.

.

[Sementara di Lain Pihak]

"Luna!,"Noctis membulatkan matanya, memandang sosok gadis cantik bersurai pirang itu, mengenakan baju panjang, tampa lengan berwarna hitam renda, dengan pandangan merincingkan biasan warna merah, Noctis tertatih dengan tubuh penuh luka.

Noctis lalu melempar pandangan, dan Melihat mobil Cindy yang hancur, Cindy yang nampaknya tertatih ditengah aspal mengerang kesakitan akibat luka besar diterimanya, sementara Sakura sedang berusaha mengobatinya.

"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"

*Masashi Kishimoto and Square Enix*

"-_-_-Woman My The Hearst-_- _-"

By

"-_- Ligthting Shun -_- "

""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''

"Rain kau sudah sadar!,"Aku terbangun mendapati tubuhku diatas tanah berpasir, dengan tubuh ditahan Prompto, perlahan aku mencoba membiasakan tubuhku agar tidak kaku, karna sepertinya aku mengalami shock ringan.

"Aku masih hidup,"Kini bola mataku kembali kembali Hijau, saat melihat figurku yang tercetak pada senjata parmpto yang berwarna silver lewat pantulan bayangan wajahku.

"Kau baik-baik saja!, kita masih dalam pertarungan,"Ucapnya membantuku untuk berdiri. Lalu aku mengangguk kepala menandakan keadaanku lebih baik.

Hasil yang kulihat

sangatlah mengerikan

Dan benar-benar menyesakan dada

Gladiolus, Buron, Hairu, Ignis sedang bertarung dengan musuh masing-masing, sementara kondisi Aku dan Prampto nampak berada tak jauh dari sana, aku melewatkan hal yang terjadi. "Semuanya tolong dengarkan aku,"Panggilku datar.

Ini harus aku hentikan segera.

Jika tidak kita tak punya waktu

"Chaine~,"Aku memposisikan tanganku untuk mengunakan sihir, seluruh ingatanku sudah kembali begitu juga sihirku, aku membidik ke empat temanku yang masih bertarung, lalu meminta Prompto untuk tak menjauh dariku. Tapi untuk Hairu membuatku kesulitan, aku memiliki kemampuan teleport seperti ayahku, tapi aku tak seperti dirinya yang bergantung pada sumon pedangnya, aku lebih kepola sihir dan mantra, aku menyukai bertarung mengunakan kekuatan tubuh yang alami, rasanya menyadari kenyataan ini saat kau sudah berada didunia yang bukan masaku membuat hatiku sangat sakit.

Aku lalu Fokus merapal mantraku, bersamaan enam lingkaran sihir berada dipola dibawah kaki masing-masing rekanku, tiba-tiba lambang cahaya muncul dan menyeret Aku dan yang lainya masuk cahaya dan menghentikan pertandingan tersebut secara serempak.

[Rain Pov to next Noctis Pov]

.

.

.

"Apa yang kau lakukan Luna,"Aku terdiam memandang wanita ini dihadapanku, sosoknya memang Luna namun mengapa aku memandang seperti orang lain, aku memandang penampilanya berbeda dari biasanya, tidak biasanya ia mengenakan gaun hitam, dengan motif bulu, juga dandanan rambut diurai, tidak seperti biasanya ia yang selalu mengikatnya tinggi dan kepanggan melingkar dikepalanya namun kali ini beda dia hanya mengurainya dengan urayan-yang begitu acak-acakan, auranya yang begitu hitam-pekat myelubungi tubuhnya, juga kejadian beberapa menit yang lalu membuatku tak menyangka, dia dapat melakukan ini.

Aku kembali teringat, Saat aku, Sakura dan Cindy yang sibuk mengendarai mobilnya karna kami akan menuju, sebuah dataran hitam guna memeriksa sesuatu yang ganjil disana, namun semua berubah saat sesosok monster menyerupai megalodon tiba-tiba menyeruduk mobil hingga kami terjungkir-balik. Aku dan Sakura (Juga Cindy yang ditarik Sakura) berhasil kabur dari mobil detik-detik terlempar dan meledak.

Kami bertiga masih hidup, namun Cindy mengalami pendarahan karna mendapat luka yang lebih banyak saat mobil bertubrukan, tepat bagian kepala karna terbanting pada stir kemudi. sehingga dia langsung tidak sadarkan diri membuat Sakura menyeretnya disamping jalanan beraspal dan mencoba meng-healing dan memberinya pertolongan.

"CINDY BERTAHANLAH!,"Sakura berteriak mencoba membangunkan Cindy, membuatku merasa cemas.

Mataku membulat memandang Luna dengan tajam, yang kutatap dan Luna berikan padaku adalah senyum sinis yang terukir diwajahnya yang jelita, ia mengarakan Rod berwarna hitam mengarahkan padaku sambil berkata. "Aku akan meraih kejayaan dan juga hatimu,"Ucapnya dingin, membuat rautku merasa kebingungan, aku melihat dua monster dengan aura hitam mengitari mereka dengan tenaga besar. Tak ada cara lain selain melawan mereka, ku-sumon beberapa pedangku kepermukaan memandang serpihan christal-christal mengitariku yang kukendalikan dengan rapalan Kuno, aku memanggil pedangku, demi Muin~ ini sangat menyesakan.

Aku mengarakan salah satu sejata andalanku ketangan kiriku dan membiarkan pedang-pedang yang lain, untuk terbang mengikutiku. Pedang-pedangku seolah menari dan berpesta. Aku berpijak dari satu tempat yang lain ketempat lainya. Aku coba memberikan serangan cepat Hint, pada salah satu monster itu jujur membuatku kualahan sendiri.

Aku menebas! Dengan pedangku sekuatku, pada tubuh monster itu, namun rekanya yang atau lagi berusaha untuk menghalangiku, membuatku kesulitan dalam menyerang. Aku memperhatikan gerakan mereka yang nampak begitu monoton tapi tubuhnya keras serta gragas, aku tak bisa berhenti begitu saja, karna ada Sakura disana dan aku harus melindunginya, jika aku mundur justru akan membuat lawan menjadikan Cindy atau Sakura sebagai Targetnya.

"Noct!,"Panggil Sakura dari belakang, aku melirik kebelakang mendapati Sakura sudah muncul disampingku, sementara ada Sakura juga disamping Cindy. Mereka ada dua, aku cukup terkejut dengan apa yang kulihat, tapi aku sudah mendapat informasi sebelumnya jika Sakura adalah Ninja dan memiliki kemampuan yang aneh-aneh serta menakjubkan termaksut, Kemampuan membela diri menjadi ganjil, makanya aku percaya saja sih.

"Aku akan membantumu!,"Ucap Sakura sudah muncul disampingku, sembari mengeratkan sarung tangan hitamnya, dan fokus membuat bulu-kuduku berdesir aku tahu dia sedang serius, namuan sebelum menyerang dan mengambil Kuda-kuda serangan dia lalu membuka mulut. "Noct aku hanya bisa menggunakan setengah kekuatanku!,"Ucapnya, sementara aku hanya tersenyum-memakluminya, aku yakin dia juga memberi setengah tenaganya pada bayangan yang dia buat dibelakang kami, maka aku tak bisa memaksakan gadisku untuk terlalu over disini, untuk itulah aku akan mencoba melindunginya sebisaku.

"Ayo," bola mataku memandang tajam pada dua musuh disana, perlahan aku menutup mataku-pintas lalu membukanya kembali memperlihatkan manik-Kemerahanku yang bercahaya dengan tenaga kuasa penuh pada tubuhku.

Kami berdua lalu membagi tugas melawan musuh dihadapan kami dengan bobot lumayan berat (kenapa berkesimpulan begitu) Tubuh yang besar, badan yang keras, dan aku nampak terkejut Saat Sakura langsung dengan senang hati maju dan meluncur menendang salah satu dari mereka. Aku berdecak pinggang dengan sifat gadisku yang satu ini (Brush) dia tak masalah menghancurkan medan disini, saat bogem-mentah telah terlempar langsung dari Sakura benar-benar ciri khasnya, ya aku mengatakan dia gadisku walau aku masih hijau dalam masalah pacaran aku menyukainya dan mengikuti kata hatiku, dan yakin aku akan melindunginya semampuku.

"Noct,"Dia memanggilku lalu aku menghempaskan tubuhku dengan kecepatan maksimalku aku mengarahkan pedangku dengan target mata Kirinya yang Nampak terbuka lebar, aku merasa Cuma bagian itu yang lunak pada tubuhnya, mengambil kesempatan.

"HYAAAAAAAH!,"Aku lalu berlari dan lalu memfokuskan diri dengan kekuatan angin lalu menancapkan senjataku pada matanya, bersamaan dengan hancurnya permukaan lunak, dan setengah lelehan darah Nampak keluar dari bolamatanya yang kutancampkan dengan paksa membuatku agak jijik.

"Terima itu," Aku sedikit meracaw dengan pandangan kejam lalu memundurkan tubuhku kebelakang tepat aku berada. Lalu Sakura maju dengan kecepatan menganggumkan bersamaan seberkas cahaya hijau layaknya meteor-kecil ditanganya, lalu mengarahkan Bogem-pada Monster itu secara beruntun.

"SHAAAANAARRROOOO!,"Dia meninju tubuhnya denga sekali hentakan dengan angin yang membuat pohon hampir terhempas oleh kekuatanya. Usai itu Aku memandang Sakura yang Nampak kelelahan aku tahu dia benar-benar lelah, beberapa kali aku melihatnya ngos-ngosan seperti ini.

TAP!

Aku lalu mengulurkan tanganku dipundak Sakura, membuat dia terkaget lalu aku merapal-mantra-teleport ketempat Cindy dan bayangnya berada, meski dia agak kelelahan dia sempat kebingungan mengapa aku membawanya membawanya untuk Teleportasi. "Ada Apa Noc!,"Kata Sakura memandang bingung mata hijaunya Nampak membulat.

"Tetaplah disini!, dan istirahatlah,"Ucapku lalu memerintah dia istirahat, lalu aku menyentuh pipinya demi menenangkan.

"Tapi,"

"Semuanya Akan baik-baik saja,"Ucapku menenangkanya sembari tersenyum, dan meski-pun wajahnya menyatakan tak setuju akhirnya ia mengiyakan permintaanku

"NOCTISSSS!,"Tariakan Luna Nampak terdengar sangar mengerikan, Nampak aku bisa melihat dengan jelas raut gadis jelita itu nampak mengerikan dengan pandangan penuh amarah, bersamaan dengan hawa mengerikan dari dirinya. Dia lalu menghentakan Rod-hitamnya ketanah lalu dengan cepat bayangan hitam mangumpul disekitarnya bagai kabut tebal hitam, dibawah pijakan Luna terdapat lingkaran mantra Jahat berwarna ungu muda.

"KAU MILIKU NOCTIS, DAN SELAMANYA AKAN SEPERTI ITU,"Ucap Luna.

"Astaga Jangan bilang itu Mantra-Terlarang, sejak kapan dia mempelajari mantra seperti ini,"Ucapku berdecak.

"Noct!,"Aku memandang Sakura yang memanggil namaku Sakura lalu terdiam, dan Aku memeluknya dengan erat.

Mantra-mengerikan yang dirapal Luna, membentuk sesosok Monster raksasa bahkan melebihi Bahemood bahkan sebesar Sosok Ramuh, membuat aku hanya membulat memandang sosok mengerikan yang super-jahat dihadapanku.

"Mahluk apa itu Noct,"Bisik Sakura.

"….Black-Giant yang seharusnya telah disegel,Dan aku tak tahu kenapa Luna bisa membuka Segelnya disini. Huhh Ini pasti bercanda,"Ucapku.

"..GUAAAAARRR!.."Suara bising teriakan terdengar menyakitkan telinga, Monster itu lalu siap mengarahkan kuku tajamnya kepadaku, dan Bola mataku hanya terbulat lebar bersamaan sesuatu yang besar Nampak keluar dalam tubuhku, yang tersegel selama ini.

"Meski aku sudah telalu lelah tak ada cara lain lagi!, Aku harus memanggil dia?,"Ucapku membuat Sakura memandangku bingung.

"Siapa Noct!,"

.

.

.

.

Bola mataku lalu menutup rapat, lalu menyiulkan rapalan dalam hati, lalu memfokuskan tenagaku untuk mengundang 'Dia' Ketempat ini, meski pun membayar dengan tenaga yang sangat banyak, nampaknya aku tak puny aide lain lagi menghadapi 'Black Giant' Selain memanggil 'Dia'. Seketika akumerasakan kabut putih telah mengambil kesadaranku membawaku kealam bawah sadar dimana-mana hanya sebuah tempat berwarna putih dengan hampa lalu perlahan berubah.

"HOI!,"

"Kau memanggilku, tumben sekali,"Ucapnya. Terdengar Lantang membuatku sadar Pandangan awal yang kutemukan adalah keadaan begrauond langit-mendung dipagi hari dengan sebuah tempat yang tak memiliki daratan membuat tubuhku melayang begitu saja.

"Ya aku tahu, Sudah lama sekali,"Responku datar.

"Aku mengerti,"Dia berguma dengan bibirnya yang Nampak tipis dari balik janggut yang telah memakan ratusan tahun telah tumbuh amat panjang, serta memutih. "Tak- Aku sangka bisa Bertemu kawan-lama lagi,"Ucapan Lelaki Tua dengan tubuh raksasa lalu mengancungkan trissula raksasanya.

"Kalau begitu, Pinjamkan aku kekutanmu,"

"Untuk apa!, Anak muda, apa ini masalah Bahemood yang kau lawan beberapa tahun lalu,"

"Bukan"Jawabku.

"Lalu'

"Tapi dia musuh-lamamu,"

"Musuh lamaku?,"

"Kau tahu Ramuh,"

.

.

.

[Normal Pov]

TASPCHYAAAH!

Suara gemuru petir bersamaan dengan munculnya cahaya-Biru petir muncul secara tiba-tiba dilangit siang yang cerah, dan berubah warna menjadi amat suram, karna kehilangan cahaya. Bersamaan itu Kesadaran Noctis telah ditarik secara otomatis kedunia nyata, dan langsung melakukan teleport disamping Sakura dan Cindy. "Noct!,"Panggil Sakura saat Noctis sudah Teleport disamping gadis berambut pink itu, ia lalu menyentuh dahi-Noctis dengan Aura chkra hijau ditanganya yang tersalur lembut.

"Aku Tidak, apa-apa!,"Ucap Noctis dengan menghembuskan nafas kasar. "Bagaimana keadaanmu,"Noctis berguma kembali lalu membiarkan Tangan Sakura tetap ditempatnya.

"Aku Lebih baik!,"Ucap Sakura. Sementara Noctis mengenduskan nafas pelan, mendengar Sakura dalam kondisi baik itu sudah cukup melegakan baginya.

"Sakura dia datang,"Ucap Noctis.

"Siapa!?,"Sakura lalu membulat Saat Noctis lalu mengangkat Sakura Ala Pengantin dan langsung melompat begitu tinggi keudara, sementara Sebuah lingkaran Teleport juga diarahkan kearah Cindy untuk memindahkan lokasi gadis itu, ketempat lain agar lebih aman. "Noctis Siapa yang akan datang,"Ucap Sakura dengan wajah kaku dengan plus wajah merona tingkat tinggi.

"Musuh utama Black-Giant dimasalalu dan dia akan datang, atas panggilanku,"Jawab Noctis bersamaan element petir seolah semakin besar, dengan rerumputan yang semakin bergemersik karna sebuah angin rebut datang dari satu titik.

Sebuah Tangan putih besar Nampak muncul bersamaan langsung mengenggam erat dua manusia yang dengan timming yang pas melompat keudara. Membuat Sakura seketika terngangga secara Ajaib bukan main.

"Tak biasanya, Aku harus menarik dua orang dalam genggamanku, disaat kemunculanku," Sebuah Seruan datar dari sang Raksasa tua, berjubah putih Nampak memunculkan batang hidungnya meandang tanganya, membat mata Sakura membulat.

"Aku yang menginginkankanya Ramuh,"Ucap Noctis yang tengah memandang pria tua dan raksasa itu dengan nada cemberut. "Tak ku biarkan gadisku diserang oleh Black Giant, itu sangat menyebalkan,"Ucap Noctis dengan nada cemberut.

"Oh jadi anak yang melakukan perjanjian denganku telah tumbuh dewasa, entah aku harus tertawa atau menangis,"Tanyanya Sinis lalu Nampak membuat Noctis cemberut, lalu tangan sang Ramuh Nampak melonggar.

"BERISIK!,"Kesal Noctis dengan cemberut, lalu melompat keaarah bahu Ramuh, dan tentu saja sembari mengendong tubuh Sakura, yang hanya terdiam dan bingung akan segala situasi bahkan Tubuh Ramuh jauh lebih besar dari ukuran Kyubi berekor sembilan.

"No-Noctis Aku, bisa berdiri aku akan baik-baik saja, tak perlu mengendongku!,"Ucap Sakura dengan rona merah.

"Tapi tubuh masih sangat lemah,"Ucap Noctis menurunkan tubuh Sakura.

"Saat ini kita tak bisa saling bergantung Noct, Aku tak akan menjadi bebanmu tapi aku akan membantumu, percayalah padaku,"Ucap Sakura sembari mengangguk.

PICHASSSS!

"….Ah!,"Noctis Lalu memanatap kearah langit ada sebuah portal yang muncul dan terbentang diudara, hanya terkejut bukan kepalang, Noctis hanya membatu beberapa detik dan memandang enam lambang bercahaya kekuningan dan memunculkan, Rain dan kawan-kawan Seketika.

"Apa aku ketinggalan sesuatu!,"Panggil Gladiolus.

"Noct-too-kalian baik-baik saja!,"Teriak Prompto dengan heboh.

"Ahh! Bertemu lagi dengan Ramuh.."Ungkap ignis.

"Syukurlah masih sempat," Tersunggut lelah Rain dalam hati,saat Kaki mereka ber-enam sudah menginjakan ditanah bersamaan hilangnya portal itu. Keseimbangan Rain langsung goyah, namun lengan Ignis menahan tubuhnya agar tak jatuh.

"Kau benar-benar memaksakan diri,"Seru Ignis.

"Maaf!,"Ucap Rain.

"Nampaknya Kita mendapat lima-lawan yang merepotkan dan yang ini semakin merepotkan,"Ucap Buron menghelah nafas, lalu membuat seketika mata semua orang memandang apa yang terjadi.

JEB!

Noctis lalu menarik Sakura dalam gendonganya lalu melempar salah satu pedangnya, tepat disamping Ignis Rain berdiri.

"Kalian ada disini! "Ucap Noctis.

"Ya! Rain menggunakan sihir Teleportasi kemari,"Jawab Prampto enteng lalu Siaga, serpihan Kristal muncul di tanganya membentuk senjata api dikedua tanganya.

"Apa maksut kalian sihir tadi itukan!,"Ucap Noctis dengan pandangan aneh, namun ucapanya terpotong ucapan rain secara tiba-tiba.

"Sebaiknya kita tidak bicara santai sekarang! Semuanya Ayo siaga!,"Ucap Rain, yang masih dipapah Ignis. "Aku baik-baik saja!, Ignis,"Ucap Rain tersenyum.

"Sungguhkah!,"Ucap Ignis tak yakin.

"Ya!,"Ucap Rain mencoba berdiri pelan-pelan dan ia berhasil.

"Maaf jumpa kangen dan kebingunganya kita tunda dulu,"Ucap Buron membuat suasana nyaman tadi langsung berubah siaga, Buron lalu melirik kearah monster mengamuk dan Ramuh yang sedang menghadapinya. Bola mata Buron menutup lalu merapal mantra, bersamaan dengan hembusan Angin badai Es muncul.

"DENGARKANLAH PANGILANKU SHIVA,"

"Uhk-Uhk!,"Secara tiba – Tiba Sakura mengalami kenjang – kenjang dan terbatuk dan mengeluarkan darah dari bibirnya, lalu terjatuh pingsan membuat Noctis terkaget lalu memposisikan tubuh Sakura dengan posisi jongkok.

"SAKURAAAA!,"Ucap Noctis.

"Sakura-Chan!,"Jerit Prompto panic Khawatir lalu membungkuk mengenggam tangan Sakura dengan pandangan cemas. "Tanganya keringat dingin,"Ucap Prompto lalu memandang Ignis yang berjalan mendekat yang lalu melepas baju jas luarnya sendiri, lalu memakaikanya pada Sakura.

"Dia dalam keadaan benar-benar kelelahan sampai keringat dingin begitu,"Ucap Ignis.

"Kita tak punya waktu banyak!,"Ucap Buron.

"Tapi kita harus bertempur, selagi Ramuh memberi kita cela masuk serta kesempatan menyerang,"Ucap Gladiolus memunculkan senjatanya yang berupa pedang panjang yang tebal. "Dia bukan lawan yang mudah,"Ucapnya.

"Tapi Sakura,"Ucap Noctis sembari memeluk Sakura semakin erat.

"Tenang saja Noct bertarunglah bersama yang lain, Aku akan mengobati Sakura dan selagi kalian bertempur Sakura akan kuobati semampuku,"Ucap Rain.

"Kau yakin!,"Ucap Noctis dengan cemas seolah tak mau melepaskan Sakura, lalu memandang Rain dengan kilatan mata hijau Rain yang senduh.

"Aku yakin!,"Ucap Rain lalu mengambil tubuh Sakura dari gendongan Noctis, disertai anggukan. "Aku masih memiliki sedikit tenaga untuk bertarung atau Suport kalian beberapa jam,"Ucap Rain menatap Noctis.

."Ayo semua siaga, ambil kesempatan itu!,"Ucap Gladiolus memiringkan kepalanya. Lalu menyampirkan senjatanya kebahunya.

"Bersiaplah!,"Ucap Ignis memunculkan dua degger api ditanganya, dan begitu pula yang lainya mengambil senjata mereka masing – masing dengan bantuan Kristal pemanggil berwarna perak.

"Baiklah Rain!,"Ucap Noctis lalu memberikan sebuah belati hitam, pada Rain. "Rasakan kekuatan disana, benda itu bisa membawamu pada Cindy aku Memindahkan tubuhnya dengan gravitasi ruang dan waktu, dirinya tak jauh dari tempat ini," Ucap Noctis.

"APA DIA TERLUKA!,"Ucap Prompto lalu memandang Frustasi lalu mencabik rambut pirangnya seolah tak percaya, lalu memandang wajah muram. Noctis lalu sedikit menceritakan secara singkat pada mereka soal Cindy.

"Baiklah!,"Ucap Buron singkat.

"Ya!,"Ucap Noctis.

"Jangan Khawatir,"Ucap Rain lalu berlari kebelakang menjauhi semua orang, sembari mengendong Sakura.

"Kita mulai! Noct,"Ucap Buron.

.

.

.

Ramuh mencengkram trissulanya dan mengarahkanya kearah 'Black Giant' bersamaan dengan cahaya petir seolah menyetrum dengan efek kaku, bermaksut memberikan 'Stun' pada 'Black Giant' namun serangan itu berhasil dipatahkan.

{Jangan menganggap jika hanya ada Ramuh saja disini!},"Teriakan Hairu lalu melesat dengan kecepatan mengerikan, dengan tubuh monsternya dan mengepalkan tinjuan dengan sekali hentakan super keras.

"Ignis Fokuskan Magic Pasiv, coba analisa apa ada orang sekitar sini! Dan amankan,"Ucap Gladiolus, lalu berlari kedepan bersama Noctis yang sudah melempar senjatanya kedepan lalu meneleport kesana bersamaan menganggil pedangnya,

Rain yang menjauh dan mengambil jarak aman lalu ia berhenti saat menganggap jarak yang 50% aman. Ia memposisikan Sakura yang pingsan dipangkuanya, lalu mengambil Pisau yang diberikan Noctis padanya, ia lalu menancapkan ketanah dekatnya lalu mengunakan mantra pemanggil, hingga.

TRING!

Sebuah lambang bercahaya bulat dibawah belati, cahaya semakin besar berwarna ungu – pucat lalu memunculkan tubuh Cindy terbaring lemah tak sadarkan diri ditempat dekat pisau yang ia tancapkan.

"Ayo….berusaha ini akan lebih sulit,"Ucap Rain dalam hati menghelah nafas ia lalu mengambil pisau yang menancap ditanah, lalu memasukanya disaku bajunya lalu menjongkokan badanya ditengah antara tubuh Sakura dan Cindy dan tangan Rain, Nampak mendarat didada wanita itu. Kiri dan kanan.

"Tak aku sangka akan mengunakan Tehnik ini, Ibu ajarkan!, dan Tehnik ini juga kugunakan untuk mengobati Sakura yang nyatanya adalah Ibu, dimasa depan, aku hanya menutup kedua mataku lalu mengalirkan tenangaku didada mereka, bersamaan dengan cahaya kehijauan keluar dari telapak tanganku.

Flastback

Rain POV :

Tangan ibu bercahaya, aku selalu memandang denga takjub dengan kekuatan yang ibuku miliki berbeda dengan, para penyihir, tabib istana, bahkan Shaman terkuat Negara, membuatku bangga memiliki ibu dia bukan sosok dibayar atau apa-pun dia mengobati orang lain tampa pandang bulu, dan mencerminkan sosok ratu yang keibuan, pandai bertarung, tegas dan tak manja, saat Ayah sakit dan pulang dari perang atau terluka ayah tak pernah sekali-pun mencari orang lain untuk mengobatinya, ayah selalu mencari Ibu membuatku bahagia memandang keharmonisan keduanya, sudah sejak awal aku tertarik dengan kemampuan ibu yang unik, sehingga kadangkala aku juga sedikit meniru gaya bertarungnya, ketimbang ayahku yang menyukai pedang dan pengendali ruang waktu.

Hingga suatu hari.

"Ibu,"Panggilku.

"Ada apa?,"Tanyanya lembut.

"Aku ingin mempelajari kemampuan pengobatan seperti yang ibu, pelajari!,"Saat masih kecil aku menyatakan keinginanku itu padanya, semua orang memiliki keputusan untuk memiliki cara bertarung sendiri – sendiri, begitu pula Aku yang meskipun dituntut menjadi kuat, diajari segala macam tehnik sihir, bertarung mengunakan berbagai senjata, tata pemerintahan ada yang kental dalam mengemban tugas Negara yang kelak Aku Akan muncul sebagai penerus Ayahku, kelak dan juga entah kutukan atau anugrah aku memiliki kemampuan yang sama dengan Ayahku, dalam melihat kenangan, jiwa orang mati atau dunia orang mati, atau segala berbau – Spirit, yang dianggap langka, sejak lahir membuatku menjadi anak yang dianggap berbeda.

"Aku tak pernah merasa itu adalah keputusan yang salah,"Ucap Ibuku, memiringkan kepalanya lalu tersenyum sembari membelai kepalaku dan sedikit membungkuk karna tubuhku yang sangat pendek, aku masih berusia delapan tahun. "Seseorang memiliki gaya betarung masing – masing,"Ucapnya lagi. "Apakah kau cari dengan kekuatan yang akan kau miliki?,"Tanya Ibu, seolah tengan Introgasi diriku.

"Alasanku! Ku ingin bertarung dengan gayaku tampa meniru Ayah, dan Ibu adalah Agar aku bisa tak bergantung pada kalian berdua,"Ucapku menundukan wajahku menatap lantai. "Agar kelak aku akan melindungi kalian berdua, dan bisa diandalkan meskipun hanya sedikit,"Ucapku pasti.

"Tapi kami adalah orang tuamu, tugas seorang ibu dan Ayah adalah melindungimu,"Ucap Ibu sembari tersenyum lalu memeluku.

"Dan aku putra kalian,"Ucapku memeluk kembali. "Karna aku mencintai kalian berdua, makanya aku akan merengkuh kalian seperti ini,"Ucapku tulus, ungkapan kata-kataku memang terdengar berat untuk anak usia delapan tahun, namun aku hanya mengikuti isi hatiku yang dalam dan percaya kelak hari itu akan datang.

Akan tetapi dua tahun kedepan adalah awal dari hilangnya tujuanku, karna telempar dimasalalu dan amessia selama bertahun – tahun, dan melihat semua ini. Jalan hidupku sungguh ironis.

.

.

.

"RAIN!,"

"Ignis,"Terasa ditarik oleh suara panggilan aku membuka mataku mendapati sosok ignis saat membuka mataku dan mataku masih berwarna kemerahaan, aku memiringkan kepala mendapati dia melakukan posisi siaga, lalu aku terburu – buru memandang apa yang dia lihat, lalu menatap enam orang dengan klan ninja dihadapanku dan ternyata adalah orang yang sempat kulawan tadi, dan salah satunya adalah sosok beriris mata merah dengan titik koma di pupil matanya.

"Mereka lagi!,"Aku berdesis kesal dengan keberadaan mereka secara tiba – tiba.

"Kenapa kalian ada disini!,"Ignis menghelah nafas menunjukan ketegangan.

[Bersmbung]

[Rabu – 16 – 2016]

Author Time :

Me : Hai..! Semuanya Aku Lightning Shun Apa Kabur, #Dilemparember, Uhk maksunya Apa kabar kalian semua, setelah sekian lama aku tak berkibrah fanfic karna kesibukan yang padat, dan akhirnya aku kembali kemari, karna ada waktu luang.

Noctis : Sudah kubilang, bilang dulu jika hiatus dasar, penulis PHP!

Me : (pundung)

Sakura : AUTHOR JANGAN PUNDUNG!

Me : Sumimasen!...T_T (bungkuk sampai pus-up) sebenarnya banyak yang ingin author sampaikan tapi karna kesibukan author harus menyudahi sampai disini dulu….terimakasi atas kalian yang dah menunggu cerita author, sampai jumpa dicerita selanjutnya mungin author lanjutakan chapters selanjutnya seminggu atau dua minggu depan jika tampa gangguan….BYE!