Setelah mereka bertiga selesai makan, ketiganya langsung pergi ke tempat berburu.
Saat sudah sampai di lapangan luas atau di hamparan rumput hijau tempat kemunculan monster balon, Naruto langsung menurunkan Raphtalia dari gendongannya, lalu mencabut pisau yang ia milikki.
Tangan kiri Naruto di arahkan ke arah depan, lalu tangan kanannya memegang pisau gaya back hand lalu ia sembunyikan dari balik atau belakang tubuhnya.
Raphtalia yang melihat kuda-kuda dari Naruto dan juga senjata yang digunakan oleh Naruto itu sama dengan senjata miliknya, langsung dengan cepat meniru kuda-kudanya.
Naofumi yang melihat hal itu hanya diam saja, lalu memberitahukan strateginya.
"Kalian berdua dengarkan aku baik-baik, aku akan menahan musuh dan kalian yang membunuhnya, di sini kita harus saling bekerja sama."
"Ya!"
"Ha'i!"
Mendengar tanggapan cepat dari Raphtalia dan Naruto, Naofumi hanya tersenyum, akhirnya mereka mulai berburu, ketika monster balon berwarna orange datang melesat, Naofumi langsung menahan mereka dengan perisainya, lalu Naruto melesat memberikan sabetan pisau dengan sangat cepat dan menghancurkan lima balon. Lalu dua balon berwarna merah bergerak ke arah Raphtalia, Naofumi yang melihat itu langsung menangkap dan membiarkan satu di antara dua balon merah itu menggigit tubuhnya.
"Raphtalia sekarang!"
"Hyaaa!"
Raphtalia berlari dan mencoba menyerang balon merah yang ada di tangan Naofumi dengan pisau yang ada di tangan kanannya, dengan dua kali sabetan cepat balon merah itu pecah, lalu secara tiba-tiba balon merah yang mengigiti tubuh Naofumi pecah dan ada pisau yang jatuh dari tubuh balon yang sudah pecah, lalu dalam sekejap Naruto muncul di sana mengambil pisau itu.
"Naofumi!"
Mendengar seruan dari Naruto, Naofumi pun mengarahkan tatapannya ke arah Naruto dan ia melihat tiga balon berbentuk jamur yang melesat ke arah mereka. Dengan cepat Naofumi melindungi Naruto dengan perisainya, lalu dilanjutkan dengan Raphtalia yang menebas tiga balon itu dalam satu kali serangan ketiga balon jamur itu pecah.
"Sekarang!"
"Hyaa!!"
Naruto yang melihat kombinasi serangan Raphtalia dan Naofumi hanya bisa tersenyum kecil melihatnya.
"Naruto, Raphtalia kita lanjutkan perjalanan sekarang!"
Naruto hanya mengangguk dan menggendong Raphtalia, Naofumi nampak tidak sabar ingin segera naik level agar bisa melawan monster lain selain balon, selain itu ia juga menggunakan perisai daun untuk memetik dan mencari tanaman herbal berkualitas tinggi yang bisa dijual pada penjual obat.
Mereka terus menghadapi banyak monster di berbagai tempat, mulai dari yang lucu sampai yang menjijikan.
"Hueek, baunya menjijikan!"
"Hueek! Kono nioi wa hontoni kimochiwarui desu!"
Naruto nampak tidak senang dengan bau tubuhnya karena telah memecahkan tubuh monster telur, bau yang dikeluarkan dari cairan dalam monster telur sangat busuk, saking busuknya Naruto dan Raphtalia harus memuntahkan beberapa isi perut mereka, Naofumi yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas dan membawa mereka ke tempat dekat sungai untuk membersihkan diri dan juga sekaligus ia mencoba perisai barunya untuk memancing.
Setelah selesai mandi, Naruto pun mencuci armor miliknya dan Raphtalia agar bisa dipakai kembali, setelah sudah kering, mereka berdua pun memakainya kembali.
Naruto pun kembali menggendong Raphtalia dan membawanya untuk menemui Naofumi yang sedang mencari ikan di bagian sungai yang lain. Ya tidak mungkinkan mereka berada ditempat yang sama dengan tempat Naofumi memancing, yang ada Naruto dan Raphtalia menjadi tidak nyaman mandi dan Naofumi enggak bisa dapat ikan.
Setelah sudah cukup jauh melangkah, barulah Naruto bertemu dengan Naofumi. Naruto yang melihat Naofumi sedang memancing ikan, langsung bertanya apakah Naofumi sudah mendapatkan ikan atau belum tentu saja dengan bahasa jepang.
"Yo Naofumi, takusan sakana o teniireta?"
Naofumi yang mendengar pertanyaan itu hanya menatap ke arah Naruto lalu mengarahkan tatapannya ke arah lain, Naruto mengikuti arah tatapan Naofumi dan terlihat ada beberapa ikan yang ditusuk dengan kayu yang siap untuk dibakar.
Naruto pun menurunkan Raphtalia dari gendongannya, lalu pergi mencari kayu bakar.
"Naruto, kau mau kemana?"
Mendengar pertanyaan dari Naofumi, Naruto pun berbalik dan menjawab kalau ia ingin mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menyalakan api.
"Watashi wa tada, ikutsuka no Hi o okosu no ni tsukaeru mono o sagashite iru."
"Tidak perlu, aku sudah menyiapkannya. Yang perlu kau lakukan hanyalah menjaga dan memastikan kesehatan dari Raphtalia."
Naruto yang mendengar hal itu hanya sedikit menghela nafas, ia pun akhirnya kembali dan duduk mengawasi Raphtalia yang tersenyum ke arahnya. Karena masih belum bisa berbahasa Melromack, Naruto hanya diam dan ikut tersenyum.
Raphtalia juga sedikit canggung dengan Naruto, ia tahu kalau Naruto adalah gadis baik, meskipun kadang ada kalanya Naruto nampak lebih menakutkan dari tuannya, ia ingin bisa akrab dengan Naruto. Namun, perbedaan bahasa mereka membuat Raphtalia sedikit kesulitan.
"Ano!"
Merasa terpanggil, Naofumi pun menatap ke arah Raphtalia dan bertanya.
"Hm, ada apa Raphtalia?"
Mendengar sahutan dan pertanyaan dari sang master, Raphtalia langsung menanyakan apa yang ia ingin tanyakan.
"Bagaimana master dan Kak Naruto bisa saling memahami?"
Mendengar pertanyaan demikian, Naofumi pun menatap ke arah Raphtalia.
"Itu karena perisai ini."
Raphtalia, nampak kebingungan mendengar jawaban singkat itu, melihat budak rakunnya itu kebingungan, ia pun menghela nafas pelan dan menjelaskan dengan sedikit lebih panjang.
"Aku adalah salah satu dari pahlawan suci yang dipanggil dari dunia lain. Perisai ini akan menerjemahkan semua perkataanku ke telinga orang-orang yang mendengar apa yang aku ucapkan dan begitu juga sebaliknya, perisai ini akan mengartikan semua perkataan atau bahasa yang terdengar di telingaku."
"Pahlawan suci?"
"Ya. Tapi aku adalah perisai."
Naofumi masih dalam kegiatannya yaitu memancing, ya ia ingin bisa mendapatkan ikan dalam jumlah yang cukup banyak, karena ia merasa kalau hanya dengan hasil tangnkapannya yang ia perlihatkan pada Naruto, itu tidak akan membuat mereka kenyang.
Naruto sebenarnya sangat tidak suka berdiam diri, jadi dengan cepat ia berdiri dan mendekati Naofumi.
"Naofumi, watashi wa sakana o sagasubekidesu."
Naofumi langsung menatap ke arah Naruto dengan pandangan datar.
"Itu tidak perlu, sebaiknya kau siapkan api dan menemani Raphtalia."
Naruto yang mendengar perkataan Naofumi langsung dengan cepat menjewer telinga Naofumi lagi.
"Au-au-au! Sakit!"
Setelah Naofumi merasa kesakitan dan menatap tajam dirinya sembari mengelus telinganya yang memerah karena jeweran keras Naruto, Naruto langsung menjelaskan kalau ia tidak bisa menemani seseorang yang bahasanya belum ia pahami.
"Hump. Gengo ga wakaranai hito ni dōkō suru koto wa dekimasen!"
Naofumi pun akhirnya hanya bisa menghela nafasnya pelan, lalu akhirnya menuruti apa yang Naruto inginkan darinya. Ia pun segera melepaskan pancingannya lalu mendekati Raphtalia sembari menyalakan api dan membakar ikan-ikan yang berhasil ia dapatkan.
Sementara itu Naruto nampak seperti melepaskan seluruh pakaiannya kecuali pakaian dalamnya, terlihat matanya juga fokus menatap ke arah air. Naofumi yang melihat hal itu hanya bisa mengelus telinganya sembari memperhatikan apa yang akan Naruto lakukan.
'Dia malah terlihat ingin mandi.'
Tak lama setelahnya Naruto langsung terjun dengan membawa pisau tempurnya itu terjun ke dalam air dan saat ia keluar dari air terlihat Naruto berhasil membawa dua ikan berukuran sedang di tangan dan satu ikan berada di cengraman rahangnya, ya Naruto mengigit satu ikan di mulutnya.
Naruto pun melempar ketiga ikan itu ke arah Naofumi dan Raphtalia.
'Bahkan sekarang aku bisa mengatakan ia seperti beruang yang sedang menangkap ikan.'
Batin Naofumi sembari menangkap semua ikan yang Naruto lempar ke arahnya. Naruto kemudian tersenyum dan kembali menatap ke arah sungai dan bersiap untuk terjun kembali.
Byuur!! Naruto kembali terjun. Namun, sekarang ia tidak keluar dari air dengan cepat, ia melempar beberapa ikan yang berhasil ia serang dengan pisaunya terlebih dahulu dan melemparkannya ke luar sungai atau lebih tepatnya ke tempat Naofumi dan Raphtalia berkumpul.
Cukup banyak ikan yang Naruto dapatkan, semuanya memiliki ukuran yang berpariasi sehingga mereka bisa makan hingga kenyang. Saat itu, Naruto juga sudah menakan baju dan armor ringan miliknya barusan.
Setelah membakar banyak ikan, dan menyisakan sebagian untuk dijual, Naofumi mencoba kemampuan perisai barunya yaitu perisai jamur yang bisa digunakan untuk meningkatkan skill peracikan dan resep obat-obatan.
Naruto memperhatikan apa yang Naofumi lakukan dan menirunya, ya secara kebetulan, bahan dan alatnya memang tersedia di tempat itu. Karena belum punya alat peracikan obat Naofumi menggunakan batu dan papan kayu lalu menggunakan daun sebagai wadahnya.
Naofumi memperhatikan apa yang Naruto lakukan secara diam-diam, ia kaget karena Naruto mampu meniru semua yang ia lakukan dengan cepat dan sempurna, bahkan Naofumi juga melihat Naruto mendapatkan beberapa Exp dari kegiatannya dan ia juga mendapatkan setengah dari Exp yang Naruto dapatkan.
"Apa yang kau sedang kau lakukan?"
Mendengar pertanyaan dari Naofumi, Naruto pun hanya diam dan menjawab.
"Watashi wa tada no anata wa mane surudesu. Soshite totemo omoshiro-sodakara atashi ga yaru desu."
Naofumi pun menatap beberapa hasil obat yang diciptakan oleh Naruto dan hasilnya memiliki kualitas sama dengan obat-obatan yang ia ciptakan.
"Baiklah, lakukan saja yang kau mau, lagipula hasilnya bisa kita jual."
Mendengar hal itu, Naruto pun tersenyum dan mulai mengembangkan ketertarikannya pada obat-obatan, Raphtalia yang sendari tadi memperhatikan interaksi Naruto dan Naofumi hanya bisa tersenyum sembari mencoba untuk bisa memahami apa yang sebenarnya di bicarakan oleh Naruto dan Naofumi, meski bisa memahami apa yang dikatakan oleh Naofumi, tapi kalau enggak ngerti dengan apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya maka kau tidak akan mengerti.
Tak lama setelahnya Raphtalia tiba-tiba batuk-batuk, meskipun dari gejalanya hanya batuk ringan atau gejala sakit biasa, Naofumi tidak mau membiarkannya, soalnya ia sudah membeli Raphtalia dengan uang dan ia belum balik modal, jadi ia tidak ingin Raphtalia mati sebelum uangnya kembali. Naofumi dengan cepat memberikan Raphtalia obat buatannya.
Raphtalia hanya menatap obat yang ada di wadah daun yang diberikan oleh Naofumi, lalu menatap ke arah Naofumi.
"Minumlah, itu bekerja untuk demam dan penyakit ringan lainnya."
Raphtalia pun mengangguk dan meminum obat yang diberikan oleh Naofumi. Namun, sebelum ia berhasil menelan obat itu, rupanya ia sudah harus memuntahkannya kembali.
"Hueeeek! Pahit!"
"Heeeeeeeh!!!! Jangan buang-buang obat yang telah aku buat dengan kerja keras! Cepat minum kembali!"
"Enggak rasanya pahit!"
"Yang namanya obat pasti pahit! Sudah jangan banyak protes minum saja!"
"Hueeeek!!!"
"Arrrrgh! Raphtalia!"
Naofumi malah semakin kesal dan greget dan mulai memaksa Raphtalia untuk meminum dan menelan obatnya dengan menyumpalkan cairan dari racikan tanaman herbal itu ke mulut Raphtalia dan membuat Raphtalia tidak bisa memutahkannya dengan cara menutup mulut gadis kecil itu. Karena tidak bisa dimuntahkan, Raphtalia terpaksa menelannya.
Naruto yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
'Naofumi, kalau ini adalah Negara Jepang kau sudah kena jerat hukum pasal kekerasan terhadap anak kecil.'
Naruto hanya bisa menanggapi apa yang terjadi dihadapannya dari batinnya saja lalu melanjutkan kegiatannya, sembari memperhatikan Raphtalia yang hampir menangis karena tersiksa rasa pahitnya obat, terlihat ia juga berkali-kali meminum air putih untuk menghilangkan rasa pahit di lidahnya.
Bersambung
