Hutan 'Ixaya'

"Ahk," Disaat yang berbeda Sakura menyengit kesakitan memengang kepalanya yang gilu, mendapati tubuhnya terbaring di Hutan dan keadaan yang menujukan waktu akan malam hari, dihutan belantara. "Dimana ini?," Sakura menyengit alis menatap sekitarnya, ini bukan Hutan Konoha dimana dia sekarang.

"Eh!"

"***OOO+++OOO+++OOO***"

*Masashi Kishimoto and Square Enix*

"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"

By

"-_- Ligthting Shun -_-"

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Hai termakasi atas kedatang kalian untuk membaca ceritaku aku sangat senang ada tuju komentar datang menyambangi ficku.

Oke saya akan lanjutkan cerita ini tapi sebelum itu, saya juga mau bilang saya akan pv dari kalian di akhir cerita.

Oke Go!

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Lima orang anak manusia terlihat membangun tenda, dan mobilnya terparkir disana.

"Ignis apa kayu bakarnya cukup?,"Tanya Gladiolus membawa tumpukan kayu bakar yang ada ditanganya.

"Kurasa itu cukup,"Ucap Ignis yang sibuk dengan alat pemanggan yang dipanaskan, jas-formalnya yang dari tadi dikenakan-pun sudah ditaruh diatas kursi. Sementara Noctis dan Rain sedang memasang tenda tak jauh dari Ignis.

"Hei! Kenapa hanya aku yang harus memasang kunci rantai pada band-mobil-kan bisa kita mengunakan Magic-untuk menghilangkan keberadaan mobil dan kemah kita agar tak kemalingan!, Ucap Prompto dengan cemberut.

"Maaf, Soalnya tanganku penuh!,"Ucap Gladiolus yang masih sibuk dengan kayu bakar ditanganya.

"Dengarkan aku Prompto! Soalnya Suhu udara sudah turun! Takutnya saat kita dalam tenda, ada yang membawa mobil itu, dan tahu keberadaan Seal disekitar perkemahan kita untuk berjaga-jaga, bagaimana pun tempat ini rawan bandit,"Jawab Ignis.

"Kau terlalu waspada Ignis,"Celetuk Prompto semakin Manyaun.

"Noctis bagaimana tendanya!,"Tanya Gladiolus.

"Sudah selesai,"Jawab Noctis seraya mendapat anggukan dari Rain, menatap hasil kemah yang sudah terbangun sempurna, Tenda berwarna abu-abu dengan kapasitas cukup memadai untuk mereka berlima.

"Oh ya aku masih punya persedian makanan kaleng untuk dipanggang, ada yang mau makan?"Ucap Ignis yang sudah memanaskan tempat pemanggangan.

"Tentu saja,"Ucap Prampto dan Gladiolus bersamaan.

"Mereka lebih serius soal makanan ketimbang bertempur ( -_-"),"Ucap Noctis.

"Setuju,"Ucap Ignis.

BREEEEG!

Saat semuanya siap untuk bersantai, tiba-tiba gempa kecil menghentakan tanah yang dipijaki(?) Oleh Noctis dan kawan-kawan(?).

"Gempa bumi!,"Ucap Prompto.

"Ada apa ini?,"Ucap Noctis sedikit menyengit.

"Apa para Imp atau Malboro sedang mengamuk dalam hutan,"Ucap Glandiolus, sambil melipat tanganya didepan dada merasakan ini bukan karna faktor kejadian alam tapi kedatangan sesuatu yang besar.

Tiba-tiba terlihat ribuan burung beterbangan panik keluar dari Hutan, dan gempa terasa makin besar, seolah mendekat kearah mereka.

"Apa kalian mau periksa?,"Tanya Ignis.

#DREEEEEEKKK!

#DREEEEEEKKK!

#DREEEEEEKKK!

Belum sempat Noctis bersuara, Dua Seekor Cimera bertubuh sangat besar langsung keluar dari hutan. dan menyerang membabi-buta, hingga beberapa pohon tumbang dan hampir saja membuat kemah dan mobil mereka hancur.

"Sepertinya tak usah diperiksa,"Ucap Rain sambil mendengkus.

"FIRAGA WALL!,"Ignis lalu setengah berlari merapal mantra kearah Cimera. Dari senjata Ignis tiba-tiba menyemburkan api yang membentang seperti dinding api dari dua degger-miliknya, membuat Chimera termundur kebelakang.

"Buat mereka mundur agar kemah kita aman!,"Ucap Ignis. "Kita butuh Area yang cukup luas untuk bertarung!,"Ucap Ignis lalu bersalto dengan mulus ditanah disamping Noctis dan mendapat anggukan secara bersamaan, hah pertempuran ini akan berjalan cukup lama, sepertinya('_').

"Dia hewan dengan tiga element itu?,"Ucap Gladiolus.

"Mereka nampak begitu Konyol,"Ucap Prompto dengan wajah sinis seolah ingin menelan siapa-saja, dia mengambil sepasang Glage-gun yang ada dibalik jaketnya dan memainkanya ditangan.

"Bagaimana pilihanmu? Rain mau ikut melawan atau santai dibelakang,"Tanya Gladiolus, dengan senyum jahil.

"Aku yang mana saja boleh!,"Jelas Rain dengan tatapan malas.

"Ayo!,"Ucap Noctis dengan aba-aba pendek itu, Ignis, Gladiolus, Rain, dan Prompto langsung memasang posisi kuda-kuda siap siaga.

Chimera hewan dengan tubuh seperti anjing dengan tiga kepala dengan 3 element kemampuan, matanya melirik sangar. lima pemuda yang berlari menuju tempat lain dan dua monster itu mengikutinya.

"WINDY!," Sebuah kepulan Angin mengelilingi tubuh Rain lalu melempar Angin dari, tanganya hingga, Angin yang kuat menghempaskan tubuh dua Chimera dan semakin terhempas kebelakang area hutan yang mereka lewati tadi.

"Ayo buat mereka semakin mundur Minna,"Ucap Prompto mengunakan Glage-gun yang gaya ledakan pelurunya seperti misil Tank, membuat dua Chimera semakin mundur kedalam dan menjauhi perkemahan.

Dilain pihak terlihat Noctis lalu berlari mendekati salah satu Chirmera dan siap menghujam ketubuh Chimera yang fokus pada Rain yang mengunakan Magic tyape angin.

"PHATOM BLADE!," Empat summon pedang keluar dari tubuh Noctis dan mencap pada perut Chimera dengan hujaman berkali-kali membuat sang-monster kesakitan, namun monster itu masih saja memiliki tenaga luar biasa melawan meski mengerang kesakitan.

"Fokus!,"Ucap Glaidiolus yang melakukan Summon pada Katana pedang berbadan tebal langsung muncul ditanganya. "Ayo maju monster tengik! Aku siap kapan saja," Gladiolus tampa basa-basi lalu menebas salah kepala Chimera-satunya. Namun Chimera yang terluka langsung, menyerang mereka dengan cakaran disertai kejut lighting dan Ace dikanan dan kirinya.

"WALL!," Ucap Glaidilos langsung menahan kedua serang dengan Katananya yang berelement tanah. "Kalian tak bisa hanya menyerang kami dengan ini monster-tengik!,"Ucap Gladiolus langsung melompat dan mengarahkan senjatanya dan membuat salah satu dari tiga kepala itu terpenggal sempurna.

"Menjijikan!,"Ucap Prompto mendesis menatap salah satu kepala yang terpotong dan melirik tubuh Chimera yang masih berdiri sempurna dengan dua kepala. Darah yang menyembur dari luka Chimera yang kepalanya terpenggal hingga putus, sementara Ignis melirik Chimera yang satunya, memiliki dua kepala yang dipenggal (Gladilos sebelumnya) dan, satunya lagi memiliki perut yang sudah luka parah akibat hujaman senjata Noctis sebelumnya.

"Meski tubuh dan kepalanya yang satunya sudah ditebas masih belum tumbang,"Ucap Ignis.

"Rain!,"Ucap Noctis.

"Aku tahu!," Tiba-tiba kedua tangan Rain, terlihat mengeluarkan kepulan asap hitam dan sekali lagi dilemparnya ke-kedua monster yang ada disana, "Dark-Eye,(Darkneess)" partikel-partikel seperti asap hitam itu lalu merabunkan penglihatan Monster dalam sekejap, akan tetapi efeknya akan hilang selama beberapa waktu.

"SERANG!,"

"TIME!," Rain lalu merapal sebuah mantera, dan setelah beberapa detik, sebuah lambang bulat, dengan bergambar Jam yang berputar terlihat dibawah kaki Noctis dan teman-temanya.

"Ignis lalu menyerang dan mencabik-cabik kepala Chirmera dengan dua-dagger, yang berelement api dengan kecepatan luar biasa. Disaat yang sama Noctis menghujam Chimera dengan Summon tombak serta kampak yang sangat banyak pada tubuh Chirmera, dengan sekali serangan sebuah pedang muncul ditangan Noctis langsung menghujam jantungnya hingga Chirmera jatuh tak bernafas lagi, meninggalkan bau-anyir darah pada tubuh yang tak bernafas itu.

"Sementara Gladiolus dan Prompto sedang mengurus Chimera berkepala dua yang belum tumbang tak jauh dari mereka.

"Butuh bantuan?," Tanya Ignis memberbaiki lengan kemejanya yang agak terlipat/lusuh.

"Kurasa kalian Bisa istirahat, biar kami yang mengurus, Monster itu,"Ucap Prompto lalu mengacungkan Gun-nya dengan senyuman manis.

"Terserah,"Ucap Noctis acuh.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Gladiolus dan Prompto juga sedang asik(?) melawan Chimera yang satu lagi, dengan luka yang sangat luar-biasa dibagian kepala, dengan leher yang sudah putus sempurna, tali urat-urat yang menyembul keluar sekaligus darah yeng terus mengenang, menambah kesan horor dan adegan berdarah, yang menjijikan jika ada orang awam melihatnya. Silahkan ambil bagian untuk muntah ditempat.

Prompto lalu menembakan dua pistolnya dengan ledakan super membuat, kerusakan dan lebam pada Monster semakin besar saja, darah pada monster itu semakin mengucur, ditambah dengan sabetan pedang Gladialous membuat urat dan luka robeknya, semakin besar.

Monster itu semakin kualahan menghadapi kedua manusia itu, didukung Efek-Magic Time pada tubuh (Gladialous/Prompoto) dan juga efek Dark-Eye(Darkness) pada mata Chirimera, membuat kemenangan, didapatkan mereka adalah menang telak.

Gladialous dan Prompo bertosh ria setelah berhasil menumbangkan monster bagian mereka. Ignis, Rain dan Noctis lalu mendekati kedua pemuda itu, karna bahaya sudah lewat.

Tapi itu semua belum berakhir.

GRAWONG!

"NOCTIS!

!

Seekor Malboro tiba-tiba muncul dari dalam tanah, dan siap menelan Noctis membuat semua langsung kaget, karna tak ada yang menyadari keberadaan Malboro yang kuncupnya seperti Tumbuhan, agak mirip Raflesia dengan akar yang panjang serta beracun jika bersembunyi dalam tanah, sebagian besar tubuhnya akan tersembunyi dan hanya menyisahkan bunga kecil ditengahnya.

"Ahk!,"

SHANAROO!

BUAM!

Seorang gadis lalu melompat dari sebuah dahan besar dan langsung mendekati Malboro dan menendang dengan sekali hentakan dan membuat Malboro terbanting kebelakang.

"Eh?" Suara agak berat dari bibir tipis Noctis yang terkejut, oleh sambutan tak terduga. Suasana terganti menjadi kibasan rambut berwarna pink-straberry dengan tubuh setinggi 167-an berada tak jauh darinya. Seketika Noctis menangkap iris hijau seorang gadis di hadapannya yang amat terlihat sangat kuat menarik lenganya menjauh dari Malboro.

"KITA HARUS MENJAUH DARINYA!,"Ucap gadis itu memandang Noctis yang ditarik lenganya agak kasar.

Noctis tak berkata apa-pun ia pun menatap kaget lalu menatap nasip Malboro yang sudah terhempas dengan kekuatan besar hingga menumbangkan beberapa pohon dibelakang sana, keadaan yang membius seolah membiarkan dunia riil tenggelam sejenak dalam pesona gadis berambut pink pendek itu. Pada pikiran Noctis secara bersamaan, membiarkan otak pintar mereka. Dan ketiga pria lainya dibuai sejenak oleh bayangan indah sekaligus hebat yang sedikit aneh namun luar biasa.

Kakuatan macam itu?

Gadis itu menghembuskan nafas, ia juga kini telah melepas lengan Noctis, dengan tatapan lelah menatap Malboro yang tadi dipukul hingga menabrak beberapa batang pohon dengan luar biasa.

Dia membuat malboro terlempar, dengan sekali Tendangan.

"Dia datang!,"Teriak Rain, lalu menyadarkan empat pria tadi untuk focus, untuk perlawanan tak-tik baru, dan gadis itu lalu melompat bagai kelinci-kecil yang liar, dan bersalto dihadapan mereka.

"Monster apa itu!,"Ucap gadis itu pelan, matanya Fokus memandang Monster yang sudah bangkit dan mau mendekati mereka. Tampa menyadari lenganya terluka gores akibat kibasan akar Malboro.

AHK!

"Kau terluka?,"Ucap Prompto lalu melirik gadis yang menyadari terluka, gadis itu langsung jatuh tersungkur, karna tubuhnya terasa mengeram, Rain lalu menahan tubuhnya sebelum kepalanya jatuh menghantam tanah.

"Ada apa denganya,?,"bisik Noctis.

"Sepertinya ada racun dari serangan Malboro tadi ?,"Ucap Rain.

"Rain kau bisa menangani ini?,"Tanya Noctis.

"Kuusahakan semampuku,"Jelasnya.

"Rain urus perempuan itu,"Ucap Ignis.

"Kami akan mengurus hewan itu,"Ucap Galadiolus.

"A-a-apa! Yang Te-te-terjadi! Padaku!,"Tanya Gadis itu, menahan keram.

"Kau terkena Poison, dari Malboro,"Ucap Rain pada gadis itu. Lalu melirik keempat temanya, "Teman-teman mahluk itu, kelemahan adalah api, berhati-hatilah dia punya racun,"Ucap Rain langsung mengendong gadis bersurai Pink menjauh dari situ.

"Maju,"Ucap Noctis

Ignis maju lebih dahulu, namun lebih manjadi Team-suport's ketimbang sebelumnya, dengan lebih banyak mengunakan Magic FIRA menghadapi Malboro yang rentan pada Api.

"Nampaknya serangan pedang cukup susah selama ada, akar-akar menyebalkan ini yang menahanya,"Ucap Gladiolus.

"Jadi api lebih dominan disini!,"Ucap Prompto.

"Intinya harus ada salah satu dari kita yang menjadi umpan,"Ucap Noctis acuh.

"Tunggu Noct maksutmu-"Ucapan Prompto terpotong karna sang pangeran sudah pergi mengunakan teleport tampa bisa dicegah, setelah berkata begitu lalu Noctis berlari kearah Malboro sembari sesekali melakukan teleport dan melempar beberapa pedang ditanah dengan posisi berjauhan, ia juga mencapkan beberapa pedangnya, pada batang pohon masih kokoh disana untuk melakukan Teleportasi. Kedatangan Noctis membuat focus monster mengarah pada Noctis.

"Seberapa kali kau bisa mengunakan Magic terkuatmu?,"Tanya Prompto melirik Ignis.

"Kurasa dua kali! Mengingat aku mengunakan sebagian tenagaku, untuk melawan Chimera tadi, aku ini tetaplah manusia yang mampu kelelahan,"Jelas Ignis berlari dengan mengumpulkan partikel Magic-Api ditanganyanya.

"Ether juga tidak kita bawah, dan masih ada dalam tas,"Ucap Prompto untuk menembaki tubuh besar Malboro.

"Cih! Berhenti bicara! Lihat Noctis sudah kemari, apa tenagamu cukup Ignis,"Tanya Gladiolus, dengan sudah siap dengan pedang Katana-besar dipundaknya.

"Yah!," Ignis lalu berlari mendekati tubuh Malboro dan sesuai perkiraan, ia melindugi diri jika mendapat serangan pedang, dengan Akarnya yang sekuat batu, sementara Ignis menjentikan jari. "FIRAGA!," Api dari tangan Ignis lalu mencarkan api yang luar biasa, hingga membuat akar-akar Milik malboro terbakar dan merambat masuk dalam tubuh malboro.

"Mari selesaikan sekarang juga!,"

Tak jauh dari lokasi pertarungan, seorang lelaki berambut hitam dengan panjang dengan jubah hijau duduk disalah satu dahan besar sambil memainkan Harpanya.

"Nampakya ini sesuai seperti apa yang kau inginkan,"Ucapnya untuk seseorang entah pada siapa

Tak jauh dari sana :

Rain lalu membantu gadis bersurai pink bersandar dibawah batang pohon, wajahnya nampal pucat, dan tubuh masih gemetar merasakan keram diseluruh tubunya.

"Tenanglah Poison ini berjalan lambat, masih bisa kuurus,"Jelas Rain, menatap gadisnya sekilas mata Jambrutnya dan membuat gadis itu tak berkomentar apa-apa. Lalu mendekati atas dada Gadis itu, lalu menempelkan telapak tanganya disana.

"ASUNA," Rain merapal mantra, warna cahaya keunguan langsung menyelubungi telapak tanganya, membuat Efek racun dalam tubuh gadis itu menghilang secara perlahan.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

"Ah-hah-hah!," Gadis itu terkaget, menatap tubuhnya tak gemetaran seperti sebelumnya, bahkan nafasnya telah kembali normal, bersamaan dengan cahaya ungu yang menghilang dari tanganya. "Terimakasih,"Ucap Gadis itu.

"Sama-sama!,"Jawabnya singkat.

"Oi RAIN!,"Sebuah teriakan langsung terdengar membuat, dua manusia berbeda gender menoleh dengan cepat.Prompto melambaikan tangan dengan riang (Seperti bocah yang memanggil orang dewasa dengan wajah riang gembira), sambil membawa beberapa tulang ditanganya, sementara Gladiolus sedang memapah Ignis yang kondisinya kelelahan. Dan Noctis ikut-ikutan membawa tulang ditanganya(?).

"Bagaimana dengan monsternya?,"Tanya Rain.

"Terbakar sempurna disana!,"Ucap Gladiolus melirik cahaya terang dari hutan, nampaknya api masih menyalah disana.

"Kami sudah membawa tulang-Chimera untukmu,"Ucap Prompto.

"Tulang Chimera cukup mahal dijual dan dagingnya lumayan,"Ucap Gladiolus.

"Ayo kita kembali kekemah,"Ucap Noctis.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

#ADEGAN DI SKIP#

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"Ah! jadi namamu Sakura dan kau mengaku terlempar dari duniamu ke ditempat ini,"Ucap Prompto sambil mengangguk dengan pose ala-berpikirnya.

"Jadi begitulah, Namaku Sakura Haruno,"Ucap Sakura dengan Piawainya memasak dengan meminjam alat masak Ignis (Ignis lagi kelelahan), membantu memasakan makanan untuk para-pemuda kelaparan sehabis melawan mini-bos yang kesasar(?).

"Aku Prompto Argentum dan si-kekar itu Gladiolus Amicitia dan Noctis Ceallum pengeran negri Eden,"Ucap Prompto.

"YO!,"Ucap Gladiolus dengan senyum ramah.

"Yang sana Rain oliver dan Ignis Scientia" Ucap Prompto.

"Kurasa menurut kekuatan Spritualku, dia tak berbohong,"Ucap Noctis datar, dan duduk diatas kursi lipat tak jauh dari api-unggun.

"Apa kau tahu soal kempuan teleport yang mampu mindahkan orang dalam satu dunia Rain? Ini soal All-Mage, kau pasti tau soal itu!,"Tanya Gladialuos, yang menatap Rain sedang memberikan Ignis ramuan Ether,"didepan kemah mereka yang terbuka.

Rain yang ditanya-pun hanya menatap datar sambil memdengkus. "Aku tahu soal itu,"Ucap Rain mengangguk mantap "Tapi hanya Dewa, Kesatria-Dewa, Para Eideolon (Summon),atau Monk yang memiliki tenaga sangat kuat merapal kemampuan mantra memanggil objeck dari Dimensi-lain,"Ulasnya.

"Intinya kemampuan Teleport yang tak bisa dilakukan berkali kali,"Prompto.

"Betul,"Ucap Rain.

"Jadi aku apa aku bisa pulang,"Tanya Sakura menyela pembicaraanya.

"Intinya ada caranya,"Jawab Rain.

"Tenang saja Sakura kau sudah menyelamatkan nyawa pengeran, memasuki area kerajaan bukan hal yang sulit untuk Noctis,"Ucap Prompto dengan ceria, sedang duduk didekat api unggun.

"Bisa, mungkin para Monk-istana dapat membawamu, kembali keduniamu, sebagai rasa-terimakasiku,"Ucap Noctis datar, membuat Sakura agak menyengit dengan sikap dingin dari sang pangeran, mengingatkan Sakura pada sikap sasuke yang dingin.

"Bisa kalian membantuku menemuinya sekarang?,"Ucap Sakura dengan nada semangat, dengan begini dia bisa pulang, semua pasti khawatir jika dia menghilang begitu saja.

"Bisa, tapi tidak sekarang!?,"Ucap Ignis dari dalam Kemah.

#DOEEENG!

"Eh?,"Sakura memutar mata memandang kemunculan Ignis yang masih mengenakan kemeja, dan dibantu Gladiolus duduk dikursi.

"Kami berlima ada urusan 'Vanesia' dan kami akan pergi selama beberapa minggu! Disana,"Jelas Ignis.

"EHHH!"

"Tapi kurasa tenang saja?!,"Ucap Rain, sambil melipat tangan didepan dada.

"A-apa maksutmu!?,"Ucap Sakura merincingkan pada Rain, pemuda itu memutar matanya bosan saat sebuah buku tiba-tiba muncul ditangan Rain.

"Sihir Teleportasi bisa dilakukan dengan sesuai urutan waktu!,"Jelas Rain membuka halaman-bukunya. "Meski kau sudah beberapa bulan atau tahunan disini, saat dikirim kembali kau akan pulang dihari, kau terlempar dari dimensimu jika kau ingin menyusuaikanya,"Jelas Rain dengan teorinya.

"Jadi untuk sementara kau harus, bersama kami demi keselamatan dirimu sendiri,"Jelas Noctis dengan nada datar.

"Jangan berkata sedingin itu Noct! Pada wanita,"Ucap Prompto dengan muka sewot, mengapa sang Pangeran sangat jauh dari Image-playboy pangeran jaman sekarang.(Oke untuk para pangeran dari dunia nyata maupun Gaib yang asli tolong jangan bunuh Author oke)..

"Tapi bagaimana dengan para wartawan gila, yang tau kita membawa seorang gadis dalam kelompok ini?, Mereka-akan mengejar-ngejar kita dan menulis hal-hal aneh pada kolom berita, atau TV,"Tanya Gladiolus membuat Noctis dan Prompto memucat seketika. Ucapan Gladiolus membuat wajah Sakura menjadi murung, membayangkan nasipnya hidup didunia yang Asing dan tak-tahu apa-apa, apa Sakura harus ditinggalkan disini.

SARK!

Terlihat Ignis. Menyibak pintu tenda, dan masuk mengambil sesuatu, dan keluar dari sana, tanganya sudah ada sepaket baju-pria dan membuka suara.

"Kurasa aku punya Ide!,"Ucap Ignis.

Berapa menit setelahnya :

"Bagaimana dengan tampilan-ku, apa aku mengenakanya sudah tepat?,"Sakura keluar dari dalam kemah, mengenakan Baju kaos-oblong berwarna hitam, dengan celana abu-abu dongker dan sepatu chast hitam-bawahan alasnya merah dan rambut pendek Pinknya yang ponytail, Terlihat Sakura menjadi lelaki berparas cantik.

"Sugoi!?,"Ucap Prompto langsung bersorak.

"Cocok juga!? Ternyata ukuran baju Rain lumayan cocok,"Ucap Gladiolus.

"Dan kau tak minta isin mengambilnya Ignis!,"celetuk Rain.

"Aku akan membayarmu nanti,"Ucap Noctis.

"Maafkan aku, Rain-kun,"Ucap Sakura.

"Tak usah bayar!,"ucap Rain sambil mendengkus.

"Mulai Tentukan namanya? Nama Sakura akan terdengar lebih feminim untuk body-guard laki-laki,"Ucap Ignis.

"Cherry?,"Ucap Prompto.

"Itu terlalu feminim!,"Jawab Rain.

"Gladey,"Ucap Gladiolus.

"Tak cocok dengan figurnya," Ucap Ignis cepat.

"Lantas nama apa yang cocok?,"Ucap Prompto frustasi.

"Asakura,"Ucap Noctis.

Mendengar Noctis membuka Suara, perlahan semua mata bertuju padanya. Noctis hanya memandang Heran "Kenapa menatapku seperti itu?,"Tanyanya makin bingun.

"IDE YANG BAGUS!

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Sakura Pov :

Hari itu adalah hari yang panjang bagiku, aku tak tahu harus menjabarkan semuanya dari-mana. Ingatanku yang masih mengambang pertama adalah, Hokage-sama membangunkanku dikantor karna ketiduran. Dan memberiku cuti agar aku dapat beristrahat beberapa minggu dirumah.

Dan semua hal aneh mulai bermulah saat aku menatap keanehan pada burung-burung yang memasuki beranda kamarku tampa permisi. Lalu meraka seolah memberitahuku ada sesuatu yang terjadi pada bukit timur Konoha. Aku tahu ini bukan urusanku! Tapi hatiku seolah memaksaku kesana.

Bergerak dengan tampa membawa apa-pun, karna kupikir firasat-hatiku tak benar. Tapi ternyata, keyakinanku salah pada point ini, Setelah aku sampai aku, menatap horror tak jauh dariku terlihat dua orang tengah bertarung dengan penampilan Aneh yang tak pernah kulihat sebelumnya bersamaan tiga orang mayat tergeletak disana.

Berpikir melakukan yang tindakan terbaik, yang harus kulakukan adalah memanggil bala-bantuan dan menceritakan hal ini, pada Hokage-sama. Tapi aku tak bisa pergi setelah melihat ada salah satu tubuh mayat yang bergerak, dia masih hidup dan sekarat disana.

"Apa yang kalian lakukan,"Aku melompat dari dahan, dan menghandrik mereka berdua. "To-Tolong!,"Suara seorang kakek mengema dan pria itu dengan seenaknya mau membunuhnya dengan pedang itu. Hal bodoh yang kulakukan selanjutnya adalah menjadi tameng, untuk Jutsu aneh yang mengeluarkan api- besar dari mata pedangnya itu.

Semua terjadi begitu saja! Aku bertarung melawan laki-laki aneh itu dengan jurus pedang yang sama anehnya. Dia menyerangku dan aku bertemu dengan Hewan-suci yang ada dalam mimpiku, dan aku sekarang berada disini.

Dalam keadaan aneh dan kebingungan, aku harus bertarung lagi dengan hewan-hewan aneh atau Monster karna sebuah Insident!. Sebuah Insident seorang lelaki hendak dimakan oleh monster aneh-berbadan tanaman, karna timmingnya bagus aku berhasil menyelamatkanya Dan disinilah aku :(

Menyamar menjadi laki-laki dan Body-guard seorang pangeran tak pernah kubayangkan sebelumnya.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"Jadi kau paham Sakura,"Ucap Seorang pemuda berambut-berambut 'Short-cut' sebahu, berwarna 'Black-greend', lalu memandang dengan datar.

"I-Iya Rain,"Ucap Sakura dengan tatapan datar.

"Mulai sekarang kau patnerku! Maaf sikap Noctis yang seperti itu padamu! Dia sebenarnya lelaki yang baik namun dia tak terlalu dekat dengan orang lain,"Ucap Rain.

"Oh begitu?,"Tanya Sakura memaklumi.

"Noctis adalah pangeran dari Caleum. Putra mahkota yang didik sangat keras untuk menjadi seorang raja dimasa depan,"Jelas Rain. "Noctis bukan hanya menjadi Raja melainkan harus, bertanggung jawab atas Chirstalya dunia ini,"Ucap Rain lagi.

"Chirstalya!?,"Tanya Sakura dengan bingung.

"Chirstalya adalah sebuah batu suci yang menjadi pondasi melindungi dunia ini. dan juga dunia orang mati,"Jelas Rain lalu kembali menjelaskan. Batu suci diciptakan dari sang Dewi-Nuin untuk melindungi manusia dari kegelapan, beliau adalah istri dari Bahamud, dan ibu dari dewi Etro,"Jelasnya

"Makanya jika Batu-suci dipegang oleh orang yang salah, maka akan terjadi kehancuran besar pada Dunia ini, setiap keturunan yang menjadi penganut kepercayaan Nuin-yang kuasa, ditugaskan menjaganya turun-temurun setelah itu kaum Empire-caleum menjadi pemegangnya hingga sekarang,"Ucap Rain.

"Mirip dengan Kami-sama kepercayaan kami! Anut,"Ucap Sakura tersenyum simpul mengerti akan penjelasan dari Rain.

"Lalu bagaimana kalian bisa seakrap itu? Bukanya kau bilang bahwa pangeran Noctis sangat pendiam?,"Pertanyaan langsung terjulur dengan rasa penasaran terhadap lelaki dengan Emo-cut yang sedikit mirip dengan pemuda yang dulu mengisi hatinya.

"Soal itu-"Belum Rain menjelaskan, suara ceria Prompto yang mengelegar tak jauh dari mereka, pemuda tampan itu melambai diikuti Ignis.

"Seperti tadi malam sudah yakin?,"Tanya Ignis pada Rain dan pemuda ditanya itu mengangguk berwajah datar.

"Maksutnya apa!?," Tanya Sakura bingung dengan percakapan mereka bertiga.

"Mobil yang akan kita tumpangi hanya bisa mengangkut lima orang,"Jelas Gladiolus yang datang menepuk pundak Sakura dari belakang, dan ucapan Gladiolus membuat wajah Sakura berubah pucat.

"Ja-jadi aku harus bagai mana!?,"

"Ya sesuai kesepakatan kami berlima semalam agar tak makan tempat dimobil. Rain akan mengunakan Magic-penyamaran(Disguise).Sementara waktu,"Jelas Ignis membuat Sakura teringat dengan Ninjutsu penyamaran disaat mereka melakukan misi untuk mengintai.

"Berubahlah jadi Tikus,"Ucap Gladiolus.

"Aku sangat yakin jika aku berubah menjadi mahluk satu itu, kalian akan menendangku habis-habisan,"Ucap Rain dengan nada malas.

"Bagaimana jika kau berubah jadi Kelelawar! Bagaimana?,"Tanya Ignis.

"Terbang memakan banyak energi,"Sahut Rain.

"Beruang! Atau panda!,"Ucap Prompto dengan nada bahagia.

"Beruang terlalu besar," sela Noctis.

"Anu-bagai mana dengan Itu?," Tanya Sakura menunjuk seekor mahluk mungil, berbulu putih, dengan hidung merah dan telinga kelinci yang mengunakan baju berwarna hijau dantengah membawa banyak kantung belanjaan(?) Entah darimana.

"Itu Rabbit-Kupo (Note :Kupo versi Final-fantasy-12),"Ucap Ignis dengan bertopang dagu. "Mereka adalah mahluk yang sangat sangat dekat dengan mahluk seperti Manusia, Left, Penyihir dan Half-human, jangan meremehkan mereka. Mereka adalah mahluk yang sangat ulet, pekerja keras dan sangat mencintai ilmu pengetahuan,"Jelas Ignis.

"Baiklah Aku berubah seperti itu,"Ucap Rain Pasrah, ketimbang harus berubah jadi tikus.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"*-(Eden the Kingdom)-*"

Dilain sisi, keadaan kota dibawah naungan Raja Regis yang dikenal adil dan bijaksana itu terlihat disegi beliau memerintah negara Eden, bahkan dalam kerajaan-pun serasa dunia tak berhenti dalam kesibukan, terlihat pertemuan cukup pribadi disingasana kerajaan, hanya pengawal, penasihat-raja dan abdinya.

"Anda memanggilku! Yang-mulia."Ucapnya Seseorang dihadapan Raja Regis.

"Aku memang memanggilmu Cor,"Jawabnya sambil berdehem.

"Ada apa Yang-mulia,"Cor menatap dengan penuh perhatian, membuat Sang raja Regis tersenyum menatap Komandan tertinggi kerajaan yang dianggungkan setelah dirinya.

"Kau tahu dimana Noctis!?,"Pertanyaan yang terlontar dari sang-raja Regis, membuat alis tajam Cor menukik dengan bingung.

"Kau tahu dimana Noctis,"Tanya sang Raja Regis lagi, dan menatap sang bawahan dengan ramah-tamah, yang sangat berwibawa. Belum Cor membuka mulut pintu tahta terbuka membuat fokus Cor teralihkan.

"Aku datang, Yang Mulia. Ah Tuan-Cor Sebuah kejutan besar, anda disini!."Ucap seseorang masuk tampa permisi, dan dia seorang penasihat raja Simmon Nox Fleuret sang penasihat kerajaan.

Cor melirik tempatnya duduk. Sementara orang-orang selain Raja memberi hormat kepada sang penasihat raja, Cor justru melipat tangan dan mundur beberapa langkah. Ia merasakan aura tidak menyenangkan dari pria itu. Sepertinya, Cor punya firasat aneh sekarang.

'Oh apa akan terjadi sesuatu yang buruk?'

"Oh ya kudengar Pangeran Noctis menghilang, Dimana pangeran Noctis? Tugas Anda untuk mengawasinya, tapi Anda sudah melalaikannya."Celetuk Sang Penasihat.

"Aku minta maaf soal itu."Ungkap Cor. "Beliau pergi tampa sepengetahuan saya,"Jelas Cor.

"Aku tidak bermaksud menyindir, tetapi beginikah cara menghadapi sikap sebagai calon penerus raja di masa depan itu? Berkeliaran seperti anak muda gelandangan yang masa kecilnya kurang bahagia sementara tugas berat menanti di depan mata?"Simmon sang penasihat kerajaan hanya tersenyum menghina didepan Cor dan Reigis. "Ah dan apa anda masih memaafkan sikap pemberontak pangeran, Yang Mulia? Saya yakin akan susah memberi mandat penting itu padanya."Celetuknya dengan Simpel dari sang penasihat berwajah dua, namun jujur membuat emosi Cor nampak naik.

Cor mengerutkan dahi. Itu yang katanya 'tidak bermaksud menyindir'? Yang benar saja! Cor bisa membalasnya dengan cara yang lebih kejam dari ini, bagaimana pun Cor tahu betul seperti apa sang-pangeran beliau tak seburuk apa yang dikatakan sang-penasihat, namun ia harus menahan diri karena tahu, ia tidak berhak marah-marah, dan ini dihadapan rajanya, dia tentu laki-laki yang taat akan aturan Cor leonis adalah komandan yang taat akan hukum.

"Kleteng..."

"Mah-mah! Maaf aku menyela'Yang mulia!,"Sebuah angin ribut datang dari luar dan membuat angin kejutan diruang tahta. Semua pengawal tak terkejut dengan angin yang sedikit menghempaskan tubuh mereka.

"Bisakah anda datang dengan lebih sopan, anda seperti Hena, yang muncul secara tiba-tiba,"Ucapan menyindir semakin menunjukan rasa kekesalan dari rautnya yang mulai menua Simmon.

Usai angin menghilang nampak terlihat seorang lelaki berambut hitam, dengan Long-hair dan baju berwarna Hijau ala (wich word the ring) dan mengengam harpa ditanganya denga senyum cerah. "Aku datang yang mulia," Sambil bersandar pada salah satu dinding dengan santainya diikuti dengan kupu-kupu(?) Disekitarnya.

"Ada apa Shun?,"ucap sang raja dengan senyuman.

"Saya sudah tahu dimana sang pangeran, rajaku dan saya yakin tahu beliau ditangan orang yang tepat,"Ucapnya sembari tersenyum penuh misteri,

"Syukurlah,"

"Dimana pangeran tuan Shun,"Tanya Simmon dengan pandangan datar.

"Ehm bisakah anda pergi dari sini? Jujur saja ada sesuatu rahasia yang ingin saya, katakan pada paduka dan ini sangat pribadi Perdana-mentri yang terhormat Simmon Nox Fleuret,"Ucap Shun dengan senyum polos ungkapan itu. sangat menbuat sang pensihat murka, wajah kesal dan seolah terusir dari sana.

"APA!,"Ucap Sang penasihat istana dengan tatapan murka, seorang Simmon Nox Fleuret seorang perdana mentri diminta meninggalkan Ruang tahta oleh seorang Musisi jalanan yang menjadi kepercayaan raja

"Bisakah tinggalkan kami, perdana mentri?,"Ucap Shun, dan sekalian dengan para pengawal juga 'Yang-mulia'.

"Apa maksutmu hingga harus mengusir semua pengawal,"Ucapnya tak terima.

"Hanya mengatakan, tolong Yang-mulia,"Ucap Shun dengan wajah polos.

"Baiklah Shun aku menerima permintaanmu! Bisa kalian meninggalkan kami sebentar saja,"Pinta Regis.

"Tapi Yang mulia,"Ucap Simmon.

"Tolong,"Potong Raja cepat, membuat Simmon terdiam lalu berbalik dengan aura kemarahan.

"Aku Pergi yang mulia!"Jawab Simmon menahan kemarahan bersamaan dengan para pengawal yang pergi meninggalkan istana hingga hanya Shun, Cor dan Regis.

"Saya juga permisi yang mulia,"Ucap Cor, namun tangan Shun menahan pundaknya.

"Anda tetap tuan disini tuan Cor,"Ucap Shun.

"Ada apa!?,"Tanya Cor dengan kebingungan.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Sementara itu kita kembali kepara-pria yang "Bisa aku menyetir?"Ucap Prompto.

"Tidak," Jawab Ignis.

"Ayolah!,"

"Tidak,"

"Aku ingin menyetir,"

Celotehan mereka membuat hilang kendali dan Mobil menukik tajam ke kanan. Prompto terhempas kelaci depan mobil kepalanya tertubruk keras dengan indahnya, Noctis nyaris terhempas ke depan, Sakura menubruk tubuh Gladiolus dan Rain yang tengah berubah menjadi Kupo-pun(?) tak luput terbentur tubuh Gladiolus, sementara wajah Gladiolus menubruk kursi mobil. Sambil mengelus dahinya yang sakit, Gladiolus menggeram.

"Begini caramu, huh?!"Ucap Gladiolus sewot. Sementara Sakura dan Noctis hanya bersakit ria disampingnya.

"Aku tak yakin bisa selamat ke 'Vanisea' dengan selamat kalau begini keadaanya,"Umpat Rain dalam hati.

Ignis menoleh dengan wajah dingin. "Kau bisa membiarkanku mengemudi dengan tenang? Aku heran mengapa kita semua tidak pernah akur di dalam mobil." Ucapnya (Minus Sakura dan Rain)lalu memandang jalanan dengan mengemudikan mobil dijalur tol dengan kecepatan normal.

"Kau tak apa-apa Tuan-Noctis,"Tanya Sakura menatap dahi Noctis yang memerah.

"Aku baik-baik saja!,"Jawabnya datar.

"Permisi-maaf!,"Sakura lalu mendekatkan tanganya kepala Noctis dan sebuah cahaya hijau berpendar disana.

"Itu Magic putih?,"Tanya Noctis pelan. "Ah terimakasi sakura," Selanya membuang muka dengan sedikit bersemu dipipinya.

(*)

Para fans Noctis : Kyaaaaaaaaaa tampaaanyaaaaa dia maluuuuu XD

Author : -_- bisa tenang!

(*)

"Ooo..kau bisa Magic,"Ucap Prompto.

"Itu Ninjutsu-medis, setiap dari kami memilikinya dalam Team kami harus membantu mengobati rekan yang terluka,"Jelas Sakura.

"Rupanya kau tak hanya memiliki tenaga sebesar raksasa saja, tapi bisa menyembuhkan orang lain,"Puji Gladiolus.

"Terimakasi,"Ucap Sakura dengan muka sedikit bersemu, sambil terkekek pelan.

Mobil berbelok tajam ke kiri, kemudian lurus kembali menuju perbatasan 'Ixzaya' yang terletak di deretan kanan jalan, agar sampai 'Venesia'. Ignis melirik kaca jendela kirinya "Kurasa kita harus Isi-bahan bakar diperbatasan, mobil ini tak akan kuat jika menempuh batas lebih dari ini,"Ucap Ignis.

Mobil melaju perlahan menuju jalan sesuai Gprs yang mengarahkan mereka kesebuah pom bensin yang dekat. Namun tiba-tiba pesawat tempur tak dikenal mendekati mereka dan memblok perjalanan mereka ditol-tersebut.

TCB

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Rain Oliver - (OC)

Usia : 20

Gender :Laki-laki

Pekerjaan : Pelayan dikerajaan Caleum/ Sahabat Pangeran Noctis diam-diam.

Zodiac : Libra

Weapon : Bertarung tangan kosong.

Job : SLIGDER MAGE

Status : Suport and Attack

Triva : Rain adalah karakter yang tak memiliki masa-lalu, sejak usia 10-tahun (dia cuma tahu namanya Rain). Seorang Teknisi Keluarga Caleum (Cid-Oliver) Mengakatnya menjadi putranya, dan bertemu Noctis saat menjadi pelayan sampai sekarang. (Siapa Rain sebenarnya)

Yunan Shun - (OC)

Usia : 27 aslinya 100 tahun(?).

Gender :Laki-laki

Pekerjaan : abdi dikerajaan Caleum/ Musisi jalanan.

Zodiac : Aquarius

Weapon : Harpa/Musik.

Job : MELODY MAGE/ yang lain masih belum diketahui.

Status : Defevens magic/Suports sing

Triva : Terkenal sebagai musisi jalanan, karna profesi sesat(?) Dirinya menjadi salah satu abdi kerajaan, peramal istana.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Author : Ehm...Halo jumpa lagi dengan saya 'Lighting Shun' Di cerita ini, bagian-kedua, kali ini saya ingin membalas komentar kalian :) ,Terimakasi sudah membaca cerita ini.

xueyan

Makasi Yue-san(Hug/ Terimakasi sudah baca)

Kanata Ayumu

Maafkan aku kakak saya juga baru kali ini mencoba karna tertarik pada tantanganya :)(Hug/ Terimakasi sudah baca)

harulisnachan

Ini sudah saya lanjut Harulsnchan :) terimakasi banyak!(Hug/ Terimakasi sudah baca)

Chastray Artyu

nae yeodongsaeng-i gamsaleul yocheong geos-eul jeog-yong(Kiss and Hug)

Arisato yukito

Ano Yamada-san saya sebenarnya tak benci emo stayl's hanya saya memang gak terlalu suka dengan, karakter sasuke, tapi kalau dari segi lain saya lebih tertarik dengan Noctis. (Hug/ Terimakasi sudah baca)

Satsuki Narita

Hehe baru pindah jalur karna dapat serum racun dari Kak-Tara Art Indonesia dan Pink-uchia-chan(?). Ia sih agak ada Miss tyapo karna ini dibuat terburu-buru mengejar ketinggalan Fic yang lain :) (Hug/ Terimakasi sudah baca)

Homowati Ganteng

Ia sudah nunggu enam-tahun setelah terphp dan semakin suka semenjak main demo, yang dibeli kemarin. Saya memang Haters sasuke tapi, kalau Sasuke ama Noctis kan beda gan sikapnya sama tapi aku lebih suka karakter Noctis, dan soal beda ya disitulah tantanganya. Soal kota memang ambil dari FF2 kok tau hehehe (Hug/ Terimakasi sudah baca)

Kazama Sakura

Memang agak salah disitu soalnya saya suka mengunakan tanda kutip ' satu dalam Novel kalau dalam bahasa katana huruf jepang, jadi kurasa kebiasaan hehehe.

(Hug/ Terimakasi sudah baca)

Light : Oke noctis?

Noctis :...Mmm!?

Light : Silakan beri penutup.

Noctis : Oke sampai jumpa selanjutnya, dan mohon beri kami komentar trimakasi.

Prompto : Jaaa neee!