Daun yang hijau
[Midoriiro no ha]
Mereka berterbangan
[Karera wa tobimasu]
Mengucapkan salam pada langit dan awan
[Sora to kumo ni aisatsu]
Aku tersesat dan beterbangan
[Watashi wa ushinawareta to hirahira shite imasu]
Kebulan atau dilangit malam...dan mengucapkan salam perpisahan.
[Tsuki e no, matawa yozora de to itte wakare]
Selamat tinggal
[Sayonara]
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
Wanita berarmor Hitam
Rain memandang kesegala penjuru, menemukan dirinya berpijak diatas tanah berbatu dengan pasir lembut sebagai alas kaki, ia tak menemukan kakinya memakai alas, bola mata jadenya memandang segala arah, mendapati dia berada disebuah padang rumput yang luas dengan langit berembun memandakan waktu yang menunjukan pagi hari.
"Aku berada dimana, bukankah tadi aku berada didermaga tapi mengapa aku-,"Rain tak melanjutkan kata-katanya karna melihat seorang wanita berdiri tepat berada tak terlalu jauh didepanya.
"..."Rain tak mengatakan apa-pun saat melihat wanita itu ia hanya berusaha mendekat dan menimbulkan sedikit gemersik rerumputan panjang menyentuh kakinya.
"Aku selalu menunggu hari dimana kita bertemu lagi,"Ucap wanita itu tampa menoleh kebelakang Rain hanya terdiam, mendengar wanita sekitar 30-tahun itu nampak berbicara.
"..."
"Aku selalu menunggumu dan berharap kau selalu dilindungi oleh yang maha-kuasa, Kau tahu selain aku dia terus menunggumu,"Ucap Wanita itu nampak terdengar paraw nampak terputus seperti akan menangis.
"Siapa yang menungguku? Siapa kamu? Dan mengapa kau menangis,"Ucap Rain dengan tatapan sedih, ia tak tahu berkata apa saat ini. Dia selalu mendapatkan pengelihatan tak masuk akal dan memberikan gambaran-gambaran aneh tampa kejelasan, sejujurnya Rain merasa kesal saat ini, hatinya selalu kalut dengan semua ini dia merasa muak.
Tes
"..."Namun ucapanya kembali bungkap tampa bisa mengatakan apa-pun, ia memandang kearah ditempatnya berpijak, bola matanya memerah secarah tiba-tiba dan mengeluarkan lelehan sungai kecil disana.
Tes
"Kau juga menangis bukankah begitu?!,"Tanyanya pada Rain, Wanita itu berbalik kearah Rain, dan lengan putih wanita itu mengarah ke wajah lelaki tampan itu, jemarinya yang mungil dan ramping menelusuri wajah Rain lalu memegang wajah pemuda itu.
Tes
"Aku akan menantikanmu!,"Suara seorang lelaki terdengar berat membuat bola mata jade, Rain membulat mendapati dibelakangnya muncul seseorang lelaki tampan sekitar 30 atau 40, dengan pandangan biru safir dan tersenyum lembut.
"Kau siapa?,"Rain dibuat bingung dengan kedatangan lelaki tampan yang seolah tak asing, pria mengunakan tux hitam, dan setelan rapi, dari penampilan dan wajahnya yang tampan dengan rambut sedikit berantakan, ia mengelus rambut Rain lembut.
"Jika kau siap kau akan mengetahuinya, aku mempercayaimu sampai dimana kau yang memilih,"Sedetik mengatakan itu, Rain sudah dalam pelukan sang lelaki yang mendekapnya dengan erat, wanita itu memandang sendu dan ikut-ikutan memeluknya dengan sangat erat.
Sedetik kemudian, iris matanya yang sebelumnya memerah secara samar berubah menjadi hijau kembali, bola matanya pun mulai menutup. Rain menutup dan menerima pelukan mereka, seolah telah lama menginginkan pelukan itu.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"RAIIINNN!," Kini bola mata Rain membulat tersadar, mendapati wajah Sakura memandanginya dengan tatapan mempelototinya.
"Eh!,"Rain belum bisa mencerna apa yang terjadi, setelah 20 detik. Ia baru sadar bahwa dia ada diarena perang sekarang.
"Aku merasa agak aneh tiba-tiba kau berhenti bergerak, Apa kau melamun!,"Tanya Sakura, lalu menarik tangan Rain untuk lari.
[Semuanya silahkan menyingkir! Aku akan mengaktifkan bom yang sudah terpasang disetiap tenda] Intruksi terdengar dari mulut Promto lewat pembicaraan alat sambungan tampa kabel, dengan sangat terlihat bahagia.
"Eh! Tunggu sebentar,"Ucap Sakura dengan panic, namun nampaknya suara Sakura tak tertangkap oleh radio Prompto dan-"
DUAARRR! DUAARRR! DUAARRR!
"GYAAAAHHH!,"
Rentetan ledakan terbentuk dalam satu serangan, bersamaan hancurnya beberapa perkemahan yang berisis bubuk mesiu, bersamaan Cor, Buron, Stela dan pasukan terpilih nampak menghambur masuk hingga terjadi kepanikan, untuk itu Noctis, Gladilous, dan Ignis memanfaatkan kesibukan orang-orang untuk melepaskan tahanan-tahanan lain yang berada ditenda utama.
"Jalankan perintah A, Sakura kau mendengarku?,"Panggil Gladiolus.
[Ya aku dengar, hosh-hosh-hosh!]Ucap Sakura terdengar bernafas lelah, membuat wajah Glad, Noctis dan Ignis saling memandang satu sama lain.
"Kalian kenapa?!,"Tanya Ignis.
[Setidaknya kecerobohan Prompto tidak membunuh kita!] Terdengar suara cetus Rain terdengar sinis sekarang.
[Ahahaha..] Kemudian Terdengar sebuah miris dari Prompto, yang dipastikan lelaki tampan bersurai pirang itu sedang pundung disebrang sana.
[CUKUP! BASA BASINYA! LAKUKAN APA YANG HARUS KALIAN LAKUKAN! SEKARANG!]Suara bentakan keras langsung dilayangkan oleh Buron, membuatnya terdiam dan kembali ketugas masing-masing.
Q
Noctis kembali memasuki kemah memandang, puluhan pasang mata memandangnya dengan tatapan memelas dan mengenaskan. Kondisi puluhan manusia dalam tenda terlihat mengenaskan, beberapa orang prajurit memasuki kemah dan untuk membebaskan semua tawanan.
"Dengar semuanya, ayo kita pergi ikut rute kami untuk kabur, dan untuk para tawanan laki-laki tolong lindungi tawanan anak-anak dan perempuan,"Intruksi Ignis dan semua tawanan nampak mengangguk dengan mimik pucat.
Noctis dan lainya menatap Cor berada diluar bersama pasukanya, dan menghimbau para prajurit membentuk formasi untuk oprasi penyelamatan. "Kuambil dari sini!,"Ucap Cor lalu tampa berkata apa-apa Noctis hanya mengangguk dan meninggalkan Cor dan yang lainya, dilain tempat Prompto ada diarena pertarungan berbeda bersama Stela dan Buron, sementara Rain memutuskan menuju ke hall dimana para prajurit berkumpul untuk membantu orang-orang yang terluka.
Noctis, Ignis, dan Gladiolus berlari menuju area kapal selam Cantrella, dan mendapati sebuah robot monster yang tingginya 5 sampai 8 kaki nampak melepaskan serbuk aneh dari sebuah pemancar seperti antena. "Aku rasa itu yang menyebapkan para monster bermunculan di Insomia, mereka menarik para monster ini dengan gelombang hingga para monster menghancurkan Insomina,"Ucap Noctis dengan sebuah asumsi.
"Berarti memang ada penghianat diantara kita dan ada dikerajaan,"Ucap Ignis.
"Apa?! Bola mata Gladiolus membulat memandang Noctis dan Ignis secara bergantian mendengar argumen keduanya membuat dia hanya bisa memendam kemarahanya.
"Aku tak akan membiarkan ini terjadi, aku akan menghancurkan mereka,"Gemercik jari Noctis dengar, tubuhnya tergetar hebat dengan, dengan hawa mengerikan mengeluar dari Noctis dan iris matanya memerah semerah api, Gladiolus tahu apa yang terjadi selanjutnya, jika sudah seperti ini maka tak ada satu-pun yang bisa mengendalikan Noctis.
SAT!
Noctis telah hilang dari pandangan Ignis, dan muncul diarea Robot, dan menyadari keberadaan Noctis, membuat sang Robot memembak Noctis namun, dalam beberapa detik Noctis menghindari beragam peluru panas yang mengarah padanya, lalu bersalto tinggi keatas, bersamaan pedang-pedang lain bermunculan dibalik punggungnya bagai sayap pedang yang terbuat dari Christal putih yang membentang. Tanganya pun sibuk dengan liar menyabet apa-pun dihadapanya baik musuh atau robot.
BLAZT!
Kilatan api dan ledakan mewarnai sekeliling pertarungan, ignis dan Gladiolus memanfaatkan waktu yang tersisa dengan menyerang musuh yang lainya. Sakura tampa disadari juga sudah sampai disana memasang mata lalu mata awasnya memandang ketiganya bertarung dengan Serius.
"..."Sakura terdiam tampa argumen apa-pun lalu melompat-lompat dari satu kepijakan ke pijakan yang lain kearah Noctis yang melawan Robot itu sendirian. Dengan Timming sempurna lalu mendang kaki Robot hingga berberapa sepihan kaki Robot nampak retak dan berjatuhan. Noctis lalu memandang Sakura sebentar lalu kembali menyerang Robot yang tak mudah tumbang karna serangan kedua orang itu, dan Robot itu dengan gesit nampak bergerak semakin liar.
"Apa kalian butuh pendingin udara,"Sebuah suara Starkatis terdengar dari mulut seseorang, Ignis terkaget melihat karna Buron sudah muncul disana.
"Ahh!,"Mulut Ignis ternganga lebar, namun dalam beberapa detik kembali fokus pada pertarungan. Buron hanya berdecik bersamaan, sebuah hawa es menyengit kulit entah datang dari mana. Sebuah portal dari langit mengeluarkan cahaya biru dilangit malam, memunculkan sosok'Shiva' disana.
HELL ICE BRUN
Tampa basa-basi Summon legenda wanita tercantik didatar es membekukan kedua kaki dan tangan Robot dihadapanya, menciptakan ladang es yang memutih disekitar tempat itu bersamaan badai yang membuat kulit terasa sakit, dan mengigil kedinginan. "AYO NOCT!,"Teriak Gladiolus, lalu mengeluarkan element Blind agar membunuh robot itu.
[Noct ini kesempatan] terdengar suara Ignis melewati sambungan kabel, bersamaan Sakura yang sudah diatas badan sang Robot lalu bersiap meninju kepala Robot.
"DARK SHALS!,"Noctis mengarahkan senjatanya dengan pedang 5 elemet disekitarnya lalu dengan cepat Api, Air, Udara, Kegelapan, Cahaya bergabung menjadi satu dan menyerang Robot dan membuat sang Robot terbelah menjadi dua bagian, dan Sakura pun menghancurkan bagian atas Robot bertubi-tubi hingga sebuah cahaya besar, dengan angin mulai memberat terdengar gemuruh disekitar robot.
"Ah!," Bola mata Sakura terbelalak Sempurna saat sebuah ledakan besar dibawahnya, akibat Robot yang hancur, membuatnya terhempas sangat kuat dan jatuh keair, bersamaan Angin bergemuruh menghancurkan sekitar dermaga dengan kekuatan dahsyat, bagai melatakan bom nuklir tipe kecil.
Sakura terhempas kuat jauh dari dermaga dan terlempar dengan kuat di-Air laut atau lebih tepatnya ditengah laut, tekanan Air pasang membuat Sakura tak bisa mengerakan tubuhnya sama sekali, segala perlawanan dia usahakan untuk naik kepermukaan namun gelombang besar benar tak bisa dia taklukan.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"NOCTIS \ SAKURAA,"Teriakan Ignis panik melihat Robot hancur. Ia tak menemukan keberadaan sang Pangeran dan Sang Guardia detik-detik Robot meledak. Baik Ignis, Gladiolus, Prompto dan Rain langsung mencari Noctis, namun langkah mereka berhenti saat sosok wanita berambut putih panjang, dengan armor hitam tiba-tiba muncul disana, lalu menghunuskan pedang didepan mereka.
"Maaf tapi aku melarang kalian lewat,"Ucap Wanita berarmor hitam dengan pandangan sinis, dan penuh rasa percaya diri.
"Siapa kau?!,"Gladiolus mengendarkan pandangan memandang pada wanita itu.
"Sebelum kalian tahu aku harus membungkam kalian,"Ucapnya lagi.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
'Nee! Apa ini akhir dari hidupku'
'Kaa-san, Tou-san gomene, aku tak bisa bertahan lagi'
'Noctis'
Bola mata Jadenya teraut lelah sulit baginya untuk membukanya lebih lebar menampilkan suasana kabur dalam air asin, yang menyakitkan matanya, ia memandang sekelebat bayangan yang dia kenal seolah berenang mendekatinya.
"Noctis?!,"Sakura berbisik lemah memandang namun sosok itu semakin mendekat. "Apa ini halusinasiku,"Sakura merasakan napasnya sudah diujung paru-parunya ia tak sanggup lagi menahan oksigen diparu-parunya yang tinggal sedikit. "A-Aku" perlahan bola mata Sakura mulai tertutup.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Sakura menutup matanya, paru-parunya terasa sesak dan sakit, dia tak akan sanggup menahan sisa oksigen dimulutnya lebih lama lagi. Sosok lelaki berambut Ravend nampak berenang mendekatinya, meraih tangan Sakura yang sudah sangat lemah, perlahan melihat bulir oksigen yang mulai mengeluar dari mulutnya.
Lelaki itu terpaku memandang wajah lemah Sakura. Ketika pantulan bulan terlihat menembus gelombang air yang kuat, menampilkan sosok Noctis mendekap tubuh Sakura dengan erat, lelaki itu benar-benar ada disisinya dia bukan fatamorgana atau ilusi dia memang Noctis, tampa menunggu jeda Noctis lalu mendekatkan wajahnya pada Sakura, lelaki itu meraup bibir, menempelkan bibir kecil Sakura yang terasa dingin dan pucat.
Noctis mendekap pinggang Sakura erat agar gadis itu tak terlepas darinya, meski badai kuat itu mengulingkan tubuh keduanya kekiri - kekanan, Noctis tak akan melepaskan Sakura dengan lekat, Noctis memberikan sedikit pasokan udara yang ada dalam paru-parunya yang diberikan dari mulut kemulut.
[Watashi wa kono arashi ga watashitachi o bunri dekiru yo ni suru tsumori wa arimasen]
aku tak akan membiarkan badai ini memisahkan kita
[Watashi mo jibun no te de unmei no danmaku o henko shimasu]
aku bahkan akan merubah rentetan takdir itu dengan yang tanganku sendiri.
[Subete no hitchi to jigoku e]
Persetan dengan Halangan
[Feito to jigoku e]
Persetan dengan Takdir
[Tatakai ga owaru made watashi wa anata o hogo shimasu]
Aku akan melindungimu Sampai pertarungan ini berakhir.
[Watashi wa hisshi ni anata o shite okou]
Aku akan mempertahankanmu mati-matian.
[Watashi wa anata o aishiteruwa Sakura]
Aku mencintaimu Sakura.
Suara pesisir ombak terdengar membawa riak air, bersamaan angin yang menenangkan. Bola mata jade Sakura nampak terpejam, perlahan terbuka lemah memandang ia terbaring diatas tanah yang berpasir. Apa dia terbawa Air pasang menuju pesisir pantai, tubuhnya bergerak lemah, dan menyadari kedua lengan kuat tengah memeluknya dengan erat, dengan bola mata terpenjam erat membuat Sakura kaget dengan bola mata Noctis tertutup rapat.
Tubuh mereka berpelukan satu-sama lain bagai mahnet yang tak akan bisa berpisah, kehangatan lelaki memeluknya dapat terasa dengan baik membuat muka Sakura bersemu, kepingan memori kembali diotak Sakura, jadi saat dia tenggelam itu benar-benar kenyataan bahwa Noctis memang disana, ia bisa merasakan detak jantung lelaki itu seirama denganya. "Noct!,". Tangan Sakura bergerak bebas membelai wajah tirus dan tegas, milik sang pangeran, wajah dingin yang memiliki kehangatan dan anggunan tersendiri, memandang itu lagi-lagi hati Sakura berdesir.
"Ungh!,"Suara Rintihan Noctis terdengar pelan, membuat Sakura terkaget memandang mata-safir perlahan terbuka, perlahan wajah tampan tampa cacat memandanginya tampa berkedip, membuat keduanya terdiam diposisi itu.
"Ah! Noctis,"Sakura membuka suara, terlihat wajahnya sedikit memerah, membuat kedua sepasang adam dan hawa itu, lalu bengkit posisi duduk, dan saling berhadapan.
"Aku bersyukur kau selamat!,"Ucap Noctis memandang Sakura dan langsung memeluk Sakura dengan erat. "Aku tak akan memaafkan diriku sendri jika kau sampai kenapa-napa,"Ucap Noctis dengan nada sendu tubuhnya gemetar, Sakura hanya membalas memeluk lelaki itu.
Meski seorang pangeran, Noctis tetaplah manusia yang memiliki rasa takut dalam hatinya, dan sekarang dia mendapat beban yang datang bertubi-tubi, dan juga memiliki perasaan yang tulus pada Sakura ia lalu berkata. "Anata wa watashiniha kichodes!"Seumur Hidup Sakura tak menyangka mendengar ucapan itu dari lelaki terkecuali Naruto yang dulu mencintainya mati-matian. Dari dulu dia menunggu lelaki yang dari dulu yang diimpikan oleh Sakura menyatakan hal itu padanya. Sekarang justru hadir seorang lelaki yang menyatakan itu padanya, membuat otaknya akan melayang.
"..."Sakura tak beragumen apa-pun saat sebuah ciuman lembut diberikan sang-pangeran dikelopak mata kirinya, membuat wajah Sakura merona hebat, bersamaan senyuman tulus yang diberikan sang pangeran padanya.
"Ada apa!?,"Pertanyaan singkat dari Noctis itu langsung mengagetkan Sakura.
"Wa-Waktu kau juga menciumku seperti ini, aku tak tahu harus mengatakan apa,"Kini wajah Sakura menunjuk kearah tanah yang berpasir.
"Jadi kau ingin tahu?!,"Tanya Noctis membuat pandangan Sakura memandang mata Safir Noctis yang seolah tampa beban. "Aku menyukaimu saat pertama kita bertemu, dan perasaan itu semakin tumbuh selama kita bertemu berhari-hari," ucap Noctis.
"..."Sakura terdiam perlahan, sementara Noctis memandang hamparan laut didepan sana.
"Aku awalnya tak bisa mengatakan apa-pun dan hanya membiarkanya saja, aku mungkin berpikir untuk menyimpanya sendiri sampai perasaan ini hilang nantinya,"Kini pandangan Safirnya beralih pada Sakura membuat getaran jantung Sakura semakin mengencang.
"Walau aku tak pernah mempercayai akan takdir, namun aku merasa takdir sudah mengikat kita saat kita bertemu,"
"Debaran dihatiku tiap kita bertemu,"
"Ketakutan saat aku mengetahui saat kau dalam bahaya, awalnya aku tidak tahu harus menyebutnya dengan apa,"
"Meski melarikan dari perasaan jiwaku tak pernah bisa mendustainya,"
"Aku memcintaimu,"Noctis kembali memeluk Sakura erat bolamatanya kembali meredup, membiarkan wangi tubuh gadis itu berada didalam dekapanya dan indra penciumanya, setidaknya ia merasa lega untuk ini, mengatakan hal ini dibutuhkan keyakinan besar untuk dirinya, dan Sekarang disudah mengatakanya dan tak menyesalinya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Sampai sebuah saat dimana 'Dia' datang memberi aku pelajaran," Pikir Noctis.
FLASTBACK!
Ingatan Noctis kembali teringat saat ia ingat kejadian, pada saat dua hari yang lalu saat ia mencium Sakura malam itu, dan disana ia juga bertemu dengan Rain yang menangkap basah dirinya.
"Rain!,"Mata Noctis nampak membulat memandang Rain tengah berada dibelakangnya, dan bersandar disalah satu dinding lorong, ia memandang Rain dengan sangat terkejut, Sementara Sakura sudah lebih dulu kekamarnya karna mereka berbeda lorong.
"Aku melihatnya!,"Ucap Rain, membuat ia membeku ditempat selama beberapa menit.
"Aku akan kembali kekamarku,"Jawab Noctis lalu melangkah menuju kamarnya, namun seketika ia berhenti karna sebuah tangan mengenggam tanganya kuat.
"Aku ingin bicara sebelum kau kembali dikasur empukmu, Pangeran-tidur,"Rain terdengar cetus.
"Apa yang ingin kau bicarakan?!,"Tatap Noctis tak suka dengan pandangan Jade dihadapanya, seolah mengintimidasinya.
"Kau benar-benar menyayangi gadis itu.
"Aku tak mengerti!,"
"Sejak kapan Noctis Caleum yang terhormat bisa mengelabuhiku, kau memang bisa mengelabuhi para bawahanmu yang lain, tapi tidak dengan aku,"Jawab Rain datar.
"Kalau aku punya perasaan padanya memang, apa urusanya denganmu.
"Mungkin akan lebih baik diam dan yakin saat dia pulang ketempat asalnya, perasaanku ini akan menghilang begitu saja,"Ucap Noctis starkatis, dan seketika membuat hawa tak menyenangkan keluar dari tubuh Rain.
PLAK!.
"Ah! Apa yang Kau-,"Bola mata Safir Noctis membulat, saat ia merasakan kejutan, disertai kibasan angin mengejutkan, seketika meninggalkan warna merah samar dititik itu. Dia lalu memandang kearah Rain yang ternyata menampar wajahnya.
"Menghilang katamu!?,"
"A-apa?!."
"Menghilang begitu saja? Jangan membuatku tertawa!,"Ucap Rain datar. "Sejak kapan ada ajaran seperti ini dari Raja-Regis-sama! Apakah Ayahmu mengajarkan kau untuk gampang menyerah semudah ini!,"Cecar Rain panjang lebar, dengan pandangan dingin.
"..."Noctis hanya menunduk tampa mengatakan apa-pun, bola matanya memandang lemah kemarmer dingin lorong itu.
"Cinta bukan perasaan sepeleh, semua akan berubah dan aku tahu kau berubah!,"Jawab Rain sementara Noctis tak menjawab.
"..."
"Memangnya salah menerima perasaan itu! Huuh!,"Tanya Rain membuang muka, memandang jendela yang memantulkan cahaya rembulan malam. "Lantas kau akan menyerah begitu Saja? Yang ada perasaanmu semakin terbebani,"Jawabnya geram.
"..."Noctis pun kembali bungkam.
"Dengar Aku Noct, memang apa salahnya menerima kenyataan, kau harus memilih sebelum kau menyesalinya,"Ucap Rain lalu meninggalkan Noctis dilorong begitu saja.
Dan Flastback berakhir begitu saja!
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"La-lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?,"Pertanyaan Sakura menjuru pada Noctis yang akhirnya terbangun dari lamunanya, melirik Sakura yang masih ia peluk, lalu bangkit dan menarik tangan Sakura, memandang kearah Sakura. "Apa kita tersesat?!,"Tanya Sakura dengan pandangan agak horror nampak tak tahu situasi, membuat Noctis menaikan sebelah alisnya.
"Apa kau takut tersesat bersamaku?!,"Seulas senyuman terlihat nampak cerah.
"Bu-bukan begitu,"Ucap Sakura gugup.
"Aku kita diaerah mana!, ini adalah pantai Quella di pesisir Duscae,"Ucap Noctis. "Sebaiknya kita pergi mencari informasi dan menghubungi Cor. Gladiolus, Ignis, Prompto, Cor dan Rain, Pasti mencari kita sekarang ini,"Ucap Noctis lalu berlari dengan Sakura yang digandengnya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Cih! Sekarang Pangeran dan Asakura menghilang,"Terdengar suara seseorang dengan pandangan kesal ia berdecik ria sejak 20 menit yang lalu. "Apa yang harus kita lakukan, kita tinggal punya waktu penyerangan selama tiga hari,"Ucap seseorang.
"Berhentilah untuk marah Fans,"Bentak Cor, menaikan alis, dimana laki-laki itu berada dalam sebuah ruangan tenda tak terlalu besar, bersama Rain, Ignis, Prompto lalu tak menemukan Gladiolus disana.
"Aku akan menemui Nona-Stela dan Koman dan Buron," Fans keluar dari ruangan dengan wajah semeraut, baru selesai kemenangan menemukan sebagian korban masalah datang dimana Sang pangeran dan Pengawal kesayangan Gladiolus menghilang.
"Sakuraaaaa~ aku tak ingin ada apa-apa denganmu! Hueeee!,"Jerit Prompto.
"Kurasa kita harus mencari mencari informasi!,"Ucap Gladiolus. Lalu melirik Ignis yang disibukan disebuah bangku panjang dan memegang laptop, mencari informasi.
"Aku belum bisa melacak SIN Noctis,"Ucap Ignis membuat mata Gladiolus langsung memandang Rain.
"Rain apa kau bisa menemukan Pangeran,"Tanya Gladiolus lalu memasuki tenda membuat semua para laki-laki disana memandangnya (terkecuali Rain).
"Bagaimana Glad!,"Ucap Prompto dan lelaki itu mengeleng pelan. Lalu mata Awasnya memandang, lelaki berambut panjang sebahu itu nampak duduk disudut meja dalam mata terpejam, hawa kehijauan mampak memendar amat pekat disekitar tubuhnya, sudah berjam-jam lelaki itu dengan posisi yang sama.
"Rain," Panggil Gladiolus.
Bola-mata yang awalnya terpejam kuat, nampak terbuka memunculkan manik hijau jade cerah, bahkan lebih cerah dari biasanya, beberapa bulir muncul diwajahnya yang tampan dengan raut sulit dinyatakan. "Aku merasa keduanya masih hidup,"Ucap Rain.
"Tapi wajahmu tak senang,"Ucap Ignis memandang wajah Rain kali ini.
"Nampaknya ada gangguan sampai kemampuanku melacak mereka berdua, maafkan aku,"Ucap Rain dengan sedikit mengeram.
"Tak perlu cemas kita akan mencarinya bersama,"Ucap Gladiolus mendekati pemuda itu lalu menepuk bahu Rain.
"Aku hanya bisa mempercayakan pangeran pada kalian berempat,"Ucap Cor kemudian memberi tugas menemukan pangeran dalam batas waktu dua hari kedepan.
"Ya kami akan semampu kami mencari Sang pangeran Tidur itu,"Seulas senyuman terlihat diwajah Gladiolus menatap Cor.
"Jika begitu apa yang kita tunggu,"Ucap Prampto. "Aku tak sabar lagi menemukan Pangeran kami dan tuan putri kami yang menghilang,".
BERSAMBUNG
Sabtu - 9 - April - 2016
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:INFO KHUSUS:]
Oke hari ini saya ada! Penyampaian kali ini. Oke kali ini ada informasi baru mengenai cerita Final Fantasy 15 yang akan mungkin diangkat kelayar film dan juga Animenya sudah bisa dinikmati dari Youtube akan dipost perchapters sampai game ini rilis full, selain itu saat ini Squeernix nampak memunculkan Seri demo yaitu [Platinum demo]Barunya, dan juga berbagai perubahan yang ada dalam gameplay dan Itemplaynya. Dalam demo terbarunya secara garis langsung SE memampilkan beberapa setingan, ulta, gambar, mode permainan yang indah untuk mata, dan kabar bagusnya Demo kali ini bisa didowload dips4 secara Free, gak seperti di Demo Duscae dulu harus beli baru dapat demonya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:TANYA JAWAB:]
ago c12 Paddra Nsu Yeul
Gomen gomen, maksutnya Yeul,, Insomnia itu ibukota lucis but Altissia itu capitalnya Accordo. Hehe gagal fokus (2)
Me :
Terimakasi sudah baca dan langsung memberitahu kesalahan tulisanku..dalam sekali komen ya hanya sekali yah tak apa-apa aku hargai. Ah! Sebenarnya Fic ini sudah lama ada saat final fantasy 13-1(lighting) dalam keadaan masih belum rilis, dan soal Noctis kuambil informasi seadanya jadi sebagian cerita Ini memang Skenario murni karangan saya sendiri, saat membuat gambaran Noctis dari Final Fantasy versus 13 belum banyak, dan Soal Insomnia/Altissia saat itu belum ada informasinya itu adalah ibukota Lucis, jadi aku mengarangnya sebagianya..terimakasi atas komentarnya, mungkin alur cerita akan saya buat lagi dicerita baru saya lain kali.
14h ago c12 1Arisato yukito
:V aku jadi pengen ngelihat Cindy dari part 1 ampe 12 kok gak perna ada kemunculanya munculin Thor!
Me : Sabar dia bakal muncul kok.
Apr 7 c12 Sakura Lover
kirain final beneran ternyata vcnya aja yang final lanjut lagiii
Me : Judulnya doang yang selesai kok!
Apr 7 c12 Ayudolly97gmail
Kak kapan ada lanjutan lagi nih aku penasaran jalan cerita lanjutan nya apa nanti di medan perang ini teman teman sakura dari konoha akan ketemu sama sakura di medan perang ini ne buruan yah kak gak sabar nih aku tunggu secepatnya yah kak ok bay umcahhhh
Me : Dah kok ini lanjutanya terimakasi dah baca.
Apr 1 c12 1Nivans erlangga
Whahaha tumben gannn kok jeda fic rada cepet? Kenapa gak seminggu sekali ficnya. Hadir :p sepertinya waktu senggang authornya lagi banyak ya...yey! Waw ditunggu.
Me : Ia Vans ini lagi liburan jadi lumayan mengisi waktu yang bolong :p
Mar 31 c12 AdiknyaSasori
Yeee.. Ceritanya dah di update,,
waah apa rain udah mulai jatuh cinta yaa sama sakura? Walah jadi makin penasaran nih..
Me : Bilang gak ya!
Mar 31 c12 Terror Bird
Updatenya cepat juga ya.
Ternyata Rain VS Noctis seri ya, keren!
Tim Konoha juga udah masuk kedunia FF, dan akhirnya yang saya tunggu2, Sasuke ketemu Lightning... Waow Lightning cuek sekali & munculnya keren banget! Wah2 sepertinya sakura perasaannya jadi terbagi2 ya? Gak sabar nunggu kelanjutannya!
Me :Sepertinya Fic ini mengobati sedikit rasa penasaranmu gan :p
Mar 30 c12 i'Chandra
Hallo bertemu lg dgn saya... (-*)/
Wah..wah..wah... Author-san... di chap ini Rain nya makin berani aja... udah main diatas sakura... ckckck... (0)v Aku jd makin penasaran mau baca chap berikutnya...Btw, udah gak banyak typo penulisannya...lanjutkaaannn...! Team konoha jg dah ketemu Shun... makin menarik ceritanya...Semangat update kilat ya author-san...! Sebelum jadi arwah penasaran.(0)b.
Me : Tak-kubiarkan dirimu jadi arwah penasaran (lempar garam Suci) ini sudah lanjut kok, terimakasi atas dukunganya Candra!
Mar 30 c12 ferrish0407
wuaah naruto dkk muncul. :v oh ya bhas yg kmaren dulu. iya aku suka sakura krn dia powerful strong dan manis. tpi bnyak haters yg blg saku itu useless, bkn dri klan terpandang, ngrepotin, dadanya rata. hiks :'( jdi sneng klo lightning san suka karakter sakura. kita sama *tos. oh yaa mkin bnyk misteri nya nih critanysa. tpi aku gk suka lightningxsasuke. semangsat ya lightning san
Me : Tak selamanya kekurangan seorang karakter membuat penonton menjadi Heatersnya loh bro! Buktinya aku kamu atau pun yang lain menyukai Sakura, kupikir-pikir diluar sana banyak yang suka dengan Sakura loh :D.
Mar 30 c12 Banci Bohay
Wkwkwk...ada apa ini, ceritanya semakin luas apa ini alasan sampai judul sampai part 3 yang dibagi-bagi :P seru aw!
Me : Kak awalnya aku gak mau buat sih ampe tiga bagian tapi agak kepanjangan :3
Mar 30 c12 ayu 7056
Type your review lagi bagus nih othor kapan ada lanjutan nya kak lagi seru nih secepatnya yah kak terus kapan sakura ketemu sama teman konoha apa ketemunya pas penyeranggan hutan kayak tadi, apa nanti sakura beraksi sama teman lain nya untuk nolongin pangeran hahhh jadi penasaran, di tunggu cerita nya secepat nya yah kak othor sama fic harus panjang dan chapternya harus banyak ok aku tunggu kak ne salam kenal namaku ayu member baru di sini penggemar cerita sakura love noctis hehehe semangat kak secepatnya yah kak aku tunggu ok
Me ; Ah terimakasi Ayu aduh aku senang sekali kalau kamu membaca terimakasi, btw jika kamu menjadi (Sakura?) Mana yang kamu pilih dikubuh Noctis atau Sasuke :p.
Mar 30 c12 Saisah
Hore..! Udah ada lanjutannya nih
Baca pertarungan noctis vs rain keren bangett author berasa nyata. Entah kenapa aku gak suka ada naruto dll di sini author. Moga moga mereka kembali aja ke dunia Lanjutt.
Me :Kenapa Saisah kok jadi benci ama Naruto dan DDK, apa yang membuatmu ingin mengusir mereka dan Suruh pulang :v
Mar 29 c11 nyan-yukka
mana kelanjutanya...?
Kok gk diterusin sih,thor. Kan ceritanya bagus..T_T Suka banget noctsaku nya..;'3
Dilanjutin ya...SEMANGAT
Me : Aku akan selalu semangat selama ada orang yang mendukung cerita ini...terimakasi dukunganya :')
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:AKHIR:]
Hallo! Minna-san! Ah semoga kalian Sehat selalu, ah maaf untuk durasi Fic masih pendek meskipun gak pendek-pendek amat jadi ya! Semoga Fic kali ini dapat memuaskan kalian, dan mohon dukungan untuk Fic ini jika tetap ingin ada lanjutanya..silahkan berikan komentar dibawah! Ya jadi terakhir! Saya Lightning Shun sampai jumpa di part selanjutnya bay!
