"Kita berhasilkan,"Seulas senyuman tipis penuh tulus nampak terpancar dari raut tampanya, bola matanya melirik sendu kemerahan, kembali berubah savir secara perlahan-lahan, dan ia kehilangan kesadaranya setelah itu.
"..."Sakura terdiam lalu memandang wajah tenang sang pangeran, lalu memfokuskan cakranya lebih besar, ia tak kuasa menahan air matanya tampa suara, lalu perlahan mengecup wajah pangeran itu dalam dekapanya.
Sementara orang yang menangkap moment itu hanya bereaksi macam-macam mulai dari Prampto yang tersenyum tidak jelas dan mengabadikan foto Sakura\Noctis, Gladiolus juga Ignis hanya tersenyum, sementara Rain yang mengurus mengobati Hairu, sementara Buron masih memandang keadaan mencoba mengontek seseorang dari Telpon sihirnya (telepati) bahwa kalau pangeran mereka sudah ditemukan dan meminta pesawat atau kendaraan untuk menjemput mereka. Sementara pandangan dari kubu para Ninja adalah percaya tak percaya, terutama Sasuke.
"Sakura kau,"
.
.
.
.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"卍-_-_-Woman My The Hearst-_- _-卍"
By
"卍-_- Ligthting Shun -_- 卍"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
Noctis mendapat perawatan intensif akibat luka-lukanya, yang bisa dianggap sangat gawat setelah pertarunganya dengan black-giant beruntung beberapa luka itu segera ditangan oleh para Mage Kerajaan Lucis, Keselamatan Pangeran tersebut juga dibantu oleh Pertolongan sebagai Ninja-Medis dibantu Hinata dan Ino, sebelum bala bantuan datang.
Pada akhirnya~ Sang pangeran kembali dipulangkan kembali kekerajaan dengan bantuan beberapa orang-lucis yang mengunakan Kristal-teleport. Awalnya Sasuke meminta Sakura untuk kembali bersama team, namun sekali lagi Sakura menolak dengan tegas, bukan hanya sebagai bentuk balas-budi, melainkan perasaan yang kuat terhadap sang-pangeran (meski-pun secara tak langsung dikatakan pada Team-Ninjanya) juga sebagai Bodyguard sang pangeran, sementara Team Noctis yang sudah mengetahuinya menyambut baik jika Sakura tidak meninggalkan Caleum.
Srek!
Suara Horden nampak terdengar lembut bergesekan dengan suara angin yang pelan, sosok Sakura nampak terduduk disisi ranjang dengan pandangan penuh kekosongan, iris hijaunya yang nampak biasa cerah nampak terlihat berkabut, dan kantung mata nampak diwajah cantiknya raut kelelahan tergambar jelas, namun Sakura nampak belum mau beranjak dari sana.
"Isterahatlah!,"Jawab seseorang pemuda lelaki berambut panjang hitam yang diikat asal dengan sorot mata hijau nampak berdiri dibelakang Sakura, dengan tampak serius.
"Rain,"Sakura menguma kecil dengan sorot lelah penuh sebelum, Rain mendengkus memandang sosok wanita ini yang menjadi sosok ibunya dimasa depan dengan pandangan Simpati, ia terpaksa menarik Sakura kesofa yang sengaja dibawa para pengawal keruangan itu, agar bisa ada penjaga yang bisa duduk atau tertidur.
"Berbaringlah! Aku akan mengantikanmu menjaganya!,"Jawab Rain sembari menarik Sakura keatas Sofa putih panjang, tak jauh dari kasur sang pangeran, beruntung Ignis memerintahkan pelayan membawa sofa panjang disana untuk Sakura.
"Tidurlah," Sakura hanya menghelah nafas panjang sudah diminta oleh Rain sampai tiga kali, lalu mencoba berbaring diatas sofa empuk, sementara sesaat ia memandang Rain yang sudah duduk diatas tempat duduknya dan mulai membaca sebuah novel yang merupakan kebiasaanya, dan terakhir ia melihat senyuman yang datang dari Rain seolah berkata : Semua akan baik-baik saja!. Sebelum dia dibawa kedunia alam bawa sadarnya.
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO''
.
.
[-Dibawah alam Sadar Sakura-]
"Phonex!,"Panggil Sakura.
"Kau datang juga!, bagaimana keadaan Pangeran-lucis," sosok Phonix nampak melayang dengan anggun dihadapan Sakura dengan kibasan sayap bulu dengan aneka tuju-warna.
"Terimakasi atas aliran tenagamu,"Jawab Sakura sembari mendesah penuh kelegaan. "Jika kau tak ada maka mungkin aku tak bisa melewati semua ini,"Jawab Sakura, sementara Sang-dewi burung hanya mengelengkan kepala.
"Tidak,"Jawabnya singkat. "Kekuatanku tak berguna jika tidak ada usaha dari dirimu sendiri,"Jawabnya dengan pandangan sangat lembut membuat Sakura merasa nyaman. "Tidurlah disini, aku akan membangunkanmu nanti,"Jawab Phoniex mendekati Sakura, bersamaan dengan hilangnya penuh kesadaran dari Sakura.
"Kau sudah berjuang dengan gigih Sayangku,"
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
[-Kembali ketempat lain-]
Suara pintu ruangan Noctis tiba-tiba terbuka kasar, dan seorang lelaki berambut pirang muncul dengan sebuah kantung ditanganya, tampa memikirkan situasi.
"Bagaimana Sakura-chan sudah isterahat?!,"Sebuah suara terdengar membuat Rain menolehmendapati sosok Prompto, dan menatapnya tajam lalu menyelipkan telunjuk dibibir menandakan isyarat 'Harap tenang' membuat Prompto memandang miris memberi isyarat permintaan maaf, dengan posisi memohon.
"Sakura-chan sudah berusaha dengan keras!,"Seulas senyuman simpul lembut diberikan Prampto lalu mengeser sebuah kursi tunggal mendekati Rain tak lupa meletakan bungkusan diatas meja berisi pakaian dan handuk untuk Sakura, sementara yang didekati hanya terteguh. "Rain!,"Panggil Prompto lalu menyentuh pundak kecil Rain.
"Ya!,"Jawab Rain perlahan.
"Kau tahu jika teman-teman Sakura akan membawa Sakura kembali,"Jawab Prampto membuat hati kecil Rain tercetos dengan takut-takut, ia melirik Ragu dengan penuh tak banyak ingatanya yang dimilikinya sejak usia 10 tahun lalu, tapi dia berharap tak ada hal yang buruk terjadi. "Andai aku bisa mengeluarkan opiniku!,"Ucap Prampto dengan nada sedih.
"Apa maksumu? Prampto,"Tanya Rain.
"Kau tahu anda jika aku bisa berharap,aku ingin Sakura tidak kembali kedunianya,"Jawab Prompto dengan nada sedih. "Aku, kau, ignis, Gladiolus, dan apa lagi dengan perasaan Noctis,"Jawabnya. "Kita sudah menganggap Sakura lebih dari sekedar teman,"Jawabnya.
Sementara Rain hanya menutup kembali matanya, ia bahkan tak bisa mengatakan apa-pun ini semua kembali, kepada keputusan Akhir Sakura. Namun pastinya setiap mengambil sebuah putusan, maka akan ada keputusan lainya yang akan kecewa.
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
[-SKIP OVER-TIME]
"Semua berada diluar apa yang diinginkan mulai sekarang Shun,"Sebuah suara terdengar muncul dari salah satu lelaki berambut merah-jabrik serta jangkung yang berpijak diatas atap tertinggi sebuah gereja milik lucis yang masih berdiri kokoh, sembari memandang langit dengan cahaya angkasa yang berkabut menandakan sekitar jam 10-an.
"Semua memang sudah kusesuaikan, tapi terkadang sebuah alur tak bisa kita control seratus persen,"sosok lelaki berambut kehijauan tengah memandang sekeliling kota dengan kondisi masih porak-poranda beberapa alat berat dan Army nampak mulai berdatangan silih berganti sejak subuh. Shun berdecik penuh kesal akibat pertarunganya melawan 'Lumina' yang tidak selesai, gadis kecil penguna element gelap itu berhasil kabur darinya, sementara rekan Shun yang selalu ada disampingnya bernama Noir masih menatap dengan wajah tenang. "Kita bukan tuhan yang bisa mengendalikan waktu ,"Jawab Shun, sementara lelaki lelaki bernama Noir hanya mengangguk ringan.
"Jangan sedih sudaraku, kita sudah melakukan apa yang kita bisa,"Ucap Noir, sementara Shun mengangguk lalu mata hijaunya menatap suduh pembatas batu disebelahnya, dengan santai.
"Kau disana Light!,"Panggil Shun mata hijaunya mengarah pada sosok kosong dipinggir kiri mereka, tiba-tiba sebuah mawar bertebaran disana bersamaan munculnya sosok 'Lightning' lalu duduk diatas sebuah pagar pembatas atap gereja tampa zirahnya, melainkan mengenakan baju prajuritnya.
"Etro masih mengawasiku!,"Jawab Lightning sembari memandang lagi membuat Shun tersenyum.
"Meski dia memanggil Lumina untuk itu! Dia tak akan menemukan apa-apa,"Jawab Shun datar. "Karna Etro tak akan bisa melacakku sebelum dia bertemu denganku,"Jawab Shun percaya diri.
"Dimana lelaki bermbut hitam, yang bersamamu Noir?!,"Panggil Lighting membuat mata Noir mendelik.
"Maksutmu! Naoto?,"Tanya Shun, sementara Light mengangguk pasif, mencari keberadaan sipenguna Sabit Es itu.
"Dia sudah pergi kedimensi dimana dia harus berada,"Jawab Noir.
"Sebaiknya kita bergerak!,"Jawab Shun.
"Kemana?!,"Tanya Lighting dan Noir secara berbarengan.
"Menemui Regis,"Jawab Shun singkat padat dan jelas.
"R-Regis, Raja dari Lucis memang kau tahu dia dimana?!,"Jawab Light memandang Shun, sementara Shun mengangguk antusias.
"Regis masih hidup!, Tugas kita adalah membawanya kembali, ke-istana sekarang Noctis terluka parah, dan kendali kerajaan sedang dalam masalah kembalinya raja Lucis bisa mengembalikan semangat para-prajurit,"Jawab Shun.
"Jadi kita bertiga akan kesana?!,"Tanya Noir dan Shun langsung mengeleng cepat, membuat Noir menyengit.
"Saat ini Etro sudah memanggil Lumina untuk mengawasi Light kita tak bisa bersama-sama denganya terus,"Jawab Shun membuat Light dan Noir menyengit alisnya.
"Jadi?,"Jawab Light tegas. "Kalian mengabaikanku,"Tanya Light datar.
"Tidak!,"Jawab Shun datar rautnya nampak serius. "Aku akan pergi sendiri, Noir dan kau akan kuminta kesuatu tempat,"Jawab Shun dengan serius bersama atmosfir disekitar mereka berubah. "Datanglah keistana Caleum dan pantau semua yang terjadi, sampai aku kembali,"Jawab Shun datar, sebuah mantara dibawah-kakinya, nampak muncul lalu ia menghilang dari sana.
"Cih! Selalu bertindak secara Solo,"Ucap Light menolak pinggang usai hilangnya Shun, bersamaan kekek-kan Noir tak jauh darinya, pria jabrik merah itu nampak good-mood sekarang.
"Omong-omong..! Mengapa kau malah tidak mengunakan 'Zirah-mu' biasanya kau selalu mengenakan baju-berat itu,"Jawab Noir.
"Kurasa berlama-lama disini, dan mengunakan Zirahku cukup membuatku merasa tak-nyaman, apa tampilanku sangat tak baik dipandang saat ini?!,"Tanya Light yang tampil dengan, baju army-lamanya, dan senjatan Sword-gun lamanya tersampir dibelakan bajunya (Close/FF13).
"Tidak! Ini lebih baik untukmu, kau lebih akan leluasa dengan pakaian ala manusiamu,"Jawab Noir tiba-tiba sebuah api-merah mengelilingi mereka secara langsung.
"!,"
"Bersiaplah kita akan teleport!,"Jawab Noir, sementara Light hanya menghelah nafas setelah beberapa menit kemudian, tubuh keduanya terbakar oleh api dan menghilang seketika.
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
Kondisi kerajaan sudah kembali sedikit demi-sedikit, meski keadaan berkabum dan ketakutan belum bisa dihilangkan, namun kondisi mulai membaik berkat bantuan yang datang dari Aliansi kerajaan tetangga dan juga beberapa prajurit aliansi membantu menendang monster-monster berserakan dari kota, juga tentara imperial musuh tak bertuan tersebut, beberapa diantara mereka ditangkap serta diintrogasi sebagai tahan. Jalur penyelamatan mulai dibuka kembali untuk warga yang belum sempat menyelamatkan diri, puluhan pesawat berat didatangkan dan juga komando dari para-komandan berusaha menangani kekosongan kemimpinan sebisa mungkin, dan para penghianat nampaknya sedang masih berusaha bersembunyi dibalik topeng masing-masing.
"Katakan apa kondisi dibagian perbatasan sudah di-Cek,"Sosok Buron masih nampak fokus pada meja yang terletak dihadapan mereka, sebuah map nampak terlihat dihadapanya, dan dipandanginya dengan serius.
"Kau tenang saja hasil batu karang yang kami bawa cukup kuat untuk perlindung sementara,"Jawab Ronso dengan pandangan tegas.
"Bagaimana keadaan Yang-mulia Noctis,"Sebuah suara datang dari bangsa Syprh yang ikut angkat bicara memandang dengan nada was-was.
"Kondisinya sudah lebih baik! Dan para penjaganya sangat kompoten dalam menjaganya,"Jawab Buron.
"Omong-omong aku ingat salah satu dari bodyguard Yang-mulia Noctis, dia wanita ber-rambut pink,"Jawab salah satu kaum Areon.
"Memangnya ada apa dengannya,"Tanya Buron menyengit sementara sikap Cor juga nampak berubah saat pembicaraan ini teralihkan.
"Anda cukup jeli tuan,"Jawab Cor.
"Terimakasi, soalnya muda mengingatnya karna sosoknya yang unik,"
"Darimana sosok istimewa kalian temukan itu, kalian tahu beberapa prajurit dan komandan dari berbagai wilayah nampak menjadi buah bibir, dia gadis yang luar biasa sebagai Mage dan seorang Tabib,"Jelas Komandan disana, dan yang lain nampak mungut-mungut menganggukan kepala sebagai tanda setuju.
"Seperti yang kalian lihat, dia bagian dari prajurit kami selalu seperti itu,"Jawab Cor cepat.
"Kalian menyembunyikan prajurit penuh kejutan, sungguh mengejutkan hahaha,"Canda salah satu ajudan dengan riang. Mendengar candaan itu Baik Cor maupun Buron hanya menghelah nafas pelan memikirkan satu hal yang penting, Sakura bukan hanya hadir sebagai Bodyguard, tangkas dan kuat~ melainkan sudah menempel erat dihati semua orang didekatnya termaksut sang pangeran kita sendiri.
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
Sementara kondisi Naruto, Sasuke, Kakashi, Ino, Hinata dan Sai dalam kondisi yang baik semenjak Pertolongan-medis Ino dan Hinata pada Cindy dan Noctis, orang kerajaan memperbolehkan mereka untuk menempati ruangan dan sebagai tamu istana, sampai urusan mereka selesai.
"Sasuke-kun! Oi Sasuke-kun!, mengapa kau tak masuk saja diluar dingin sekali,"Sosok Sai nampak mendekati sosok Sasuke yang tengah duduk diberanda lantai salah satu kamar sekaligus ruang istana disebelah barat.
"Biarkan aku sendiri Sai!,"Jawab Sasuke datar, pandanganya menatap acuh kembali memandang keluar. Pria uciha itu nampak sudah membiasakan diri berada dilingkungan barunya, baju ninjanya-pun sudah berganti (terkecuali pedangnya tetap disarungkan diikat pinggangnya) dengan sebuah kaos-hitam, dengan celana raid-jins berwarna biru, dan sepatu kats terbuat dari karet berwarna hitam, dan rambutnya yang selalu berciri layaknya jambul Chocobo.
Sementara Sai yang saat itu tengah mengenakan baju coklat rajutan, dengan bawahan hampir sama dengan Sasuke menghelah nafas dan mendekat sembari meletakan sebuah cangkir the-kuding disamping Sasuke. "Jika ini masalah Sakura aku tak akan mengatakan apa-pun! Tapi tetaplah jaga kondisimu, aku dan yang lain menunggumu didalam,"Jawab Sai.
"..Hmmm..."Jawab Sasuke.
"..Hnn.."Dan dijawab Sai pula dengan senyuman, dan meninggalkan Sasuke, dan kembali kedalam.
Sasuke kembali terdiam, ia juga tak menyentuh Teh-kuding yang dibawakan oleh Sai, otaknya kembali mengingat detik-detik Sakura menangis sangat keras saat memeluk seorang lelaki yang disebut 'Pangeran Noctis' yang terluka parah dan tak sadarkan diri, entah kenapa saat itu, melihat pemandangan itu Hatinya seolah tersayat, pandangan penuh arti Sakura yang dulu diberikan hanya pada Sasuke telah diberikan pada lelaki itu, dan sejujurnya Sasuke belum bisa menerimanya.
Tep!
Sebuah butiran salju mulai bermunculan dari angkasan namun Sasuke tak peduli, dan tetap berada ditempat meski hawa dingin menusuk kulitnya. "Apa kau mau menjadi Es-hidup dan tetap berada disana!?,"Seru sebuah Suara yang membangunkan Sasuke dari lamunanya.
Bola mata onixnya, membulat saat menyadar sosok cantik berambut Pink ikal dengan gerayan anak rambut kekiri(semua), dengan wajah dingin milik Light berdiri tepat dihadapanya. "Memikirkan apa?!,"Tanya Light sementara yang ditanya hanya terbengong sesaat.
"Kenapa kau ada disini!,"Tanya Sasuke dengan alis berkedut sementara Light yang ditatap hanya memiringkan kepala, sembari bersikap dingin, nan iris hijaunya nampak membius.
"Kau tidak suka?!,"Tanya Light dengan sorot mata tajam.
"Bukanya begitu aku hanya-,"Sasuke nampak terdiam, sementara Light berjalan semakin mendekat, dan mendudukan bokongnya keberanda tepat disampingnya.
"Aku mencari Hinata!,"Bisik Light dengan nada datar.
"Kenapa dengan Hyuga?!,"Tanyanya mempelebar topik.
"Saputanganya ada padaku!,"Jawab Light datar lalu kembali berkata. "Aku ingin mengembalikanya,"Jawab Light.
"Hmm,"Sementara Sasuke nampak menutup kelopak matanya, dengan wajah datar.
"Tubuhmu nampak pucat beberapa lama kau ada disini?!,"Tanyanya. Sementara yang ditanya hanya terdiam menudukan wajahnya, Light juga bisa melihat hembusan uapan putih yang keluar dari bibir milik Sasuke, dan memandang The kuding yang sudah mendingin disamping Sasuke, tetap utuh ditempatnya.
"Hai kau mende-"Tanya Light sebelum ia akan menyelesaikan ucapanya, matanya melebar saat kejadian selanjutnya.
DUG!
Sebuah sepuan lembut kepala milik Sasuke menabarak leher-jenjang milik Lightning membuat wanita bersurai Pink-ikal itu terserentak dan memangkap tubuh pria berambut emo, dalam diam dalam pelukanya agar tak terjatuh kelantai, dengan mata Sasuke yang terpejam dan seolah tak memiliki tenaga, membuat Light harus memeluknya dengan erat agar tak menjatuhkan tubuh sasuke. sekipun rendah kondisi ubin dibawanya cukup keras jika lelaki itu terjatuh dengan kepala-duluan.
"Ada apa denganya,"Light menyengit memandang pancaran bulan dan butiran salju dilangit, sembari mendekap Sasuke yang masih tetap bersandar padanya, dengan mata tertutup, terlihat sekali dibalik wajah dingin Sasuke bahwa pria itu nampak sangat memikirkan sesuatu yang nampak membebaninya.
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
"Disini ya!," Shun memandang sebuah apartemen bobrok memandang tempat yang sepi dengan serius, ia menyadari ruangan itu tidak hanya sepi namun dia mencium bau bahaya didalamnya, namun dia tetap memasuki apartement bobrok dan secara tiba-tiba.
DUARK
Sebuah ledakan besar datang diri dalam, dan bersamaan keluarnya beberapa segel, membuat mata Shun merincing datar, ia tentu menyadari masalahnya dia tahu disekitarnya dipenuhi dengan ranjau sihir diberbagai area, jika salah langkah tubuhnya juga meledak. Ini yang membuat Shun menyeringai rupanya tempat ini akan meledak jika ada orang yang lewat.
"Kurasa inilah masalahnya, sekarang raja!,"Shun lalu mengangkat lenganya kedepan seketika sebuah cahaya hijau pendar bermunculan layaknya kunang-kunang dan menyebar keberbagai pelosok apartemen. Kunang-kunang itu nampak menyentuh banyaknya ranjau segel dan tak ada bunyi ledakan seolah cahaya hijau itu menetralisir pemicunya dan membuat Shun bisa bergerak kembali.
"Saatnya masuk kedalam!,"Shun memutuskan berjalan pelan-pelan, memandang kondisi mengejutkan ia melihat kumpulan mayat-mayat berserakan dilihat dari pakaian dan senjatanya bahwa itu adalah Prajurit-Lucis yang langsung berada dibawa pengawasan raja. Bisa terlihat dari kondisi yang ada bahwa bisa disimpulkan beberapa hari lalu, minggu atau bulan terjadi pertarungan ditempat ini dengan terlihat banyaknya mayat-mayat prajurit milik regis semuanya menjadi jelas sekarang, dan musuh sudah meninggalkan tempat ini karna bukti ada Ranjau-segel dimana-mana.
Shun tahu masih ada respon kehidupan ditempat ini, yaitu bagian besment apartement bawah, ia memutuskan berlari kearah sensorik lalu menemukan sebuah pintu, yang sengaja diblok dan sekali-lagi dengan segel sihir dipintunya. "Oh.."Shun kembali menghembuskan nafas, lalu tampa aba-aba menghancurkan segel, pintu berserta daunya hingga hancur berantakan.
"Hosh...Hosh...Hosh,"Saat Shun memasuki ruangan yang ternyata adalah Basement, yang nampak sebagai ruangan yang berantakan layaknya sebuah gudang, bola mata Shun menajam memandang sosok, lelaki setegah bayah, berpakaian compang-camping, lusuh dengan luka fatal karna beberapa pedang nampak menancap pada bahu, tulang iga dan ia terduduk dipinggir ruangan dengan darah yang mengering dibibirnya, bola matanya nampak menunjukan raut kelelahan, nampak jelas kematian sudah beberapa kali menghampirinya namun dia masih tetap bernafas, dan semangat hidupnya masih ada.
"Yang-mulia Regis,"Jawab Shun terdiam kembali, lalu mendekat ia membungkuk kearah tuan-nya dan raut Regis memandang tampak terkejut. "Jangan Khawatir kau tak akan mati,"Jawab Shun tajam, matanya bercahaya hijau pendar lalu dari telapak kakinya muncul sebuah segel.
The power the time
Blade strom alive, the time
My magic of Nature
Secara tiba-tiba sebuah kekuatan bercahaya Hijau nampak menyelubung ruang tersebut, tidak hanya menyinari ruangan, cahaya itu juga nampak menyinari semua gedung, dalam waktu singkat usai cahaya itu menghilang semuanya nampak berubah.
CHAP
Tubuh Regis yang harusnya sudah diambang kematian nampak berdiri dengan sehat tampa terluka segores-pun. "Apa yang terjadi harusnya aku,"Jawab Regis dengan penuh terkejut sembari memperhatikan bajunya kembali rapi saat sebelum ia bertarung dengan imperials.
"Aku mengunakan kekuatanku, dan mengembalikan waktu,"Jawab Shun serius. "Aku mengembalikan waktu tubuhmu, sebelum kau terluka lalu bertarung, dan sepertinya efek samping kekuatanku nampak berlebihan,"Jawab Shun menghelah nafas lega.
"Apa yang kau-"Belum menyelesaikan katanya suara langkah kaki nampak bermunculan, ia dan Shun lalu memandang dan membuat Regis kembali tercengang dikarnakan 28 Prajurit yang dibawanya sebelumnya dan harusnya dinyatakan gugur kini hidup kembali dan berlari mencari rajanya dengan tampang tergesa-gesa.
"YANG MULIAAAA!,"
"Kaliaan,"
"Aku mengunakan kekuatan asliku serta memundurkan, masa dan waktu, pada tubuhmu dan karna nampaknya kau dan anak-buahmu memiliki koneksi yang kuat nampaknya kekuatanku keluar-terlalu besar dan membuat aku memundurkan waktu prajurit yang harusnya sudah meninggal dan hidup kembali,"Jawab Shun membuat Regis tak bisa berkata untuk sesaat.
"Bagaimana keadaan kerjaan,"Tanya Regis sementara anak buah Regis nampak berbaris rapi dengan tatapan kalem penuh waspada.
"Sebaiknya kita tak perlu membahas ini dulu,"Jawab Shun lalu mengambil sesuatu dari saku-jubahnya, lalu mengeluarkan sebuah Kristal berukuran sangat besar, membuat Regis meringis melihatnya.
"Itu bukankah Kristal teleport yang terkunci dikuil bawah istana, salah satu Kristal yang dipegang Lucis dan enam-lainya berada ditempat berbeda,"Jawab Regis.
"Anda benar yang mulia,"Jawab Shun.
"Bagaimana bisa ada ditanganmu,"Jawabnya.
"Aku mencurinya dari kuil bawah istana,"Jawab Shun dengan nada cepat.
"A-APA!,"Mata Regis kembali terbelalak dengan sempurna, mendengar sikap penyihir nomor satu kerajaanya itu.
"Aku akan menjelaskanya nanti, tapi cepat gunakan keristal ini, bersama pedangmu yang dulu kumantrai, aku, juga yang lain dan kita harus segeralah kembali Kelucis,"Jawab Shun lalu memberikan Kristal itu pada Regis.
"Ayo kita kembali yang mulia,"
.
.
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
[TP : Lightning & Sasuke] :
Light hanya terdiam dalam keheningan, sorot mata hijaunya memandang sosok pria yang masih bersandar padanya, tampa membuka matanya membiarkan cahaya rembulan nampak bersinar menyinari mereka dan salju tipis nampak bertaburan dari langit, aura nampak begitu suram terpintas jelas keluar dari pemuda didekat Light, ia mengenakan suara dengkuran halus milik sasuke nampak tertidur dalam pelukanya, aura suram milik Sasuke juga reflex membuat Light membelai rambut ravend dengan elusan yang lembut selang beberapa menit, mata hijaunya membulat mendongkak memandang langit terlihat lingkaran bercahaya berada dilangit.
"Apa itu?!,"
[TP : Rain & Prampto] :
Sosok Sakura masih nampak tertidur pulas disofa, lalu Rain nampak memasangkanya selimutnya, tampa terganggu sama sekali, sementara Prompto yang juga menjaga disana,masih sibuk memainkan game dalam ponselnya, sampai matanya membulat memandang lingkaran cahaya kemerahan yang muncul dilangit. "Haah...Rain!,"Panggilnya pada Rain, lalu pemuda bermata hijau itu ikut-ikutan memandang langit.
"..Itukan!,"
[TP : Cor & Buron] :
Kedua komandan itu nampak berjalan menyusuri lorong istana yang begitu sepi, setelah berdiskusi panjang mengenai pengenjaran-senjata, pengamanan lokasi, asupan-amu, batas langkah, dan bahan-pangan untuk rakyat yang sedang diungsikan, langkah mereka terhenti saat keduanya memandang langit dikejutkan dengan Segel merah dilangit. "Buron,"Panggil Cor.
"Ya,"Ucap Buron singkat lalu keduanya berlari menuju pintu keluar.
[TP : Stela(Pov)] :
Aku terbaring lelah diatas tempat tidurku dan memasang wajah sedih, sejak saat kondisi kerajaan menjadi hancur seperti ini, baik kabar ayahku atau pun kabar adiku yang menghilang seolah hilang ditengah kabut, ditambah masalah kondisi Noctis yang dipulangkan keistana membuatku semakin sedih pada sahabatku, kondisi sekacaw ini dan beberapa komandan yang bertugas dalam istana seolah menghilang begitu saja, tentu saja hal ini membuat banyak kecurigaan yang tercipta diistana.
"Apa yang sebenarnya harus aku lakukan,"Jawabku sembari memandang jendelaku yang terbuka lalu terbelalak memandang sebuah cahaya segel merah mengantung dilangit dan melebar.
"Apa itu?!,"
[BERSAMBUNG]
[Selasa - 1 -November - 2016]
Haloo minnaa..san :D
Lama tak jumpa dengan kalian, bagaimana kabarnya...sehatkan...baikkan...gak-susahkan...amin dengan restu tuhan semoga kalian baik-baik semua ya \(^_^)/
Kali ini saya muncul dan sedikit memberi penyampaian jika saya akan ngeremek cerita dari awal dan mengabung dua cerita dalam satu chapters, jadi jangan heran jika ada perubahan nantinya jika part lanjutanya keluar.
Untuk pembaca yang selalu mendukung terimakasi atas dukunganya...
serry rere, Arisato yukito, Mysalft, Kepala Cumi, Kim Hye Seoulong, Saisah, Aoi, Homowati Ganteng, Nana-chana, Putroy ,Taeoh, Ayako ,Ismisftr, Roxas Slaiders, Lani-Chan, Satsuki Narita, SakuraLover, vans erlangga ,SolirishDikara, Terror Bird, serry rere, serry rere, Two kiling2, Roxas Slaiders, Coco.
I Love you all
[Lightning Shun]
