Bola mata hijau Sakura membulat lebar, merasakan benda kenyal tepat dihadapan bibirnya beberapa detik kemudian, sebuah benda kenyal berupa bibir tipis milik Noctis meraup bibir Sakura dengan lembut dengan ritme yang lambat, membuat Sakura terbuai dalam ciuman yang Noctis berikan, entah apa yang Noctis pikirkan, Sakura tak bisa memikirkan apa-pun hanya terdiam dan memperdalam ciuman mereka. Tampa menyadari keberadaan Rain diujung ruangan dengan tatapan yang sulit diartikan.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
Badai ditanah Lucis (3/3)
"Huh! Apa yang kita mulai hari ini?!,"Tanya Prompto, memandang Gladialos dan Rain, kebetulan hanya ketiganya yang berkumpul dikeadaan pagi buta, suasana desa Lyfa nampak sepi dan berembun, memberikan kenyamanan tersendiri untuk mood mereka bertiga.
"Bukankah Ignis tadi bersama kita?,"Tanya Gladiolus memandang Rain dan Prompto bergantian bersamaan wajah Prompto mengeleng penuh sementara, Rain masih kalem dan menatap dingin seperti biasanya.
"Dia menemui salah Tuan-Eros, untuk beberapa pertanyaan jelas Rain Singkat. Pagi itu Ignis sedang menemui orang, Sakura dan Noctis masih tidur dikamar masing-masing sementara Gladiolus, Prompto dan Rain memang telah bangun dari awal.
"Ah! Rain?, guci kecil itu?,"Tanya Prompto melirik, sebuah rantai yang melingkar dileher Rain dengan bandul berbentuk Guci kecil yang berisi sesuatu dan diikat sekuat mungkin agar tak jatuh.
"Ya aku sedikit mengambil abu dari Jazad Ayahku, dan menaruhnya dalam leontin guci ini, agar saat aku bertarung ia selalu bersamaku,"Ucap Rain dengan nada kecil. "Dan sebagian abunya kusimpan ditempat yang aman dulu, akan kuambil jika masalah ini berakhir,"Ucapnya.
"Baiklah, So kurasa sekarang waktunya membangunkan kedua orang itu?,"Ucap Gladiolus dengan wajah tersenyum. "Sebaiknya Prampto bangunkan Noctis dan Kau Rain bangunkan Sakura,"Ucap Gladiolus.
"Hoy kenapa Rain membangunkan Sakura sementara aku harus membangunkan Noctis,"Ucap Prompto.
"Jika kau bangunkan Sakura kau pasti mencari-cari kesempatan, sementara Rain diakan pemuda sopan melebihimu,"Sindir Gladiolus.
"Hoy-hoy tak adil,"Racau Prompto.
"Hehehe.."Sementara Gladiolus hanya tertawa kecil.
"Lalu kau mau kemana?,"Tanya Prampto dengan tatapan masam, memasang wajah kesal sementara Rain hanya terdiam dengan raut tidak peduli.
"Aku akan menemui Cor dipangkalanya, kurasa dia sedang mengumpulkan pasukan bersama Buron,"Ucap Gladiolus dan akhirnya Prompto hanya mengangguk sementara Rain hanya terdiam saja. Lalu menjauh karna ruangan kamar Sakura dan Noctis
"Apa benar tidak apa-apa,"Pikir Prompto, lalu menatap punggun Rain yang menjauh dari pandanganya.
[Rain Shin]
Inilah Awal Rain didepan pintu kamar Sakura, mengetuk kamar berulang kali dan memanggil nama Sakura dengan normal, dan Rain menyadari jika kamar tersebut tak terkunci hanya tertutup rapat saja.
"Apa dia sudah bangun!?,"Ucap Rain, sembari menghelah nafas lalu memutar kenop pintu, dan saat dibuka Ia hanya bisa memandang dengan menghelah nafas panjang.
Sosok yang dipanggilnya ternyata masih terlelap dibaluti selimut yang menempel pada gadis itu, seperti sebuah kepompong, rambut merah mudah yang nampak acak-acakan nampak tertidur dengan mata terlihat sedikit menghitam dibawa matanya dan nampak samar, apa gadis ini habis tak tidur semalaman.
"Ahng?! Ra-Rain maaf aku tak tahu jika ini sudah pagi,"Ucap Sakura yang mengosok wajahnya yang nampak kaku dan telah menemukan lelaki itu duduk dipinggir tempat tidur, dengan wajah datar.
"Aku menemukan pintu kamarmu tidak kau kunci,"Jelas Rain datar bahkan tak merasa serba salah karna perbuatanya yang telah,masuk dikamar seorang gadis. Ia lalu mengambil sebuah lemon disamping meja kasur yang memang disiapkan sebuah piring berisi buah disana, dan tiba-tiba entah kenapa buah itu langsung terbelah menjadi dua dengan sendirinya, ditambah Rain lalu membekukan kedua belahan lemon hingga beku menjadi Es, dengan sedikit kemampuan sihir es didua tanganya.
"A-apa yang kaulakukan dengan lemon itu, Rain,"Tanya Sakura dan Rain tak menjawab lalu tiba-tiba mencengkaram bahu Sakura amat kuat, dan membuat gadis itu tampa aba-aba terkulai kembali diatas kasur. Dengan bersamaan dengan jarak Rain yang secara tiba-tiba sudah diatasnya. "Tu-Tunggu apa yang kau lakukan?!,"Ucap Sakura kaget, Sakura menjadi panic dengan sempurna, apa Rain akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya, detak jantung Sakura benar-benar amat terpacu sekarang dan masih membulatkan matanya memandang wajah Rain dengan pandang dingin dan tak mengucapkan apa-pun tangan Rain bergerak mengambil sesuatu tiba-tiba dua melon beku langsung ditempelkan Rain dikelopak mata Sakura.
"Eh!?,"
"Diamlah! Matamu kurang tidur, biarkan lemon itu menyegarkan matamu selama 5 menit, baru bangunlah dari kasur,"Jawab Rain datar lalu menyingkir dari atas tubuh Sakura dan kembali duduk dipinggir ranjang sembari membuang muka dari Sakura, dan dia malah memunculkan sebuah buku ditanganya dan mulai membaca bukunya itu. "Tenanglah aku bukan pemuda kurang-ajar yang berani, menyerang seorang wanita diatas tempat tidur,"Jawabnya datar membuat Sakura, menelan ludahnya dengan susah payah, gadis itu menahan rona merah diwajahnya, mengapa dia merasakan debaran yang tak menentu dihatinya.
"Apa mungkin gara-gara semalam!,"
Pikir Rain yang teringat dengan kejadian semalam dimana, ia mengingat memandang Noctis dan Sakura tadi malam.
[Parompto Shin]
Berbeda dengan Rain yang awalnya mengetuk Sopan pintu kamar Sakura, dan masuk pelan-pelan, beda pula Si-Prompto yang langsung masuk begitu saja kekamar sang pangeran, dimana sang-prince-charming nampak masih tertidur dan tak akan terbangun dari mimpinya, jauh dengan Sakura yang tidur dengan pakean yang utuh, Noctis tidur dan melepas atasnya hingga hanya mengunakan tang-top hitam, lalu kemeja hitamnya tersampir rapi diujung kepala kursi kamar.
Rambut sang Pangeran yang nampak berantakan, dan tidur dengan gaya papan, dimana itu gaya tidur lurus, namun lengan tangan kirinya sengaja ditempelkan menutup matanya, Noctis memang tripikal seseorang yang selalu tidur dengan amat tenang dan Prompto hanya mengeleng memandangi sang pangeranya masih tidur dengan kalem.
"Prince beuty, haruskah aku memanggil para kesatria wanita didesa atau (Author :pembaca~ ups bercanda)?ini dan mencium sang pangeran agar terbangun dari kutukan?!,"Bisik Prompto yang malah mendramatisir memainkan tanganya seolah dia adalah penyihir yang tengah berakting disebuah drama opera sabun, Prompto melakukanya dengan cengiran geli melihat cara tidur sahabatnya itu dan menyamakan Noctis dengan cerita putri Aurora, kisah putri raja yang tertidur karna sebuah kutukan.
Prampto mendekati ranjang lalu duduk disamping kasur dan nampaknya Noctis tak terganggu dengan kedatangan seseorang disampingnya, itu membuat Prompto menggeleng gemas sembari tersenyum sinis, tangan iseng Prompto mendekati wajah Noctis, hendak ingin menepuk wajah Si pangeran tidur namun tindakanya lalu berhenti dengan cepat.
Apa yang membuat Prompto berhenti? Bukankah selama ini dia kadang ratusan atau ribuan kali menjahili sang Pangeran, entah itu dengan percikan air, menaruh serangga, meniupkan trompet, berteriak ditelinga Noctis, atau menampar wajah sang pengeran tampan tersebut, tapi ia berhentu setelah melihat bekas hitam dibawah mata Noctis yang mungkin saja.
Noctis kurang tidur. "Uh tak biasanya Noctis begini, biasanya dia selalu tepat pada waktunya!?,"Pikir Prompto memandang raut lelah pada wajah sang Pangeran.
Prompto melirik beberapa Mawar yang berada divas bunga dan mengambilnya, ia lalu memotong beberapa kelopak diletakan diatas piring cangkir kecil yang terbuat dari logam, dan dengan sedikit sihir api yang ia pelajari dari Rain langsung muncul dari tanganya, Api itu mengarah pada mawar itu mulai terbakar dan mengumpalkan asap-asap pada kelopak mawar yang terbakar.
"Setidaknya ini dapat membantu," Ucap Prompto meletakan piring kecil itu didekat kepala Noctis, dan membiarkan Noctis mencium bau mawar hutan yang dibakarnya, Mawar Hutan cocok untuk seseorang yang kekelahan dan susah tidur, dengan begini Noctis bisa menenangkan dirinya, setidaknya pemuda pirang itu bisa menunggu sang pangeran bangun 5 atau 10 menit lagi.
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
Pertemuan saat semuanya berkumpul, Reaksi Sakura dan Noctis membuat perasaanya sedikit canggung, saat kejadian kemarin malam, reaksi yang ditimbulkan keduanya saat mereka bertemu hanyalah, rona tipis yang nampak keluar dari wajah Noctis dan wajah Sakura, sementara Prampto yang melihat keduanya hanya terbengong-bengong, dan Rain hanya memandang tak peduli.
"Latihan,"Sakura mengedipkan matanya beberapa kali memandang Cor, mengajak Sakura dan yang lainya untuk adu kejantanan(?) Diarena latihan, Biasanya hal ini digunakan untuk pemanasan sebelum misi berlangsung.
Sakura diminta melawan 5 lelaki besar? Yang diambil dalam kumpulan anak buah Cor. "Oi-oi Cor-san beneran nih!?,"Tanya Gladiolus pada Cor sementara lelaki itu mengangguk mantap.
"Ini arena latihan tenanglah kalian juga akan dapat giliran,"Ucap Cor starkatis membuat Prompto hanya menelan ludah dengan susah.
Awalnya Sakura sudah dikelilingi lima lelaki dengan badan besar, dengan tinggi 190 mengunakan Stungun. Mata jadenya nampak memperhatikan semua pandangan dengan serius, menatap pergerakan dengan serius. Saat sebuah Stun Gun beralih pada Sakura, gadis itu menghindari dengan cukup lihai, ia memandang semua senjata Stun-gun yang mengarah padanya, dan perlahan menutup matanya dan-"
BUAG!
PAGG!
TAFFKK!
Bola mata Hijau Sakura yang terpejam kembali terbuka, melihat sekeliling, mendapati keadaan para anak buah Cor masih sehat ditempatnya berdiri, tapi yang menjadi target Sakura, adalah Senjata Stun-gun yang dipegang lawanya tengah hancur dan terpekur ditanal, tak bisa dipakai lagi, karna Sakura menghancurkanya.
"Baiklah, kemarilah Asakura,"Ucap Cor menghelah nafas berat ya, dia tahu jika kemampuan penghancur Sakura selalu keluar membuat decak kagum dari semua orang.
"Kau hebat Sakura,"Ucap Prompto langsung memeluk Sakura gemas, layaknya anak kecil yang baru diajak keduvan, Sakura hanya tersenyum menanggapi Prompto yang memiliki sisi kekanakan ini, lalu membelai kepala pirang itu.
"Terimakasi,"Jawab Sakura tulus, sementara Gladiolus mengeleng menatap sisi Prompto yang seperti itu.
"Oke sekarang Noctis dan Rain," Ucap Cor datar.
"Eh!,"
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
"Rain dan Noc-"Muka Sakura nampak terperengah mendengar ucapan dari Cor, Sakura hanya merasa, menduelkan Rain dan Noctis tidak begitu pas, kenapa Noctis tak melawan Gladiolus yang mengunakan pedang atau Ignis penguna belati, atau Prampto penguna dual Gun kenapa harus Rain.
"Rain Vs Noctis,"Ucap Cor, kembali terdengar lalu keduanya mendengar intruksi tersebut membuat keduanya, mengangguk den memasang wajah datar ala mereka.
"Kenapa harus Rain?!,"Ucap Sakura bingung.
"Sakura?" Panggil Gladiolus dengan seulas senyum misterius. "Memang selama ini Rain tak pernah mengunakan kemampuanya secara penuh saat kau bersama kita, karna dia adalah Suport-team, tapi sebenarnya dia bukan hanya memiliki kemampuan itu,"Ucap Gladiolus dengan tersenyum. "Tapi , alur serangan Rain yang sebenarnya adalah petarung jarak dekat,"Ucapnya.
"Eh?!,"
"Rain sama denganmu? Saat bertarung sendiri dibaris depan meski job penyihir, Rain tak mengunakan sihir-loh, dia sama denganmu! Bertarung tampa tongkat sihir,"Ucap Prampto, membuat Sakura semakin bingung.
"Rain penguna kemampuan Materia~arts, jadi dia bertarung tampa mengunakan senjata, sama-hal denganmu!,"Ucap Ignis datar sementara Sakura lalu terdiam, dan memandang kearah arena latihan.
Noctis mulai tampa aba-aba lalu mendekati Rain setelah mengsumon pedang yang biasa dipegangnya lalu, mendekati Rain yang hanya berdiri mematung tampa mengunakan senjata.
PRAAANGGG!
SYAAAATT!
Rain lalu menatap hunusan benda tajam Noctis diwajahnya lalu sesaat menghindari serangan, dengan bersalto kedepan dan melompat lalu, dalam berapa detik ia sudah berdiri diatas pedang Noctis dan menjadikan pijakan pada ujung Senjata Noctis. "Kuharap kau tak ragu-ragu,"Jawab Noctis. Memandang Rain datar setelah Rain terdiam lalu tubuhnya bersalto kebelakang hingga kaki Rain kembali telah berpijak ditanah.
"Aku tak pernah Ragu-ragu dalam latihan Noct,"Jawab Rain starkatis lalu berlari mendekat lalu melompati Noctis dan memberikan tiga tendangan beruntun pada bahu, pinggang dan senjata Noctis hingga terpental dari tanganya.
PRAAANGGG!
Karna serangan itu membuat Noctis terpukul mundur sedikit kebelakang, lalu mengarahkan tangan kearah senjatanya, tiba-tiba senjata itu kembali ketangan pemiliknya. "Aku tahu dan itu yang kuharapkan!,"Ucap Noctis lalu mengenggam pedangnya dengan kuat, lalu menghilang secepat kilat dan langsung muncul dibelakang Rain dan-"
SYAAATTT!
PRAAAANNGGG!
Rain berhasil terpukul mundur kebelakang sesabet bekas lurus dari pedang Noctis membuat luka gores dipipi Rain, namun pemuda itu juga berhasil mengaktifkan Mana-Shield tipis ditubuhnya membuat dia mendapat sedikit Damage, mengurangi dampak sabetan Noctis. Namun serangan Noctis tak sampai disitu saja.
"Lumayan,"Ucap Rain datar mengelap sedikit darah dari pipinya dengan ibu jarinya, kedua pemuda menjeda nafas berat untuk gerakan selanjutnya. Noctis kembali menghilang dari tempatnya berdiri dan tiba-tiba hadir disamping Rain lalu menyabet tubuh Rain, namun hanya menerima serangan pada udara Kosong.
SHYYYYSSSTTT!
PRAAAAANGGG!
THAAANNNGGG!
Baik Noctis Rain benar-benar Fokus menumbangkan lawan masing-masing. Terlihat Noctis yang menyerang dan mengunakan kemampuan pedangnya dan teleportnya dalam beberapa serangan, sementara Rain sejak tadi juga melawan dengan memblok serangan Noctis, dan menyerang perut dan titik cela serangan Noctis yang terbuka, dan melihat baik-baik lalu pemuda itu mendang titik tumpul pedang Noctis atau beberapa kali menghindari serangan dengan gaya Akrobatik dan keringanan tubuhnya.
"Mereka kuat sekali? Roote Padahal sudah bertarung lebih dari 10 Menit?!,"Ucap Larsa yang entah kenapa sudah disana dan berdiri disamping Cor.
"Rain memang salah satu, yang terunggul dikaum penyihir meski dia seorang ras manusia,"Ucap Poco yang menghelah nafas.
"Terkadang Status anak itu saja yang membuat Rain selalu direndahkan oleh semua orang,"Jawab sebuah suara dan itu suara, Eros menghelah nafas panjang,"Ya mengingat orang-orang kepercayaan kerajaan selalu diambil dari keluarga ternama dan juga kalangan bangsawan, membuat status Rain yang seorang anak teknisi kerajaan selalu dianggap rendah.
"Ya! Rain memang memiliki kemampuan diatas rata-rata! Baik dibidang Alcenemis, Fisik dan Suports, dia yang memiliki kemampuan Seorang Mage saja tetap bisa menjadi petarung digaris depan,"Ucap Cor.
"Nee Sakura? Apa diduniamu sistem keamana atau prajurit harus dari kalangan atas?!,"Bisik Prompto pelan, membuat Sakura mengeleng dengan pasti.
"Tidak! Di negaraku semua boleh menjadi Ninja atau apa-pun jika dia mengingginkanya,"Jawab Sakura.
yang juga
"Namun terkedang adli manusia kalangan atas, yang menganggap orang derajad bawa, hanyalah segorok sampah, aku ingin pangeran kelak mengangkat negri ini, menjadi sesuatu dimana tak ada perbedaan satupun,"Ucap Cor, Sakura hanya tersenyum simpul dibibir tipisnya dibalik kata-kata Cor, jelas nampak tersampir harapan dimana itu adalah harapan semua orang inginkan.
PRANG!
TARKK!
Sepasang mata semua orang nampak masih sangat fokus, dimana mereka berdua masih memandang Noctis dan Rain beradu kemampuan. Tidak tanggung-tanggung Noctis dan Rain saling menyerang titik lemah masing-masing, sampai sebuah Suara mengagetkan keduanya.
"CUKUP!,"Teriak Cor. Membuat Noctis dan Rain berhenti seketika, dimana ujung pedang tajam Noctis sudah berada dileher Rain, dan tangan Rain sudah siap nendang tulang Rusuk Noctis, yang bebas dari pantauanya, bersamaan sebuah tepuk tangan dari orang-orang yang puas melihat kemampuan keduanya.
"Tak buruk,"Ucap Noctis.
"Kau juga,"Sambung Rain lalu keduanya tersenyum dengan amat tipis, bersamaan Rangkulan erat Prompto pada Noctis tak terhindarkan ,sementara tangan halus dari Ignis langsung membelai rambut hitam Rain, sementara Gladiolus lalu tersenyum melihat kedua lelaki itu, Cor sedikit bersyukur Rain terlahir sebagai rekan Noctis bukan Musuhnya.
Sementara yang memandang kebersamaan semua lelaki itu disamping Cor, hanya tersenyum Sakura tahu bahwa jalan yang dia tempuh masilah lama didunia ini ia tak bisa pulang sekarang. Tempat ini mengajarkan semua pengalaman serta pelajaran.
semua itu mengajarkanya tentang berbagai hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, disemesta atau dimensi ternyata terdapat semesta yang lain.
Dimana terdapat terdapat sebuah dunia lain, yang juga memiliki masalah yang amat besar didalamnya.
Ingatanya menginggatkanya pada lautan manusia yang mati dikonoha, perangan yang ditimbulkan benar-benar membuat semua hancur, dan airmata yang turun dipelupuk mata mereka dan juga hati mereka. Kematian orang-orang yang pergi sia-sia, Sarutobi sang Hokage ke3, Minato Hokage ke4, Itachi,Guru Asuma,Neji, lalu Ayah\ibunya dan semua orang yang tak bisa disebutkan satu persatu, semuanya.
"Aku tak ingin kehancuran itu, kembali terulang,"Ucap Sakura dalam hati, mengepalkan tanganya kuat-kuat rautnya berubah seketika. "Kami~Sama kuat-kan aku,"
PUK!
Sebuah tepukan halus membuat lamunan Sakura membuyar seketika, menatap wajah Noctis terlihat dihadapanya. Bersamaan seulas senyuman tulus dibalik tatapan es sang pangeran, membuat desiran kuat dari hati sang Kunochi, sebuah desiran aneh didetak jantungnya.
Kedua mata saling pandangan dalam beberapa detik, nampaknya malam itu telah mengubah perasaan keduanya, dan status hubungan yang lebih dari sosok seorang guardian, nampaknya hal itu dapat dirasakan oleh rekan-rekanya yang lain. Prompto yang memandang keduanya hanya tersenyum manis, sementara Gladiolus dan Ignis saling memandang dengan raut wajah yang menyatakan 'Dugaan kita benar', Sementara Rain hanya memandang keduanya dengan tatapan dingin lalu membuang tatapan kearah yang lain. "Apa apa Sakura,"Tanya Noctis dengan nada datar yang lembut.
"Aku baik-baik saja, Noct,"Ucap Sakura memandang mata sendu pangeran, seolah tatapan yang membuat beban Sakura sedikit terangkat.
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
Portal besar terlihat terbuka lebar disekitar area hutan perbatasan Insomia, dan terlihat lima sosok keluar dari sana. Terlihat jelas lambang ikat kepala didahi mereka dan itu adalah lambang Konoha.
"Astaga tempat ini?,"Seorang gadis nampak memandang takjub dengan apa yang dilihatnya setelah melewat tempat ini, ia sedikit menyampirkan surai indigo miliknya terterbangkan angin.
"Hinata bisakah kau mengecek keadaan sekitar sini?,"Tanya sosok lelaki berambut kuning yang tak lain adalah Naruto. Selain Naruto dan Hinata, Kakasi dan terlihat Sasuke Sai juga Ino disana.
"BIAKUGAN!,"Bola Hinata merincing tajam, dengan segel biakuganya telah diaktifkan. Bola matanya mengecek setiap sudut dari jarak yang 1 M. "Aku melihat kota terbakar dalam amat luas sekala hancur tak jauh dari sini,"Ucap Hinata tajam.
"Minaaa! AWASSS!,"Sebuah suara dari Ino terdengar secara tiba-tiba memunculkan sebuah pergeseran tanah membuat mereka menjauh memunculkan sekumpulan goblin nampak bermunculan dari tanah yang hancur dan itu tak hanya lima dan sekitar 20 goblin.
"H-HEWAN APA INI?,"Jerit Naruto dengan rasa kaget setelah mengandeng kekashinya Hinata, gerakan bukan hanya lincah, tapi cepat dengan sebuah Beam laser dari mata mereka.
"CHIDORI!," Sebuah sabetan petir nampak muncul dari tangan Sasuke, dan tubuh Sasuke melompat kearah kumpulan Goblin dan menghantamkan bola petir itu pada mereka, namun serangan itu hanya menghancurkan lima dari puluhan.
"Nampaknya mereka tak bisa dikalahkan dengan mudah,"Bisik Ino dengan pandangan melotot, Sai lalu menarik Ino saat sebuah pentungan berupa serangan epick Goblin yang mematikan hendak mengarahkan kearah Ino.
SAAARRRKKK!
"Minna Serangan dari arah berbeda, Aku dengan Hinata, dengan Sasuke dan Naruto juga Sai dengan Ino,"Ucap Kakashi.
"Sudah dimulai!,"Mata Shun terpenjam memandang dingin Kawanan Konochi tengah bertarung melawan para Goblin dari atas pohon, dan tak disadari oleh mereka. "Karna mereka adalah kepingan masa depan yang akan jadi kenyataan, tak akan kubiarkan runtuh dulu,"Shun bangkit dari posisinya yang duduk dari atas dahan dan berdiri.
"Apa ini adalah salah satu alasanmu untuk diam?!,"Ucap Noir yang berdiri disampingnya, dia mengambil sebuah rokok dari kantung jaketnya yang membakar rokoknya dengan api yang muncul ditanganya.
"Tidak,"Ucap Shun langsung membalas, pandangan serius nampak ditampakan diwajahnya rupawanya. "Aku hanya, membiarkan semuanya sampai takdir itu terlaksana,"Jawab Shun.
"Susah juga menjadi Dewa antar dimensi, kau yang tahu segalanya juga wajar mengalami kesulitan. Tapi kau sudah mengetahui semuanya dan menunggu,"Jawab Noir.
"Mungkin,"Ucap Shun menghelah nafas. "Kini Takdir Rain telah terhubung dan akan mengikatnya pada Noctis, meski semua memerlukan waktu untuk memilih,"Shun menghelah nafas memikirkan sesuatu. Dan masalahnya dua putra dewa yang membuat masalah itu,"
"Apa?! Kau akan bermasalah dengan mereka,"Noir melotot.
"Kau tahu Noir, menjadi orang yang tahu segalanya juga bukan anugera yang baik, aku tak ingin mengantungkan semuanya dengan akhir yang membawa rasa sakit dihati semua orang,"Ucap Shun.
"Jika itu demikian,"Noir terdiam mata lelaki berambut merah itu menandang Shun tajam nan penuh arti, pada Shun lalu memojokan Shun didinding Pohon, lalu kedua mata mereka saling memandang. "Jika demikian kau mementingkan seluruh takdir orang-orang itu, bagaimana denganmu, bagaimana permintaanmu? Bagaimana harapanmu dan takdirmu,"Tanyanya tajam membuat Shun memandang getir.
"..."Shun terdiam, dan hanya menundukan wajahnya tak ingin memandang wajah pria dihadapanya.
"Dengar aku! Aku tak rela membiarkanmu mengakhirinya dengan-,"Bola mata Noir membulat dan mengantungkan ucapanya, kau berharga bagiku, Kau dan Saya! Kalian sangat penting tak ada yang lain lagi,"Bola mata Shun membulat saat nama 'Saya' terdengar ditelinganya. "Kau adalah Sudaraku, yang paling penting bagiku, jauh sebelum kau menjadi seorang yang menjadi dewa, kita berdua adalah sudara yang kekal sampai mati kau dan Aku,"Noir menghembuskan nafas frustasinya lalu membuang pandangan kearah lain.
Shun terdiam seulas senyuman tipis lalu, penuh arti diberikan pada Noir. "Terimakasih my brother,"
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
Suara angin berhembus tajam disekitar hutan, bersamaan kekuatan yang nampak bermunculan dari para Konochi, mereka telah melakukan berbagai upaya, untuk mengurangi lawan yang hanya berkurang sangat sedikit dari jumlah mereka, menangani musuh seperti ini cukup menyulitkan bagi kelimanya.
"LIGHTVLASRET!"Sebuah suara keras seorang wanita. Bersamaan sebuah cahaya petir yang mengeluar dari ujung pedangnya, Surai merah mudanya nampak tersampir indah, mata tajam melalang buana indah, dengan gerakan secepat angin nampak membuat Goblin itu terpukul mundur.
"!,"Sasuke terperangah memandang sosok tak dikenal nampak berdiri angun, sosok wanita cantik bersurai ikal berambut gula kapas yang tersampir dibahu kirinya, bola mata tajamnya yang beriris hijau kelam memandang amat terbias indah, tubuh indah yang ramping terbalut armor dan pedang merah ditangan, dengan helaian mawar mengelilinginya, nampak membuat fokus Sasuke dalam pertarungan benar-benar berubah.
"Kelemahanya ada dikepalanya! Seranglah dibagian itu,"Ucap wanita itu, dan tiba-tiba dia langsung menyerang Goblin yang siap memberi serangan balasan, ucapanya membuat semuanya tersadar dan kembali dalam pertarungan.
"Siapa kau sebenarnya!,"Tanya Sasuke dengan pandangan amat menandakan ketertarikan, meskipun Sasuke tetap memasang wajah waspadanya yang telah ia dempul diinernya kuat-kuat.
"Tak penting,"Ulas gadis itu kuat dan tajam, ia membuang pandangan pada arah lain dan maju menghadapi para Goblin. Kesan pertama bagi Naruto dan lainya minus Sasuke adalah' Wanita itu sangat Cuek sekali'.
"Sepertinya kalian ada dalam masalah, boleh aku bergabung?"Tanya Shun
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
"Bicara?!,"Raut Buron menatap tajam, Noctis saat sang pangeran memandang Cor dan Buron yang awalnya sedang membicarakan sesuatu.
"Ada apa Noct!,"Tatap Stela memandang sosok Noctis yang tak biasanya, ia lalu mendekati sahabat masa kecilnya dan memegang lenganya.
"Aku baik-baik saja," Noctis memandang lembut, pada gadis berambut panjang pirang, yang seolah berkata semuanya akan baik-baik saja.
"Mohon dengar apa yang ingin kusampaikan,"Ucap Noctis mengarahkan pandanganya pada Cor dan Buron tegas membuat tak ada satu-pun suara yang terdengar, membuat Cor mendengkus lalu menganggukan kepala.
"Baiklah mari berbincang,"Ucap Cor datar.
"Seperti kita harus melakukan penyelidikan malam ini?!,"Ucap Noctis.
"Penyelidikan?,"Tanya Buron.
"Apa maksutmu Noct-to?,"Wajah Cemberut nampak terlihat pada raut Prompto dan juga Komandan Buron sementara Noctis hanya memutar mata dengan bosan, sementara Stela, Ignis, Rain, Gladiolus dan Sakura hanya memasang raut wajah menunggu.
"Saat ini Cantrella sedang menduduki perbatasan, Aoro yang membatasi negara Insomia, malam ini aku ingin kalian semua menyiapkan diri untuk serangan malam, Cor aku ingin kau dan beberapa orang akan mencoba menghancurkan beberapa Fasilitas serangan air mereka,"Ucap Noctis. Sementara semua mengangguk dan hingga sebuah pandangan Noctis tertuju Sakura, seulas pandangan Khawatir terdesir disana.
"..."Sakura tak mengatakan apa-pun hanya memandang wajah Noctis dengan, raut menunggu jawaban, setelah bertempur dengan Noctis dan lainya, Sakura tahu jika dia sudah mempersiapkan hatinya untuk ini.
"Sakura Aku ingin kau-"Ucapan Noctis terpotong, saat Sakura lalu mengeleng pelan, memandang Noctis dengan senyuman yakin.
"Aku akan lakukan semampuku,"Ucap Sakura. Ya Sakura hanya menyatakan itu, berjuang dan berjuang ia tak akan merepotkan siapapun ini perang bukan.
"Baiklah Semua malam nanti kita bagi dua tugas menjadi dua kelompok Sakura, Rain dan Prompto, dan biar aku, ignis dan Noctis,"Ucap Gladiolus.
"Baiklah kalian akan masuk duluan setelah kami,"Ucap Cor memandang mereka semua, mereka mengangguk pasti dengan rencana itu.
OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO÷÷÷OOO
Malamnya!
Suara desingan mesin terdengar mengema, bersamaan rentetan nada tapak kaki, yang bermunculan kesana-kemari disebuah Dermaga Aoro dipinggiran kota Insomia, kesibukan orang-orang nampak terlihat kemana-mana, para prajurit nampak mondar-mandir mengurus sesuatu, yang ada dalam kotak kayu yang dibawa oleh kapal perang mereka.
Disebuah semak-semak dipinggir dermaga, terlihat Noctis, Ignis dan Gladiolus tampa ketahuan. "Mari urus satu target yang didepan, kita akan memasuki area tampa ketahuan,"bisik Ignis, melirik seorang lelaki penjaga dipinggir semak-semak.
"Baiklah aku saja, apa kau siap Gladiolus," ucap Noctis lalu Ignis menyerah sebuah Degger pada Noctis, sementara Gladiolus langsung mengangguk. Noctis lalu memegang bahu Gladiolus dan mereka berdua langsung menghilang, menyisahkan Ignis disana, yang tetap ditempatnya lalu menghubungi beberapa rekanya dari alat radio signal kabel yang tertempel ditelinganya.
"Minna!? Noctis sudah bergerak,"Jawab Ignis tampa aba-aba langsung mematikan alat radio, lalu memandang sekitar dengan teliti.
Noctis Teleport secara tiba-tiba dibelakang Penjaga yang lengah bersamaan dengan Gladiolus, dan Noctis langsung menikam leher Penjaga dengan mengunakan Degger membuat sang penjaga langsung mati, namun sebelum penjaga jatuh ketanah, Gladiolus langsung menangkap tubuh penjaga dan membuangnya diilalang.
[Rain bagaimana disana, kami sudah membersihkan seorang digerbang depan!?],"Ucap Gladiolus dari radio.
"Baiklah kalau begitu! Tadi aku melihat Sakura ada diatas sebuah Box besar diutara, dia sedang memantaunya dengan Prompto, sebelum kami memisahkan diri,"Ucap Rain datar mendengar dan merespon Gladiolus.
[Hei- semuanya Prompto disini!],"Ucap sebuah suara cukup kekanakan diteam mereka.
"[Status],"Jawab Ignis cepat.
"[Kami sudah menyelinap digudang senjata dan kami sudah mendapatkan beberapa tawanan],"Jelas Prompto.
"[Tinggal menunggu kapan menolong mereka],"Jawab Ignis.
"[Dimana kau Rain?],"Panggil Noctis.
"Aku berada dibagian utara dermaga, nampaknya disini banyak perkemahan yang sengaja dibuat, untuk pasukan perairan Centrall sedang mengumpulkan bubuk mesiu dan-"
"HEI!,"Seorang menangkap basah Rain dalam sebuah Kemah, dan Rain mau tak mau lalu berlari kearah sang petugas dan mengakhiri hidupnya kali itu juga.
"Maaf tadi aku dipergoki!,"Ucap Rain sembari menghelah nafas, lalu menyeret Petugas untuk disembunyikan dalam sekotak lumbung ilalang, yang nampaknya segaja diletakan disana sebelum insident ini dimulai.
"Rain,"Panggil seseorang bersuara rendahmaskulin nampak terdengar ditelinga, dan itu adalah seorang penjaga.
"..."Tampa aba-aba Rain mendekat lalu menyerangnya, dan dengan sigap sang penjaga menahan seranganya.
"Hoi - Hoi ini aku!,"Ucap Penjaga itu dan seketika. BRUSSH!. Kepulan asap putih sedikit berhebus dan digantikan oleh sosok Sakura haruno. "Hai Rain," hal itu membuat mulut Rain terbuka lebar layaknya ikan koi, membuat Sakura terkikik pelan.
"Setidaknya kau harusnya sudah tahu soal aku tuan Rain,"Ucap Sakura sembari terkikik lalu merapal jutsu hingga tubuhnya kembali menjadi seperti si penjaga tadi.
"Aku tak menyangka kau bisa ada disini lumayan cepat juga dari atas box itu sampai disini,"Ucap Rain.
"Tidak! Selain aku mengunakan Jutsu perubahan, aku juga mengunakan Tehnik bayangan, hingga tubuhku bisa terbelah menjadi lebih dari satu,"Ucap Sakura dengan timbre sedikit maskulin.
"Dasar kau tak bilang soal kemampuanmu yang ini pada kami,"Ucap Rain sementara Sakura hanya meringis.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?,"Tanya Sakura pada Rain, sementara lelaki itu memandang Serius Sakura dan langsung mendekati kotak kayu terdekatnya. Ia lalu mengambil sesuatu dari kantongnya dan ukuranya selebar telapak tangan dan disisipkan disana.
"Menghancurkan semua benda ini!,"Ucap Rain datar.
"Dengan Itu maksutmu?,"Tanya Sakura polos melihat benda bulat berwarna hitam ditangan Rain, mendengar ucapan Sakura Rain hanya menatap dan memandang gadis itu datar, tatapan Sakura sedikit merinding saat pandangan mata keduanya bertemu, lalu wajah Rain yang awalnya datar berubah secara tiba-tiba ketika sudut bibir Rain tertarik menampakan senyum samar diwajahnya, yang parasnya juga amat rupawan.
"Kau benar-benar polos,"Ucap Rain masih Tersenyum lalu mengeleng kepalanya santai, memandang Sakura yang mematung memandangi Raut langkah pemuda didepanya entah wajah Sakura terlihat merona. Rain adalah tripikal laki-laki yang jarang menampilkan emosinya, semuanya selalu datar diwajah pemuda itu, membuat Sakura merasakan ada sebuah sengatan mahnet dihatinya. "Ini sebenarnya adalah Bom waktu milik Prompto dia membaginya padaku dan juga pada Glad,"Ucap Rain.
"A-aku mengerti,"Ucap Sakura membuang muka, lalu Rain memanggil Sakura perlahan.
"Sakura bisakah Kau memancing beberapa penjaga, Akan pergi memasuki beberapa Kemah dan meletakan beberapa bom disana sebelum bomnya Aktif,"Ucap Rain.
"O-oke!,"Ucap Sakura lalu berjalan keluar, dengan kemampuan Ninja penyamaran, Sakura mengikuti semua intruksi Rain padanya, dan Rain kembali menghubungi Ignis dan lainya agar tidak menyerang Sakura yang mode menyamar.
SETELAH ITU :
"[Semuanya aku menemukan Lokasi ]," Ucap Bayangan Sakura yang nampak memperhatikan sebuah Kemah aneh ditengah wilayah Dermaga, yang memiliki banyak penjaga dan setelah mengintip disamping perkemahan ia melihat para manusia disana dengan kondisi ketakutan, membuat Sakura tak bisa memperhatikanya lama-lama dan Sang Bayangan memutuskan Menghilang.
"Bagus Sakura!,"Ucap Gladiolus yang saat itu berada disamping Noctis dan Ignis.
[Teman-teman! apa semua bomnya sudah terpasang? Badanku keram lama lama diposisi seperti ini] Kelu Suara Prompto terdengar memelas dan frustasi.
[Ayolah Prampto, jangan merengek didaerah perang, aku akan mengarah padamu Sekarang!] Sebuah Suara dan itu adalah Suara dari Stela.
[Kami akan Siap menyerbu kapan saja] Ucap Cor terdengar serius.
"Jangan Dulu beri kami sedikit waktu memeriksa lokasi Terakhir, agar supaya tak ada korban jiwa,"Ucap Ignis kemudian yang sedang berbicara lewat radio.
[Baiklah] Ucapnya lalu menghelah nafas.
"Nampaknya saat ini kita harus mengiring para Robot-robot itu jauh dari perkemahan,"Ucap Ignis kemudian memandang Noctis.
"Ayo selesaikan ini!,"Ucap Noctis lalu mendekati tempat yang penuh dengan pandangan mengarah pada sebuah Robot besar, yang menjaga perkemahan Cantrella yang dikomfirmasi Sakura terdapat banyak Tahanan didalamnya.
Tampa yang disadari seorang gadis dengan armor hitam dan berambut putih sepinggang nampak memandang dari jarak jauh, kearah Noctis dan lainya.
Sakura dan Rain bergerak bersama-sama secara secara perlahan, rencana yang mereka buat dengan sungguh-sungguh tak boleh gagal malam ini, namun bola mata Rain membola, merubah expresinya, berubah derastis dan membatu secara tiba-tiba, bersamaan sebuah bayang samar diotaknya.
Sebuah cahaya indah, apa ini ingatan atau ilusi?
Ingatan putih bersih, sosok indah padang rumput, terlihat seorang wanita berdiri disana, dan Rain hanya bisa memandang punggung wanita itu dalam diam.
[Rain PoV]
Rasanya lapang sekali, dunia yang kurasakan ini
Aku merasa merindukanya.
Hawanya, baunya, aku merasa pernah merasa ada disana, aku pernah tinggal disana.
Air mataku jatuh lagi tampa ada penahanya. Wanita itu berbalik tersenyum senduh, lalu mendekatiku yang membatu ditempat, dan pandanganku mengabur bersamaan pelukanya yang erat pada sosoku yang rapuh ini, aku yang naiv ini sangat menginginkanya pelukan yang kurindukan, pelukan yang kunantikan, aku tak perduli lagi dengan siapa atau apa wanita itu, aku memang tak tahu siapa dia, tapi aku memiliki keyakinan untuk bertemu dan memastikan hubunganya dengan wanita itu.
Daun yang hijau
[Midoriiro no ha]
Mereka berterbangan
[Karera wa tobimasu]
Mengucapkan salam pada langit dan awan
[Sora to kumo ni aisatsu]
Aku tersesat dan beterbangan
[Watashi wa ushinawareta to hirahira shite imasu]
Kebulan atau dilangit malam...dan mengucapkan salam perpisahan.
[Tsuki e no, matawa yozora de to itte wakare]
[Badai ditanah Lucis 3 End]
[Bersambung]
[Rabu - Maret - 30 - 2016]
Next
[Wanita berarmor Hitam]
[:CERITA SINGKAT:]
Me : Halo semuanya?
Pembaca: Siapa lu?
Me: Heeh! Kejamnya~ Baru beberapa bulan aku ninggalin fandom ini udah dilupain gitu aja... *pundung*
Noctis: Ya iyalah! Orang yang udah menghilang memang wajar hilang dari ingatan manusia!
Me: Widih! tuh perkataan.. *natap sinis*
Sakura: Hora-hora itu hanya bercanda, jangan ambil hati.
Me : Terimakasi *energi hidup bangkit lagi*
Shun: *Senyum* Ganbatte thor! Jangan terburu2, lagian gakada reader yang nungguin update-an ceritamu kok!*Evil smile*
Me: Heh! Shun kamu itu mau ngasih semangat atau mau bikin aku makin pundung, hah?!
Prompto: Dua2nya kali! Ya udah! Kebanyakan bacot nih
Rain : Buruan mulai! Entar para reader langsung nekan tombol back lagi gara2 bosen dengerin jeritan frustasimu, itu sangat memalukan!
Me: Lama2 gue bacok juga nih anak..(Natap Rain dan Shun)
Gladiolus : Oke dari pada basa-basi langung, NEXT!
[:INFO KHUSUS:]
Oke hari ini saya ada pengumuman Khusus katanya, PS4, PC, X30 dan XBOX1 akan menikah(?) Ahm..maksutnya adalah terendus rumor bahwa berbagai pihak game siap menyambungkan stip pada setiap sistem, hingga bisa dimainkan dalam server yang sama, Jadi kalau biasanya buat dirimu-dirimu yang biasanya sedih kalau main online Metal geard tapi mainya dips4 dan pengen main sama diPC, maka kebahagiaan itu akan terlaksana beberapa bulan kedepan.
Naruto : Next.
[TANYA JAWAB]
nyan-yukka
mana kelanjutanya...?
Kok gk diterusin sih,thor. Kan ceritanya bagus..T_T
Suka banget noctsaku nya..;'3
Dilanjutin ya...SEMANGAT
Me : Masih kok! Tenang aja aku senang ada juga yang mulai suka pair ini ;p
ferrish0407
baru baca, baru ada kuota :) yeeyyy update. oh ya aku mau nanya dari smua karakter yg ada di naruto. knp lightning san pake sakura? pngen tahu aja sih :) makasih ya sudah mau melanjutkan ff ni. aku slalu mendukungmu kok lightning san. :)
Me ; Alasanya mungkin dia figur yang cantik, kuat dan juga amat sempurna untuk cerita ini :v, dan aku pikir cewek strong cocok juga awalnya temanku mengusulkan aku memasangkan dia dengan ino atau Hinata, tapi entah kenapa kurasa tak cocok.
Mar 23 c11 Tahir
Ah?jadi Noctis dan dia sudah mulai sesuatu :)
Me : entah lah..ehm! O_+
Mar 20 c11 meong
Kyaaay akhirnya Noctis dan Sakura udah lope-lope, trus kok Rain geliatin gituh Ah! Panic meter naik! Aku penasaaaaraaaaaannnn!
Me : hehehe panic meter beneran naik ya? Ah aku harap gak ampe masuk rumah sakit karna Panik meternya kambuh ade :p
Mar 20 c11 1Arisato yukito
Ia dengar-dengar sih kabarnya begitu tahun ini bakal rilis tuh FF15 tapi ya masih gosip-gosip tetangga sih(?)
Btw kapan anda memberi saya I'd The Devision buat mabar bersama :)
Me : aku beharap itu bukan hanya bisik-bisik tetangga sih! Aku harap itu adalah kepastian karna game ini dah kutunggu sejak lama\ ah untuk I'd The Devision nanti kupm ya gan :b.
Mar 19 c11 8Satsuki Narita
Kyaaaa waduh apa yang dipikirkan Rain ya saat Sakura ama Noctis berciuman aku benar-benar senang di part ini XD
Me : ya walaupun saya sendiri menganggap, maap bubunya kurang ya tapi makasi dukunganya.
Mar 19 c11 Nivans erlangga
Wah-Wah Noctis dah mulai kearah romance ternyata Noctis ada rasa juga ya :O lanjutanya mana Thor oploud kelet ya :p
Me : Sebenarnya dah lama ingin buat sin ini tapi lupa dan akhirnya membiarkan ceritanya jalan sampai ketahap dimana itu mungkin(?).
Mar 18 c11 Ark
Jadi pensaran ama shun gua rain juga aduh kok jadi dilema oc telalu keren atau mata gua yg kena katarak?
Btw udah mulai romance ya?
Me : Honto! Aduh jangan Dilema dong, saya nanti kena demam baper nih!
Mar 18 c11 Saki Q
Yeeee... Udah Lanjut Rupanya.. XD
Makin Seru ajh nie thorrrr...Yeeee... Udah Lanjut Rupanya.. XD Makin Seru ajh nie thor...
Me : aku berterimakasi atas dukunganya SakiQ
Mar 17 c11 AdiknyaSasori
Waah~ ceritanya makin seru aja kak.. Maaf nih saya baru nge review di chap 11.. :-D Ditunggu ya kak kelanjutan ceritanya.. * hehehehe, kalo bisa sih di update kilat..
Me : Yah diusahakan agar gak molor, soalnya didunia nyata juga banyak urusan apa lagi PLN yang melucu(?) Atau diseret paman untuk jaga ponakan benar-benar menyulitkan (pundung) well aku akan usaha semaksimal mungkin.
Mar 17 c9 Terror Bird
Jangan2 Rain anaknya NoctSaku dari masa depan... JENG-JENG #plak
Me : kasih tahu gak ya :D masih rahasia. Silahkan berasumsi.
Mar 17 c11 Saisah
Akhirnya setelah nunggu lama ada juga lanjutannya..!
Apa ini bakal jadi cinta segi lima atau enam? (Rain,Sakura,noctis,luna,stella) atau tambah sasuke.
Me : waduh gak kabayang bakal cinta sepanjang itu tapi ya kita liat aja bakal seperti apa ceritanya.
Mar 16 c11 i'Chandra
Sugoi desuuu...! Sakura keren bgt... tp di sini yg bikin penasaran tuh hubungan Rain sm Sakura, makin misterius aja... terus terus.. Shun juga
Btw... Sasuke menganjurkan masuk portal... nah nah nah... author-san apa nanti ada adegan Sasuke ketemu Noctis...? I'm curious... pengen liat reaksi karakter2nyamau jadi gimana nih alurnya... Greged abizz...!Semangat update terus yaaa...!
Me : aduh makasi banget buat Chandra aku senang dapat komentar positif begini...hehe pasti bakal kulanjutkan Kalau sin Noctis ketemu sasuke aku buka spoiler pasti (ada) dan memang banyak karakter yang kubuat ternyata disukain juga makasi atas dukunganya, aku pasti bakal lanjutin.
Mar 16 c11 Terror Bird
Waow NoctSaku sudah mulai 'itu2' ya... Sepertinya Rain ada perasaan sama Sakura ya #menduga-duga
Woah thanks yah udah mau pertimbangin ide pairnya
Pasti saya tunggu kelanjutannya, semangat!
Me : Sama-sama senang juga bisa mendapatkan ide yang bagus.
[AKHIR]
Maaf gak Ficnya gak-sebanyak biasanya, karna Saya harus pergi kesebuah pedalaman menemani paman saya untuk menjaga Ponakan dan selain itu juga disini mini listrik dan internetan. Terima kasi atas dukunganya dicerita aku yang abal-abal ini, tolong berikan saya masukan untuk beberapa part, bantuanya adalah berikan masukan untuk alur cerita karna saya rada bingung biasalah penyakit penulis Stak! Jadi tolong beri masukan aku ya...yang alurnya menarik akan dipakai diSin cerita di Fic ini.
Oke saya Author pergi dulu babay :D
