Chapter 12
KaiSoo Family!AU
Seumur hidupnya, Jongin tak pernah merasakan dirinya dikendalikan oleh emosi yang begitu menyedihkan seperti saat ini.
Langkah kakinya ia bawa secepat mungkin pada tubuh mungil di kejauhan sana, diantara panjangnya lorong yang telah sepi.
"Kyungsoo?"
Mendengar namanya telah disebut, Kyungsoo menoleh.
Wajahnya terlihat kacau. Mata merah, jejak airmata yang belum mengering terlihat jelas di kedua pipi pucatnya.
/grep
"Aku.. maaf, aku—" ujar Kyungsoo rancu dengan suara paraunya.
"Aku disini, Kyungsoo." Jongin menenangkan Kyungsoo yang tenggelam dalam pelukannya."Aku tidak akan meninggalkanmu lagi."
"Terima kasih," Kyungsoo menganggukkan kepalanya. Namun tak juga melepas pelukannya pada Jongin.
"Tenanglah, ok?"
Jongin melepas pelukannya. Menghapus tetesan airmata di pipi bulat itu.
"Aku tidak tahu kenapa aku begitu takut ditinggalkan disini," lirih Kyungsoo tanpa berani menatap sepasang mata cokelat di depannya.
"Tidak ada yang akan meninggalkanmu. Sungguh,"
Jongin menyadari ketakutan Kyungsoo. Perempuan mungil itu terlihat kuat biasanya, tapi tidak malam ini. Dia menjadi Kyungsoo yang lain, terlihat rapuh dengan segala luka yang mengambil alih kekuatannya.
"Maaf aku mengganggu makan malammu,"
Jongin menggeleng sembari membenarkan selimut Kyungsoo yang telah berbaring diatas ranjang kamar inapnya.
"Aku membungkusnya. Kupikir kau akan lapar nanti," Jongin memasang senyumnya menunjuk kantong plastik dengan dua bungkusan di dalamnya.
Kyungsoo diam. Ia berusaha menyelami sepasang mata itu. Kenapa Jongin begitu mudah berubah. Ia terbuang kemarin. Dan malam ini, senyum Jongin terlihat begitu tulus.
"Tidurlah,"
"Hm," Kyungsoo mencoba untuk memejamkan matanya meski itu hal yang sulit. Ketakutannya belum hilang. Bagaimana jika keberadaan Jongin disampingnya hanyalah halusinasi? Bagaimana jika saat ia terbangun nanti, ia akan menemukan dirinya kembali seorang diri?
Tanpa siapapun.
A/n: Dikit? Iya, karena ini cuma pemanasan buat aku sendiri. Jujur gatau aku harus gimana sama ff ini. Semua jauh dari rencana. Plot yg udah aku siapin sebelumnya , buyar.
Aku ngerasa bersalah pada Choi Jinri karena bikin dia jadi jahat disini. Dan jujur, dulu awal-awal rancangan ff ini aku mau jadikan Hankyung meninggal. Tapi terrnyata di rl pun, ayah kandung Kim Jongin juga udah dipanggil Tuhan.
Aku bingung. Apa ff ini kudu ttp lanjut atau discontinue aja? :((
