.
.
.
"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"
*Masashi Kishimoto and Square Enix*
"卍-_-_-Woman My The Hearst-_- _-卍"
By
"卍-_- Ligthting Shun -_- 卍"
""OOO~"OOO***OOO+++OOO+++OOO***OOO"~OOO'''
.
.
.
.
"BAIKLAH TUAN PANGERAN MAJULAH!,"Ungkap Ardyn dengan pandangan mengerikan, bersamaan Kilauan matanya berubah warna, dan memanggil beberapa Demon dihadapanya. "Mari kita lihat siapa yang selesai saat ini kau atau aku,"Jawabnya.
"Jika begitu mari kita sungguh," Ignis,Lalu bergerak mendekat melempar dua Dagger api miliknya kearah Demon yang mendekat, serta mengalihkan matanya kearah Noctis. "Aku akan mengalihkan pandanganya, dia bagianku,"Jawab Ignis mengangguk dan membuat Gladialous tersenyum Smirk.
"Kau pikir aku juga punya lawan berat disini!,"Jawab Gladialous lalu memainkan pedang besar pada salah satu Demonya. "Mari kita hadapi sampai titik akhir.
Suara gemuru petir terdengar beberapa runtuhan bangunan bergetar hebat, namun upaya evakuasi semua orang berjalan lancar, dan karna bantuan team Kakashi yang memberi bantuan cuma-cuma jumblah angka kematian manusia bisa dicegah. "Apakah dunia benar benar hancur,"Desis Lightning menatap langit yang terus bergemuru.
"Andai begitu,"Ucap Sasuke menatap mata indah Lightning teguh. "Kita tak boleh berhenti bertarung, jika melihat kebelakang kurasa ini sudah terlambat benarkan,"Ucap Sasuke menepuk lembut kepala bersurai merah milik gadis itu.
"Dibanding perpecahan ini kurasa harusnya kau bisa kembali, keduniamu bersama teman-temanmu?,"Ucap Lightning menunduk gurat kelelahan nampak menyapu wajahnya.
"Aku sudah tak bisa, andai aku kembali aku hanya punya tujuan mengembalikan temanku, dan kalau pun aku kembali tak ada rumah bagiku untuk menebus semuanya,"Ucap Sasuke kembali menyarungkan senjatanya menatap kelangit serius, sebuah khayalan kilas balik tentang penolakan Sakura kembali kepikiranya.
Meskipun kau tak bisa kumiliki lagi, dalam berbagai cara akan tetapi aku setidaknya aku akan berusaha menyatuhkan kita bertiga seperti sebelumnya.
"Lihat disana,"Ucap Lightning menunjuk sebuah demon, ia mengangkat tanganya mengambil pedang sembari berlari kencang, sementara Sasuke mau tak mau harus mengejar Lightning memastikan wanita kesatria itu baik-baik saja.
Suasana kota semakin hancur, kondisi ini tidak berubah malah semaki menegang, Noctis, Sakura, Rain, Gladiolus dan Ignis nampak bergerak proctect kedepan, sementara Prompto berada jauh dibelakang dan mengsumon senjatanya, yang berupa senapan, membidik Ardyn.
"Jangan buat dia bebas,"Ucap Gladialos datar, sembari menyerang Ziz-zaz, dan dibantu Noctis namun Ardyn nampak bergerak dengan mulus tampa kendala. Ignis juga nampa melempar Warp deggernya kedepan untuk memark Ardy agar jangkawan serangan lawan akan lebih sempit.
"Hati-hati dengan lantai yang Roboh,"Ucap Sakura berteriak, ia mencoba memahankan pukulanya untuk tak merobohkan sekitar. Ia melirik Rain yang nampak menghilangkan senjata ditanganya lalu merapal mantra mengarah ke pijakan mereka.
"Dark Ice,"Ucap Rain, membuat Noctis terkaget karna sihir itu adalah sihir tingkat-a yang sulit digunakan akan tetapi Rain bisa merapalnya dengan mudah butuh bertahun tahun orang merapalnya meski dia penyihir murni sekali pun.
Sihir angin disertai embun es abadi memenuhi lantai hingga berbentuk sebuah baja diatas tembok yang nyaris Roboh. "Jangan lengah Noct! Atau kita semua bisa mati, Ardyn bukan lawan sembarangan,"Ucap Rain menatap tajam.
"Rupanya kau tahu banyak tentangku,"Tanya Ardyn memandang tajam. "Apa Ayah dan ibumu mengenalkan informasi tentangku?,"Tanyanya.
"Bukan! Aku banyak membaca kisahmu dari Dongeng-lama Lucis, Kakek ,"Ucap Rains.
"Regis ya! Cih lucu sekali,"Ucap Ardyn lalu mengarahkan tangan menciptakan sabetan layaknya mencakar seperti api.
"Kakek? Regis?, Apa dia membicarakan Yang mulia Paduka Raja!,"Ucap Ignis dengan kening menyengit tajam, sementara Rain hanya menghela napas.
"Jangan bengong! Dia datang!,"Ucap Gladiolus dengan tatapan Cepat. Dan langsung menyambut serangan Ardyn dengan tebasan serangan pedang besarnya.
BRAAANG!
PANGGGG!
Selagi pedang Gladiolus menahan serangan ardyn, Noctis tidak membuang kesempatan untuk mengarahkan senjata melayang kearah Ardyn untuk mencari titik Lemahnya.
"WALLL! EARTH!,"Ucap Ignis lalu mengsumon mantra memanggil dinding Element tanah Dihadapan mereka, dan ketika benda itu muncul, Sakura langsung bergerak cepat dan langsung mengarahkan Bogem-mentahnya.
"SHANARAAAOOOOO!~,"
Dengan hempasan bogem, dinding-batu itu langsung terlempar kearah Ardyn dengan kecepatan Luar biasa.
DUARK!
SHATTTT!
Dua serangan beruntun mengarah pada tubuh Ardyn, puluhan tebasan berganti ganti yang diarahkan Noctis padanya, dan serpihan dinding element sekeras batu Raksasa yang dilempar Sakura padanya membuat suara gemuruh terdengar mengerikan, untung saja lantai sudah dikelilingi dengan Es baja hingga lantainya tak keropos.
"Semuanya minggir, dari jangkauan serangan ku!,"Teriak Prompto membuat semua yang menyerang nampak menghindari areah tembak.
DOR DOR DOR!
Tiga sentuhan peluru panas menjadi sentuhan serangan terakhir, untuk menyerang Ardy yang notabene hanya sendirian.
"Hanya begini kemampuanmu?,"Ucapnya dengan nada santai juga mengejek. "KAU LEMAH PANGERAN! KAU LEMAH DAN TAK AKAN MENYELAMATKAN SATU PUN DARI TEMAN-TEMANMU!,"Ucapnya dengan nada meninggi.
Sebuah sinar datang dari ardyn sebuah ledakan besar bermunculan dinegara kuil menciptakan ledakan yang teramat besar, semua orang terpental jauh dengan posisi mengenaskan. "NOCT!,"Sakura berteriak dan mengerang kesakitan namun ia terserentak Saat ia melihat Ardyn nampak mencekek leher Noctis dan membuat tubuhnya melayang.
"BAGAIMANA RASANYA KEHILANGAN KEKUATAAANMU PANGERAN!? BAGAIMANA RASANYA BAGIMU MEREASAKAN KESAKITAN INI,"Ucap Ardyn dengan tatapan mengejek.
"Noct!,"
"Ugm!,"
"Ahk+!,"
Gladiolus, Prampto juga Ignas menahan rasa sakit luar biasa yang seolah membuat mereka tidak berdaya dan hanya bisa menatap Noctis dengan wajah, kesakitan.
"Noctis-,"Ucap Sakura Lemah sembari menahan tubuhnya agar tidak semakin Ambruk, Clone yang dimunculkan Sakura di samping tubuh Luna yang tak sadarkan diri, pun menghilang namun Clone Sakura sempat melindungi gadis itu sebelum lenyap diterpa cahaya.
"SELAMANYA KAU AKAN SEPERTI INI!,"
"SELAMANYA KAU TAK AKAN BISA MELINDUNGI SIAPA PUN DIMASA DEPAN! PANGERAN NOCTIS,"
Suara Ardy terdengar sangar, sebuah Kristal terlihat ditanganya membentuk pola sebuah pedang panjang, dan siap diarahkan ke jantung Noctis. namun sebuah pedang pendek melayang kearahnya membuat serangan itu dipentalkan lebih dulu.
PRAAAAANGGGG!
THAAANNNGGGGG!
Suara tertatih terdengar, sosok Raib nampak berusaha bangkit sembari mencoba tetap menguatkan dirinya, matanya lelah dan terhuyung.
"KERAS KEPALA, APA KAU MASIH INGIN MELAWANKU BAHKAN AYAHMU SENDIRI TAK BISA MENGHINDARI TAKDIR YANG MEMBUATMU KETANAH INI PANGERAN LUCIS,"Ucap Ardy.
"INI BUKAN KESALAHAN AYAHKU! LEPASKAN PANGERAN NOCTIS SEKARANG JUGA BERENGSEK!,"Ucap Rain.
"IRONIS SEKALI SEORANG AYAH YANG NANTI NYA DIMASA DEPAN, TAK AKAN BISA MELINDUNGI ANAKNYA SENDIRI! JUSTRU MENDAPAT PERLINDUNGAN DARI ANAKNYA DIMASA INI, MENYEDIHKAN!,"
"Apa maksudnya ini Rain,"Ucap Noctis.
"Semua masuk akal, selama ini ciri-lucis selalu terlihat darinya, jadi dia memang benar benar dari masa depan?,"Ucap Prompto.
"Kau tahu tentang masalah ini dan tak mengatakan ini pada kami?,"Ucap Gladiolus.
"Dan dari analisa percakapan ini,"Ignis nampak terdiam menatap sekitarnya lalu mencerna arah pembicaraan. "Rainess sekarang pangeran dari masa depan, dan putra dari Noctis,"Ucap Ignis.
"Astaga,"Ucap Prompto dengan nada tak percaya.
Sebuah adu pedang antar Rain dan Ardyn tak terhindarkan, serangan itu menjadi tak seimbang membuat Sakura yang diam-diam mencoba menyalurkan tenaga-medisnya ketubuhnya agar mampu bergerak.
Namun sebelum bergerak sempurna, Ardin sudah membacanya, dan ia pun akhirnya nyaris disabet pedang sebelum tatapan Sakura terbelalak pada Sosok Rain yang ada didepan dan memeluknya.
JLEBBB!
Dengan kejutan dimata semua orang serta simbahan darah yang keluar dari tubuh Rain.
"Untunglah kau baik-baik saja Sakura,"
[Bersambung]
[Jumat - 21 - Desember - 2018]
Author note :
Hai all lama gak ketemu di Fanfiction entah berapa lama aku meninggalkan. dunia FF karna kesibukan, dan beberapa alasan yang membuatku sulit untuk buat part, makanya untuk menebus kesalahan mungkin aku coba sebisaku untuk menyelesaikan cerita ini, maaf baru bisa hadir sekarang maaf jika aku mengecewakan kalian.
sorry
