Knife Master and Shield Hero

Tanggapan Naofumi membuat sang pedagang senjata menatap ke arah Naruto lalu Naruto hanya tersenyum kecil ke arahnya.

Raphtalia memainkan pedang pendek yang diberikan padanya, Naruto memperhatikan Raphtalia sembari tersenyum kecil, sementara itu si pedagang senjata botak itu langsung menawarkan diri untuk mengajari Raphtalia.

"Ne Bocah, apa kau mau aku melatih budak mu itu untuk menggunakan pedang."

Naofumi pun langsung mengangguk pelan. Ia tidak masalah mengenai itu, lalu Raphtalia pun di ajari oleh penjual senjata itu cara menggunakan pedang, sedangkan Naruto ia hanya memperhatikan gerakan-gerakan sederhana yang diajarkan oleh pedagang senjata itu kepada Raphtalia.

"Naruto, saat ini kau adalah satu-satunya wanita yang aku percaya."

Mendengar apa yang dikatakan Naofumi, Naruto hanya mengangguk saja, ia tidak terlalu mempermasalahkannya, bahkan jika Naofumi mengatakkan kalau ia tidak mempercayainya sekalipun, "Terima kasih karena mau percaya padaku Naofumi, karena aku melakukan ini hanya untuk bertahan hidup, jika tidak bersama denganmu aku tidak yakin bisa bertahan atau tidak. Apalagi kau seorang Shilder, sangat cocok untuk melindungiku karena aku tidak memiliki pertahanan yang baik."

"Artinya jika ada orang lain yang lebih baik dariku mengajakmu bergabung kau akan meninggalkanku?" mendengar pertanyaan dari Naofumi, Naruto langsung menggeleng.

"Tidak mungkin aku bisa meninggalkanmu, meskipun kau jauh lebih lemah dariku, karena selain kau bisa melindungiku, hanya kau yang bisa mengerti diriku dan juga orang yang sangat membutuhkanku bukan orang lain tapi kau, aku hanya akan bersama orang yang membutuhkanku dan juga ku butuhkan. Aku hanya akan pergi saat kau sudah tidak memerlukan kemampuanku lagi."

Naofumi mengangguk pelan, ia paham maksud dari perkataan Naruto dan akhirnya duduk menunggu pelatihan Raphtalia. Setelah beberapa menit berlangsung, akhirnya Raphtalia selesai berlatih. Naofumi pun menghapiri pedagang senjata itu dan bertanya.

"Apakah kau punya saran mengenai tempat yang bisa kami kunjungi dengan peralatan kami saat ini?"

Sang pedagang senjata itu pun mulai menatap Naofumi dan regunya lalu memperhatikan perlengkapan mereka, "Melihat perlengkapan kalian, aku rasa tempat yang cocok untuk kalian adalah desa Ryuto, karena di sekitar desa itu juga terdapat beberapa monster kecil yang sesuai dengan peralatan dan level kalian."

Akhirnya Naofumi, Naruto dan juga Raphtalia kecil berjalan menuju desa Ryutou, Naofumi pun melihat jumlah exp yang ia dapatkan sangat banyak dan berasal dari rasa antusias Naruto yang sangat tinggi terhadap tempat baru yang mereka kunjungi, Naofumi pun mendapatkan 5 exp selama 5 detik.

Hingga akhirnya mereka bertiga sampai di lapak seorang pedagang, Naofumi pun menghampiri pedagang tersebut dan menjual seekor Usapil yang pernah ia kalahkan bersama Raphtalia.

"Berapa harganya?' tanya Naofumi pada pedagang itu. Pedagang itu pun mulai melihat tubuh monster kelinci itu dan menilai dan menimbang-nimbang harga yang bisa ia berikan pada Naofumi.

"Hem, semuanya kisaran 2 koin perak."

Mendengar jawaban sang pedagang Naofumi langsung mengangguk dan berpikir hal apa lagi yang harus ia tanyakan, sementara Naruto hanya berdiri tenang sembari menggendong Raphtalia dan membawa barang bawaan mereka.

"Oh iya paman, apakah di sekitar sini ada satu tempat yang bisa digunakan untuk menghasilkan uang dengan cepat?"

Mendengar pertanyaan Naofumi, pedagang itu langsung berpikir kembali.

"Hemm... kalau diingat-ingat rasanya ada sih satu tempat yang bisa menghasilkan uang. Jika kau bisa mengambil beberapa bijih logam atau material berharga lainnya di penambangan tua sana, aku yakin kau bisa menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Tapi sayang tempat itu telah dijaga oleh beberapa monster ganas saat gelombang beberapa tahun lalu. Aduh, sebenarnya apa sih kerja para pahlawan yang dipanggil itu, sampai-sampai monster di sana tidak dibereskan?"

Mendengar hal itu, Naofumi tentu saja tertarik dengan tambang itu, lalu ia pun pergi ke tempat itu bersama Raphtalia dan Naruto. Raphtalia ikut karena Naofumi adalah tuannya, sedangkan Naruto ikut karena penasaran.

Naruto pun menarik-narik jubah Naofumi dan bertanya dengan bahasa Isyarat soal kemana mereka akan pergi, Naofumi pun menjawab kalau ia akan pergi ke tempat pertambangan bijih logam tua.

"Kita akan pergi ke pertambangan untuk mendapatkan bijih logam yang bagus untuk di jual, " jawab Naofumi sembari menggerak-gerakkan tangannya sebagai isyarat.

Naruto tersenyum saja mendengarnya, Naruto bisa mendengar dan berbicara. Namun, ia hanya memahami bahasa Naofumi dan empat pahlawan lainnya, karena mereka memiliki senjata suci yang menerjemahkan perkataan mereka dan apa yang mereka dengar. Namun, untuk orang-orang lain, Naruto tidak paham, makanya Naruto mengajari Naofumi berbahasa isyarat agar ia bisa berpura-pura sebagai tunarungu atau orang tuli.

Akhirnya mereka bertiga sampai di pertambangan yang dimaksud, di sana Naofumi dengan tenang mengambil beberapa barang atau material untuk dimasukkan ke dalam perisainya. Naruto yang melihat itu hanya diam saja berjalan mengikuti Raphtalia, ya Naruto di tugaskan untuk menjaga dan melindungi Raphtalia serta mengawasinya agar gadis budak itu tidak kabur.

Naofumi melihat prisai baru yang ia dapatkan dari menyerap beberapa benda yang ada di pertambangan tersebut.

"Efek spesial dan skill. Rope Shield. Seperti namanya," gumam Naofumi sembari memperhatikan perisainya berubah bentuk menjadi perisai lingkaran yang terbuat dari gulungan tali. Naofumi pun mengarahkan tangannya ke depan dan menyerukan nama skill miliknya, "Air Strike Shield!"

Secara tiba-tiba perisai hijau besar terbuat dari energi muncul di hadapan Naofumi dan melayang di udara, "Oh!" seru kagum Naofumi melihat kemampuan barunya.

"Tuan?" gumam penasaran Raphtalia.

"Bukan apa-apa. Ayo!" Setelahnya baik Raphtalia, Naruto juga berjalan mengikuti Naofumi.

'Setelah dia mendapatkan orang yang jauh lebih berguna dariku, mungkin dia akan membuangku suatu hari, apalagi Raphtalia juga sudah semakin kuat, sementara levelku masih berada di level 2, ini sudah berlangsung selama empat minggu dan aku sudah ditinggalkan oleh mereka berdua dalam level. Jika terus seperti ini, aku harus siap untuk berpetualang sendiri di dunia yang dimana aku tidak bisa berkomonikasi dengan penduduk daerahnya,' batin Naruto sembari mengikuti Naofumi dan Raphtalia.

Tanpa siapapun sadari oleh siapapun, air mata Naruto keluar dan menetes, Naruto mulai mengusap wajahnya yang basah karena air mata, 'Entah kenapa membayangkan aku berpisah darinya, rasanya sakit sekali? Aku tidak pernah merasa seperti ini, bahkan saat ayahku mengusirku.'

"Sepertinya di sini ada monster berbahaya. Kalau terjadi sesuatu, kita akan langsung lari. Tetaplah di sisiku," ujar Naofumi memberikan komando awal.

"Baik." jawab singkat Raphtalia.

"Naruto, bagaimana denganmu?"

Naruto yang diberikan pertanyaan oleh Naofumi, langsung menjawab dengan singkat, "Tidak masalah, aku akan menuruti apapun yang kau inginkan."

"A-anu," ucap Raphtalia sembari menatap ke arah Naofumi.

Sementara itu, Naofumi, ia tidak menatap ke arah belakang. Namun, ia menanyakan keinginan Raphtalia, "Apa?"

"Aku harus memanggil Tuan dengan sebutan apa?" Naofumi yang ditanya demikian oleh Raphtalia hanya menjawab dengan tenang.

"Terserah padamu."

"K-kalau begitu ..." Sebelum Raphtalia mengucapkan panggilannya pada Naofumi, Naofumi sudah berjalan cepat dan terlihat seperti meninggalkannya, Raphtalia pun menghentikan perkataannya dan berjalan sedikit lebih cepat, sementara Naruto hanya tersenyum dan menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan bertahan tanpa alat penyerang.

Akhirnya setelah dalam berada di pertambangan, mereka sampai di lorong tebing batu dengan batu-batu kristal bercahaya yang berada di sana, lalu di bawah tempat itu juga ada aliran air. Naofumi juga mengganti tamengnya yang memberikan dukungan skill penambangan.

Bersambung