"Aku ingin menyampaikan sesuatu Hokage-sama,"Bukanya menjawab ucapan Naruto, Kiba lalu melirik sang 'Kage' dengan tatapan Serius dan mengabaikan 'Tata-cara' masuk pemimpin desa dengan baik dan benar.

"OIII-OIII,"Runtuk Naruto.

"Ada apa Kiba?,"Tanya Tsunade.

"Saat aku kembali dari misi, Pengawas pinggir desa memberitahu jika terjadi sebuah ledakan kecil tadi, dan memunculkan sesuatu yang aneh dihutan konoha.

"APA!?,"

"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"

*Masashi Kishimoto and Square Enix*

"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"

By

"-_- Ligthting Shun -_-"

""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''

Badai ditanah Lucis (2/3)

Suara sayup - sayup terdengar dari sebuah gedung yang jauh dari perbatasan Isomia, nampak Regis berjalan dengan tenang bersama 13 anak buah setianya nampak mengunakan Tux berwarna hitam, bersamaan selaras. Dari kejauhan nampak terlihat rombongan lainya yang nampaknya jauh lebih banyak dari bawahan Regis, mengenakan jubah putih dengan atas dan bawahan putih/kemerahan dengan jubah yang serempak.

"Huh! Senang sekali kau mau memenuhi undanganku? Raja Regis sang Lucis caleum tanyanya penuh percaya diri.

"Aku tak ada urusan untuk bertarung denganmu Raja Qulias,"Tatap datar.

"Lalu,"Tanyanya dengan pandangan datar namun tersiar penuh tantangan. "Apa yang kau inginkan dipertemuan kita ini, minum the atau bersantai?"Tanyanya dengan cengiran.

"Aku ingin agar peperangan ini berhenti dan kami ingin melakukan aksi damai,"Jawabnya Regis dengan nada Serius.

"APA? Kau seperti bukan dirimu yang biasanya apa aku sedang bermimpi?!,"Ucapnya dengan alisnya sedikit menyengit.

"Aku hanya ingin mengurus keadaan rakyatku, negri kami sedang dalam masa sulit, dimana banyaknya monster yang ada disana, kami tak bisa berperang dengan kondisi saat ini,"Jawab Regis.

"Aku menolak Raja Regis. Aku sangat senang sekali melihat banyaknya kematian yang terjadi pada Lucis, bukankah itu adalah hal yang menguntungkan bagiku?!,"Tanyanya dengan tatapan berbias kesombongan dan kepuasan.

"Kau!,"Bola~mata Regis dengan warna merah nampak memancar dan membulat sempurna dengan wajah yang sudah sangat mengkerut penuh amarah dan dendam, sementara Qulias nampak memperlihatkan senyuman sinis mengaggumkan sembari mengarahkan Shotgun kebanggan, yang nampak terbuat dari emas dan didisain terbaik untuk seorang Raja Qulias dari Canteralla.

SRIIIINNNNSGGG!

Tampa aba-aba para bawahan Regis, nampak mengsumon masing - masing empat sampai lima pedang, mengarahkan pada setiap lawan dan saling mengarahkan senjata dan pedang mereka satu sama lainya.

"Aku akan senang sekali jika kejadian 20 tahun yang lalu, terjadi kembali dan membawah kisah itu kepermukaan, bagaimana menurutmu Regis sang penjaga kunci? Ataukah kau lupa soal itu,"Tanyanya dengan kian sombong. Rasa kaget tak hanya berhenti begitu saja tampa diduga pihak lainya Centrella tengah mengepung ruangan membuat Regis menatap dengan nada amarah.

Ini adalah jebakan

"Kau benar - ben-"Regis yang telah benar - benar diliputi emosi nampak mengsumon tiga belas senjatanya dan siap berperang ditempat itu, meski pihak Regis tahu mereka kalah dalam jumblah, namun terhalang oleh sesuatu yang mengejutkan.

BESTTTHAAATT!

Sebuah cahaya nampak langsung menyelimuti, ruangan dan membias membuat semua orang nampak terkejut. Beberapa detik kemudian nampak Regis sudah mengambil alih pengelihatanya yang terkena shock cahaya dadakan, dan menatap seorang yang sangat dia kenal berdiri dihadapanya, berdiri dihadapanya.

"S-Shun!?,"

OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO

"Rain.."Suara sayup-sayup terdengar, bersamaan dengan dentingan air memanggil namaku, tubuhku kaku sendiku tak kuasa bergerak mengikuti keinginanku.

"Rain?,"

Kini suara itu dengan rendah nampak terdengar sedih memanggilku dengan lemah, panggilanya seperti sebuah makna permohonan padaku.

"Siapa?,"

Kucoba sedayaku untuk membuka kelopak mataku, yang begitu merasakan terasa berat pada kelopaku yang semakin berat setiap kali ingin kubuka.

. "Kau Siapa?!,"

Aku berseru rendah dan perlahan mataku akhirnya mau mengikuti keinginanku. Dalam pandanganku terlihat jelas aku berada dalam Air dimana aku seolah aku terpenjara didalamnya, sayup - sayup aku menatap sekelebat bayangan yang lumayan amat jelas, ya sangat jelas. Seorang wanita bersurai permen-kapas berdiri membelakangiku, dia seolah nampak menangis dalam bungkam.

"Kenapa kau menangis?,"

Aku bertanya aneh juga, bagaimana mungkin aku yang berada dalam air mampu berbicara? Apa ini mimpi?. Namun aku merasakan dia mendengar apa yang kukatakan dan menoleh menatapku, dengan lemah dan tatapan itu seolah menantikan diriku dalam artian yang sulit kupahami.

"Sakura,"

Ya itu dia memang dia tapi kenapa dia menangis, apa yang dia menangisiku, kenapa? Tampa sadar air mataku ikut menetes menjatuhkan pipiku.

"A-apa yang?,"

Air mataku berjatuhan, semakin kutahan justru semakin keluar dari kedua pelupuk mataku, memandang bayanganya.

"Biar kami disini Tuan Eroosss!,"Rengek Prompto dengan pandangan menyipit sudah berapa menit dia bertingkah seperti anak kecil didepan seorang Mage as Healer dan disampingnya juga ada seorang Suster biasa yang menjadi asisten sang Mage.

"Ja-jadi bagaimana ini Master?!,"Tanya Sang asisten, gadis berambut coklat, mengenakan baju, dress balon berwarna kuning cerah, nampak memandang sang Mage dengan wajah kebingungan.

"Baiklah biarkan saja mereka Melony, kembalilah membuat obat nanti aku akan mengurus mereka"Ucap Eros dengan seulas senyuman ramah pada sang asisten, dan Melony mengangguk lalu meninggalkan ruangan, setelah berpamitan dengan Noctis dan yang lainya.

"Aku mohon jangan menganggu pasien dan tolong tenang,"Ucap Eros menatap Noctis dan lainya dengan nada serius dan memberikan aura ancaman yang membuat Noctis dan yang lainya merasa merinding. "Keadaan Tuan Rain dalam keadaan yang belum bisa dibilang pulih, dia shock dan harus melewati masa pemulihan,"Ucap lelaki itu.

"Apa semua akan baik - baik saja Tuan Eros?!,"Tanya Prompto dengan nada cemas wajanya yang nampak paling ceria sekarang, nampak murung, belum masalah perang, monster yang memporandakan Negara lucis, Raja Regis yang menghilang dan sekarang Ayahanda Rain juga tewas dan menyebapkan Rain tak sadarkan diri karna kejadian itu.

"Tegarlah Prom! Aku tahu kau adalah yang paling dekat dengan Rain, kita harus membuat kondisinya kembali membaik,"Ucap Ignis membelai kepala kuning itu, dengan nada tabah.

"Sihir mungkin dapat menyembuhkan luka yang terbuka, namun Sihir tak bisa menyembuhkan luka yang ada dalam mental dan hati seseorang,"Ucap Eros menghelah nafas dan menatap Rain dengan iba.

"Terimakasi tuan Eros lalu bagaimana dengan keadaan Sakura?,"Tanya Noctis menatap lelaki tersebut dengan nada kalem, sembari bertanya bersamaan Gladiolus yang nampak mengupas apel dikasur dekat Sakura, yang ternyata seruangan dengan Rain dan juga belum sadarkan diri.

"Tubuhnya bergenerasi dengan luar biasa, aku sampai heran tubuhnya bisa pulih dalam beberapa jam, seperti ada energi lain yang membantu dalam proses penyembuhan tubuhnya untuk pulih dalam jeda yang sesingkat ini,"Ucap Eros dengan memainkan rambut panjang pirangnya. Eros Mariccus adalah Penyihir dari bangsa Lye yang memiliki ciri: kulit putih, tinggi 180, berambut emas selengan dan juga bekerja sebagai salah satu Magi kepercayaan Kerajaan selama bertahun-tahun, tak heran jika Noctis meminta bantuan padanya yang merupakan salah satu Magi terbaik dan menyetujui kerahasiaan status Sakura dari Cor dan lainya.

"Syukurlah jawaban ini yang kami harapkan,"Ucap Gladiolus menarik napas lega. "Terimakasi Nuin,"Ucapnya bagi Gladiolus Sakura adalah gadis sekaligus patner yang baik, dan sifatnya sangat terbuka pada mereka meski baru bersama baru-baru ini, membuat Gladiolus sangat menyukai gadis itu, sebagai adiknya. Terkadang kesan pertama pada seseorang membuat orang bisa bersikap baik jika kamu menghargainya maka kau akan dihargai olehnya.

"Huuuh...lalu dimana Master Shun aku tak melihat beliau!?," Ucap Eros mendengar ucapan itu semua nampak terdiam sebentar, lalu berkata lagi. "Kudengar beliau yang merawat Asakura sebelumnya kejadiaan yang sama juga pernah terjadikan?,"Tanyanya sembari melihat kearah ranjang dimana Sakura berbaring.

"Kau benar,"Ucap Ignis mengangguk lemah, sementara Cor memasang expresi tak tenang.

"Komandan Cor!?,"Panggil Seseorang dengan nada sigap, dan berjalan mendekatinya, dan itu adalah Buron, sementara Noctis dan DDK juga menatap kedatangan Buron, pemuda itu nampak terlihat tak senang apa ada sesuatu yang terjadi, apa ada yang membuat moodnya buruk hari ini.

"Komandan Buron?!,"Cor terdiam menatap lelaki dihadapanya datang dengan pembicaraan serius. "Jelaskan aku kondisi Di-Ixnaya? Kau tahu kita harus berbagi informasi perihal ini, kondisi kerajaan yang tak menentu saat ini,"Jawab Buron dengan No basa - basi.

"Baiklah,"Desah helaan nafas terdengar keluar dari mulut Cor. "Pangeran kalau begitu aku dan Buron permisi ada pembicaraan yang harus kami bicarakan,"Cor nampak melirik Noctis sebelum menatap, lalu pundaknya sedikit diturunkan sebagai sikap hormatnya pada sang mulia pangeran, dan Noctis hanya mengangguk mengiyakan kepergian Cor yang menghilang setelah pintu tertutup dengan rapat.

[Nampaknya ada yang aneh disini?] Pikir Noctis, dia tak melihat Magi-Master \Penyihir kepercayaan Regis sedari tadi dia sampai turun dari Eden, apakah terjadi sesuatu.

"Apa ada yang tak kalian jelaskan padaku?,"Tanya Noctis melirik Ignis dan Gladiolus, sementara Eros hanya mendengar pembicaraan mereka. "Dimana Shun?!,"Tanyanya dan itu juga pertanyaan Eros yang belum dijawab dan Cor tak mengatakan apa-pun soal Shun sebelum meninggalkan ruangan ini.

"Sebenarnya ada sebuah masalah yang sedikit mendadak-,"Pada akhirnya, Gladiolus membuka suara dan mulai menceritakan tantang prihal Shun. Bersamaan Ignis juga mulai menjelaskan kejadian saat mereka berada di Eden.

"APA!,"Mata Noctis membulat, mempelototi dengan tatapan memerah bersamaan dengan hawa yang mengerikan menyelimuti ruangan dan setelah mendengar berita yang disampaikan oleh para rekanya

"MIIINAAA RAIN BANGUN!,"Jerit Parompto, membuat Noctis menoleh seketika dan mendapati Gladiolus menjitak kepala Prompto tampa ampun.

BLETAK!

"Bodoh! Kau pikir ini dimana Aho! Kau mau kita diusir karna kau yang cerewet!,"Racaw Gladiolus sembari menatap kesal Prampto. Sementara Si-pirang hanya memasang wajah masam, sembari mengembungkan pipinya.

"HIDOIIII GLADIOUSSU!,"Racaw Prompto.

"Berisik!,"Ucap Gladiolus memasang wajah cuek.

"Enmm.."Rain nampak tertatih lemah dan mulai sadar, dan berusaha bangun dari sikap tidurnya.

"Wow! Kau selamat Rain!,"Ucap Prompto melupakan kekesalanya pada Gladiolus dan lalu memeluk lelaki itu dengan erat dan air mata penuh kelegaan. "Kau tahu, kau tak membuka matamu selama 5 jam aku sangat cemas padamu..BODOH!,"Isak Prompto.

"Ah! Apa yang-,"Tanya Rain langsung terputus setelah kesadaranya benar-benar kembali. Yah Rain sudah ingat semua, ia habis kehilangan ayahnya dan seketika ia langsung bungkam begitu saja.

"Maaf aku, aku turut berduka dengan semuanya,"Ucap Noctis menatap Rain, sementara Rain hanya menatap dengan pandangan kosong.

"Ya! Itu bukan kesalahan kalian!,"Tatap Rain, kalem terlihat hawa kekosongan yang nampak terlihat jelas dari iris mata rain yang berwarna kehijauan. "Bisa kalian semua meninggalkan aku sebentar, aku ingin sendiri,"Jawab Rain dengan nada menundukan kepalanya.

"Ya! Aku mengerti!,"Noctis lalu meninggal ruangan, diikuti teman - temanya (Terkecuali Eros, Prompto yang tetap bertahan diruangan, dan Sakura yang masih tak sadarkan diri dikasur) Sepeninggalan semua orang, ruangan tampak hening.

Ekor mata Rain menatap Eros yang tengah berdiri dan membaca beberapa berkas dan duduk disofa panjang diujung ruangan, lalu ia memandang kearah lain dimana itu adalah Kasur dimana Sakura terbaring dalam kondisi tak-sadarkan diri, perlahan dia menatap sebuah cermin besar yang terpasang didinding terletak disebahnya, penampillan Rain nampak acak-acakan rambut ravend yang panjang selengan selalu terikat satu (pony-tail) nampak berantakan, bolamata tajam n beriris hijau nampak sangat letih karna habis menangis, dan tubuhnya nampak pucat akibat keadaan membebani tubuhnya, setelah itu ia melirik Prampto yang masih ada disampingnya. "Bukankah aku bilang biarkan saja aku Prampto?,"Jawab Rain masih menundukan wajahnya, tak memandang Prompto dengan tatapan kosong.

"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja,"Ucap Prampto lalu memeluk sahabatnya dan membelai kepalanya, yang dibutuhkan Rain adalah ketenangan dan dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang berharga baginya. "Kami tak akan meninggalkanmu saat seperti ini, aku juga tak akan meninggalkanmu,"Ucap Prompto sembari tersenyum tipis.

"Prompto!,"

"Karna kita Sahabat-kan, kita berdua sejak kecil selalu melalui berbagai masalah bersama-kan!,"Ucap Prompto sembari tersenyum sedih. "Kita berlima bertemu saat masih kecil, Gladiolus yang selalu menceriahkan suasana, Noctis yang selalu menyelah jika kita bertengkar, Ignis yang dengan bijaknya memerintah demi kebaikan kita berempat, dan kau yang selalu mendukung dan mengajariku yang selalu ceroboh dalam berbagai hal, semua itu berharga bagiku, juga kebaikan paman Cid dia sosok ayah yang sempurnah aku sangat menghargainya,"Seulas senyuman terpampang makin lebar dari raut Prampto, ia terus membelai kepalah Rain dengan semua kenangan indah berada dibenaknya saat ini.

"Ya Kau benar, Ayah adalah seseorang sangat baik, dan sangat penting bagiku,"Jawab Rain. "Dia menjadikan aku anaknya, dan mengajariku berbagai macam hal yang sangat berharga bagiku,"Jawab Rain.

[FLASHBACK]

"Jangan khawatir, Namaku Cid Oliver,"Lelaki itu menatap iba lelaki berusia 10 tahun, yang beberapa menit lalu yang baru sadar dikamar rumah sakit. "Siapa namamu?,"Tanyanya.

"A...Aku Rain!Jawab anak lelaki dengan pandangan kosong, bola-matanya amat besar berwarna hijau seperti buah Zambrut, terlihat kehampaan dimatanya.

"..." Ia pun Mengeleng

"Apa kau tak ingat apa-pun selain nama itu?,"

"..."Ia pun Mengangguk.

"Tenanglah kau tak perlu takut kau akan tinggal denganku dan aku akan jadi ayahmu,"

"Dan setelah kejadian dirumah sakit itu semua yang kulalui hanyalah kebahagiaan, dan kasih sayang yang kurasakan, aku bekeja keras dan sekolah meski aku menjadi anak seorang mekanik kerajaan, aku tak pernah mengeluh aku bersyukur ia menemukanku,".

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO" ~

"Tenang saja waktu sedang berhenti ditempat ini,"Ucap Shun. "Aku akan mengembalikan keadaan saat kita selesai bicara,"Ucapnya menatap Regis yang kondisinya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

"Apa maksutmu?!,"Regis masilah terpanah menatap keadaan sekeliling seolah nampak tak paham dengan keadaan yang nampak berhenti seketika, ini nampak menjadi hal yang sangat mustahil bagi seorang penyihir sehebat-hebatnya seorang penyihir tak ada sihir yang dapat menghentikan waktu.

"Akulah yang menghentikan Waktu diruangan ini, selama keadaan tetap kuhentikan, mereka hanyalah bongkahan maknekin yang tak tahu apa-apa,"Jelas Shun. "Tapi dengan begini kita bisa bicara tampa gangguan Yang-mulia,"Ucap Shun.

"Siapa kau sebenarnya!?,"Tanya Regis Datar, raut kalemnya kini kembali dan mood terkejutanya hilang entah kemana.

"Aku Adalah pengapdimu Yang-mulia,"Jawab Shun datar, namun sebelum kembali berbicara Regis memotong pembicaraan duluan.

"Jika memang Aku ingin kepastian,"Tatapnya tentu saja melihat kejadian tak manusiawin ini belum bisa dia terima dengan akal sehat Regis begitu saja, ia butuh penjelasan itu saat ini juga.

"Baiklah...Namaku yang Asli bukanlah Shun, namun Namaku yang sebenarnya adalah...Eras...Aku seorang Dewa,"Ucap Shun menghelah nafas.

"De-Dewa,"Tatapan Regis terlihat tajam mendengar ucapan jujur dari bawahanya yang selama ini menjadi kaki tangan kepercayaanya, yang ternyata seorang Dewa, apa itu adalah hal yang masuk akal.

"Ya itulah aku yang sebenarnya!,"Shun hanya memandang miris. "Kisah ini bermula Saat didunia Para Dewa, mengalami sebuah targedi sebuah pertarungan antar Dewa yang menginginkan kursi kosong milik kepemimpinan Maha-raja Bahamud sang Dewa semesta,"Jawabnya.

"...?,"mendengar itu Regis hanya terdiam, percaya tak percaya dengan apa yang dikatakan Sang Magi, satu ini, sementara Shun kembali bercerita.

"Aku adalah salah satu Dewa yang membuang Status kedewaanku dan tinggal di dunia manusia,"Jelas Shun. "Hingga 11 tahun yang lalu anda menemukanku saat anda naik tahta sebagai raja Yang-mulia,"Ucap Shun lagi.

"Jika memang begitu! lalu apa hubunganya dengan munculnya monster ditanah Lucis,"Tanya Regis.

"Itu karna pihak Centerall meminta bantuan dari Dewa Kegelapan,"Jelas Shun.

"APA!, lalu ada dendam apa Dewa kegelapan pada negara kami?"Tanya Regis Iris Regis memandang Shun dengan raut penuh Amarah, tanganya dikepalkan dengan amat kuat, membuat Shun hanya menghelah nafas.

"Maaf aku baru menjelaskanya sekarang yang mulia!, tapi apa-pun yang terjadi jangan sampai tuju kunci pada tujuh batu itu diambil Canterala,"

"Kunci kristal? Mereka mengincar itu?,"Ucap Regis.

"Ya yang mulia, jika kunci itu jatuh ditangan Canteralla maka Bluze pasti akan mengambil kekuatan inti dari 7 kristal setelah mendapatkanya ia akan menguasai dunia dewa, dan memaksa semua dewa untung patuh dan tunduk pada perintahnya, tentu saja dunia manusia-pun akan mengalami kehancuran,"

"Kehancuran?,"Tanya Regis memandang Shun dengan tatapan datar.

"Ya!? Bluze selalu memerintah manusia bahkan para guardianya dengan darah dan tampa pandang bulu, dia juga seperti mesin pembunuh dan tak peduli pada apa-pun sampai tujuanya tercapai dan juga Etro sang dewa peperangan yang selalu melakukan apa saja mengalahkan Bhunivelze, namun tak menyadari imbasnya dunia yang mereka hancurkan,"Jelas Shun.

"Lantas dimana dirimu berpihak?,"

"Tidak meski aku Seorang Dewa tapi aku tidak berada dipihak keduanya atau pun ingin kristal itu, aku hidup sendiri ditengah manusia itu cukup bagiku,"Jelas Shun. "Merekalah yang menjebak kota kalian dan memunculkan monster-monster ini setiap pelosok Negri, dan aku tak bisa mengatakan status asliku lebih awal karna ini Rahasia,"Ucap Shun.

"Lalu apa yang kau inginkan! Sekarang?,"

"Aku juga Dewa seperti mereka, namun kebijakan Bhunivelze dan Etro, tak bisa kubiarkan. Aku akan melakukan apa yang kuanggap benar jadi aku akan membantu semampuku dalam menolong anda yang mulia,"Ucap Shun dengan tatapan memgulur kearah depan Regis. "Yang-mulia tentu anda tahu? Dimana Kunci yang diinginkan Etro atau pun Bhunivelze ,"Tanya Shun. Perlahan Shun berjalan mendekati Regis lebih tepatnya mendekati salah satu pedang yang melayang disekitar Regis, jari telunjuknya seolah menari-nari dan munculah lambang cahaya, dari telunjuknya membuat rangkaian huruf mantra cahaya mengeliling pedangya usai cahaya itu menghilang Regis hanya terdiam tampa ada komentar yang berarti. "Jangan bimbang Yang Mulia, selama kita dijalan kebaikan maka semuanya akan baik-baik saja,"Ucap Shun.

"Itu?!,"Tanya Regis melihat pedang miliknya dengan tatapan sedikit melebarkan matanya, menatap pedangnya yang tadi berubah kini terdapat rangkaian ukiran yang tak dimengerti olehnya.

"Itu adalah berkhat dariku sebagai (Dewa waktu), kelak pedang itu akan melindungi anda, dan saya mohon pamit Yang-mulia,"Ucap Shun sekilas sebuah cahaya bersinar dan semua kembali seperti sebelumnya."Aku akan menghubungi anda lagi,"jawabnya sebelum menghilang sesaat Adegan ulang seperti sebelumnya dia dan para anak buahnya dan pemimpin Canterall saling menghunuskan pedang masing-masing kearah lawan dan hanya Regis yang menyadari hal ini.

OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO

"Apa yang harus kita lakukan Hokage-sama?,"Salah satu ambu nampak menatap pusaran lingkaran ditengah hutan dan Hokage, Naruto, Hinata, Ino, Shino dan Sasuke nampak berdiri memasang jarak bersama 8 anbu lainya.

"Bagai mana Hinata? Apa kau melihat sesuatu dijarak ini?,"Tanya Naruto menatap gadis Hyuga dan memasang mata mode aktifnya.

"Ti-Tidak Naruto-kun,"Gadis itu mengeleng pelan.

"Dan Kau Ino!?,"Tanya Skamaru.

"Tak ada bayangan apa-pun,"Jawabnya sembari mengeleng.

"Hanya satu jalan!,"Ucap Sasuke memandang Portal tersebut dengan pandangan Serius."Kita harus memeriksa dengan masuk kedalam,"Ucap Sasuke.

"Teme! Kau tak bercanda?,"Tanya Naruto.

"Tentu tidak Dobe, aku curiga jika portal itu berkaitan hilangnya Sakura beberapa Hari lalu,"Ucap Sasuke santai. "Tampa memeriksa kesana kita tak akan tahu,"Jelas Sasuke.

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

Shun terdiam saat ini dia tengah berdiri diatas, puncak sebuah menara dan memperhatikan seluruh sudut pandang gambaran kehancuran kota Lucis nampak amat sangat mengerikan, Shun melirik kesamping mendapati kibasan mawar bersamaan munculnya surai Merah muda yang muncul disampingnya.

"Keadaan seperti ini, benar - banar keterlaluan,"Ucap Shun menghelah nafas berat. "Bagaimana Lightning?!,"Tanya Shun menatap gadis berambut merah-muda nampak memandang dengan dingin.

"Nampaknya ini telah keluar dari rencana dan kau membiarkanya?!,"Tanya Light berdecak pinggang nan tatapan dingin ia memandang kondisi sunyi, bersamaan hawa ketakutan diseluru penjuru.

"Ya aku membiarkanya,"Kini Shun menghelah nafas lalu mengakat wajahnya, yang awalnya ditekuk. "Tapi!," Shun melirik Light. "Tapi bukan karna keluar dari rencana, tapi masih menunggu kesempatan yang tepat,"Ucap Shun.

"Baiklah kalau begitu, Aku akan segera menemui Etro, dan ada yang ingin segera kupastikan,"Jawab Light dingin lalu meninggalkan Shun, dan lenyap bersama mawar yang beterbangan.

"Ini sama yang terjadi dipembicaraan masa lalu, benarkan Tohma,"Jawabnya menghelah nafas, sembari mengingat masalalu.

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

FLASTBACK :

"Kau nampak tak berubah baik usia mau-pun kemampuan, kau tak pernah berubah"Ucapnya memandang wajah Shun. "Kau mendampingiku sebagai teman dari aku remaja hingga setua ini!,"Lelaki bernama Tohma berseru sembari mengendong seorang anak lelaki berambut Ravend, berumur 8 tahun ditanganya yang nampak tertidur amat pulas.

"Meskipun begitu kau tak mempermasalahkan keberadaanku yang nampak abadi ini bukan?, Aku yang tak menua bahkan selalu nampak sama!,"Shun memandang wajah Tohma datar, pria tua namun masih sangat kuat, nampak memandang dengan senyuman kecil.

"Kecurigaanku mungkin besar dengan dirimu Shun! Tapi pengabdianmu terhadap diriku dan keranjaan sebagai sebuah bayangan bukan hal yang patut kuragukan,"Ucapnya, membuat mata Shun kini kiyan melebar, dan nampak tubuhnya tergetar hebat.

"Besok Regis akan menjadi Raja mengantikan aku, aku ingin kau menjadi salah satu orang kepercayaanya,"Ucap Tohma.

"Aku mendapat sebuah pengelihatan dari Ilahi jika kelak cucuku akan mendapat dua takdir yang berhubungan dengan Lucis,"Ucap Tohma.

"..."Sementara Shun hanya menghelah nafas dalam, ia tahu yang akan dibicarakan Tohma kali ini.

"Aku melihat takdir cucuk dimasa depan, dan kau tahu apa yang terjadi?

"..." Shun terdiam, dia memandang kerajaan Lucis yang tenang dipagi hari, entah apa yang sedang ia pikirkan.

"Aku takut kelak kekuatan Lucis membawa kehancuran bagi Noctis..Aku tak ingin menanggung beban kita,"Air mata Tohma terlihat tumpah sembari memeluk erat anak yang tertidur dalam dekapanya, bersamaan gerimis air hujan membasahi tanah namun kedua sosok dewasa nampak tidak mempedulikanya, sementara anak yang tertidur nampak disampirkan sebuah Aura dari Tohma hingga air tak dapat menyentuhnya.

"Kau satu - satunya, yang bisa menjadi takdir dari Sang Nuin, Noctis,".


"Memikirkan apa?!,"Sesosok laki-laki dengan hawa hitam muncul secara perlahan disebelah Shun lalu menepuk bahu Shun, laki-laki bagai Api Merah nampak menyalah disekitar tubuhnya. Shun menoleh memandang sosok Laki-laki, berambut jabrik merah, dengan tatapan dingin, lelaki prawakan tinggi besar itu nampak mengenakan baju lengan panjang berkain katun, dilapisi jaket berbulu dikeranya membuatnya nampak amat trend dan jins, yang dominan Hitam, serta sebuah sepatu sport hitam dengan raut wajah datar ia tengah memainkan sebuah Api ditanganya.

"Noir?!,"Tanya Shun memanggil lelaki disampingnya. "Sedang bekerja!?,"Tanya Shun melirik Noir sembari tersenyum kecill.

"Banyak Soul bertebaran, aku jadi bisa mengurus pekerjaanku lebih gampang,"Ucap Noir.

"Baguslah dengan begitu kau bisa cepat menemui Saya?!,"Ucap Shun. "Bilang pada Saya-chan jika aku terlambat untuk makan malam,"Ucap Shun tersenyum.

"Heeh Mendoksennaa! Kau itu benar-benar menyebalkan!,"Ucap Noir mengaruk kepalanya yang tidak gatal dengan wajah malas.

"Ya! Kau tahu sendiri pekerjaanku belum selesai,"Ucap Shun menghelah nafas. "Bagaimana kalau kita pergi bersama kau bisa menemukan Soul dan aku pada urusanku?!,"Tanya Shun.

"Boleh juga!?,"Ucap Noir.

"GOARRRH!,"Letupan Suara nampak keluar dari sosok Summon dengan prawakan tinggi besar. Monster api itu nampak cukup mengejutkan Shun dan Noir karna tiba-tiba ada api dari dalam mulut Ifiris dan terlontar pada keduanya, namun keduanya sudah menghindar dan bola api itu hanya membumi hanguskan atap bangunan saja.

"Ifirits?,"Jawab Noir menghelah nafas, dengan tenang menghindari seluruh serangan bola-bola api dari Ifiris yang nampak mengamuk. "Astaga bahkan Monsters dewa juga sudah turun derajad menerkam manusia Bhunivelze benar-benar sebagai dewa tak punya harga diri,"Celoteh Noir dengan tatapan malas.

"Nampaknya seperti itu,"Ucap Shun tersenyum miris. Ia juga hanya bisa tertawa melihat Noir. Shun lalu memainkan tanganya lalu membisikan sebuah mantra sebuah cahaya keluar dari tanganya membentuk sebuah Harpa yang terbuat dari emas, dipeganginya. "Nampaknya mereka semua dikendalikan kekuatan jahat dan mengamuk begini,"Ucap Shun.

"Lalu?!,"Ucap Noir menghelah nafas dalam, ia memandang ifiris yang mengerubuti mereka dari berbagai sisi dan jika dihitung ada enam. "Apa kau ingin membunuhnya!?,"Ucap Noir melirik Shun, yang dari tadi menghindar-menghindar saja.

"Aku mohon bantuanmu ya~ Teman,"Ucap Shun.

"Cih! Mendoksenna!,"Ucap Noir dengan nada paling malas.

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

Suasana Hening penuh kedamaian, nampak terlihat dikota Karonna, kota kecil diarea barat kota Insomia yang memiliki jalan tembus dari kota bawah-tanah, terlihat jumblah manusia yang berkumpul disana dalam menghadiri sebuah pemakaman. Ya pemakaman yang diadakan dadakan secara masal. Belasan Sumonners nampak melakukan tarian dan nyanyian memanjatkan Doa-doa dan puji, untuk dewa dan dewi.

Acara itu amat sangat damai, tak ada satu pun orang disana yang bicara, cuma sayup-sayup terdengar lagu-lagu puja dan isak tangis para korban yang jumlahnya mengunung, cara pemakaman pun beragam ada dengan cara mayat dibakar tampa satu-pun sisa, ada yang mengalami proses ditanam secara bersamaan, masih banyak lagi sesuai tradisi yang dipercaya oleh leluhur selama turun temurun.

"Rain!?,"Sebuah panggilan terdengar ditujukan untuk pemuda terdiam dipinggir lokasi penguburan masal itu, pemuda itu masih terdiam dan duduk tampa suara, Sementara seorang lelaki berambut pirang diikuti ketiga rekanya dari belakang, menatap Rain yang saat ini duduk dianak tangga Kuil lalu mengenggam sebuah guci yang masilah Hangat, abu yang berisi sebuah serpihan tubuh dari Cid Olivers Ayah angkatnya yang sudah dibakar sepenuhnya.

"Aku mengerti!,"Ucap Rain, seulas senyuman pahit terlihat diwajahnya namun itu adalah senyuman palsu para sahabatnya pasti sadar jika itu memang senyuman palsu. "Yang muliah!,"Ucap Rain membungkuk formal dihadapan Noctis, membuat Noctis dan lainya menyengit bingung. "Izinkan aku mendampingi anda sampai akhir, aku akan berusaha melindungi anda dan apa-pun yang terjadi,"Ucap Rain membungkuk dihadapan Noctis.

Selang beberapa waktu Noctis nampak terdiam tampa respont, tiba-tiba seulas senyum nampak diberikanya untuk Rain. "Aku terima tapi aku juga akan melindungi kalian semua,"

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

"Eng..!,"Suara eluhan terdengar dari mulut Sakura, rasa sesak dan kepala terasa berat benar-benar menyulitkan dirinya untuk mengambil alih tubuhnya.

[Sudah bangun?] Tanya seulas suara.

"Phonix, kau-kah itu,"Panggil Sakura lemah.

[Tenang saja dengan kemampuanku kau akan kembali Sehat] Ucap suara Phonix terdengar ramah, dan Sakura hanya berdengkus ringan.

Sakura mendengkus ringan perlahan matanya yang seolah berat nampak kembali jelas, ia lalu terbangun diruang rawat tampa adanya siapa-pun disana. "Kemana semua orang,"Umpat Sakura, gadis itu meninggalkan kamarnya dan mencari informasi.

[Entahlah Aku juga tidak tahu]

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

Burung gereja nampak berterbangan

Membawa cerita indah dari dipadang Surga

Negri yang dipeluk sunyinya alam

Berkah sang nuin tak ada terkira..

Sakura ia mendengar lantuan suara dari ruangan lorong yang ia lewati, ia terdiam ditempat tepat didepan kamar Rawat yang saat diintip ternyata itu adalah kamar rawat Rossaria, terlihat gadis cantik berstatus dari kakak sang pangeran Lucis nampak, terduduk dikasur sembari memainkan musik, (Harpa) dengan nada lentiknya memainkan senar dengan seiring menanyikan bait - bait lagu yang bagaikan sebuah puisi, membuat Sakura tak bisa menganggu dan hanya berdiri dipintu rawat yang setengah terbuka.

Membawa rasa cinta, dalam dekapan hangat

Sekarang berganti hujan penuh debu

Air mata semakin menjulang

Aku berusaha sebisaku melangkah

Menembus badai kian terjal

Air mata bagi dewa, bagi manusia

Dan darah yang terus mengalir seiring zaman.

Suara petikan Harpa, milik Rossaria begitu saja berhenti digantikan kesunyian, bersamaan suara indahnya tak bernyanyi menatap kearah Sakura yang berdiri mematung nampak kaget melihat, Rossaria menatapnya dengan terpaku namun seulum senyum manis nampak tersiar wajar diwajah cantik Rossaria dan melambai kearah Sakura. "Masuklah Asakura tak baik menjadi pencuri pendengar lagu begitu,"Ucap Rossaria tersenyum.

"Maafkan aku,"

"Aku maafkan, sebagai rasa terimakasi atas pertolonganmu padaku!,"Ucap Rossaria. Sembari meletakan Harpa akustiknya disampingnya.

"Suaramu nampak begitu indah!,"Ucap Sakura dengan nada kikuk. "Amn! Omong-omong? Alat musik petik apa ini?,"Tanya Sakura penasaran.

"Memangnya kau tak tahu apa ini?,"Tanya Rossaria dengan nada tak percaya sementara Sakura mengangguk polos, melihat wajah Sakura yang nampaknya tak diliputi kebohongan.

"Ini Harpa! Salah satu alat music petik kebanggaan Insomia!,"Jelas Rossaria, gadis itu nampak tersenyum.

"Anu? Saat aku sadar aku tak menemukan siapa-pun kemana perginya semua orang?!,"Tanya Sakura.

"Haah kau tak tahu!?,"Tanya Rossaria.

BRAAKKK!

"Tuan Asakura kau disini!,"Ucap lelaki menghambur masuk tampa permisi dan menarik lengan Sakura dengan nada terburu-buru. "Eh! Tuan Cor mencarimu!, kau harus bersiap-siap menemuinya,"Ucap Lelaki itu dan ia adala Eros.

"Eh?Siapa anda?,"Tanya Sakura menaikan alisnya, sementara Rossaria hanya tersenyum sembari mengeleng pelan, lalu melambaikan tangan pada Sakura yang ditarik paksa.

"Yang mulia Noctis yang memintaku, aku harap anda mau ikut dengan saya sekarang,"Ucap lelaki itu.

"Ah baiklah," Ucap Sakura mengangguk, setelah membungkuk hormat pada Rossaria, lelaki itu yang ternyata Eros melakukan transportasi hingga sampai diruangan lain.

"Dimana Noctis,"Ucap Sakura usai memandang dengan pandangan datar, saat dia digiring keruangan yang entah dimana, ruangan ini terlihat cukup mewah, dengan perapian yang lumayan bagus, dengan dua sofa panjang dan berperabot serbah didominasi warna putih, dan beberapa rak besar berada didinding, dengan buku-buku berderet rapi.

"Tenanglah ini adalah ruanganku aku adalah Eros salah satu Magi kepercayaan kerajaan, aku sudah mendengar banyaknya kabar, tentangmu dari Noctis,"Ucap Eros lalu memberikan sepasang baju dalam kantung hitam. "Saat kau sadar Ignis memintaku memberikan ini padamu,"Jawab Eros memberikan kantung hitam berisi pakaian dan langsung membalik posisinya dirinya agar memberi waktu gadis muda itu berpakaian, sementara ia sedang menyugukan the, dan Sakura tengah dibelakangi dan mengenakan baju blazer-hitam, dengan paduan celana dongker dengan gaya yang masih sama seperti sebelumnya, yang ruangan tempat Sakura berganti pakean hanya dibatasi sebuah pembatas dari kain saja.

"Aku melihat saat kau tumbang para guardian begitu sangatlah khawatir padamu,"Ucap Eros melirik Sakura yang sudah berpakaian lengkap. Mage tersebut lalu mempersilahkan Sakura duduk, dan Sakura mengikuti Eros dan duduk bersama. "Silakan duduk Asakura,"Ulasnya bernada ramah.

"Terimakasi,"Ucap Sakura dan Eros menyuguhkan the yang diseduhnya. Dan Sakura meminum the hijaunya secara pelan-pelan.

"Ah! Tuan Eros?!,"Panggil Sakura, datar menatap lelaki yang sembari meresap cairan jernih kecoklatan dalam cangkirnya, dan sang lelaki merespon dengan senyuman mempesona.

"Ada apa?!,"Tanyanya Ramah.

"D-dimana Noc-ah maksutku P-Pangeran-sama?!,"Tanya Sakura dengan canggung, mendengar ucapan Sakura membuat Eros menaikan alisnya.

"Pangeran-Sama!?,"Tanyanya

"Ah..Thuks! -Sama adalah ungkapan dinegara saya adalah orang yang dianggap besar, maaf jika tidak paham!,

"Oh beliau menghadiri pemakaman masal dikota Koorona dan juga pertemuan penting bersama orang-orang khusus Lucis."Ucap Eros menatap datar. "Begitu pula para guardian, mereka selalu ambil bagian dalam berbagai pertemuan kerajaan,"Jelasnya sembari memperbaiki posisi duduknya.

"Hmm..Sooka, bo-bolehkah aku kesana!?,"Tanyanya menatap Eros yang nampak mengangguk antusias.

"Tentu karna kau adalah salah satu Guardian penting Noctis tentu saja aku akan mengantarmu?!,"Jawabnya sembari tersenyum."Ikut aku!,"Ucapnya seraya berdiri, dan diikuti oleh Sakura. Keduanya berdiri kearea kesedikit luas dan Eros mengangkatkan tongkatnya tinggi-tinggi.

"Tunac de flow Solfo de Kanno Fly of Time."

Dengan mengucapkan mantra-mantra yang tak Sakura pahami, menanggapi hal itu Sakura hanya terdiam dan sebuah cahaya kuning bersamaan dengan sebuah lambang Jam terlihat dibawah kaki mereka.

Time

"HOAAAAAAAHHHH!,"Sakura terkejut bukan main Cahaya kuning itu membesar lalu menerangi seluruh ruangan, membuat Sakura harus menutup mata, mengurangi bias cahaya berlebihan yang mendera indra penglihatanya.

"Tenang-lah Asakura! Bukalah matamu?,"Ucap Eros beberapa menit kemudian lalu mengelus pundak Sakura, membuat gadis itu harus memperbaiki kondisi matanya yang masih sedikit perih. Keduanya nampak telah sampai kesebuah tempat dan ini seperti desa kecil ditengah hutan, dengan rumah-rumah yang rata-rata terbuat dari Kayu jati dan sebagian dari bangunan lainnya dibangun diatas pohon, dan ada juga rumah yang didalamnya pohon, desa ini juga dikeliling hutan rimbun dan kondisi amat alami, bau ranting basah dan cemara nampak menenangkan dipenciuman dapat diterima dengan baik, berbeda sekali dengan suasana kota Lucis yang bisa dibilang mewah dan berkelas, ini benar-benar berbeda dan jauh dari Konoha. "Ini adalah Desa-Lyefa, desa tempat tinggal para Peri dan penyihir, Moogel dan Shaman disini agak jauh dari Insomia beberapa pengungsi sebagian datang kesini untuk mencari perlindungan,"Ucapnya menjelaskan secara perlahan. Keduanya berjalan santai, dan Sakura tak berkomentar apa-pun dan menjadi pendengar yang baik.

"Apa itu Penyihir? Dan Peri?,"Tanya Sakura polos dengan pertanyaan itu sementara Eros hanya tersenyum, selama ini Sakura selalu mendapat informasi dari Rain atau Prampto, tapi ia tak menyinggung apa-pun soal Penyihir atau peri.

"Biar kujelaskan!,"Ucap Eros mulai menjelaskan dengan sabar. "Sakura, diberbagai belahan dunia ini, terdapat para ras yang sangat tak terhitung jumlah dan juga cara mereka hidup benar-benar berbeda-beda yang tinggal disini bukan hanya manusia,"Ucap Eros, tiba-tiba dari tanganya membentuk sebuah gambar bercahaya selain gambaran manusia ada yang lainya, sementara Sakura mendengarkan dengan seksama sembari menatap gambar cahaya yang keluar dari tangan lelaki itu. "Penyihir adalah Campuran dari berbagai Ras yang melatih tubunya, dan mendapat ada pulah mendapat didikan Khusus atau karna hubungan darah untuk mempelajari Sihir contoh kecilnya, Manusia, dan Fly,"Ucapnya lalu menyibak rambutnya memperlihatkan telinganya yang agak runcing pada Sakura. "Aku kaum Lyef dan aku bukanlah manusia meski agak mirip.

"Sugoinaa!,"Pikir Sakura dengan takjub dan penuh rasa kagum.

"Tuan Eros!,"Sebuah panggilan lemah dari seseorang, membuat Sakura dan Eros menatap siapa yang memanggil mereka, sosok mahluk dengan wajah mirip banteng dengan tanduk panjang dikepala, ia mengenakan jubah abu-berstrep merah dan berdiri tegap dengan dua kaki, tengah mengunakan tongkat ditangan Kirinya, nampaknya dia terlihat tua.

"Ah Kakek Poco!?,"Ucap Eros, mendekati mahluk yang disapa Poco yang notabenenya adalah Ras Minotursaurtus salah satu penguhuni desa Lyefa.

"Tuan Noctis telah berada dialun-alun,"Ucapnya nampak berkata lemah, ia sedikit terbatuk lemah, sementara Eros mendekat dan membantu Sang Minotusartus tua itu menyeimbangkan tubuhnya.

"Sakura pergilah menemui Noctis,"Ucap Eros lalu tanganya mengeluarkan cahaya kecil berwarna abu-abu dan membentuk kupu-kupu yang terbang mengeliling Sakura. "Aku tak bisa meninggalkan Kakek Poco, Kupu-kupu itu akan membawamu pada mereka,"Ucap Eros.

"Terimakasi,"Ucap Sakura lalu pergi mengikuti sang Kupu-kupu terbang.

~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~

Sepanjang jalan Sakura banyak melihat hal-hal yang baru dan tak mungkin ia dapatkan didunianya. Mulai dari sapu halaman yang bergerak sendiri, buku buku yang terbang melayang disekitar gedung, mahluk dari ras berbeda dan hidup tampa memandang perbedaan tampa menyadari kehadiranya menjadi sosok yang memikat untuk orang disekitarnya, sosok langkah gadis cantik dengan helaian surai berambut merah muda.

"SAKURAAAAA!,"Sebuah pelukan langsung dari Prampto membuat mata Sakura membulat saat membuka pintu ruangan yang terdiri dari 6 orang penting (Termaksut Noctis) yang sedang rapat, sekaligus para guardian yang sekitar 5 atau 7 orang dimasing-masing orang penting memandang kedatangan Sakura dengan tatapan sulit diartikan. Disana terlihat Noctis, Lasra, Cor, Stela dan dua orang dari manusia dan satunya non Human.

TUK!

"Selamat datang ,"ucap Gladiolus sembari tersenyum ramah, dan mengelus sisurai merah dengan pandangan sahabat.

"Ah siapa dia!?,"Tanya Larsa yang juga mengikuti pertemuan bergengsi ini. Ia lumayan tertarik dengan sosok itu, yang datang membawa hawa yang sedikit menenangkan ke ruangan pertemuan yang sebelumnya serius\Suram.

"Mohon maaf tuan-tuan dia Asakura, Salah satu orang yang menjadi Guardian Yang mulia pangeran Noctis seperti halnya kami, Jadi Mari silahkan dimulai kembali pertemuanya,"Ucap Ignis membuka suara.

"Tapi kami tak perna melihat anak itu sebelumnya,"Tanya salah satu orang disana.

"Ah! Dia adalah Black-Guardian, dan juga merupakan bawahanku kami memang tak membeberkan statusnya, karna demi keamana,"Ucap Cor membuka Suara. "Jadi maaf kalian tak diberi informasi, dan dia tak pernah Muncul didepan Media,"Jelas Cor dengan pandangan serius, untuk membuat alasan yang cukup kuat serta masuk akal.

"Selamat bergabung Tuan-Asakura,"Ucapnya.

"Y-Ya!,"Jawab Sakura dengan nada canggung lalu, semua orang kembali pada topik yang sedang mereka bahas.

"Jadi saat ini pihak Cantrela, juga melancarkan serangan pada Kerajaan Lucis?,"Seorang Comander dari Kiyaga, bernama Gada nampak memasang raut tak senang.

"Benar aku dan para guardianku telah menyaksikan kemunculanya,"Ucap Noctis dengan tatapan serius. "Saat ini mereka memanfaatkan kekacawan yang dibuat para monster itu untuk menguasai istana,"Ucapan dari Lucis nampak tak membuat para tamu undangan nampak tak senang.

"Ini tak akan bisa dibiarkan, jika kita tak bisa mengantisipasinya maka kerajaan akan diambil oleh Canterall dan kendali kota lucis akan runtuh,"Ucap Gada.

"Bagaimana pun kerajaan Lucis adalah ibu kota dari negara Insomia, yang menjadi penerus penjaga kunci kristal sekaligus negara sahabat Guadvindor, kami tak akan membiarkan negera Lucis hancur begitu saja,"Ucap Larsa.

"Baiklah, aku juga ingin Intrupsi yang mulia,"Ucap sebuah suara dengan terdengar serak, duduk tak jauh dari bangku Larsa, dan dia satu-satunya bukan ras manusia, seorang mahluk biru berbulu dengan wajah seperti macan, dari fisik tak ada yang berbeda manusia yang berdiri dengan dua kaki dan memiliki tangan dengan jari yang utuh.

"Silahkan, Tuan-Kimari, dari Ronsso,"Ucap Noctis mempersilahkan Sang-Ronsso berbicara.

"Aku akan mengirim pasukan untuk membantu lucis, namun tampa adanya izin dari pihak Lucis, maka aku tak bisa dengan seenaknya memerintah pasukan dan dibawah dengan jumblah besar kemari,"Ucap Kimari dengan nada tegas.

"Apa maksutmu Ronsso?!,"Tanya Gada dengan pandangan mengidik pada Kimari. "Tentu kita bisa-,"Ucapnya namun dipotong langsung oleh Kimari.

"Bisa tapi itu menyelahi aturan negara, Tuan Gada seperti yang kalian tahu! Saat ini baginda Raja Lucis, yaitu Tuan Regis Lucis Claeum, menghilang tampa ada kepastian, maka siapa yang akan mengantikan posisi tugas besar memegang negara sementara waktu untuk perang ini dan memimpin kaum lucis untuk menghimpun pasukan?,"Ucap Kimari, sesaat membuat semua orang terdiam tampa ada yang mengajukan pertanyaan.

"..."Stela nampak menunjukan wajah sedikit mengkerut, begitu pula semua orang disana.

"Baiklah, jika tak ada yang memberi jawaban, biarkan saya melanjutkan kata-kata saya," Kimari nampak meremas tanganya diatas meja pertemuan dan mata awas menatap semua undangan rapat itu dengan seksama. "Untuk ini Saya ingin memberi usul untuk memberikan tanggung jawab ini pada Noctis sang pangeran,"Ucap Kimari, dan serentak semua nampak terkaget mendengarnya.

"Ta-tak mungkin jika masalah sebesar itu diberikan pada pangeran saat ini juga,"Ucap Stela yang ada disana.

"Namun kita tak punya pilihan, Nona Stela kudengar ada penghianat dalam kerajaan ini, kita tak bisa memberikan jabatan ini pada sembarangan orang, tak ada orang yang bisa dipercaya sekaligus bawahan kepercayaan kita sendiri,"Ucap Kimari.

"INTRUPSI! Tuan Kimari namun pangeran masih?!,"Ucap Larsa.

"Tidak semuanya! Kimari benar semua Kita tak bisa melakukan apa-pun! Hanya ini yang kita bisa lakukan,"Ucap Gada menghelah nafas. "Hanya Pangeran Noctis yang bisa melakukan ini dan menghimpun pasukan agar kita berperang,"Ucap Gada.

"Yang Muliah?!,"Cor memandang Noctis yang tak memberi expresi apa-pun hanya terdiam.

"Semua tergantung pada keputusan anda,"Ucap Kimari sembari menghelah nafas, melirik Noctis. "Mohon perintah anda, kita tak bisa membiarkan bencana ini terus berlangsung,"Ucapnya.

"Noct,"Sakura terdiam ia berdiri tepat dibelakang bangku diduduki Noctis, ia sadar semua rekan Cor, Gladialous, Ignis, Rain atau Prampto nampak gelisa dengan hal ini, pun Sakura pun dapat melihat punggung tegap Noctis nampak tergetar hebat, tentu ia tahu, beban yang diemban Noctis sangatlah besar dan beresiko.

"Kami akan memberi kesempatan anda untuk memikirkanya ini dalam tiga harian da harus memberi kepastian Yang-mulia waktu kita tak banyak lagi,"Ucap Gada.

"Aku akan kembali ke Ronsso untuk menghimpun bala tentara kami,"Ucap Kimari sembari berdiri dari bangkunya lalu meninggalkan ruangan lebih dulu dari yang lainya. "Kami akan siap perang kapan saja,"Usai itu semua undangan meninggalkan ruang rapat begitu saja, terkecuali Cor, Stela, Noctis, bersama para guardianya.

"Kita tak punya pilihan lain, maafkan aku Yang-mulia,"Ucap Cor dengan wajah nampak kusut.

"Ini bukan salahmu Cor, kita tak bisa mengambil resiko akan masalah lebih jauh,"Ucap Noctis.

"UHG! Kita benar-benar dalam masalah,"Ucap Prampto, menjambak surai pirangnya dengan raut jengkel.

"Noct!,"Stela mendekati Noctis lalu memegang tanganya. Raut khawatir nampak tersirat diwajahnya. "Ji-jika memang akan menjadi seperti ini, Jangan Khawatir aku selalu ada untuk mendukungmu,"Ucap Stelah dengan lembut ia mengusap lembut jemari Noctis, sembagai bentuk rasa dukungan.

"...Ya, terima kasih Stelah,"Ucap Noctis lalu mereka meninggalkan ruangan itu menuju tempat peristrahatan yang telah disediakan.

MALAM HARI :

"Noctis?! Kau belum tidur?,"Tanya Sakura, sementara Noctis nampak terdiam menatap suasana sunyi langit didesa Lyefa, para korban dapat tidur lebih nyaman setelah mendapatkan kondisi mengerikan dinegri Lucis. Sakura duduk tak jauh dari Noctis, yang masih menatap langit.

"Ada yang menganggu pikiranmu?,"Tanya Sakura.

"Entahlah,"Jawab Noctis detar.

"Apa kau takut?,"Ucap Sakura, membuat Noctis memandanginya.

"Tidak, aku rasa hal itu-,"Ucap Noctis dengan tatapan kosong, dan Sakura memotongnya.

"Kau bohongkan?!,"Ucap Sakura.

"Tidak,"Ucapnya Singkat.

"A-aku bisa menatap itu dari sinar matamu Noctis, maafkan kelancanganku namun, kurasa kau tak perlu menyembunyikan hal ini dariku, kita temankan?,"Tanya Sakura dengan senyuman.

"Jangan berpikir untuk memberi ungkapan kasihanmu padaku, Sakura,"Ucap Noctis.

"Aku tak mengasihanimu Noctis! Aku hanya mengatakan apa yang ada dihatiku,"Ucap Sakura. "Maaf jika aku menyinggungmu, maafkan aku Noctis,"Ucap Sakura dengan nada sedih, dan membuat Sakura membuang mukanya kerah lain, sementara Noctis mendekati gadis itu.

"Ya tak apa-apa maafkan aku juga, Sesungguhnya tentu aku takut dan memanglah takut Sakura,"Ucap Noctis dengan bola mata memerah dihadapan. "Tapi apa-pun yang akan terjadi nanti aku tak bisa menyesalinya, yang harus kulakukan hanyalah melakukan apa yang bisa kulakukan,"Ucap Noctis. "Aku tak bisa membiarkan bencana berkepanjangan ini melanda Lucis terus-menerus, aku tak bisa membiarkan nyawa tak berdosa menghilang begitu saja,"Usai mengatakan itu, Sakura memandang wajah Noctis dengan raut sedih, Sakura nampak memandang mata Safir milik Noctis yang nampak begitu rapuh dan pundak Noctis nampak tergetar.

"Tenang saja, Aku pasti akan mendukungmu, tidak kami semua akan selalu bersamamu,"Ucap Sakura sembari mendekat tersenyum tampa sadar memeluk tubuh lelaki satu satunya pangeran dari penerus Raja masa depan Caleum.

"Kau yakin aku mampu!?,"Tanya Noctis dengan nada hampa, Kini Sakura merasakan pundak Noctis yang nampak bergetar hebat seolah terkoneksi dengan tubuhnya. Sementara Noctis hanya membalas pelukan pada tubuh kecil Sakura lalu membenamkan kepalanya pada pundak kecil gadis itu, dan merasakan kenyamanan disana.

"Tentu! Aku percaya padamu,"Ucap Sakura dengan nada tegas dan membelai rambut hitam Noctis yang nampak begitu halus, selang beberapa menit perlahan Noctis dan Sakura akan melepas pelukan mereka, hingga wajah keduanya saling memandang satu sama lain.

"Sakura,"Sebuah suara rendah Noctis terdengar perlahan menyusuri insi telinga Sakura, nafas rendah yang dingin milik Noctis nampak menyapu jarak diantara keduanya, dan itu membuat Sakura tak bisa bergerak dari tempatnya, tangan yang agak kekar milik Noctis yang bebas nampak memegang pipinya dengan halus, sementara tangan satunya lagi masih memegang pinggang Sakura, iris biru safir milik pemuda itu memancarkan tatapan sendu membuat jantung Sakura berdegup atau lompat dari posisinya.

"Aku,"

Bola mata hijau Sakura membulat lebar, merasakan benda kenyal tepat dihadapan bibirnya beberapa detik kemudian, sebuah benda kenyal berupa bibir tipis milik Noctis meraup bibir Sakura dengan lembut dengan ritme yang lambat, membuat Sakura terbuai dalam ciuman yang Noctis berikan, entah apa yang Noctis pikirkan, Sakura tak bisa memikirkan apa-pun hanya terdiam dan memperdalam ciuman mereka. Tampa menyadari keberadaan Rain diujung ruangan dengan tatapan yang sulit diartikan.

[BERSAMBUNG]

Rabu maret 16 2016


[:CERITA SINGKAT:]


Suatu hari dirumah Author yang indah(?), seorang manusia(?) Nampak disibukan dengan PS4 ditanganya, dan sedang main game The Devision versi 2016 tampa menyadari kedatangan seseorang yang tak diundang, dengan indahnya langsung menendang pintu kamar tak berprikepintuan~"

BRAAAAAKK!

"Author! Hentikan mainya, dan urus semua pesan masuk dari Facebook dan MGS Fanfic sekarang,"Ucap lelaki tampan, berkaca mata, dengan suara flamboyan, bernama Ignis yang baru saja merusak pintu kamar Author.

"Eh! Nanti aja ngelanjutin ceritanya,"Ucap Author hanya memandang sebentar lalu fokus kembali pada gamenya, dan sebuah seretan langsung terjadi.

"Glad?,"Panggil Ignis.

"Oke!?,"Jawab Gladiolus memasuki ruangan.

"OIII GLADIOLUS LEPASINN!,"Author berontak saat langsung diseret paksa oleh Gladiolus untuk mengurus seluruh tugas dan cerita fanfic yang belum kelar.

"Oke All mulai dari [Info khusus] : seputar dunia game, [Curhatan Author]: yang tidak jelas, dan sampai ke [Tanya jawab] ini adalah rangkuman buatan Author, semoga dinikmati dan dibaca sampai habis,"Ucap Ignis.

"Oke Next,"Ucap Gladiolus.


[INFO KHUSUS :]


Halo teman -teman aku datang dengan info baru (buka berkas) oke kali ini kabar pertama datang Dari Naruto series game play barunya membuat game ini sangat antusias dimainkan para gamer karna cerita yang kuat dan juga berbobot, dibanding pendahulunya dapat menaikan Rating gamenya menjadi lebih luas dari series terdahulunya, namun game Naruto memiliki masalah yang amat sangat mengecewakan dari gameplay yang dimainkan di PC. Dan kabar kedua kembali datang dari Squerenix tentang Kabar Final fantasy 7 yang mendapat remek dan dijual dengan perchapters, ada kabar lagi dari FF15 yang menunjukan perubahan baru dibagian Gamplaynya. Final fantasy 15 memiliki Gemplay dan sin baru muncul diYoutube (kalau mau lihat langsung aja liat diChanell saya) dan gosip ini cukup terdengar sampai ditelinga gamer FF-lovers, gosipnya Final-Fantasy akan fix hadir ditahun ini dan endingnya bakalan sedih.

Author : Tapi malah saya sih ngarapin Rilis dulu deh jangan php lagi, kebanyakan Treiler selama 10 tahun bikin kepala saya tambah mumet deh.

Noctis : kan ada Treiler barukan?

Author : Ya kalau mau liat Treilernya mungkin bisa lihat di Youtube saya atas nama ( channel/UC-r2KPWEmTRmPFHBcwUVqpg) atas nama Lightning Shun dengan. Kalau bisa disub soalnya itu aku baru bikin.#PROMOSI TERSELUBUNG.

Sakura :Selanjutnya #NEXT!


[CURHAT AUTHOR:]


Hai saya kembali dan ini adalah tempat curhatan Author yang baru~ hehe! Dichapters 10 kemarin benar-benar membuat saya sebagai penulis cerita ini bahagia sekaligus bingung-eh?. Saat iseng - iseng aku log-in aku mendapat kabar bahwa beberapa pembaca ternyata suka pada karakter oc-ku, yang bernama Rain yang karakternya ada seorang Mage, aku gak sangka ada yang menyukai karakter yang memang kubuat itu. Rain sendiri sebelumnya muncul bukan karna asal bikin, jadi Rain ini adalah OC-daviant art yang dulu kugambar dengan namanya pada tahun 2011, dan dulu aku pernah membuat karakter di gambar oc yang akan dilombakan dan aku juara tiga. Katanya karakternya cukup menonjol ya syukurlah kalau begitu, berarti aku berhasil membuat cerita yang diharapkan, BTW mungkin kenapa Author jarang menyambangi dunia Fanfic ya akhir-akhir ini banyak pekerjaan didunia nyata, dan juga game-game baru yang sayang untuk Author lewatkan(?) Apa lagi game The Devision yang rilis kemarin dan lebih bagus dari saat open betanya dan beberapa game dari Rock-star yang juga ngebuat GTA, ya jadinya aku mau juga mau menikmati game itu dulu makanya waktu pembuatan ceritanya rada molor! (Maaf ya all).

Rain : jadi itu yang membuat cerita ini molor?!

Naruto : Authornya gak bertanggung jawab nih!

Prampto : Next!


[TANYA JAWAB :]


CherystyFlorenza chapter 10 . Mar 7

Lanjut dhonk thor.. ditunggu kelanjutanya Lho!

Me : terimakasi banyak dah baca#KISS


meong chapter 10 . Mar 3

kyaaaak lanjut.

Me : ia ini dah lanjut ade? :)


Guest chapter 10 . Feb 20

Lanjut

Me :Siap!


Guest chapter 10 . Feb 19

Waw Sakura Kerenn

Me : makasih :3


cumi cumi chapter 10 . Feb 17

apa cuma gua yang merasa nih para oc di ceritanya pada keren? Ada Rain yang Mage tapi orangnya sangat setia kawan hampir ketipu gw kirain beneran ada rain di Final fantasy ojh ternyata cuma oc toh...kalau aku sih suka sama si Shun kok jadi Oc dia paling misterius dari awal dan sekarang ketahuan dia itu sebenarnya Dewa...eeeeeh tapi kenapa Rain selalu mimpiin sakura padahal selama ini keduanya gak kelihatan Frist loh...aku cuka ocnya kk :3

Me : Serius suka OCku Mi? Aww aku terharu banget :3 makasi ya dek, tapi soal mimpi rain itu masih rahasia pengarang jadi sabar ya -_-.


ZhuhongAles chapter 10 . Feb 15

Hello! masih ingat saya? creator dari Fanfic aether yang ganti nama (gak usah di sebut penname saya apa sebelumnya soalnya saya lagi di kuntit sama orang kalo pakek nama yg dulu). ceritanya makin tegang dan saya jadi ship sakura x rain karena menurut saya, Oc mu ini mage yang imut dan lebih menggemaskan daripada noctis xD #digampar. well, soal haters yang bilang gak boleh ship sakura x noctis, kayaknya mereka cuman sampah sampah bertebaran yang WAJIB di acuhkan. semua orang punya hak dong mau ship siapa x siapa, apa masalahnya? toh mereka juga bukan orang yang menyiptakan sakura haruno. geez, pretend they never exist, haters gonna hate.

Me : Ya sebenarnya soal Haters ya waktu baca sempat down juga saya pas mau nulis jadi down, tapi bagi saya selama masih ada yang ngedukung cerita ini, akan tetap saya lanjutkan! A-are?! Kau suka Rain Awww! T,T ARIGATOOOOWW aku gak nyangka ada yang Ship sakura ama rain nanti kalau itu terjadi ceritanya bakal gimana ya :v,

-_- btw author Chan? MANA LANJUTAN AETHERNYA KEMANA? Dirimu mem-phpku dengan lama, heheh-ditunggu lanjutanya jangan Disconnet ya.


saki chapter 10 . Feb 13

KYAAA... Sugoii ,,keren ..

Aku tunggu lho Chap selanjutnya...

Soal haters ma kagak usah di peduli ,,biarkan aja mereka berkembang.. hehe#Semangat ea ;)

Me :Terima kasih Saki nantikan kelanjutanya ya.


Kazama Sakura chapter 10 . Feb 8

wah sudah berapa lama ga mampir ke fandom ini. :D

jd inget DF yang masih ngestuck di jalan, moga" bisa segera menyusul penasaran apa yg bakal dilakuin Noct haters, ga usah dianggap karena haters adalah fans yang belum terketuk hatinya. mereka masih berpikir sempit tanpa melihat seni dari sebuah crack pair :Dg ada yg salah kok bikin pair dari dua fandom berbeda. toh, ini fanfiction lho. yang motonya 'unleash your imagination' :P btw mungkin seperti yg udah" sih, cukup perbaikan di tanda baca dan spasi. sejauh ini isinya juga bagus banyak juga fic FFXV crossover yang bagus. coba baca fic ClaireFrascalia misalnya. beliau menulis di fandom crossover FFXV dan FFXIII :D dengan alur plot yang luar biasa bagus. padahal waktu itu FFXV aka FF versus XIII masih minim info, tapi author ybs bisa menggabungkan unsur" dari kedua fandom menjadi sebuah cerita yg luar biasa. :D #ayengefans

Me : Kazama-chan (nari ala penari hula-hula) eh soal Claire Frascila, ah sama kok aku juga pengemar beratnya, sayang dia gak bisa ouplod sering-sering karna sibuk kuliah! :3 yang pasti Noctis dan Sakura, Rain, Glaid, Ignis dan prampto akan dilibatkan dalam berbagai medan dan masalah dengan skala yang lebih besar, dan juga para pemeran pendukung selalu ada. Aku akan berusaha terus memperbaiki tulisan dan melakukan hal yang terbaik terimakasih dukung aku lagi, dan mohon bimbinganya, #HUG


Devi chapter 10 . Feb 6

Min sebelumnya terima kasih karna sudah dilanjutkan tapi ada kalimat yg kurang sopan sebelum2nya ya tidak ada pas aku baca kaya sedikit marah ya terpaksa lanjutin ceritanya ya maaf kalo marah

Me : Gak marah kok aku malah senang ada yang mau baca dan mau mengajarkan untuk kearah yang lebih baik, aku memang memakai kata-kata kasar dipart sebelumnya memang karna sebuah kekesalan setiap tokoh utama dalam cerita ini, ya makasih,#HUG.


Nivans erlangga chapter 10 . Feb 3

NEXT lanjutanya mana :3

Me : Udah ada nih.


Menma chapter 10 . Feb 3

Sakura-chan keren bnget... duh bgu suka sekali ceritanya. Pnsaran sam Rain. Up terus.

Me : Diusahakan agar tetap lanjut tolong bantu dukunganya ya.


Satsuki Narita chapter 10 . Feb 2

BAHHHH? Kakoiii Lighiting Shun Nii-san XD

Me : Arigatou Baka-Imoto-chan ^_^ (HUG)


Harulisnachan chapter 10 . Feb 2

wah akhirnya dah dilanjut lagi, makasih ya kak dah ngelanjutin ff nya, ff nya makin keren loh :), kak jangan dengerin kata" haters, biarin aja mereka ngoceh sampe berbusah, toh pasti mereka juga bakal berenti sendiri,

yg penting kakak harus tetap semangat, ff kakak banyak yg suka ini ko :)tetap semangat y kak

di tunggu lanjutan nya

Me : Terimakasi Haru tampa dukunganmu juga aku gak bakal Uploud sebanyak ini, dukung terus ya XD.


Banci Bohay chapter 10 . Feb 1

I love you mimin? -3- akhirnya kau datang.

Me : I love you to My Big-broters ;3 thangs atas kedatanganya dan masih mau baca.


Arisato yukito chapter 10 . Feb 1

Kesanya kok saya gak baca Fanfic tapi baca novel online perlembar :)

Me : Ah! Mafuyu-nii makasi atas pujianya, tapi karya saya ini belum ada apa-apanya dari buatan mafuyu-nii makasi aku makin semangat nulisnya.#HUG


Tampan Gaming chapter 10 . Feb 1

www...gak nyangka bakal jadi episode yang agak tragis juga ya? Gue sih awalnya mikirnya elo hanya bikin cerita dengan pembunuhan pada monster atau orang-orang yang tampa nama? Ternyata banyak juga kejadian karakter protagonis yang mati Babenya Rain tuh Elit militer ya? Ia sih Gue pernah dengar dari temen : prajurit itu bisa pulang dengan selamat dan juga bisa pulang tinggal name doang/ btw RAIN INI SEBENARNYA SIAPPPAAA WOY KOK DIA PUNYA TANDA KERAJAAN! APA DIA SODARAANN AMA SI NOCTIS?.

Me : ya apa boleh buat bro, secara alur yang kubuat RPG dan juga berusaha membuat storynya panjang dan dalam, jadi apa-pun itu bisa terjadi dalam cerita perang seperti ini. Ah soal Rain siapa masih rahasia, sabarya Sob!#HUG!


Berry uchiha chapter 10 . Feb 1

hai kak, thanks dah update...cerita mu semakin menarik, tapi di hilangkan typo nya dong...dah chapter 10 kok masih banyak typo, terlihat krg bagus..

Me : Aku akan berusaha baik-dan lebih baik lagi, jadi harap maklum, ya ini juga proses belajar bagi Author.


nekotsuki chapter 10 . Jan 31

lanjutkan thor..

walaupun banyak haters tpi tetep semangat. g usah peduliin mereka *gomen para haters*

oke thor lanjutkan secepatnya jangan lama update nya. ;)semangat... \(0.0)/

Me : AKU AKAN BERUSAHA SEBAIK MUNGKIN /(OAO)/ #HUG N KISS.


Terror Bird chapter 10 . Jan 31

whew ada lightning-nya, kenapa sasuke kaga ada ?Saya berharap ada sasuke-nya, dan bertemu dengan lightning..Sepertinya belum pernah ada fic dengan pairing lightning x sasuke, pasti bakalan keren !Maaf kalau saya kaga pernah me-review.

Me : gak apa-apa idemu bagus juga tapi nanti saya coba deh kalau bisa(?) Tunggu lanjutanya lagi ya..


Cadis E Raizel chapter 10 . Jan 30

Gk usah pikirin haters, Kak! Anggap aja mereka kasih support ke kakak! Masalah crackpair, aku juga prnah buat. Gpp tuh, malah bnyak yg suka kan?Masalah Sakura cuma buat Sasuke, apa yg lain gak nyadar, ya kan? Kalo Sakura cuma buat Sasuke, so pasti Sasuke cuma buat Sakura,dong! Lalu knpa bisa ada pair SasuHina,SasuKarin dll. Brarti yg buat pair itu juga menyalahi hak cipta MK dong. Makanya gak perlu diambil hati kak. Mana tau mereka itu fans kakak. Lagian, FF nya bagus kok. aku , ini review pertamaku ya?

Me : Ia memang sih! Tak ada hak bagi Haters mengatakan ini padaku, ya awalnya aku sempat down beberapa hari dan setelah itu aku berusaha menguasai diri dan kembali menulis, ya aku tahu aku bukan penulis yang sempurna namun aku menganggap ini sebagai proses pelajaran bagiku, terimakasi atas dukunganya.


Saisah chapter 10 . Jan 30

Author jangan dengerin Heaters mereka cuma sirik, jujur aku juga gak terlalu suka sasuke sih Lanjut terus berkariya

Me : Ia makasi Saisah! Aku memang gak suka sasuke tapi bukan berarti kita menghujat seseorang, ya rasa suka setiap orang beda-bedakan.


Ferrish0407 chapter 10 . Jan 30

fbnya apa? hum, aku SSL tpi suka saku noctis. gara gara ni ff. sp bila g naruto gk boleh digabung sm final fantasy. trus crossover buat apaan? aku jg salah ini hinata hater dan gk pernah bca ff ttg hinata. klo misalkan gk suka ffnya ya gk usah dibaca. gitu kok repot. aku jdi ikutan marah lo lighting san. udah gk usah dipeduliin ni cerita keren lo. aku suka dan selalu nungguin. pokoknya jng di discontinoed ya. aku bnyak recomendasiim ni ff le ssl buat dibaca dan mereka jg tertarik saku noctis. pokoknya lanjut trus.

Me : Kalau dibilang marah Broh! Pastilah marah, tapi kalau dipikirin lagi buat apa juga menghadapi orang, yang hanya menghujat dan gak tau bertapa kerasnya menuangkan ide dalam suatu cerita, dan mencuri-curi waktu dengan kehidupanyataku, aku akan lanjut selama ada orang yang ngedukung cerita ini,JADI MOHON DUKUNGANYA!


[AKHIR]

Ya makasi banget atas semua dukungan kalian, tampa kalian Saya gak bakal sampai dengan chapters banyak, jadi mohon dukunganya, klik mengikuti dan memberi komen dibawah dan maaf jika ada salah salah pada penulisan bagaimana pun author masihlah tahap pada pembelajaraan...sampai jumpa dichapters depan :)