"Party? Apakah kau ingin mengajakku berpesta semacam minum-minum di bar atau cafe?"

"Kau ... apa kau tidak tahu istilah Party dalam game MMORPG?"

Naruto pun menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Naofumi.

"Party itu semacam kelompok atau team yang dibentuk antara player dengan player lainnya. Jadi bagaimana menurutmu?"

Naruto mulai memikirkan apa yang ditawarkan oleh Naofumi kepadanya.

"Kau baik sekali, sudah berapa lama kau di dunia ini?"

Tanya Naruto pada Naofumi. Naofumi yang di tanya hanya menjawab dengan singkat.

"Dua hari."

"Dua hari? Seorang pahlawan sepertimu tidak mendapatkan Party dalam waktu Dua hari, Sebenarnya apa yang terjadi padamu?"

Naofumi sebenarnya masih belum bisa percaya dengan orang-orang, hanya saja karena Naruto berasal dari jepang, ia pun menaruh sedikit harapan dan kepercayaan kepadanya meski kecil.

"Yah... itu karena aku terkena fitnah oleh temanku sendiri, ditambah lagi senjataku tidak berguna dalam pertarungan, padahal para pahlawan di haruskan untuk melawan gelombang yang akan datang, tapi karena aku adalah perisai, sangat sulit bagiku untuk naik level."

"Memangnya kenapa kalau kau perisai, apa kau tidak bisa memakai senjata lain?"

"Ya sistem dari dunia ini tidak mengijinkanku memakai senjata apapun selain perisai yang ada di tanganku. Ya para pahlawan tidak diizinkan untuk memakai senjata apapun, selain dari senjata yang sudah ditentukan."

"Dan sialnya kau terpanggil dengan senjata Perisai."

Naofumi sedikit tercekak ketika mendengar perkataan Naruto barusan, nampak jelas Naruto menatapnya dengan tajam.

"Lalu orang yang menjebakmu pastilah seorang gadis cantik bukan?"

"Ya, begitulah ... aku tidak tahu mengapa? Tapi nampaknya aku sial karena perisai ini."

Naruto mulai iba pada Naofumi dan akhirnya, Naruto pun menepuk pundak Naofumi. Naofumi yang merasa pundaknya ditepuk oleh Naruto, langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Naruto.

"Tak usah kau pikirkan, sekarang aku akan menjadi temanmu. Aku janji tidak akan meninggalkanmu. Tapi, mengingat reportasimu yang buruk, aku tidak akan bisa pergi ke kota dengan keadaan seperti ini bersamamu karena bisa mengundang kesalah pahaman yang sangat besar. Jadi bisakah saat kau membawakanku sesuatu untuk dimakan saat kau kembali ke kota, jujur aku sangat lapar."

Mendengar apa yang Naruto sampaikan, Naofumi hanya bisa tersenyum kecil mendengarnya.

"Seperti yang kau katakan, oh iya tolong diterima."

Setelah mengucapkan hal itu secara tiba-tiba dalam penglihatan atau mata Naruto terlihat panel transparan yang bertuliskan.

Maukah anda masuk ke dalam party pahlawan perisai?

Di bawah tulisan itu terdapat tulisan Yes dan No. Naruto pun langsung memilih tulisan Yes, seketika pula Nama Naruto terdaftar sebagai anggota Party dan itu tertulis di pandangan Naofumi dan begitu juga sebaliknya.

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Tunggulah di sini."

Naruto hanya mengangguk pelan sebagai tanggapan. Naofumi pergi meninggalkan Naruto menuju kota untuk menjual sisa-sisa monster balon yang ia pecahkan dan beli makanan untuk Naruto. Sementara itu Naruto hanya mengamati perjalanan Naofumi yang meninggalkan dirinya.

Setelah cukup jauh, Naruto hanya diam bersandar di pohon kembali, Naruto pun kembali menatap dan mengawasi sekitarnya.

'Tak aku sangka kalau aku berpindah ke dimensi lain ketika aku bertarung mati-matian melawan para Yakuza sialan.'

Naruto sedikit tidak nyaman ketika perutnya berbunyi karena lapar, ia menahan perutnya yang terasa sakit.

"Sial! Apakah kau tidak bisa menunggu lebih lama lagi sialan!"

Naruto nampak memarahi dirinya sendiri, karena perutnya sudah sangat kelaparan, bahkan diperburuk dengan monster-monster balon yang berkumpul di sekitar Naruto.

"Syah! Kalian datang disaat yang paling buruk. Aku akan melayani kalian sampai Naofumi kembali, tak peduli apapun yang terjadi."

Naruto pun mulai melupakan rasa lapar dari perutnya yang keroncongan dan terus berbunyi, ia terus menyerang para monster balon yang ia panggil Pacman tersebut.

Dengan keadaan perut lapar, Naruto terus berjuang penglihatannya mulai berkunang-kunang. Hal itu membuat Naruto langsung menutup matanya dan menyerang berdasarkan insting. Disaat seperti ini, energi Naruto mulai berkurang dan melemah, serangannya yang awalnya hanya sekali hantam langsung menghancurkan mereka, sekarang serangannya mulai tak berarti apa-apa.

Hari sudah gelap, Naofumi langsung teringat akan Naruto yang ia tinggalkan di tempat berburu, ia pun berlari untuk segera membeli beberapa makanan dan membawanya ke tempat Naruto beristirahat.

Sesampainya Naofumi di sana, betapa kagetnya Naofumi melihat tubuh Naruto yang baru saja ia obati, kembali terluka dan tengah berjuang melawan banyak monster dengan mata terpejam dan pisau lipat ditangannya.

"Oi! Monster sialan! kemari dan serang aku!"

Seolah mendengar seruan Naofumi, beberapa monster melepaskan gigitannya dari tubuh Naruto dan menyerang ke arah Naofumi, Karena Naofumi merasa tidak mempunyai waktu untuk membunuh para monster ia pun membiarkan mereka mengigiti tubuhnya dan berjalan ke arah Naruto.

"Naruto apa kau baik-baik saja?"

Naruto pun membuka matanya lalu duduk di rerumputan sembari tersenyum ke arah Naofumi.

"Akhirnya kau datang juga, aku hampir mati kelaparan."

Naofumi sedikit terdiam, lalu memberikan beberapa makanan yang ia beli di kota Melromack.

"Maaf membuatmu menunggu lama."

Naruto hanya diam saja sembari memegangi perutnya yang terus berbunyi, ia juga nampak menahan perih karena untuk ke sekian kalinya ia tergigit oleh beberapa Balon.

"Ini makanan yang aku janjikan, setelah kau selesai makan aku akan membawamu ke pedagang senjata untuk membeli satu set armor dan senjata untukmu."

"Sssst. Arrgh Pacman sialan, dia hampir mengigit bagian sensitifku. Aku masih heran kenapa kau tidak kesakitan saat tergigit olehnya."

"Itu kelebihanku sebagai pahlawan perisai, sudahlah makan saja setelah itu aku akan mengobati lukamu dan membawamu ke toko senjata untuk mendapatkan peralatan yang bagus."

"Apa aku tidak salah dengan Naofumi? Aku yakin orang sepertimu tidak punya banyak uang, jadi jangan habiskan uangmu untuk orang asing sepertiku."

Naofumi yang dengan perkataan Naruto langsung menyentil dahinya.

"Uch. Naofumi!"

"Diam dan makan saja Naruto. Aku melakukan ini karena kau adalah anggota Partyku dan nampaknya hasil pertarunganmu ini cukup untuk menambal uang yang akan aku gunakan untuk membeli peralatanmu."

Nampak Naofumi mengucapkan hal itu sembari mengumpulkan pecahan-pecahan balon tersebut ke dalam tas barang dan karung kain miliknya.

"Naofumi, mau aku singkirkan mereka dari tubuhmu?"

"Tidak usah, mereka sangat berguna untukku."

Naruto hanya mengangguk dan menghabiskan makanan yang diberikan oleh Naofumi.

"Terima kasih bantuannya Naofumi! Yos sekarang saatnya kita berangkat ke Melromack!"

Naofumi hanya mengangguk, sembari berkata. "Sebelum itu, bantu aku mengumpulkan semua ini untuk dijual."

"Ya-ya kau adalah bosnya."

Naruto menanggapinya dengan senyum dan mengumpulkan pecahan monster balon yang bisa ia dapatkan dan mengumpulkannya di jubah Hijau milik Naofumi karena karung kain yang dibawa Naofumi sudah penuh. Naofumi juga tidak lupa untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh Naruto dengan menggunakan obat-obatan yang ia beli, sekarang tubuh Naruto mulai ditutupi beberapa perban.

Mereka berdua berjalan memasuki Kota Melromack. Naofumi mulai membayar biaya masuk kota dan akhirnya mereka berdua memasuki kota, Naruto mulai memperhatikan percakapan orang-orang di sekitarnya.

'Bahasa apa ini? Sudahlah sebaiknya aku mempelajarinya dengan diam dan memperhatikan semuanya. Namun, satu hal yang tidak disangka-sangka, ketika Naruto berkonsentrasi untuk mengamati sekitar agar bisa cepat memahami bahasa asing dari negri Melromack saat itu pula Exp Naruto dan Naofumi bertamambah terus menerus dalam sekala kecil, yaitu 7 poin perdetik.

Naofumi yang melihat hal tersebut tentu kaget dan kebingungan, lalu ia menatap ke arah Naruto, gadis dekil yang bersamanya, hingga akhirnya mereka sampai di toko yang membeli sisa-sisa monster balon, lalu mereka pun mulai menjualnya.

"Aku harap kali ini kau tidak menipu lagi, karena aku sekarang membawa lebih banyak." Karena enggak pakai jubah Naofumi menyembunyikan beberapa balon di dalam baju kaosnya.

Sang pedagang yang membeli balon itu hanya mengangguk dan memberikan uang nya dalam jumlah yang sesuai, Naofumi pun pergi mengajak Naruto untuk ikut bersamanya ke toko senjata.

Naruto juga memberikan jubah hijau Naofumi kembali.

"Nampaknya orang-orang di dunia ini benar-benar membencimu, aku bisa melihatnya dari tatapan mata mereka."

Naofumi hanya diam saja menanggapi apa yang Naruto katakan, ia tidak mau ambil pusing mengenai hal itu, Naruto juga berbicara bahasa jepang, sehingga hanya Naofumi yang memahami apa yang Naruto katakkan. Naruto juga tidak memahami perkataan warga kota, Naofumi memahami mereka karena senjatanya yang menerjemahkannya.

Sesampainya di toko senjata.

"Selamat datang! Ah Kau rupanya, ada apa?"

Pria botak yang merupakan pemilik toko senjata itu menyapa Naofumi dengan hangat.

"Aku ingin kau carikan armor dan senjata yang cocok dengannya, anggaran sekitar 30 koin perak."

"Oh oke."

"Jadi kau ingin senjata yang seperti apa?"

"Naofumi, pria botak ini nampaknya bertanya padaku, tapi aku tidak tahu apa yang dia tanyakan. Jadi bisakah kau memberitahukan apa yang ia tanyakan padaku?"

Naruto bertanya pada Naofumi menggunakan bahasa jepang, sekarang pedagang budak itu yang jadi tidak mengerti apa yang Naruto katakan.

Naofumi mulai menghela nafas dan menjelaskan apa yang sedang ditanyakan oleh pedagang senjata itu.

"Ia hanya ingin tahu, kau hebat dalam menggunakan apa."

Mendengar penjelasan Naofumi, Naruto mulai meletakkan pisau lipatnya di meja lalu menekan tombolnya untuk mengeluarkan mata pisaunya yang sedang terlipat.

Pedagang senjata itu kaget melihat senjata yang Naruto bawa.

"Aku ahli dalam menggunakan pisau sebagai senjata utama, jika kau punya model yang seperti ini, maka aku ingin membelinya, jika tidak punya tidak masalah, cukup berikan pisau terbaik yang bisa kau berikan."

Naofumi yang tahu kalau Pedagang senjata itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Naruto kepada sang pedagang senjata.

Pedagang senjata itu pun mengambil senjata milik Naruto dan berkata.

"Aku tidak punya senjata yang seperti ini, tapi kalau kau mau, aku bisa saja membuatkannya untukmu, yang perlu kau lakukan hanyalah mengumpulkan material yang diperlukan dan juga aku akan memeriksa pisau ini untuk meniru semua modelnya dari luar dan dalam. Dan so'al pisau terbaik yang aku punya."

Pedagang senjata itupun mulai mengumpulkan berbagai macam jenis pisau yang bisa dibeli oleh Naofumi dalam anggaran yang sudah ditentukan barusan.

Tak lupa Naofumi juga menerjemahkan apa yang dikatakan oleh pedagang senjata pada Naruto. Naruto hanya mengangguk dan setiap kali ia mengetahui hal baru, ia dan Naofumi mendapatkan exp dalam jumlah yang berpariasi dan sekarang Naruto dan Naofumi mendapatkan exp sebesar 9 poin setiap detiknya.

Akhirnya, Naruto mendapatkan sebuah chainsmail dan pisau besi sepanjang 3 inchi.

"Lain kali datang lagi!"

Seru pedagang besi pada mereka berdua, Naruto hanya membungkuk ke arah pedagang besi sebagai tanda hormat.

"Kenapa kau memberikan rasa hormatmu pada pedagang senjata itu?"

"Temanmu adalah temanku juga."

"Baiklah aku mengerti. Dengan uang ini aku rasa kita bisa menyewa penginapan untuk satu malam."

Naruto hanya mengangguk, mereka berdua pun pergi menuju tempat penginapan, tak lupa Naofumi memperkenalkan semua hal yang ada di dunia baru pada Naruto yang Newbie, bahkan Naruto sangat kesulitan untuk memahami bahasa Melromack, karena tidak ada guru yang mengajarinya. Namun dalam waktu 5 jam terakhir dengan usaha kerasnya Naruto berhasil memahami beberapa kalimat sehari-hari, Seperti selamat malam dan lainnya.

Naofumi cukup keheranan dengan Exp yang terus bertambah tanpa bertarung melawan monster semenjak ia mengajak Naruto ke kota Melromack, ia penasaran akan apa yang Naruto lakukan, akan tetapi ia merasa hal itu sangat sulit karena walau bagaimanapun ia baru mengenal Naruto satu hari ini, ia tidak mungkin bertanya ini itu pada Naruto yang belum ia kenal dengan baik.

"Naofumi, kota ini sangat menabjubkan. Sayang kau harus dibenci oleh mereka, padahal kau orang baik."

"Sudahlah, tak usah memujiku. Sebaiknya kau segera tidur."

"Lalu bagaimana dengan dirimu Naofumi?"

"Tenang saja, aku tidak apa-apa?"

Naruto hanya tersenyum kecil, mereka berbagi kamar, yah mereka berdua satu kamar bersama dan di kamar itu hanya ada satu ranjang. Namun, Naruto tidak mempermasalahkannya, karena ia yakin kalau Naofumi bukan lelaki yang buruk dan juga ia sangat percaya pada kemampuan bela dirinya. Jadi ia yakin kalau Naofumi tidak akan berani macam-macam kepadanya.

Dengan tenang Naruto membaringkan tubuhnya ke ranjang yang ada dan memejamkan matanya untuk tidur, sementara itu Naofumi kembali keluar dari penginapan dan pergi ke bar atau klub malam di dunia itu, untuk menghibur diri.

Bersambung