"Ignis,"Terasa ditarik oleh suara panggilan aku membuka mataku mendapati sosok ignis saat membuka mataku dan mataku masih berwarna kemerahaan, aku memiringkan kepala mendapati dia melakukan posisi siaga, lalu aku terburu – buru memandang apa yang dia lihat, lalu menatap enam orang dengan klan ninja dihadapanku dan ternyata adalah orang yang sempat kulawan tadi, dan salah satunya adalah sosok beriris mata merah dengan titik koma di pupil matanya.
"Mereka lagi!,"Aku berdesis kesal dengan keberadaan mereka secara tiba – tiba.
"Kenapa kalian ada disini!,"Ignis menghelah nafas menunjukan ketegangan.
.
.
.
.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"卍-_-_-Woman My The Hearst-_- _-卍"
By
"卍-_- Ligthting Shun -_- 卍"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
"Sakura-Chan!,"Teriakan Naruto menyalak Membuat Ignis dan Rain Nampak memandang Siaga, sementara tak jauh dari sana Wajah Hinata dan Ino Nampak begitu panic memandang kondisi Sakura yang pingsan ditanah.
"Apa yang kalian lakukan pada Sakura,"Ucap Sasuke dengan nada mengeram keras lalu mengertakan giginya.
"Bukan urusan kalian!,"Ucap Ignis dengan pandangan kesal seolah mengusir. "Jangan ikut campur urusan kami,"Ucapnya.
"Kelelahan!,"Ucap Rain datar, ia lalu memandang arena pertarungan dimana dari jarak beberapa meter raksasa itu nampak sibuk dengan manusia mini yang ia lawan, lalu matanya kembali focus pada Sasuke dan teman - temanya. "Namun dia adalah salah satu rekan kami yang paling berharga,"Ucap Rain.
"Apa Rekan kalian!,"Ucap Sasuke tajam. "Hmp! Cukup basa – basinya, itu semua bohong dan serahkan teman kami jika kau tak ingin mati!,"Ucap Sasuke tajam, sekali lagi mengeluarkan katananya dari sarungnya tampa memikirkan suasana keadaan.
"SAKURA – CHAN!," Panggil Naruto dari jauh.
"Naruto –kun,"Ucap Hinata memenangkan kekasihnya.
"Tapi Hinata Kita harus menyelamatkan Sakura-chan,"Ucap Naruto mengeram memandang sosok Sakura yang tertidur diatas tanah.
"Naruto ingat strategi jangan menyerang sembarangan,"Ucap Kakashi lalu melebarkan Pandangan Sharingannya pada Rain dan ignis, "Aku melihat perubahan Chakra dan auranya anak lelaki bermbut hitam itu berbeda dari yang kalian lawan sebelumnya, aku merasakan aura melimpah padanya,"Ucap Kakashi pada mode waspada.
"Persetan dengan itu!,"Kelit Sasuke tajam.
"Aku tak tahu bagaimana kalian bisa menyusul kami semua!,"Ucap Rain dingin lalu bangkit berdiri lalu berjalan beberapa langkah kedepan. Ia lalu memfokuskan sebuah cahaya merah layaknya nyala api lentera ditangan kirinya, lalu cahaya itu disalurkan dan memagari tubuh Sakura dan Cindy sekaligus. "Tapi aku tak akan mengizinkan kalian menyentuh Sakura dan membawanya pergi dari kami!,"Ucap Rain dingin. "Tidak akan,"Tandasnya.
"Kami akan melawanmu!,"Ucap Ignis lalu berjalan mendekati Rain, Tiba – tiba dua bilah Degger yang tadinya ditanganya hancur berubah menjadi sepasang pedang panjang Takana yang ramping dan mengeluarkan gelisan magma dan kobaran api yang besar.
"Aku! Tak akan memberimu pengampunan kali ini,"Ucap Sasuke!, matanya Nampak terlihat sadis dengan kepercayaan berpuluh – puluh persen.
"Silahkan, tapi aku tak akan menyerah dengan mudah,"Ucap Rain, ia lalu menyentuh kedua tanganya tiba – tiba kedua tanganya terlihat berpijar bagai api hijau.
Sakura maafkanku mungkin aku egois
Namun tak kubiarkan kau pergi
Karna kau adalah takdir Ayahku dan Aku.
Tak akan kubiarkan jalan ini hancur begitu saja
.
.
.
Perlahan bola mata Rain kembali memerah bersamaan 13 pedang Nampak mengelilinganya dengan sempurna, Ignis terserentak bingung lalu, memundurkan kakinya kebelakang ia tahu aura dihadapanya, ini bukan aura biasa yang Rain munculkan dimedan tempur, ini adalah Aurah Seorang Raja, tapi mengapa ada pada Rain.
PRANG!
THANG!
Tangan Rain terjulur kedepan bersamaan sebuah pedang muncul ditanganya, Kedua pedang saling bekelit cahaya berwarna keunguan terus mengelilinginya, dalam posisi kuda - kuda.
Detik berikutnya sebuah gemaan suara sakral adu pedang kembali terdengar, seolah tak ada habisnya.
.
.
.
"..Sakura.."
"..Ahm..Phonix Apa itu kau!,"
"Bukalah matamu Sakura!. Dan kembalilah menuju dunia nyata"
"..Mengapa Aku disini.."
"Ini adalah Ruang Hati dimana seorang manusia memiliki sisi yang disimpan dari dalam, Bukankah aku sudah mengatakan jika Aku tinggal diruang hatimu ini Sayangku?,"
"Aku tahu!,"Sakura nampak menyentuh kepalanya lalu berkata. "Aku tak menyangka Aku tumbang kembali, ini terlalu memalukan,"Jawabnya dengan nada sedih.
"Tapi Tak akan ada yang menyalahkanmu, Pergilah aku akan membuatmu kembali Normal secara derastis pergunakan energiku dengan baik sayangku,"Ucap Phonix.
"Baiklah aku mengerti,"Ucap Sakura.
TAHNG!
TAHNG!
Rentetan suara pedang kembali terdengar, tak terkendali, membuat keadaan semakin memanas, suara itu kian membesar membuat kesadaran yang Sakura milik, berlangsung lebih cepat, ia mendapati tubuhnya diatas tanah berpasir yang dingin, ia tertidur disamping Cindy yang belum sadarkan diri, penciumanya juga mendeteksi bau clover mint yang merupakan bau tubuh khas Ignis, dan menyadari bahwa dia sedang mengenakan jas milik Ignis.
THANG!
Suara gemuru pedang kembali terdengar, membuat Sakura otomatis, bangkit dari posisi berbaring keposisi duduk, ia lalu memfokuskan mata jadenya, kearah depan membuatnya mempelototi keadaan. Terlihat sosok Rain sedang bertarung satu-lawan-satu-dengan Sasuke, antara percaya tidak percaya ia juga melihat Ignis tak jauh dari tempatnya memposisikan punggungnya, menantap Naruto, Kakashi, Hinata, Ino dan Sai, keadaan itu justru membuat Sakura hanya membeku beberapa detik.
"Aku harus menghentikan keduanya!,"Ucap Sakura dalam hati, lalu berusaha bangkit dari posisinya.
{Kali ini aku akan membantumu} Sebuah suara Halus muncul dari, dalam raganya dan itu adalah suara milik Phonix.
"I-Ia!,"Ucap Sakura mengangguk dan menyetujui keinginan Phonix. Secara tiba-tiba tubuh Sakura mengeluarkan aura Biru nampak tipis melapisi tubuh Sakura, saat aura itu menyebar Sakura, merasakan sengatan listrik bervolume kecil menerjang seluruh lapisan sendinya, akan tetapi Sakura tetap menahanya, dan lalu berlari kearah keduanya, tampa pikir panjang.
"BERHENTTIIII!," Teriakan Sakura mengema keras, membela suara gelisan pedang keduanya, membuat kedua mata pemilik mata merah berbeda spirit langsung memandang Sosok Sakura yang berlari dengan kecepatan tinggi.
"Sakura!,"Guma Ignis menurunkan senjatanya.
"Sakura-chan,"Ucap Naruto dengan senyuman lega.
"SHANAAARRROOOOOOOOOO~!," Tampa menghiraukan semua pasang mata, Sakura hanya berlari lalu berkuda-kuda dengan arah memukul kearah mereka berdua. Keduanya yang sadar, langsung menjauh hingga adu pedang berhenti begitu saja, sementara Sakura malah berhasil membuat tanah tergetar dan menghancurkan ditengah pertengkaran Rain dan Sasuke.
"Cukup kalian berdua!,"Ucap Sakura dengan nada ngos-ngosan sedikit, matanya nampak memandang keduanya secara bergantian.
"Sakura bagaimana keadaanmu!,"Rain lalu mendekati Sakura tampa basa-basi. Sementara respon Sakura hanya mengangguk secara positiv.
"Aku baik-baik Saja!,"Ucap Sakura merespon ucapan Rain, membuat wajah Sasuke, dan teman-temanya dari Konoha nampak mengkerut.
DEP!
"Sedang apa kau disini!, dan mengapa kau bicara dengan begitu dekat sama mereka,"Tanya Sasuke yang datang - datang lalu mengenggam tangan Sakura, tindakan itu membuat pipi Sakura sedikit bersemu.
"Mereka rekanku!,"Jawab Sakura mengangguk penuh. "Mereka adalah orang-orang yang menolongku saat aku tersesat disini untuk pertama kalinya,"Jawab Sakura.
DEP!
"Ayo Sakura kita harus kembali!, dan ini bukan tempatmu tempatmu adalah Konoha dan kami!,"Ucap Sasuke lalu mengenggam tangan Sakura, begitu saja mem yang masih dalam wajah menundukan wajahnya.
"Sasuke A –Aku!,"Ucap Sakura dengan nada gemetar.
"Semua akan baik – baik saja! Setelah kita kembali semua akan berjalan layaknya seperti biasa,"Ucap Sasuke lagi.
"Maafkan aku semuanya! Naruto, Sasuke-kun, Hinata, Guru kakashi, ino, Sai Aku tak bisa meninggalkan mereka! Aku harus tetap berada disini, semuanya sedang bertarung dan aku juga akan bertarung bersama mereka, aku tak akan kabur seenaknya dari sini,"Ucap Sakura.
"Sakura," Panggil Ignis.
"Eh!,"
"Disana! Lihat disana!,"Tunjuk Ignis. Iris mata indah Sakura berkilap penuh kaget memandang, monster besar belum bisa dikalahkan, bahkan meski beberapa kali terpental Noctis dan yang lainya masih berusaha sebisa mereka untuk bertarung.
"Mereka harus kita bantu!,"Jawab Sakura panic, tubuhnya langsung bergerak untuk berlari kesana, sementara bahunya ditahan secara tiba-tiba, dan saat dia menoleh menemukan guru Kakashi berada tepat dibelakangnya.
"Guru Kakashi..! Tolong lepaskan aku aku harus kesana,"Jawab Sakura dengan cepat. "Mereka bantuan,"Jawab Sakura cepat.
"Kami akan membantu,"Jawab Kakashi kemudian, sementara pandangan tak percaya hanya diberikan dari lirikan jade milik Sakura.
"Baiklah tapi aku akan disini!,"Ucap Hinata melirik sosok Cindy yang masih diatas tanah tampa sadarkan diri. "Aku akan mengobati dirinya,"Jawab Hinata lagi.
"Ya aku juga akan disini,"Jawab Ino.
"Sai kuminta kau mencari tempat aman untuk melakukan pengobatan untuk perempuan ini,"Jawab Kakashi. "Tolong jaga Hinata dan Ino, sementara Aku, Sakura, Naruto dan Sasuke akan kesana untuk bertarung,"Jawab Kakashi dan tampa menunggu lagi, Sai hanya mengangguk.
SLUUK!
Sebuah Gulungan dikeluarkan Sai, lalu ia merapal segel dan mengambar sesuatu dengan tinta-ninja, dan dalam hitungan detik, gambar Sai membentuk sebuah sesuatu yang hidup.
BHOWS!
Sosok hitam, seekor merak besar nampak bertengger manis, dan Sai mengomando Hinata dan Ino yang mengotong Cindy, untuk naik diatas Summon burung Sai, lebih baik mereka mencari lokasi aman mengingat kondisi dunia ini yang penuh dengan hewan lepas yang mengancam kapan saja. "Hati-hati Naruto-kun,"Jawab Hinata.
"Yost! Serahkan padaku,"Jawab Naruto sembari mengangguk pasti, dia tak mau membuat kekasihnya itu cemas.
Sakura hanya menghelah nafas. Saat Sai,Ino dan Hinata sudah terbang tinggi kelangit, lalu pandanganya beralih pada lokasi cahaya yang muncul seperti api dan ledakan, disekitar, pertarungan Dark giant. "Rain,"Pinta Sakura datar.
"Ya.!,"Rain melirik sebentar, Kunochi bersurai pink itu, dan tangan pucat Sakura lalu terarah pada dada bidang milik Rain, tampa Izin. "Ah..Sakura!,"Ucap Rain dengan manik kehijauanya nampak terkaget memandang tingkah Sakura.
Pandangan Sakura memandang serius, tiba - tiba tangan yang menyentuh dada Rain terlihat sebuah cahaya Chakra berwarna Hijau-pendar, lalu matanya memandang Ignis. "Ignis-kun berikan tanganmu.."Pinta Sakura serius, mau tak mau Ignis memberikan tanganya pada Sakura, dan tangan Sakura yang satu lagi mengarah untuk mengenggam tangan Ignis bersamaan cahaya hijau ikut berpendar disana.
"Maafkan aku hanya bisa memberikan pengobatan pada kalian 30 atau 50%,"Jawab Sakura dengan datar.
"Kami mengerti kau sudah banyak berusaha,"Jawab Ignis, sembari tersenyum simpul tanganya yang lain membelai kepala Sakura, dengan nada berwibawa untuk menenangkan. "Kami akan mencoba mengobati dan mencoba mengantisipasi luka ditubuh, jangan Khawatir,"Jawab Pria kacamata tersebut.
"Ayo,"Jawab Naruto sembari tersenyum pada Sakura, sementara dilain Pihak wajah sang Uciha Sasuke nampak belum terima dengan apa yang terjadi.
"Terima kasih Naruto,"Jawab Sakura tegar.
.
.
.
DUAR!
DUAR!
DUAR!
Suara lantang ledakan nampak, membubung beberapa kali, kemarahan Black-Giant nampak bertambah semakin bertambah memberi kerusakan-parah pada sekitarnya. Pohon yang hangus, tanah yang terabik-abik, bekas ledakan dimana-mana, sekitar tempat yang penuh asap, matanya yang menampilkan laser panah berwarna biru sang berbahaya, beberapa kali nyaris membunuh Noctis jikalau pedang-pedang Summoningnya membantu mementalkan serangan tersebut, tidak hanya itu Noctis juga aman karna dia bisa memanfaatkan kecepatan dan teleportasi yang akurat, meski-pun sebenarnya tenaganya semakin terkuras sedikit demi-sedikit.
"Roope of Light.."Sebuah rapalan Sihir keluar dari tangan Buron, yang terlihat diudar berbentuk bulat bercahaya, lalu keluar ratusan rantai kecil dangan cahaya petir diropenya, dengan cepat mengarah pada Black-Giant.
"GOAARRH,"melihat itu Black-Giant mengamuk saat terikat dan Parompto tak menyia-nyiakan ia berlari kearah Black-Giant, lalu senjatanya yang awalnya adalah sepasang Handgun, langsung bertransformasi bergabung menjadi sebuah Bashoka yang terbuat dari Perak keemasan yang sangat indah, dari serpihan Chirstalya.
"The Light Basocha cannon,"Parompto lalu menundukan tubuhnya membungkuk, ia lalu menentung ujung badan basoka dipundak kirinya, dan matanya mengarah langsung pada Black Giant. "Hancurlah,"Jawab Parompto.
DOEAAAARRRSSS!
Sebuah ledakan besar dari Cannon Prampto mengarah pada musuhnya, membuat hasilnya saat Cannon dikenakan, ia sukses meledak pada Black-giant dibagian lenganya, meninggalkan bekas hangus, dan jeritan menyakitkan telinga, bersama kabut asap yang mengepul akibat ledakan.
"Ini belum Cukup!,"Tiba-tiba dibalik Kabut muncul Gladiolus, mengsumon senjata panjang besarnya, mengsummon semakin besar pedangnya bahkan lebih besar dari tubuhnya sendiri. "CHAOS THE FIMPIA," sebuah rapalan mantara dipedangnya yang bertransformasi lalu tampa tanggung senjata yang telah dimantrai tadi langsung diarahkan pada Black-Giant dan beberapa tebasan mendarat diatas tubuhnya..
SHAAAATTT.."
SHAAAATTT.."
SHAAAATTT.."
"Aku siap!," Hairu yang sudah kembali ketubuh aslinya, kembali bertarung mengunakan Senjata panahnya, lalu mata awasnya memandang serius kearah Buron yang sudah kelelahan menahan mantra Roopenya tetap ditubuh musuh, ia lalu mencoba menarik busur pada panahnya, lalu menutup matanya pelan, sebuh rapalan mantra muncul dikakinya, dan warna ujung busurnya. "The Chain in Proteta," ia melepas satu busuh, saat dilepaskan.
SYUUUUUUUUUUNNNNGGGG~"
Satu panah bercahaya tersebut, dilayangkan dan tiba-tiba berubah menjadi ribuan Chain melayang diudara dan menancap beberapa bagian tubuh Dark-Giant.
"GOARRRRHHHHH!" Serangan bertubi - tubi yang masih dilayangkan Gladiolus, membuat luka yang cukup banyak pada Dark-Giant, hingga kondisinya sangat mengerikan.
"Uhg!..NOCTISSS!,"Gladiolus berteriak keras memandang sosok Pangeran yang berlari dengan kecepetan-maksimal, membuat aba-aba lalu Gladiolus memundurkan jaraknya memberikan cela pada Noctis.
"HYEEEAAAAAAAAAHHHHHH~"Tangan Noctis terkepal kuat, iris mata indahnya terpijar kemerahan, dan pedangnya tersumon menjadi Kampak dan diancung-ancungkan kapak tersebut, dengan tangan diarahkan keatas, lalu sedetik kemudian.
TAP!
TBEEESSSSST!
Seketika dengan sekali tebasan, tangan Black-Giant putus begitu saja, meninggalkan bau amis disertai dari darah yang mengucur keluar, akan tetapi mahluk itu sama sekali belum takluk dan memiliki tenaga yang besar, mengingat dia adalah monster raksasa.
[Sepertinya aku terabaikan] Suara seruan terdengar pasti, dari sosok yang sebelumnya dipanggil oleh Noctis beberapa manit yang lalu, ia mengenggam kuat senjatanya yang berupa Rod. [Karna aku juga punya batas, berada didunia manusia makan, rasakan seranganku], Ramuh membeo santai tiba-tiba wajahnya berubah serius, lalu ia memusatkan senjatanya kearah langit dengan targetnya adalah Black-Giant.
"Cih berlindung.."Teriak Rain sudah sampai ditempat itu, bersama Sakura, Ignis, Naruto, Kakashi dan Sasuke memandang apa yang akan terjadi pada duo monster bisa-bisa mereka jadi hangus karna serangan nyasar.
"SHELL!,"Rain kembali merapal mantra ditanganya dengan radius mantra lebih besar, melindungi sekitarnya, tanah nampak tergetar cepat membuat pergerakan mereka menjadi limbung.
"Projeck!,"Hairu dan Ignis juga mengunakan mantra yang sama untuk memperkuat Kekai yang dibuat oleh Rain, hingga secara tak langsung mereka semua mengabungkan diri menjadi satu kubu.
"NOCT!,"Panggil Sakura lalu berlari mencari Noctis yang berada paling depan monster, gadis itu melompat dan menarik lengan Noctis, hingga masuk dalam jangkauan Kekkai milik Rain.
[JATSBONN BAALLL].
DARRR!
Sebuah ledakan muncul mengaggetkan dengan cahaya bias yang luar biasa diudara, dan membumi hanguskan sebagian tempat yang ada disekitarnya, dan kabut bermunculan dimana-mana dan sosok Ramuh menghilang dalam kepulan asap tampa berkata pamit, semua pasang mata mencari monster besar itu dalam kabut yang berkurang.
Sosok daging yang sudah seperti bubur melumer, didepan mata amat nyata disertai bau amis yang mengeluar dari daging kusam itu, oh man benar-benar menjijikan, bahkan mata Parompto membulat saking tak ingin memandangnya.
"Oi-Oi luar biasa,"Jawab Gladiolus.
"Nice Timming.."Sambut Buron memandang Rain Hairu dan Ignis, secara bergantian, sementara Prompto memandang catus.
"Hey! Jika dia bisa dihancurkan dengan sekali serangan, kenapa kita musti capek-capek menyerang..huuh!,"Jawab Parompto kesal.
"Sudalah Parmpto, yang pasti ini sudah selesai, kita sudah ketemu Sakura dan Pangeran,"Ucap Gladiolus, yang memandang kedua orang itu nampak terpaku masih memandang sekeliling.
"Dimana Luna,"Noctis nampak memandang sekeliling tampa ada siapa-pun disekitar, ia juga turut mengandeng Sakura kemana-pun.
"Dia menghilang,"Pikir Sakura, lalu dia memandang saat tubuh Noctis nampak limbung hingga bola mata Jade Sakura membulat, langsung mendekap tubuh pangeran tampan dengan cepat sebelum menghantam tanah berpasir.
"Noct.."Jawab Sakura lalu memposisikan tangan kirinya memangku kepala Noctis yang masih setengah sadar, dan mendudukan dirinya diatas tanah berpasir lalu tangan kanannya diarahkan didada sang-Pangeran untuk mengobati tubuhnya.
"Sa-Sakura.."Panggil Noctis, lalu manik jade Sakura hanya menyengit memandang sosok lelaki yang berhasil membuat hatinya hangat. Tangan Kiri Noctis yang keringat dingin membelai beberapa surai rambut Sakura yang bebas membuat Sakura hanya menatap dan terdiam saja.
"Ya!,"Jawab Sakura menjeda singkat sembari memiringkan kepalanya kekiri.
"Kita berhasilkan,"Seulas senyuman tipis penuh tulus nampak terpancar dari raut tampanya, bola matanya melirik sendu kemerahan, kembali berubah savir secara perlahan-lahan, dan ia kehilangan kesadaranya setelah itu.
"..."Sakura terdiam lalu memandang wajah tenang sang pangeran, lalu memfokuskan cakranya lebih besar, ia tak kuasa menahan air matanya tampa suara, lalu perlahan mengecup wajah pangeran itu dalam dekapanya.
Sementara orang yang menangkap moment itu hanya bereaksi macam-macam mulai dari Prampto yang tersenyum tidak jelas dan mengabadikan foto Sakura\Noctis, Gladiolus juga Ignis hanya tersenyum, sementara Rain yang mengurus mengobati Hairu, sementara Buron masih memandang keadaan mencoba mengontek seseorang dari Telpon sihirnya (telepati) bahwa kalau pangeran mereka sudah ditemukan dan meminta pesawat atau kendaraan untuk menjemput mereka. Sementara pandangan dari kubu para Ninja adalah percaya tak percaya, terutama Sasuke.
"Sakura kau,"
[BERSAMBUNG]
.
.
[Lightning Shun]
[ Minggu Oktober 2 2016]
.
.
My Note :
Haloo semuanya kembali lagi dengan author..disini lama tak jumpa dicerita ini, maafkan author yang selalu lama mengabretnya padahal janji awalnya setelah part 17 bakal dilanjut 1 minggu atau 2 minggu, tapi kesibukan author lah yang mengubah semuanya maaf atas ketidak nyaman ini namun kesibukan author didunia nyata benar-benar sangat banyak jadi dimohon pengertianya :v
Untuk Part selanjutnya akan ada Pairing, SakuNoct atau SakuSasu (Bonus LightSasu) masalahnya adalah tentang pencarian Christal dan juga beberapa hal yang dihadapi Noctis yaitu luna dll.
Oh ya! Satu hal lagi.
Kebetulan Author membuat Fanfic Naruto & Twilight Xover untuk memperbaiki suasana hati jika berminat mohon dibaca, berjudul. [To Moon and Sun] :D
[][]*:Spesial Thangs :*[][]
Untuk kalian maaf gak bisa menulis semua nama tapi, terimakasi atas dukunganya di Fic ini aku gak bakal bikin 18 part tampa dukungan kalian.
((I Love you all))
Kim Hye Seoulong
Serry rere
Two kiling,
Nanaki chan
Roxas Slaiders
Coco
Homowati Ganteng
choco light
Terror Bird
Saisah
Nameayudolly
SolirishDikara
AdiknyaSasori,
ismisftr,
Faqi,
SakuraLover
Devita203
Satsuki Narita
Arisato yukito
Nivans erlangga
Chandra
Vivi
Koko-crunc
Namefera 7056
Hy Yuki
Kurenai-chuan
