,tidak seperti biasanya,kali ini Lambo mengenakan kemeja cetak sapi dengan kerah yang dikeluarkan dari jas yang menutupinya,dan bajunya pun tidak dimasukkan ke celana. Tanpa dasi dan kancing atas tidak dipasang.
'Persegan dengan aturan,toh aku tidak berniat pergi dari kelas E'pikir Lambo sambil berjalan melewati kerumunan orang.
Samar-samar dia bisa mendengar suara orang membicarakannya dibelakang.
"Siapa dia?".
"Kudengar dia siswa Kelas E yang diizinkan bebelajar sementara di kelas A!".
"Eh...pantas saja,dia terlihat sangat berantakan!kenapa kepala sekolah mengizinkannya?".
"Kau tidak tahu?dia Bovino Lambo yang menempati rank pertama di ujian bersama Asano san!".
Lambo tidak memedulikan mereka,dia terus berjalan menuju kelas A berada. Lalu,dia memasuki ruangan luas ber AC itu.
"Ohayo"ucap Lambo ketus sambil menduduki sebuah kursi tambahan yang disediakan untuk nya. 'He...begini rupanya gedung utama'pikirnya.
"Yo,Bovino,selamat datang di kelas A"sapa Asano sambil mengulurkan tangannya.
Tapi Lambo menepis tangan Asano. "Aku tidak mau repot-repot meramahimu,jadi jangan sok akrab denganku"ucapnya.
Semua siswa terheran-heran kepada tingkah Lambo,tapi yah...semenjak dia adalah seorang kelas E,jadi itu wajar kalau dia membencinya.
"Aku berani bertaruh kalau kau tidak ingin kembali ke kelas E setelah dua Minggu ini"ucap seorang siswa perempuan bernama Sairiko Yumi.
"Heh,siapa tahu?"balas Lambo,lalu dia pun memulai perjalanannya ke dunia mimpi.
Matematika
Takumi Sensei sedang menjelaskan rumus untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya tidak untuk anak SMP. Dia menjelaskan dengan biasa hingga dia mendengar suara dengkuran dari belakang kelas.
Itu milik Lambo,yang sedang tertidur dengan nyamannya. Hal ini sudah biasa di kelas E,tapi tentu saja bagi diswa dikelas A,ini sangat tidak sopan. Sebuah lemparan penghapus papan tulis akhirnya membangunkan Lambo.
"Bovino,dari tadi kau hanya tidur,aku tidak tahu bagaiman guru di kelas E mengajarimu,tapi jika menurutmu ini tidak penting,silahkan jawab soal didepan"ucap Takumi Sensei.
Lambo memandangi soal itu dengan mata setengah mengantuk, "Yare yare,jawabannya 0,35"jawabnya sambil menulis di kertas lalu melipatnya menjadi pesawat kertas dan melemparkannya ke Takumi sensei. "Kalau kau bertanya caranya,lohat saja disitu,sekarang,biarkan aku kembali ke alam mimpi"ucapnya sebelum kembali tidur.
Saat itu sebagian besar siswa kelas A berpikiran sama,'bagaimana bisa dia mengerjakan soal tingkat universitas jika dari tadi dia hanya tidur????'.
Sementara itu,Takumi Sensei hanya terpana melihat cara yang dipakai Lambo untuk mengerjakannya. Itu adalah cara yang sangat singkat dan tak pernah dipikirkan oleh Takumi sensei. Bahkan anak sd pun bisa mengerjakannya hanya dengan cara itu. Takumi Sensei tidak tahu,kalau Gokudera sudah mengajari Lambo semua jalan pintas untuk persoalan matematika.
P.E
Hari itu anak-anak akan bermain bola voli. Wow,bola voli digedung utama sangatlah biasa jika dibandingkan dengan bola voli di kelas E menurut Lambo. Di sana,mereka menggunakan pisau dan bola voli berbentuk kepala Koro Sensei.
Bermain di tim merah,Lambo membuat rencana untuk mengenai muka salah seorang tim lawan. Dan untungnya,saat ini dia ada pada posisi spiker,dikarenakan pukulan dan lompatannya yang tinggi.
"Bovino!".
Saat itulah Lambo melompat dan mengarahkan bola itu ke salah seorang anak berbadan besar yang pernah mengancam Okuda untuk membelikannya minuman. Baaaam! bolbola voli itu melaju dengan kecepatan Mach 1 hingga membuat orang yang dikenainya terpental kedinding. Tulang hidungnya retak karena bola itu sudah dilapisi dengan api petir.
"Upsie?"ujar Lambo. Dia ingin tertawa,tapi orang-orang akan menghajarnya jika mereka tahu dia sengaja. "Bukan salahku kalau aku memukul terlalu kuat".
Akhirnya,Hasiko Uugi alias orang yang dipukul bola itu harus memakai perban diwajahnya selama tiga bulan karena tulang hidungnya retak.
Sepulang sekolah,saat dia berada di kamarnya,iseng-iseng Lambo membuka grup chat para guardians,yang lebih sering dipakai untuk saling ejek daripada untuk melaporkan tentang misi.
TheGreatLamboSama:Yo Minna,kalian masih hidup kan?
/UMAISREAL! is Online/
/ShigureKing is Online/
UMAISREAL!: Apa maksudmu,Ahoushi!?
ShigureKing: Maa maa,tenanglah Hayato.
TheGreatLamboSama: Belakangan ini Chat Group sepi,dan kalian juga jarang mengujungiku,aku pikir kalian sudah mati karena kebodohan kalian sendiri ;p.
UMAISREAL!:Katakan itu sekali lagi dan aku akan langsung pergi ke Jepang untuk menendan bokongmu,anak muda.
/Tsuna27 is Online/
Tsuna27:Tenanglah,Hayato, lagipula kau tidak akan bisa pergi ke Jepang secepat itu,ingat kau masih di kutub utara kan?.
UMAISREAL!: Hai,Juudaime!!!.
/ EXTREEME! is Online/
EXTREEME!: KYOKUGEN,LAMBO!BAGAIMANA KABARMU!.
TheGreatLamboSama: Aku masih bisa mengobrol dengan kalian,jadi yeah,aku sehat,ngomong-ngomong,Ryo nii,apakah kau tidak sengaja menyalakan CapsLock?.
EXTREEME!: CAPSLOCK ITU EXTREEEME!.
Tsuna27:Ngomong-ngomong Lambo,bagaimana dengan sekolahmu?.
/Skylark is Online /
Skylark: "Pastikan kau menggiggit banyak Herbivores
/Skylark is now Offline/
TheGreatLamboSama: Begitulah...ngomong-ngomong Tsuna nii,sebenarnya aku tidak berpikir gurita itu harus dibunuh.
Tsuna27: Kenapa begitu?
TheGreatLamboSama: Dia guru yang sangat baik,aku bahkan tidak berpikir dia akan menghancurkan bumi.
Tsuna27: Itu keputusanmu,Otouto,aku takkan memaksamu,ingat,Il cielo non forzerà i fulmini a scatenarsi. (Langit tidak akan memaksa petirnya untuk mengamuk)
ShigureKing: Itu benar,Lambo,ah,aku dengar sebentar lagi sekolahmu akan mengadakan festival kan?aku pasti akan datang!.
UMAISREAL: Pastikan menyediakan makanan yang enak untuk
kami.
TheGreatLamboSama: Tenang saja,akan kusiapkan sepiring masakan Bianchi khusus untuk mu.
Lambo tersenyum sambil menutup ponselnya,besok adalah hari dimana dia akan kembali ke kelas E. Dua minggu terakhir sangatlah menghibur untuk Lambo karena dia bisa mewakili Kelas E untuk membalaskan dendam pada siswa di gedung utama. Lalu,perhatiannya teralihkan oleh suara ketukan dari pintu. Saat dia membukanya,disana sudah berdiri dua orang yang sangat ia kenal.
"I-pin,Fuuta!"ucap Lambo sambil memeluk keduanya. Dia benar-benar rindu pada mereka.
"Halo Lambo,maaf tidak mengabari kalau kami akan datang!"balas Fuuta sambil melepas sepatunya. Wajah pria tampan berusia delapan belas tahun itu tersenyum melihat adik angkatnya.
Saat mereka berusia sepuluh tahun,Lambo dan Fuuta pun diadopsi oleh
Sawada Nana,sementara I-Pin diadopsi oleh Fon.
"Bagaimana kabarmu?"tanya I-Pin dengan bahasa Jepang yang agak beraksen.
"Aku baik-baik saja,bagaimana dengan kalian?kenapa kalian ada di Jepang?" tanya Lambo sambil membawakan teh.
"Sama dengan kami,yahhh...kebetulan saja,aku dan Fuuta baru selesai menjalankan misi di Kyoto,jadi kami sekalian kesini"jawab I-pin,dia tersenyum melihat Lambo yang sudah banyak berubah sejak sepuluh tahun terakhir.
Fuuta terkikik, "I-Pin,jujur saja,kau kan yang merengek tadi pagi untuk pergi fengan jet tercepat ke Jepang karena kau rindu pada Lambo?sehingga aku harus menemanimu karena yang lain sedang sibuk"ucapnya pada I-Pin yang wajahnya memerah.
"Benarkah?I-Pin,kau tidak perlu malu"ucap Lambo.
"Ha-habisnya..."I-pin tergagap.
Malam itu, ketiga sahabat itu bersenang-senang menikmati pesta piyama dadakan mereka. Karena I-Pin dan Fuuta harus kembali besok pagi, maka Lambo memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Mereka saling bercerita,Lambo menceritakan tentang anggota kelas E yang tidak biasa dan kegilaan harian dari Koro Sensei. Sementara I-Pin dan Fuuta menceritakan tentanh teroris di Singapura yang I-Pin dan Fuuta harus menghabiskan waktu semalaman untuk menangkapnya.
TBC~~~
A/N
Alasan aku membuat bagian ini:
1. Aku ingin melihat Asano masuk ke kelas E sejak adegan di Ankyou S2 Ep 12 dimana Asano meminta untuk dimasukkan ke kelas E.
2.Sepertinya menarik jika persaingan antar Asano dan Lambo ditingkatkan.
3. Daripada dirahasiakan,aku lebih suka jika Asano membantu pembunuhan kelas E,karena dia pasti akan sangat bermanfaat.
Asano in Class E akan diupload di chapter berikutnya!.
See You Again!
