Mobil melaju perlahan menuju jalan sesuai GPRS yang mengarahkan mereka kesebuah pom bensin yang dekat. Namun tiba-tiba pesawat tempur tak dikenal mendekati mereka dan memblok perjalanan mereka ditol-tersebut.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

*Masashi Kishimoto and Square Enix*

"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"

By

"-_- Ligthting Shun -_-"

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"Siapa mereka?,"Ucap Sakura menatap pesawat dengan aneh sambil menerka kendaraan macam apa lagi itu. Awalnya dia hanya tahu tentang mobil yang dinaikinya, dan apa lagi itu sesuatu pelayang diatas kepalanya itu.

"Apa itu?,"Tanya Sakura.

"Itu salah satu kendaraan sama, seperti mobil bedanya mekanismenya bisa terbang,"Jelas Rain masih dipelukan Sakura dan Sakura mengangguk mencoba memahami semua penjelasan, wajar bagi Sakura karna gadis itu sudah bisa membedakan cara kerja dunia ini bergantung pada mesin, tidak seperti Konoha.

"Prompto, Ignis waspada?"Ucap Noctis pada kedua rekanya.

"Aku tahu Noct,"Ucap Prompto sudah siap dengan Glage-gun dikedua tanganya dengan perlahan.

"Sepertinya ini!,"Ucap Sakura, masih dalam bingungan, dan membuat Ignis memotong ucapan Sakura.

"Yang pasti bukan sesuatu yang baik,"Ucap Ignis dengan memberhentikan laju mobil, dengan Rem mendadak.

Lalu Rain yang masih berwujud sebagai 'Kupo' tampa basa-basi melompat keluar mobil dan merubah tubuhnya menjadi manusia kembali.

"Jawabnya sudah pasti Sakura,"Ucap Gladiolus sambil tertawa sinis lalu membuka pintu mobil dan mendekati Rain, disusul Noctis dan Sakura dibelakangnya.

"Kita bertempur,"Ucap Prompto lalu menyiapkan dua Glage-gun dari bajunya. Pesawat mendarat mulus tak jauh dari Noctis, Prompto, Rain, Galdiolus, Sakura dan mobil mereka yang berdiri ditempat masing-masing, sementara Ignis masih dalam mobil, mengecek sesuatu dikomputer-mobil.

Beberapa tentara keluar dari dalam sana, dan mengandeng Shotgun dan Refle dan beberapa barisan lainya mengunakan pedang dan tombak disertai baju besi yang kokoh mendekati mereka, dan si-pemegang sejata-api tetap berada dibelakang dan mengacuhkan bidikan kearah mereka.

"Tembak!," Beberapa dari prajurit pemegang Gun lalu menembak secara membabi buta, kearah Noctis dan teman-temanya, dan kini ribuan peluru sedang mendekati mereka.

"PROJECT!,"Rain lalu merampal mantra dari tanganya, sebuah simbol lingkaran berwarna Putih berlambang perisai, membesar dan membuat peluru tadi secara ajaib tak mengenai mereka melainkan tertangkis, seolah ada dinding tebal tak terlihat dihadapan mereka.

"Kalau begini saatnya kita Maju!," Ucap Gladiolus dengan senyuman licik diwajah tampanya, sebuah serpihan Chirstal membentuk sebuah pedang katana panjang dan tebal disampirkan dipundaknya.

"Teman-teman bersiaplah! Blizt-bom,"Ucap Prompto lalu melempar sebuah benda bulat seukuran tomat apel, yang berwarna hitam membuat sebuah Bom-cahaya-yang menyilaukan mata saat meledak dalam beberapa detik.

"Mari Maju!,"Ucap Noctis singkat, Noctis lalu melempar salah satu pedang-pendeknya kearah, musuh yang lengah sekaligus lalu melakukan teleport dengan cepat, dia juga tak memberi ampun bahkan menebas dada prajurit dihadapanya. Bola mata birunya, langsung memerah seperti Rubyred dan menebas musuh dihadapanya.

Tak-jauh dari Noctis Prampto tak memanfaatkan waktu untuk santai dan lalu berlari menembakan sejatanya, khusus pada beberapa prajurit yang mengunakam Gun.

'Ada pepatah melawan petarung jarak jauh harus dilakukan oleh petarung jarak jauh juga'

'Agar adil'

Soalnya ada beberapa penguna Sniper dan Reifle dikubu musuh akan merepotkan bagi petarung jarak dekat seperti (Ignis atau Gladiolus) jika terkena tembakan. Sementara mereka tengah menghadapi sekitar lima-puluh prajurit dari pesawat itu, dan Mage yang menyuport mereka hanya Rain seorang.

Bertindak bodoh hanya akan mati konyol, sekuat apa-pun mereka ber-enam tampa siasat dan hati-hati nyawa mereka bisa lenyap seketika.

GYAAAAAAAA!

Tak jauh dari sana, terlihat Gladiolus dengan sangat mengila(?) Menebas beberapa tentara, dan membuat mereka terlempar sana-sini. Disamping Gladiolus ada Sakura memukul beberapa musuh hingga terlempar jauh dari area pertarungan, bahkan terlempar kepembatas jalan, ada beberapa prisai baja yang mereka kenakan-pun rusak dan mengerang saat kedua orang itu mencabut nyawa mereka.

Sakura dan Gladiolus, sungguh patner dan komposisi petarungan yang baik.

Darah setiap prajurit mengenang keluar menuju disetiap sisi jalan tol yang keadaanya sangat sepi, Nuin nampaknya berpihak pada Noctis agar tak-mengemparkan siapa-pun yang melihatnya. "Nampaknya ini akan gawat?,"Ucap Ignis masih terduduk dalam mobil, membuat Rain menoleh.

"Ada apa!?,"Tanya Rain menatap Ignis yang keluar dari Mobil dan memunculkan sepasang Degger ditanganya.

"Ada gelombang aneh pada pesawat itu, dan kurasa mereka akan memanggil bala-bantuan yang lebih banyak lagi!," Ucap Ignis.

"Itu berita yang buruk!,"Ucap Rain memasang wajah datar, tak kalah datar diwajah Ignis.

"Kau punya Rencana, Ignis?,"Tanya Rain.

"Ada,"

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"Bukti apa yang bisa kau berikan padaku,"Sebuah seruan dan tatapan tajam pada Shun yang masih menatap wajah tenang.

"Aku tak bisa menjelaskan lebih dari ini!,"Ucapnya dengan muka datar.

"Apa anda tak salah menapsirkan informasi?,"Tanya Cor dengan tatapan serius. "Aku tahu sepak terjang orang-orang itu, tapi menuduh orang tampa bukti adalah tindakan yang sangat serius dimata kerajaan Shun," Tambah Cor memandang lelaki dihadapanya hanya santai memainkan harpanya.

"Aku hanya membantu Yang-mulia, dan aku percaya anda-dan-komandan adalah orang yang bisa menerima saat ini,"Jelasnya cukup datar.

"Makanya kau harus menjelaskan hal ini lebih baik lagi,"Ucap Regis dengan tatapan serius.

"Soal itu? Saya!,"Ucapan Shun berhenti bicara saat seorang pengawal kerajaan mendatangi mereka.

BRAKS!

"Maaf menganggu Yang mulia! Pangeran Larsa dari kerajaan Dalmacia, datang kesini,"Ucap seorang dayang dan Prajurit memandang ketiga orang disana.

"Emm..!, baiklah persilahkan dia keruangan rapat,"Ucap Regis, lalu menatap Shun yang sudah lenyap dari sana dan hanya Cor yang tersisa disana.

"Dia menghilang lagi?,"Ucap Regis sambil menghela napas.

"Saya akan mencarinya untuk anda? Yang mulia,"Ucap Cor menatap sang-Raja.

"Tidak usah," Jawab Regis.

"Tapi Yang mulia!?,"

"Dia tripekal orang yang akan memberitahu jika waktunya tepat,"Ucap Regis meninggalkan aula istana ditemani oleh Cor, menuju keruang pertemuan.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Regis ditemani oleh Cor dan beberapa pengawal lantas berjalan diatas lantai marmer berwarna abu-abu sejernih berbahan cermin memantulkan cahaya dari langit-langit kristal yang berpendar dan menciptakan warna putih berkilau. Lorong jendela berbentuk kubah serta sejumlah patung malaikat-dan dewa-dewi yang mengagumkan terbuat dari batu-marmer dari pahatan, dari pemahat ternama negri Eden, berjajar di dinding-dinding ruangan. Lilin-lilin berwarna bening yang berjajar di sebuah lampu kristal raksasa menggelantung di langit-langit, menambah penerangan yang diciptakan oleh kristal di langit-langit dan dinding.

Keeleganan Kerajaan sungguh sangat luar bisa, bukan.

Sebuah meja persegi panjang dari marmer hitam dan kaca tergeletak di tengah ruangan. Para menteri telah menempati kursi masing-masing di kiri-kanan meja – tetapi melihat kedatangan Regis, mereka berdiri dan segera membungkuk memberi hormat. Tanpa banyak bicara, Regis segera menuju ke tempat duduknya di ujung meja. Sementara Cor tetap berdiri didekat tempat duduk sang-Raja.

Raja-regis memulai rapat. Terlihat Simmon sudah ada di sana dengan beberapa mentri yang duduk menunggu materi rapat yang akan mereka dengarkan. Bola mata biru Regis menatap seorang tamu terhormat yang duduk tak jauh dari tempatnya.

"Senang melihat anda Pangeran Larsa Ferrinas Solidor,"Ucap Regis dengan senyuman dan tingkah formalitas yang luar biasa.

"Senang bertemu dengan anda, kembali! Yang mulia,"Sahut Pemuda dia berdiri dari tempat duduk, lalu membungkuk dan duduk kembali.

"Izinkan saya angkat bicara, pertama-tama," sahut Menteri Pertahanan. Membuat Regis dan Larsa memandang sang mentri, "Berita soal penyerangand Orca dan Bahamut di beberapa wilayah kita, tersebar begitu cepat dimedia dan internet, sosial dan itu sampai ditelinga kami. Saya telah memberi perintah pengamanan – dan sejauh ini, prajuriy telah berhasil mempercepat proses evakuasi pada beberapa titik. Tetapi monster-monster itu belum bisa kita tangani dengan baik," jelasnya. Tiba-tiba, ia melirik Regis dengan tatapan tajam. "Yang gawat adalah, rakyat telah langsung berteriak meminta penurunan tahta Yang Mulia Raja. Bukan hanya sekarang, tetapi sudah lama sekali."Jawabnya membuat raut wajah Larsa dan Cor berubah.

"Interupsi Yang-mulia!,"Ucap Larsa angkat bicara. Saya tidak pernah mendapati berita semacam itu, baik dinegara saya maupun dimedia-masa, yang saya dengar hanyalah. Yang mereka minta hanya perlindungan pada Yang Mulia, bukan pengalihan tahta," sahut Larsa. "Menggulingkan kekuasaan tidak segampang itu. Akan timbul kekacauan besar kali ini – apalagi Eden adalah kerajaan yang memegang andil besar sebagai salah satu pemimpin perdamaian dunia, saya dari kerajaan Dalmaca yang berteman baik dengan kerajaan Eden-pun mengakui kerajaan ini sebagai pemerintahan yang baik."Jawabnya.

"Maaf memotong ucapan anda pangeran Larsa– tetapi saya pikir, seperti apapun situasi politik yang menghalangi, rakyat tak semua dari kerajaan lain tahu termaksut kerajaan anda," ucap Si Simmon penasihat kerajaan. "Apalagi, insiden berbahaya ini sudah berkali-kali, tetapi baru sekarang kita bertindak. Saya pikir, Yang Mulia tidak seharusnya bertindak lambat."Ucapnya tersenyum dibalik wajah ejekan pada rajanya sendiri.

"Kita seperti negara yang baru saja berdiri. Ini sunggul lucu." Tawa Menteri Pertahanan dibalas oleh tawa beberapa menteri lain plus Simmon. Regis, Larsa dan Cor mengerutkan kening, menatap mereka dengan tajam satu-persatu, sementara sebagian Menteri terdiam dengan muka tak enak dan mood kesal.

"Lancang sekali ucapan anda Menteri pertahan Tero-asel," sergah Menteri Dalam Negeri, Buron razel dengan tatapan kesal.

"Oh, oh, baiklah tuan-tuan. Kita kembali ke topik Semuanya, Menteri sekalian saya rasa percakapan ini sudah cukup," Ucap seorang wanita, yang menyandang gelar Menteri Luar Negeri mengusap hidungnya, dengan wajah kesal, namun dia dapat mengendalikan diri dengan baik, selain Baron masih ada beberapa Menteri yang memiliki sifat terhormat terhadap raja mereka.

"Tapi ini adalah masalah juga Miss-Nouvle granded anda tak tau apa-apa soal kejadian didalam kerajaan,"Handrik Simmon.

"Alis Buron terangkat."Apa kalian minum terlalu banyak tadi malam?"Ucap Buron mengebrak meja emosinya benar-benar ingin meledak.

Suasana sunyi sesaat.

Kemudian, tawa keras meledak di antara mereka. Kesabaran Raja mulai diperas dan raut-raut orang setianya nampak suram termaksut Larsa.

'Ucapan seorang Mage, Shun ada benarnya'

"Saya sempat meminta pertimbangan dari Menteri Pertahanan beberapa waktu lalu. Anda sendiri yang menegaskan bahwa semua hanya insiden liar yang disebabkan oleh kerusakan tanggul pada lorong perbatasan. Anda menyarankan agar kita memperkuat perbatasan, tetapi saya tidak melihat tindakan Anda untuk mencari sumber masalah dari insiden ini," jelas Regis lantang.

"Apa anda bisa menjelaskan Soal itu, Tuan-Tero,"Tanya Buron dengan nada menyengit.

Hubungan Perdana menteri Pertahanan dan Menteri dalam Negri, memang tak begitu baik.

Apa-lagi Simmon yang juga nampaknya memanaskan suasana, sungguh komposisi yang sangat tidak bagus.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

"Sakura/Gladiolus!?,"Panggil Ignis membuat dua orang pemuda itu meliriknya.

"Hancurkan Antena pesawatnya!," Tunjuk Ignis pada satu-satunya pesawat yang tak jauh didepan mereka, Kurasa kekuatan kalian dapat diandalkan,"Ucap Ignis.

"Kau menyindirku?,"Tanya Gladiolus dengan Seringai mengerikan diwajahnya, dan tampa menatap Gladiolus Ignis lalu melirik Rain kembali.

"Rain gunakan Sihir 'Chappy',Kabarkan pada Noctis dan kita kabur dari sini!,"Ucap Ignis. Ignis lalu Fokus kembali untuk bertarung, dan Rain Fokus merapal mantra.

"DUARK!

SHANARAOOOO!," Sakura lalu memukul bebrapa musuh t dan membuat retakan besar disekitar jalan raya. Sementara Gladialous membantu Sakura untuk mengurus para musuh disekitar mereka dengan menebas dengan serangan membabi-buta.

Enam bulatan berwarna putih, nampak seperti jeli langsung terbang kearah, Rain, Ignis, Sakura, Prompto dan Noctis.

"Kyaaa! Apa ini?,"Ucap Sakura menatap bulatan Jeli itu melekat pada salah satu telinganya.

"Jangan mencabutnya!,"Ucap Gladiolus yang juga dilekat pada benda aneh tersebut.

"Gladiolus!?,"Sakura melirik kearah Gladiolus, membuat pria kekar itu langsung menyerang musuh yang akan menebas Sakura.

"Ini Tyape Sihir pemanggil! Ini milik Rain,"Ucap Gladiolus. "Alat-dari Sihir yang membuat orang lain dapat berkomonikasi lewat seorang Mage,"Ucapnya.

[Noc!, Galdiolus, Sakura, Prompto, Ini Aku Ignis]-"Sebuah Suara terdengar dari benda sihir di telinga masing-masing, semua mata lalu melirik keberadaan Ignis yang tengah memegang bahu Rain dan masih fokus mengunakan Sihir 'Chappy'.

"Ada apa?,"Tanya Prompto yang masih focus menggunakan senjata gunya pada prajurit pemakai sejata jarak jauh.

[Gladiolus Sakura! Hancurkan Antena, errorkan sistem gelombang itu]-"

[Prompto Gunakan grande! Hancurkan lawan sebanyak mungin]-"

[Noctis! Dan semuanya setelah itu kita Kabur dari sini!]-"Ucap Ignis.

Noctis Mengepalkan tangan. Dan melempar salah satu pedangnya jauh didekat Rain dan Ignis. Dan melakukan Teleport meninggalkan lawanya begitu saja. Berbeda dengan tindakan Noctis. Sakura dan Gladiolus berlari melompat keatas pesawat dan menghancurkan antena sesuai intruksi dari Ignis membuat ledakan dibeberapa bagian pesawat.

DUAAAR!

"Sakura! Gladiolus!,"Teriak Ignis. Orang yang dipanggil melirik Ignis yang sudah diatas mobil, bersamaan Prampto, Rain dan Noctis disana.

"CHAIN,"Rain merapal mantra dari tanganya, beberapa sulur rantai langsung mengarah pada Sakura dan Gladiolus, dan menjerat tubuh mereka dengan kuat membuat dua orang itu termundur begitu saja.

Ignis pun langsung membanting Stir kearah berlawanan! Dengan kecepatan penuh membuat Sakura dan Gladiolus tertarik menjauh dari pesawat Imperial!, Prompto juga mengunakan sebuah Shot-gun-tyape-Rock menembak kearah pesawat detik-detik Sakura\Gladiolus terhempas, membuat peswat itu meledak.

DUAAAAAAAAAR!

"Yeahhh!,"Prompto berseru dengan lantang dan penuh kemenangan! Sementara mobil yang tadi melaju dengan cepat berhenti, dan Rain menyihir angin mengelilingi Gladiolus dan Sakura agar keduanya tak sampai jatuh terpelanting menghatam aspal.

"Bisakah kalian tak tiba-tiba!,"Ucap Gladiolus mengeram kesal.

"Kau bisa menyalahkan! Ignis,"Ucap Rain.

"Aku hanya mengikuti Ignis,"Ucap Prompto berlindung dibelakang Noctis yang hanya menghela nafas.

"Tapi aku sesuai Timmingkan!,"Ucap Ignis datar.

"APAAANYA!,"

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Konohagakure

Seorang gadis berambut 'Pink' tak jauh dari hutan yang habis meledak! Menatap datar sekelilingnya, masalah yang dibuat Calius benar-benar membuat sikap pria itu semakin menyebalkan diotaknya.

"Odin letakan mereka bertiga disini!,"Ucap wanita itu, atau kita panggil saja dia Lightning-farron si-kesatria Etro, wanita pemakai armor tersebut, memandang rekan seperjalanan berupa Eidolon bernama Odin dengan tatapan datar. Lalu ucapanya menoleh pada tiga-orang yang masih tak sadarkan diri.

{LIGHTING!..!} Sebuah seruan terdengar dari kepala Light, membuat gadis cantik itu menyengit dengan suara seseorang, ya seseorang yang dia kenal.

"Etro-sama,"Light menghela nafas menyentuh dadanya, dan menutup matanya, yang berkonsetrasi bercakap dengan sang-dewi.

{Kau masih ingat tujuanmu, bukan tugasmu sekarang mengejar Calius! Jangan biarkan dia lolos begitu saja, Paham~sayangku}

"Saya mengerti,"Ucap Light.

{Dan satu hal lagi!, cari tahu siapa wanita yang bersama dengan Pheonix, waktu itu}

"Apa yang anda inginkan darinya Etro-sama,"Pertanyaan Light membuat sang Dewi terdiam, sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari sang kesatria.

{Itu adalah urusan kami para-Dewa dan kau tak perlu tahu, cukup mendapat fokus yang kusuruh kau mengerti!}

Usai mendengar pembicaraan itu Light hanya menatap dengan wajah-kecut lalu melakukan teleport meninggalkan dimensi Konoha bersama Odin, dia yakin jika ketiganya akan baik-baik saja dia terbangun nanti. Sepeninggalan Light seukir senyuman kecut terukir dari seorang pemuda misterius, bola mata gioknya, memancar sempurna sambil mengeleng perlahan, lalu kini matanya beralih pada langit senja Konoha yang begitu indah iatas kepala.

"Apa kau masih saja memerah tenaga, seorang wanita yang berhati selugu-seperi-dia!Apa kau tahu tindakanmu itu menyebalkan Etro,"Lelaki itu berbisik lalau menghilang diikuti debiran alunan musik harpa dan menghilang begitu saja.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

Venisia

Mobil melaju cukup kencang setelah menghadapi pertarungan sengit, membuat enam-pasang mata memandang kota yang ia-tuju.

"Sudah dekat!,"Prompto bersorak Riang gembira di-kursi depan disamping Ignis yang mengemudikan mobilnya. Sementara Gladiolus memangku tubuh Rain, terlelap lelaki mage itu tak bisa bergerak atau merubah tubuhnya dalam bentuk lain, karna kehabisan tenaga. Dan Sakura dan Noctis Keduanya tertidur dengan tubuh saling bersandar. Suasana bermasalah sudah lewat!

"Apa aku harus, membangunkan mereka sekarang?,"Tanya Gladiolus, melirik ketiganya yang masih terlelap.

"Nanti saat kita capai perbatasan bangunkan mereka!,"Ucap Ignis.

"Dimana kita akan menitip mobil, Ignis,"Tanya Prompto.

"Kebetulan di'Venasia' ada tempat yang cocok untuk kita, menyimpan mobil,"Ucap Ignis.

[Owaka's Inn]

"Selamat datang dipenginapan saya tuan Ignis!,"Ucap seorang gadis berkuncir dua dengan senyuman manis, saat mobil yang ditumpang Ignis dan kawan-kawan memasuki area taman penginapan.

"Hai Pinelo! Dimana Owaka-San!,"Tanya Ignis.

"Dia ada didapur, apa mau menitip mobil ini juga?,"Tanya Pinelo.

"Tentu saja,"Ucap Ignis. Lalu melirik Gladiolus untuk membangunkan rekan-rekannya yang tertidur.

"Huaaaah!," Kedua pupilGiok Sakura dapat terpanah bukan main, menatap kamar penginapan yang terlihat sederhana, namun berkelas. Ruangan dengan tiga tempat tidur berwarna hijau-berdominan-biru, lengkap dengan full karpet diubin dan Shower tersendiri benar-benar luar-biasa.

"Aku, Gladiolus dan Rain akan tidur dikamar sebelah,"Ucap Prompto.

"Dan Kau Sakura, akan tidur bersama Noctis dan Ignis, Kau tak keberatan bukan Sakura?,"Tanya Gladiolus menatap Sakura yang masih terdiam.

"T-tentu tidak apa-apa!, lagi pula tempat ini sangat nyaman!,"Ucap Sakura menangguk, dan mendapat cengiran dari Gladiolus sambil menepuk kepala gadis itu pelan.

"Aku mau mandi dulu,"Ucap Rain langsung ngacir, kekamar sebelah.

"Aku ikut!,"Jerit Prompto pelan, dan langsung berlari kearah kamar sebelah.

"Ignis, dimana mobil-kita?,"Tanyanya Gladiolus.

"Aku menitipkanya pada Owaka, untuk menyimpan mobil itu keruang bawah tanah,"Ucap Ignis.

"Ada apa? Gladiolus-kun/Ignis-kun?,"Tanya Sakura mendengar percakapan kedua pria itu dengan serius, sementara Noctis hanya diam dikasur dengan tatapan mengantuk.

"Kau ingat dengan penyerangan pada kita beberapa jam yang lalu?,"Ucap Ignis dan Sakura mengangguk, Noctis terdiam ditempatnya.

"Baiklah mari bicara?,"Ucap Gladiolus lalu duduk dilantai berkarpet diikuti Noctis, Sakura dan Ignis membentuk bulatan dan mulai bercakap kembali membuka suara masing-masing.

"Apa ini masih tadi Imperial-misterius! Yang menyerang kita tadi,"Ucap Noctis memandang tatapan datar.

"Kurasa ada orang yang sedang mengincar nyawa, kita saat ini,"Ucap Ignis.

"Kurasa akan ada pertarungan lebih parah dari ini, jadi kuminta kita harus bergerak diam-diam di'Venasia' agar tak memancing kecurigaan mata-mata mereka.

"Gladilous-kun, Ignis-kun, Noctis-kun, Sepanjang perjalanan ini kalian belum menjelaskan apa-pun mengapa kita kemari, sekarang maukah kalian menjelaskan padaku, bagaimana-pun aku masuk dalam Partykalian, ya meskipun itu adalah hal yang tak disengaja,"Ucap Sakura dengan nada sangat terdengar tegas membuat Gladiolus tersenyum lebar, Ignis yang tersenyum tipis diwajahnya, dan Sakura mendapat tatapan lembut dari sang-pangeran secara diam-diam.

Ya Sakura adalah Partymereka, dan juga sudah menjadi rekan yang cukup tangguh dalam bertarung dan menolong Noctis di 'Ixaya', meski baru bertemu Sakura Kemarin mereka rasa, Sakura bisa dipercaya.

"Begini Sakura, Kami Ke'Venasia' karna mendapatkan Info tentang sosok monster yang menyerang beberapa negri Kawasan'Eden' dan 'Venasia' Termaksut tempat yang sempat porak-poranda akibat kemarahan Monster bernama Myst Eye, nah Kami datang kemari untuk mencari informasi agar menghancurkan sarangnya agar Myst Eye berhenti menghancurkan 'Venasia' ,"Jelas Gladiolus.

"Boleh aku ajukan pertanyaan?,"Tanya Sakura dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Silahkan!?,"Ucap Noctis.

"Mengapa kalian tak menyerahkan ini pada Kunochi? Eh, maksutku pada Prajurit? Bukankah Sebagai seorang Pangeran, memiliki wewenang-lebih untuk menyuruh Prajuritnya, bukan datang kemari tepat ketempat kekacawan ini berlangsung?,"Ucap Sakura panjang lebar, membuat ketiga lelaki itu terdiam, karna pertanyaan Kunochi-cantik itu benar-benar cukup berat untuk dijawab.

"Memang benar sebagai seorang Pangeran, mampu memberi wewenang untuk menyuruh pengawal, Untuk-ku minta mengurus semuanya begitu saja,"Ulas Noctis dengan tatapan tak-suka.

"Jadi!?,"Pertanyaan Sakura membuat Sang pangeran menghela nafas, dan langsung dipotong duluan dengan Ignis.

"Noctis bukan orang yang suka bergantung dengan kekuasaan dan perintah,"Ucap Ignis.

"Terlebih dia seorang yang tidak tinggal diam dengan melihat kesusahan dan keadaan orang lain, maka dia tak perduli dengan apa-pun masalahnya,"Jelas Gladiolus.

"Aku mengerti,"Ucap Sakura.

"Baiklah jam tuju-malam kita akan makan malam bersama, jangan sampai telat ya,"Ucap Gladiolus beranjak dan berjalan keluar dari kamar.

"***OOO+++OOO+++OOO***"

((Kamar sebelah))

"Hei Glad?,"Ucap Prompto Riang saat pemuda bersurai hitam dan berbadan kekar memasuki ruangan saat itu Prompto sedang berbaring malas-malasan di sofa panjang dan tv dihadapanya.

"Yeah!"Ucap Glad menjatuhkan diri, disofa disamping Prompto sembari menatap TV yang sedang menayangkan Konser 'Miku Hatsune'. "Oh ya! Mana Rain?"Tanya Gladiolus.

"Masih mandi,"Jawab Prompto sembari mencubit hidungnya, yang memerah karna gatal.

"Kau alergi lagi?,"Tanyanya Gladiolus dengan tatapan sangat tajam, namun tertawa setelahnya.

"AH? Mungkin karna aku makan Paprika,,"Ucapnya. "Tadi aku makan Salat, dan kurasa ada Paprikanya,"Ucap Prompto, membuat Gladiolus melirik piring diatas meja samping kasur.

"Oh ya Prompto?,"Panggil Gladiolus

"Ada apa Glad?,"Tanya Prompto.

"Setelah Rain selesai mandi kita harus bicara!,"Ucap Glad datar.

"Tentang?,"Tanya Prompto sambil menaikan alisnya, kesebelah matanya sedikit menyipit dengan tatapan tanda tanya.

"Soal penjagaan terhadap Noctis,"Ucap Gladiolus membuat mata Prompto 100% teralihkan dari Tv ke arah Gladiolus.

"Apa aku ketinggalan sesuatu,"Sebuah suara terdengar datar dari belakang mereka, dan ternyata pemilik suara itu adalah mirip rain.

"Yeaah mari bicara?,"