Dimana aku?
Semua terasa dingin, tubuhku berubah menjadi aku yang berusia 10 tahun.
Aku merasa hampa, kosong dan tak tau bagaimana mendiskrip nya, aku ditelan kegelapan.
Oh, Oh ya! Aku terbunuh karna Ardyn benar.
Dia hampir meraih tubuh ibuku tapi aku melawan dan menancapkan pedang itu kejantungku.
"Kau menyerah?,"
Aku terdengar mendengar suara itu, suara serak tua penuh wibawa yang sering kudengar dulu, aku mencintainya setara aku mencintai Noctis ayahku dimasa depan dan dialah orang yang berjasa membesarkan aku selama ini. Cid Oliver.
"Ayah.."
Warning:
Cerita dibuat awal saat tahun 2006-2008 banyak kisah fantasi juga khayalan, penulis, tidak mengikuti alur asli FF15 yang keluar di tahun 2016 tapi buatan hayalan sendiri.
🌼Masashi Kishimoto🌼
🌼 Square Enix🌼
🌺Woman My The Hears🌺
🌸私の聞いた女🌸
🌺Watashi no kiita on🌺
By
VickyChou
LightningShun
"Apa ayah menganggu?,"Tanyanya sambil tersenyum, ia memandang penuh rasa bahagia, dan berlari menerkam tubuhnya mengeluarkan rasa sedihku dan semuanya, aku tidak bisa mengatakan apa pun aku benar-benar terpuruk saat ini, aku sadar itu dan aku membutuhkan orang yang tepat.
"Kau tidak pernah menganggukku, Ayah," Aku melepas pelukanku dan mengelap pipiku yang basah dan ia tersenyum manis dan ramah.
"Jangan khawatir nak! Restu dan doaku bersamamu! Kau bisa melakukan apa pun,"Ucapnya namun raut berubah suram mendengarnya.
"Perjalananku sudah selesai ayah! Aku sudah tidak bisa melakukan apa-pun?,"Ucapku padanya aku menundukan kepalaku, dan tanganku mengepal penuh dendam menyadari kenyataan jika aku.
Jika aku sudah mati!
"Kau menyerah? Kau masih bisa melakukan sesuatu,"Ucapnya memberiku semangat.
"Aku tak bisa melakukan apa-pun, Ayah aku sudah gagal,"Ucapku bersamaan tepukan lembut dan belayan lembut ayahku padaku.
"Berpikirlah - berpikirlah apa yang bisa kau lakukan agar semua tidak sia-sia,"Tanya Ayah sekali lagi padaku.
'Agar semua tak sia-sia'
{Kau hanya bisa mengunakan batu itu sekali saja, dan batu itu akan hilang}
'Eh bukan-kah,'
"A-ayah aku!,"Aku mengangkat wajahku dan aku melihat senyuman Ayahku semakin lebar dan mengangguk sambil melihat kearah langit yang bercahaya, semula semua pusat tempat ini hitam dan sebuah sinar mulai terlihat membesar kian besar melewati cela langit-langit.
"Lakukan anak-ku aku percaya padamu,"Ucap Ayahku. Cid berjalan sedikit kebelakangku dan diam disana, sementara aku mencoba mengunakan kekuatan Astralku untuk menarik jiwa seseorang untuk menerima pesan-ku. Aku harus mencoba memberitahu seseorang soal 'Batu' itu, bersamaan 13 astral pedang kerajaan mengelilingi diriku bersamaan aku membuka portal kematian.
{Ilusi}
Seketika sebuah ingatan terurai dikepalaku kenangan mengigatkan aku pada rumah muncul kembali...
Aku memandang tawa polos dengan senyuman tampa dosa dan juga kebahagian semuanya terpancar...
Aku terlihat duduk diatas sebuah bangku ditaman bersama ayah dan ibuku tertawa...
Dan disini aku hanya melihat dari jauh dan menyelam kememoriku yang kugali untuk menghubungkan aku pada koneksiku...
Aku harap mereka membaca pesanku, agar mengetahui apa yang bisa kulakukan terakhir kalinya...
Geraiyan indah rambut panjang Sakura beberapa tahun kedepan menjadi ibuku terpancar tampa beban...
Senyuman yang tulus penuh cinta darinya bertuju pada kami berdua...
Disambut sebuah senyuman kelegaan dari raut menua ayahku yang sudah menjadi ayah sekaligus Raja kerajaan...
Saat itu aku selalu bertanya bagaimana ayah bertemu dengan ibu...
Ayah selalu berkata padaku Myty membawanya padanya dan dia tak akan melepaskanya...
'My Women Is Hears' Ibu adalah salah satu tujuan hidupnya selain menjadi seorang raja...
Simbol dari 'Detak jantung yang membuat dirinya selalu maju kedepan...
Seorang wanita pertama dari darah beda dimensi yang mendampingi seorang raja...
Aku tersenyum dengan penuh damba pada ilusi kenangan dihadapanku, tanganku terulur pada helaian rambut ibuku, meski aku sadar aku tak bisa menyentuh apa-pun.
"Ibu"
"..."
"Pangeranmu...aku akan melakukan apa pun untuk kalian,"
Sebuah gambaran hancur tersepuh penuh pada kerajaan. Istana dan kuil yang terbangun dengan indah berubah menjadi puing, beberapa kegilaan Leviatan terlihat menyambar, dan air bah yang simpang siur, banyaknya kematian menimbulkan area tempat itu menjadi tumpukan mayat berserakan.
"Kumohoon~"
"..."
"Rain Kumohon bangun,"
"..."
"Jangan Kumohon kembali-lah,"
Air mata sakura terus berlinang tampa henti diatas medan penuh dengan kematian, Air mata yang tidak berhenti membuat dirinya semakin lemah.
TES
Beberapa saat bulir air matanya menyentuh permukaan wajah Rain membuat wajah penuh darah dan lebam itu sedikit bercahaya hijauan.
"Sakura suu, mundurlah lantai esnya akan roboh,"Teriak Prompto memandang Sakura dan mendekatinya.
"Aku gagal dia pergi, dia pergi prompto!,"Ucap Sakura dengan air mata kesedihan.
"Saku-suu,"Panggil Prompto.
"Dia melindungiku dan aku tidak bisa melakukan apa pun,"Ucap Sakura memeluk jasat rain yang sudah tak bernyawa.
"Menjauhkan dulu dan bawa luna dari sini tempat ini akan roboh!,"
"Tidak!,"
"Sakura belakang!,"Ucap Ignis yang memandang sebuah puing hancur siap mengarah pada Sakura dan akibat pergeseran bangunan prompto yang awalnya berada disamping Sakura tubuhnya terjungkal kebelakang bersamaan tubuh luna yang tidak sadarkan diri.
"Prompto!,"
"Sakura,"
Mata sakura tertutup sembari memeluk Rain bersamaan dengan tubuhnya memancarkan sinar indah mengeluarkan tampa kendali sebuah cahaya bersamaan sebuah sosok burung indah terbang dengan wujud yang samar mengeluar dari atas badannya.
[Bersambung]
[Kamis-9-januari-2020]
Halo semuanya Ayu salam kenal dan saya bukan Vicky. lama cerita ini gak kelihatan apa kabar kalian semuanya, sebelum itu saya mau konfirmasi dulu ada 2 hal penting mohon di dengarkan.
Selamat tahun baru 2020 untuk kalian semua, makasih atas dukungan kalian sampai saat ini dan kita senang adanya kalian semua terimakasih atas dukungan kalian dan like juga komentar.
Kedua terdengar tidak baik! Sebenarnya berita ini langsung dari autor kita yang bernama VickyChou, meski cerita ini dibuat juga bersama Ryou atau Lighting Shun, tapi tempat postinganya di akun Vicky untuk watpadnya.
Vicky Mengalami koma selama beberapa bulan ini akibat kecelakan mobil dan tulisan terakhirnya adalah chapter kemarin, meski sempat bangun dia kembali kritis dan jatuh koma lagi.
Saya sebagai kru lighting shun mohon doanya.
Terimakasih
I love you all.
salam kami semuanya.
Ayu.
