"Apa aku ketinggalan sesuatu,"Sebuah suara terdengar datar dari belakang mereka, dan ternyata pemilik suara itu adalah milik Rain.
"Yeaah mari bicara?,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Bicara?!," Ulang Rain, pemuda itu tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk, memandang Gladiolus yang berexpresi datar, yang biasa diberikan.
"Yeah!,"Ucap Gladiolus menepuk bangku sofa sebelahnya yang kosong, membuat Rain lalu duduk disamping Gladiolus dan Prompto langsung menatap Gladiolus pandanganya 100% teralihkan dari TV.
"Beri kami penjelasan?,"Jawab Prompto cepat, sementara Gladiolus tersenyum sangar.
"Baiklah aku jelaskan!,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
PERPUSTAKAN KINGDOM
Seorang lelaki tengah fokus membaca sebuah buku tebal disofa dekat jendela perpustakaan, pria Rambut-panjang kehitamanya diikat sanggul, dengan sebuah Tisik (Tusuk Konde) dan mengunakan sebuah Jubah ala penyihir yang berlengan pendek berwarna abu-abu.
"Tuan Shun! Yang mulia mencari anda saat ini!,"Seorang wanita pelayan membungkuk secara sopan saat berada didepan lelaki, sembari menatap, Shun yang tengah membaca buku.
"Terimakasi aku akan kesana!,"Ucap Shun sembari mengangguk pelan, membuat sang pelayan menarik diri untuk pergi keperpustakaan.
'Aku merasa akan ada yang hal penting lagi'
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Suara burung camar terdengar dengan jelas lewat beranda, ya dikarnakan baik lokasi hutan dan letak penginapan sangat dekat. Suasana malam cukup mendukung kesunyian yang tercipta.
Ketiga penghuni kamar sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Ignis sedang bermain dengan ponsel pintarnya disofa, Noctis tengah tertidur dikasurnya dan membiarkan Ipod Silvernya dihidupkan dan terpasang ditelinganya, sementara Sakura sedang duduk diatas pembatas lantai dua penginapan tersebut, jangan khawatir jika Sakura jatuh dari ketinggian dikarnakan gadis itu, terbiasa memanjat atau duduk dimedan yang tipis atau tinggi seperti itu, membuat dia gampang berada dimana-pun, apa bila jikalau pun dia jatuh kebawah Sakura dapat mendarat dengan sempurna, melompat dari lantai dua rumah bukan apa-apa mengingat sebagai ninja dia terbiasa terjun dari tempat tinggi.
[Kau baik-baik saja, Sakura?]
"Phonex!"
[Ya ini aku sayangku]
"..."
[Ada apa Sakura?]
"Aku hanya memikirkan Konoha, apa semua orang sedang mencariku,"
[Maafkan aku gara-gara aku, semua terjadi padamu]
"Ini bukan sepenuhnya salahmu Phonix, Kau juga melakukan hal itu demi melindungiku"
[Aku akan berjanji akan selalu bersamamu sampai kau kembali keduniamu sayangku]
"Trimakasi Phonix,"
".."
".."
"Sedang memikirkan sesuatu?,"Sebuah suara maskulin terdengar sampai ditelinga Sakura dan spotan kepalanya mengarah keasal suara.
"Tuan Noctis," Sakura menguma menatap pria bersurai Ravend dengan gaya 'Emo-stayls', berjalan menghampirinya secara perlahan.
"Kau tak istirahat?,"Tanya Noctis lalu berdiri disamping Sakura, yang masih duduk dipenghalang beranda.
"Eh anda tak tidur? Ehm dimana Ignis-san?, Bukanya tadi dia ada disofa?!,"Tanya Sakura yang kebingungan dan menganti topik.
"Ignis keluar sebentar,"Ucap Noctis, "Hei? Bagaimana pertanyaanku tadi? Kau belum menjawabnya?,"Ucap Noctis..
"S-Saya ingin menikmati suasana sejuk ini lebih lama?,"Ucap Sakura sembari melihat pemandangan Sekelilingnya. "Tempat ini indah, lebih meski tak seramai Konoha,"Ucap Sakura, gadis ity menghela nafas rasanya ingin segera pulang.
"Maaf jika aku malah melibatkanmu dalam masalah di Party-ku,"Ucap Noctis menghela nafas dalam-dalam, Penyengarangan beberapa jam yang lalu masih membekas diingatan Noctis. Sementara seulas senyuman simpul tertera dibibir Sakura.
"Tidak apa-apa Tuan Noctis,"Sakura sembari mengeleng Lemah "Saya sudah mengalami hal-hal Gila melebihi apa yang saya temukan disini,"Ucap Sakura, lalu menatap langit malam dengan raut kecut "Saya sudah memilih untuk mengikuti anda sampai saya kembali kedunia saya, jadi tak perlu merasa bersalah atau apa-pun jika saya terlibat,"Ucap Sakura tegas dan mantap dikarnakan dia memang harus tetap menjadi penjaga sang pangeran guna agar dia kembali kedunianya.
"..."Noctis terdiam menatap Sorot mata giok gadis itu. bibir Sakura, yang masih tersenyum tegas dan aura optimis diwajahnya.
"Seperti yang Anda tahu saya adalah Seorang Kunochi atau yang disebut didunia ini, adalah Prajurit,"Sakura memandang langit malam sembari menghela nafas ada kesedihan dibalik senyumanya, Noctis pun menyadarinya.
"..."Noctis terdiam mencari topik apa yang mampu dia bicarakan, dengan gadis itu. Jujur saja Noctis agak kaku karna dirinya bukan tripikal laki-laki yang mudah bicara dengan semua orang seperti Prompto yang ceriah atau Ignis yang mudah bercakap dengan orang lain, apa lagi sekarang ia dihadapkan dengan seorang Wanita, Noctis cenderung lebih tertutup dan agak pemalu.
"Saya sudah mengambil jalan hidup ini dengan penuh Resiko, mengambil jalan hidup sebagai Kunochi, Termaksut jalan kematian," Sakura kembali membuka Suara dan lalu memandang wajah sang pangeran lekat-lekat. "Jadi jangan ragu, ini adalah tugas saya,"Ucap Gadis itu tersenyum semakin lebar.
"Yeah, Terimakasi Sakura,"Ucap Noctis dengan seulas senyuman tipis yang tipis, membuat wanita berambut merah muda, tersenyum lebih cerah.
"Sakura?, Kau adalah bagian dari Bodyguardku, jadi aku memberi kau perintah,"Ucap Noctis menghela nafas.
"S-silakan!,"Ucap Sakura.
"Saat panggilah namaku, tidak dengan embel-embel Tuan, Pangeran atau apa-pun. Sama seperti mereka memanggilku, akan tatapi panggilan itu hanya berlaku untuk kalian berlima"Ucap Noctis dengan nada datar membuat Sakura dengan cepat mengangguk.
DREET!
DREET!
DREET!
"Gempa!,"Sakura merasakan gempa yang dasyat, dan nyaris jatuh dari tempat duduknya di-penghalang beranda jikalau tak ada dua lengan sang pangeran tak menahan tubuhnya agar tak jatuh kelantai satu.
Deg!
Suasana Amigu tercipta diantara keduanya, dalam keadaan yang masih gempa, Sakura merasakan degupan jantungnya sangat kencang, dalam dekapan sang Pangeran. Sesuatu hawa yang panas menjalar kewajahnya. Suasana amigu dan agak membingungkan ini pun berakhir pada saat Gempa berhenti.
"Sakura! Noc!,"Teriakan, Ignis terdengar membuat Noctis langsung melepas, dekapanya dari pinggang Sakura, lalu membuang muka sembari membisikan kata pada Sakura.
"Maaf!,"Bisiknya terdengar kaku.
"Noctis,"Ignis lalu berlari mendekati Sakura dan Noctis diberanda, Kedua orang itu menatap Pria itu, masih memandang serius kearah Noctis dan Sakura, entah pikiran macam apa yang sedang dipikirkanya tapi gelagatnya ada sesuatu yang serius.
"Para 'Medusa dan Malboro', menyerang Kota dan semua orang ketakutan dan ricuh saat ini!,"Ucap Ignis. "Rain dan yang lain sudah mengarah kelantai bawah. Sakura lalu memandang (terlihat dari beranda mereka), sebuah cahaya-cahaya kobaran api tak jauh dari pusat kota dari penginapan dan, Sakura langsung melompat dari beranda kelantai satu tampa bisa dicegah.
Sementara Noctis memunculkan salah satu pedangnya dan langsung melempar kebawah pedangnya pun menancap ditanah, lalu memegang Ignis dan keduanya melakukan teleport secara bersamaan ditempat pedang itu menancap.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Sakura terjun kelantai satu penginapan dengan mulus tampa luka, dia juga sangat berterimakasi dengan baju pinjaman dari Rain yang membuat dia leluasa dalam bergerak.
"Woah Sakura! Kau melompat dari Lantai dua! Kau benar-benar Gila!,"Cecar Prompto yang langsung heboh yang melihat detik-detik gadis itu terjun dari beranda lantai dua, jika ada orang lain yang melihat, dipastikan Sakura dianggap mau bunuh diri.
"Pergerakan yang bagus, Sakura!,"Puji Gladiolus. Lalu melirik Ignis dan Noctis sudah melakukan teleport dan berjalan mendekati mereka.
"Wow..!Jarang-Jarang Noctis mau melakukan teleport bersama orang lain,"Kali ini Prompto menaikan sebelah alisnya. "Kupastikan jika melakukan itu butuh tenaga ganda,"Ucap Prompto.
"Berisik!,"Ucap Noctis menghelah nafas. Diakuinya dalam hati melakukan teleport sendirian tak akan terlalu sulit baginya, akan tetapi membawa orang dalam mantra Teleportnya menambah tenaga lebih.
PLETAK!
Sebuah jitakan langsung mendarat mulus, dikepala bersurai pirang milik Prompto. "S-sakit Rain kau ingin aku geger-otak,"Jerit Prompto lebay sementara Rain yang memang sejak tadi tak disadari keberadaanya hanya menghela nafas.
"Itu tak akan membuatmu geger-otak! Prompto, lagi pula memangnya kenapa kalau Noctis mengunakan kemampuan Teleport bersama Ignis, memangnya Ignis harus ditinggal,begitu,"Umpat Rain sementara Sakura hanya tertawa hambar.
"Jadi?,"Ucap Noctis terbatuk, membuat fokus semua orang beralih padanya.
"Lebih baik kita ngobrol sambil berlari!,"Ucap Rain yang cepat dan diikuti oleh rekan-rekanya.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Noctis, Sakura, Ignis, Gladiolus dan Prompto berlari dengan kecepatan maksimal masing-masing dengan cara mereka yang tergolong berbeda-beda. Noctis yang melempar satu pedang dan melakukan 'Teleportasi' dan bergelantungan dari pedang yang menancap satu kepedang yang lain, Ignis mengunakan Sihir pembantu semacap 'Jump-run' agar bisa berpindah dari satu-kesatu tempat mengunakan pikiran, Sakura tetap mengunakan 'Cakra kaki' sebagai pra-aman dan cepat dalam berlari, dia bisa berlari sambil melompat dari satu tempat ketempat yang lain dengan kemampuan ninjanya, Rain merubah dirinya menjadi 'Burung gagak' berwarna 'abu-abu' dan terbang mengikut Rombongan, Sementara Gladiolus dan Prompto mengunakan Majic 'Time' yang bertipe sihir dapat mempercepat langka kaki mereka sepesat cahaya. Semua dari mereka mengunakan 'Chappy' untuk berkomonikasi.
"Dari mana kau tahu soal penyerangan 'Medusa' Ignis?," Tanya Gladiolus yang sepertinya belum diberitahu kronologis cerita seperti apa sebenarnya.
"Kupastikan Info dari Oaaka's! Ada Radio dalam penginapan, dari sana info itu berasal,"Ucap Ignis.
"Baiklah kalau begitu mari kita lihat, sekacau apa!
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Seorang wanita menjerit ketakutan saat berusaha melarikan diri akan tetapi salah, satu kakinya tengah tertimbun oleh reruntuhan hingga tak bisa melarikan diri.
Beberapa monster dengan liar mendekatinya dan siap membunuhnya sebagai santapan.
"Kyaaaaa!,"Teriaknya ketakutan bersamaan dengan suara keras seseorang yang datang tampa terduga dan-"
"SHANARROOOO!
BUMMMMM!
Sakura berlari mendekati monster wanita yang amat besar! Dan tampa tangung-tangung melompat dan langsung menendang pinggang monster dengan tenaga luar biasa besar.
"GOAAARH!,"
Sakura bersalto kebelakang, setelah menendang Monster itu, menjauh dari warga yang tengah berlarian. "Mahluk macam apa lagi ini?,"Sakura mengidik melihat Rupa mahluk yang cukup mengoda bagi kaum pria.
Monster ini berupa sosok seorang perempuan, bertelanjang dada, dengan tinggi 400-cm, bertubuh biru, berbola mata merah, memiliki rambut panjang dengan mulut ular setiap dihelai rambutnya, yang membuat Sakura mengidik adalah dari dada sampai pinggul dan area kaki adalah tubuh ular yang meliuk-liuk.
"Dia adalah 'Medusa',"Ucap Ignis sambil memandang monster yang dibuat Sakura terpelanting hingga menghancurkan bangunan yang untungnya warga pun disana.
"Hati-hati kecepatanya sangat tinggi,"Ucap Parompto sembari menembak tubuh Medusa yang akan bergerak dari tempatnya.
BUMMM!
"Kejutan membuat party, Semakin meriah,"Ucap Prampto, dengan senyuman khasnya dan langsung menyerang membabi buta, Sementara yang lain lalu membagi tugas, dikarnakan dari mereka harus membantu mengevakuasi orang-orang yang terjebak dan tak bisa melarikan diri.
"Apanya yang Party semakin meriah!,"Ucap Ignis menaikan sebelah alisnya. "Aku sudah menghubungi Pusat tentara Eden mereka akan datang dengan pesawat teleportasi! Tugas kita saat ini hanya bisa menunggu!,"Ucap Ignis.
"To-tolong!," Jerit wanita yang masih terjebak didalam reruntuhan, sepertinya masih belum sembuh dari terkejutanya.
"Chain!,"Rain merapal Sihir dan ribuan rantai langsung tertancap dibatu dan Rain langsung menarik batu tersebut dengan mudah.
"Setidaknya kakinya hanya cedera, ringan nampaknya Nuin yang kuasa melindunginya,"Ucap Ignis, menatap kaki wanita yang tadinya terjebak direruntuhan.
".."Sakura terdiam dilihatnya luka gadis itu baik-baik dan mengeluarkan sesuatu dalam kantung ninjanya. Sebuah tempat obat berisi kapsul kecil berwarna merah. Sakura pun membantu wanita itu untuk minum.
"Sakura apa yang kau minumkan padanya?!,"Ucap Prompto.
"Ini adalah 'Aspirint' atau obat untuk menahan sakit,"Ucap Sakura,ia lalu menempelkan telapak tanganya yang kehijauan pada kaki wanita itu.
"Gyust nampaknya kita tak bisa santai-santai!,"Ucap Rain memperhatikan banyaknya monster mulai mendekati mereka.
"Baiklah mari kita berpesta!,"Ucap Gladiolus.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"HIYAAAA!,"beberapa gundukan bangunan langsung telempar keudara, saat Sakura meninju bangunan, dan melempar potongan bangunan pada 'Medusa' lainya yang mendekati Mereka.
"DUNGK!," Beberapa serpihan bangunan yang besar-besar mengenai beberapa monster Medusa yang berada disana hingga terpelanting ketanah.
"Tidakah sebagai seorang wanita kemampuanya, sangat 'mengerikan' sekaligus 'menganggumkan',"Ucap Gladiolus sambil memperhatikan Pergerakan Sakura.
"Dia benar-benar bisa diandalkan,"Ucap Ignis.
Noctis tak mendengar dan malah focus dengan beberapa medusa yang menjadi lawanya.
"Wow! Sakura apa kau berencana bermain bola bolling dengan mereka?,"Ucap Prompto mengambil ponsel pintarnya dan merekam beberapa adengan cukup 'Antimanstrim' diponselnya.
"Berhenti bersikap konyol diarea, pertarungan Prompto!,"Ucap Rain menaikan sebelah alisnya dengan kelakuan, konyol sang sahabat.
SYAAAT!SYAAAT!SYAAAT!
Sebuah Sulur akar dari beberapa monster 'Malboro' langsung mengarah pada Prompto dan Rain membuat, Prompto menghindar dan nyaris terjungkal tak elitnya, menghantam tanah dan nasip ponselnya ikut terlempar dari tanganya jikalau, Rain yang juga sudah menghindari akar tak menangkap ponsel itu, pasti hancur sudah ponsel mahal Prompto.
"BRENGSEK KAU TAK TAHU SEBERAPA LAMA AKU MENABUNG MENDAPAKAN PONSEL MAHAL ITUUUU!,"Emosi Prompto memuncak matanya berubah kuning dengan aura kekuningan disekitarnya dan mengarahkan senjatanya menembak membabi buta dan bertarung bak orang kebakaran jenggot, kearah kawanan 'Malboro', membuat Rain hanya menatap bingung dengan bulir air terlihat dikepalanya.
"Ternyata hal ini membuat, anak itu serius juga!,"Ucap Sakura hanya memasang wajah bingung.
"Rain sebaiknya sembunyikan dulu ponsel itu, sepertinya dia belum sadar ponselnya selamat,"Ucap Noctis.
"Dengan begitu dia lebih fokus dalam bertempur!,"Ucap Ignis disamping Noctis.
"Kalian itu! Yaa?,"Ucap Gladiolus sembari menggeleng-geleng.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Li-Lihat ada yang akan datang,"Ucap Sakura menyadarkan Fokus keempat pria itu (minus Prompto yang bertarung dengan gaya ugal-ugalan).
Sebuah Segel muncul dilangit bersamaan dengan keluarnya sebuah 'Pesawat' tempur berlambang Kerajaan 'Caleum', membuat seulas senyum muncul dibibir Ignis. "Mereka telah tiba, mari kita Mundur Noctis,"Ucap Ignis membuat Noctis menganggukan kepala, ketuju Party itu-pun perlahan meninggalkan area pertempuran.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Pesawat tempur utama Lucis
"Ada apa Cor?," Shun sang penyihir menyinggung dengan senyuman miris mematap raut kusut lelaki yang menjadi Komandan tertinggi Kepercayaan Regis, Selalu stay kapan-saja jika dibutuhkan sang Raja.
"Aku tidak apa-apa Shun!,"Aku sedang menghawatirkan keadaan Sang Pangeran!,"Ucap Cor sembari menghelah nafas, bagaimana tidak Noctis menghilang dan saat mendapat kabar jika ada Ixnaya yang sedang mengalami kekacawan.
"Kau tak perlu Kawatir, Para kesatria Lucis adalah orang-orang yang hebat, kau harus yakin jika pangeran juga orang yang kuat,"Ucap Shun dengan nada ceria.
"Ngomong sih gampang!,"Ucapnya Cor menaikan sebelah Alis.
"Komandan Cor\Penyihir Shun kami mendengar Kabar saat ini Pangeran Noctis berada di penginapan dipinggir 'Venisia', ,"Ucap Seorang Prajurit datang menghadap dan memberitahukan informasi.
"Apa Informasi itu dapat dipercaya!?,"Tanya Cor waspada.
"Tuan Ignis sendiri yang memberi informasi, pada Kesatuan, Komandan Cor!,"Ucap Sang Prajurit lagi seraya membungkuk. Sementara Cor melirik Shun yang terkikik geli.
"Apa kataku benarkan!?,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Setelah itu Cor tengah duduk disebuah Sofa dikamar Noctis\Ignis\Sakura, Noctis sedang duduk dipinggir Kasur, Ignis yang kala itu juga sedang duduk disofa yang sama dengan Cor, Shun yang sedang berada diberanda dan memainkan Harpanya, Sakura yang sedang duduk diKasurnya, bersama Prompto yang sedang asik menonton TV dan Gladiolus tegah bersandar didinding memandang Cor.
"Pangeran!,"Cor menatap sang pemuda Saat ini duduk dengan gaya terkantuk-kantuk, memandang Cor yang menatap dengan pandangan tak senang.
"Ada apa Komandan Cor!,"Noctis memandang dengan tatapan malas, cukup masalah Igxaya dan 'Venisia', jujur ini sedikit membuat istirahatnya terganggu, dan sekarang dia harus memandangi Cor yang menunggu penjelasan.
"Mengapa anda tak memberitahu apa-pun pada orang istana, Saat anda meninggalkan kerajaan,"Ucap Cor."Bukankah anda bisa izin pada penasihat istana, sebelum anda pergi,"
"Jika kukatakan pun apa orang-orang macam si penjilat itu akankah mereka menyetujui usulku?,"Tanya Noctis dengan tatapan sinis.
Cor menghela nafas dalam-dalam, dia tahu siapa yang Noctis sebut penjilat, namun Cor tak mau memperpanjang masalah yang penting pangeran Selamat dan dilihat dalam keadaan sehat tampa kurang satu apa-pun. Rain pun hanya terdiam.
"Lalu siapa pemuda berambut merah muda itu?,"Tanya Cor melirik Sakura dan membuat gadis itu tersenyum kaku.
"Namanya Haruno Asakura,"Ucap Gladiolus.
"Dia Laki-laki yang datang dari dataran A'lcie, dan mulai Sekarang dia adalah Guardian Noctis,"Ucap Ignis.
"Kau yakin? Dengan kemampuanya?,"Tanya Cor dengan tatapan tak yakin.
"Hehehe! Kau pasti tak akan percaya,"Ucap Prompto sembari cengar cengir tak jelas.
"Itu benar Mereka benar Asakura adalah Guardianku mulai sekarang!,"Ucap Noctis datar.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Hai mina-san baik yang 'Jelita' maupun yang 'Ganteng' Terimakasi bagi kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca cerita ini.
Alasan sebenarnya saya lama tak muncul adalah masalah 'Kesehatan' dan 'File yang ilang' So' masalah File yang ilang ini sebenarnya gara-gara pas ambil resep dirumah sakit kartu-memori, diblackberry, (saya sukanya nulis diblackberry) saya hilang entah kemana menyebapkan cerita saya ilang semua, Yahahaha.
Dan dengan berat hatinya saya harus ngulang cerita dari awal, tapi secara pribadi saya malah suka alur cerita sekarang ketimbang sebelumnya (Lol) jadi mari kita baca dulu beberapa pesan.
Pesan Facebook :
Daffa arla Syaputra
Hai Mas-bro setahu gua di Random-TPX- lo admin yang benci ama Karakter Sasuke? Kok lo buat cerita ini! Bukanya Noctis mirip Ama Sasuke.
Lighting shun: mereka beda gan? Emo-stayls milik semua orang, bukan milik Sasuke aja! Jadi boleh dong saya suka ama karakter Noctis. Heheeheh..(Hug)
"Oo0oO"
Anisa larra shati
Hai bang, Saya anisa mau tanya alasan abang bikin cerita Noctis dan sakura.
Lighting Shun :
Hai Anisa ya awal alasan sih simpel, saya suka Tripekal perempuan yang kuat, seperti Sakura yang bisa melindungi dirinya sendiri, dan saat mainkan 'Final-fantasy 15' versi Demo yang keluar kemaren-kemaren, saya tertarik dengan karakter Noctis yang Emo-stylis, banyak yang bilang dia mirip Sasuke tapi justru saya malah menganggap mereka berbeda(Lol), Karna menurut Saya Jika Noctis itu Putih-dan-Sasuke itu hitam.(Hug)
"Oo0oO"
Pesan dari Fanfic :
Saisah :
Gila keren banget...Apa lagi sakura dan pertarungannya kerasa banget. Lanjutin dong author yah!
Lighting Shun : Makasi Saisah! Udah baca chapters 3 seneng banget rasanya, kalau ada yang bilang fic ini keren..Nih dah lanjut (Hug)
"Oo0oO"
Homowati Ganteng :
Tak kusangka peran -_- miku hatsune bisa ambil bagian dengan ini! Ini cukup mengagetkanku...baiklah :(
Aku suka alurnya namun ada tyaponya perbaikiiii! (Giles author).
Lighting Shun :
Ah! Makasi buat mau ngeliatin Tyapo aduh aku berusaha perbaika Aniki :), kalau soal Hatsune miku karna saya lumayan suka Vocaloid apa lagi lihat Hatsuna miku buatan Sequernix benar-benar bikin saya suka, karna real banget(Hug)
"Oo0oO"
Gagame :
Kereeen XD
Lighting Shun :
Makashi buat baca, btw mana lo kenapa gak aktif char dota lo mentang-mentang dewa jangan males gan :v (Hug)
"Oo0oO"
Orang tertamfan :
:v baru berkiprah dari tidur yang panjang(?) Rupanya ada cerita kyak gini hohohohohoho bagus
Lighting Shun :
Fufufufufu! Ada dong setiap ada imajinasi maka cerita yang tak seharusnya ada pasti ada, tak ada yang mustahil dalam imajinasi, terimakasi dah bilang bagus(Hug)
"Oo0oO"
Harulisnachan :
terus semangat ya klo bisa update nya yg kilat ya he Next!
Lighting Shun : Maaf baru buat sekarang penjelasan kenapa gak update lama gara-gara sakit (nangis dipojokan) T,T, makasi dah baca ceritaku aku bersyukur ternyata ada yang suka (Hug)
"Oo0oO"
The Exodia :
Demi apa nih cerita Rpg banget baru kelar bertarung satu bertarung lain lagi XD ditunggu...
Apa lagi si gladiolus ama sakura keren
Lighting Shun :
Ya alasan pertama saya bikin setinggan game RPG karna saya adalah pemain Game RPG! Jadi saya buat berusaha seperti setingan pertarungan story agak kasar..maap kalau romancenya kurang. Ya kusebut mereka duo terkuat diteam karna Agiltynya dan powernya pasti tinggian mereka dari pada yang lainya.
Alasanya karna Sakura ama Gladiolus sama-sama Tyape Area! Dan petarungan jarak dekat, sementara Ignis dan Prompto dari Demo sudah kupastikan Tyape Shapter atau jarak jauh.
Sementara Noctis Type Summoning karna penguna mantra sihir sekaligus pedang.
Dan Rain Magical sendiri.
