"Kau yakin? Dengan kemampuanya?,"Tanya Cor dengan tatapan tak yakin.
"Hehehe! Kau pasti tak akan percaya,"Ucap Prompto sembari cengar cengir tak jelas.
"Itu benar Mereka benar Asakura adalah Guardianku mulai sekarang!,"Ucap Noctis datar.
"OOO"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
Kata pembuka
Light : -_-".
Prompto : Kenapa dia? (Ngelirik Igun ama Kevin)
Kevin : Gue dengar katanya, dia kalah even di PW-game gara-gara salah langkah kemarin.
Prompto : Lah cuma itu?
Igun : Kaga masih ada lagi, kudengar cerita yang dia buat ilang gara-gara Virus! Plus Tiket untuk nonton FILM MAGIC HOUR ditahan ibunya, terus dia disuruh beli tiket lagi -_-"
Light : (T_T)
Brook : Yohohoho! Dari pada mendengarkan obrolan lebih banyak lagi silakan baca ceritanya.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Test?," Sakura menaikan sebelah alis lancipnya mendengar ucapan Cor, yang disampaikan padanya. Apa yang dimaksutkan dengan Test yang dimaksut oleh Cor.
"Apa maksutmu! Komandan Cor?,"Tanya Ignis menaikan sebelah alisnya dan memperbaiki kacamatanya yang sedikit melorot dari hidungnya.
"Kau meragukan apa yang menjadi pilihanku!,"Suara Noctis terdengar datar dan menatap tidak suka, lelaki muda itu tak suka jika pilihannya ditolak.
"Aku belum meyakininya menjadi Salah satu Guardian anda Yang-mulia,"Ucap Cor datar sembari menatap Sakura dari atas hingga bawah, yang terlihat dimatanya Sakura nampak seperti pemuda berambut 'pingky', yang bertubuh kecil, berwajah cantik dan nampak terlihat lemah tak ada potensi apa-apa yang membuat Cor yakin.
"Apa kau yakin memberi dia Test?,"Kini pertanyaan kembali bergulir dari Sang Penyihir Shun, si Harpanis yang sedari tadi hanya menjadi pendengar mulai membuka suara.
"Memang kenapa!?,"Tanya Cor datar melirik Sang Menyair harpa yang sembari tersenyum.
"Kurasa hasil tes ini akan memuaskan! Bahkan mengejutkanmu?,"Ucap Shun dengan nada santai sembari berjalan perlahan menjahui Cor.
"Apa maksu-"Cor bermaksut bertanya namun mengantung ucapan saat suara Shun mengema perintah pada Rain.
"Rain, mulai sekarang kau ikut denganku! Kau adalah seorang Mage, kuharap kau membantu para Mage yang lain, membantu memberikan pertolongan orang-orang yang terluka.
"Aku akan membantu,"Ucap Rain, sembari mengangguk pasti. Sementara Shun mengeluarkan beberapa botol kecil berbentuk Elips berwarna Hijau, biru dan Merah dari saku jubahnya, lalu dilemparnya pada Sakura.
"Apa ini? Tu-tuan,"Sakura yang agak kepayahan mengambil botol unik berbentuk elips itu, menatap raut bingung.
"Itu Potion! Ramuan botol Sihir!,"Jelas Shun.
"Bo-botol Ramuan Sihir?,"Tanya Sakura dengan nada bingung sebagai seorang Ninja-medis dia belum pernah mendengar tentang itu.
"Baiklah kujelaskan!,"Shun menghela nafas. "Potion adalah Ramuan yg mempunyai efek magis bila diminum, ia akan mengembalikan kekuatan seseorang dan memulihkan seperempat. Luka dan menutupinya,"Ucapnya sembari terus menjelaskan.
"Sakura, Coba gengam botol yang berwarna biru, dan remas kuat-kuat!,"Ucap Shun menunjuk botol elips berwarna Biru dari Warna Merah dan Hijau.
CAST
"Ah!," Bola mata Sakura terkaget saat botol Elipsnya pecah, tak mengeluarkan cairan bahkan pecahan, botol tadi langsung lenyap digantikan sebuah cahaya berwarna biru, yang langsung mengelilingi tubuh Sakura lalu memasuki pori-pori kulit Sakura dan langsung menghilang, begitu saja.
"Kau mengerti sekarangkan!?,"Tanya Shum sembari tersenyum puas melihat reaksi, Sakura yang merasakam effek pada Potion biru itu.
"Nama potion yang kau pakai adalah 'Ether', Fungsinya adalah mengembalikan stamina yang hilang, Tubuhmu sudah merasakanya bukan,"Ucap Shun membuat Sakura mengangguk.
"Botol merah berisi Potion Herb membantu memperbaiki luka dengan cepat dan yang Hijau adalah Potion Anttidatet, yang berfungsi menetralisir racun,"Jelasnya.
"Apakah ada Potion sendiri dapat mengembalikan seluruh luka dalam sekali pakai?,"Tanya Sakura penasaran.
"Untuk Ether yang kau pakai tidak mengembalikan secara keseluruhan, dia hanya mengembalikan 30% saja, Tentu saja ada potion yang dapat mengembalikan tubuh seperti semula, tetapi Potion memiliki tahap-tahap takaran, susah bagi para penyihir putih membuat obat itu! Karna komposisinya yang rumit,"Jelas Shun, Kini Sakura tahu berapa kali lipatnya kemajuan negri ini soal obat-obatan ketimbang dimensinya.
"Sakura! Ayo cepat kita harus kemedan pertempuran lagi! Cor akan mengetesmu,"Teriak Prompto sembari melambaikan tangan. Membuat Sakura mengangguk sementara Shun tersenyum, lalu berjalan perlahan diikuti Rain mengurusi tugas. yang memang harus mereka kerjakan.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Cor, Ignis, Prompto, Gladiolus, Noctis Dan Sakura berjalan diarea tebing didimana mereka dapat melihat kondisi Kota dengan sangat baik dan nampaknya ada sedikit perubahan.
"Kondisinya setidaknya tak seburuk yang pertama,"Ucap Ignis.
"Setidaknya ada Prajurit yang membantu mengurus Medusa dan Malboro, dan juga membantu warga sebagian melarikan diri!,"Terang Cor.
"Jadi sampai kapan kita ada disini?, apa kita harus menjadi penonton gratisan disini?!,"Tanya Gladiolus tajam.
"Tenanglah Gladiolus!,"Ucap Noctis sembari menghela nafas.
"Cor!,"Panggil Gladiolus. "Aku sudah tak sabar lagi!,"Ucap Gladiolus.
"Apa yang-,"Sekarang Cor, terkaget saat Gladiolus sudah tak ada ditempatnya melainkan telah melesat meninggalkan yang lainya.
"Cih..anak itu selalu saja, tidak sabaran,"Umpat Ignis.
"Tunggu Gladiolus-kun!,"Teriak Sakura langsung kabur mengikuti Gladiolus.
"Nah sekarang Sakuranya, yang kabur!."Ucap Prompto sembari tersenyum, lalu mengikuti kedua manusia yang lari diluan.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Heaaaaahhh!,"Kibasan Suara Katana panjang Gladiolus mengembang diudara, diikuti langkah Kaki Sigap dan menerjang Salah satu Medusa.
Tapak kaki yang pas dengan posisi kuda-kuda yang matang. Gelisan pedang Gladialous tampa ampun menyabit tubuh dari Monster medusa hingga sepertiga ekor, Medusa putus.
"Yahoho!,"Sebuah suara datang tak jauh dari letak Gladiolus, dari suara ceria Prompto. Sebuah Shotgun dikedua tanganya, ditembakan membabi buta, kearah musuhnya. Beberapa Nil pelurunya berjatuhan ditanah dengan dengan jumlah Medusa yang ikut berjauhan.
[Prompto-jangan-terlalu-tergesa-gesa],"Sebuah Suara maskulin terdengar malas membuat, muka manis nan tampan, lelaki bersurai pirang itu, cemberut seketika. Mendengar suara yang datang dari alat Komunikasi 'Chappy' yang memang ditanam Rain dibelakang telinga mereka, untuk saling mengabari.
[Medusa gesit dan lincah, ditambah Malboro dengan akar-akarnya yang sangat merepotkan, jangan sampai lengah dan lehermu terpenggal Prompto],"Umpat suara lainya.
"Tenang saja!Noct~too, Igni-cuni kau tak perlu khawatir, kau tahu siapa aku ini bukan?,"Ucap Prompto terlihat sedikit mengusap hidungnya, sementara helaan tak menyakinkan datang dari suara Ignis dan Noctis.
[Ara-ara! Tunggu aku dilokasimu, kau bahkan lupa membawa Potion satu-pun],"Ucap Ignis
"Ah! Aku lupa!,"Ucap Prompto dengan tatapan memuchat, sementara helaan nafas terdengar dari semua orang yang saling terhubung itu.
[Benar-benar ceroboh!],"Sela Rain.
"Rain!?, Kau dimana, main menghilang saja kau,"Gerutut Prompto sembari fokus pada beberapa Malboro kecil yang tengah bermunculan.
[Baaka! Kau lupa ya! Aku Ikut Shaman-Shun untuk membantu para Mage, mengurus para korban sebagai kontribusi tambahan],"Tutur Rain, terdengar helaan nafas aneh dari Pemuda itu.
[Fokuslah sampai aku kesana],"Ucap Ignis.
[Rain bagaimana! Kondisi dipengungsian?],"Kini Suara Noctis kembali terdengar serius.
[Saat ini para Mage, tengah berkumpul dan menangani Para warga butuh pertolongan, ditambah beberapa Dokter biasa juga ikut membantu],"Ucap Rain.
Prompto masih terus bertarung sembari memasang bidikan dari Shootgunya pada musuh yang kian berdatangan. Tampa henti.
Tiba-tiba Sebuah Medusa muncul dari belakang dan siap menerkam Prampto.
"GYAAAAAAAAAAAAAA,"
PLAK!
"SHANAROOOO!,"Sakura lalu nendang kepala Medusa, membuat Medusa yang hendak menyerang Prompto kepalanya Hancur dan tertendang beberapa mil tempatnya berdiri.
[PROMPTO KAU TIDAK APA-APA!],"Suara Rain dengan nada Cemas.
"Yeah! Tadi aku tak Fokus! Dan ada Medusa yang hendak menyerangku namun aku tertolong berkat Sakura,"Jelas Prompto masih tergolek lemas, nampaknya kakinya terkilir saat menghindari Medusa, dan sekarang malah mengerang sakit. Sakura hanya terdiam, lalu mengendong dipundaknya, lalu melompat-dari satu pijakan ~ kepijakan yang lain.
"[Bodoh!],"umpat Noctis dari Chappy, sembari menghela nafas..
"[Apanya, yang kau tahu siapa aku ini bukan?],"Terdengar Sindiran dari Ignis.
BUK!
TAK!
"SHANAAAROOOOO!,"Sakura langsung menghantam kepala Malboro, hingganya sebagian otaknya terburai ketanah, dan dipundak Sakura, Prompto menembak beberapa monster dengan Shot-gun
DUAAAAARRR!
Tatatatatatatatatartrtrtrtrtrtr! Suara tembakan beruntun dari Prompto mengambang diudara, disertai angin semakin-keras dan kian mengeras.
"[Bagaimana rasanya digendong perempuan]" Suara bisikan, terdengar dari Chappy ditelinga Prompto dan Sakura, membuat muka Prompto cemberut seketika.
"Hmp!,"Sementara Sakura menahan tawa dalam hati mendengar, ocehan yang berhamburan(?).
"Sudah-Sudah Gladiolus ,"Suara helan terdengar, disamping Sakura. Rupanya Ignis berada dibelakang tak jauh dari Sakura berpijak.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Ignis-san!,"Sapa Sakura. Gadis itu menatap lelaki berkacamata itu dengan pandang ceriah, baru saja Prampto mau bicara tiba-tiba Ignis menyemprotnya.
"Lagi-lagi kau nyaris bertingkah ceroboh,"Ucap Ignis sembari mengeleng.
"M-maaf,"Ucap Prampto.
"Sakura! Dengar aku, turunkan Prompto disini, biar aku yang mengurus, anak ceroboh itu,"Ucap Ignis sembari menghela nafas, dilirik sekitarnya Rupanya Malboro atau pun Medusa tak ada disekitar mereka. "Tugasmu adalah mengawasi Noctis dan Cor, tunjukan kemampuanmu pada Cor, karna dia bilang masih ingin mengetes kemampuanmu,"Ucap Ignis.
Sakura terdiam beberapa saat, pelan-pelan dia menurunkan tubuh Prompto dari pundaknya, dan lelaki bersurai kuning itu pun perlahan melepas pundak perempuan bersurai pink itu.
"Aku mengerti Ignis-san,"Ucap Sakura sembari mengangguk.
Ignis lalu menjukuk disamping tubuh Prompto, dan mengeluarkan sebuah botol kristal berwarna bening berisi cairan berwarna ungu, lalu membuat Prompto kaget, saat botol itu disodorkan padanya.
"E-ELIXIR!, darimana kau mendapatkan itu?!,"Tanya Prompto dengan nada kaget.
"Memangnya ada apa dengan benda itu? Prompto,"Tanya Sakura dengan tatapan bingung.
"Elixir adalah Ramuan yang sangat mujarab sekaligus sangat langka, untuk bisa didapatkan, baik-kaum bangsawan pun susah mendapatkanya,"Ucap Prompto.
"Sudah Prompto! Tentu saja sebelum berangkat Shun memberikan ini, padaku untuk jaga-jaga"Jelas Ignis menatap Prompto, seolah mengabaikan keadaan Prompto yang masih terdiam, Ignis memandang Sakura dengan nada tegas"Sakura jangan setengah-setengah, keluarkan kemampuanmu yang sebenarnya, dan buat dia terkejut,"Ucap Ignis sembari tersenyum.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
"Pangeran! Tunggu! Kalau kau melakuakan hal aneh lagi, nanti Raja-akan marah!" Ucap Cor Leonis, kepala dari Lucis Royal Guard yang di percayai oleh sang raja untuk mendampingi Raja dan Noctis selama ia mengerjakan tugasnya sebagai pangeran yang ikut serta menangani masalah ekonomi, social dan politik di kerjaan Lucis.
"Aku akan tetap mengangkat Asakura sebagai guardianku, sekalipun Ayah melarang,"Ucap Noctis Mata Noctis berubah warna menjadi merah darah, ia gretakkan gigi nya, mengepal erat kedua tangan nya, pertanda sang pangeran kesal. walau sesungguhnya Cor sebagai komandan selalu menceramahi Noctis atas perbuatan yang di sebutnya 'liar' itu.
TAP!
"Noctis,"Sebuah Suara keluar, disertai sekelebatan seseorang melompat dari ketinggian dan muncul tak jauh beberapa senti dari Cor dan Noctis berdiri, dan itu adalah Sakura.
"Asakura!,"Ucap Noctis, bola mata Noctis masih mengilat kemerahan, ini kedua kalinya Sakura menatap merah darah milik Noctis, namun jika yang pertama dia tak begitu melihatnya karna fokus dengan pertarung, tatapan mata merah darah entah kenapa membuat Sakura agak mundur dari tempatnya.
"Anda? Baik-baik saja Noctis?,"Tanya Sakura dengan kata-kata agak kaku dan terkesan Amigu.
Noctis terdiam entah kenapa, setiap Sakura muncul sesuatu yang dapat menenangkan perasaan Noctis, perlahan bola mata merah Noctis menghilang dan berubah seperti semula. "Aku baik-baik saja! Ada apa?,"Tanya Noctis.
"Saya diminta Ignis kemari!,"Ucap Sakura.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
{Dengarkan aku! Light}
"Ada apa Etro-sama,"
{Kau harus mengawasinya, dan tunggu Fokus selanjutnya}
"Baiklah Etro-sama,"
Ligh terdiam usai mendengar titah Sang Dewi, kini dia teringat dengan status yang dia miliki, andai dia dapat kembali seperti semula, saat mereka kebinggugan dengan tugas dan Focus mereka, Fal'cie mengirim kan sebuah Eidolon untuk menuntun mereka. Namun, jika L'ice sendiri sudah berputus asa, Eidolon akan membunuhnya. Dan jika mereka berhasil memenuhi Focus mereka, mereka akan menjadi kristal dan tertidur panjang, menanti Focus selanjutnya, jika andai dia gagal mungkin dia akan benar-benar mati.
SET!
Light lalu melirik siapa yang dengan sengaja menjerat tanganya dari belakang.
"A-apa yang kau!,"Light menaikan sebelah alisnya saat lengan light dicengkram seseorang lelaki berambut hitam yang diikat kearah kiri bahunya, mengenakan jubah hijau penyihir, menatap gadis itu dengan raut penuh teka-teki.
"Claire Farron,"Panggil orang itu dan orang itu adalah Shun. Tampa sungkan menyebut nama Asli Light sebelum menjadi L'ice, nama seorang manusianya.
"Siapa kau?,"Gadis itu memandang Shun yang tersenyum manis lalu mencengram tangan Light tampa dosa.
"Aku cukup kaget, tak sangka kaki tangan Etro berada disini,"Ulas lelaki sembari tersenyum, sementara Light memandang dengan judes.
"Apa kau seorang L'ice, Seperti diriku?,"Tanya Light, sementara Light hanya Shun mengeleng perlahan.
"Bukan, tapi aku tahu gerak-gerikmu yang tengah memantau Sakura dan dewi Etro si dewi kematian,"Ucap Shun, melepas gengaman tanganya pada lengan light.
"..."Light terdiam melihat Shun berdiri memandangi punggung Shun, dan terhipnotis untuk berdiri ditempat.
"Siapa diriku bukan masalah penting!,"Tiba-tiba saja sekitar Shun dan Light terlihat beberapa rantai mengelilingi mereka bagai dinding kasat mata.
"I-ini!," Light terdiam menatap sekitarnya yang bersinar akibat wall atau sebutnya dinding pembatas.
"Dikelilingi ini, kita bisa bicara Empat-mata tampa ganguan dari Etro,"Jelas Shun menghela nafas dalam.
"Jadi,"Tanyanya lagi.
"Sebisa mungkin! Aku tak ingin bertarung denganmu 'Sekarang atau pun Nanti' jadi kuingin kau tidak, melakukan semua Focus yang Etro sampaikan padamu!,"Jelas Shun.
"Maksumu aku harus menghianati Etro?," Tanya Light dengan pandangan mendelik, menatap Shun dengan tatapan tajam"Apa alasanmu meminta itu padaku!,"Ucap gadis, sembari menunggu jawaban.
"Kau tak pinta kau menghianatinya, akan tetapi aku ingin kau berkomplot denganku, dan melakukan kontrak-denganku,"Ucap Shun.
"Kontrak!?,"Tanya Lighting sembari menatap dengan pandangan aneh, matanya menemukan kecurigaan terselubung. "Apa kau yakin! Apa kau ingin aku mati ditangan Etro, jika kau membual lupakan saja!,"
SHAT!
Sebuah Gun-blade merah milik Light, terulur bebas dileher Shun ,dan beberapa tetes darah keluar dari ujung lancip pada leher Shun.
"Tak ada apa-pun yang akan diketahui, oleh Etro termaksut pertemuan kita!,"Seulas senyum optimis, terlihat dari bibir Shun.
"Apa maksutnya!,"
"Yang bisa mengetahui pembicaraan ini, aku kau dan Tuhan,"Ucap Shun lalu melangkah menjauh lalu lenyap seketika, bersamaan hilangnya wall disekitar mereka.
"Apa yang direncanakanya,"
[BERSAMBUNG]
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Halo kembali lagi dengan saya Shun, dan saya mau ucapkan terimakasi-banyak atas kesediaan waktu kalian membaca cerita saya, dan karna itu pula membuat saya terus mengembangkan cerita ini sampai chapters lima.
Hohohoh...Akhir-akhir ini aku cukup banyak waktu luang membuatku bisa, membuat fanfic dengan damai(?)
Pesan Facebook :
Kevin anggara
Sasukenya gak ada?.
Lighting shun: Sorry mas Bro gua masih Fokusnya kedunia Final Fantasy, tapi sebisa mungkin gua coba tetap fokus ok..(Hug)
Pesan Fanfictionet :
[1] Noctlight :
Ya ya ya akhirnya fic ini ada klangsungan hidupnya juga gue pikir :v lo Hiatus lagi ampe setahun kedepan...Aagh gua gak
Nyangka prompo lu orangnya matre
Hp mahal rusak aja langsung kebakaran jengot lo
What! Hell
Lightning Shun :
Jurit loh! Yu jangan ikut-ikutan ama trio julit di Dangdut pantura dong! :v ya sengaja buat ada hiburan lawakan dikit begitu-begitu gua juga lumayan suka ama kelebayanya.."
"Oo0oO"
[2] Chupkabra-pii :
Pertanyaan buat loh! Kalau lo suka game RPG karakter apa yang paling lo suka dari dunia Final Fantasi\Satu aja Min.
Lightning Shun :
Kalau ditanya karakter apa yang saya suka! Muuuuuum...saya suka sama satu Karakter dan dia adalah Auron dari Final fantasy 10 sampai sekarang saya suka ama dia.
"Oo0oO"
[2] Banci bohay :
Gua denger katanya lo punya blog mana lg nya aku minta mau baca 'Fighting fury' gua dengar dari gilang lo juga nulis itu... :( bagi dong.
Lightning Shun :
Ah! Ia saya punya Blog sih, tapi jarang kesana abis lagi Hiatus! Nanti saya PM aja... :v
"Oo0oO"
[3] Orang tertamfan :
:v gak kok mas bro saya selalu ada disini, khuhuhuhhu...keliatanya sakura banyak ya jadi keliatan Story_cal ketimbang Roman_cal ya..untung banget saya suka Fighting
Lightning Shun :
gan saya suka ama, story yang gak kebanyakan (lemon) atau yang kebanyakan (Sugar), walau pun R-M jadi ada bumbu namanya (Fight) difanficiont banyakan bahasa russia, diindonesia cuma dikit makanya sy tertarik buat bikin. (Hug)
"Oo0oO"
[4] Harulisnachan :
Akhirñya update juga, ini keren banget kak, aq makin jatuh cinta ama fic ini, apa lagi aq paling suka fic pertarungan" kaya gini, jadi makin WOW haha keren deh XD di tunggu lanjutan nya kak, aq setia menunggu
Lightning Shun :
Hueeeeeeeh!Nangis didepan PC
[Noctis : Kau memang berlebihan]
[Shun : Bodo amat (TAT)] Saya memang pencinta game gendre Fight dari SD
Dari,Game story, Rpg maker, dan Fic story yang dalem, makanya saya lebih tertarik membuat cerita dengan alur seperti ini, ketimbang full romance yang agak lebay...makasi dah baca ini dah kulanjutin XD(Hug)
"Oo0oO"
[5] Homowati ganteng :
:3
Lightning Shun :
:V
"Oo0oO"
[6] Saisah :
Akhirnya chapter 4 nya muncul!
Pertarungannya berasa nyata bangett.
Lanjutt author chapter 5 nya...!
Lightning Shun :
(T_T)[Masih dalam posisi nangis]
Honto-desuka! (O_O)9..aku akan berusaha lebih baik lagi, aku hanya berusaha membuat cerita Actionya real karna gak mau tergesa-gesa..thangs you Read(Hug)
"Oo0oO"
[7] Berry uchiha :
wuah... sakura mang hebat!
lanjutkan Senpai...
Lightning Shun :
Makasi dah baca Berry-chan ini dah lanjut XD (Hug)
"Oo0oO"
[8] gagame :
iya akhirnya
Lightning Shun :
Daku kembali...XD (Hug)
"Oo0oO"
[9] Deviana :
Min lajutin ceritanya yang semagat ya
Lightning Shun :
Doain aja supaya bisa cepat kelar lanjutanya :) (Hug)
"Oo0oO"
[10] Yuri rahma :
maaf bru review di chap 4,soalnya bru nemu ffini
next thor
Lightning Shun :
Gak apa-apa! Selamat membaca ya :)(Hug)
"Oo0oO"
[11] Arisato yukito :
Baiklah aku bergabung :v
Maaf baru baca...seriuss ini bagus tapi kurang panjang! Bisa nambah panjang #Dijitak
Lightning Shun :
-_- kamu kemana aja haah! Kak capung #langsung Jitak(Hug)
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
(-_-)Halu(?) semuanya, saya Lighting Shun, terimakashi dah tetap suka dan menyuport cerita saya(-_-)9 agar tetap berjalan dan tak amesia(?).
Bagi temen-teman yang membaca cerita saya yang lain, kebetulan sebagian dari kalian yang masih menjadi pengemar Fanfic Fighting, saya membuat cerita dari game RPG lagi.
Kingdom Hearts : The Witch destiny in of memories silahkan baca.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Noctis : -_- nah ternyata ada penyampaian terakhir.
Prompto : heh? Lagi.(Liatin penulis)
Light : yaaaa..begitulah.
Sakura : ada pengumana apa Author-kun.
Light : saya cuma mau nyampein, Jangan lupa tonton Film :
Majic Hour
Tanggal 30 Agustus
dibioskop kesayangan
kamu :D
sampai jumpa di Chap depan!
