"Aku hanya bisa mempercayakan pangeran pada kalian berempat,"Ucap Cor kemudian memberi tugas menemukan pangeran dalam batas waktu dua hari kedepan.
"Ya kami akan semampu kami mencari Sang pangeran Tidur itu,"Seulas senyuman terlihat diwajah Gladiolus menatap Cor.
"Jika begitu apa yang kita tunggu,"Ucap Prampto. "Aku tak sabar lagi menemukan Pangeran kami dan tuan putri kami yang menghilang,".
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
Sakura memerjapkan matanya menerima silaunya cahaya pagi menerpa wajahnya, rerumputan hijau yang membentang luas benar-benar memanjakan mata Sakura saat ini. Baik Sakura dan Noctis sedari 20 menit yang lalu tidak berkata apa-pun, selain hanya bergandengan tangan.
KYIIIIIIIIIITTTT!...KRIIIIITTTTT!
Suara mobil besar nampak berhenti disisi jalan, membuat Sakura dan Noctis saling memandang lalu pandangan mereka fokus pada mobil Truk besar berwarna kuning, yang merupakan, mobil Derek, Noctis nampak ingat dengan mobil itu nampak tidak asing.
"HEI LITTE GUY!,"Panggil seorang wanita dengan nada ceria, dan keluar dari mobil dan membuat Noctis mengangguk, sementara Sakura kaget tak ketulungan.
Seorang gadis berambut, Glack-gray ikal pendek mengunakan topi merah berlogo MSU , dan bolamata keemasan, nampak tersenyum manis dan ramah pada keduanya, yang membuat mata Sakura terbelalak sempurna adalah pakaian yang ia kenakan terlalu berani? (UHK :Authornya batuk!).
Bagaimana tidak dianggap begitu, Ia mengenakan jacket slim berwarna kuning dan berlambang HAMMERHEAD, dengan ukuran sentul jaket dibawah pusar, dengan resleting yang terbuka lebar (dan hanya menutup dibagian ujung resletingnya, hingga memperlihatkan ketat Bra berwarna merah yang nampak amat ketat dibadanya, sarung tangan berwarna Merah. Dibagian bawahnya ia hanya mengenakan Celana\Mini-jins berwarna biru (dan tali celana dalam yang nampak serasi dengan Branya)dan telapak kakinya hanya mengenakan sepatu boots putih dengan ditambah mengenakan penghangat kaki yang juga tak terlalu pendek berwarna hitam. Sakura bersumpah demi Kaami-sama, ia meralat jika Ino adalah sosok wanita konochi Konoha yang berpakaian ungu yang Sexy atau bahkan Author pun mengatakan itu adalah karakter dengan perempuan kurang bahan (Author langsung dihajar Masa) bahkan 11-12 dengan Rikku difinal fantasy X-2 lalu sang Author langsung kabur sebelum Fans membully.
"Hai Litte Guy? Apa yang kau lakukan disini, dimana para guardianmu? Apa kau lakukan dengan gadis itu,"Tanya sang wanita dengan pandangan berkedip, memandang Sakura intens. "Are-are jangan-jangan kau kencan denganya seulas senyuman mengerikan nampak terlihat sinis, dan secara samar terlihat raut merah diwajahnya.
"Ya-Ya kami memang jalan bersama tapi ini ada ceritanya,"Ucap Sakura dengan muka malu.
"Dia Gadisku yang datang dari negara yang jauh!,"Jawab Noctis tegas dan membuat bola mata Jade Sakura membulat sempurna, sementara Noctis hanya memandang dengan muka bersemu.
"Kyaaa~ Kupikir Noctis sang pengeran-berhati dingin bak maknekin terbuat dari es-lilin, dan tingkah laku layaknya seorang pria No-woman,"Cibir gadis itu membuat Mata Noctis membulat seketika. "Namun Nee~ Litte Guy Gadismu ini sangatlah cantik, apa dia ini putri dari kerajaan tetangga yang dijodohkan oleh ayahmu, atau anak orang yang aku bawa kabur, atau bidadari yang diturunkan dari Rengkarnasi Dewi padamu yang datang tiba-tiba dan mau jadi Gadismu!,"Tutur gadis itu dengan amat polos membuat Noctis Swedoroped sendiri mendengar kepolosan wanita dihadapanya, sementara Sakura yang hanya orang baru hanya bisa mematung ditempat tampa bicara.
"Nee~ Dimana para Guardianmu aku tak melihat mereka, ah maksutku Teman-temanmu?,"Pertanyaan wanita itu, membuat Noctis terdiam ditempat dengan raut berubah Suram, membuat wanita itu sadar dan tak berniat untuk kembali bertanya.
"Ah! Maaf aku belum mengenalkan diri padamu..ah,"Wanita itu memandang Sakura dengan pandangan bingung.
"Namaku Sakura! Sakura Haruno,"Ucap Sakura.
"Ah Iya namaku Cindy Auntum, Kalian bisa menjelaskan nanti setelah dipangkalan mobilku, berbincang disini sangatlah tak-aman, Wilayah Duscape adalah wilayah bebentang luas, dengan komposisi hutan dan monster liar terkecuali Herbivora seperti (Chocobo, Dowseep dll) disekitar tempat ini,"Tuturnya sembari menjelaskan, Cindy lalu menuntun gadis itu menuju mobilnya
"Nee~ Cindy-san apa yang anda lakukan disini tadi, kenapa bisa lewat dijalan ini,"Tanya Sakura.
"Kebetulan aku tak sengaja lewat disini karna mengambil mobil seorang, milik seorang lelaki dan istrinya akan ke kota Tixo untuk berlibur, namun karna masalah mobilnya yang mogok, sepasang suami istri itu sekarang menginap disalah satu tempat di Chocobo-Inn sampai mobil itu selesai diperbaiki,"Ucap Cindy yang nampaknya berbicara tak berhenti-berhenti sedari tadi, Sakura hanya menjadi pendengar yang baik, sementara Noctis hanya tidur-tiduran dibahu Sakura dengan tampang lugu.
"Me-memang apa pekerjaan Cindy-san?!,"Tanya Sakura memandang wanita cantik itu yang masih mengendalikan mobilnya lalu tersenyum.
"Umm...aku adalah Montir yang memiliki bengkel diujung perbatasan Duscae bernama SU HAMMARHEAD bersama Ayahku,"Ucap Cindy. "Nee-Sakura?!,"Panggil Cindy.
"Kau tahu selama dalam hidupku baru kali ini, aku lihat pangeran tukang tidur ini membawa Wanita, ia bahkan hanya setia membawa para Guardianya dan juga Gadisnya!,"Ucap Cindy blak-blakan.
"Ga-Gadis!," Bola mata Jade membulat mendengar kata 'Gadis' yang diucapkan Cindy. "Ga-Gadis? Siapa!,"Tanya Sakura Gugup.
"Loh kau tak tahu!,"Tanya Cindy menoleh mengabaikan aura suram Sakura, sementara Noctis masih tertidur tampa dosa dibahu Sakura. .
.
.
.
"Tentu saja! Dia Gadis Noctis yang selalu menjadi Kesayanganku saat Rusak dan diperbaiki dibengkelku,"Ucap Cindy dengan senyuman paling lebar.
"Eh? Ano! Perbaiki,"Aura Suram Sakura berubah heran mendengar Gadis yang dimaksut Cindy, seketika mata wanita Seksi itu berbinar.
" LIMOSNISNE BLACK CAR 3589, Mobil kerajaaan, sistem keamana tinggi, yang memiliki kualitas super mewah, menampilkan, kesan hitam elegan dibody mobil mulus ala King of Limosier mobilnya yang tahan panas\ledakan\ peluru, atau kalgulator diatas standar, kerangka suplanel yang terdiri rakitan mobil ternama dengan harga miliaran Gil, suara halus dan juga pengendalianya, lalu hemat bahan bakar, Standar pervet Car untuk kalangan elit dengan Harga mengunung,"Ucap Cindy semangat dengan mata terbinar-binar.
Ternyata yang dimaksut Cindy Gadis tadi adalah? Mobil Noctis(?).
"Hei Cindy!,"Sosok seorang lelaki, berambut cepak, dengan warna kulit coklat, bermata sipit nampak mengenakan baju seragam biru dengan celana Hitam kain and sepatu kats hitam, nampak mengepel didepan pintu beranda sebuah item Shop.
"Hay Hendry!,"Ucap Cindy ceria lalu memarkir mobilnya diarea parkir. Setelah itu ia meminta kedua Sejoli itu untuk turun menuju area bengkel. "Hendry apa kau lihat Papaku?!,"Tanya Cindy memandang kekiri kekanan mencari seseorang.
"Ayahmu ada didalam seperti biasa sedang meminum kopi dan memesan sebuah Hogdog,"Ucap Handry lalu Cindy mengiring Noctis dan Sakura kedalam.
"HAI PAPA!,"Panggil Cindy dengan senyuman lalu memeluk seorang lelaki nampak tua dengan kaus montir merah, celana hitam dan topinya sama dengan topi yang digunakan Cindy.
"Hai tuan Geard!,"Seulas senyuman kecil tersampir dari Noctis pria tua itu. "Terakhir aku bertemu denganmu saat kau berusia 16 tahun, saat hari pertamamu kau mendapat sim dan Prompto menabrakan mobilmu kepipa listrik,"Ucap Gear sembari tersenyum kecil.
Noctis memutuskan duduk disalah satu bangku, didepan Geard lalu menuntun Sakura duduk disampingnya, suasana musim panas sangat hangat, namun nyaman alunan musik yang diputar direstorang itu juga sangat santai.
Noctis lalu memesan beberapa makanan yang ada disana cukup mengenyangkan Sakura dan dirinya, dua mangkuk sup labu, dua porsi Hotdog porsi besar, dan paha-ayam tepung yang nampak mengiurkan.
"Noct benarkah kau akan makan sebanyak itu,"Cindy memandang Noctis dengan pandangan bingung. "Apa kau tak ingin memakan Sayuran? Salad disini sangat enak,"Ucap Cindy menawarkan.
"Nop!,"
"Dasar masak makan Sayur saja gak mau,"Ucap Cindy dengan muka mencut. Ya Noctis memang paling susah jika dibilang atau diminta memakan Sayur atau tumbuhan Hijau lainya. "Bagaimana denganmu untuk Saladnya kau tak usah bayar karna aku tak sengaja memesan dua porsi untuk aku dan papa, tapi nampaknya tak bisa kami habiskan,"Ucap Cindy.
"Ah terimakasi aku mau,"Ucap Sakura tersenyum. Dan semuanya terlewat dengan mereka berempat makan dan, Noctis menceritakan segala hal yang terjadi pada kerajaan Lucis dan kota hancur diibu-kota, membuat Suasana santai sedikit berubah suram.
"Tak kusangka Cid sudah meninggal dengan cara seperti itu, kukira kami berdua akan memutuskan menghabiskan waktu tua ditempat yang tenang, nampaknya Rain sangat terguncang,"Ucap Gear.
"Papa kau mengenal Ayah Rain?!,"Tanya Cindy kemudian.
"Dulu aku adalah orang istana, aku dan Cid bekerja demi kerajaan Lucis menjadi mekanik mesin yang membantu kerajaan dan saat itu diangkat sebagai Kepala Mahcina, Namun Saat mendengar Istriku meninggal aku memutuskan meninggalkan kerajaan dan merawat Cindy, dan dengan sisa gaji dan membangun Bengkel ini,"Ucap Geard nampak terlihat sendu diwajah tuanya, membuat Cindy memeluk Sang Ayah.
"Jangan menyalahkan dirimu Papa,"Ucap Cindy.
"Maafkan aku membuat hati anda jadi tak enak,"Ucap Noctis dan sementara Geard mengeleng memandang Noctis tulus.
"Tidak apa-apa pangeran!,"Ucap Sang lelaki tua itu dengan senyuman dan mata berkaca-kaca "Kini aku hanyalah lelaki tua, yang tak bisa lagi diandalkan, dan telah memutuskan tak akan mengurus dunia militer lagi,"Ucap Geard. "Namun meski begitu aku dan putriku akan memberikan tempat tinggal sementara dan kalian akan menyusun ulang, apa yang ingin kalian lakukan selanjutnya,"Ucap Geard sembari tersenyum dengan tulus.
Noctis berdiri dari sikap duduknya, dan baik, Sakura, Cindy dan Geard memandanginya. "Terimakasi-banyak,"Noctis membungkuk rendah sebagai rasa terimakasi pada Silelaki tua, membuat pria itu tersenyum bahkan seorang Pangeran terakhir kerajaan Lucis saja mau menundukan kepalanya didepan seorang lelaki tua dan rakyat biasa seperti Geard.
"Kau benar-benar sama seperti Baginda,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Suasana Malam begitu dingin terasa, memasuki kediaman Geard melalui ventilasi udara, Sakura memandang dengan penuh kekosongan kearah jendela kamar, memandang suasana sepi diluar nampak hanya Mart-Hendry yang masih buka jam begini, dan Sakura bisa melihat cahaya sibolis dari kejauhan dimana terdapat Chokobo land yang masih menyalah dari kejauhan, memang Duscae lumayan memiliki penduduk dengan mayoritas sedikit ketimbang desa tetangga, menginggat orang yang tinggal Diduscae, sebagian hanya orang pabrik pelayan dan beberapa pengexplor tanaman Hutan dan laut.
"Kau belum tidur,"Tanya Noctis, Sakura menoleh memandang, lelaki gemar tidur sudah berdiri didepan pintu lalu melangkah mendekati Sakura, dan duduk disampingnya. "Apa yang sedang kau pikirkan?!,"Tanyanya lalu memandang gadis itu.
"Aku tak bisa tidur,"Jawab Sakura.
"Sama denganku,"Jawab Noctis.
"Aku hanya merasa sedikit cemas dengan Keadaan Gladiolus, Ignis, Prompto, Rain dan yang lainya,"Ucap Sakura sendu.
"Aku juga memikirkan mereka, aku juga merasakan perasaan seperti itu,"Sulit bagiku untuk makan dan minum serta tidur, sementara para bawahanku dan Lucis membutuhkanku,"Ucap Noctis. Sakura hanya terdiam dan terus mendengarkan sampai Noctis mengenggam tangan Sakura erat, membuat ia hanya membiarkan lengan kuat Noctis mengenggam erat tangannya, gadis itu merasakan getaran hebat disana.
"Apa kau tahu Sakura, aku takut dan bingung harus berbuat apa, Aku takut salah untuk mengambil keputusan, Aku takut menerima kenyataan dan Aku takut jika seluruh pengelihatan-pengelihatan dalam mimpiku benar-benar terjadi,"Ucap Noctis.
"Noct.."Panggil Sakura bola mata Jade Sakura sedikit membulat memandang wajah Noctis dengan raut penuh kesedihan, bulir-bulir air nampak jatuh menetes menjadi sungai kecil dipipi Noctis, dan juga cahaya merah yang nampak terbias indah dari kelopak mata Noctis.
"Hmm.."Jawabnya Sakura menyusuri wajah pemuda tampan itu, dengan pandangan tegar seulas senyuman samar nampak terlihat disudut bibir.
"Aku percaya padamu! Kau pasti akan melakukan sesuatu untuk kerajaanmu, bukan hanya pada takdirmu sendiri, tapi demi takdir mereka,"Ucap Sakura membuat Noctis memandang mata Jadenya. "Tapi jangan hanya memendam semua masalah sendirian, aku akan membantumu semampu yang aku bisa,"Ucap Sakura, bola mata merah Noctis meredup dengan cepat digantikan pandangan Langit Savir disana, sedetik kemudian Noctis kembali menarik gadis bersurai Softpink itu dalam pelukanya yang erat, tindakan Noctis yang ini memang belum membuat Sakura terbiasa, namun gadis itu tahu bahwa ia merasakan kenyamanan didalam dekapan sang pangeran.
[Sakura] Sebuah panggilan terdengar dan itu adalah phonix yang berada dalam diri Sakura.
".Ya."Jawab Sakura dalam hati.
[Kau tahu artinya Rasa yang kau miliki Sekarang?] Phonix bertanya kembali membuat alis Sakura naik.
"Apa maksutmu Phonix."Tanya Sakura dengan raut bingung.
[Artinya kau memang mencintainya] Suara Phonix terdengar rendah. [Cinta datang dari sesuatu yang tak biasa dan dijalani dengan sebuah Proses], terdengar helaan nafas rendah dari Phonix [Aku tahu kau masih takut dengan rasa kekecewaan dimasa-lalu] Ujar Phonix.
"Da-darimana Kau?!,"
[Aku sudah lumayan lama bersemayam dalam ragamu, aku membaca segala ingatan yang ada dalam masalalumu] Sakura mengidik mendengar ucapan Phonix yang mengetahui kehidupan Cintanya, yang dulunya tak pernah indah.
"A-aku"
[Kuncinya adalah menjalani dan mempercayainya, ikuti kata hatimu] Suara Phonix seolah terdengar menjauh lalu menghilang begitu Saja.
"Sakura,"Panggil Noctis memandang Sakura ada raut kecemasan pada gadis yang tengah dipeluknya erat. "Ada apa kau sakit?,"Tanya Noctis pada Sakura yang hanya menjarapkan matanya berulang-kali.
"Ah! Aku tidak apa-apa!,"Ucap Sakura.
"Kau tahu aku merasa sangat merasakan nyaman, berlipat-lipat saat kau ada disisiku aku merasa bebanku terangkat,"Ucap Noctis.
"Aku juga merasa nyaman bersama dengamu! Aku tak pernah merasakan kenyamanan seperti ini,"Ucap Sakura memandang sedikit senduh, biasanya aku hanya menemukan cinta yang sia-sia, imbuh Sakura dalam hati.
Noctis nampak tersenyum tipis, dan tiba-tiba Ia mendaratkan sebuah Kecupan tepat dimata Kiri Sakura membuat gadis itu terbelalak dan bersemu sendiri, sementara Noctis nampak ikutan bersemu lalu memandang kearah lain. "Aku juga tak pernah merasakan perasaan seperti ini, sama sekali dengan gadis yang selama ini yang mondar-mandir dalam hidupku, dari wanita bangsawan, atau wanita dari rakyat biasa,"Ucap Noctis lalu melirik Sakura. "Baru kali ini aku merasakan itu dan aku bahagia,"Ucap Noctis perlahan menutup matanya.
Cindy terdiam ditempat seketika menemukan dua sejoli itu berada diruang tamu, awalnya Cindy memang sengaja mencari keduanya karna saat memeriksa kedua kamar mereka keduanya tak ada disana, eh malah ternyata ada diruang tamy"Are-are mereka disini!,"Cindy memandang sembari berhum ria, melihat dua Sejoli tertidur pulas diatas sofa dengan posisi duduk, dan saling menyandarkan diri, kepala keduanya nampak saling bersengahan, Sakura nampak nyaman saat kepalanya tepat berada dibahu pemuda itu begitu pula sebaliknya Noctis nampak menyangga kepalanya dipucuk kepala sang gadis, tangan Noctis tegah setia dibahu Sakura dan mereka tertidur dengan amat tenang.
"Aku tak pernah melihat raut sang pangeran begini sebelumnya,"Ucap Sebuah suara sedikit mengagetkan Cindy, saat menengok ternyata ada Geard dibelakangnya.
"Papa!,"Ucap Cindy canggung. "Apa maksut papa?!,"Tanya Cindy lagi. Nampaknya pembicaraan Ayah dan anak itu tak menganggu tidur kedua Sejoli kita.
"Sejak kecil memang Noctis terkenal suka tidur!,"Ucap Geard. "Tapi dia tak pernah seraut ini,"Ucap Geard membuat Cindy mengkerutkan alis.
"Apa maksut Ayah!,"Ucap Cindy dengan tampang tak peka dengan keadaan membuat Geard menghelah nafas pendek dengan kepolosan anak semata wayangnya itu.
"Yang aku maksut ialah kau tentu sering melihat sisi dimana Noctis yang dulu, namun nampaknya keberadaan gadis ini nampak benar-benar merubah dirinya secara perlahan,"Ucap Geard, mendengar itu Cindy lalu memperhatikan wajah Noctis yang tertidur, lalu mengangguk.
"Kau benar Papa, Noctis benar-benar berbeda, ya dalam artian baik,"Ucap Cindy memandang Noctis.
"Makanya aku ingin sedikit lebih peka terhadap perasaan lawan jenis Cindy,"Jawab Geard lalu membuat sang putri meraut bingung.
"Eh! Maksut Papa apa?!,"Tanya Cindy bingung.
"Maksutku carilah pemuda atau Pria baik yang akan mendampingimu nantinya! Kau bukan anak-anak lagi kau sudah pantas menemukan tambatan hatimu Sayangku,"Ucap Geard sembari tersenyum.
"A-aku belu-"Belum selesai Cindy menyelesaikan kalimatnya Geard langsung memotong perkataan putrinya duluan.
"Kau ini cantik, Seksi, kau sempurna dan berbakat dalam segala bidang, masak tak ada pria satu-pun yang tak membuatmu tertarik, apa kau mau Jadi perawan tua dan pacaran dengan Mobil?,"Tanya Geard, membuat langsung Jleb kehati Cindy.
"Papa!,"Muka Cindy Sewot dan sementara Geard hanya terkikik geli, ia lalu berbalik arah menuju kearah kamarnya, namun sebelum pergi ia mengucapkan sesuatu pada Cindy.
"Bukanya beberapa pria sempat menawarimu kencan? Bukankah dua guardian Pangeran Noctis juga beberapa kali mengajakmu Kencan, tak ada salahnyakan,"Ucap Geard.
"PAPA!,"
"Cindy bisakah kau beri mereka selimut, bisa-bisa mereka malah kedinginan tampa selimut loh,"Ucap Geard.
"Oh oke,"
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
[PAGI HARI]
"Uhk,"Sakura mengerang Bolamata Sakura terbuka menampilkan manik Jadenya yang setengah hidup ibarat lampu lima-watt(?), ia memandang langit-langt ruang tamu dan posisi dengan tubuh terbaring, badanya masih terasa berat membuat ia terdiam sejenak, semalam dia memang berada disini duduk disofa dan bersama dengan Noctis, dan sekarang tubuhnya tertidur diatas lantai berkarpet ruang tamu, selembar selimut besar dan.
Deg!
Bola mata Jade Sakura membulat saat dia tertidur dengan Noctis disampingnya dan memeluknya dengan erat, layaknya seorang anak kecil polos yang mendekapnya erat, muka Sakura kembali bersemu merah memandang hal itu.
Tuk!
Bola mata Sakura membulat mendengar Suara Cindy yang datang keruangan itu membawa dua cangkir kopi, dan meletakan diatas meja tak jauh dari keduanya yang masih terbaring dan satunya masih tidur, membuat Sakura panic dan melepaskan pelukan pangeran dan menganti posisinya jadi duduk. "C-Cindy A-aku!,"Muka Sakura memerah dan berusaha menjelaskan sementara gadis bertubuh seksi itu hanya tersenyum.
"Tenang saja aku sudah tau kok,"Ucap Cindy tersenyum dan bola mata Sakura membulat saat sebuah lengan kekar erat kembali memeluk pinggangnya dengan manja, membuat muka Sakura semakin merah saja. "Semalam kalian cuma tidur dan saat bangun itulah posisi kalian sudah begitu,"Ucap Cindy sembari tersenyum.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
BRUAAAKKKK!
"APAAAA! SAKURA ITU PEREMPUAN!,"Bola mata Cor membulat dan tampa Sadar telah menubruk meja dengan keras hingga membuat Ignis, Prompto dan Gladiolus mengidik saat itu Rain tak bersama mereka karna sedang bersama Stela dalam beberapa tugas.
"Maafkan kami tapi kami melakukanya karna tak mau pihak media merasa heboh jika Pangeran dan kami membawa seorang Gadis,"Jawab Ignis.
"TAPI KALIAN HARUSNYA MENJELASKAN LEBIH DULU PADAKU!,"Ucap Cor langsung mempelototi mereka bertiga.
"Maafkan kami karna tak ada kesempatan menjelaskan,"Ucap Prompto langsung mengidik ngeri dan langsung sembunyi dibelakang Gladiolus. Bersamaan masuklah Rain dan Stela diruangan kemah itu.
"Ada apa ini?,"Tanya Stela tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Stela semua lelaki itu terdiam dan sementara Stela meraut bingung, sementara Cor hanya memandang Tajam kearah Rain membuat Rain merengut bingung juga.
"Kau juga harus memberiku penjelasan,"Ucap Cor.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
Lightning memanglah tripikal wanita berhati dingin, sejak dia kecil dia telah merasakan kerasnya kehidupan. Mulai kehilangan kedua orang tuanya meninggal saat perang, hidup tersiksa dan mengembleng dirinya menjadi Army yang kuat demi melindungi Adiknya Sera dan membebaskan biaya hidup demi meraka berdua, demi adiknya Sera, Lightning tak pernah mengeluh sedikit pun asal Sera bahagia dia akan memberikan segalanya, mengotori tanganya dengan darah atau diburuh musuh bukan masalah, namun semenjak jiwanya telah kehilangan Raga sebagai Manusia murni, dan segala impianya telah menghilang, adiknya, jiwa manusianya, tempat ia hidup, sekarang dia hanya bongkahan jiwa yang terus bangun dan tertidur dan terbangun dalam bentuk Cristal ratusan bahkan jutaan tahun dan semua telah perubahan namun tidak bagi dia.
Air mata gadis bersurai Giok itu meleleh, dialam mimpi tak ada ujungnya, dimana itu adalah ruang yang dia miliki ruang mimpi, dia disana saat ia tertidur tak ada yang bisa merusak privasinya, atau pun perintah dari Etro. Tak ada yang menyadari Seorang Lightning tak ubahnya seorang gadis yang rapuh dibalik perisai dan wajah dinginya ia memiliki tingkat kerapuhan ketimbang siapa-pun, dia juga bukan pelindung dewi yang sempurna.
"Light...Light!,"
Bola mata Light terbuka memaksanya keluar dari alam mimpinya, mendapati dirinya tertidur disudut gua bersama para manusia yang baru dia kenal saat melawan Goblin, Nama mereka adalah Naruto, Hinata, Sasuke, Sai, Kakashi, dan Ino, juga dua rekanya yang entah mereka manusia atau bukan(?) Noir atau Shun.
"Tak kusangka Seorang pengawal Dewi kau bisa tertidur juga,"Jawab Noir yang rupanya dialah yang sedang membangunkan Light, sementara yang lainya nampak bicara empat mata dengan menyusun rencanan tak jauh dari mereka, Sementara Shun tengah berada diujung agak berjauhan diri dari mereka, dan Light menaikan alisnya saat melihat Shun tengah berbicara pelan sembari mengenggam sebuah cermin itu, bukan hal aneh jika didunia ini memilik alat Sihir untuk berbicara dengan seseorang layaknya telpon gengam yang menghubungi seseorang ketempat yang jauh melalui alat sihir. Tapi tetap saja penyihir itu selalu memiliki Rencana yang membuat Light menaikan alisnya.
"Bagaimana keadaanmu?,"Tanya Hinta pada Light, yang lalu mendekati Light dan Noir.
"Aku baik-baik saja,"Jelas Light datar.
"Nampaknya Hujan badai diluar telah benar-benar telah berhenti, kita bisa kembali kefockus masing-masing,"Ucap Kakashi.
"Aku aku berharap begitu,"Balas Lightning datar, dia juga harus bergegas melakukan apa yang menjadi tugasnya, ya masalah Badailah yang membuat dia dan Shun, juga Noir bergabung dengan para ninja tersebut.
"Jadi bagaimana Pakkun?,"Pertanyaan Kakashi pada seekor anjing kecil namun dapat berbicara, ya bagi Light itu bukan hal yang aneh. "Apa kau menemukan Bau Sakura?!,"Tanyanya.
"Aku susah melacaknya,"Jawab Pakkun dengan wajah malas, membuat Ino mengeram sendiri menaikan sebelah alisnya.
"Aku tak sabar lagi!,"Ucap Ino kesal. "Kita harus bergegas menemukanya,"Ucapnya lagi.
"Benar kita Harus menemukan Sakura-Chan!,"Ucap Naruto sendu. "Jika memang dunia aneh ini adalah tempat untuk menemukan Sakura-Chan pasti kita akan menemukanya, aku yakin itu!,"Ucap Naruto positiv dengan semangat yang membara.
"Bagaimana jika kita berpencar saja!,"Tanya Ino.
"Aku tak yakin dengan hal itu,"Ucap Hinata meraut ragu.
"Aku akan mencari jejak-jejak Sakura dengan Tinta-burung, sekitar Sini,"Ucap Sai. "Kurasa berpencar disaat begini adalah hal yang cukup fatal,"Ucapnya.
"Sai benar! Kurasa berpencar kedunia yang asing ini sama saja bunuh diri,"Ucap Sasuke starkatis.
Pandangan Sasuke kembali terkunci pada sosok Lightning yang berjalan mendekati mereka dengan raut datar, sembari bedecak pinggang, diekori Shun dibelakangnya dan juga Noir. "Bagimana keadaanmu?!,"Tanya Sasuke pada Light, membuat Naruto terngaga Si-pemegang Kyubi ekor sembilan itu bersumpah dia tak pernah melihat Sasuke memperhatikan orang lain, jangankan keorang baru yang dikenalinya, apa lagi keteman-temanya.
"Tak apa-apa!,"Jawab Light datar.
"Kami akan mengarah kekota hancur sekitar sini untuk mencari informasi,"Jawab Kakashi datar, bagaimana denganmu?!,"Tanyanya pada Light.
"Kalau begitu selamat menempuh perjalanan kalian, aku akan mengambil jalan yang berbeda,"Ucap Light datar dan melangkah keluar dari Gua membuat semua orang meraut mendengar hal itu.
"Wah nampaknya kami harus pergi sekarang, maafkan dia ya? Wanita itu sifatnya memang begitu,"Ucap Shun dengan senyuman miris lalu mendapat delikan tajam dari Light.
"Ah! Bukan masalah harusnya kami merasa tertolong dengan keberadaan kalian,"Ucap Kakashi sembari mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"AWAS!," Teriak Ino saat melihat sesuatu yang ternyata sesosok monster membuat Light nampak lengah.
"Ah!,"Bola mata Giok Light membulat ia memandang kearah monster dan melakukan kuda-kuda atau sikap pertahanan. Pada Monster besar ukuran 3 kali lipat berbentuk singa berbulu putih dan memiliki kumis amat panjang seperti ikan lele.
DUAAAAARRRR!
"Ahk!,"Light lalu terlempar jauh dari monster, saat monster itu menghempaskan Light dengan moncongnya lalu tubuhnya, dengan keras terhempas lalu tubuhnya ditangkap oleh Sasuke.
"A-apa lagi itu,"Tanya Hinata bersembunyi dibelakang Naruto.
"Itu Carberatus!,"Ucap Shun.
"Jadi!,"Ucap Noir menghelah nafas, lalu tersenyum tipis diwajahnya yang cukup Sangar, perlahan ditangan kirinya, memancarkan api yang berwarna merah-kebiruaan. "Tak ada salahnya melawan lagi,"Ucap Noir, lalu berlari dan langsung melempar api ditanganya kerah Carberatus yang menyerang light hingga terhempas.
"Cih nampaknya ini bakal lama!,"Jawab Sai serius memunculkan burung-burung tinta berupa puluhan gagak dalam satu gulungan.
[BERSAMBUNG]
[Sabtu -April - 23 - 2016]
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:CERITA SINGKAT:]
"Melelahkan!," Author menghelah nafas menyelesaikan ceritanya dan membanting tubuhnya kekasur.
"Memangnya kau habis dikejar siapa, sampai kelelahan begitu?,"Tanya Noctis yang baru saja keluar dari kamar mandi Author dan hanya mengenakan celana trait dan handuk dikepala dikarnakan pemuda itu telanjang dada.
Menatap sipangeran tukang tidur itu, author hanya menghelah malas(?). "Ignis menariku dari Random sebelah dan suruh menelesaikan cerita ini.
BRAAAKK!
Secara tiba-tiba pintu kamar Author kembali terbanting kasar, memunculkan sesosok mahluk gaib(ditampol) seorang lelaki baik hati dan tak sombong, bernama Gema muncul disana. "Bro kerjaan loh dah selesai?,"Tanyanya.
"Udah tapi-,"Belum Sudah Author ingin istirahat Gema langsung menarik Sang Author kasar menuju ruang tamu untuk berargume.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:INFO KHUSUS:]
Author : Halo mas~bro and Sis~cantik kami kembali, saya kembali untuk kabar seputar game yang kami! Karna hari ini saya gak sendirian dalam membawakan laporan hari ini, bersama teman saya, Si Kuyang atau beruk.
Gema : Kuyang kepalamu*Nendang Author*
Author : lah ampun dewa, ampun Kokoh*Gema keturunan Tiong-Hua*.
Gema : D: Jaa~Mulai dari kabar PS4 setengah bakal dirilis bulan yang akan datang, kabar baru datang dari Parasite Eve yang 4, bakal dibuat, menurut sebuah gambar bocor ditampilan Final fantasy 15, sampai kabar baru Ister Egg! Yang akan memunculkan devo untuk game naruto terbaru, bapa-bapa dan ibu-ibu.
Author : Jadi bakal ada PS4 yang bertranspormasi menjadi PS4 setengah? Minggingat kabar dilucurkan VR nampaknya itu bakal bukan kabar yang hanya dianggap isu.
Gema : oke selanjutnya datang dari naruto yang bakal dirs karna permasalahanya di PC, devonya terancam bakal diganti ya! Tapi itu mungkin hanya isu.
Author : Tapi ya saya masih gak yakin seratus persen!.
Gema : Oke lanjut ada kabar dari Squeenix yang bakal ngebuat parasite eve empat, dan kabar ini disinyalir setelah melihat informasi dari demo Final fantasy 15.
Author : Ia! Tanda itu datang dari tampilan kota yang muncul dari Demonya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:TANYA JAWAB:]
Adriansyah
Thor apa jangan-jangan Rain itu Sodara Noctis atau anak gelap ayah Regis?
Me : Oalah! Jawab gak ya.. :p
ismisftr
saya suka sekali kaka sma FF ini :-D
penasaran sma lanjutannya, ganbatte :-P ;-) :-D
Me :Thangs Ismis dukung terus ya!
Chochosleep
halo author, salam kenal yaak... abis baca facfictnya ko jd ngefans ya hehehhehe...ceritanya bagus, cock lah saku sama noctis.. bikin chocho baper sendiri ngliat mereka mesra *efeksingle .. ne ditunggu loh lanjutannya ganbatte.
Me : Sama kok saya juga baper pas nulisnya.
SakuraLover
What baca part 13 langsung baper, padahal momen ini yang telah dinanti-nantikan, lol (JONES)
Me : Sama kok saya juga jomblo tapi gak ngenes.
Nameayu 7056
Wah lagi seru nih kapan ada lanjutan nya kak terus kok bikin chapternya cuma satu harusnya satu lagi jadi sampai empat belas chapter, kalau aku jadi sakura aku dukung kubu noctis orang aku cintai dari pada orang yg menyakitiku kapan adalan jutannya kak aku tunggu yah semangat kak secepatnya yah kak
Me : Untuk yang satu itu kurasa belum kutentukan bakal kearah mana hati sakura bakal berlabu, kesasuke atau KeNoctis.
Nobe
what you do not offer the presence of cindy..:0
Me : You See an Cindy other all.
XueYang
Ini keren,, aku suka fic ini Dear outhor-san tolong lanjutkan fic :*
Me : Terimakasi atas dukunganya.
AdiknyaSasori
waah romance nya udah mulai nambah nihhh, ceritanya juga makin seru aja kak.. aduh~ aku jadi baper nih pas adegan noctis peluk sakura ama cium sakura hehehe...
pokonya tetap di lanjut yaa ceritanya,kalo bisa sih di update kilat yaaa...
Me : ya maaf kalau pada baper tapi soalnya banyak juga yang minta Noctis dan Sakura kearah yang lebih dari pertarungan jadi ya saya coba bikin sedikit Romance.
Cumi - Cumi
Ah maap ternyata udah dua chapter kelewat gomene kyeeeeiii kenapa sih team konoha datang -_- cih menganggu Saja!
Me : Ah jangan marah dong sama mereka :p.
Banci Bohay
Yeeaaah...yeeaaahhh dehm jadi rencanaya lancar apa enggak ya hubungan Sakura.
Me : Lancar gak ya :v
Satsuki Narita
:D yey akhirnya :3 SakuNoctis dah ganti Fase sakura Nerima Noctis gak ya...
Me : :3 menurut kamu?
Tampan Gaming
Hueeehehehe...karna sudah di Duscae bisa nih, kau munculin Neneng-lope Cindy :v
Me : Bisa kok! Bro.
Nivans erlangga
Hihi...akhirnya Scan SakuraNoctis segera berjaya :D lanjutkan Ne nii-chan :D
Me : Pasti dilanjutkan Ne Ayu-kun
Nurulita as Lita-san
Ficnya keren, lanjut dong..
Me ; Siap bos!
Terror Bird
Oho Noctis menyatakannya juga.. Ternyata abis NoctSaku kiss, Noctis ketemu rain ya.. Akhirnya!
(Sorry kalau komen saya kaga bermutu) :p
Me : gak apa-apa kok Bird! Aku sengaja membuat ini supaya menyadarkan Noctis yang berhati batu.
'Chandra
holla... (-*)/
wah wah wah... ceritanya makin seru aja nih thor... -
biar aku tebak...
jangan jangannnn... O.o
.
[1 detik kemudian].
.
.
.
[ 10 menit kemudian].
.
.
.
[3 jam kemudian]
.
.
.
.
.
.[2000 juta Tahun kemudian]
(Authornya dah jadi kerangka)
.
Rain anaknya sakura sama noctis di masa depan yaaa.. hayo ngaku... (0)trs krn ada suatu sebab rain dikirim ke masa lalu... wkwkwk... candra memang pinter... khukhukhu... ,)v semangat update ya author-san... ganbatte...! -)b
Me : [bangkit dari kerangka(?)] Hahaha...banyak juga yang berpikir kalau dia putra Noctis, ada juga yang bilang Rain itu anak gelap Raja regis, ada pula yang bilang kalau Rain itu adalah jiwa Noctis yang datang dari masa depan, yah banyak bro! Tapi sebagai Author saya tetap belum bisa memberitahukan secara pasti dia siapa, sampai waktunya tepat.
ferrish0407
always support kok. semangat ditunggu next chapnya
Me : Thangs atas Suportnya, itu membuat Author lebih berusaha lagi.
Paddra Nsu Yeul
Wow amazing! setelah review ku terpost beberapa jam kakak langsung update chapter 13. Sankyu yaa mau sempet sempetin bales review nistaku hahaha.
Insomnia dan Altissia itu masih simpang siur. Ada yang bilang dua kota itu sama, tapi di wikia udah diperbarui dan Altissia itu ternyata ibukotanya Accordo #entahlah#
Tapi Insomnia itu udah fix ibukotanya Lucis kok,,- kyaaa btw itu si Sakura ama Noctis a.k.a Sasuke HD *buagh* terdampar di Duscae berdua yaa? Bagus deh aku seneng akhirnya mereka bisa berduaan tanpa gangguan dari Cor, Rain, dan Prompto cs.
Me : Memang itu niatku (ketawa) Tapi disini Noctis dan sasuke berbeda loh beda pembuat bahkan beda penciptanya,
saisah
Yes chapter ini gak Ada naruto DLL. Noctis Dan sakura romantisnya kerasa. Bukannya Aku gk suka naruto DLL cuma malas aja kalau naruto DLL pada ke dunia Noctis terus konoha apa kabar, nanti jalan ceritanya jadi kaya gimana gitu. apa lagi nanti apa pairing baru, nanti bagian noctis sakura and rainnya jadi sedikit.
Me ; Tarimakasi atas Suportnya tapi ya memang mereka digiring kesana memang memiliki tujuan, dan soal hubungan Noctis Sakura atau Rain mereka tetap bakal selalu ada dan para guardian yang lain tetap akan mengambil bagian dalam cerita kok.
[:TERAKHIR:]
Oke minna...tak bosan-bosanya Author menyatakan rasa terimakasi atas kalian terhadap cerita Author, author akan berusaha lebih baik membuat cerita ini agar kalian tak bosan! Jadi terakhir Saya Lightning Shun sampai jumpa lagi di Chapters depan Jaa~neee!
