TITLE : Fated to Love You

AUTHOR : Hezlin Cherry

RATE : M (For Save)

PAIRING : SASUSAKU

GENRE : Romance, Drama

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

.

.

.

Summary : Dijodohkan dengan pria tampan dan mapan? Jelas itu semua mimpi bagi setiap gadis. Tapi tidak untuk Haruno Sakura yang rela menyamar sebagai maid di kediaman calon suami yang tidak ia ketahui itu untuk membatalkan perjodohan ini. Pasalnya ia tak bisa terima jika calonnya itu adalah seorang duda anak satu. What the hell!?"

.

.

.

WARNING: Alur muter2 gajeness, AU, OOC, TYPO, gak sesuai EYD!?

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

.

(^▽^)↗Happy Reading↖(^▽^)↗

.

.

.

"Pig, apa kau yakin...?" Sakura kembali menanyakan hal yang sama saat mereka berdua benar-benar menapakkan kaki di lantai dansa ini. Pikirannya masih kalut, ia tak yakin akan ide gila sahabat pirangnya itu.

"Ck, yakin!" Balas Ino mantap.

Perlahan tapi pasti, gadis pirang Yamanaka ini sudah mulai menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama musik yang diciptakan oleh DJ diatas sana. Tubuh sintalnya yang hanya terbalut tanktop hitam ketat dan rok jeans super mini dengan ikat pinggang motif England melingkar di perpotongan pinggang rampingnya sukses membuatnya semakin tampak menggiurkan. Ia meliuk-liukkan tubuhnya erotis, tapi dahinya mengernyit bingung saat melihat sahabat pinkynya masih saja terbengong tak bergeming.

"Hei jidat! Ayo menari ikuti aku! Kita jalankan rencana tadi." tegur Ino terhadap Sakura yang masih tampak ragu.

Emerald gadis pink itu bergerak-gerak gelisah menelisik sekitarnya, sebenarnya ia agak risih karena sejak dirinya dan Ino memutuskan mulai menari, sudah ada beberapa pasang mata lelaki yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan lapar, terlebih saat melihat goyangan erotis Ino, para lelaki itu terdengar bersorak kegirangan.

"Atau kemampuan menarimu sudah hilang, eh?" cibir Ino lagi masih tetap menggoyang-goyangkan tubuhnya.

"Cih, Kau meragukan kemampuan menariku pig? Baiklah aku tak akan kalah darimu!" Sahut Sakura tak terima dicibir begitu oleh sahabatnya sendiri. Ia mulai mendekati sahabat pirangnya dan ikut menggoyang-goyangkan tubuhnya sensual. Liukan tubuh yang tercipta akibat hentakan Sakura membuatnya tampak semakin menggoda.

Ino menyeringai senang karena Sakura sangat mudah terpancing, ia kembali menghentakkan kakinya. Jika diamati ternyata tiap hentakan kaki jenjang Ino itu mengandung arti tertentu, "Jidat...ayoo..dua langkah... hah..haaahh..." Ujarnya tersengal-sengal sambil memberikan kode pada Sakura yang menari tak jauh darinya, setelah memberi kode begitu ia masih terus bergoyang semakin liar, tampak helaian pirang panjangnya yang dikuncir ekor kuda itu ikut menari dan bergoyang mengikuti gerakan sensual Ino.

Sakura yang melihat kode tersebut sontak saja langsung mengerti. Ia masih tetap bergoyang, bahkan irama di bar itu semakin cepat, membuat goyangannya semakin cepat dan menggila. Kaki jenjangnya ia gerakkan dua langkah ke samping kanan mengikuti Ino yang terlihat semakin mendekat kearah target.

Yahh, rencana mereka adalah terus menari dan bergoyang sambil melangkah menuju target ditiap hentakan yang diberikan Ino. Hal itu untuk menyamarkan pergerakan mereka agar tak terlalu mencolok sampai ditempat target, lalu memancing target mereka agar ikut bergoyang bersama. Tapi apa daya, sepertinya mereka lepas kendali karena begitu menikmati dentuman keras musik yang semakin membakar gelora jiwa pendengarnya. Hal itu membuat pergerakan mereka semakin erotis dan malah mengundang perhatian sebagian pengunjung disini yang menatap kagum terhadap kedua gadis cantik berbeda warna rambut ini.

"Hei, lihat gadis pink dan pirang disana, mereka benar-benar sexy~" Seru seorang pria tinggi dengan beberapa tindikan menghiasi wajahnya seraya bersiul menggoda.

"Yeah, kedua gadis itu benar-benar menggiurkan~" tanggap lelaki yang juga tengah memperhatikan gerakan Sakura dan Ino sedari tadi dengan tatapan penuh damba.

"Hem, aku akan sedikit menggodanya..." balas lelaki berambut cokelat dengan tato segitiga merah disisi kanan kiri pipinya sambil menyeringai dan berjalan membelah kerumunan orang-orang yang sedang menari bersama kedua rekannya.

Sakura dan Ino masih asik bergoyang tanpa menyadari kalau sekelilingnya tengah asik memperhatikannya dengan membentuk sebuah lingkaran kecil untuk mengerumuni mereka berdua.

Napas Sakura bahkan mulai tak beraturan tapi tubuhnya masih terus bergoyang mengikuti dentuman musik yang semakin menggila. Kaki jenjangnya menghentak dengan lincah. Sedangkan pinggul, dan bokongnya meliuk-liuk erotis. Sesekali tangannya tarlihat menghentak bokongnya sendiri, didukung oleh kibasan rambut pink panjangnya yang turut serta bergoyang meliuk itu semakin membuat orang-orang yang menonton tampak berkali-kali meneguk salivanya masing-masing.

"Pink?" gumam pemuda raven yang sedari tadi memperhatikan kumpulan orang-orang yang menari ditengah sana. Manik onyxnya tampak mengerjap untuk sepersekian detik, itu gadis yang memandanginya sambil terkikik tadi, batinnya. Dan sekarang gadis pink itu telah membuat heboh lantai dansa dengan goyangan erotis itu, che! Decihnya lagi dalam hati.

"Kenapa dengan pink? Teringat seseorang dimasa lalu, eh, Sasuke?" celetuk lelaki berambut klimis dengan senyum palsunya sambil menghisap sepuntung rokok dalam genggamannya dan memgeluarkan asapnya dengan gerakan perlahan, seolah ia menghayati sekali bagaimana cara menghisap rokok dengan nikmat.

"Ck, tak ada untungnya aku mengingat masa lalu dengan orang itu." decak Sasuke menanggapi perkataan teman pucatnya sejak dibangku kuliah itu seraya meletakkan gelas yang masih berisi setengah cairan memabukkan bernama bloody mary tersebut.

"Uwahhh, kedua gadis disana tariannya benar-benar hoootttt!" Pekik Naruto antusias sambil menolehkan kepala kuningnya menatap kedua sahabatnya dengan maksud untuk ikutan bergabung menari disana. Dan langsung ditanggapi dengusan bosan oleh Sasuke.

"Hn, sepertinya masih gadis cabe-cabean." Sahut Sasuke datar.

Perkataan Sasuke tersebut sukses membuat Naruto tergelak, minus Sai yang hanya tersenyum-senyum memperhatikan seseorang dilantai dansa. Entah siapa yang ia lihat dengan tatapan mesum begitu.

"Huwahahaha... Kalau masih cabe-cabean atau masih sekolah kan tidak boleh masuk kemari teme, gimana sih kau ini! Ya sudah, lebih baik kita ikut menari bersama mereka~"

"Tidak, aku sedang tak ingin menari." Sahut Sasuke cepat.

"Ayoolah temeee, tak seru kalau tak menari dan hanya duduk-duduk saja disini~!" rengek Naruto yang sangat ingin mendekati kedua gadis menarik yang baru kali pertama dilihatnya itu. "Coba lihat itu, banyak lelaki yang tertarik dengan kedua gadis cantik disana... ayo kita juga menari! Aku ingin mendekati yang berwarna pink itu nyehehehe..." ajaknya lagi sambil bangkit dari kursi yang setia menampung bobot tubuhnya dari tadi itu.

"Cih, kau sudah beristri dobe! Jangan menggodanya!" Tegas Sasuke yang entah mengapa ia seperti merasakan perasaan tak suka saat sahabat kuningnya mengatakan hal tersebut.

Naruto menghentikan pergerakannya, "Ehh, ini kan clubing teme... Tak apa kan kalau hanya menggodanya... Yang penting istriku tak melihatnya hehe..." cengir Naruto kembali melangkahkan kakinya mendekati kedua gadis itu. "Kalau kau tak mau menari ya disini saja melihatku bergoyang dengan si pink itu ok? Haha..." lanjutnya lagi. "Ayo Sai, kau juga menari dengan si pirang itu, sepertinya ia cocok denganmu..."

Sai juga tampak bangkit dari kursinya hendak menyusul sahabat kuning berisiknya. Ia akui dirinya memang sedikit tertarik dengan yang pirang, entah kenapa darahnya berdesir saat melihat goyangan sensual gadis pirang disana yang sukses membuat sesuatu dibawah selangkangannya menegang. Tapi sebelum meninggalkan Sasuke, ia tampak bergumam sekilas, "sepertinya merekalah the most wanted malam ini... Hem..menarik~"

Sasuke terkejut mendengarnya, ia pun kembali menatap gadis berhelaian serupa dengan bunga kebangsaan negerinyayang masih bergoyang erotis disana, entah kenapa posisi menari sang gadis yang tadi berada ditengah kini sudah semakin mendekat kearahnya. Gadis pink itu benar-benar tampak liar dan menggairahkan, membuatnya membayangkan hal-hal panas bersamanya. 'Tsk, tidak! Ini konyol! Ia masih belia!' tepisnya dalam hati.

Tapi mataSasuke semakin memicing tajam saat melihat sahabat kuningnya yang sudah bergabung disana dan seorang lelaki berambut cokelat dengan tato segitiga menghiasi pipinya sedang menghimpit tubuh mungil gadis pinky itu, sesekali tampak tangan Naruto dan lelaki cokelat itu menowel-nowel tibuh sintal sang gadis. Entah kenapa ia benar-benar geram dan tak suka melihatnya.

Sementara kini manik onyxnya menggerling kearah Sai tak jauh dari situ, pemuda yang terkenal dengan lukisannya itu tengah mendekati gadis pirang sexy disana dan sesekali tampak mencumbunya, "cih, Sai benar-benar belum berubah." decihnya karena melihat sahabat pucatnya yang masih senang bermain-main dengan gadis cabe-cabean, mengingat umur mereka bertiga sudah hampir kepala tiga.

Sasuke terlihat bangkit dari kursi nyamannya, sepertinya ia mulai memutuskan untuk ikut bergabung, ia bermaksud menjauhkan gadis pink itu dari serigala-serigala lapar disana.

Sementara Sakura kembali berdecih saat melihat sahabat pirangnya sudah selangkah lebih maju, tatapan emeraldnya menatap kesal Ino yang saat itu juga menyeringai kala sadar telah diperhatikan oleh Sakura, dari tatapan Ino seolah ia mengatakan 'Aku berhasil jidaattt!'.

Ino kembali bergelayutan manja di leher jenjang pemuda pucat tampan yang sesekali mencumbunya itu, bahkan gerakan mereka berdua semakin erotis, seolah Sai adalah tiang, dan Ino ularnya. Yaa, ular yang melingkar manja sambil bergoyang-goyang erotis.

Mata Sakura semakin memicing dengan wajah memerah tapi tetap tak berhenti menggoyangkan tubuhnya saat melihat tubuh sintal sahabatnya tampak berbalik dengan posisi membelakangi lelaki pucat itu. Tak hanya itu, Ino dengan gerakan sensualnya menggerak-gerakkan tubuhnya ke bawah dan ke atas. Sesekali bokong padatnya menowel sesuatu ditengah selangkangan lelaki dibelakangnya itu dan membuat sang lelaki sedikit menggeram nikmat sambil menggerayangi tubuh gadis pirang Yamanaka yang tengah meliuk-liuk erotis dihadapannya.

'Sial! Ino benar-benar agresif! Huh kalau saja aku bermuka tebal sepertinya, aku pasti langsung duduk dihadapan targetku, sambil mengangkanginya dan bergerak erotis diatas pangkuannya, hihi saat itu pasti dalam sekejap ia akan berada dalam genggamanku.' Decih Sakura dalam hati, ngomong-ngomong soal target, ia jadi ingat kemanakah target tampannya tadi? Manik emeraldnya kembali menggerling ke segala arah. Tapi ia kembali menyeringai saat melihat lelaki raven incarannya telah bergabung dilantai dansa dengannya.

Sasuke mulai menapakkan kakinya ke lantai dansa dengan seringaian sexynya. Hal itu membuat Sakura semakin berlonjak kegirangan dalam hati tentunya, ia tak menyangka berhasil menarik perhatian lelaki tampan dan terlihat kaku itu untuk mendekatinya.

Sakura masih terus bergoyang semakin panas sambil menyeringai menatap pria onyx tak jauh dari hadapannya itu seolah menantang Sasuke untuk mendekat dan menggodanya.

Lelaki tampan yang selalu membuat setiap wanita yang menatap seringai sexynya bisa klepek-klepek itu sudah berada didepan Sakura, dia mulai menari mengikuti permainan yang dibuat gadis pink tersebut, dia menggoyangkan tubuhnya santai tapi tetap terlihat cool dan sexy dimata Sakura. Beberapa wanita yang ada disana memekik girang tatkala Sasuke mulai menggoyangkan tubuhnya.

Sakura tak memyia-nyiakan kesempatan langka yang ada didepan mata, iapun semakin memberanikan diri untuk mendekatinya, ia tak mau kalah jauh dari sahabat pirangnya yang bahkan sudah di tahap super hot dengan targetnya.

Semakin dekat dan dekat, saat ini sejenak onyx bertemu emerald dan mereka berdua seolah saling terjebak di dalam keindahan iris masing-masing.

Deg Deg!

Jantung Sakura berdetak 2x lebih cepat kala menatap mata lelaki tampan dihadapannya itu, 'manik hitam sekelam malam yang menawan...' ujar innernya yang terbius akan katampanan lelaki dihadapannya.

Sakura terkesiap seketika tersadar dari lamunannya, 'tidak, aku tak boleh terlalu menunjukkan ketertarikanku padanya!' pekik innernya lagi menyadarkan. Sakura hanya ingin menggoda lelaki yang tampak dewasa ini dan ia mulai mengalungkan lengannya di leher Sasuke sambil menggerakkan jemari lentiknya mengusap dada bidang pria onyx yang terbalut kemeja hitam press body itu perlahan seraya berbisik sensual.

"Apa yang membuat lelaki tampan ini kemari hemm? Apakah kau mulai tergoda dengan goyanganku, eh?" tanya Sakura menyeringai sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.

Sasuke menyeringai dengan gumaman khasnya, "Hn." Entah kenapa ia benar-benar tertarik dengan gadis pink cabe-cabean ini pikirnya. Sasuke juga membalas perlakuan Sakura dengan melingkarkan tangannya dipinggang ramping itu agar tubuh mereka semakin rapat.

Para wanita yang ada di lantai dansa pun nampak tak suka, kecewa, dan ada yang nampak iri saat Sasuke merespon tingkah laku gadis pink itu dengan melingkarkan tangannya mesra begitu.

Naruto yang melihat itu pun nampak geram, pasalnya sedari tadi ia mencoba mendekati gadis pink itu tapi sang gadis malah tak mengindahkan kehadirannya.

"Cih sialan kau Temee! Bilang tadi tak tertarik, tapi sekarang malah ikut menggoda gadis pink itu!" umpat Naruto kesal melihat pasangan biru dan pink yang semakin merapatkan tubuh mereka dengan saling memandang mesra.

Tiba-tiba ide nista terlintas di otak pria kuning itu. Ia menyeringai lalu mendekati keduanya yang tampak dimabuk asmara padahal baru pertama kali jumpa. Naruto semakin mendekat masih tetap bergoyang heboh, bukannya membuat orang lain kagum atau senang melihat goyangannya, justru orang-orang disekitar situ malah minggir ketakutan dengan goyangan brutal Naruto, seolah seperti gasing yang berputar dan akan menggepak siapa saja didekatnya. Hingga dengan sengaja ia menyenggol tubuh Sasuke, agar sahabat sok coolnya itu jatuh terjerembab tak elite seperti bayangannya.

'Khukhukhu, kena kau temeeee!' Gumam Naruto sambil menyeringai dalam hati membayangkan kejadian memalukan untuk sahabat sempurnanya itu.

Sasuke yang sedang menundukkan kepalanya untuk menatap emerald jernih gadis yang lebih pendek darinya itu nampak tak siap saat Naruto menyenggolnya. Hal itu membuat Sasuke terdorong hingga bibirnya yang tipis nan sexy itu menempel pada bibir ranum dan kenyal milik Sakura.

Sontak keduanya mematung dalam posisi saling menempelkan bibir, keduanya terkejut. Terlebih Sakura yang tiba-tiba mendapatkan sebuah ciuman pertamanya. Yah ini memang ciuman pertama baginya karena selama 22 tahun hidupnya ini ia tak pernah mengenal cinta dan asmara, walau ia cukup liar sering bermain ke club malam bersama sahabat pirangnya, tapi ia selalu bisa menahan diri untuk tidak disentuh oleh lelaki manapun yang mendekatinya. Baru kali ini dirinya benar-benar terbius akan pesona seorang lelaki tampan dengan iris hitam sekelam malam bak jurang tanpa dasar yang memikat itu.

Entah kenapa ia tak bisa menolak bibir tipis beraroma mint milik lelaki raven dihadapannya ini. Walaupun baru pertama kalinya bagi Sakura, tapi ia cukup tau bagaimana cara berciuman yang benar. Hei, salahkan sahabat pirangnya yang selalu menjejalinya dengan cerita-cerita mesum yang sering dilakukan oleh Ino dengan pacar-pacarnya yang lalu.

Sasuke juga tak kalah terkejut, untuk beberapa saat otak jeniusnya tak dapat mencerna apa yang ia lakukan barusan. Ia benar-benar tak kuasa untuk menghindari senggolan maut sahabat kuningnya yang pastinya akan ia beri pelajaran nanti. Kali ini ada hal lain yang lebih mengalihkan perhatiannya, benda kenyal beraroma cherry dihadapannya ini sungguh menggiurkan. Baru kali ini ia menyentuh bibir ranum milik wanita seperti ini setelah sekian lama.

Dan lagi-lagi onyx hitam Sasuke kembali membulat sempurna saat merasakan pergerakan benda kenyal yang sedang melumat bibir tipisnya. Sejenak ia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan memenuhi rongga perutnya dalam sekejap saat merasakan sensasi menyenangkan yang telah lama ia tinggalkan.

Begitu pula Sakura, tiba-tiba jantungnya seperti tersengat listrik hingga berpacu lebih cepat, dan darahnya berdesir kala merasakan sensasi yang pertama ia rasakan ini. Benar-benar nikmat pikirnya.

"Hn, kau memang gadis nakal, eh?" gumam Sasuke disela-sela pagutan, kali ini ia menggunakan tangannya untuk membingkai wajah cantik gadis bermanik hijau klorofil dihadapannya dan membalas lumatan gadis pink dihadapannya dengan lebih liar. Ia menghisap-hisap benda kenyal itu dengan kuat membuat Sakura terengah-engah. Sasuke terus mendesak Sakura untuk melakukan french kiss, lidahnya ia lesakkan kedalam mulut mungil gadis pink itu dan mengobrak-abrik seluruh isi didalamnya, mereka bertukar saliva tanpa mengingat dimana mereka sekarang.

Bahkan sebagian orang disitu rela menghentikan kegiatan menarinya umtuk melihat adegan panas mereka.

Ino yang sedang asik dengan pemuda pucat idamannya itupun tercengang melihat sahabat pinkynya yang tampak semakin hot dengan targetnya. Ia tak habis pikir bahkan tadi saja Sakura menolak habis-habisan akan rencananya ini.

"Hem... sekarang ia malah terlihat begitu menikmatinya, eh..." Ino menyeringai tipis, masih dalam posisi bergelayutan mesra ditubuh kekar pangeran murah senyumnya yang juga sedang menyeringai melihat sahabat ravennya tampak menikmati gadis pink disana.

Sedangkan Naruto dan pria berambut cokelat yang juga memperhatikan gadis pink itu malah mendengus frustasi, nampak hidung keduanya kembang kempis menahan amarah.

"Baka! Justru senggolanmu tadi malah membuat mereka semakin lengket bagai perangko!" Sungut pria dengan tato segitiga dipipinya. Ia tampak menyerah akan gadis pink yang tak berhasil dia goda dan berjalan ketepi lantai dansa untuk mencari target wanita lainnya.

"Arrgghhh! Sial! Beruntung sekali nasibmu kali ini temeee~" pekik Naruto frustasi, gagal rencananya menjauhkan Sasuke dari gadis pink incarannya, justru mereka semakin dekat sampai berciuman panas begitu.

"Hmpph- kau juga cukup liar tuan~" balas Sakura sembari melepaskan ciuman panjang mereka akan kebutuhan oksigen yang semakin mendesak.

Setelah dirasa cukup mengambil oksigen, Sasuke nampak kembali mendekatkan bibirnya untuk kembali melumat bibir ranum Sakura.

Melihat pemuda dihadapannya semakin mendekat, Sakura hanya menyeringai senang dalam hati, seakan tak mau kehilangan kesempatan. Ia juga kembali membalas ciuman tersebut dan memagut bibir Sasuke dengan antusias.

Sasuke nampak kaget, namun ia segera menguasai dirinya kembali dan membalas perlakuan gadis itu sambil menutup mata untuk menikmatinya. Ciuman mereka lebih panas dari sebelumnya, bahkan tangan nakal Sasuke sudah mulai menelusup masuk kedalam kemeja yang dikenakan Sakura. Hal iti membuat beberapa orang yang menontonnya terlihat meneguk saliva masing-masing. Mereka benar-benar terhanyut dalam ciuman panjang, seolah dunia milik berdua.

Ino semakin melotot saat melihat Sakura kembali berciuman panas tanpa memperdulikan sekitar, 'Cih, ini gawat! Kalau tak kuhentikan, bisa-bisa mereka akan bercinta disana!' decihnya dalam hati sembari melepaskan dekapannya dari Sai yang sepintas menatapnya penuh tanya. Tapi Ino tetap melenggang mendekati sahabat pinkynya.

Naruto juga semakin melotot frustasi melihat adegan mesra keduanya yang berlanjut itu, "Cih, ternyata kau tak ada puas-puasnya temeeeee~" pekiknya lagi sambil melangkah untuk memisahkan kedua bibir yang sejak tadi berpagutan itu. Walau ia sudah beristri, tapi takkan ia biarkan sahabat ravennya itu semakin menggoda gadis pink incarannya.

Cupp-!

"Enghh~" desah Sakura tertahan saat merasakan sebuah tarikan ditangannya yang membuat pagutannya tiba-tiba terlepas.

"Ck...pig! A-ada apa?" decak Sakura sebal dan hendak protes akan tindakan sahabat pirangnya yang tiba-tiba mengganggu kenikmatannya itu. Tapi ia urungkan saat melihat sepasang manik aquamarine ino yang menatapnya serius.

"Hei, jidat! Anikimu tadi menghubungiku, ia menyuruhmu untuk cepat pulang!" dusta Ino agar ia bisa menghentikan Sakura yang masih polos ini batinnya.

Sakura menegang mendengarnya, ia tak ingin sampai keluarganya mengetahui kelakuannya yang hobby clubing ini. "Ehh...ba-baiklah, ayo kita pulang!" serunya gelagapan. Emeraldnya menggerling kearah pria tampan yang beberapa menit lalu telah memikat dan mencumbunya itu, Sakura seperti ingin mengatakan sesuatu tapi Ino segera menariknya pergi dari situ.

Sasuke hanya terdiam memandang gadis pink yang menarik perhatiannya tadi, otaknya masih mencerna kejadian barusan. Seketika ia tampak mendengus menahan tawa saat tadi mendengar panggilan gadis itu, 'jidat? Hn, nama yang aneh.' pikirnya.

Sai yang juga ditinggalkan Ino tiba-tiba itu juga melangkah mendekati sahabat ravennya, ia menepuk pundak Sasuke seraya berbisik, "Hem... Sepertinya kau tertarik pada gadis pink itu, eh?"

Mendengar suara baritone khas sahabat pucatnya, Sasuke segera tersadar dari pemikirannya, "Hn, tidak! Tidak mungkin aku tertarik pada gadis cabe-cabean begitu!" Elak Sasuke mencoba tetap bersikap datar, karena bagaimanapun juga, ditinggalkan oleh seorang gadis disaat kau baru mulai menikmatinya itu adalah hal yang memalukan. Terlebih ia seorang Uchiha yang baru kali ini tergoda oleh gadis tak dikenal dan tiba-tiba ditinggalkan begitu saja, 'che! Mau ditaruh mana harga diri ke'Uchiha'annya.' Decihnya dalam hati.

"Hahaha, kasian sekali kau teme...dicampakkan begitu saja dengan si pink itu~" Naruto tertawa nyaring melihat sahabat ravennya yang ditinggalkan begitu saja oleh gadis incarannya barusan.

Sasuke yang mendengar ejekan dari sahabat kuningnya itu menoleh dengan deathglare andalannya sambil berdecak kesal. "Ck, berisik kau dobe! Bukannya kau juga yang menggodanya dari tadi tapi tak berhasil, eh?" Cibir Sasuke mengingat Naruto yang juga tertarik dengan gadis pink tadi tapi tak berhasil memikatnya itu.

Naruto melotot, otak pas-pasannya memikirkan kata-kata terbaik untuk mengelak cibiran Sasuke, ia tak ingin terlihat menyedihkan dihadapan rival sekaligus sahabatnya itu. "Heh! Te-tentu saja aku tak ingin terlalu menggodanya, aku kan sudah memiliki Hinata-chan ttebayo!"

"Hn, baka."

"Hei, ayo kita lanjutkan bersenang-senangnya, jangan hanya karena seorang gadis saja kalian jadi bertengkar!" Seru Sai yang sudah kembali menari dengan beberapa wanita sexy yang entah sejak kapan telah mengerumuninya.

Sasuke merotasi bola matanya bosan melihat sahabatnya yang playboy disana, "Ck, aku tak ingin menari lagi." Sahutnya cepat seraya melenggang dari lantai dansa menuju ke mejanya tadi. Walau sepanjang jalan, beberapa kali ada wanita cantik dan sexy menggodanya, tapi ia tak bergeming dan tetap melangkah lurus kedepan dengan memasukkan kedua tangan kedalam saku celananya.

"Cih, dasar teme! Moodnya benar-benar cepat berubah." Decih Naruto dan kembali bergoyang heboh mendekati para wanita sexy lainnya yang juga sedang menari.

~oOOOo~

Tap... Tap...

Terlihat kedua gadis berbeda warna rambut yang tengah berjalan diparkiran samping bar. Parkiran yang cukup luas dengan banyak mobil mewah berbaris rapi memenuhinya itu tak membuat mereka kesulitan untuk menemukan mobil milik Sakura yang warnanya senada dengan warna rambutnya yang mencolok itu.

"Jidat, mana kunci mobilmu?" Ujar Ino yang sudah berada tepat didepan pintu mobil Lamborghini Huracan Pink milik Sakura.

Sakura yang dimintai kunci mobilnya sendiri itu mengernyitkan alis bingung, "Untuk apa pig! Kan aku yang menyetir."

"Ck, biar aku saja yang menyetir, aku tak ingin masuk rumah sakit kalau kau yang sudah mabuk ini membawanya!" Sahut Ino cepat sambil menyambar kunci mobil Sakura ditangannya.

"Huh, aku tak semabuk yang lau kira pig! Kalau untuk menyetir mobil saja aku masih sanggup!" Balas Sakura sebal sambil membuka pintu mobil dan mendudukkan bokongnya di kursi penumpang sebelah Ino yang sudah duduk di kursi pengemudi.

Ino mulai menyalakan mobil Sakura, sebelumnya ia juga telah memasang safety belt, "Aku tau kau mabuk, karena tadi kau benar-benar mabuk cinta dengan si tampan itu." celetuk Ino menggoda Sakura yang tampak semakin memerah mendengar perkataannya.

"Sialan kau pig!" geram Sakura menahan malu, "Kau sendiri dengan-!" Perkataan Sakura terpotong oleh suara dering ponselnya, iapun segera mencari-cari benda tersebut didalam tas kecil yang ia letakkan dipangkuannya.

Sakura kembali berdecih saat mendapatkan smartphonenya yang menampilkan nama 'baka nii-chan', dengan malas ia mengangkatnya.

"Hallo, kenapa lagi Nii-chan?"

"Saku! Kau dimana? Dengan siapa? Sekarang berbuat apa?" Cerocos Sasori khawatir diseberang sana, pasalnya ini sudah pukul 11 malam tapi imotou berisiknya belum juga pulang.

Sakura menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar cerocosan panjang kakaknya yang memekakan telinga itu, "Ck, Nii-chan, kau tadi kan sudah menghubungi Ino. Ya aku sedang bersamanya menikmati angin malam!" Sahut Sakura kesal akan kakak lelakinya yang over protective ini.

Ino yang mrndengar namanya disebut itupun menoleh melihat Sakura sambil menelan salivanya gugup, sepertinya ia akan ketahuan pikirnya.

"Heh, aku tak menghubungi Ino, baru ini aku menghubungimu Saku! Aku tak mau tau, cepat kau pulang sudah malam! KLIK!" Sungut Sasori lagi dengan memutuskan sambungan teleponnya sepihak.

Sakura terkejut mendengarnya, tadi piggy disebelahnya mengatakan kalau kakaknya menghubunginya padahal tidak. 'Che, dia membohongiku!' decak Sakura dalam hati dengan melirik Ino yang masih fokus menyetir walau tampak bulir keringat mengalir dikening seperti orang yang sedang gugup.

"Kenapa kau membohongiku pig!" tanya Sakura to the point.

"Eh, bohong? Soal apa jidat?" Jawab Ino masih mempertahankan tampang innocentnya.

"Tak usah berpura-pura bodoh! Tadi kau mengatakan kalau Sasori-nii menghubungimu untuk menyuruhku pulang, padahal baru ini ia bilang menelponku!" Jelas gadis bungsu Haruno ini kesal.

"Eh... I-itu karena aku tak mau melihat kau kebablasan dengan pria tadi jidatttt. Mungkin jika tak ku hentikan, kau pasti sudah bercinta dengannya disana..." jawab Ino menjelaska, sesekali manik aquamarinnya bergerak gelisah menatap sahabat pinkynya dan menatap lurus jalanan dihadapannya.

"Huh, kau itu! Padahal aku sedang mesra-mesranya dengan pria yang bahkan namanya saja aku tak tahu!" Sungut Sakira semakin sebal mengingat ia tak sempat menanyakan nama lelaki yang tadi mempesonanya itu.

"Kau itu jidat... Pengalamanmu untuk memikat lelaki memang nol besar, tapi yang tadi ku akui kau cukup hebat juga memikatnya dengan goyangan erotismu itu,eh?" goda Ino sambil menggerling genit menatap Sakura yang juga sudah blushing bak kepiting rebus akan kata-katanya, "tapi... Ada satu hal yang harus kau ketahui untuk membuat lelaki tergila-gila padamu..." lanjutnya lagi dengan menggantungkan kata-katanya membuat Sakura semakin menatapnya penasaran.

"A-apa itu pig?" Tanya Sakura, ia memang tahu benar kalau sahabat pirangnya ini memang memiliki banyak pengalaman memikat pria dan membuat mereka tergila-gila padanya, tak seperti dirinya yang pengalaman pacaran saja nol besar karena selama ini tak pernah ada pria yang membuatnya tertarik.

"Hemmm, kau harus membuatnya penasaran!" Lanjut Ino kali ini semakin membuat Sakura mengernyitkan dahi bingung, "maksudku, setelah kau menggoda dan melambungkan hatinya. Saat itu juga kau hempaskan sekuat tenaga harapan lelaki tersebut." Ujarnya lagi sambil menghentakkan kepalan tangannya di setir mobil.

"Yeah, dengan tiba-tiba meninggalkannya begitu?" Sahut Sakura yang mulai mengerti dengan penjelasan Ino.

"Ya, seperti tadi. Hal itu akan membuat mereka penasaran dan kita takkan semudah itu untuk mereka dapatkan seperti gadis-gadis murahan lainnya~" Ujar Ino riang. "Tapi tak kusangka ciuman pertamamu justru dengan pria yang bahkan baru pertama kau temui itu, eh?"

"Uhh~ kau itu pig! I-itu juga karena ide gilamu dan saat menari ada yang menyenggolnya hingga ia nyaris terjatuh..." cicit Sakura dengan suara yang semakin melemah.

"Haha. Kau bahkan tampak menikmati ciuman panasnya tadi, hemm?"

"Berhenti menggodaku pig! Cukup lihat kedepan saja agar kita sampai rumah dengan selamat!" Hardik Sakura antara sebal dan malu disudutkan begitu, walau oleh sahabatnya sendiri.

"Yare-yare...tak usah ngambek begitu jidat... Aku yakin jika memang jodoh, kau pasti akan bertemu dengannya lagi suatu saat nanti~" Balas Ino, lagi-lagi perkataan sok bijak keluar dari bibirnya.

Sakura hanya merotasi kedua emeraldnya bosan sambil mengangguk-angguk mengerti, kini ia memalingkan wajahnya menatap gemerlap kota konoha dimalam hari sambil memikirkan kejadian barusan, yang menurutnya terjadi sangat cepat.

Mengingat aroma maskulin yang menguar dari tubuh pria tampan dihadapannya tadi saja sudah membuatnya berdebar, apalagi mengingat tatapan tajam sekelam malam yang menatap dan menyeretnya hingga terjebak didalam pesonanya. Mungkin inilah yang dikatakan orang-orang tentang cinta pada pandangan pertama. Ia terkikik sendiri membayangkannya, tapi seketika kikikannya terhenti dan digantikan oleh raut ajah menekuk sebal saat mengingat jika ia telah dijodohkan sepihak oleh orang tuanya dengan seorang duda. Innernya kembali menjerit histeris meratapi nasibnya. Ia harus bisa membatalkan perjodohan ini batinnya.

Ino yang memperhatikn Sakura lewat ekor matanya itu hanya mendengus geli akan perubahan air muka sahabat pinkynya tersebut sambil terus menyetir hati-hati dimalam yang jalanannya masih cukup ramai ini.

~oOOOo~

Sesampainya dirumah, Sakura sudah dihadang oleh sang kakak yang tampak berdiri tegap didepan pintu masuk sambil bersedekap dada menatapnya tajam.

'GLEK!'

Sakura menelan saliva melihat tatapan hazel sang kakak yang memicing begitu saat menatapnya. Tapi ia tetap berusaha tenang dan terus berjalan menaiki anak tangga menuju pintu masuk rumahnya.

"Saku, dari mana saja kau kelayapan malam-malam begini hah!" Geram Sasori.

"Aku hanya berjalan-jalan dengan Ino, Nii-chan!" Sahut Sakura tak mengindahkan tatapan marah sang kakak dan terus berjalan membuat Sasori semakin geram dan menyusulnya.

"Kau itu seorang gadis Saku! Tak baik berjalan sampai malam begini. Terlebih, banyak serigala-serigala lapar yang akan menerkam setiap gadis sepertimu!" Pekik Sasori semakin menjadi-jadi sambil menyamai langkah Sakura yang tak mau berhenti untuk sekedar mendengarkannya itu.

"Ck, aku ini sudah besar Nii-chan! Tak perlu terlalu mengkhawatirkanku!" Balas Sakura semakin mempercepat langkahnya berjalan dirumahnya yang sudah sepi ini, sepertinya yang lainnya sudah tidur karena hanya terlihat beberapa pelayan yang sedang berberes rumah. Dan saat ini juga pikirannya ingin segera menuju kamar kesayangannya, ia sudah sangat lelah untuk meladeni kakak lelaki cerewetnya ini.

"Cih, tetap saja kau itu seorang gadis!"

Sakura mendadak menghentikan langkahnya, membuat Sasori juga refleks berhenti melihat Sakura yang mulai membalikkan tubuh menatap manik hazel Sasori tajam.

"Nii-chan, aku ingin menyamar jadi maid dirumah calon suamiku!" Sakura mengatakan rencana gila dari sahabat pirangnya itu dengan tatapan serius, berharap sang kakak akan menyetujui dan mendukungnya, walau harus sedikit menutupi rencana yang sebenarnya.

Sasori melotot mendengar perkataan konyol adiknya itu, demi Dewa Jashinnya Hidan, teman seperguruannya dibangku Universitas dulu yang sekarang entah dimana rimbanya itu Sasori benar-benar tak habis pikir. Imotounya yang manja dan malasnya gak ketulungan itu mendadak ingin jadi pelayan? Terlebih dirumah calon suaminya? Hal itu membuatnya semakin tak mengerti.

"A-apa maksudmu Saku?"

.

.

.

~T.B.C~

.

.

.

Huwaaa akhirnya chap 2 selesai juga, fiuuhh... Gomen ya lama updte soalx lagi agak sibuk juga di tempat kerja, jadi urusan fict sdikit terbengkalai.

(╯3╰)╭

Special thanks for

azizaanr, tiffany. , caesarpuspita, mii-chanchan2, ayuharuno, , uchiha lovers, uchiharuno pinky, pink tomato, , sarada yukino, Fuji Seijuro, dewazz, yuni nyan itachi, kaito jane, kira keito, aihara, ika sayaka, hani salsa, Guest, andi savers, lolipop savers, undhott, Manda Vvidenarint, Oyasihonasai, dinarock35, NikeLagi.

Arigatou buat kalian semua yang sudah sudi untuk membaca fict abal yang lagi-lagi dariku ini, arigatou untuk yg sudah fav, follow, read review maupun para silent readers.

Gomen kalau chap ini kurang memuaskan. Hezlin akan berusaha memberikan yang terbaik di chap selanjutnya. Aq harap kritik dan sarannya agar aq bisa semangat membuat chap selanjutnya dgn sbaik2nya yaaa..hehehe

Minde to review again?

(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯