TITLE : Fated to Love You

AUTHOR : Hezlin Cherry

RATE : M (For Save)

PAIRING : SASUSAKU

GENRE : Romance, Drama

DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

.

.

.

Summary : Dijodohkan dengan pria tampan dan mapan? Jelas itu semua mimpi bagi setiap gadis. Tapi tidak untuk Haruno Sakura yang rela menyamar sebagai maid di kediaman calon suami yang tidak ia ketahui itu untuk membatalkan perjodohan ini. Pasalnya ia tak bisa terima jika calonnya itu adalah seorang duda anak satu. What the hell!?"

.

.

.

WARNING: Alur muter2 gajeness, AU, OOC, TYPO, gak sesuai EYD!?

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

.

(^▽^)↗Happy Reading↖(^▽^)↗

.

.

.

Wanita berhelai merah muda pekat mengenakan mini dress merah yang sangat kontras dengan warna kulit putih susunya itu melenggang pergi mendekati kedai ramen tersebut. Kaki jenjangnya melangkah dengan anggun. Ia menyeberang jalan besar di hadapannya hati-hati.

Sampai langkahnya terhenti tepat di depan kedai tersebut, kedai yang pernah menjadi kenangan masa lalunya bersama pria yang akan ia temui beberapa detik lagi itu. Wajah cantiknya terlihat percaya diri kala memasuki kedai tersebut dan segera mendudukkan diri tepat di sebelah pria masa lalunya.

Dengan suara lemah lembut ia memanggil pelayan di kedai yang sudah beberapa tahun berganti kepemilikan ini.

"Paman Teuchi- Ah, iya... Paman Teuchi 'kan sudah lama berhenti dari sini karena di rekrut bekerja di tempat seorang pengusaha kaya raya itu..." Gumamnya pelan namun di sengaja dan tetap terdengar hingga ke sebelah. "Hemm.. Baiklah, aku pesan ramen special ya Paman~"

Sasuke tersentak mendengar suara familiar di sebelahnya, ia pun melirik melalui ekor matanya dan seketika tubuhnya menegang.

"Hn, Tayuya..." Desisnya pelan namun penuh penekanan dengan raut wajah tak senang.

Wanita yang di panggil Tayuya itu menyeringai sesaat sebelum ia menoleh dan tersenyum, "ah! Sasuke-kun... Apa kabar? Lama tak jumpa?" Suara riangnya terdengar dibuat-buat.

"Sedang apa kau di sini!?" Tanya Sasuke tak mengindahkan sapaan wanita yang pernah menjadi bagian masa lalunya itu.

"Sedang apa di sini?" Ucapnya mengulangi, "tentu saja ingin memakan ramen 'kan?" Lanjutnya lagi. "Apa kau tak suka bertemu denganku lagi, eh?

"Huh, aku tak peduli." Sahut Sasuke datar.

"Oh ya, bagaimana kabar Kei-kun?" Celetuk Tayuya lagi, "aku ingin tahu bagaimana dia sekarang, sudah bertahun-tahun sejak aku meninggalkannya saat bayi~" sambungnya riang sambil terkekeh pelan dan itu sukses mengundang tatapan tak suka dari Sasuke, "hem, mungkin kapan-kapan, aku bisa menemuinya. Bagaimana reaksinya nanti ya~"

"Jangan pernah berharap untuk bertemu dengannya! Dia juga telah menganggap ibunya mati sejak lama!" Desis Sasuke tajam penuh penekanan.

"Hee, souka?" Tayuya berpura-pura mengerjapkan matanya kaget. Walaupun ia sudah mengira jawaban Sasuke pasti akan seperti ini.

Sakura yang berada di sebelah Sasuke turut merasakan atmosfer tak mengenakkan itu akhirnya menyembulkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi. Dan detik berikutnya ia dibuat kagum karena melihat sesosok wanita cantik yang terlihat dewasa dan memiliki rambut berhelai serupa dengannya. Yah, walaupun warna rambut Sakura lebih terlihat soft pink dari pada rambut wanita itu.

"Wah, ternyata kau sedang berkencan? Pantas saja kau merasa terusik dengan kehadiranku, ne?" Cibir Tayuya sinis saat melihat manik emerald Sakura yang menatapnya penasaran.

"Bukan urusanmu!"

Sakura masih terdiam melihat perseteruan sang majikan dengan wanita yang tak ia ketahui siapa itu.

"Hem, sekarang kau tergila-gila dengan seorang pembantu, eh?" Tayuya masih terus melayangkan cibiran sinisnya, "aku tak menyangka setelah berpisah dariku kau ma-!"

"DIAM!" Bentak bungsu Uchiha itu tiba-tiba. "Jangan pernah campuri urusanku lagi!" Lanjut Sasuke penuh penekanan dan itu membuat Tayuya semakin geram.

"Saki, cepat habiskan ramenmu lalu kita segera pergi dari sini!" Tegas Sasuke, lalu dibalas anggukan oleh Sakura dan kebetulan ramen Sakura juga sudah mau habis. Jadi setelah itu mereka bisa segera pergi meninggalkan kedai tersebut.

Diam-diam Tayuya menyeringai licik menatap punggung tegap sang mantan suami yang mulai menjauhi kedai bersama seorang gadis berseragam maid tersebut. Entah apa yang berada dalam pikirannya sekarang.

~oOOOo~

"Tuan, tadi itu...sia-!"

"Lupakan!" Sentak Sasuke menyela perkataan Sakura.

"Eh?"

"Yang tadi tak ada hubungannya denganmu! Jadi lupakan saja!" Lanjutnya lagi menjelaskan tanpa menoleh ke arah Sakura melainkan pandangannya terus fokus menyetir menghadap depan.

Nyuut!

Nyeri, itulah yang dirasakan Sakura. Memang hal itu tadi bukan urusannya dan tak ada hubungannya dengannya yang seorang maid ini. Tapi terbesit rasa sesak dan pedih di ulu hatinya kala itu menyangkut sang majikan alias calon suami masa depannya itu. Sakura tahu, sepertinya wanita tadi adalah mantan isteri Sasuke dan juga berarti adalah ibu kandung Kei. Sebuah rasa penasaran tentang bagaimana masa lalu Sasuke dulu juga muncul dibenaknya. Hanya saja Sakura mencoba menahan rasa penasarannya itu hingga waktu yang tepat nanti ia akan menanyakannya, kalau sekarang tentu saja tidak. Apalah arti dirinya yang hanya seorang maid ini bertanya kehidupan pribadi sang majikan jika ia hanya akan dicap sebagai pembantu tak tahu diri.

"Baiklah Tuan, saya mengerti..." Jawab Sakura dengan senyum yang dipaksakan.

Sepintas Sasuke melirik melalui ekor matanya sebelum mengalihkan atensinya kembali ke depan dan membiarkan keadaan hening menyergap keduanya sepanjang perjalanan.

Ya, saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil mewah sang Uchiha. Dengan Sasuke yang menyetir dan Sakura duduk di kursi sebelah sang majikan. Mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah utama Uchiha dimana tempat kedua orang tua Sasuke tinggal. Mereka ke sana untuk sekalian menjemput Kei pulang tak lebih, karena tak bisa berharap pada Kakashi yang datang dan pergi sesuka hati, pikirnya.

Walaupun begitu Sakura cukup berdebar mengingat ia akan bertemu dengan calon mertuanya. Apalagi bertemu dalam keadaan sebagai maid begini, uhhh... Sungguh tak dapat di percaya. Semoga saja mereka belum mengetahui perihal perjodohan ini dari orang tuanya dan perihal siapa dirinya yang sebenarnya. Batin Sakura cemas.

.

Butuh waktu satu jam untuk berekendara menuju kediaman Tuan dan Nyonya Uchiha yang terletak di pinggiran kota Konoha. Kini mereka telah tiba di sebuah rumah besar bergaya tradisional yang dikelilingi oleh dinding besar dengan sebuah gerbang di depannya.

Sasuke memarkirkan mobil tepat di depan gerbang tersebut, tak jauh dari situ juga terparkir mobil mewah milik Itachi dan mobil yang selalu dibawa oleh Kakashi.

'Ternyata semuanya sedang berkumpul di sini.' Batin Sasuke seraya keluar dari mobil dan memberi kode pada Sakura di sebelahnya untuk mengikutinya masuk ke dalam.

Sakura terperanjat melihat rumah induk keluarga Uchiha yang sangat besar dengan bangunan khas tradisional Jepang ini. Berbeda dengan rumah Sasuke yang identik dengan gaya barat, rumah ini benar-benar masih murni dengan budaya Negerinya.

Saat masuk pun mereka disambut oleh beberapa pelayan berpakaian tradisional. Para pelayan itu berbaris rapi dan menunduk hormat akan kedatangan Sasuke.

Sementara Sakura hanya mengekor dibelakang sambil menelisik keadaan seluruh penjuru rumah ini yang masih tampak asri dengan beberapa kolam ikan mas koki dan banyak pohon bambu yang mengelilingi sebuah tempat bersantai seperti gazebo yang juga terbuat dari bambu. Benar-benar nuansa jaman dulu, nuansa yang jarang ditemui di kota-kota besar seperti Konoha. Di sini sungguh nyaman dan menyegarkan, seluruh taman dan pekarangannya sangat terawat. Pikiran Sakura yang menegang sedari tadi seolah bisa rileks kembali.

Brukk!

Tiba-tiba Sakura menubruk punggung tegap Sasuke yang berhenti di depannya. Sakura mengusap kening lebarnya yang tertutupi poni seraya melihat kedepan yang ternyata ada sebuah ruangan yang sangat luas. Dirinya melihat Sasuke masuk ke dalamnya. Gadis manis Haruno yang sedang menyamar itu tahu jika ini adalah ruangan utama dalam rumah induk ini. Dan ia pun segera bergegas mengikuti Sasuke untuk masuk ke dalamnya.

"Ah! Itu Saki Baa-chan dan papa!"

Sedetik setelah memasuki ruangan tersebut, Sakura dibuat kaget oleh pekikan cadel yang sangat ia kenali itu. Ya, itu adalah pekikan anak sang majikan yang tersenyum sumringah melihat kedatangannya dan berlari kearah Sakura lalu menerjang dan memeluk kaki jenjang Sakura yang tak tertutupi seragam maid tersebut.

Sakura menepuk-nepuk kepala raven Kei sambil tersenyum kecil menanggapi tingkah manja anak calon suaminya itu. Entah sejak kapan mereka berdua benar-benar terlihat sangat akrab seperti sekarang. Karena biasanya Kei akan terlebih dulu memeluk sang ayah.

Dan Sasuke hanya memandang singkat sambil mendengus geli melihatnya lalu kembali berjalan menuju meja rendah yang cukup besar di tengah ruangan ini. Di meja tersebut ternyata telah berkumpul seluruh anggota keluarganya lengkap dengan kakak ipar dan keponakan mungilnya yang masih berusia 2 tahun di gendongan neneknya -Uchiha Mikoto- itu minus Kakashi yang mungkin sedang bersantai di salah satu bagian rumah ini.

"Jadi, itu yang namanya Saku-! Ah, Saki-chan... Nee Sasuke-kun?" Tanya Nyonya Uchiha yang masih terlihat muda dan cantik di usianya yang sudah menginjak setengah abad lebih itu riang.

Sasuke terkejut, dari mana sang ibu mengetahui tentang maid barunya? Pikirnya langsung mengarah kearah sang kakak yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum-senyum. 'Ah! pasti dari baka anikinya.' Pikirnya lagi.

"Hn, dia maid sementara di rumahku." Jawab Sasuke datar seraya mendudukkan diri disebelah kakak iparnya dan berhadapan dengan kedua orang tuanya, turut bergabung dalam perkumpulan keluarga yang jarang-jarang terjadi ini. Di sini ia sempat bingung dan agak curiga, tumben-tumbennya seluruh anggota keluarga berkumpul saat tak sedang ada acara apapun seperti ini.

"Ah, Kaa-san diberi tahu oleh Itachi-kun tentang maid barumu itu, dia benar-benar kawaii..." Lanjut Mikoto menjelaskan. Sakura blushing dibagian ini, ia hanya bisa diam untuk saat ini memperhatikan interaksi keluarga calon suaminya kelak. "Ayo kemari, bergabung bersama kami, Saki-chan~" Ajak Mikoto dan itu membuat seluruh manik onyx di sana menatapnya aneh.

"Apa? Aku hanya ingin lebih akrab dengan calon man-Aw~!" Seketika perkataan ibu dari dua anak itu terpotong oleh cubitan kecil sang suami yang dengan wajah ketusnya mencoba memberi kode pada sang isteri yang selalu keceplosan itu. "Ehm, maksudku pada maid barumu Sasuke-kun~" Elak Mikoto setelah sadar perkataannya yang nyaris membongkar identitas calon mantunya itu.

Sakura menganga, pembicaraan macam apa ini? Nyata-nyata penyamaran akan identitas aslinya sungguh tak berlaku di sini. Sepertinya keluarga besar Uchiha telah mengetahui segala sesuatunya minus Sasuke. Gadis berdarah Haruno itu bingung bagaimana harus bersikap. Tapi innernya menyemangati untuk tetap bersikap apa adanya seperti dirinya yang biasa. Dan kemudian ia mengangguk, mengikuti perintah sang Nyonya besar untuk duduk bergabung di meja besar Uchiha itu. Ia hendak duduk sambil menuntun Kei agar ikut duduk dan Kei segera beralih menuju sang ayah di sebelah Sakura, lalu bocah tampan duplikat Sasuke itu segera menyamankan diri dipangkuan ayahnya.

Lalu Mikoto menyuruh Sakura untuk menikmati kudapan yang telah disediakan oleh pelayan kepercayaan Uchiha di sini.

Sakura senang dengan keramah tamahan keluarga yang kelak akan bersatu dengannya itu. Yah walaupun saat melihat tampang sang pemimpin Uchiha, alias ayah Sasuke yang memiliki wajah datar tanpa senyum sedikitpun itu membuatnya canggung. Sepertinya Sasuke mewarisi sifat dari sang ayah yang terlihat dingin. Tak seperti Itachi yang mewarisi sifat sang ibu yang sangat bersahabat.

"Wuah, jadi ini maid barumu? Sangat menggemaskan~" Ujar Hanna sembari menoleh ke samping kanan tempat Sakura duduk sedikit terhalang Sasuke yang duduk tepat disebelahnya itu riang seolah-olah baru pertama kali bertemu Sakura agar Sasuke tak curiga, hebat juga aktingnya batin Sakura.

Sedangkan Itachi tersenyum bangga akan kemampuan akting sang isteri.

"Kau beruntung memiliki maid sepertinya Sasuke-kun~" Lanjutnya lagi dan itu membuat Sakura semakin memerah mendapat pujian yang bertubi-tubi seperti ini.

"Hn, beruntung apanya? Aku hanya terpaksa menerimanya!" Sahut Sasuke tajam.

Dan seketika hal itu membuat perasaan Sakura yang barusan membumbung tinggi, tiba-tiba jatuh ke dasar lautan hingga hancur berkeping-keping lengkap dimakan oleh ikan Hiu pula.

"Hahaha~"

Sontak saja seluruhnya tertawa, minus Sasuke yang masih memasang wajah datar yang sialan tampan dan Fugaku -sang kepala keluarga- dengan wajah tegas namun terlihat sangar di mata Sakura itu sepertinya sedang mati-matian menahan tawa, ck!

"Kata-kata pedasmu belum berubah eh, baka otouto?" Sindir Itachi dan ditanggapi oleh decihan oleh Sasuke.

"Ne, Saki-chan... Jangan diambil hati yaa perkataan Sasuke-kun tadi~ dia memang sangat kaku orangnya seperti ayahnya~" Mikoto menjelaskan supaya calon mantunya bisa memaklumi sikap dingin anak bungsunya, "Kau tahu sendiri 'kan..." Ia berkata sambil melirik sang suami yang juga merasa tersindir dan akhirnya hanya bisa berdehem pelan menanggapinya.

"Eh! Tak apa-apa kok Nyonya... Sa-saya sudah terbiasa, ahaha~" Jawab Sakura tertawa kikuk sambil meraih segelas ocha yang disediakan para pelayan di sini untuknya.

Hening sejenak.

"Nenek~" Terdengar suara Kei kembali memecah keheningan yang baru saja tercipta.

"Hem, ada apa Kei-kun?" Mikoto menjawab panggilan cucunya lembut.

Kei yang duduk dipangkuan ayahnya sedikit mencondongkan tubuh dan menyangga kedua sikunya pada meja tempat mereka berkumpul sebelum kembali berujar.

"Apakah Himeka-chan tidulnya lama?" Tanya Kei pada sang nenek yang masih memangku tubuh mungil seorang balita lucu berambut hitam lurus sebahu yang merupakan anak dari paman dan bibinya -Itachi dan Hanna- itu dengan tatapan polos.

"Sepertinya akan lama, 'kan Himeka-chan baru saja tertidur sayang~" Hanna turut menimpali tak lupa dengan senyuman lembut terpatri di wajahnya sambil mengacak gemas surai raven keponakannya itu.

Kei langsung kembali terduduk dipangkuan sang ayah lesu, "aku 'kan masih ingin belmain dengannya..."

"Kau 'kan bisa bermain dengannya lagi kapan-kapan Kei." Sambung Sasuke.

Tiba-tiba Sakura bangkit dari duduknya seraya mengulurkan tangan ke arah Kei dan di sambut dengan tatapan bingung oleh bocah lelaki Uchiha itu maupun oleh seluruh manik onyx di sana.

"Kei-kun bisa bermain dengan Saki Ba-chan~ di luar, ayooo...?" Ajak Sakura, sekalian melarikan diri dari pertemuan keluarga calon suaminya yang sangat dadakan ini.

Bagaimanapun Sakura belum siap, yaah walaupun keluarga Sasuke turut membantunya dalam menyembunyikan identitasnya, tapi tetap saja ia merasa sangat canggung jika terlalu lama di sini. Batinnya.

Kei menyambut uluran tangan Sakura semangat, "Emm! Ayooo Ba-chan~" Ia memekik senang.

Dan mereka berdua pergi ke pekarangan luar rumah induk Uchiha ini tentunya setelah Sakura meminta ijin terlebih dahulu dan diijinkan oleh Mikoto yang memandangnya senang. Sakura dan Kei pun segera menghilang dari pandangan para Uchiha untuk sekedar bermain di luar, berjalan-jalan atau memberi makan ikan mas koki di sana bersama Kakashi yang tak sengaja bertemu di teras luar.

"Wahh~ mereka berdua sangat cocok ya..." Seru Mikoto senang, "kuharap kau bisa mendapatkan calon istri seperti Saki~" Lanjutnya lagi sambil menerawang jauh.

Sasuke memutar kedua bola matanya bosan karena rengekan ibunya yang selalu saja mendesakknya untuk segera mencari calon istri lagi.

"Kapan kau akan memperkenalkan calon ibu baru untuk Kei, baka otouto?" Timpal Itachi menambahi perkataan sang ibu.

"Hn, nanti jika ada wanita yang membuatku tertarik!" Jawab Sasuke cepat. Ia malas berlama-lama di introgasi masalah yang sama setiap kali kemari.

"Kuharap juga secepatnya Sasuke-kun~ sebelum kau semakin bertambah tua~" Sambung Hanna dan mengundang tawa bagi semuanya.

"Cih!"

"Kau tenang saja, kami tak akan membiarkan kau dan Kei bertambah tua tanpa seorang istri sekaligus Ibu untuk Kei-kun, hoho~" Lanjut Mikoto bersemangat.

"Apa maksud Kaa-san?" Sasuke bingung dengan arah pembicaraan ini. Sepertinya ada yang disembunyikan oleh keluarganya ini darinya, entahlah.

"Kau akan tahu nanti." Suara baritone Fugaku akhirnya terdengar mengakhiri pembicaraan.

~oOOOo~

Sakura berjalan pelan menuju kamar mandi umum di rumah ini. Tentu saja karena dia tak memiliki kamar mandi pribadi di dalam kamarnya yang hanya sekelas maid itu. Emeraldnya menelisik keadaan seluruh rumah yang sangat sepi entah kemana para penghuninya. Yang Sakura tahu hanya Sasuke yang kembali ke tempat pertapaannya di lantai paling atas rumah ini -tentu saja untuk melanjutkan pekerjaan. Sedangkan Kei kelelahan dan langsung tertidur semenjak pulang dari rumah induk Uchiha. Sementara yang lainnya seperti nenek Chiyo dan Kakashi, tak tahu di mana rimbanya.

-Ah, Sakura tak peduli. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah ingin mandi, mandi dan mandi.

Oh... Ayolah~ tubuhnya benar-benar sangat lengket oleh keringat setelah sibuk beraktivitas seharian ini. Lagipula hari juga sudah sore, jadi tak ada salahnya membersihkan diri lebih cepat dari biasanya, toh seluruh pekerjaannya hari ini juga telah selesai.

Sakura segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi setelah dirasa tempat tersebut tidak ada yang menggunakannya. Ia bernapas lega, ia ingin berlama-lama menghabiskan waktu di dalam sana dan mengguyur seluruh kepalanya dengan air dingin agar segar kembali.

Tentunya ia juga telah membawa seluruh perlengkapan mandinya dan baju ganti, karena Sakura tak mungkin mengenakan seragam maid selama 24 jam penuh. Ia diberi kelonggaran dalam berpakaian, hanya akan mengenakan seragam maid saat siang hari dan boleh menggunakan pakaian biasa di malam hari -tentunya pakaian yang masih terlihat sopan seperti blouse hijau muda sewarna dengan kedua matanya dan celana pendek sebatas lutut akan ia kenakan setelah acara mandinya selesai.

Setelah selesai dengan urusan mandinya, Sakura dengan cepat memakai baju gantinya saat itu juga di dalam kamar mandi, tak lupa wig sebagai benda wajib yang harus selalu ia kenakan. Tapi kali ini gadis musim semi itu mengikat wig tersebut. Ia mengikatnya sedang, tak terlalu tinggi maupun tak terlalu rendah. Tentu saja hal itu juga sukses memperlihatkan leher jenjang dan tengkuk putih mulusnya. Dengan seksama ia mengikat rambut palsunya agar tak membuat rambut pinknya terlihat.

Ia menghela napas puas setelah berhasil menguncir rambut palsunya. Jelas saja kali ini wajahnya jadi terlihat semakin segar dengan helaian yang terikat rapi kebelakang menyisakan beberapa anak rambut palsunya di sisi kanan kiri wajah cantik Sakura. Langkahnya terasa sangat ringan saat keluar dari kamar mandi. Ia ingin melangkah menuju kamarnya dan menunggu panggilan dari sang majikan kalau-kalau ada perlu dengannya.

Tapi pandangan Sakura terhenti kala melihat nenek Chiyo yang berjalan terburu-buru dengan membawa perlengkapan yang ia sendiri tak tahu apa itu.

"Baa-san, sedang apa?" Sakura memutuskan untuk menyapanya, kalau-kalau wanita tua itu butuh bantuannya. Karena jika dilihat-lihat, sepertinya dia sedikit kesulitan -bahkan naik tangga rumah ini pun rasanya sulit sekali untuknya.

Chiyo tersentak kaget dan segera menoleh kearah sumber suara, "ah, Saki..." Ujarnya saat melihat maid baru itu melangkah mendekat. "Wah, kau wangi sekali~" Lanjutnya lagi saat mencium wangi sabun aroma cherry yang menguar dari tubuh Sakura.

"Hem, aku baru saja selesai mandi Baa-san. Apa... Ada yang bisa ku bantu?"

Chiyo hendak menolak dan mengatakan jika dia tak perlu bantuan, sebelum suara besar Kakashi menginterupsinya.

"Chiyo Baa-san!" Seru Kakashi dari balik pintu dan berjalan mendekat, "aku butuh bantuanmu, alergi pada tubuh Genma kembali muncul dan dia butuh obat racikanmu dengan tumbuhan obat yang kau tanam di pekarangan." Kakashi menjelaskan.

Dan sedetik kemudian Chiyo mengangguk, ia tahu benar penyakit alergi gatal-gatal pada tubuh Genma yang merupakan Security di sini itu hanya bisa mereda oleh obat racikannya. Lalu dengan sigap ia langsung memberikan seluruh perlengkapan yang ia bawa pada gadis yang termangu di sebelahnya.

Sakura menerimanya refleks dalam keadaan bingung. Entah apa yang harus ia lakukan dengan beberapa balsam pereda nyeri otot didalam sebuah kotak yang diberikan Chiyo ini.

"Saki, kau harus menggantikanku memijat Sasuke-sama. Ia bilang tubuhnya sedikit pegal." Titah maid senior itu serius.

"Hee? Ta-tapi aku tak bisa memijat Baa-san!" Elak Sakura.

"Aku yakin kau bisa melakukannya." Tegas Chiyo mantap sambil memberitahu Sakura bagaimana cara memijat dengan menggerak-gerakkan jari-jarinya dan di balas anggukan mengerti dari Sakura -walaupun dia masih ragu akan pijatannya nanti.

Setelah itu Chiyo langsung melenggang pergi bersama Kakashi yang sepintas tampak mendengus geli melihat kepolosan Sakura.

Sakura berjalan menaiki tangga menuju kamar majikannya di lantai dua.

Kamar?

BLUSH!

Menyebutkan kata 'kamar' saja sudah memberikan efek tersendiri baginya, yaitu membuat wajahnya memerah semerah buah tomat kesukaan sang majikan. Sakura langsung menggeleng cepat, menepis pemikiran mesum yang nangkring di otaknya. Sepanjang jalan menaiki tangga, tak henti-hentinya ia memperagakan cara memijat yang diajarkan secara kilat oleh Chiyo. Sebelah tangannya memegang sekotak perlengkapan dan sebelahnya lagi sibuk menggantung di udara dan menggerakkan jari jemarinya seperti sedang meremas sesuatu lalu menggerakkan jarinya memutar berulang kali. Begitulah yang diajarkan Chiyo. Sakura terus melakukannya berulang hingga kini ia telah berada di depan pintu kamar sang majikan tampannya.

Ia menegup ludah gugup sebelum tangan putihnya terangkat untuk mengetuk pintu besar tersebut.

"Tok! Tok! Tok!"

"Masuk Baa-san." Seru Sasuke yang ternyata sudah dalam posisi tengkurap di aras ranjang kingsizenya hingga tak mengetahui jika yang masuk adalah Sakura.

Deg! Deg! Deg! Deg!

Debaran jantung Sakura sudah seperti mengajak perang semenjak ia melangkah memasuki kamar besar Sasuke. Terlebih saat melihat tubuh atletis Sasuke yang tidak memakai atasan dan hanya mengenakan celana sebatas lutut itu terbaring dengan posisi tengkurap pasrah, sedangkan kepalanya mengarah kesamping dan tak terlihat dari posisi Sakura berdiri.

Glek! 'Betapa indahnya pahatan punggung tegap nan kokoh itu di mata Sakura.' Desahnya dalam hati seraya kembali menegup ludah grogi. Ia mendudukkan diri di ranjang yang sama dengan pria Uchiha itu pelan. Tangannya menggantung bingung harus mulai memijat dari bagian mana.

"Kau bisa memijat dari sekitar bahuku Baa-san." Ujar Sasuke dengan suara sedikit serak dan mulai menceritakan kronologis kenapa bahunya bisa cedera secara singkat agar Chiyo -dalam pikiran Sasuke- bisa memijat bagian yang memang terasa sakit.

Sakura yang memang awam dalam hal pijat-memijat itu hanya bisa mengangguk mengerti. Ternyata benar dugaannya jika tuannya itu mengalami cedera punggung akibat dirinya. Wajah Sakura melunak menatap punggung lebar Sasuke, ia merasa bersalah karenanya. Namun seketika ia kembali optimis untuk mengeluarkan segenap kemampuan maupun tenaganya agar punggung tegap sang majikan bisa sembuh.

"Baa-san, kau mendengarku?" Sasuke sedikit mendongakkan kepala untuk menoleh kebelakang namun segera ditahan oleh tangan Sakura. Untuk saat ini Sakura ingin berpura-pura menjadi Chiyo agar tak terlalu menimbulkan kecanggungan nantinya.

"Hm..." Gumamnya menjawab dan itu membuat Sasuke kembali rileks.

"Baiklah, kau bisa mulai sekarang." Kata Sasuke kembali memejamkan matanya walau sepintas ia sedikit mencium aroma cherry semerbak dari belakang, membuatnya mengernyitkan kening merasakan aroma yang sangat familiar ini dan kemudian tergantikan oleh aroma terapi dari balsam pereda nyeri otot yang baru saja dibuka Sakura. Hal itu membuatnya kembali rileks dan menutupkan mata.

Perlahan tapi pasti, kini tangan Sakura mulai mengoleskan balsam tersebut pada permukaan kulit punggung nan halus milik Sasuke lalu menggerakkan jemari lentiknya untuk memijat dan meremas bahu lebar itu sekuat tenaga hingga Sasuke menggeram menahan sakit.

"Arrghh! Jangan terlalu kuat Baa-san! Ini tak seperti pijatanmu yang biasa!" Protes Sasuke ditengah-tengah geramannya.

Sakura terkejut dan segera menurunkan tingkat kekuatan tangannya agar memijat dengan tekanan sedang seperti yang di minta sang majikan.

Sedangkan Sasuke mulai kembali rileks menyamankan tubuhnya saat dirasa pijatan tersebut melemah. Di sini sempat terlintas keanehan dibenaknya, ia merasakan sebuah jemari yang lentik nan halus tak seperti jemari maid seniornya yang sudah agak keriput itu. Tapi ditepisnya jauh-jauh kecurigaan tersebut kala pikirannya dibuat sesantai mungkin oleh pijitan bervolume sedang yang berhasil menyamankannya kembali.

Dengan telaten Sakura memijat titik-titik urat yang diberitahu Chiyo. Ia belajar dengan cepat. Pijatannya teratur membuat Sasuke tak bersuara, entahlah. Mungkin saja dia tertidur karena pijatannya ini, batin Sakura bangga. Tapi sesekali ia memijat dengan kekuatan yang sedikit berlebih mengakibatkan Sasuke kembali menggeram protes dan...

...berbalik seketika.

Sakura langsung melotot kaget bahkan menahan napas sangking terkejutnya melihat sang majikan tampan yang berbalik badan tiba-tiba langsung menatapnya dengan tatapan memicing tajam. Membuatnya menunduk malu tak berani menatap tuannya itu dan hanya menggumamkan kata 'maaf'.

"Hn, jadi kau menyamar menjadi Chiyo agar bisa memijatku, eh?"

"Ti-tidak Tuan!" Sakura menyangkal hal tersebut panik walaupun innernya mrmbenarkan perkataan Sasuke barusan, "sa-saya hanya di suruh menggantikan Chiyo Baa-san sementara karena dia ada pekerjaan mendadak~" Jelasnya lagi.

"Hn, begitu... Tapi kau senang 'kan? Telah menyentuh punggungku?" Pertanyaan menggoda keluar dari bibir tipis Sasuke.

BLUSH!

Wajah Sakura mendadak semakin merah padam mendengar tuduhan vulgar majikan mesum yang sialan tampan itu.

"Aa, kuanggap itu iya." Ujarnya lagi sambil mrnyeringai puas melihat reaksi Sakura yang memerah karenanya.

Sakura langsung mendongak dan menggeleng cepat, "ti-tidak Tuan! Sa-saya han- Kyaaa~!"

BRUUKK!

Perkataan bungsu Haruno yang sedang menyamar itu menjadi pekikan saat tiba-tiba Sasuke menarik kedua pergelangan tangan Sakura dan dengan cepat membalikkan posisi mereka. Kini Sakura sukses terbaring dibawah tubuh Sasuke yang tengah berada diatasnya dan menindihnya.

Deg! Deg! Deg! Deg!

Debaran jantungnya semakin menggila. "Tu-Tuan... Apa yang anda lakukan...?" Cicit Sakura gelisah dan penasaran akan kelakuan tuannya yang tiba-tiba berubah.

Sasuke tersenyum bengkok melihat kegelisahan yang terpancar dari sepasang emerald indah yang bergerak-gerak gelisah dihadapannya.

"Huh, kau yang kemari dan kau juga yang memancingku." Goda Sasuke masih dengan seringaian terpatri diwajah tampannya.

"Maksud an- Hmmpphhh-!"

Lagi-lagi perkataan gadis musim semi itu terhenti. Kali ini dihentikan oleh Sasuke yang dengan cepat membungkam bibir menggoda maid dibawahnya yang benar-benar menggemaskan sekaligus cerewet tersebut

.

.

~T.B.C~

.

.

Yuhuuu~ Gimana? Gimana? Kali ini Hezlin updte kilat 'kan? Hanya berjarak kurang lebih seminggu updtenya dari chap sebelumnya yang sampe sebulan malah, hehehe #tertawa senang. Baru kali ini soalnya bisa updte kilat, walau gak tahu chap slanjutnya gimana ntar. Akhirnya, #Fiuuhh. Ngelap keringet.

Oh iya, tak lupa Hezlin ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H yaaa...

Minal aidzin wal faidzin , mohon maaf lahir dan batin yaa minnaaa~ (^^)

.

Sekali lagi makasih yaa untuk kalian yang udh mendukung diriku, dan juga yang udah RnR, fav dan follow ╮(╯▽╰)╭

.

Special Thanks to:

, An Style, Lee bo na, kyuaiioe, YOktf, Emiko, Ryuuzaki-chan, hanazono yuri, Niwa-chann, dinda adr, pink blue sichiru, caesarpuspita, mantika mochi, Laras921, Hiruma Ai-chan, UchiHaruno Misaki, Luca Marvell, Cherry Aiko, Ihfaherdiati892, Nikechaann, Baekhyun, SaranghaeHeni, , jey sakura, ayuniejung, Azi-chan, suzuki michiyo, Nachanhime, Zeesuke Hikaru, rosmiyati344, IndahP, Yukiyamada, imahkakoeni, sami haruchi 2, Aumu aida, 96, Chichak deth, Uchiha Pioo, ToruPerri, Uchiha Nayla Haruno, Pink Cherry, , Guest, ayuharuno, uchiha lovers, lala-chan, ayaka yukino, tomato man, chchaa, Ai, Uchi, Guest uchiwa sakie, saskey saki, kilua akasuna, Gue, neko, cupscap, hanie gaemkyuu, Guest, YuyaRenfro, Gavin ShikaTema, JungHaBin. Vya-chan, SasuKetty.

.

Oke kali ini Hezlin akan membalas review not login, dan bagi yg login bisa cek PM, cekidot ╮(╯▽╰)╭

sami haruchi 2 : Arigatou Sami-chan udh setia RnR fic ini, hehe iya sasu mah ganas XD

Aumu aida : Makasih udh RnR, hehe gomen lama kmren jg agk sibuk. Tapi ini dah lanjut...moga suka ya (^^)

96 : Oke makasih perhatiannya dan Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Chichak deth : Aa dirimu selalu setia mereview fic2 q nih, baru skrg smpet bales reviewmu. Gomen ya hehe, sebelumx Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya... Masalah itu liat kedepannya aja oke... belum bisa bocorin nih hehe...

Uchiha Pioo: Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

ToruPerri : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Uchiha Nayla Haruno : wah makasih ya, masih banyak fic yg lebih keren lagi kok diluar sana karya senpai2 keceh lainnya Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Pink Cherry : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

: Sasu 'kan memang tsundere hehee, Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Guest : Yah, tenang aja...konflikx gak berat2 amet kok hihi,Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

ayuharuno : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

uchiha lovers : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

lala-chan : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

ayaka yukino : Chap ini Kei muncul kok, sama nih kangen ama tingkah lucunya hehhe...Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

tomato man : wahh~ tebakan anda benar vroh :v Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

chchaa :Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Ai : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Uchi : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Guest : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

uchiwa sakie : ikutin terus ya... Kapankah penyamaran Saku terbongkar? Hehe Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

saskey saki : Makasih Egy-chan udh RnR :) sayangx wanita itu akn sdikit macem2 ama sasusaku hehehe...iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

kilua akasuna : hehe sabar, prjalanan msh cukup panjang utk mereka nikah hehe... Tapi Saara gk mungkin mamax Kei, 'kan Saaru udh Hezlin munculin di chp 1 sebagai istri dari Sasori hayoo~ hihi,,Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Gue : Hehe sasu ya tetap aja tsundere mesum hihi... Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

neko : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

cupscap : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

hanie gaemkyuu : Wah~ gitu ya? Alurnya kecepetan kah? Perasaanku malah lambat banget nih kayaknya... Oh ya Sasu belom tau kalo dijodohin, hehehe oke Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Guest : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

YuyaRenfro : Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya~

Gavin ShikaTema : Di chap ini sudah terungkap nih siapa wanita merah muda pekat itu, hehe Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya...

Vya-chan : Itu dah terungkap kok siapa, hehe... Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya~

SasuKetty: Makasih udh RnR :) iya ini dah lanjut kok, moga suka ya~ statusnya mantan istri. Ntr ad waktux kok bakalan di jelaskan ╮(╯▽╰)╭

Yossshhh... balasan review mungkin itu dulu...

Jangan lupa RnR lagi yaa? Kritik dan Saran kalian, Hezlin tunggu

(╯▽╰)╭

.

Sampai jumpa di chap selanjutnya

(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯