Sebuah Gun-blade merah milik Light, terulur bebas dileher Shun ,dan beberapa tetes darah keluar dari ujung lancip pada leher Shun.

"Tak ada apa-pun yang akan diketahui, oleh Etro termaksut pertemuan kita!,"Seulas senyum optimis, terlihat dari bibir Shun.

"Apa maksutnya!,"

"Yang bisa mengetahui pembicaraan ini, aku kau dan Tuhan,"Ucap Shun lalu melangkah menjauh lalu lenyap seketika, bersamaan hilangnya wall disekitar mereka.

"Apa yang direncanakanya,"

"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"

*Masashi Kishimoto and Square Enix*

"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"

By

"-_- Ligthting Shun -_-"

(Kata pembuka tak penting)

Hai Minaa! Apa kabar semuanya apa ada yang merindukanku? Ah maaf karna lama Udate soalnya saya juga banyak urusan yang tak bisa kutinggal, dan kebetulan padat juga

Selamat membaca :)

"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"

"Apa yang direncanakanya,"Light terdiam sepeninggalan Shun, ia nampak yakin ada maksut dari itu. Ditambah lagi Light yakin jika Shun bukan manusia, terbukti bahwa Shun tahu jika Light adalah kaki tangan dari Etro.

Namun yang jadi masalah, adalah..

Siapa Shun dan apa serta berpihak dengan siapa..

Light bahkan tak yakin apa maksut dari kontrak yang dimaksut Shun, itu kurang dapat meyakinkan.

OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO

"Aku baik-baik saja! Ada apa?,"Tanya Noctis.

"Saya diminta Ignis kemari!,"Ucap Sakura tampa basa-basi.

"Kau tahu, aku mau mengetes kemampuanmu? Dan kau malah seenaknya meninggalkan kami dan pergi bersama Gladiolus! Ingat ya kau ini masih tahap uji coba,"Cecar Cor dengan pandangan datar, kini Sakura hanya menghela nafas mendapat umpatan tak menyenangkan dari pria itu.

"Maafkan Saya!,"Ucapnya.

"Beritahu senjata apa saja yang kau gunakan,"Jawab Cor membuat suasana sedikit membingungkan, ya untuk Sakura.

"..."Sakura terdiam sesaat mendengar kata-kata Cor dan lalu menjawab dengan nada terdengar datar. "Aku tak mengunakan senjata apa-pun,"Jawabnya membuat Cor menaikan sebelah alisnya dengan datar.

"Oi-oi kau bercanda? Ini era moderen mana ada orang tak mengunakan pedang atau senjata diarea perang dan lagi pula apa Dimadan apa kau lahir zaman es, basic pertarunganmu,"Tanyanya lagi.

"Setiap medan dan basic Power,"Ucap Sakura mantap.

"Apa kau tyape majic, seperti Rain,"Banyak penyihir penguna tangan kosong, tampa senjata dilihat dari penampilan Sakura tampa senjata Cor berpikir bahwa guardian bau kencur ini, sebagai seorang mage.

"Sama sekali bukan,"Jawab Sakura.

"Kau bukan tyape mantra,"

"Sama sekali bukan,"

"..."

"..."

"Kau berusaha mempermainkanku dengan jawaban itu, Asakura,"Tanya Cor lagi.

"Itu adalah jawabanku!, tak ada untungnya saya mempermainkan Komandan kerajaan Caleum, bukan begitu Komandan Cor,"Tanya Sakura terkesan judes.

"Baiklah Asakura, kau pemuda yang cukup tegas, tapi aku khawatir pada nyalimu apa hanya begitu,"Ucap Cor sembari menatap tajam.

"Itu memang Profil hidupku, Komandan,"Ucap Sakura semakin tegas saja.

"Cukup pertanyaan yang tak bermutu itu, lakukan apa yang harus kita lakukan sekarang, Komandan Cor,"Jawab Noctis tajam.

"Okay, but this is not enough to convince me!,"Jawab Cor menghela nafas berat.

"So, what should he do, so you're sure?,"Tanya Noctis menatap semakin datar, dan aura ungu disekitar Noctis dan Cor, membuat Sakura tak nyaman dan memilih untuk diam ditempatnya, namun berapa menit kemudian raut sakura berubah xmelihat sesuatu.

"Tuan-tuan nampaknya kita kedatangan tamu,"Ucap Sakura, sembari mengeleng dengan menatap dua pria tersebut. Sementara dua pria tersebut menatap secara bersamaan.

GOAAAARRR!

Sesosok monster besar berukuran besar, bertubuh bulat berbulu kuning, memiliki tangan dan kaki, dengan tiga jemari pada setiap sengkinya yang pendek, dipunggungnya terdapat sayap kelelawar, dan hanya memiliki mata satu. Muncul secara tiba-tiba menghantamkan angin disekitarnya membuat ketiganya hampir terhempas.

TAZT!

Cor langsung menancapkan Pedangnya ditanah, agar tak terhempas kebelakang sementara, Noctis memanggil 12-pedangnya dan melindunginya dari angin besar itu.

"Huaaaah!,"Sakura terkaget tubuhnya, terasa akan terpental akibat tidak kesiapanya terhadap angin didepan sana, dia juga tak bisa memegang sesuatu, agar bisa mempertahankan diri dari angin. Pelahan matanya tertutup rapat dikarnakan tak bisa menahan laju angin yang masuk dalam iris matanya dan-".

"KAP!,"

Tiba-tiba Sakura membuka matanya sedikit, karna merasakan sesuatu yang meraba pinggangnya, dilihatnya sebuah lengan keras memeluk pinggangnya dengan amat erat.

"Noctis-kun,"Sakura terkaget mukanya panas saat tubuhnya tengah didekap oleh Noctis, dengan mata yang saling bertatapan, wajah sang pemilik lengan dan itu milik Noctis. Saat ini Noctis memeluk pinggang Sakura, dengan erat dalam dekapanya, mereka juga dikelilingi dua-belas pedang Summon Noctis yang berputar bagai dinding gasing, menjadi dinding tak terlihat dapat menahan angin. Sakura merasa bulu kudunya meremang saat memandang iris merah indah dimiliki sang pangeran terlihat mengilat dikelopaknya yang awalnya biru-sebiru Langit.

GHOAAARRR!

Mata Sakura lalu menatap monster yang tak henti-hentinya menyerang dengan serangan angin, lalu pandangan Noctis yang masih bersikap amat waspada.

"N-Noctis-kun..itu jangan-jangan itu,"Ucap Sakura, melirik Monster yang terus-terusan melempar tenaga pusaran angin kearah mereka.

"Itu Misty Eye's,"Ucap Noctis. Perlahan menjulurkan tanganya kedepan, dipanggilnya satu lagi Summoning-weapons yang berbentuk tombak yang tercipta dari serpihan Chistal dan melayang diudara. digerakanya benda itu, dengan perlahan mengunakan jari telunjuknya, memerintahkan Tombaknya untuk melesat dengan cepat kearah Misty Eye'S dan-

JELB!

Tobak itu melesat terbang dengan secepat kilat hingga 'Misty Eyes, dan langsung tertancap pada Sayap kiri Monster bermata satu tersebut.

GOAAAARRR!

OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO

Misty Eyes menjerit kesakitan dengan teriakan luar biasa Saat tombak Noctis tertancap pada sayap kiri-monster membuat, hempasan angin itu berhenti seketika. Kini pandangan Noctis mengarah pada Sakura, yang masih mengusap matanya yang sedikit kemasukan debu dalam dekapanya, dan akhirnya Iris hijau Sakura bertemu Iris merah milik Sang pangeran negri Calleum.

"Kau hebat Pangeran,"Ucap Cor tak jauh dari Mereka sekaligus, yang tiba-tiba menyadarkan mereka dalam posisi Amigu yang membuat mereka kaku sama lain. Dan saling melepaskan pelukan satu-sama-lain.

"Maafkan aku!,"Bisiknya dengan nada kikuk.

"T-tidak apa-apa,"

Baik Sakura dan Noctis kembali fokus dalam lawan mereka masing-masing, dan membiarkan hati mereka yang tetap berdebar-debar.

"Biar aku saja yang mengurus, This is just the beginning,"Sakura mengeratkan sarung tanganya, matanya fokus memandang gerak-gerik Misty eye, yang terbang dan membacakan gerak segel mengikut langkah tanganya.

"Kou,"

",Kendau,"

",Shi,"

"Tiga Segel yang dibacakan pada Sakura bersamaan dengan cahaya menyelubungi tanganya, sebuah cakra membentang berwarna kuning kehijauan nan memanjang elastis membentuk sebilah pedang cahaya.

"Sakura..apa itu? Mengapa cahaya itu seperti pedang, apa itu Aura yang tak biasa,"Tanya Noctis.

"Ini adalah, pedang Cakra, salah satu Ninjitsu khusus para pemegang Ninjitsu Mediasasi!,"Jelas Sakura.

"Mediasasi?,"

"Mediaisasi adalah kemampuan dengan mengunakan cakra dengan tingkat lebih besar dari yang lain dengan menarik energi alam, kami punya kemampuan menyembuh bahkan membunuh, dan umur yang lebih panjang (Author :Contoh Tsunade).

"Aku Siap!" Sakura berlari kearah Msty Eye langsung sigap memasang pedang cakranya, namun serangan tak semulus dari apa yang diperkirakan, karna ternyata Monster itu masih bisa mengeluarkan senjata berupa cairan dari mulutnya yang jika disentuh akan membuatnya 'Meleh' karna kebakar.

GOAAAARRRRRRRRR!

"AWAS!,"Shun nampak berteriak kencang, dan tanganya merapal mantra ditanganya memunculkan, desiran angin yang semakin membesar dan kiyan membesar.

"Wahai Ratu tak terjamah,

Tarikan Kidung helahan nafasmu

Menari lah dalam desiran hangatmu

Datang lah kedalam Sihirku

AERO!

Tapak angin terus berputar bersamaan dengan angin yang dikontrol oleh Shun sementara Sakura hanya mematung ditempatnya, menatap Misty Eye meronta dan meraung keras karna tak bisa lepas dari angin yang seolah mengurungnya.

"SEKARANG SAKURAAA!,"Teriak Shun, Tampa membuang Waktu Sakura langsung mengarahkan pedang cakranya kearah Monster tersebut dan-"

ZELPP!

Monster itu terbelah menjadi dua, dan parahnya lagi bukan hanya tubuh monster itu saja yang termutilasi menjadi dua bagian melainkan, Sebuah batu disekitar situ saat pedang Chakra Sakura menghunus pun ikut terbelah dengan sangat Rapih, membuat Noctis, Cor, dan tak jauh dari pria tersebut terlihat Ignis, Gladiolus dan Prompto tengah berdiri dengan mata tak berkedip.

"Kupastikan kalau itu tubuh kita, pasti di 'Heal' berpuluh-puluh kali-pun pasti tetap mati,"Ucap Prampto dengan nada merinding sembari memeluk tubuhnya, dan gemetaran ala drama opera sabun yang mengetarkan hati(?).

"Andai Sakura bukan orang yang tak sengaja terlempar ke Dimensi ini, kurasa menjadikanya sebagai 'Royal-Guard' Kerajaan Edens seumur hidup, dipastikan bukan keputusan yang salah,"Ucap Ignis dengan tatapan kekaguman dengan nada begitu rendah.

"Yah Sayang sekali,"Ucap Gladialos.

Namun ketika semua orang disana masih terkagum-kagum sebuah senyuman-Misterius terpampang oleh seseorang. "Kalau sudah seperti ini, makan Dewi Nuin. Sudah membawa takdirnya selamanya,"Ucap seseorang itu dalam hati.

Saat menatap Monster yang tergolek menjadi mayat dengan bentuk yang mengenaskan, Puppil Sakura mulai mengecil, bolah mata sakura mulai berkabur dan berbayang, dalam selang detik tubuh Sakura seolah tak bisa menopang tubuhnya sendiri.

"SAKURAAA!," Noctis berlari dan melempar pedangnya disamping Sakura, dan melakukan teleporting kesamping Sakura tepat dimana pedangnya tertancap. Setelah berada dalam sekejab Noctis menangkap tubuh mungil gadis itu dan membawanya dalam pelukanya.

"Beristirahatlah Sakura,"

Yang tampak dimata gadis itu, terakhir kali adalah seyuman tampan nan tulus dari pangeran yang nampak membuat hatinya hangat.

OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO

PENGUNGSIAN

DIPINGGIR DESA

"Sa-sakit Kak!,"Seorang anak kecil mengerang kesakitan saat lenganya yang patah sedang menjalani Proses Healing, dan anak kecil itu terus-terus menangis karna tak kuat, wajar bagi anak sekecil itu, sosoknya yang mungil dengan usia 6 tahun setengah patah, gara-gara orang dewasa yang seenaknya meninggalkan anak itu sendiri saat kericuhan terjadi. Rain hanya terus mengusap lembut dan membujuk anak kecil itu agar tetap menahan sampai luka dalamnya benar-benar pulih.

"Apa dia baik-baik saja,"Ucap Prompto menepuk bahu Rain, membuat Rain mendongkak pada lelaki bloonde tersebut ternyata sudah disampingnya.

"Tidak apa-apa sebentar lagi aku akan memberi anak ini Gips! Agar tulangnya bisa terperbaiki lagi,"Ucap Rain.

"Mengurus 'Misty Eye' sudah Selesai makanya kami kemari lebih cepat,"Ucap Gladialous menunjuk sosok tak jauh dari mereka.

Terlihat Cor sedang bercakap dengan Noctis sembari menjelaskan sesuatu disamping Ignis, sementara Sakura tengah digendong ala pengantin oleh Noctis yang tengah tak sadarkan diri, menuju penginapan.

Bersambung.