"Jadi!,"Ucap Noir menghelah nafas, lalu tersenyum tipis diwajahnya yang cukup Sangar, perlahan ditangan kirinya, memancarkan api yang berwarna merah-kebiruaan. "Tak ada salahnya melawan lagi,"Ucap Noir, lalu berlari dan langsung melempar api ditanganya kearah Carberatus yang menyerang light hingga terhempas.
"Cih nampaknya ini bakal lama!,"Jawab Sai serius memunculkan burung-burung tinta berupa puluhan gagak dalam satu gulungan.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"
By
"-_- Ligthting Shun -_-"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
Note :
Hallo saya Lightning Shun, dan salam kenal untuk kalian yang membaca, pada kesempatan ini di tepat part 15 tepatnya! Saya ingin memberikan beberapa Clue tentang Rain, seperti yang kalian tahu bahwab beberapa pembaca sudah banyak yang messeges dari FanF atau Facebook, bahkan PM keauthor tentang Rain, dan banyak banget tebakan kalian, ada yang tepat ada juga yang kurang tepat, jadi dari pada ada Haters saya dari Forum sebelah yang gak sabar mau tahu, akan saya berikan Cluenya dipart ini, jadi selamat membaca.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
"Chi!,"Light mendelik ringan, mendapati posisi amingunya dengan Sasuke engan sedikit dorongan ia mengubah posisinya dan segera berdiri dan mengarahkan senjatanya pada sosok Carberus tersebut yang juga datang mengomando teman-temanya yang lain, sedikitnya ada Sepulu Carberatus yang bernotabenenya 8 Carberatus dewasa, dan sisanya Carberatus anak-anak.
Salah satu dari Carberatus segera mengarahkan cakarnya mencakar Light, namun Light sudah melompat keudara. "Kisama!,"Lighting melompat bebas keudara, bersamaan Kelopak mawar nampak bertebaran dimana-mana, memunculkan sosok Light yang sudah berada didekat kepala sang Carberatus dan menancapkan pedang merahnya kekepala Carberus, yang langsung mengerang kesakitan.
GUAAAARRRHH!
"Ayo Serang!,"Sai lalu naik diatas tinta-burungnya lalu mengambar 10 burung dan mengomando semua burung untuk menyerang para Carberatus,lalu Sai mengajak Ino diatas summon burung sebagai tunggangnya. "Ino kendalikan mereka dengan Shinsin,"Perintah Sai, sementara Ino mencoba mengendalikan dua Carberatus dewasa dan berhasil, membuat mereka malah saling menyerang.
"Ada 8 monster yang nampak bergerak liar, sementara dua monster itu sedang dikendalikan oleh Ino dari atas, Sai tak menyia-nyiakan kesempatan gunakan Juts pemanggil tiba-tiba Sai mengarahkan tintanya kearah Kanzasa-Kutsu lalu mengambar ribuan burung dengan kecepatan menganggumkan bersamaan alat kekkai peledak dibadanya.
"SHIARI! KHAAAAT!,"
DUAAAAARRRR
DUAAAAARRRRR
DUAAAAARRRRRRR
Rentetan ledakan, nampak membuat keadaan para Carberatus komat-kamit panic, namun tak sedikit tak tumbang dengan serangan Sai barusan, ledakan itu hanya menghancurkan kulit luarnya saja "kita tak bisa melawanya jika dengan kekuatan seperti ini,"Ucap Kakashi memanggil Sai, sementara Sai mengangguk setuju.
"APA KITA HARUS MUNDUR!,"Ucap Sai.
"Tapi kita tak bisa mengabaikan mereka,"Ucap Sasuke datar.
"Kalau begitu aku akan membangunkan Kurama,"Ucap Naruto.
"T-Tapi Naruto-kun,"Ucap Hinata dengan nada Khawatir.
"Jangan Khawatir Hinata,"Ucap Naruto dengan nada sungguh-sungguh.
"Kalian tak perlu Khawatir!,"Panggil Shun sembari tersenyum, semua mata memandang Shun yang masih tersenyum-santai tepat dibelakang. "Biar aku saja yang menghadapinya dan kau Hinata bisa Suport aku jika aku terluka,"Ucap Shun sembari berjalan melewati mereka semua, yang menatap sembari tak percaya sebelumnya karna menginggat saat pertarungan Goblin saat pertarungan kemarin, Shun tak terlalu bergerak penuh dalam pertarungan, ia hanya menjadi Healer untuk para petarung, namun yang hanya bergerak lincah hanya Noir dan Light saat membantu mereka.
"Kami cukup sibuk!, Jadi kuyakin Light juga ingin bergegas pergi, dari sini bukan begitukan Light,"Ucap Shun dengan nada Ceria sementara Light membuang pandangan kearah lain.
"Tapi kami tak percaya jika kau bisa percaya denganmu, biar kita bersama saja melawanya,"Ucap Naruto.
"Jangan Khawatir dia mampu,"Ucap Noir.
"Sungguhkah tapi dari sosok monster itu saja begitu berbahaya,"Ucap Kakashi. "Tolong jangan bertindak sendirian,"Ucapan kakashi membuat Shun tersenyum, lalu melangkah meninggalkan semuanya dan mendekati Sasuke.
"Nah Sasuke! Bisa kau serahkan mereka padaku,"Ucap Shun sopan.
"JANGAN MENGHALANGIKU!,"Sasuke dengan nada kesal melirik wajah Shun yang hanya menyeringai dengan tipis.
"Tapi jangan salahkan aku jika kau mati karna tak sengaja mendapat serangan nyasar,"Ucap Shun melirik santai meski begitu terdengar seperti ancaman tak langsung, seketika Sharingan Sasuke aktif dan memandang dengan sorot ingin tahu sekaligus membunuh, mata sharingan yang aktif sedang mencari dan kelemahan serta titik kemampuan yang Shun miliki, namun menganalisa kemampuan pemuda berambut panjang itu sekarang bukanlah hal yang tepat.
Shun terdiam memandang Charberus, seketika bola matanya memejam, tangan kirinya terulur kedepan, bersamaan aura kehijauan mengeliling tubuhnya, bagai bias api, ia membuka kelopak matanya dan menampilkan warna kehijauan dimatanya, membuat Sasuke nampak mengidik, mulut Shun merapalkan sebuah mantra mengarah pada Charberus yang sedang sibuk teralihkan dengan Ino yang mengendalikan dua Charberus disana.
Dataran langit dunia kelabu datangkancahaya,bawalahkelangit malam,akumemanggilmu, dan meledaklah bagai atom
Dataran langit dunia kelabu datangkan cahaya, bawalah kelangit malam, aku memanggilmu, dan meledaklah bagai atom
Aero!
Usai menyelesaikan mantranya tanganya langsung bergetar bersamaan cahaya, petir berwarna hijau, disekitarnya terdapat angin bak badai dengan dahsyatnya menghatam para Carberatus dengan sekali serangan, hingga tubuh mereka hancur berkeping-keping dan jazad yang tak utuh, ledakan itu juga menghanguskan hutan sekeliling dan meninggalkan, retakan-retakan cukup besar ditanah.
"Sudah kubilangkan,"Ucap Noir memandang semua yang disana, dan nampak melongo dengan suksenya.
"Selesai sudah,"Light mendengkus, sembari menyarungkan kembali pedangnya, lalu melipat tangan didepan dada.
"Heheh~"Ucap Shun tersenyum memandang Lightning.
"J-Jika kau memang memiliki tenaga sebesar itu, harusnya bukankah saat ada kejadian di Goblin itu, kau bisa membantu kami,"Ucap Naruto.
"Aku hanya bisa mengunakan seragan seperti itu hanya sekali, karna aku akan sangat lelah dan sihir tadi menguras banyak tenaga dan beresiko, tubuhku bisa hancur,"Ucap Shun.
"Pembohong,"Ucap Light dan Noir berdecik ria dalam hati paling dalam.
"Cih! Kalau begitu selamat tinggal,"Ucap Light berjalan menjauh, tiba-tiba ia melempar sebuah kristal berwarna merah-muda sebesar 3xkelereng keudara, bersamaan Light lalu menembakinya dengan Sword the Gun miliknya, yang memiliki dua fitur fungsi menjadi senjata berupa pedang dan juga memiliki peluru timah didalamnya.
DOR!
Usai menghancurkan batu berwarna merah muda tersebut, batu itu hancur dan memunculkan serpihan kristal dan kelopak-kelopak mawar disekitarnya dengan sebuah lambang indah disana, semua nampak terang dari cahaya yang keluar dari lambang indah tersebut.
SYUUUNNGG!
Sosok kuda besi indah, putih keemasan, nampak keluar dari Portal dan mendarat tepat disamping, Light dan gadis berambut ikal softpink itu langsung menungganginya tampa memandang semua orang ia lalu meninggalkan mereka semua begitu saja.
"H-Hoi tunggu,"Panggil Naruto.
"Ah maafkan Rekanku memang begitu,"Ucap Shun. "Jadi kurasa kita harus berpisah sampai disini, karna arah kita berbeda,"Ucap Shun.
"Terimakasi kembali, pertolongan kalian tak akan aku lupakan,"Ucap Kakashi dengan ramah dibalik topengnya, sembari bersalaman dengan Shun.
"Ya sampai jumpa,"Ucap Shun.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
"Aku tak sangka kita langsung diomeli, Cor habis-habisan,"Ucap Prampto dengan pandangan mengereut baak jeruk yang diperas, mood sang pria tampan berambut pirang itu benar-benar hancur sekarang ini.
"Setidaknya sekarang kita semua rata,"Ucap Ignis.
"Lalu apa kita akan lakukan, bahkan Stela pun juga tahu dan akhirnya semua jadi kacau,"Ucap Gladiolus.
"Tapi setidaknya kita sudah jujur,"Ucap Rain yang juga tak luput dari kemarahan Cor beberapa menit yang lalu, dan memaksa keempatnya untuk menunggu dibarak dan dilarang untuk keluar dari barak sampai Cor kembali.
"Baiklah kembali kerencana awal, apa antara Ignis-ssu atau Rai? Kalian sudah bisa melacak Sakura,"Ucap Prampto.
"Aku belum,"Jawab Rain dengan raut tenang.
"Lalu bagaimana Ignis-ssu!,"Tanya Prompto
Kemudian, sementara Ignis melirik dan nampak terlihat setitik wajah cerah diwajah pria itu, "aku sudah menemukanya,"Ucap Ignis.
"HAH benarkah!,"Ucap Gladiolus lalu mendekati Ignis yang memang sejak tadi tak melepaskan, alat canggihnya itu.
"Memangnya kalian berdua pikir dari tadi, aku hanya duduk-duduk karna kita dilarang meninggalkan ruangan ini?!,"Tanya Ignis menyengit.
"Ups...hihihihi maaf,"Ucap Prompto mengaruk kepalanya dengan agak kasar, hingga rambutnya sedikit berantakan.
Serk!
Suara kibasan, penahan pintu kemah yang hanya terpasang kain, yang menutup pintu kemah nampak terbuka, bersamaan munculnya Cor, Stela dan Buron yang memasuki ruangan dan lelaki itu masih memasang aura mengerikan, yang ditujukan untuk para pria didalam ruangan.
"Tadi aku sudah membicarakan, prihalnya menghilangnya Pangeran pada Ketua Ronsso,"Ucap Cor. "Sebenarnya aku ingin ikut kalian mencari Pangeran dan Saku, ah maksutku nona Sakura akan tetapi aku tak bisa meninggalkan pasukan disini, jadi kalian akan ditemani oleh Hairu sementara Aku, Buron, dan Stela harus tetap disini dalam urusan militer,"Jawab Cor dalam setengah hati(?).
"Baiklah!,"Ucap Gladiolus menganggukan kepala.
"Sebelum kalian meninggalkan kawasan ini, aku minta kalian mengunakan segala prangkat komonikasi agar tetap terhubung,"Ucap Stela.
"Aku harap kalian bisa menemukan pangeran,"Ucap Buron dengan nada serius. "Glad! Tolong titip Hairu padamu,"Ucapnya.
"Serakan padaku!,"Ucap Gladialous mengangkat jempolnya.
"Kami mengerti sebaiknya mari kita menentukan, suport party, bagaimana Rain,"Ucap Ignis.
"Aku tak masalah dalam posisi apa!,"Ucap Rain.
"Baiklah begini Saja, aku posisi depan, bersama Gladiolus,"Ucap Ignis. "Kau parompto, akan bersama Hairu untuk menjaga barisan kedua, untuk serangan jarak jauh, dan Rain kau adalah Suport,"Jelas Ignis.
"Aku mengerti, untuk Suport kalian bisa menyerahkan itu padaku,"Ucap Rain. "Tapi jika ada masalah jangan salahkan aku untuk menyalahi sebuah aturan,"Ucap Rain datar.
Usai membicarakan masalah formasi, mereka sedang mengurus keperluan mereka, namun saat ini relatif dan aman dari musuh mereka memutuskan mencari Pangeran dengan berjalan kaki atau mengunakan Kristal teleport dibeberapa tempat, lalu tampa pengawalan yang berlebih mereka berlima akhirnya melakukan perjalanan seperti yang mereka diskusikan, dan tampa disadari seseorang mata-mata nampak mendengar informasi yang cukup mengagetkan dan siap untuk dilaporkan pada Tuanya perihal rahasia Pangeran dan Bodyguard.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
PRAAANNNGG!
"Tidak mungkin,"Raut cantik Luna berubah kesal, dengan tak sengaja menjatuhkan cawan the-nya, hingga membuat beberapa dayang terkejut, dan para Guard nampak kaget.
"P-putri,"Panggil salah satu pelayan, diantara tiga pelayan yang bungkam.
"Keluar dari kamarku!,"Jawab wanita cantik itu datar nan-tajam, lalu memandang dari ekor matanya yang terbelalak liar.
"T-Tapi putri!,"Ucap Sang-pelayan.
"KELUAR DARI SINIIII!,"Teriak Luna kesal, dengan penuh kemurkaan dan meraih pot bunga dimeja sampingnya lalu melemparnya ketembok hingga pecah.
PRAAAANNNGGG!
Dengan Sikap sang putri-Sumoners yang sangat murka tak terkendali, membuat para pelayan Kocar-kacir keluar, sembari meninggalkan sang-putri dan meminta para pengawal untuk menjaga didepan kamarnya, agar jika tuan-putrinya sudah tenang dan meminta bantuan para pengawal tetap ada disana.
Didalam Kamar :
Usai ditinggalkan oleh para bawahanya, Luna hanya bisa terdiam, dan meruntuk kesal dengan pesan yang dibawa oleh seorang mata-mata yang merupakan bawahanya, jika pengawal baru Noctis yang selalu menjadi Proritas bagi Guardian dan Noctis adalah Seorang wanita, Luna ingat dengan beberapa kejadian dimana Sakura selalu terluka namun baik Noctis atau-pun teman-temanya selalu memberikan sesuatu yang lebih pada Sakura.
"Pangeranku!" Luna mendekati sebuah pingura lukisan mini yang disandarkan dimeja rias.
"Padahal aku sudah berusaha untuk mengulingkan Stela, agar menjadi Komandan pasukan agar kelak mendapatkan dirimu,"Ucap Luna mengambil pigura dan memandang ukiran tampan wajah itu.
"Awalnya aku kesal mengapa kau tak bisa melihatku, karna kau terlalu akrab dengan para-guardianmu, makanya aku benci mereka,"Luna menjambak rambutnya sendiri hingga berantakan, bersamaan dengan gelas dan barang terbuat dari kaca hingga terdengar rentetan pecahan terdengar nyaring dalam kamar itu.
"Namun sekarang, kenapa justru wanita itu,"Luna mengenggam Pigura dengan gemetaran.
"Aku melebihi dirinya,"
"Aku memiliki segalanya,"
"Jadi inikah yang membuatmu mengabaikan aku Pangeran Noctis,"Ucap Luna semakin kesal dan melempar pigura ditanganya hingga lukisan ukira batu itu hancur berkeping-keping.
PRAAANNGG!
Kini kondisi kamar sangatlah kacau, ruangan yang berantakan, pigura dan gelas yang pecah, rambut sang putri yang kusut, air mata berderai dan kebencian yang melebihi sampai keluar dari sumsum hati.
"Nananana~~~"Sebuah lantunan ceriah sebuah melody nampak terdengar didalam kamar, membuat Luna mencari sumber asal suara aneh, layaknya anak-anak, dan rupanya benar sosok anak remaja sekitar 10 tahun, dengan gaya ikat rambut kuncir miring kekanan, dengan surai ikal berwarna merah muda, iris mata hijau dan mengenakan baju ghot-loli hitam nampak tampak tersenyum manis sembari duduk dikasur milik Luna.
"Siapa k-kau! Bagaimana kau bisa disini,"Kata Luna kaget, pasalnya tak ada tanda-tanda orang memasuki kamarnya.
"Oui! Maaf aku menyelah tapi apa kau tak lihat, raut cantikmu menghilang begitu saja!,"Ucap gadis kecil itu dengan senyum sinis. Ia lalu nampak mengelilingi Luna sembari menari-nari kecil.
"Apa yang kau inginkan, dan apa maumu?,"Tanya Luna Starkatis.
"Dengar aku juga tak ingin membuang waktuku dengan sia-sia,"Ucap gadis itu sembari memainkan jari telunjuknya dan tersenyum. "Namaku ada Lumina? Salam kenal putri Luna,"Ucapnya.
"L-Lumina,"
"Dengar Ya! Aku datang dengan sebuah kesepakatan denganmu,"Ucap Lumina.
Akan kuberikan kau kekuatan untuk melakukanya
"Jika kau ingin mengulingkan wanita itu! Dan semua dapat tunduk padamu, Noctis caleum, kekayaan kekal, pemerintahan, dan semuanya. Maka kau tak perlu menunggu kekuatan itu, karna kekuatan itu ada padaku,"Sebuah kabut kehitaman nampak ada dikedua tangan Lumina, berbentuk kristal berwarna hitam.
"Nah jadi apa kau mau bernegosiasi denganku? Ingatlah kesempatan tak dapat dua kali,"Ucap Lumina.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
"Huaah! Benar-benar merepotkan!,"Ucap Cindy dengan nada kesal, dan mengembungkan pipi.
"Ada apa Cindy-chan,"Tanya Sakura, mendekati Cindy dengan tampang penasaran, sejak tadi pagi Cindy uring-uringan setelah pergi kebengkelnya.
"Heh..Sakura! Sebenarnya aku sedang menunggu anak buah ayah untuk membantuku!,"Ucap Cindy mengembungkan pipi dan kembali uring-uringan.
"U-Untuk apa Cindy,"Ucap Sakura polos.
"Begini sebuah pesanan mobil akan kuantarkan pada konsumen! Namun anak buah Ayah belum datang, aku tak sanggup mengangkat mobil itu sendirian, kemobil derek.
"Eh!,begitu ya?!,"
"Sekarang aku harus bagaimana,"Ucap Cindy panik, sembari terus menelpon salah satu lelaki yang menjadi anak buah Ayahnya, akan tetapi tak berhasil.
"Bagai mana?!,"Tanya Sakura.
"Nihil..."Ucap Cindy dengan nada Suram. "Nampaknya aku harus menelpon pemilik mobil, karna keterlambatan pengantaran mobilnya hari ini,"Ucap Cindy dengan mendengkus perlahan.
"Kurasa aku bisa memberi bantuan,"Ucap Sakura. "Hanya perlu mendorong mobilnya kemobil derek-kan!,"Seulas senyuman nampak terlihat dari wajah Sakura.
"Eh!,"sementara wajah Cindy hanya meraut dengan nada bingung.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
"Bagaimana acara istirahatnya, nyaman Pangeran semalam,"Pertanyaan dari keluar dari Geard saat Noctis keluar keserambi beranda, seketika membuat wajah tampan sang-pangeran menjadi bersemu.
"Ah ya,"Ucap sedikit gugup sang pangeran membuat Geard tersenyum maklum. "Tn-Geard Omong-omong dimana Sakura,"Tanyanya pada Geard.
"Hahaha...dia sedang membantu Cindy dibengkel nampaknya keduanya sedang sibuk, tunjuk Geard pada bengkel yang tak jauh dari wilayah rumah pribadinya, yang juga berfungsi sebagai mobil. Geard memang memiliki beberapa rumah mobil disekitar bengkelnya yang selain dijadikan rumah pribadi(mobil paling besar), untuk mobil rumah yang ukuran sedang dijadikan sebagai mata pencarian dengan disewakan, tak sedikit orang yang singgah dibengkel dan menjadi montel sementara, ditambah usaha kafe Hendry benar-benar membantu montel Geard, dan juga Hammerdhead beroprasi karna adalah satu-satunya bengkel di Duscae.
Bola mata Noctis nampak sedikit berputar saat memandang, Sakura yang sedang mendorong sebuah mobill dengan satu tangan, seorang diri menuju mobil derek yang diarahkan Cindy. "Gadis anda tak cuma cantik, tapi juga luar biasa,"Ucapnya sembari tersenyum.
"Ah! Ya,Ucapan anda memang benar,"Ucap Noctis sembari tersenyum.
KYAAAAAKKKK!
Sepontan terdengar suara-suara mengerikan, dari arah Chocobo-inn, bersamaan sebuah gemuruh dan gempa berskala kecil, membuat aktifitas di Hammerhead berhenti begitu saja. Baik Geard dan Noctis keluar dari teras, Handry yang awalnya berada didalam FoodShopnya langsung keluar dengan keadaan panic saat gempa terjadi, Cindy dan Sakura juga memandang kearah asap dan api yang datang di Chocobo-inn. Sosok api, semakin membumbung diudara.
"Ada apa ini!,"Ucap Sakura.
"Kurasa ini,"Ulah monster hutan."Sosok Geard sudah ada didekat Cindy, begitu pula Noctis mengekori pria tua tersebut.
"Ayah,"Raut kecemasan terlihat dari Cindy memandang sang Ayah, sementara Noctis mengenggam tangan Sakura yang nampaknya wajah cantik gadis itu mengerut penuh rasa khawatir.
"Kweee~ Kweeeee~ "sosok Chochobo berwarna putih nampak penuh dengan luka, berlari tersendat-sendat, beberapa bekas luka lebam, bersamaan goresan ber-aromakan darah kental yang merembes yang menancap pada lukanya, bola mata Sakura memandang Horror saat Chochobo putih itu mengurangi larinya, dan langsung jatuh ditanah. "Kweee~"Ucapnya bernada panjang dan meringis.
"..."Sakura terdiam, bola mata Jadenya nampak berkaca-kaca, dan langsung mendekati Chochobo dengan nada gemetar, ia langsung mendekat pada hewan itu yang kondisinya sekarat dan hewan indah itu siap beregang nyawa. "Bertahanlah! Kau tak akan kubiarkan mati,"Sakura lalu memusatkan energi Ki-nya, bersamaan sebuah Chakra Hijauan dengan sangat besar mengeluar dari telapak tangan Sakura.
"Sakura,"Noctis memandang Sakura yang Fokus mengobati chocobo sekarat namun dengan tubuh gemetara, pemuda itu tahu jika gadis itu sanga takut saat ini.
"Bantu aku Noct,"Ucap Sakura dengan raut cemas. "Bantu aku mencabut ranting yang menancap pada tubuh hewan ini,"Ucap Sakura dengan pandangan gemetar. "Cindy-san to-tolong pangku kepala hewan ini!,"Ucap Sakura.
Baik Cindy, lalu Noctis mengikuti intruksi apa yang diminta Sakura, sementara Hendry mengambil beberapa alat P3K yang mereka punya. Dan akhirnya nyawa sang-Chocobo putih itu berhasil diselamatkan, dan terbaring lemah diarea parkiran mobil bengkel yang lumayan teduh.
SETELAH ITU:
"Jadi bagaimana?! Sekarang,"Tanya Handry dengan kondisi panik.
"Sebaiknya kami akan melihat keadaan disana!,"Ucapa Noctis serius.
"Ta-Tapi Noct! Tempat itu berbahayakan!,"Ucap Cindy.
"Tapi aku harus memeriksanya, Sakura kau tunggu disini akan kesana,"Ucap Noctis.
"T-tidak aku tak mau aku akan mau, aku ikut,"Ucap Sakura datar.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
"Ti-Tidaaak!,"Suara seseorang wanita berteriak keras dia bersembunyi didalam rumah yang sudah tak aman, seekor bahemood-muda, sedang mencoba menjadikan dia salah satu lahapan makan siang, namun karna ukuran sang Bahemood-muda yang lumayan besar membuat ia harus menghancurkan tembok rumah, pada sang-korban.
"SHAAANAAAROOOOWWW!,"
Buaks! Sebuah teriakan tergema, pada sosok wanita-muda yang melompat ancang-ancang lalu menendang seekor bahemood-muda yang sedang menghancurkan pagar dan dinding rumah, yang nyaris rubuh.
Lalu sang bahemood-muda, nampak terjungkir balik karna terlempar lumayan jauh menabrak sebuah rumah, yang menjadi pekarangan para Chocobo, hingga hancur membuat para Chocobo yang ada disitu berhamburan melarikan diri, dari cela dinding yang hancur.
[Sakura sepertinya ada belasan Bahemood muda, yang memasuki area Chochobo-Vale!] Suara terdengar dari holqy-tampa kabel yang diberikan pada Sakura dan Noctis sebelum ke Chocobo-valey dan itu dari Noctis.
"Disini terlalu banyak orang, aku tak bisa menyerang mereka semua!,"Ucap Sakura lalu melompat kearan, Bahemood-muda sebelum dia bangkit dan langsung menendang kepalanya hingga, tengkorak kepala hancur di-injak oleh Sakura.
[Teman-teman! Bagaimana keadaan disana!] Suara Cindy nampak terdengar dari sana, yang memang tersambung dengan radio mobil Cindy yang sudah dimodifikasi, lalu Sakura mencari target yang lain dengan melompati atap satu rumah-kerumah lain, ia mencoba mengurangi skala pukulanya agar tak melukai orang atau bangunan lainya.
"Disini terlalu banyak orang,"Ucap Sakura gadis itu memperhatikan banyaknya orang yang lari kocar-kacir bersamaan Bahemmod-lainya mengejar penduduk.
[Buruk] Jawab dengan suara Noctis menghelah nafas, terdengar sementara Sakura masih mencoba memasang telinga, dan berusaha tak mengunakan seluruh kekuatanya bagaimana pun, bisa saja saat Sakura mengulingkan satu musuh ia dapat membahayakan penduduk juga.
[Dengar, tolong kalian bertahan disana! Aku akan menghubungi pihak keamanan diluar duscae] Ucap Cindy.
[Baiklah!] Jawab Noctis terdengar datar.
"Aku akan coba menghadapi mereka semampuku,"Sakura lalu mengejar salah satu Bahemmod-muda yang mengejar seorang lelaki tua, Sakura lalu melompat tepat diatas kepala sang Bahemood lalu mencabut tanduknya paksa, hingga darah nampak mengeluar membuat Bahemood berhenti dan mengerang kesakitan, belum cukup rasa sakit yang diberikan Sakura, Tanduk bahemood yang tadi yang dicabut Sakura, langsung ditancapkan Sakura kejantung bahemood langsung mati terkulai.
"Jangan tiba-tiba menghilang sendirian,"Sebuah Suara terdengar cetus, sementara Sakura hanya tersenyum kaku, memandang Noctis sudah berada dibelakangnya dan belum memandang secara menyeluruh kearah Noctis.
CUP!
Noctis sudah melewati Sakura yang tiba-tiba terkaget, karna Noctis langsung mengecup mata Kiri Sakura, dan Noctis langsung melompat kearah seekor Bahemood yang berdatangan, lalu mengarahkan tanganya yang bermunculan serpihan Cristal-putih muncul ditanganya, bersamaan Sword berwarna Hitam, dengan kuda-kuda Siaga.
CRAAP! CRAAP! CRAAP!
Noctis lalu menyerang dengan tiga-tebasaan, kepala, dada, dan kaki. Membuat Bahemood mengerang sakit karna rasa nyeri dari tebasan besar dan berdarah langsung saja menumbangkan Bahemmod itu seketika.
GOARRRR! Tiba-tiba dari Kiri muncul Bahemood lainya mengarakan, moncong pada Noctis dengan mulut terbuka lebar, namun dengan cepat Sakura menerjang dari Samping dengan tonjokan Bahemood hingga terpelanting kesisi kanan mengenai sebuah rumah-mobil hingga terjungkir. Sementara Noctis langsung melempar pedangnya pada Tubuh Bahemood hingga menancap pada tubuh monster itu dibagian dada. Noctis langsung teleport ketubuh Bahemood lalu membelah tubuh Bahemood itu terbelah menjadi dua bagian dibagian dada.
"Kau hebat Noct!,"Ucap Sakura.
"Kau juga,"Ucap Noctis sembari tersenyum, pemuda itu lalu memijit Pelipisnya yang sedikit berkeringat dan menyekanya, ia lalu melompat dari Tubuh Bahemmod yang sudah mati.
"Sudah beberapa yang kau bunuh,"Tanya Sakura sembari tangan beraura berwarna Hijau menyentuh pipi Noctis, membuat lelaki-muda itu tersenyum tipis dan membiarkan Aura penyembuh itu mengalir dengan Nyamanya kearea yang Sakura sentuh pipinya. "Denganmu aku menumbangkan 12 bahemmod,"Ucap Sakura.
"Aku baru 24 ,"Ucap Noctis polos. "Dan denganmu bertambah 26,"Ucap Noctis tersenyum polos sementara Sakura hanya ternganga, ya kurasi serangan Noctis yang mengunakan pedang memang bisa diandalkan untuk bertarung dimedan seperti ini.
"Hebat,"Jawab Sakura menerjabkan mata.
"Ayo jangan cemberut!, dahimu tak akan mengecil meski kau cemberut,"Goda Noctis sembari berlari meninggalkan Sakura, sementara Sakura hanya memasang wajah masam.
"Co-Cotto Noctis,"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
"Nocto~too Sakura! Bisa bisanya kalian menghilang, aku kok gak diajak-ajak,"Suara misu-misu nampak tak jelas dari Prompto yang nampak suram karna, kelamaan jalan kaki mengingat medan yang curam, mereka tak bisa membawa mobil.
"Sabarlah Pram,"Ucap Gladiolus.
"Aku yakin arah kita sudah benar! Ini arah Duscae,"Ucap Ignis. "Rekaman golombang pada alat Noctis masih bergerak mungkin alat itu masih Noctis bawa,"Jelasnya.
"Aku harap demikian,"Ucap Harui mengangguk.
"Nee mengapa tampangmu terlihat tak senang, nee Rain,"Ucap Gladialous.
"Tidak perasaanku hanya tak enak!,"Ucap Rain memandang Gladialous, sementara pria kekar itu hanya memandang dengan penuh senyum, lalu membelai kepala Rain.
"Sudah!-Sudah! Hentikan ketakutanmu itu, kita pasti menemukan mereka dalam keadaan selamat,"Jawab Hairu menyemangati, sebagai kaum Red-mage yang juga seorang pemanah, Hairu tahu jika Rain memaksakan dirinya untuk melacak Noctis dan Sakura dengan energi batinya sepanjang hari hingga sekarang.
"Dia benar Rain, dan hentikan Sihir-telepatimu offkan saja aku tahu kau benar-benar lelah,"Ucap Ignis memandang Rain dan-
BRUK!
"Rain!,"Dan Rain lagi-lagi pingsan karna kelelahan.
"Cih anak ini benar-benar keras kepala,"Ucap Gladiolus mengelengkan kepalanya, dan ia langsung mengendong Rain.
"Nampaknya kita harus isterahat sebentar,"Ucap Prompto.
"Tentu saja,"Ucap Ignis.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
"Ah!,"
Bola-mata Rain kembali terbuka, memandangi sebuah kawasan disebuah ruangan yang cukup mewah yang terdiri dari karpet beludru-merah, meja makan yang panjang terbuat dari marmer hitam, bersamaan dengan dekorasi terbuat dari kaca dan interior dari kristal menambah kesan bangsawan serta mewah didalam ruangan.
"Dimana ini!,"
"Huaaaah!,"Suara seorang anak-kecil terdengar memasuki ruangan dengan membuat Rain terkejut minta ampun, sosok lelaki-kecil berambut hitam, mengenakan Swaeter hitam, celana hitam, mengenakan kaus kaki putih dan sepatu sport hitam memasuki ruangan.
"I-itu,"Bolamata Rain membulat, memandang iris Kehijauan datar, anak lelaki muda yang berkisar 9 atau 8 Tahun. Dihadapanya namun Anak kecil itu tak merasa terkejut melihat sosok Rain karna anak itu tak melihat Rain. "A-ku,".
"Rain,"
Sesosok Lelaki paruh-baya memasuki ruangan dengan nada panggilan nampak terburu-buru, mendekapnya hangat!.
((Siapa?))
"Ah Selamat datang ****,"Ucap Anak itu tersenyum ringan dan tipis, sementara lelaki itu langsung memeluk Rain-kecil digendonganya.
((Apa!))
"Kau tahu aku sudah melihat nilaimu dan kau unggul dalam beberapa ujian, tertulis, pedang bahkan sihir aku bangga padamu,"Ucap lelaki itu sembari tersenyum.
"Aku sudah janjikan aku akan membuat kalian bahagia,"Ucap anak itu dengan nada dewasa, sosok anak kecil yang memiliki kepribadian yang cukup tenang.
"Aku tahu! Sangat Tahu Rain, karna kau adalah Harta pemberian tuhan yang paling berharga,"Ucap lelaki itu lalu memeluk sang anak dengan seulas senyuman bahagia. "Kami mencintaimu,"
"..."Panggil anak itu dengan senyuman yang nampak hilang dari wajahnya, entah kenapa terlihat kecemasan dimatanya.
"Ya?!,"
"Apa ... Akan memulai perang itu?!,"Tanya Rain-kecil dengan wajah sedih.
"..."Lelaki itu terdiam mendengarkan ucapan Rain lalu memeluk Rain-kecil dengan nada gemetar.
"Berjanjilah ... Kau adalah junjunganku selamanya tetaplah hidup, aku akan menunggu disini,"Ucapnya Rain-kecil.
Sementara yang terjadi senjutnya adalah air mata yang nampak menetes jatuh pada wajah lelaki tersebut.
((C-Cotto!...ahhh!))
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
"Eng!,"
"Rain...Rain...Rain...Rain,"Sebuah cahaya nampak terang terlihat menyilaukan dimata Rain, sehingga setelah perlahan mengumpulkan nyawanya ia ternyata sudah berada dibawah pohon teduh, dan memandang penuh kebingungan kepada Ignis, Hairu, Gladiolus dan Prampto yang memandanginya.
"A-apa yang!,"Ucap Rain kebingungan.
"Kau pingsan, karna kelelahan,"Ucap Ignis, masih memfokuskan diri pada komputer-mininya.
"Berapa lama aku tertidur?,"Tanya Rain.
"Sepuluh hari,"Ucap Gladiolus, membuat Rain membulatkan matanya Horror.
"Dia bercanda Rain, kau cuma pingsan selama 20-menitan,"Ucap Hairu, sementara Gladiolus hanya cengar-cengir tampa dosa.
"Sebaiknya kita juga harus segera melanjutkan pekerjaan, kita harus mencari pangeran,"Ucap Ignis.
"Ayo,"
Seketika mereka semua melanjutkan perjalanan, dan tak sengaja bertemu dengan Naruto dan Teamnya, membuat Ignis dan yang lainya menghentikan langkahnya. Sebuah suara samar terdengar dari Team itu, berusaha mengalihkan dan mengabaikan kumpulan orang, yang dianggap aneh bagi Ignis, mereka entah kenapa mereka justru dihadang oleh mereka.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''"
[Dikubu Naruto]
"Matte hentikan mereka,"Ucap Pakkun.
"Ada apa?,"Ulas Kakashi.
"Di laki-laki itu, aku mencium bau Sakura,"Ucap Pakkun Singkat, ucapan Sang anjing Ninja tersebut nampak membuat Sasuke nampak naik pitam dan marah tak-terkendali.
"Dimana? Dimana kalian menyembunyikan Sakura!,"Tatap Sasuke dengan penuh kebencian.
"Apa-apaan maksut kalian kami menyembunyikan Sakura,"Tanya Prampto tajam.
"Maaf sepertinya kami sibuk,"Ucap Hairu tajam, tau-tau mereka dianggap sebagai penculik orang hilang benar-benar suatu penghinaan.
"Jadi bagaimana Pakkun?!,"Tanya Kakashi pada Anjing Ninja yang merupakan salah satu Beast-patnernya itu.
"Tak salah lagi bau Sakura berada pada mereka berenam, penciuman anjing-ninja tak akan pernah salah,"Jawab Pakkun datar.
SHAAAATTT!
"OIII TEME!," Sasuke berlari tampa komando dari Kakashi mengabaikan sikap formasi dan menyerang Gladialous dan ddk, meskipun Naruto sudah memanggilnya berulang kali, tapi Sasuke malah keluar jalur dan mengeluarkan Jutsu api dari mulutnya, dan untuk menghadangnya Gladiolus mengeluarkan Pedang besarnya, lalu membela api itu menjadi dua bagian.
"...Cih.."Sasuke memandang Keji sementara, Naruto memasang tatapan kesal pada Sasuke yang terkesan egoistis, ya tapi ia hanya memakluminya menginggat dia juga adalah orang yang seperti itu, sifat yang sulit untuk stabil dan terburu-buru dalam tindakan.
"Kami rasa kami tak harus menjawab kalian jawab Gladiolus tajam, Sasuke mangidik memandang Gladiolus dan berjalan mendekati mereka.
"Sepertinya kita harus melawan mereka,"Ucap Kakashi memasang sikap kuda-kuda,
PRAAANNGG!
Terlihat Rain datang lalu menendang senjata Sasuke hingga terlempar kebelakang Saat menyerang Gladiolus yang lengah. "Kau lumayan juga,"Ucap Sasuke sedikit termundur kebelakang lalu mencabut pedangnya dari tanah.
"Harusnya beri aku kesopananmu! Dan bertanya baik-baik!,"Rain menaikan alisnya yang berkedut kesal, memandang tatapan Sasuke yang penuh dengan amarah, dan menghindari semua serangan Sasuke dengan lumayan gesit, tiba - tiba Rain maju lalu menendang Sasuke hingga terlempar ditanah.
Tiba-tiba Sasuke bangkit dari posisinya, lalu memandang Rain seolah memakan Rain hidup-hidup.
"Sharingan!,"
Perlahan tapi pasti, mata hitam sasuke yang biasa saja, tiba-tiba berubah menjadi bias kemerahan bersamaan tiga titik koma dimatanya.
"Deg,"
Pupil mata Rain mengecil Saat Sasuke, tiba-tiba dengan kecepatan tinggi sudah muncul disamping, Rain membuat Formasi Rain kacau.
"Apa!,"
JREB
"AHK!
"RAIN!,"Parompto panic lalu menendang Naruto dengan kuat dan lalu memandang Rain yang jatuh dengan perut tertebas katana panjang Sasuke, yang sudah menembus disana.
"Deg,"
Rain menoleh semua pandanganya terganti dengan penuh kegelapan, dalam beberapa detik berubah, dari hutan ditengah pertarungan berubah derastis karna dirinya sekarang berada disebuah tempat lingkungan yang cukup sejuk dengan ornamen awan dan langit biru diatasnya, ditambah sinar mentari hangat membumbung kelangit dan tanah ia berpijak berumput, lagi-lagi Rain digiring ketempat ini.
"Lagi-lagi aku kembali kedunia ilusi ini,"Rain berdecak kesal, apa karna kesadaranya memburuk saat diserang secara fatal dengan lawan, ia jadi kehilangan kesadaran lagi.
"Kau terluka! Wajahmu sangat berantakan,"Suara seorang membuat Rain memendarkan pandangan kesegala arah, dan memandang seorang lelaki setengah baya, dengan Tux-hitam dengan gaya rambut berantakan, berdiri sembari menyakui tanganya disaku jasnya, dengan senyuman tulus.
"Kau lagi,"Ucap Rain dingin, ia memandang tak ada lagi wanita yang biasanya hadir disetiap mimpi atau apalah, cuma mereka berdua disana. "Apa aku benar-benar mati, sekarang ini?!,"Tanya Rain.
"Apa kau ingin mati?,"Tanya Lelaki itu mendekati Rain, membuat Rain sedikit merinding saat lelaki itu lagi-lagi memeluk Rain. "Apa kau pikir aku siap kehilanganmu, aku tak ingin kehilanganmu,"Jawab Lelaki itu dengan tegas. "Aku memang egois, aku menyadarinya tapi Aku tak ingin kehilanganmu, bagiku memiliki kalian adalah muhzizat yang dewi dan dewa berikan bagi hidupku, benang ikatanku yang mengikatku denganya tak akan pernah juga aku lepaskanya sampai aku mati, dan juga ikatan dan pengorbanmu tak akan pernah mengantikan apa-pun, Kau berharga bagiku juga untuknya,"Ucap Lelaki itu lalu memandang wajah Rain.
"Apa maksutmu I-Ikatan?!,"
Bola mata Jade Rain membulat suaranya seolah tercekat memandang batu safir yang ada didepan beberapa inci wajahnya, pada iris mata Si Lelaki, air mata lelaki itu meleleh turun dari pipinya dan jatuh wajah Rain.
Tes!
Kau berharga bagi kami, Bagiku dan Bagi ibumu.
Berapa detik tak ada perubahan, semua pandangan dari Prompto, ignis, Gladiolus dan Buron nampak memandang amat khawatir, meski mereka fokus tetap pada lawan masing-masing.
"Deg,"
Rain kembali mencoba berdiri meski wajah lelah dan meringis kesakitan, nafasnya tertatih-tatih dan memburuh, ia menegakan sedikit bahu, punggung, serta sendi kakinya untuk membopong tubuhnya, darah lebar semakin mengucur didadanya benar-benar dalam, manusia biasa tak akan sanggup menahan luka separah itu.
"Huuuh kau masih berdiri, kuhargai kempuanmu untuk menahan seranganku,"Sasuke menyeringai sadis dengan bola matanya membias merah dengan enam titik hitam, yang seolah membuat tubuh Rain tak berdaya.
"..."Rain terdiam didepanya bola mata Rain menutup membiarkan angin menerpa disekelilingnya kondisi Rain membuat semua temannya merasa ketakutan sekaligus merasakan kekawatiran. Sasuke merincingkan matanya dengan mata Sharingan melebar tajam dengan hunusan pedang tajam ditangan Sasuke, lelaki bermarga Uciha tersebut cukup percaya diri dengan kemampuanya menumbangkan lawan dihadapanya.
"Nah! Saatnya kau tertidur, dan kubiarkan kupenggal kepalamu,"Sasuke lalu berlari menerjang Rain, sementara Shun yang entah kenapa sudah berada didekat pertarungan dan memandang detik-detik dimana Sasuke siap menerjang Rain, malah tersenyum kesenang.
"Waktunya kau bangkitkan, sekarang!,"
"Kau siap sekarang,"
.
.
.
.
PRAAAANNNNGGGG!
"..."Bola mata Sharingan Sasuke melebar sempurna saat katananya ditahan Rain hanya mengunakan salah satu tanganya yang kosong, bersamaan bola mata Rain berpijar kemerahan, warna mata Hijaunya digantikan warna merah kematian, yang membuat Sasuke merinding, hawa dari Rain seratus persen berubah, tanganya yang lain diarahkan kearah dada Sasuke dan muncul sebuah bolah kehijauan disana lalu sebuah tenaga yang melempar Sasuke kebelakang.
"Rain bola matamu!,"Prampto mendekat menjauhi Naruto, lalu memandang Rain penuh kekosongan.
Rain menoleh pelan memandang Prampto dan melirik kebelakang melihat Naruto siap untuk menyerang Prampto yang lengah, tangan Rain mengarah pada Prampto bersamaan munculnya lima pedang Chornos disertai Crishtal yang langsung mengarah pada Naruto dan menghancurkan tubuh bayangan Naruto.
"Hancurkan,"Ucap Rain Starkatis bersamaan kelima pedang itu seolah terbang menari mengikuti sipengendalinya dan menyabet tubuh para Bayangan Naruto satu persatu.
Prompto masih memandang dengan penuh terkejutan, bukan hanya Prampto saja, tapi semuanya terkejut sejak kapan Rain yang statusnya seorang Mage atau Material-arts, dapat mengunakan senjata Sword, Prompto bersumpah jika hanya keturunan murni kerajaanlah yang bisa mengendalikan senjata berupa pedang Chornost dari penguasa cahaya, karna pedang biasanya yang dikendalikan oleh manusia biasa tak akan bisa mengendalikan salah satu pedang tidak untuk kelima pedang.
"Rain...siapa...kau sebenarnya,"
[BERSAMBUNG]
[Kamis - Mei - 26 - 2016]
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[:CERITA SINGKAT:]
[Wiki Debut]
Hairu aka Hairu Kramale, muncul debut dipart 9, sebenarnya adalah salah satu OC author yang seharusnya tak begitu akan masuk dalam Sin dan rencanya Author tak terlalu begitu memfokuskan dia, layaknya oc pembantu lainya yang hanya muncul pada Sin tertentu, namun karna beberapa yang terasa pas klop jalan cerita Author akhirnya memutuskan memasukan Hairu pada Sin pada adegan baru. Biodata singkatnya : Hairu adalah bawahan yang menjadi tangan kanan Komandan Buron, yang memiliki besik seorang pemanah, Hairu adalah seorang pemuda yang terlahir dari kau Ras-lyfe artur yang menjadi proarcer Red-mage, Sifatnya ceria dan juga sangat teliti.
[PERCAKAPAN]
Noctis : Hai semuanya, ah hari ini aku menjadi Host sementara karna authornya..(Lirik dibelakang).
Me : Jissssss!... (suram didepan leptop)
Noctis : dia kenapa?!
Sakura : biasalah masalah kesibukan kuliah!
Gladiolus : Se-sebaiknya kita lanjut saja membaca pesan dari pembaca.
Prampto : Oke ayoooo!
[TEXT]
Preman pangkalan
Thor kembalikan RPGnya thor kembalikan Thor...konsisten dong kalau romen boleh tapi jangan Romen semua T,T
Me : Oke siap!
Chastray Artyu
Rpgnya kurang thor justu part 13 - part 14 bikin baper hahah?!
Me : Cie ada yang baper!
Nivans erlangga
Uhk!
Thor tolong banyakan rpg lagi dong XD
Me : Aku usahain ya T,T
Nameayu 7056
kapan ada lanjutannya lagi kak kok belum ada kan aku penasaran sama lanjutan ceritanya lagi aku tunggu lanjutannya lagi yah kak terimakasih semangat kak nex lanjut kak terus kapan sakura bisa ketemu sama teman dan team sakura di konoha apa ketemunya pas teman sakura sama noctis datang untuk menemui keberadaan mereka berdua aku tunggu lanjutannya yah kak secepatnya semangat kapan ada lanjutannya lagi kak kok belum ada kan aku penasaran sama lanjutan ceritanya lagi aku tunggu lanjutannya lagi yah kak terimakasih semangat kak nex lanjut kak.."
Me : Ummm pasti ketemu kok dek Sakura ama rekan-rekanya tapi aku rasa butuh proses ampe mereka ketemu!
Homowati Ganteng
Gua datang dari alam seribu bayangan woy, ia malas pake akun merubah kekehan saya oh ya btw cindynya masih lajang ouuiiiii aku mau dong ama cindinya (dihajar).
Aku mau Quest seperti yang di pm ok.
Me : Ah soal Cindy memang masih lajang, tapi kayaknya bakal nemu jodoh(ditampiol) Wah soal Quest ya nanti kupikir dulu ya.."
Paddra Nsu Yeul
Agak gimanaa gitu pas tau Naruto cs udah nyampe di dunianya Noctis. Secara para shinobi konoha kan hobinya bikin rusuh *dirasengan*
Yaah, semoga kedatangan mereka ga bkin situasi makin kacau deh nantinya wkwk
Me : ya memang bikin! Rusuh ini aja mulai rusuh *dicidori* soal luna yah anda sudah tau dipart ini dah muncul genderang perang luna(?) Dan soal rain bukan penghalang kok.
ismisftr
cepet dong kakak updatenya, sya udah nggga sabar nunggu FF ini :-D nyampe bolak balik trus ngliatin nih FF. oh ya sebenernya rain tuh siapa?
hehehe maaf kalo kebanyakan ngomong :-) smangat trus kak nulis FF nyaa..
Me : Duh makasih Ya! Bro dah menyambangi FF ini maap baru ubdate sekarang!
Terror Bird
Haduh lagi asik2 baca malah bersambung, sialun...
Me : Maaap bro :P
Banci Bohay
Ahhh are-are selain Memancing pembaca lelaki banyak juga yang sekiranya menebak jika Rain sodara gelap Noctis, waduw apa cuma ane yang ngerasa si Rain ama Noktis itu orang yang sama.."
Me : hohohohohoho
i'Chandra
yo...! author-san...
what's wrong with you...?
di chap ini ceritanya kurang greget menurutku sih... sama kurang bikin baper... wkwkwk :v
but, I think this chap is good enough...
mungkin sibuk kali ya... hehehe (0)
Me : (Pundung) Su-sumimasen T,T
Choco light
ko aku nebaknya rain itu ada hubungan "keluarga" jauh yaak sama saku. saku dateng ke dimensi itu ada sangkut pautnya sama rain kan.. *sotoy heleeh sasu sekalinya muncul malah care sama org lain :( sakuxnoctis :*
arigatou ne udah di update author
Me : terimakasi banyak Choco
AdiknyaSasori
Yeeeee.. ceritanya dah di update...
Lanjuttt.. update kilat yaa kak..
Me : maap ya baru dilanjutin..rada sibuk soalnya.
Saisah
Mungkin aku terlalu berharap,aku pikir sasuke dan noctis akan ketemu dan memperebutkan sakura pasti seru apa lagi mereka duel. Tapi malah sasuke suka light .
Me : memang Pairing LightSasu akan tetap ada tapi meski begitu soal NocSakuSasu tetap ada kok nantikan :D
[TERAKHIR]
Oke minna...tak bosan-bosanya Author menyatakan rasa terimakasi atas kalian terhadap cerita Author, author akan berusaha lebih baik membuat cerita ini agar kalian tak bosan! Jadi terakhir Saya Lightning Shun sampai jumpa lagi di Chapters depan Jaa~neee!
